Anda di halaman 1dari 20

Panti Asuhan Pelayanan Kasih

Jl. Simpang Darmo Permai Selatan XV / 121-123


Isinya anak-anak yatim piatu, anak-anak cacat
mental, dan orang jompo.

ARTIKEL LANSIA
1. Definisi Lansia
Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk
yang berusia 60 tahun ke atas(Hardywinoto dan Setiabudhi,
1999;8).Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya
kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti
dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan
sehingga

tidak

dapat

memperbaikikerusakan

bertahan
yang

terhadap
terjadi

infeksi

dan

(Constantinides,

1994).Lansia atau lanjut usia merupakan kelompok umur


pada manusia yang telahmemasuki tahapan akhir dari fase
kehidupannya. Pada Kelompok yang dikategorikanlansia ini
akan terjadi suatu proses yang disebut Aging Process. Ilmu
yangmempelajari fenomena penuaan meliputi proses menua
dan degenerasi sel termasuk masalah-masalah yang ditemui
dan harapan lansia disebut gerontology (Cunningham&
Brookbank, 1988).

Pengertian lain mengatakan bahwa gerontology adalah


ilmu yang mempelajari ,membahas, meneliti segala bidang
yang terkait dengan lanjut usia, bukan sajamengenai
kesehatan

namun

juga

pemukiman,lingkungan

mencakup
hidup,

soal

pendidikan,

kesejahteraan,
perundang-

undangan dan sebagainya( Yosaputra, 1987). Gerontology


berasal dari kata Geron/Geronto ( bahasa yunani) yang
berartiorangtua dan logos = ilmu. Sedangkan Geriartri
merupakan bagian dari ilmukedokteran untuk orang lanjut
usia. Geriartri berasal dari kata Geros yang berartilanjut usia
dan eatriea = kesehatan. Yosaputra (1987) mendefinisikan
Geriatri sebagai ilmu yang mempelajari, membahas, meneliti
proses menua dan segala macam penyakit jasmani dan rohani
yang mungkin mengenai manusia lanjut usia, serta bagaimana
cara mencegah dan mengobatinya. Geriatri juga bisa diartikan
sebagaicabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari aspekaspek klinis, preventif maupunterapeutik bagi klien lanjut
usia.Keperawatan gerontik didefinisikan sebagai ilmu yang
membahas

fenomena biologis,

psiko

dan

sosial

serta

dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia


dengan penekanan pada upaya prevensi dan promosi
kesehatan sehinggatercapai status kesehatan yang optimal
bagi lanjut usia. Aplikasi secara praktisKeperawatan gerontik

adalah

dengan

menggunakan

(pengkajian,diagnosa

proses

keperawatan

keperawatan,perencanaan,

implementasi dan evaluasi).Seorang perawat yang sedang


menangani atau memberikan asuhan keperawatanlansia
setidaknya harus memperhati kan hal-hal berikut :1. Mampu
membina hubungan yang terapeutik pada lansia2. Menghargai
keunikan kelompok lanjut usia3. Mempunyai kompetensi
klinis

sebagai

berkomunikasi

basis

tindakan

dengan

baik 5.

keperawatan4.
Memahami

Mampu
perubahan

degeneratif secara fisik dan psikososial pada lansia6. Mampu


bekerja sama dengan tim kesehatan lain.
2. BATASAN-BATASAN LANSIA
WHO mengelompokkan lansia menjadi 4 kelompok yang
meliputi :
1.Midle age (usia pertengahan) yaitu kelompok usia 45-59
tahun 2.Elderly, antara 60 74 tahun
2.Old, antara 75-90 tahun
3.Very old, lebihdari90 tahun
Klasifikasi lansia berdasarkan kronologis usia, yaitu :
1. Young old: 60-75 tahun
2. Middle old: 75-84 tahun
3. Old-old: >85 tahun

(Wold: Basic Gerontology nursing).Menurut Dra. Jos


Masdani (Psikolog UI) lansia merupakan kelanjutan dari
usiadewasa yang dibagi menjadi empat bagian, yaitu :1. Fase
iuventus, antara 25 -40 tahun2. Fase verilitas, antara40 -50
tahun3. Fase prasenium, antara 55 65 tahun4. Fase senium,
lebih dari 65 tahunSedangkan menurut Undang-undang No. 4
Tahun 1965 pasal 1, merumuskan bahwa seseorang dapat
dinyatakan sebagai orang jompo atau lanjut usia setelah
yang bersangkutan

mencapai

umur

55

tahun,

tidak

memupunyai atau tidak berdayamencari nafkah sendiri untuk


keperluan hidupnya sehari-hari dan menrima nafkahdari
orang lain.
3. Teori-teori proses menua
Menurut maryam dkk, 2008
a.

Teori biologis
Teori genetik dan mutasi, menua terjadi sebagai akibat dari
biokimia

b. Teori stress
c.

Teori radikal bebas

4. Perubahan-perubahan yang terjadi pada manusia :


a.

Perubahan fisik
Contohnya pada sistem respirasi : pernapasan menurun,
otot0otot pernapasan menjadi kaku.

b. Perubahan mental
Contohnya : tingkat pendidikan, lingkungan, keturunan.
c.

Perubahan psikososial
Contohnya : pensiun, sadar akan kematian, Perubahan dalam
cara hidup

LAPORAN PENDAHULUAN PENYAKIT


A. Laporan pendahuluan Diabetus Millitus
1. Definisi
Keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan
metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan
komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh
darah (Mansjoer dkk, 1999)
2. Etiologi (penyebab)
Faktor yang menyebabkan :
a.

DMTI (diabetes millitus tergantung insulin) DM tipe 1

Faktor genetik

Faktor imunologo (kekebalan/antigen)

b. DMTTI (diabetes militus tak tergantung insulin)


-

Faktor genetik

Faktor imunologo

Faktor usia

Faktor obesitas

3. Tanda dan gejala


a.

DM tipe 1

hiperglikemia saat berpuasa

glukosuria

deuresis osmotik

poliuria

polifagia

keletihan dan kelemahan ketoasidosis diabetik (mual, nyeri


abdomen, muntah, hiperventilasi, nafas bau buah, ada
perubahan tingkat kesadaran, koma, kematian)

b. DM tipe II
-

Keletihan

Mudah tersinggung

Poliuria

Polidipsia

Luka pada kulit yang sembuhnya lama

Infeksi vagina

Penglihatan kabur, dan komplikasi jangka panjang

4. Patofisiologi
Pada DM terjadi defesiansi insulin yang disebabkan karena
hancurnya sel-sel beta pankreas karena proses outoimun.
Disamping itu glukosa yang berasal dari makanan tidak bisa
disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah yang
menimbulkan hiperglikem. Jika konsentrasi dalam darah
glukosa sangat tinggi, ginjal tidak dapat mengabsorbsi

glukosa yang akhirnya dikeluarkan bersama urine


(glukosaria). Ketika glukosa yang lebih diekresikan kedalam
urine, ini akan disertai cairan dan elektrolit yang berlebi,
keadaan ini yang disebut diuresis osmotik
B. Laporan pendahuluan Dekubitus
1. Pengertian
Ulkus (luka/goresan/pengikisan) dekubitus adalah kerusakan
atau kematian kulit sampai jaringan dari bawah kulit bahkan
menembus otot sampai mengenai tulang, akibatnya adanya
penekanan pada suatu area secara terus-menerus sehingga
mengakibatkan gangguan sirkulasi darah
2. Etiologi
a.

Tekanan

b. Kelembaban
c.

Gesekan

3. Patofisiologi
Tekanan mobilisasi yang lama akan menyebabkan terjadinya
dekubitus, kalau salah satu bagan tubuh berada pada suatu
gradien. Jaringan yang lebih dalam dekat tulang, terutama
jaringan otot vdengan suplai darah yang baik akan bergeser
ke arah gradien yang lebih rendah, sementara kulit
diperintahkan pada permukaan. Keadaan ini menyebabkan
mikro sirkulasi (sirkulasi yang tidak efektif) ini akan menjadi

iskemia (kedaan kurang oksigen yang bersigat irreversibel


dan reversibel ) dan dapat mengalami nekrosis (kematian
jaringan )sebelum berlanjut ke kulit
C. Laporan pendahuluan Demensia
1. Definisi
Demensia bukanlah sekedar penyakit biasa melainkan
kumpulan gejala yang disebabkan beberapa penyakit atau
kondisi tertentu sehingga terjadi perubahan pribadi dan
tingkah laku. (grayson :2004)

2. Etiologi
a.

Penurunan fungsi otak

b. Parkinson
c.

Tumor

d. Stroke
e.

Alzheimer

f.

Penyakit pada jaringan pembuluh otak (meingitis)

3. Patofisiologi
Kerusakan neuron terjadi secara primer pada konteks
celebri dan mengakibatkan rusaknya ukuran otak perubahan
serupa juga dijumpai pada tonjolan kecil jaringan otak normal

lansia . sel utama yang terkena penyakit ini adalah


neurotransmiter
Kerusakan celebri terjadi bila pasokan darah keotak
terganggu infark, kemtian jaringan otak. Pada penyakitini
terjadi penurunan yang progresif demensia multi infark tidak
beraturan. Pada penyakit ini muncul sebagai kebingungan
mendadak, kemudian diikuti dengan kehilangan ingatan
bertahap px. Mengalami halusinansi dan menunjukkan tandatada delirium, bisa terjjadi gangguan bicara
4. Penatalaksanaan
a.

Perawatan medis yang medukung

b. Memberikan dukungan emosional pada pasien dan keluarga


c.

Farmakoterapi untuk gejala yang spesifik


Terapi sistomatik

Diet

Latihan fisik yang sesuai

Terapi rekresional dan aktifitas


Terapi farmakoterapi

Benzodiazepam

ansientan dan insomia

Antidepresan

depresi

Antipsikitik

gejala halusinasi

Pencegahan dan perawatan demensia

Mencegah masuknya zat zat yang dapat merusak sel-sel

Membaca buku yang merangsang otak untuk berfikir

Melakukan kegiatan yang dapat membuat mental sehat dan


aktif kegiatan otak

Tetap berinteraksi dengan lingkungan, berkumpul dengan


teman yang memiliki persamaan kehidupan

D. Laporan pendahuluan Fraktur


1. Definisi
Fraktur adalah istirahat dalam kontinuitas tulang dan
ditentukan sesuai dengan jenis dan luasnya (brunner dan
suddarth, 2008 )
2. Etiologi
Trauma langsung
Benturan pada tulang dan mengakibatkan fraktur pada tempat
itu
Trauma tidak langsung
Bilamana titik tumpu benturan dengan terjadinya fraktur
berjauhan
Prose penyakit
Kanker dan riketsia
Compresion force

Klien yang melompat dari ketingian dapat mengakibatkan


fraktur kompresi tulang belakang
Nuscle ( otot )
Akibat injuri / sakit terjadi regangan otot yang kuat sehingga
dapat menyebabkan fraktur
(misal : elektrik shock dan tetani)
3. Manifestasi klinik
Edema (pembengkakan
Nyeri (pergerakan pada daerah fraktur)
Kehilangan fungsi
Deformitas
Echimosis ( ekstravasasi daerah didalam jaringan
subcutan )
Spasime otot (respon perlindungan terhadap injuri)
Crepitassi ( pada palpasi adanya udara jaringan akibat
trauma

4. Komplikasi

Komplikasi awal
-

shock hipovolemik / traumatik

Emboli lemak

Trombo emboh vena

Infeksi
Komplikasi lambat

Pelayed union

= proses penyembuhan sangat lambat

Non union

= proses penyembuhan gagal

Mal union

= proses penyembuhan tidak memuaskan

(ada
perubahan bentuk
-

Nekroses avakuler di tulang

5.

Penatalaksanaan
Reduksi
Resposisi fragmen fraktur sedekat mungkin dengan letak
normalnya

Reduksi tertutup
Untuk mensejajarkan tulang secara manual dengan traksi atau
gips

Reduksi terbuka

Dengan metode insisi dibuat dan diluruskan melalui


pembedahan melalui internal fiksasi
Imobilisasi
Setelah fraktur direduksi , fragmen tulang harus di mobilisasi
untuk membuat tulang pada posisi yang benar sehingga
menyambung kembali
Retensi
Menyatakan metode- metode yang dilaksanakan untuk :
Mempertahankan fragmen selama penyembuhan ( gips /
traksi )
Rehabilitasi
Langsung dimulai segera dan sudah dilaksanakan dengan
pengobatan fraktur karna sering kali pengaruh cedera dan
program pengobatan kurang sempurna
E. Laporan pendahuluan gangguan mobilisasi
1. Definisi
Ganguan mobilisasi adalah keterbatasan seseorang untuk
bergerak secara bebas dan mendiri (mubarak, 2008)
2. Etiologi
Keltidakmampuan untuk melakukan aktivitas hidup
sehari-hari

Usia ( pada usia lanjut mobilisasi akan mengalami


penurunan ( mubarak ,2008)
Kesulitan untuk mebolak- balik pasien
Pergerakan lambat
3. Patofisiologi
Mobilisasi dipengaruhi oleh sistem neurumuskulas meliputi
sistem otot skeletal . otot sekeletal mengatur gerakan tulang
karena adanya kemampuan otot berkontraksi dan relaksasi
yang bekerja sebagai sistem pengungkit
-

Isotonik

= Peningkatan otot menyebabkan otot

memendek
-

Isometrik

= peningkatan tekanan otot yang tidak

menyebabkan otot memendek


4. Manifektasi klinis
tidak mampu bergerak atau beraktivitas sesuai kebutuhan
keterbatasan menggerakan sendi
malas untuk bergerak
fisik tidak pudar
gangguan neuromuskular
5. penatalaksanaan

mengkaji tingkat kemampuan


mengajarkan latihan tentang gerak secara berlahan
pantau TTV
F. Laporan pendahuluan katarak
1. Definisi
Katarak adalah kekeruhan lensa atau kapsul yang
mengubah gambar yang di proyesikan pada lensa atau suatu
keadaan dimana lensa maa yang biasanya jernih dan menjadi
keruh

2. Etiologi
Faktor keturunan
Cacat bawaan sejak lahir
Masalah kesehatan misal diabetes
Ganguan metabolisme seperti DM (diabetes militus )
Ganguaan pertumbuhan

Mata tanpa perlindungan terkena sinar matahari dalam


jangka waktu lama
Roko dan alkohol
Operasi mata sebelumnya
Dan faktor- faktor lain yang belum di ketahui
3. Manifestasi klinis
Penglihatan tidak jelas seperti ada kabur menghalangi
objeck
Peka terhadap sinar dan cahaya
Dapat melihat dobel pada satu mata
Memerlukan pencahayaan yang terang
Lensa mata berubah jadi buram
Penglihatan buram atau berkabut bahkan sampai tidak
bisa melihat
Pada keadaan terang mata terasa sepi
Penglihatan ta,mbah busam saat sore hari\
4. Penatalaksanaan
Secara medis

Fakoemulsifikasi
Teknologi terkini hanya melakukan sayatan ( 3mm ) pada
kornea

Ekstra kapsuler
Dengan teknik ini di perlukan sayatan kornea lebih panjang
agar dapat mengeluarkan inti lensa , kemudian lensa
dilakukan aspirasi
Terapi
Obat tetes mata bisa digunakan sebagai terapi pengobatan ini
dapat diberikan kepada pasien katarak yang belum parah

G. Laporan pendahuluan hipertensi


1. Definisi
Suatu keadaan dimana tekanan systole dan diastole
mengalami kenaikan yang melebihi batas normal ( tekana
systole diatas 140 mmHg dan tekanan diastole 90 mmHg )
( anita nurwani 2009 ; 73)
2. Etiologi
Menurut penyebab ada 2 jenis yaitu
Hipertensi prima ( essensial)
-

Keturunan

Umur

psikis

Hipertensi sekunder
-

Penyakit ginjal

Tumor dalam ronga kepala

Penyakit syaraf

Texemia gravidarum

3. Manifestasi klinis
Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg
Sakit kepala
Pusing / migrain
Rasa berat ditengkuk
Sukar tidur
Mata berkunang-kunang
Lemah dan lelah
4. Patofisiologi
Tekanan akan sangat mempengaruhi terhadap tingginya
desakan darah . tekanan ini terjadi pada pembulu darah
perifer . tahanan terbesar dialami oleh arteriolae sehingga
perbedaan desakan dila arteriolae menyempit akan menaikan
desakan darah stadium pertama hipertensi sensiil adalah
kenaikan tonus dari arteriolae (anita nurwani ,2009 : 74)

5. Penatalaksanaan
Diet
Diet yang dianjurkan penderita hipertensi adalah
-

Retriksi gram secara moderat dari 10 gr / hr menjadi 5 gr /


hari

Penuurunan berat badan

Menhentikan meroko
Latihan fisik

Macam olahraga seperti lari , jogging , bersepeda dan


berenang

Lamanya latiahan berkisar antara 20-25 menit berada dalam


zona latihan
Pendidikan kesehatan ( penyuluhan )
Untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit
hipertensi dan pengelolaanya sehingga ;pasien dapat
mempetahankan hidupnya dan komplikasi lebih lanjut
Kolaborasi dengan dokter mengenai terapi obat dan fisio
terapi
http://hargodedali.blogspot.com/