Anda di halaman 1dari 102

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI STOK BARANG


PADA NDL PRINTSHOP
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Kerja Praktek pada
Jurusan Teknik Informatika

Disusun Oleh :
Nama

: Fransiskus Hendry

NIM

: 2.23.11.0002

Program Studi : Teknik Informatika


Jenjang

: Strata Satu

FAKULTAS ILMU KOMPUTER


UNIVERSITAS AKI SEMARANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Seiring dengan perkembangan zaman,saat ini perkembangan teknologi
sudah sangat maju.Mulai dari barang barang elektronik dan lain-lainnya.Salah
satunya adalah komputer. Komputer itu sendiri terdiri dari beberapa komponen
hardware dan software, yaitu alat input, process dan output. Dari ketiga unsur
tersebut komputer dapat dijalankan, dan tentunya manusia itu sendiri yang
menjadi penggunanya.
Di zaman globalisasi ini sudah banyak instansi/perusahaan yang
menggunakan komputer. Di sebuah instansi/perusahaan biasanya komputer
digunakan untuk menyimpan informasi atau data-data instansi/perusahaan
tersebut. NDL printshop adalah sebuah toko yang mengolah pengetikan
document,print document,scan document. NDL printshop juga menjual accesories
komputer,flashdisk,mmc,hdd dan lain-lain. NDL printshop dalam melakukan
pengelolaan stok barang masih menggunakan cara manual dengan dicatat pada
buku. Sehingga masih sering terjadi kesalahan dalam perhitungan jumlah stok
barang.Dari permasalahan tersebut maka Laporan Kerja Praktek (KP) ini
mengambil judul PERANCANGAN SISTEM INFORMASI STOK

BARANG PADA NDL PRINTSHOP

1.2 Rumusan Masalah


Pembatasan terhadap suatu masalah yang dibahas sangat diperlukan dalam
penulisan laporan kerja praktek.Sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam
permasalahan.Rumusan

masalah

juga

bertujuan

untuk

mempermudah

penulisan laporan.Rumusan masalah yang dibahas di sini adalah bagaimana


merancang suatu sistem informasi stok barang pada NDL printshop sehingga
membantu perancangan untuk perhitungan stok barang pada toko tersebut.

1.3 Pembatasan Masalah


Agar pembahasan tidak terlalu luas,maka penulis memberikan batasan
masalah pada Perancangan Sistem Informasi Stok Barang pada NDL printshop
dari proses penerimaan barang, perhitungan jumlah stok barang dan penjualan
secara tunai.Dalam proposal ini pembahasannya meliputi :
1. Perancangan aplikasi menggunakan UML (Unified Modelling Language)
2. Pembahasan mengenai desain menggunakan program Visual Paradigm

11.2 untuk perancangan aplikasi stok barang.


1.4 Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek
1. Tujuan Kerja Praktek
Adapun tujuan dari Kerja Praktek adalah:
1. Untuk membuat rancangan perhitungan stok barang pada NDL printshop.

2. Untuk memenuhi syarat tugas akhir dalam menempuh ujian program


sarjana Universitas AKI.
3. Menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di Universitas AKI.

2. Manfaat Kerja Praktek


Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pihak-pihak yang
memerlukan, antara lain:
1. Bagi Penulis
Untuk menerapkan ilmu yang penulis peroleh dalam perkuliahan terutama
dalam perancangan sistem informasi stok barang.
2. Bagi Akademik

Secara umum dapat menambah pengetahuan dan pengalaman perancangan


sistem informasi.
3. Pihak NDL printshop

Membantu pihak NDL printshop didalam merancang sistem informasi


untuk menghitung jumlah inventory.

1.5 Metodologi Penelitian


1. Sumber Data
Pada penulisan laporan kerja prakteknya, penulis melakukan usaha-usaha
dengan mendapatkan data konkret yang dapat dipercaya kebenarannya,
sehingga tercapai maksud dan tujuan dari kerja praktek serta data atau
informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Data yang
dimaksud yaitu:
a. Data Primer
Data Primer yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di
lapangan

oleh

orang

yang

melakukan

penelitian

atau

yang

bersangkutan yang memerlukannya.(Hasan,Iqbal,2010:19).


Contohnya: daftar jenis barang,harga barang,dan jumlah barang.
b. Data Sekunder
Data Sekunder yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang
yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.Data ini
biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan-laporan
penelitian yang terdahulu.(Hasan,Iqbal,2010:19).
Contohnya: Form Data barang, Teori-teori mengenai Sistem Informasi,
Referensi buku-buku.

2. Metode Pengumpulan Data


a. Wawancara
Adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden.
(Jogiyanto HM,2008:111). Wawancara dilakukan langsung terhadap
pemilik Toko NDL printshop.
b. Observasi
Observasi merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data
primer dengan cara mengamati langsung obyek datanya .(Jogiyanto
HM,2008:89).Obyek yang diamati adalah Jenis barang yang dijual,
jumlah barang yang tersedia.
c. Studi Pustaka
Studi Pustaka yaitu memperoleh landasan yang lengkap dengan
membaca berbagai literatur seperti panduan, koran atau majalah yang
berhubungan dengan sistem informasi persediaan stok barang.
1.6 Sistematika penulisan
Penulisan laporan akan dijelaskan dalam lima pokok bahasan, yaitu:

BAB I

PENDAHULUAN
Merupakan bab pertama yang menjelaskan tentang latar belakang
masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan kerja

praktek, manfaat kerja praktek, metodologi serta sistematikan


penulisan.
BAB II

LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi teori-teori yang menjadi landasan dalam
penyusunan laporan Kerja Praktek.

BAB III

GAMBARAN UMUM NDL PRINTSHOP


Isi dari bab ini adalah uraian dari sejarah singkat NDL printshop
sebagai objek penelitian,visi dan misi organisasi,dan struktur
organisasi NDL printshop.

BAB IV PEMBAHASAN DAN PERANCANGAN SISTEM BARU


Bab ini berisi mengenai perancangan sistem informasi stok barang
yang akan dibuat.
BAB V

PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir yang berisi mengenai kesimpulan
hasil perancangan sistem informasi baru.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1
2.1.1

Konsep Dasar Sistem


Pengertian Sistem
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang

saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan


atau

untuk

menyelesaikan

suatu

sasaran

yang

tertentu.(Jogiyanto

HM,2005:1).Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur


lebih menekankan urut-urutan operasi di dalam sistem.
Suatu prosedur menurut Richard F.Neuschel, prosedur adalah suatu uruturutan operasi klerikal (tulis menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di
dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan
yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.(Jogiyanto HM,2005:1).
Pendekatan

sistem

yang

lebih

menekankan

pada

elemen-elemen

atau

komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut. Sistem adalah kumpulan


dari

elemen-elemen

yang

berinteraksi

untuk

mencapai

suatu

tujuan

tertentu.Pendekatan sistem yang menekankan pada komponen akan lebih mudah


dalam mempelajari suatu sistem untuk tujuan analisis dan perancangan suatu
sistem. Informasi dihasilkan oleh suatu proses sistem informasi dan bertujuan
menyediakan

informasi

untuk

membantu

pengambilan

keputusan

manajemen,operasi perusahaan dari hari ke hari dan informasi yang layak untuk
pihak perusahaan.(Jogiyanto HM,2005:5-7)
2.1.2 Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya
adalah:
1.

Sistem Abstrak & Sistem Fisik


Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang

tidak tampak secara fisik. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2.

Sistem Alamiah & Sistem Buatan Manusia


Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak

dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang
manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan
mesin disebut dengan human machine system atau ada yang menyebut dengan
machine system.
3.

Sistem Tertentu & Sistem Tak Tentu


Sistem tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah banyak

diprediksi. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4.

Sistem Tertutup & Sistem Terbuka


Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan & tidak

terpengaruh dengan lingkungan luar. Sistem terbuka adalah sistem yang


berhubungan & terpengaruh oleh lingkungan luar.(Sutabri,2012:16)
2.1.3 Daur Hidup Sistem

10

Sistem juga mengalami siklus hidup. Siklus hidup sistem (System Life
Cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau
subsistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup sistem terdiri dari
serangkaian tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem, karena
tugas-tugas tersebut mengikuti pola-pola yang teratur dan dilakukan secara drop
down. Siklus hidup sistem sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall
approach) bagi pembangunan dan pengambangan sistem. Pembangunan hanyalah
dari salah satu rangkaian daur hidup suatu sistem. (Sutabri, 2012:27). Berikut ini
merupakan fase-fase dari daur hidup suatu sistem :
1. Mengenali Adanya Kebutuhan
Sebelum segala sesuatunya terjadi, timbul suatu kebutuhan yang
harus dapat dikenali. Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil
perkembangan dari organisasi dan volume yang meningkat melebihi
kapasitas dari sistem yang ada. Tanpa adanya kejelasan dari
kebutuhan yang ada, pembangunan sistem akan kehilangan arah dan
efektifitasnya.
2. Pembangunan Sistem
Suatu proses atau seperangkat prosedur yang harus diikuti guna
menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun suatu sistem
untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
3. Pemasangan Sistem
Setelah tahap pembangunan selesai, sistem akan dioperasikan.
Pemasangan sistem merupakan tahap paling penting, dimana
peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional adalah

11

pemasangan sistem yang merupakan langkah akhir dari suatu


pembangunan sistem.
4. Pengoperasian Sistem
Program-program komputer dan prosedur pengoperasian yang
membentuk suatu sistem informasi semuanya bersifat statis,
sedangkan organisasi yang ditunjang oleh sistem informasi selalu
mengalami perubahan karena pertumbuhan kegiatan, peraturan dan
kebijaksanaan ataupun kemajuan teknologi. Untuk mengatasi
perubahan-perubahan

tersebut,

sistem

harus

diperbaiki

atau

diperbaharui.
5. Sistem Menjadi Usang
Tiba saat dimana secara ekonomis dan teknis, sistem yang sudah
ada sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan dan sistem yang baru
perlu dibangun untuk menggantikannya.

Gambar 1.1 Siklus Hidup Sistem

2.1.4 Konsep Dasar Sistem Informasi

12

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang


mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi
operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporanlaporan yang diperlukan. (Sutabri, 2012:46)
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang desebut blok
bangunan (building block), yaitu blok masukan, blok keluaran, blok teknologi,
blok basis data, dan blok kendali. Blok-blok tersebut saling berinteraksi
membertuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. (Sutabri, 2012:39). Berikut
ini merupakan pemaparan dari komponen tersebut :
1.

Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi.
Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap
data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen

2.

dasar.
Blok model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model
matematik yang akan memanipulasi data input

dan data yang

tersimpan di basisdata dengan cara tertentu untuk menghasilkan


keluaran yang diinginkan.
3.

Blok Keluaran
Produk dari sistem informasi

adalah keluaran

yang

merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang


berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai
sistem.

13

4.

Blok Teknologi
Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem
informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan
mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem

5.

secara keseluruhan.
Blok Basisdata
Basisdata (database) merupakan kumpulan dari data yang
saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan diperangkat
keras

komputer

dan

digunakan

perangkat

lunak

untuk

memanipulasinya. Data di dalam basisdata perlu diorganisasikan


sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.
Basisdata diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak
6.

yang disebut DBMS (Database Management System).


Blok Kendali
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti
bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan,
kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri atau ketidak efisienan.
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk
meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem tersebut dapat
dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung cepat
diatasi. (Sutabri, 2012:40-46).

2.1.5 Karakteristik Sistem


Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat sebagai berikut :
1. Komponen (Component)

14

Suatu sistem terdiri dari jumble komponen yang saling


berinteraksi,yang

artinya

saling

bekerja

sama

untuk

membentuk kesatuan, Suatu sistem dapat mempunyai sistem


yang lebih besar yang disebut dengan supra sistem, ataupun
yang lebih kecil disebut dengan sub sistem.
2. Batasan Sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu
sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan
luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai suatu kesatuan, batas dari suatu sistem
disebut dengan scope.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
Lingkungan luar sistem dari suatu sistem adalah apapun diluar
batas

dari

lingkungan

sistem
luar

yang
dapat

mempengaruhi
bersifat

operasi.Sistem

menguntungkan

atau

mengganggu. Lingkungan yang menguntungkan merupakan


energi dari sistem yang harus dipelihara, sedangkan lingkungan
yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak
maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung Sistem (Interface) merupakan media penghubung
antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Melalui

15

penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir


dari satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Keluaran dari
suatu sub sistem dapat menjadi masukan dari sub sistem
lainnya.
5. Masukkan Sistem (Input)
Masukkan Sistem (Input) adalah energi yang dimasukkan
kedalam sistem.Masukkan dapat berupa masukkan perawatan
(maintenance input) dan masukkan sinyal (signal input).
a. Masukkan perawatan (maintenance input) adalah energi
yang dimasukkan supaya sinyal tersebut beroperasi.
b. Masukkan sinyal (signal input) adalah energi yang diproses
untuk mendapatkan keluaran.
6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran (Output) adalah hasil dari energy yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa
pembuangan.
7. Pengolah Sistem (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang
akan merubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem

16

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran


(objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka
operasi sistem tidak akan ada gunanya.Sasaran dari sistem
sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang akan dihasilkan sistem. (Jogiyanto HM,
2005:4,5).
2.2 Konsep Dasar Informasi
2.2.1 Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna
dan lebih berarti bagi yang menerimanya (Jogiyanto HM,2004:8). Hal ini
dapat diartikan bahwa tidak semua orang membutuhkan informasi.Informasi
akan sangat berguna bagi seseorang jika sesuai dengan kebutuh orang tersebut.
2.2.2 Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga
hal, yaitu sebagai berikut :
a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias
atau menyesatkan.
b. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh
terlambat. Informasi yang sudah using tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena
informasi merupakan landasan di dalam pengambil keputusan.

17

c. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.


(Jogiyanto HM,2005:10)
2.2.3 Nilai Informasi
Nilai dari informasi (Value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu :
manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila
manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan
tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem
informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak
memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada
suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian
besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak dalam perusahaan.
(Jogiyanto HM,2005:11)

2.2.4 Konsep Dasar Sistem Informasi


Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
pihak

luar

tertentu

dengan

HM,2005:11)
2.2.5 Pengembangan Sistem

laporan-laporan

yang

diperlukan.(Jogiyanto

18

Pengembangan sistem (System Development) dapat berarti menyusun


suatu sistem baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau
memperbaiki sistem yang telah ada.(Jogiyanto HM,2005:35)
2.2.6 Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle)
Daur ulang siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu
bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkahlangkah didalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya. Tahapantahapan dalam SDLC terdiri dari :
a. Tahap perecanaan
b. Tahap analisis sistem
c. Tahap desain sistem
d. Tahap implementasi dan perawatan sistem
(Jogiyanto HM,2005:52)
2.2.7 Perencanaan Sistem
Sebelum suatu sistem informasi dikembangkan, umumnya terlebih
dahulu dimulai dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk
mengembangkan sistem itu.Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik,
pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

19

Perencanaan

sistem

merupakan

pedoman

untuk

melakukan

pengembangan sistem. Proses dari perencanaan sistem dapat dikelompokkan


dalam 3 proses utama, yaitu sebagai berikut ini :
1. Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh
staf perencana sistem.
2. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan yang
dilakukan oleh komite pengarah.
3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang dilakukan
oleh analisis sistem.(Jogiyanto HM,2005:71,74,75)
2.2.8 Analisis Sistem
Analisis sistem dapat diartikan sebagai penguraian dari suatu sistem
informasi yang ututh kedalam bagian-bagian komponennya, dengan maksud
untuk

mengidentfikasikan

dan

mengevaluasi

permaslahan-permasalahan,

kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhankebutuhan

yang

diharapkan

sehingga

perbaikan.Langkah-langkah analisis sistem :


a. Mengidentifikasi Masalah
b. Memahami kerja sistem
c. Menganalisis hasil penelitian
d. Membuat laporan hasil analisis

dapat

diusulkan

perbaikan-

20

Analisis Sistem berorientasi objek merupakan pendekatan yang


digunakan untuk mempelajari objek yang sudah ada supaya mengetahui apakah
mereka digunakan kembali atau diadaptasi untuk pemakaian baru, atau
menentukan suatu objek baru atau di modifikasi yang akan digabung dengan
objek yang sudah ada ke dalam suatu aplikasi komputasi bisnis yang sangat
berharga.
Ada beberapa bahasa pemrograman berdasarkan pendekatan berorientasi
objek, diantaranya adalah Visual Basic, C++, Powerbuilder, Object Pascall, Java,
dan Unified Modeling Language(UML). Salah satu bahasa perograman yang akan
digunakan di dalam analisis sistem berorientasi objek ini adalah UML.
(Sutabri.2012:140)
2.2.9 Desain Sistem
Desain Sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran,perencanaan
dan pembukaan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke
dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. (Jogiyanto HM,2005:195)
Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
1. Desain sistem secara umum (General System Design)
2. Desain sistem terinci (Detailed Systems)
2.2.10 Seleksi Sistem
Tahap seleksi sistem (system selection) merupakan tahap untuk memilih
perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi.Tugas ini

21

membutuhkan pengetahuan yang cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat


memenuhi

kebutuhan

rancang

bangun

yang

telah

dilakukan.(Jogiyanto

HM,2005:161)
2.2.11 Implementasi dan Perawatan Sistem
Tahap implementasi sistem (system implementation) merupakan tahap
meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan.Tahap ini termasuk juga
kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak
aplikasi.Tahap implementasi sistem terdiri dari langkah-langkah berikut ini :
1. Menerapkan rencana implementasi
2. Melakukan kegiatan implementasi
3. Tindak lanjut implementasi
Tahap perawatan sistem (maintenance) merupakan tahap yang dilakukan seiring
dengan tahap implementasi sistem.Bagaimana merawat dan menjaga sistem
tersebut agar tetap bisa bekerja seperti saat awal sistem tersebut dibuat. (Jogiyanto
HM,2005:573)

2.3 Persediaan dan Sistem Persediaan


2.3.1 Pengertian Persediaan
Persediaan adalah bahan-bahan, bagian yang disediakan, dan bahanbahan dalam proses yang terdapat dalam instansi / perusahaan untuk proses

22

produksi, serta barang-barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi
permintaan dari konsumen atau pelanggan setiap waktu.
Sistem persediaan pada suatu toko digunakan untuk pengadaan
pendistribusian aksesoris computer yang dibutuhkan sesuai dengan jenis
persediaan aksesoris komputer yang ada.Sedangkan persediaan aksesoris
komputer adalah sejumlah aksesoris komputer yang disediakan dan terdapat
dalam toko yang nantinya akan membentuk bagian dari penjualan melalui proses
persediaan.
Jadi sistem persediaan adalah suatu sistem yang dirancang khusus untuk
kepentingan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian di
suatu organisasi yang mempengaruhi jumlah persediaan barang dengan tujuan
agar dapat menghasilkan laporan permintaan stock baru atau pendistribusiannya,
laporan persediaan barang, serta pendataan barang, pemasok dan pemakai barang
yang dalam hal ini aksesoris komputer.
Untuk menentukan jumlah persediaan pada akhir periode terdapat dua
sistem,yaitu :
a. Periode Sistem (Periodic System)
Dilakukan dengan cara perhitungan secara fisik dalam menentukan
jumlah akhir persediaan setiap akhir periode.
b. Perpektual Sistem (Perpectual System)

23

Dilakukan dengan cara membuat catatan administrasi persediaan


setiap perpindahan dari persediaan sebagai akibat dari pembelian.
(Jerry J Weygandt.2007:332)
2.3.2 Manfaat Sistem Persediaan
Menurut JB.Heckert,jelas ada manfaat yang akan diperoleh dari
perencanaan dan pengendalian persediaan, secara wajar manajemen persediaan
yang layak mempunyai berbagai keuntungan penting,antara lain :
a. Menekankan investasi modal dalam persediaan pada tingkat minimum.
b. Mengurangi pemborosan biaya yang timbul dari pengadaan persediaan
yang berlebihan.
c. Mengurangi resiko kecurangan atau kecurian persediaan.
d. Menghindari resiko penundaan produksi dengan cara selalu menyediakan
bahan yang diperlukan.
e. Menghindarkan atau mengurangi kerugian yang timbul karena penurunan
harga.
f. Melalui pengendalian yang wajar dan informasi yang tersedia untuk
persediaan, dimungkinkan adanya pelaksanaan pembelian yang lebih baik
untuk memperoleh keuntungan dari harga khusus dan dari perubahan
harga.

24

g. Memungkinkan pemberian jasa yang lebih memuaskan kepada para


pelanggan dengan cara selalu menyediakan bahan atau barang yang
diperlukan.
(Jerry J Weygandt.2007:329-330)
2.3.3 Jenis jenis Persediaan
Perbedaan dibedakan menurut jenisnya, yaitu :
a. Batch Stock
Yaitu persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat
barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan
saat ini.
b. Fluctuation Stock
Yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi
permintaan konsumen yang dapat diramalkan berdasarkan pola maksimum
yang terdapat dalam setahun untuk menghadapi penggunaan atau
penjualan. (Jerry J Weygandt.2007:332-335)

2.3.4 Metode Penilaian Persediaan


Dalam penentuan penilaian persediaan ada beberapa macam metode yang
dapat digunakan, yaitu :
a. First In First Out (FIFO)

25

Yaitu metode yang merupakan metode penentuan persediaan


dengan menggunakan anggapan bahwa barang yang paling dahulu masuk
atau dibeli akan keluar atau dijual dahulu. Dengan demikian barang yang
ada dalam persediaan dianggap berasal dari pembelian terakhir.
b. Last In First Out (LIFO)
Metode yang beranggapan bahwa barang barang yang dibeli
terakhir akan dijual terlebih dahulu, sehingga persediaan yang masih ada
pada akhir terdiri atas barang barang yang dibeli pada awal periode,
karena barang yang dibeli telah laku semua.
c. Rata rata Tertimbang (Weighteg Average Method)
Metode ini mempertimbangkan kuanitas barang yang dibeli dalam
tiap tiap pembelian. Harga rata rata per unit dihitung dengan membagi
seluruh pembelian dengan seluruh kuantitasnya.
(Jerry J Weygandt.2007:336-340)\

2.4

Unified Modelling Language (UML)


UML adalah alat bantu yang handal di dunia pengembangan
sistem berorientasi objek. Hal ini disebabkan karena UML menyediakan
bahasa permodelan visual yang memungkinkan bagi pengembang sistem
untuk membuat cetak biru atas visi mereka dalam bentuk yang baku
(Munawar, 2005:17).

26

UML adalah sistem notasi yang sudah dibakukan di dunia


pengembangan sistem, hasil kerja sama Grady Booch, James Raumbaugh
dan Ivar Jacobson. UML yang terdiri dari serangkaian diagram
memungkinkan bagi sistem analis untuk membuat cetak biru sistem yang
komprehensif kepada klien, programmer dan tiap orang yang terlibat dalam
proses pengembangan tersebut. Sangat penting untuk bisa mengeluarkan
semua diagram tersebut, karena setiap diagram bisa mewakili stakeholder
yang berbeda di sistem tersebut. Dengan UML akan bisa menceritakan apa
yang seharusnya dilakukan oleh sebuah sistem bukan bagaimana yang
seharusnya dilakukan oleh sebuah sistem (Munawar, 2005:25).
2.4.1

Diagram UML
UML

menyediakan

beberapa

diagram

visual

yang

menunjukan berbagai aspek dalam sistem. Ada beberapa diagram


yang disediakan UML antara lain :
1. Use case Diagram
Diagram use case menyajikan interaksi antara use case
dan aktor. Dimana aktor dapat berupa orang, peralatan atau
sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang sedang
dibangun. Use case menggambarkan fungsionalitas sistem atau
persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sistem dari
pandangan pemakai (Sholiq, 2006:7).
Menurut Rosa A.S dan M. Shalahuddin (2011:130),
diagram use case merupakan permodelan untuk kelakuan
(behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case

27

mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor


dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use
case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di
dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak
menggunakan fungsi-fungsi itu.
Dalam use case diagram terdapat berbagai simbol,
adapun simbol-simbol dalam use case diagram ditunjukkan
dalam tabel 2.1.

Tabel 2.1: Simbol Use Case Diagram


Simbol

Keterangan
Sebagai bagian dari pemodelan use case,

System / System
Boundaries

batas-batas sistem, atau subjek yang


dikembangkan didefinisikan. Sistem ini
sendiri dapat menjadi classifier atau
subjek, yang memiliki himpunan usecase.
(Magnus-Penker, 2004:61)

Use Case

Fungsional

yang

disediakan

sistem

sebagai unit-unit yang saling bertukar


pesan antar unit atau aktor; biasanya
dinyatakan dengan menggunakan kata
kerja diawal frase nama use case.

28

Aktor / Actor

Orang, proses, atau sistem lain yang


berinteraksi dengan sistem informasi
yang akan dibuat di luar sistem informasi
yang

akan

walaupun

dibuat
simbol

itu
dari

sendiri,
aktor

jadi

adalah

gambar orang, tapi aktor belum tentu


merupakan orang; biasanya dinyatakan
menggunakan kata benda di awal frase
nama aktor.
Komunikasi antara aktor dan use case
Asosiasi / Association
yang berpartisipasi pada use case atau use
case memiliki interaksi dengan aktor.

Relasi use case tambahan ke sebuah use


case dimana use case yang ditambahkan
Ekstensi / extend

dapat berdiri sendiri walau tanpa use case


tambahan itu; mirip dengan prinsip

<<Extend>>

inherentance

pada

pemrograman

berorientasi objek, biasanya use case


tambahan memiliki nama depan yang
sama dengan use case yang ditambahkan.

29

Generalisasi /
Generalization

Hubungan generalisasi dan spesialisasi


(umum-khusus) antara dua buah use case
dimana fungsi yang satu adalah fungsi
yang lebih umum dari lainya.

Relasi use case tambahan ke sebuah use


case dimana use case yang ditambahkan
memerlukan

use

case

menjalankan

fungsinya

ini
atau

untuk
sebagai

syarat dijalankan use case ini. Ada dua


Menggunakan / include /
uses
<<include>>

sudut

pandang

yang

cukup

besar

mengenai include di use case:

Include

berarti

use

case

yang

ditambahkan akan selalu dipanggil


<<Uses>>

saat use case tambahan dijalankan.


Include berarti use case yang
tambahan

akan

selalu

melakukan

pengecekan apakah use case yang


ditambahkan telah dijalankan sebelum
use case tambahan dijalankan.
(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011:131-133)

30

Adapun contoh dari use case diagram ditampilkan dalam


gambar 2.2.

Gambar 2.2: Contoh Use Case Diagram


(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011: 160)
2.

Activity Diagram
Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan
aliran kejadian dalam use case. Pada tahap pemodelan bisnis,
diagram aktivitas dapat digunakan menunjukan aliran kerja bisnis
(business workflow). Aktivitas dalam diagram dipresentasikan
dengan bentuk bujur sangkar bersudut tidak lancip, yang didalamnya

31

berisi langkah-langkah apa saja yang terjadi dalam aliran kerja. Ada
sebuah keadaan mulai (start state) yang ditunjukan dimulainya aliran
kerja, dan sebuah keadaan selesai (end state) yang menunjukan akhir
diagram, titik keputusan dipresentasikan dengan diamond (Sholiq,
2006:8-9). Activity diagram memiliki beberapa simbol, simbolsimbol tersebut ditunjukkan dalam tabel 2.2.
Tabel 2.2: Simbol Activity diagram
Simbol
Status awal

Keterangan
Status awal aktivitas sistem,
sebuah diagram aktivitas memiliki
sebuah status awal.

Aktivitas

Aktivitas yang dilakukan sistem,


Aktivitas biasanya diawali dengan kata

Aktivitas

kerja.
Percabangan / decision

Asosiasi percabangan dimana jika ada


pilihan aktivitas lebih dari satu.

Penggabungan / join

Asosiasi penggabungan dimana lebih


dari

satu

aktivitas

digabungkan

menjadi satu.
Status akhir

Status akhir yang dilakukan sistem,


sebuah diagram aktivitas memiliki
sebuah status akhir.

(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011:134-135)


Adapun contoh activity diagram ditunjukkan dalam gambar 2.3.

32

Gambar 2.3: Contoh Diagram Aktivitas


(Dharwiyanti, Satria Wahono, 2003:177)
3.

Sequence Diagram
Sequence diagram adalah diagram interaksi yang disusun
berdasarkan urutan waktu. Dalam membaca sequence diagram
dilihat dari atas ke bawah dengan memperhatikan objek-objek dan
pesan-pesan yang ada di diagram. Setiap sequence diagram
mempresentasikan satu aliran dari beberapa aliran di dalam use case
(Sholiq, 2004:91-92).
Sequence diagram

secara

grafis

menggambarkan

bagaimana objek berinteraksi satu sama lain melalui pesan pada


eksekusi

sebuah

use

case

atau

operasi.

Diagram

ini

mengilustrasikan bagaimana pesan terkirim dan diterima diantara


objek dalam sekuensi. Memodelkan logika sebuah use case dengan

33

cara menggambarkan interaksi pesan diantara objek-objek dalam


rangkaian waktu (Jeffry L. Whitten, dkk, 2004:419).
Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam sequence
diagram ditampilkan dalam tabel 2.3.
Tabel 2.3: Simbol Sequence Diagram
NO

GAMBAR

NAMA

KETERANGAN

Object

Didefinisikan
sebagai
konsep, abstraksi atau
benda dengan batasan
dan arti untuk suatu
masalah.

Behavior

Operasi yang dilakukan


oleh
masing-masing
objek
yang
menggambarkan kode
program

Message

Spesifikasi
dari
komunikasi antar objek
yang
memuat
informasi-informasi
tentang aktifitas yang
terjadi

Activation

Activation dinotasikan
sebagai sebuah segi
empat
yang
digambarkan
pada
sebuah
lifeline,
mengindikasikan
sebuah
objek
yang
akan
melakukan
sebuah aksi.

Buondary/I
nterface
Object

Objek
antarmuka
adalah sebuah objek
yang
menyediakan
peralatan
di
mana
pengguna
dapat
mengantarmuka
dengan
system

34

tersebut.

Objek Entiti

Object
Control

Fragment

Objek
entity
merupakan
sebuah
objek
yang
berisi
informasi
yang
berhubungan
dengan
bisnis yang bersifat
menetap dan disimpan
dalam database.
Objek
control
merupakan objek yang
berisi logika aplikasi
yang bukan merupakan
tanggung jawab entity
objek. Control objek
mengkoordinasi pesan
antar objek antarmuka
dengan objek entity
dan sekuensi dimana
pesan terjadi.
Sequence
diagram
dapat dipisah dalam
bagian-bagian
yang
disebut
fragments.
Sebuah
combined
fragment
melingkupi
sebagian dari sequence
diagram.
Keterangan
dikiri
atas
menerangkan operator
bagiamana menangani
fragment
tersebut.
Dibagian
dalam
fragment terdapat satu
atau beberapa bagian
operasi dan dipisahkan
dengan garis strip-strip
(dashed) horizontal.
(Magnus-Penker, 2004:176)

35

(Whitten et al, 2004:664)

Adapun contoh sequence diagram ditunjukkan dalam gambar 2.4.

Gambar 2.4: Contoh Diagram Sekuensial


(Whitten et al, 2004:664)
4.

Class Diagram
Dalam notasi UML, kelas digambarkan dengan kotak.
Menurut Sholiq (2006:13), diagram kelas atau class diagram
menunjukkan interaksi dan relasi antar kelas di dalam sistem.
Diagram kelas memberikan gambaran statis, Dalam satu sistem
dapat dibuat beberapa diagram kelas untuk mendapatkan gambaran
lengkap terhadap sistem yang akan dibangun. Class merupakan inti
dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class diagram
memiliki tiga area pokok:
a.
Nama kelas : kata benda tunggal atau kata sifat dan kata
benda. Digunakan untuk membedakan antara satu kelas dan
kelas yang lain.

36

b.

Atribut : menggambarkan data yang dapat memberikan


informasi mengenai kelas atau objek, dimana atribut tersebut
berada. Digunakan untuk menyimpan state, pada bahasa
pemrograman ini berupa field. Bisa juga diartikan apa yang
dimiliki oleh sebuah objek.
Operasi : sub program yang tergantung dalam objek bersama-

c.

sama dengan atribut. Digunakan untuk menyimpan behavior,


pada bahasa pemrograman berupa method yang mengembalikan
nilai dan method yang mengembalikan nilai. Contohnya : copy,
paste, delete, rename.
Adapun simbol-simbol dalam class diagram ditunjukkan dalam tabel
2.4.
Tabel 2.4 : Simbol Class Diagram
Simbol
Generalization

Deskripsi
Hubungan dimana objek anak (descendent)
berbagi perilaku dan struktur data dari
objek yang ada di atasnya objek induk
(ancestor).
Upaya untuk menghindari asosiasi dengan

Nary Association
lebih dari 2 objek.
Himpunan dari objek-objek yang berbagi
Class
atribut serta operasi yang sama.
Simbol

Deskripsi

37

Deskripsi
Collaboration

dari urutan

aksi-aksi yang

ditampilkan sistem yang menghasilkan


suatu hasil yang terukur bagi suatu aktor.
Operasi yang benar-benar dilakukan oleh

Realization
suatu objek.
Hubungan dimana perubahan yang terjadi
pada suatu elemen mandiri (independent)
Dependency

akan

mempegaruhi

elemen

yang

bergantung padanya elemen yang tidak


mandiri.
Apa yang menghubungkan antara objek
Association
satu dengan objek lainnya.
(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011:123-124)
Adapun contoh class diagram terdapat pada gambar 2.5.

Gambar 2.5: Contoh Class diagram


(Dharwiyanti, Satria Wahono, 2003: 6)
5.

Statechart Diagram

38

Statechart

diagram

menyediakan

sebuah

cara

untuk

memodelkan bermacam-macam keadaan yang mungkin dinamai


oleh sebuah objek. Statechart digunakan untuk memodelkan tingkah
laku dinamik (berubah-ubah) sistem. Diagram ini menunjukkan
siklus hidup sebuah objek tunggal, dari saat dibuat sampai objek
tersebut dihapus (Sholiq, 2006:14-15).
Statechart diagram memiliki beberapa simbol, adapaun
simbol-simbol tersebut ditunjukkan dalam tabel 2.5.
Tabel 2.5: Simbol Statechart Diagram
Simbol

Deskripsi
Start atau initial state adalah state atau

Start (initial state)


keadaan awal pada saat sistem mualai
hidup.
State atau setatua adalah keadaan sistem
State

pada waktu tertentu. State dapat berubah


jika ada event tertentu yang memicu

State

perubahan tersebut.
Event adalah kegiatan yang menyebabkan
Event
berubahnya status mesin.
End (Final State)

End atau final state adalah state keadaan


akhir dari daur hidup suatu sistem.

(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011: 137)


Adapun contoh dari Statechart Diagram ditampilkan dalam
gambar 2.6.

39

Gambar 2.6: Statechart Diagram Peminjaman Buku


(Sholiq, 2006:15)
6.

Component Diagram
Component diagram

menunjukan

model

secara

fisik

komponen perangkat lunak pada sistem dan hubungannya antar


mereka. Component diagram memperlihatkan pemetaan dari kelaskelas ke komponen-komponen sebagai implementasi kelas (Sholiq,
2006:15-17).
Component

diagram

adalah

diagram

dengan

tipe

implementasi yang digunakan secara grafis untuk menggambarkan


arsitekstur fisik dari perangkat lunak sistem. Diagram tersebut dapat
digunakan untuk menunjukan bagaimana kode pemrograman dibagi
ke dalam module-module dan untuk menggambarkan ketergantungan

40

di antara komponen-komponen tersebut (Jeffry L. Whitten, dkk,


2004:667).
Dalam pembuatan component diagram dibutuhkan notasinotasi, notasi-notasi tersebut ditamptilkan dalam tabel 2.6.
Tabel 2.6: Notasi Component diagram
Simbol

Deskripsi

Package
Package merupakan sebuah bungkusan
dari satu atau lebih komponen.

Komponen

Komponen sistem.

Kebergantungan/

Kebergantunan

dependency

panah mengarah pada komponen yang

antar

komponen,

arah

dipakai.
Antarmuka/

Sama

dengan

konsep

interface

pada

interface

pemrograman berorientasi objek, yaitu


sebagai antarmuka komponen agar tidak
mengakses langsung komponen.

Link

Relasi antar komponen.


(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011: 126)

Adapun contoh dari component diagram ditampilkan dalam


gambar 2.7.

41

Gambar 2.7: Component Diagram


(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011:179)
8.

Deployment Diagram
Deployment diagram merupakan diagram dengan tipe implementasi
yang menggambarkan arsitektur fisik dari perangkat keras dan
perangkat lunak pada suatu sistem. Diagram in menggambarkan
komponen perangkat lunak, prosesor dan peralatan yang membentuk
arsitektur sistem (Jeffry L. Whitten, dkk, 2004:668). Dalam
deployment diagram terdapat beberapa simbol, adapun simbolsimbol tersebut ditampulkan dalam tabel 2.7.

Tabel 2.7: Simbol Deployment diagram

42

(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011:130)

Untuk lebih jelasnya, penulis mencantumkan contoh dari


deployment diagram yang ditampilkan dalam gambar 2.8.

43

Gambar 2.8: Deployment Diagram


(Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011:179)

BAB III
GAMBARAN UMUM NDL PRINTSHOP

3.1 Sejarah Singkat Berdirinya NDL Printshop

44

Toko NDL Printshop berdiri pada bulan Oktober tahun 2012. Toko ini
berletak di Jalan Wotgandul Dalam no 160. Ibu Maria Isjani selaku pemilik NDL
printshop sebelumnya adalah seorang dokter umum. Beliau mempunyai seorang
adik yang tinggal di Jalan Wotgandul Dalam 160. Karena sering berkunjung ke
rumah adiknya dan juga melakukan pengecekan berkala untuk usaha warnetnya
yang berada di sebelah rumah adiknya, Ibu Maria Isjani melihat peluang usaha
yang cukup meyakinkan di daerah tersebut, lalu beliau berencana ingin memiliki
usaha sendiri. Setelah melalui pertimbangan dan melihat kondisi sekitar, Ibu
Maria Isjani ingin mendirikan sebuah toko printshop untuk mendampingi usaha
warnet yang telah dimiliki sehingga lebih terasa lengkap karena ada fasilitas
internet untuk browsing dan juga ada printshop bagi yang mau mencetak
dokumen sehingga lebih lengkap. Menurutnya Printshop sekarang ini merupakan
kebutuhan yang banyak dibutuhkan. Toko ini meliputi usaha rental komputer dan
toko komputer dan aksesoris untuk lebih memenuhi kebutuhan masyarakat dalam
pembuatan dokumen, edit dokumen, desain dokumen serta pengetikan dokumen
dan juga kebutuhan masyarakat akan produk komputer, servis dan aksesoris
computer dan peralatan kantor dengan harga terjangkau dan bergaransi.
3.2 Visi dan Misi Perusahaan
Visi perusahaan sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan dalam
sebuah perusahaan. Dalam hal ini Toko NDL Printshop mempunyai visi sebagai
berikut :

45

1. Menjadi tempat All in One Document and Design Solution untuk


masyarakat.
2. Menjadi tempat All in One IT Solution untuk masyarakat.
Adapun misi dari Toko NDL Printshop adalah sebagai berikut :
1. Menyediakan fasilitas komputer, internet, printer, scanner kepada
pelanggan untuk membuat dan mencetak dokumennya
2. Menyediakan Sumber Daya Manusia yang kompeten untuk membantu
proses pembuatan dan desain dokumen yang diperlukan pelanggan
3. Menyediakan berbagai pilihan barang komputer dan aksesoris sesuai
kebutuhan pelanggan.
4. Menyediakan jasa service computer dengan harga terjangkau dan
berkualitas.
3.3 Lokasi Toko NDL Printshop
Toko NDL Printshop terletak

di

Jl.

Wotgandul

Dalam

160

Semarang.Toko ini juga berdekatan dengan SMA Kebon Dalem. Di Jalan


Wotgandul tersebut merupakan jalan yang menghubungkan beberapa jalan besar
yaitu Jl. Gajahmada dan Jl Gang Pinggir.
Alasan pemilihan lokasi ini adalah :
a. Dikarenakan jalan Wotgandul merupakan jalan yang ramai dan banyak
dilewati kendaraan dan juga karena menghubungkan 2 jalan besar
yaitu Jl. Gajahmada dan Jl. Wotgandul.
b. Dikarenakan di daerah Wotgandul tersebut berdekatan dengan sekolah
SMA Kebon Dalem dan juga Hotel Quest Semarang, sehingga
diperkiran akan menjadi laris dan terkenal karena satu-satunya di
daerah tersebut yang mendirikan Printshop.
3.4 Struktur Organisasi
Struktur organisasi suatu lembaga akan memperlihatkan hubungan tata
kerja antar personel dalam lembaga tersebut, dan juga memperlihatkan sejauh

46

mana tanggung jawab seorang yang berada dalam organisasi tersebut. Maka dari
itu struktur organisasi lembaga sebaiknya disusun secara fleksibel, dalam arti bila
diperlukan struktur tersebut dapat diadakan penyesuaian-penyesuaian secara total.
Struktur organisasi yang digunakan pada NDL Printshop adalah struktur
organisasi langsung kepada staf-staf yang memimpin satuan-satuan organisasi
tersebut,sedangkan tanggung jawab datang dari bawahan kepada atasan saja.
Untuk lebih jelasnya struktur organisasi NDL Printshop dapat dilihat pada gambar
berikut ini.

PIMPINAN

MANAJER

SUPERVISOR

OPERATOR

Gambar 3.1 Struktur organisasi NDL Printshop


3.5 Tugas Masing-Masing Anggota
1. Pimpinan / Owner
Melakukan fungsi manajemen tertinggi dalam perusahaan
Memimpin dan menjalankan perusahaan secara keseluruhan.
Segala keputusan perusahaan secara keseluruhan berada di tangan direktur
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan kegiatan
perusahaan.

47

Menganalisis laporan keuangan yang diberikan tiap bulan oleh Manager


Memberikan pengawasan, pengarahan, dan petunjuk guna mendapatkan
suatu langkah kerja yang matang.

2. Manager
Bertanggung jawab langsung terhadap pemilik perusahaan.
Mencatat pembukuan yang berisi transaksi penjualan dan pembelian sehari
hari.
Membuat laporan keuangan setiap bulan.
Memasukkan / memutuskan order barang.
Membantu melayani penjualan accessories komputer dan service komputer.
3. Supervisor
Bertanggung jawab langsung terhadap Manager perusahaan.
Bertugas melayani Costumer,terutama dalam pembuatan undangan, kartu
nama, kartu ucapan, pengetikan dalam skala besar, cetak foto, edit foto,
scan dokumen, jilid dokumen, laminating.
Mengoperasikan komputer, printer.
Melayani penjualan accessories computer dan service computer.
4. Operator
Bertanggung jawab langsung terhadap Supervisor perusahaan.
Bertugas melayani Costumer, terutama anak-anak dalam menyelesaikan

tugas-tugas sekolah.
Mengoperasikan komputer

dokumen yang berhubungan dengan pencarian di internet.


Melakukan pengetikan, edit dokumen, scan dokumen.

terutama

dalam

membantu

pembuatan

3.6 Jasa-jasa yang ditawarkan


1. Menjual accessories computer
NDL Printshop menyediakan berbagai macam produk accessories
komputer yang lengkap. Adapun produk accessories computer yang
dijual berupa mouse, keyboard, harddisk, headset, memory card, dan
lain-lain.

48

2. Pengetikan dokumen
NDL Printshop juga menyediakan jasa pengetikan dokumen, skripsi,
pembuatan daftar, table, dan juga pembuatan dokumen dengan
pencarian di internet.
3. Cetak foto
Terkadang seseorang mencari tempat untuk afdruk foto di luar jam
kerja, maka dari itu NDL Printshop juga menyediakan jasa mencetak
foto dan afdruk foto karena NDL Printshop buka sampai jam 9 malam.
4. Print / cetak dokumen
NDL Printshop dapat melakukan print dokumen dari media apapun.
Seperti dari email,flash disk, handphone, dan lain-lain. Sehingga sangat
membantu pelanggan dalam mencetak dokumen dari manapun.
5. Service komputer dan laptop
NDL Printshop juga menerima perbaikan komputer atau laptop yang
rusak. Jenis perbaikannya dapat berupa perbaikan software dan
hardware seperti contohnya : install ulang, pergantian ram, pergantian
lcd, ppergantian keyboard dan pergantian hardware lainnya.
BAB IV
ANALISA DAN DESAIN
4.1 Analisa Sistem
Analisa sistem berusaha untuk mengenali sistem yang telah berjalan
sehingga dapat menemukan kelebihan dan kekurangan sistem, yang
selanjutnya memunculkan saran perbaikan atas sistem yang telah berjalan.
4.1.1 Gambaran Sistem Berjalan

49

NDL Printshop merupakan usaha yang bergerak dibidang


pencetakan dokumen dan menjual aksesoris atau perlengkapan
komputer. Pada sistem yang lama, semua transaksi masih menggunakan
sistem manual, yaitu dalam proses pencatatan data barang, pencatatan
transaksi, dan pembuatan laporan menggunakan tulisan tangan.
Sehubungan dengan bertambahnya jumlah produk dan semakin
banyaknya transaksi yang dilakukan, pencatatan secara manual
dirasakan tidak efisien baik dari segi ketelitian atau kecepatan dalam
pendataan maupun pemeliharaan data.
Proses penjualan dimulai saat seorang konsumen menanyakan atau
melihat-lihat tentang suatu produk barang atau jasa kepada karyawan
penjualan (Supervisor), kemudian bagian penjualan mencari atau
mengecek dan menujukkan barang yang diminta, atau menjawab
pertanyaan seputar jasa. Jika barang yang diminta tidak ada maka
karyawan penjualan akan memberikan info bahwa stok yang diminta
tidak ada dan menanyakan apakah konsumen menginginkan barang
yang lain, jika tidak maka transaksi selesai.
Jika konsumen ingin membeli barang yang lain maka transaksi
berlanjut dan karyawan penjualan mengecek apakah barang yang
diminta tersedia atau tidak. Jika ada barang yang tersedia dan dibeli
konsumen, maka konsumen melakukan pembayaran tunai dan transaksi
selesai yang kemudian karyawan penjualan mencatatnya di buku
penjualan dan menandakan berkurangnya stok barang yang telah dijual.

50

Untuk menghitung stok, karyawan penjualan menggunakan catatan


transaksi harian dan mengecek kondisi/jumlah barang sebenarnya.
Karyawan penjualan (supervisor) membuat laporan stok barang
kemudian disampaikan ke manajer setiap akhir minggu. Selanjunya
manajer yang melakukan pembelian barang.
Pemilik toko dapat datang sewaktu-waktu mengecek semua
melihat kondisi printshop dan melihat laporan, yaitu laporan stok,
laporan pembelian, dan laporan penjualan barang.

Activity Diagram Proses Melayani Jasa Cetak Dokumen yang berjalan:

51

Gambar 4.1 : Activity Diagram Proses Melayani Jasa Cetak Dokumen


Keterangan:
Konsumen meminta layanan cetak dokumen. Biasanya disertai dengan
menanyakan harga/biaya jasa. Apabila konsumen sepakat, konsumen
akan menyerahkan file dokumen ke karyawan penjualan. Karyawan
penjualan mencetak dokumen sendiri atau menyerahkannya ke operator.
Setelah selesai, karyawan penjualan menghitung biaya dan membuatkan
nota. Dokumen hasil cetak dan nota diserahkan ke konsumen.

52

Konsumen menerima nota dan membayar harga/biaya jasa. Karyawan


penjualan mencatat transaksi jasa ke buku penjualan.
Activity Diagram Proses Penjualan Barang/Aksesoris komputer yang
berjalan:

Gambar 4.2 : Activity Diagram Proses Penjualan Barang/Aksesoris komputer


Keterangan:

53

Konsumen memesan barang, kemudian karyawan penjualan mengecek


apakah barang tersebut ada atau tidak. Jika barang tidak ada, maka
karyawan penjualan menginformasikan barang tidak ada/habis dan
menanyakan apakah ada barang lain yang akan dibeli.

Jika ada,

karyawan penjualan mencarikan kembali barang. Jika tidak maka


konsumen tidak jadi membeli.
Apabila ada barang yang dibeli, karyawan penjualan membuatkan nota
penjualan. Nota dan barang diserahkan ke konsumen dan konsumen
melakukan pembayaran.
Karyawan penjualan menghitung jumlah pembayaran, menyimpan
pembayaran, dan kemudian mencatat di buku penjualan.

Activity Diagram Sistem Stok Barang dan Pembelian Barang


Laporan stok barang dibuat oleh karyawan penjualan (supervisor).
Laporan stok barang akan menjadi dasar bagi Manajer untuk melakukan
pembelian barang ke supplier. Setelah melakukan pembelian, manajer
membuat laporan pembelian dan mengkomunikasikan harga jual barang
ke karyawan penjualan untuk selanjutnya karyawan penjualan bersama
dengan operator membuat/menuliskan harga barang pada setap barang.
Berikut ini activity diagram proses pembuatan laporan stok sampai
kepada pembuatan laporan pembelian.

54

Gambar 4.3 : Activity Diagram Sistem Stok Barang dan Pembelian


Barang

Keterangan:

55

Karyawan penjualan/supervisor membuat laporan stok barang diakhir


minggu dan menyerahkannya ke manajer. Manajer menentukan barang
apa saja yang akan dibeli dan melakukan pembelian ke supllier.
Selanjutnya data pembelian digunakan oleh manajer untuk menyusun
laporan pembelian. Barang yang telah dibeli diserahkan kepada
karyawan penjualan beserta catatan harga jual. Supervisor membuatkan
sticker harga atau menuliskan harga pada barang.

4.1.2 Kelemahan Sistem Berjalan


Sistem yang sedang berjalan saat ini memiliki beberapa kelemahan
diantaranya:
a. Untuk mencari data pembelian dan penjualan, harus dilakukan
dengan cara melihat buku laporan bulanan. Data penjualan dan
pembelian biasanya bukan data terbaru atau data uptodate.
b. Informasi atau data barang apabila dibutuhkan tidak bisa didapatkan
dengan cepat dan pencarian data barang membutuhkan waktu relatif
lama.
c. Stok barang yang ada di laporan stok barang tidak sama dengan
kondisi stok barang saat ini, karena pembuatan laporan stok
dilakukan per akhir minggu.
d. Barang yang hampir habis sering tidak bisa diketahui dengan cepat
sehingga pembelian terpaksa dilakukan saat barang benar-benar
habis. Hal ini kadang menghambat atau mengurangi kualitas
layanan kepada konsumen.

56

4.2 Perbedaan Sistem Berjalan dengan Sistem yang dirancang


TABEL 4.1 PERBEDAAN SISTEM YANG BERJALAN DENGAN
SISTEM YANG DIRANCANG

Sistem yang berjalan


Sistem yang dirancang
Masih menggunakan tulisan tangan Sudah
terkomputerisasi
dengan
dalam membuat daftar penjualan, seluruh data diketikkan ke dalam
pembelian, stok, dan laporan
komputer
Butuh tempat untuk menyimpan Tidak butuh tempat yang besar karena
berkas-berkas serta arsip
Dalam

mencari

informasi

otomatis

tersimpan

di

dalam

komputer
stok Lebih cepat karena data stok barang

barang masih membutuhkan waktu dapat diketahui dengan mencarian di


lama
data komputer
Kurang aman, artinya kumpulan Aman, lebih efektif dan lebih efisien
arsip-arsip tersebut bisa saja hilang
atau terselip
Informasi stok barang kurang akurat Laporan stok barang lebih akurat
karena laporan stok barang dibuat karena stok di update setiap kali
per minggu.
terjadi transaksi
Proses menghasilkan laporan stok Laporan stok
barang,

laporan

penjualan,

barang,

laporan

dan penjualan, dan laporan pembelian

laporan pembelian membutuhkan dapat dihasilkan secara cepat oleh


waktu relatif lama.

program komputer.

57

4.3 Desain / Perancangan Sistem


Desain sistem merupakan tahapan setelah analisa dari siklus
pengembangan

sistem

dan

pendefinisian

dari

kebutuhan-kebutuhan

fungsional yang menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, berupa


gambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa
elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh.
Sistem baru yang akan diterapkan adalah pengolahan informasi data stok
barang yang menggunakan komputer, sebagai alternatif penggantian sistem
manual yang berjalan.
Sebelum sistem baru diterapkan maka perlu diketahui kebutuhan
implementasi sistem, antara lain:
a. Biaya pengadaan awal dari peralatan, yaitu komputer yang dibuat untuk
menunjang kegiatan sistem baru tersebut.
b. Dibutuhkan pegawai atau karyawan yang mampu mengoperasikan
komputer untuk menggunakan sistem informasi.
c. Biaya perawatan hardware maupun software.
Diharapkan untuk waktu yang akan datang, sistem yang baru tersebut
dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh sistem yang
lama. Sehingga dengan sistem baru lebih cepat, tepat serta akurat dalam
memberikan informasi saat dibutuhkan.
4.3.1 Perancangan Menggunakan Diagram UML
4.3.1.1 Perancangan Fungsi sistem dengan Use Case Diagram

58

Gambar 4.4 : Use Case Diagram Sistem Baru


Keterangan:
Aktor / Pengguna Sistem :
1. Supervisor adalah karyawan bagian penjualan atau yang melayani
konsumen. Supervisor bertanggungjawab menerima pesanan dan
pembayaran konsumen.
2. Manajer adalah karyawan yang diberi tanggungjawab operasional
oleh owner. Manajer memastikan barang tersedia dan layanan ke
konsumen berjalan dengan baik. Manajer menggunakan sistem

59

informasi untuk melihat laporan penjualan, laporan stok barang, dan


selanjutnya melakukan pembelian barang apabila dibutuhkan.
3. Owner adalah pemilik perusahaan. Owner menggunakan sistem
informasi untuk melihat laporan penjualan, laporan stok, dan
laporan pembelian.

Gambar 4.5 : Usecase diagram pembelian barang

60

Gambar 4.6 : Usecase diagram penjualan barang


4.3.1.2 Perancangan Proses dengan Activity Diagram
a. Login
Proses login dibutuhkan untuk autentifikasi atau mengenali
pengguna

yang

berhak

masuk

dan

menggunakan

menu

sistem/software. Proses login harus dilewati oleh seluruh


pengguna sistem. Berikut ini adalah urutan proses login pada
sistem yang digambarkan dengan activity diagram proses login :

61

Gambar 4.7 : Activity diagram proses login


Keterangan:
Pada saat pengguna ingin menggunakan software, dia menjalankan
file utama program. Tampilan pertama kali diberikan adalah
formulir login dan formulir halaman utama yang dalam kondisi
belum aktif. Setelah pengguna memasukkan kode pengguna dan
password, klik tombol login, sistem akan melakukan pencarian
data pengguna dibasisdata. Jika data tidak ditemukan, sistem akan
memunculkan informasi kesalahan. Jika data pengguna ditemukan,
sistem akan menyembunyikan form login dan mengaktikan form
utama. Menu-menu diaktifkan sesuai dengan hak akses pengguna.
b. Mengelola Data Pengguna

62

Gambar 4.8 : Activity diagram proses mengelola data pengguna


Proses mengelola data pengguna dilakukan oleh pengguna dengan
hak akses sebagai pemilik. Mengelola data pengguna berarti

63

pemilik dapat menambah, mengedit, dan menghapus data


pengguna.
Pemilik memulai proses kelola data pengguna dengan memilih
Menu Kelola Data Utama Data Pengguna. Sistem akan
menampilkan form tambah data pengguna dalam kondisi non aktif
dan list pengguna dibawahnya. Selanjutnya pengguna dapat
melanjutkan ke proses tambah, edit atau hapus data pengguna.
c. Mengelola Data Supplier/Pemasok
Proses mengelola data supplier dilakukan oleh pengguna dengan
hak akses sebagai manajer. Mengelola berarti manajer dapat
menambah, mengedit, dan menghapus data supplier.
Manajer memulai proses kelola data supplier dengan memilih
Menu Kelola Data Utama Data Supplier. Sistem akan
menampilkan form tambah data supplier dalam kondisi non aktif
dan list supplier dibawahnya. Selanjutnya pengguna dapat
melanjutkan ke proses tambah, edit atau hapus data supplier.
Secara lengkap urutan langkah kelola supplier digambarkan
dengan Gambar 4.7 Activity diagram proses mengelola data
supplier berikut ini :

64

Gambar 4.9 Activity diagram proses mengelola data supplier


d. Mengelola Jenis Barang

65

Gambar 4.10 : Activity diagram proses mengelola data jenis barang


e. Mengelola Data Barang

66

Gambar 4.11 : Activity diagram proses mengelola data barang


f. Transaksi Pembelian Barang

67

Gambar 4.12 : Activity diagram proses transaksi pembelian

g. Transaksi Penjualan

68

Gambar 4.13 : Activity diagram proses transaksi penjualan

h. Melihat Laporan Pembelian

69

Gambar 4.14 : Activity diagram proses melihat laporan pembelian


i. Melihat Laporan Penjualan

Gambar 4.15 : Activity diagram proses melihat laporan penjualan


j. Melihat Laporan Stok Barang

70

Gambar 4.16 : Activity diagram proses melihat laporan stok barang

4.3.1.3 Perancangan Logic Program dengan Sequence Diagram

71

a. Login

Gambar 4.17 : Sequence diagram proses login

b. Mengelola Data Pengguna

72

Gambar 4.18 : Sequence diagram proses mengelola data pengguna


c. Mengelola Data Supplier

73

Gambar 4.19 : Sequence diagram proses mengelola data supplier


d. Mengelola Jenis Barang

74

Gambar 4.19 : Sequence diagram proses mengelola data jenis barang


e. Mengelola Data Barang

75

Gambar 4.20 : Sequence diagram proses mengelola data barang


f. Transaksi Pembelian Barang

76

Gambar 4.21 : Sequence diagram proses transaksi pembelian

g. Transaksi Penjualan

77

Gambar 4.22 : Sequence diagram proses transaksi penjualan


h. Melihat Laporan Pembelian

Gambar 4.23 : Sequence diagram proses melihat laporan pembelian


i. Melihat Laporan Penjualan

78

Gambar 4.24 : Sequence diagram proses melihat laporan penjualan


j. Melihat Laporan Stok Barang

Gambar 4.25 : Sequence diagram proses melihat laporan stok

4.3.1.4 Perancangan Basisdata dengan Class Diagram

79

Gambar 4.26 : Class Diagram

Keterangan:

80

Diagram class merupakan suatu diagram yang menunjukkan


hubungan atau relasi antar class/objek dalam lingkungan
permasalahan. Class memiliki informasi atribut yaitu data
tentang objek, dan memiliki method atau sesuatu yang dapat
dilakukan oleh objek tersebut.

4.3.1.5 Normalisasi
Tehnik normalisasi merupakan proses pengelompokkan data
elemen menjadi tabel-tabel yang menggambarkan entity dan
relasinya.(Kristanto, Harianto, 2002)
a. Bentuk tidak normal
Bentuk tidak normal adalah kondisi data apa adanya, tidak
mengikuti suatu format tertentu. Pada tabel terdapat ketidak
lengkapan ataupun redundansi.
Pada saat terjadi transaksi, banyak data yang harus disimpan
yaitu data transaksi, data jenis barang, data barang, data
pemasok, dan data pengguna/data karyawan.
Berikut ini adalah tabel transaksi pembelian barang dalam
bentuk tidak normal.

TABEL 4.2 BENTUK TABEL PEMBELIAN TIDAK NORMAL

81

No_Not
a

Tgl_Not
a
3/1/20
1
15
3/1/20
1
15

Kode_Baran
g
AKSESORIS
001
AKSESORIS
002

Merk_Barang
Flash Disk Toshiba 8
GB
Headset Dumb Dumb
2000

Jumlah_B
eli

Subtot
al

Keterang
an

60000 SUP02

40000 SUP02

Kota
Semara
ng
Semara
ng

Potong
an

Total_Bay
ar

Kode_Pengu
na

100000 KRY02

100000 KRY02

Aksesoris Komuter

Nama_Pema
sok
Nafiri
Komputer
Nafiri
Komputer

Email
nafiri@yahoo.c
om
nafiri@yahoo.c
om

Aksesoris Komuter

Harga_Ju Harga_B
HPP
al
eli
500
5
00
60000
60000
350
2
00
40000
40000

Nama_Jenis

Sto
k

Bagus

Kode_Pema
sok

Telepo
n
24555
55
24555
55

Alamat
Semara
ng
Semara
ng

Kode_Jen
is
AKSESO
RIS
AKSESO
RIS

Telepon
Domisili
86535325
235 Jl Semarang
86535325
235 Jl Semarang

Alamat
Jl Kelud Raya
Jl Kelud Raya

Nomor_Reken
ing

Total_Har
ga

443656546
443656546

Passwo
rd
manaje
r
manaje
r

100000
100000

Nama_Leng
kap
Andi
Mahesa
Andi
Mahesa

Nomor_Reken
ing

Status

Manajer

Manajer

82

b. Bentuk Normal Pertama


Suatu relasi berada dalam bentuk normal pertama jika
relasi tidak mengandung atribut yang bernilai ganda
(harus bersifat atomik: hanya mengandung 1 nilai) dan
harus diisi datanya (tidak boleh kosong).
Pada tabel pembelian bentuk tidak normal terdapat atribut
barang/kode_barang dimana sebuah transaksi pembelian
bisa memiliki lebih dari satu item barang yang dibeli. Tabel
transaksi pembelian harus dipisah dengan tabel item
pembelian (detail_pembelian).
Normalisasi

bentuk

pertama

tabel

pembelian

akan

menghasilkan tabel pembelian dan tabel detail pembelian


sebagai berikut:
TABEL 43. TABEL PEMBELIAN NORMAL PERTAMA (1NF)

No_Transaksi
BL-0001

Kode_Pema
sok
SUP02

Tgl_Transa
ksi
3/1/2015

Nama_Pema
sok
Nafiri

No_Not
a

Tgl_Not
a
3/1/201
1
5

Alamat
Jl Kelud Raya

Kota
Semaran

Telepon
245555

83

Komputer

Alamat
Semara
ng

443656546

Potong
an

60000

Nomor_Reken
ing

Email
nafiri@yahoo.co
m

Total_Har
ga

Total_Bay
ar

Kode_Pengu
na

Passwo
rd
Manaje
r

60000 KRY02

Telepon
Domisili
86535325
235 Jl Semarang

Nama_Leng
kap
Andi
Mahesa

Nomor_Reken
ing

Status

Manajer

TABEL 4.4 TABEL DETAIL PEMBELIAN NORMAL PERTAMA (1NF)

Kode_Barang
AKSESORIS001
AKSESORIS002

Kode_Jeni
s
Nama_Jenis
AKSESORI
S
Aksesoris Komuter
AKSESORI
S
Aksesoris Komuter

Merk_Barang
Flash Disk Toshiba 8
GB
Headset Dumb Dumb
2000

Jumlah_B
eli
Subtotal
5
500000
2
70000

Keteranga
n
Bagus
-

Stok

HPP

Harga_Jual

50000

60000

35000

40000

84

Masih terdapat perulangan pada kode jenis dan nama jenis,


maka harus dipisah pada tabel tersendiri, menjadi :
TABEL 45. TABEL JENIS BARANG NORMAL PERTAMA (1NF)
Kode_Jeni
s
Nama_Jenis
AKSESORI
S
Aksesoris Komuter

c. Bentuk Normal Kedua


Bentuk normal kedua dilakukan jika tabel telah memenuhi
bentuk normal pertama. Dan pada bentuk normal kedua
atribut

bukan

kunci

primer

harus

bergantung

fungsional/dependensi sepenuhnya pada primary key


(kunci

utama),

contoh

nama_lengkap,

alamat,

nomor_telpon, domisili, status/hakakses tergantung pada


Kode_Pengguna, karena Kode_pengguna kunci primer.
TABEL 4. 6 TABEL PEMBELIAN NORMAL KEDUA (2NF)

No_Transaksi
BL-0001

Tgl_Transa
ksi
3/1/2015

No_Not
a

Tgl_Not Kode_Pemas
a
ok
3/1/20
1
15 SUP02

Total_Har Potonga
Total_Baya
ga
n
r
UserID
100000
0
100000 KRY02

TABEL 4.7 DETAIL_PEMBELIAN NORMAL KEDUA (2NF)

85

No_Transaksi

Kode_Barang
AKSESORIS0
01
AKSESORIS0
02

BL-0001
BL-0001

Harga_B
eli

Jumlah_B
eli

50000

500000

35000

70000

Subtotal

TABEL 4.8 TABEL BARANG NORMAL KEDUA (2NF)


Kode_Baran
g
AKSESORIS0
01
AKSESORIS0
02

Kode_Jeni
s
AKSESOR
IS
AKSESOR
IS

Merk_Barang
Flash Disk Toshiba 8
GB
Headset Dumb Dumb
2000

Keterang
an

Stok

Bagus

5
2

HPP
Harga_Jual
5000
0
60000
3500
0
40000

TABEL 4.9 JENIS_BARANG NORMAL KEDUA (2NF)


Kode_Jenis
AKSESORIS

Nama_Jenis
Aksesoris Komuter

TABEL 4.10 PEMASOK NORMAL KEDUA (2NF)


Kode_Pema
sok
SUP02

Nama_Pema
sok
Nafiri
Komputer

Email
nafiri@yahoo.c
om

Alamat

Kota

Jl Kelud Raya

Semarang

Telepo
n
24555
55

Nomor_Reken
ing
443656546

TABEL 4.11 PENGGUNA NORMAL KEDUA (2NF)


Kode_Pengu

Passwo

Nama_Lengka

Alamat

Telepon

86

na

rd
manaje
r

KRY02

p
Andi Mahesa

Nomor_Reken
ing
-

Domisili
Jl Semarang

Semarang

8653532523
5

Status
Manajer

Jika dilakukan normalisasi juga pada data transaksi penjualan,


maka akan diperoleh tabel penjualan dan detail penjualan.
TABEL 4.12 PENJUALAN NORMAL KEDUA (2NF)
No_Transaks
i
JL-00001

Tgl_Transa
ksi
Total_Bayar UserID
1/5/2015
60000 KRY03

TABEL 4.13 DETAIL PENJUALAN NORMAL KEDUA (2NF)


No_Transaks
i
JL-00001

Kode_Barang
AKSESORIS0
01

Harga_Jual
60000

Jumlah_Ju
al
1

SubTotal
60000

Secara lengkap tabel dan relasi yang didapat dari proses


normalisasi digambarkan pada Entity Relationship Diagram berikut
ini :

87

Gambar 4.27 : Normal Kedua

Keterangan:
*) Kunci primer dari tabel
**) Kunci tamu/penghubung dari tabel terhadap induknya
Penjelasan relasi tabel:

88

Tabel pemasok dengan tabel pembelian memiliki relasi one


to many, artinya manajer dapat melakukan lebih dari satu
transaksi pembelian pada satu supplier. Field penghubung
antar tabelnya adalah kode_pemasok, dimana di dalam tabel
pemasok sebagai kunci utama dan di dalam tabel pembelian
memiliki posisi sebagai kunci tamu.
Tabel pembelian dengan tabel detail_pembelian memiliki
relasi one to many, yang artinya setiap data pembelian dapat
memiliki lebih dari satu detail_pembelian (lebih dari satu
item barang pembelian). Field yang menghubungkan antar
tabelnya adalah no_transaksi, dimana ditabel pembelian
no_transaksi sebagai kunci primer, ditabel detail_pembelian
field no_transaksi sebagai kunci tamu.
Tabel Barang dengan tabel detail_pembelian memiliki relasi
one to one, yang artinya setiap detail_pembelian memiliki
satu

dan

hanya

menghubungkan

satu

antar

data
tabelnya

barang.
adalah

Field

yang

kode_barang,

dimana di dalam tabel barang sebagai kunci utama


(Primary key) dan dalam tabel detail_pembelian sebagai
kunci tamu (foreign key).
Tabel pembelian dengan tabel pengguna memiliki relasi one
to many, artinya setiap pengguna dapat melakukan lebih

89

dari satu transaksi pembelian. Field penghubung antar


tabelnya adalah kode_pengguna, dimana di dalam tabel
pengguna sebagai kunci utama (Primary key) dan dalam
tabel detail_pembelian sebagai kunci tamu (foreign key).
Tabel penjualan dengan tabel detail_penjualan memiliki
relasi one to many, yang artinya setiap data penjualan dapat
memiliki lebih dari satu detail_penjualan (lebih dari satu
item barang penjualan). Field yang menghubungkan antar
tabelnya adalah no_transaksi, dimana ditabel penjualan
no_transaksi sebagai kunci primer, ditabel detail_ penjualan
field no_transaksi sebagai kunci tamu.
Tabel Barang dengan tabel detail_ penjualan memiliki relasi
one to one, yang artinya setiap detail_pembelian memiliki
satu

dan

hanya

menghubungkan

satu

antar

data
tabelnya

barang.
adalah

Field

yang

kode_barang,

dimana di dalam tabel barang sebagai kunci utama


(Primary key) dan dalam tabel detail_ penjualan sebagai
kunci tamu (foreign key).
Tabel penjualan dengan tabel pengguna memiliki relasi one
to many, artinya setiap pengguna dapat melakukan lebih
dari satu transaksi penjualan. Field penghubung antar
tabelnya adalah kode_pengguna, dimana di dalam tabel

90

pengguna sebagai kunci utama (Primary key) dan dalam


tabel detail_ penjualan sebagai kunci tamu (foreign key).
Tabel jenis_barang dengan tabel barang memiliki relasi one
to many, yaitu dalam satu jenis_barang terdiri dari lebih dari
satu barang. Dalam setiap kode_barang mengandung
kode_jenis. Hal inilah yang menghubungkan kedua tabel
tersebut.

4.3.2 Kamus Data


a. Nama tabel: Barang
Tabel barang digunakan untuk menyimpan data barang sesuai
dengan produk barang yang tersedia di NDL Printshop
TABEL 4.14 TABEL BARANG
Field
Kode_Barang
Kode_Jenis
Merk_Barang
Keterangan
Stok
HPP
Harga_Jual

Type
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Int
Int
Int

Size
20
20
100
100
11
11
11

Constrain
Not null, Primary
Key
Not null
Not null
Null
Not null
Not null
Not null

b. Nama tabel: Jenisbarang


Tabel jenis barang digunakan untuk menyimpan data jenis barang
sesuai dengan jenis barang yang tersedia di NDL Printshop

91

TABEL 4.15 TABEL JENISBARANG


Field
Kode_Jenis
Nama_Jenis

Type
Varchar
Varchar

Size
20
30

Constrain
Not null, Primary
Key
Not null

c. Nama tabel: Pemasok


Tabel pemasok digunakan untuk menyimpan data supplier yang
memberikan pasokan barang ke NDL Printshop.
TABEL 4.16 TABEL PEMASOK
Field
Kode_Pemasok
Nama_Pemasok
Alamat
Kota
Telepon
Email
Nomor_Rekening

Type
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar

Size
10
200
100
30
20
100
30

Constrain
Not null, Primary
Key
Not null
Not null
Not null
Not null
Null
Null

d. Nama tabel: Pembelian


Tabel pembelian digunakan untuk menyimpan data transaksi
pembelian kepada supplier.
TABEL 4.17 TABEL PEMBELIAN
Field

Type

Size

Constrain

92

No_Transaksi
Tgl_Transaksi
No_Nota
Tgl_Nota
Kode_Pemasok
Total_Harga
Potongan
Total_Bayar
UserID

Varchar
Date
Varchar
Date
Varchar
Float
Float
Float
Varchar

30
20
20

20

Not null, Primary


Key
Not null
Not null
Not null
Not null
Not null
Null
Not null
Not null

e. Nama tabel: Detail_Pembelian


Tabel detil pembelian digunakan untuk menyimpan item barang yang
dibeli pada suatu transaksi pembelian barang.
TABEL 4.18 TABEL DETAIL_PEMBELIAN
Field
No_Transaksi
Kode_Barang
Harga_Beli
Jumlah_Beli
Subtotal

Type
Varchar
Varchar
Float
Smallint
Float

Size
20
20
6

Constrain
Not null, Primary
Key
Not null
Not null
Not null
Not null

f. Nama tabel: Penjualan


Tabel penjualan digunakan untuk menyimpan data transaksi penjualan
terhadap para pelanggan. Semua transaksi penjualan akan masuk ke
dalam tabel penjualan.
TABEL 4.19 TABEL PENJUALAN
Field

Type

Size

Constrain

93

No_Transaksi
Tgl_Transaksi
Total_Bayar
UserID

Varchar
Date
Float
Varchar

20

20

Not null, Primary


Key
Not null
Not null
Not null

g. Nama tabel: Detail_Penjualan


Tabel detail_penjualan digunakan untuk menyimpan detail item
barang yang dijual kepada konsumen saat terjadi transaksi penjualan.
TABEL 4.20 TABEL DETAIL PENJUALAN
Field
No_Transaksi
Kode_Barang
Harga_Jual
Jumlah_Jual
SubTotal

Type
Varchar
Varchar
Float
Smallint
Float

Size
20
20
6

Constrain
Not null, Primary
Key
Not null
Not null
Not null
Not null

h. Nama file: Pengguna


Tabel pengguna digunakan untuk menyimpan data pengguna dari
sistem informasi persediaan yang dirancang.
TABEL 4.21 TABEL PENGGUNA
Field
Kode_Pengguna
Password
Nama_Lengkap
Alamat
Telepon
Domisili
Nomor_Rekening
Status

Type
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar
Varchar

Size
30
30
50
200
20
200
200
30

Constrain
Not null, Primary
Key
Not null
Not null
Not null
Not null
Not null
Null
Not null

94

4.3.3 Desain Tampilan


a. Desain Form Login dan Form Utama

Gambar 4.25: Desain Form Login dan Form Utama


Form login merupakan form keamanan atau sebagai form akses
dimana hanya pemilik kode karyawan dan password saja yang dapat
masuk ke dalam sistem untuk melakukan aktivitas selanjutnya di
dalam sistem.
Untuk mendapatkan Kode karyawan dan Password, dapat mengisi
form kelola pengguna yang hanya dapat dilakukan oleh pemilik.

b. Desain Dialog Menu Utama

95

Masing-masing hak akses memiliki akses terhadap menu program yang


berbeda. Berikut ini adalah menu utama bagi pengguna dengan hak
akses sebagai pemilik, sebagai manajer, dan sebagai supervisor :

Gambar 4.26 : Desain Menu Utama Pemilik

96

Gambar 4.27 : Desain Menu Utama Manajer

Gambar 4.28 : Desain Menu Utama Bagian Penjualan / Supervisor


Setelah pengguna berhasil login, maka form utama akan aktif dan
form utama memberikan menu utama dibagian atas, serta menu icon
dibagian kiri dan kanan.
Menu akan menyeseuaikan sesuai dengan hak akses pengguna yang
login. Jika user yang login sebagai pemilik, maka user tersebut
memiliki akses pada kelola data karyawan dan melihat laporan
persediaan barang, laporan pembelian, dan laporan penjualan.
Jika user yang login sebagai manajer, maka dia tidak dapat
menggunakan menu yang lebih lengkap mencakup semua menu
sistem informasi printshop yaitu menu kelola data pemasok, kelola

97

jenis barang, kelola barang, transaksi pembelian, transaksi penjualan,


melihat laporan persediaan barang, laporan pembelian, dan laporan
penjualan.
Jika user login sebagai bagian penjualan/supervisor, dia akan
memperoleh hak akses pada menu kelola jenis barang, kelola barang,
transaksi penjualan, melihat laporan persediaan barang, dan melihat
laporan penjualan.

c. Desain Form Kelola Pengguna

Gambar 4.29 : Desain Form Kelola Pengguna

98

Pada form kelola pengguna, jika ingin

menginputkan data

pengguna, dapat dilakukan dengan klik tombol tambah. Hal ini akan
mengaktifkan form input data pengguna. Setelah data pengguna
diinput, klik tomol simpan. Jika pengisisian data benar, maka data
akan disimpan kebasisdata dan dimunculkan dialog/infomasi data
telah tersimpan.
Untuk edit data, double klik data di list data pengguna. Data
pengguna akan muncul di form bagian atas. Ubah data dan klik
tombol ubah untuk menyimpan perubahan data ke basisdata.
Untuk menghapus, double klik data pengguna di list pengguna. Data
pengguna akan ditampilkan. Kemudian klik tombol hapus.
d. Desain Form Kelola Data Supplier/Pemasok

Gambar 4.30 : Desain Form Kelola Data Supplier


e. Desain Form Kelola Jenis Barang

99

Gambar 4.31 : Desain Form Kelola Jenis Barang


f. Desain Form Kelola Data Barang

Gambar 4.32 : Desain Form Kelola Data Barang


g. Desain Form Transaksi Pembelian

100

Gambar 4.33 : Desain Input Kategori Barang


h. Desain Form Transaksi Penjualan

Gambar 4.34 : Desain Input User Management


i. Desain Laporan Pembelian

101

Gambar 4.35 : Desain Laporan Pembelian


j. Desain Laporan Penjualan

Gambar 4.36 : Desain Laporan Penjualan


k. Desain Laporan Stok/ Persediaan Barang

102

Gambar 4.37 : Desain Laporan persediaan barang