Anda di halaman 1dari 18

Skenario 1 Blok Etika dan Hukum Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Hak dan Kewajiban Pasien


Seorang wanita berumur 32 tahun, istri seorang pengusaha kaya sering
mengalami gangguan pada giginya. Ia telah berobat, bergonta ganti dari satu
dokter gigi ke dokter yang lainnya (doctor shopping). Keluhan utama pasien
tersebut adalah semua gigi asli yang tersisa terasa goyang, sehingga kesulitan
mengunyah. 6 (enam) dokter gigi telah ia. kunjungi. Pembersihan karang gigi,
pencabutan beberapa gigi, pemeriksaan labolatorium, serta pemeriksaan
rontgenologis pernah dia lakukan oleh berbagai dokter gigi tersebut. Seorang
dokter gigi menganjurkan untuk pencabutan total. Seorang dokter gigi yang lain
tidak memberikan penjelasan apapun kepada pasien dan hanya memberikan resep.
Obat obat yang di berikan banyak jenisnya. Pasien merasa bahwa hak untuk
mendapatkan informasi yang benar dari dokter gigi yang merawatnya tidak pernah
ia peroleh, serta ia menganggap bahwa dokter hanya mementingkan haknya untuk
mendapat imbalan jasa, tetapi lupa akan kewajibannya memberikan pengobatan
yang benar kepada pasiennya. Diskusikanlah bagaimana sebenarnya hak dan
kewajiban dokter dan pasien.

STEP 1
(Identifikasi Kata Sulit)
1. Doctor shopping
Pasien yang serig mengunjungi beberapa dokter sekaligus dalam periode
waktu singkat. Pasien ini biasanya memiliki kecenderungan sikap tidak
jujur mengatakan bahwa dia telah mengunjungi doketr lain sebelumnya.
2. Hak
Pengakuan yang dibuat oleh sekelompok orang atau seseorang terhadap
orang lain yang biasanya didapatkan oleh semua orang. Hak merupakan
kepentingan yang pemenuhannya dilindungi oleh hukum. Hak seseorang
dapat dimiliki biasanya setelah memenuhi kewajibannya.
3. Kewajiban

1 | Page

Sesuatu yang harus dilakukan seseorang secara bertanggung jawab dan


ketika tidak dipenuhi maka akan mendapatkan sanksi.
STEP 2
(Rumusan Masalah)
1.
2.
3.
4.

Apa yang menyebabkan pasien melakukan doctor shopping ?


Apa saja dampak negative dari dokter shopping?
Bagaimana solusi yang tepat utuk pasien di skenario?
Apa saja hak dan kewajiban dokter dan pasien?
STEP 3
(Analisis Masalah)

1. Apa yang menyebabkan pasien melakukan doctor shopping ?


Adanya ketidak puasan pasien dalam mendapatkan pelayanan dari dokter
menyebabkan terjadinya kegiatan dokter shopping, beberapa ketidakpusan
tersebut adalah
a. Tindakan medis yang didapatkan tidak dapat langsung meyembuhkan
penyakitnta
b. Kurang nya transparansi dokter kepada pasien tentang bagaimana
kondisi medis pasien dan penjelasan tentang tindakan medis yang
dilakukan oleh dokter.
c. Kurangnya kepercayaan pasien terhadap dokter gigi tersebut.
d. Kurangnya komunikasu antara pasien dan dokter sehingga informasi
yang diinginkan pasien tidak tersampaikan dengan baik.
e. Pasien yang biasa menggunakan obat tertentu akan kurang nyaman
bila mendapatkan obat yang berbeda.
f. Seorang pasien secara psikologis ingin mendapatkan perawatan yang
sama dengan gejala yang sama dimasa lampau.
2. Apa saja dampak negative dari dokter shopping?
Dampak negative dari doctor shopping :
a. Mengkonsumsi obat yang berbeda beda yang diberikan oleh dokter
yang berbeda akan berdampak buruk pada kesehatan pasien
b. Pemborosan baik secara finansial maupun waktu yang juga
menyebabkan proses penyembuhan semakin lama.

2 | Page

c. Tindakan dokter yag berbeda-beda membuat perawatan menjadi tidak


efektif.
d. Adanya pengulangan pemeriksaan untuk menentukan diagnosis dapat
memperburuk keadaan pasien, misalnya melakukan radiografi
berulang-ulang yang menyebabkan pasien terpapar lebih sering.
3. Bagaimana solusi yang tepat untuk pasien di skenario?
Solusi untuk pasien yang ada di scenario :
a. Adanya rasa saling percaya antara dokter dengan pasien
b. Sikap empati yang ditunjukkan oleh seorang dokter terhadap pasien
sehingga pasien dapat menceritakan semua gejala yang dirasakan
sehingga membantu dalam menegakkkan diagnose yang tepat.
4. Apa saja hak dan kewajiban dokter dan pasien?
Hak dokter:
a. Mendapatkan imbalan jasa atas tindakan medis yang dilakukan
b. Mendapatkan informasi yang lengkap dan jujur dari pasien
c. Memperoleh perlindungan hokum ketika sudah bekerja sesuai dengan
standar oprasional
d. Mendapatkan ijin praktek sesuai dengan SIP
e. Menolak pasien jika tidak sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya,
kecuali dalam keadaan darurat dan mendesak.
f. Bekerja sesuai dengan standar profesi
g. Menolak tindakan yang melanggar hokum, etika dan hati nurani.
h. Memutuskan kerjasama dengan pasien yang sulit diajak bekerjasama
atau menghambat kesembuhan pasien itu sendiri.
i. Mendapatkan informasi ketidakpuasan pelayanan yang diterima oleh
pasien, sehinggal dapat memperbaiki kualitas pelayanan.
j. Hak membela diri, seorang dokter berhak membela diri dari tuntutan
yang diajukan pasien setalah bekerja sesuai dengan standar oprasional.
Kewajiban dokter.
a. Menuangkan seluruh kemempuan untuk melakuakan tindakan medis
yang dibutuhkan oleh pasien.
b. Melakukan tindakan gawat darurat, tindakan ini dapat dilakukan
walaupaun belum mendapatkan persetujuan dari pasien,
c. Memberikan informasi tentang dignosa dan rencana erawatan yang
akan diterima oleh pasien. Hal ini tidak mutkak, karena kondisi pasien

3 | Page

dapat

dirahasiakan

apabila

dinilai

informasi

tersebut

dapat

melemahkan pasien.
d. Membuat rekam medis secara lengkap.
Hak pasien
a. Memperoleh informasi tentang diagnose, rencana perawatan, dan
b.
c.
d.
e.

seluruh informasi rekam medis


Mendapatkan pelayanan medis sesuai penyakitnya
Perincian baiaya tindakan medis yang diperoleh
Memperoleh secon opinion dari dokter lain
Menolak prosedur terapi atau menari diri dar dokter tersebut dengan

catatan menangguung resiko dari hal yang dilakukannya


f. Berhak atas kerahasiaan rekam medis atas dirinya
Kewajiban pasien
a. Memberikan

informasi yang lengkap dan jujur tentang keadaan

medisnya
b. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter agar perawatan yang dilakukan
dapat maksimal
c. Memeriksakan diri sedini mungkin untuk menghindari keparahan
suatu enyakit
d. Yakin atas tindakan medis yang diberikan dokter terhadap dirinya.
e. Melunasi biaya atas tindakan medis yang diterimanya.
STEP 4
(Mapping)

Pasien

Dokter Gigi

Interaksi

Hak Dan Kewajiban

Terlaksana

Tidak Terlaksana
4 | Page

Keberhasilan
Perawatan

Doctor Shopping

STEP 5
(Learning Object)
Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan :
1.
2.
3.
4.

Hak dan kewajiban dokter


Hak dan kewajiban pasien
Kode etik Kedokteran Gigi
Sanksi yang diterima apabila tidak menjalankan tugas sesuai dengan kode
etik.
STEP 7

LO 1 Hak dan Kewajiban Dokter


Kewajiban Dokter Gigi

Menghormati hak pasien untuk menentukan pilihan perawatan.


Dokter gigi wajib menyampaikan informasi mengenai cara
perawatan dan pengobatan yang sesuai serta memperoleh persetujuan dari
pasien.

Mengutamakan kepentingan pasien.


Dokter gigi wajib memberikan pertolongan darurat dalam batas
kemampuannya dan juga memberitahu pasien bagaimana cara memperoleh
pertolongan bila terjadi situasi darurat.

Melindungi pasien dari kerugian.


Dokter gigi wajib melakukan perawatannya secara efektif dan
efisien, apabila tidak mampu melakukan perawatannya maka merujuk
pada dokter gigi atau profesional lainnya yang sesuai, untuk dokter gigi

5 | Page

yang menerima pasien rujukan wajib mengembalikan ke dokter gigi yang


merujuk beserta info tindakan yang telah dilakukan.

Menjaga rahasia
Seorang dokter/dokter gigi berkewajiban merahasiakan segala
sesuatu yang diketahui tentang pasien (menjaga kerahasiaan pasien)
bahkan setelah pasien tersebut meninggal dunia. Merahasiakan keadaan
pasien diwajibkan dalam sumpah dokter, kode etik kedokteran/kedokteran
gigi, dan beberapa peraturan perundang-undangan.

Meminta persetujuan pasien


Meminta persetujuan pasien atau wali baik secara lisan maupun
tertulis pada setiap melakukan tindakan kedokteran/kedokteran gigi,
khusus untuk tindakan yang berisiko persetujuan dinyatakan secara
tertulis. Persetujuan dimintakan setelah dokter menjelaskan tentang:
diagnosa, tujuan tindakan, alternatif tindakan, risiko tindakan, komplikasi,
dan prognosa. Penjelasan sebaiknya disampaikan dalam bahasa yang
mudah dimengerti oleh pasien.
Mengenai persetujuan pasien juga diperjelas dalam penjelasan UU
tentang Praktik Kedokteran. Pada prinsipnya yang berhak memberikan
persetujuan atau penolakan tindakan medis adalah pasien yang
bersangkutan. Namun apabila pasien tersebut berada di bawah
pengampunan (under curateele), persetujuan atau penolakan medis dapat
diberikan oleh keluarga terdekat antara lain suami atau isteri, ayah, ibu
kandung, anak-anak kandung atau saudara-saudara kandung.
Sementara bila pasien dalam keadaan gawat darurat, untuk
menyelamatkan jiwa pasien tidak diperlukan persetujuan. Namun, setelah
pasien sadar atau berada dalam kondisi yang telah memungkinkan, segera
diberikan penjelasan dan dibuat persetujuan. Sedangkan untuk pasien
anak-anak atau orang yang tidak sadar, maka penjelasan diberikan kepada
keluarganya atau yang mengantar. Apabila tidak ada yang mengantar dan
tidak ada keluarganya, sedangkan tindakan medis harus dilakukan maka

6 | Page

penjelasan diberikan kepada anak yang bersangkutan atau pada


kesempatan pertama saat pasien sudah sadar.

Membuat catatan rekam medis


Dalam melayani pasien, UU juga mengatur kewajiban bagi
dokter/dokter gigi membuat rekam medis pasien yang diperiksa. Rekam
medis yaitu berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas
pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah
diberikan kepada pasien. Bila terjadi kesalahan dalam pencatatan rekam
medis, berkas dan catatan tidak boleh dihilangkan atau dihapus dengan
cara apapun. Perubahan catatan atau kesalahan dalam rekam medis hanya
dapat dilakukan dengan pencoretan.
Setiap catatan rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda
tangan petugas yang memberikan pelayanan atau tindakan. Dalam hal ini
dokter atau dokter gigi maupun tenaga kesehatan lain yang memberikan
pelayanan langsung kepada pasien. Apabila dalam pencatatan rekam medis
menggunakan teknologi informasi elektronik, kewajiban membubuhi
tanda tangan dapat diganti dengan menggunakan nomor identitas pribadi
(personal identification number).
Dokumen rekam medis merupakan milik dokter atau sarana
pelayanan kesehatan, sementara isi rekam medis merupakan milik pasien.
Karenanya, wajib bagi dokter/dokter gigi merahasiakan rekam medis milik
pasiennya. Sanksi mengenai aturan rekam medis ini juga tak main-main.
UU mengatur, dokter/dokter gigi yang tidak membuat rekam medis
dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda
maksimal Rp 50.0000.000,.

Dokter atau dokter gigi bekerja tidak dengan tujuan mencari keuntungan
tetapi mengutamakan kemanusiaan.

Seorang dokter dalam setiap praktek medisnya harus memberikan


pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral

7 | Page

sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang (compassion) dan penghormatan


atas martabat manusia.

Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubugnan dengan pasien


dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia
ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau yang
melakukan penipuan atau penggelapan, dalam menangani pasien.
Menurut UU no 29 tentang praktik kedokteran pasal 51. Kewajiban dokter

gigi adalah sebagai berikut :

Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar


prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien.

Merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian
atau kemampuan lebih baik, apabila tidak mampu melakukan seatu
pemeriksaan atau pengobatan

Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan


jika pasien telah meninggal

Melakukan pertolongan darurat atas dasar kemanusiaan, kecuali bila ia


yakin pada orang lain yang betugas dan mampu melakukannya

Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu


kedokteran dan kedokteran gigi.

Hak Dokter Gigi

Hak membela diri

Hak ketentraman bekerja

Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melakukan tugas sesuai


dengan standart profesi dan standart prosedur operasional.

8 | Page

Menolak pasien apabila dokter/dokter gigi tidak memiliki spesialisasi atau


kemampuan khusus untuk menangani penyakit pasien, termasuk tidak
memiliki alat, sarana ataupun pengobatan yang memadai untuk
memberikan pelayanan yang diperlukan.

Melakukan tindakan medis setelah mendapatkan SIP dan STR.

Melakukan tindakan medis sesuai standar profesi.

Hak atas privacy


Seorang dokter/dokter gigi berhak menuntut apabila nama baiknya
dicemarkan oleh pasien dengan ucapan atau tindakan yang melecehkan
atau memalukan.
Menurut Undang-undang praktek kedokteran RI no 29 thn 24 mengatur

hak dan kewajiban dokter dan pasien

Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai


dengan standart profesi dan standar prosedur operasional

Memberikan pelayanan medis menurut standart profesi dan standart


prosedur operasional

Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien dan keluarganya

Menerima imbalan jasa

LO 2 Hak dan Kewajiban Pasien


Kewajiban Pasien

Memeriksakan diri sedini mungkin


Memberi informasi yang benar dan lengkap tentang penyakitnya
Yakin pada dokternya, dan yakin akan sembuh.
Pasien yang telah mempercayai dokter dalam upaya penyembuhannya,
berkewajiban menyerahkan dirinya untuk diperiksa dan diobati sesuai

9 | Page

kemampuan dokter. Pasien yang tidak yakin lagi pada kemampuan

dokternya, dapat memutuskan kontrak terapeutik.


Melunasi biaya perawatan di rumah sakit, biaya pemeriksaan dan

pengobatan serta honorarium dokter.


Imbalan untuk dokter merupakan penghargaan yang sepantasnya diberikan
oleh pasien/keluarga atas jerih payah seorang dokter. Kewajiban pasien ini
haruslah disesuaikan dengan kemampuannya dan besar kecilnya
honorarium dokter tidak boleh mempengaruhi dokter dalam memberikan

pelayanan kedokteran yang bermutu, sesuai standar pelayanan medik.


Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter.
Setiap pasien berkewajiban untuk taat terhadap petunjuk dan
nasihat dokter, seperti mentaati pemakaian obat, makanan yang
dilarang dikonsumsi selama perawatan, dll. Apabila pasien tidak
mentaati erintah dokter, dapat menyebabkan rencana perawatan
yang berlangsung menjadi kurang baik.Menandatangani surat PTM

(Persetujuan Tindakan Medis)


Dalam melaksanakan tindakan medis, baik untuk diagnosis ataupun untuk
terapi, terdapat beberapa tindakan yang membuthukan persetujuan berupa
tanda tangan pada surat PTM. Surat ini wajib ditanda tangani oleh pasien
ataupun keluarga pasien (apabila pasien masih anak-anak dan untuk pasien
sakit jiwa)

Hak Pasien

Menerima atau menolak menjadi bagian dalam riset kedokteran


Memperoleh informasi selengkapnya mengenai riset kedokteran yang

diikutinya
Dirujuk
Memperoleh penjelasan tentang informasi rumah sakit
Berhubungan dengan keluarga, penasihat atau rohaniawan selama

perawatan
Memperoleh penjelasan tentang perincian biaya
Hak untuk hidup, hak atas tubuhnya sendiri, dan hak untuk mati secara
wajar.

10 | P a g e

Berdasarkan UU RI No 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran,


disebutkan beberapa hak pasien, antara lain adalah:
a. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis,
seperti pada pasal 45 ayat (3). Penjelasan tersebut memuat sekurangb.
c.
d.
e.
f.
g.

kurangnya mencakup:
Diagnosis dan tata cara tindakan medis
Tujuan tindakan medis
Alternative tindakan lain dan resikonya
Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi
Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan
Meminta pendapat dokter dan dokter gigi lain sebagai second

opinion
h. Mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medis
i. Menolak tindakan medis
j. Mendapatkan isi rekam medis. Maksudnya adalah pasien berhak atas
rahasia rekam medisnya.
UU no.36 tahun 2009 tentang kesehatan merumuskan hak pasien
sebagai konsumen pelayanan kesehayan adalah sebagai berikut :
a. Memperoleh informasi yang benar dan lengkap tentang keadaan
dirinya
b. Memberikan persetujuan ataupun penolakan terhadap terapi yang
dilakukan atas dirinya
c. Menjaga rahasia kedokteran terkait dengan kondisi dan layanan
medis lainnya.
d. Memperoleh ganti rugi sebagai akibat dari adanya kesalahan dan
kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya
LO 3 Kode Etik Kedokteran Gigi
Kode etik adalah suatu bentuk aturan tertulis yang secara sistematik
sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral tatacara, pedoman etis yang
ada dan pada saat yang dibutuhkan akan dapat difungsikan sebagai alat untuk
menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum dinilai
menyimpang dari kode etik.
Kode etik kedokteran gigi Indonesia terdiri dari 4 macam, yaitu:
1
2

Kewajiban Umum
Kewajiban Dokter Gigi terhadap Pasien

11 | P a g e

3 Kewajiban Dokter Gigi terhadap Teman Sejawat


4 Kewajiban Dokter Gigi terhadap Diri Sendiri
Kewajiban Umum
Kewajiban umum terdiri dari 9 pasal yaitu:
a Pasal 1
Dokter Gigi di Indonesia wajib menghayati,

mentaati

dan

mengamalkan sumpah/ janji Dokter Gigi Indonesia dan Kode Etik


b

Kedokteran Gigi Indonesia


Pasal 2
Dokter Gigi di Indonesia wajib menjunjjung tinggi norma-norma

kehidupan yang luhur dalam menjalankan profesinya


Pasal 3
Dalam menjalankan profesinya Dokter Gigi di Indonesia tidak boleh

dipengaruhi oleh pertimbangan untuk mencari keuntungan pribadi


Pasal 4
Dokter Gigi di Indonesia harus member kesan dan keterangan atau

pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan


Pasal 5
Dokter Gigi di Indonesia tidak diperkenankan menjaring pasien secara

pribadi, melalui pasien atau agen


Pasal 6
Dokter Gigi di Indonesia wajib menjaga kehormatan, kesusilaan,

integritas dan martabat profesi dokter gigi


Pasal 7
Dokter Gigi di Indonesia berkewajiban untuk mencegah terjadinya
infeksi silang yang membahayakan pasien, staf dan masyarakat

Pasal 8
Dokter Gigi di Indonesia wajib menjalin kerjasama yang baik dengan
tenaga kesehatan lainnya
Pasal 9
Dokter Gigi di Indonesia dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat, wajib bertindak sebagai motivator, pendidik dan
pemberi pelayanan kesehatan (promotif preventif, kuratif, dan
rehabilitatif).

Kewajiban Dokter Gigi terhadap Pasien

12 | P a g e

Kode etik dokter terhadap pasien di atur dalam pasal 10-13 yang dimuat
sesuai dengan Surat Keputusan PB IDI No 22/PB/A-4/04/2002 Yang di buat
oleh organisasi profesi yang bersangkutan. Kodeki yang di putuskan oleh
PBIDI Telah menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang seiring dengan
pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta etika
dinamika global yang ada.
a Pasal 10
Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala
ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien. Dalam hal ia tidak
mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan sehingga atas
persetujuan pasien ia wajib merujuk pasien kepada dokter tersebut.
Sikap tulus ikhlas yang dilandasi sikap profesionalisme kerja sangat
penting untuk di terapkan karena hal ini akan menegakkan wibawa
seorang dokter dan memberikan kepercayaan dan ketenangan pada
pasien selama melakukan perawatan. Sehingga di harapkan nantinya
pasien akan kooperatif dan dapat bekerjasama dengan dokter selama
masa perawatan.
b

Pasal 11
Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar
senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya
dan / dalam masalah lainnya.
Dokter juga perlu mendalami latar belakang pasien baik dari aspek
social,ekonomi,

mental,intelektual

dan

spiritualnya.

Dokter

berkewajiban menghormati agama dan keyakinan pasien. Wlaupun


dalam rumah sakit berlaku aturan aturan tertentu dalam menjalankan
suatu perawatan, dokter berkewajiban memberi waktu kepada pasien
untuk berkonsultasi dengan keluarga atau orang yang di percayainya
c

dalam hal perawatan dan pengobatan yang akan di jalani.


Pasal 12
Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya
tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien tersebut meningeal

dunia.
Pasal 13

13 | P a g e

Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu


tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia
dan mampu memberikannya
Dokter berkewajiban memberikan pertolongan pertama kepada
siapapun

yang

mengalami

kecelakaan

atau

sakit

mendadak.

Pertolongan dokter yang di berikan sesuai kemampuan masing masing


dan sesuai sarana yang tersedia. Jika memungkinkan pertolongan
yang di berikan terlebih dahulu meminta persetujuan pasien yang
bersangkutan atau keluarganya dan segera merujuk jika kasusnya
memerlukan tindakan lebih lanjut.
3

Kewajiban Dokter Gigi terhadap Teman Sejawat


a Pasal 14
Memperlakukan teman sejawat sebagaimana ia sendiri ingin
b

diperlakukan.
Pasal 15
Tidak dibenarkan mengambil alih pasien dari teman sejawat tanpa

persetujuan.
Pasal 16
Berhalangan

menyelenggarakan

praktik,

harus

membuat

pemberitahuan/ merujuk pengganti.


Kewajiban Dokter Gigi terhadap Diri Sendiri
a Pasal 17
Wajib mempertahankan martabat dirinya.
b Pasal 18
Wajib secara aktif mengikuti perkembangan IPTEK dan etika.
c Pasal 19
Memelihara kesehatan supaya dapat bekerja dengan baik.

LO 4 Sanksi Yang Diterima Apabila Tidak Menjalankan Tugas Sesuai


Dengan Kode Etik.
Pelanggaran kode etik dibagi menjadi dua, yakni:
1. Pelanggaran etik.
Pelanggaran etik merupakan pelanggaran yang hanya melanggar poin-poin
di dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). Sanksi yang

14 | P a g e

diberikan tidak sampai dibawa ke pengadilan. Biasanya hanya berupa


teguran, peringatan tertulis, pencabutan Surat Izin Praktek (SIP) untuk
sementara atau selamanya, dan lain-lain. Pelanggaran etik sendiri dibedakan
menjadi dua, yaitu:
a. Pelanggaran etik murni, contohnya:

Menarik imbalan secara tidak wajar dari pasien.

Mengambil alih pasien tanpa persetujuan teman sejawat.

Memuji diri sendiri di depan pasien.

Tidak mengikuti pendidikan kedokteran yang berkesinambungan.

Mengabaikan kesehatan sendiri.

b. Pelanggaran etik etikolegal, contohnya:

Pelayanan kedokteran di bawah standar.

Menerbitkan surat keterangan palsu.

Membuka rahasia jabatan/pekerjaan dokter.

Abortus provokatus

Pelecehan seksual

Sanksi disiplin yang dapat dikenakan oleh MKDKI berdasarkan Undang- undang
No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pada Pasal 69 ayat (3) adalah :
1. Pemberian peringatan tertulis
2. Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik;
dan/atau
3. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan
kedokteran atau kedokteran gigi.
Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik
yang dimaksud dapat berupa Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi
atau Surat Izin Praktik sementara selama-lamanya 1 (satu) tahun, atau

15 | P a g e

Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik tetap atau
selamannya;Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi
pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi yang dimaksud dapat berupa :
a. Pendidikan formal
b. Pelatihan dalam pengetahuan dan atau ketrampilan, magang

di institusi

pendidikan atau sarana pelayanan kesehatan jejaringnya atau sarana pelayanan


kesehatan yang ditunjuk, sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan dan paling lama 1
(satu) tahun
2. Pelanggaran etik sekaligus pelanggaran hokum
Pelanggaran etik sekaligus pelanggaran hokum merupakan pelanggaran
yang tidak hanya melanggar poin-poin dalam Kode Etik Kedokteran
Indonesia (KODEKI), tetapi juga melanggar poin-poin dalam Undang
Undang Republik Indonesia khususnya tentang praktik kedokteran.
Sanksinya dapat berupa:
a. Penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp 100.000.000,00
apabila dokter atau dokter gigi menyelenggarakan praktik tanpa
memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Hal ini sesuai dengan bunyi
UURI No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 75.
b. Penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 150.000.000,00
apabila dokter atau dokter gigi menyelenggarakan praktik tanpa
memiliki Surat Izin Praktek (SIP). Hal ini sesuai dengan bunyi UURI
No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 76.
c. Pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp
50.000.000,00 apabila dokter atau dokter gigi dengan sengaja tidak
memasang papan nama sebagaimana dimaksud dalam UURI No. 29
Tahun 2004 Pasal 41 ayat 1, dengan sengaja tidak membuat rekam medic
sebagaimana dimaksud dalam UURI No. 29 Tahun 2004 Pasal 46 ayat 1,
dan dengan sengaja tidak memenuhi kewajibannya sebagai dokter atau
dokter gigi sebagaimana dimaksud UURI No. 29 Tahun 2004 Pasal 51.

16 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Darwin, Eryatti, dan Hardisman. 2014. Etika Profesi Kesehatan.


Yogyakarta: Deepublish.

SURAT

KEPUTUSAN

TENTANG

KODE

NOMOR:

ETIK

SKEP/034/PB

KEDOKTERAN

GIGI

PDGI/V/2008
INDONESIA

PENGURUS BESAR PERSATUAN DOKTER GIGI INDONESIA

Suryani, Bhekti. 2013. Panduan Yuridis Penyelenggaraan Praktik


Kedokteran. Jakarta : Dunia Cerdas.

17 | P a g e

18 | P a g e