Anda di halaman 1dari 7

REFLEKSI KASUS

GANGLION POPLITEA (KISTA BAKER)


Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun Oleh :
Tegar Jati Kusuma
20100310220
Diajukan Kepada :
dr.Dimyati Ahmad, Sp.B

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM


RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014

LEMBAR PENGESAHAN
REFLEKSI KASUS
GANGLION POPLITEA (KISTA BAKER)

Oleh :
Tegar Jati Kusuma
20100310220

Disetujui oleh,
Dosen Pembimbing Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Bedah
RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo

dr. Dimyati Ahmad Sp.B

BAB I
LAPORAN KASUS
A. IDENTITAS PASIEN
Nama
: Tuwarno
Usia
: 51 tahun
Pekerjaan
: tukang bengkel
Alamat
: Jurang Jero 4/4 Candilayan, Kertek
B. ANAMNESIS
Keluhan Utama
: Benjolan di belakang lutut kiri
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poli bedah mengeluh terdapat benjolan pada lutut kiri bagian
belakang. Lutut terasa pegal dan linu. Benjolan menyebabkan gangguan dalam bergerak.
Riwayat Penyakit Dahulu
Penyakit seperti ini belum pernah diderita sebelumnya. Riwayat nyeri sendi
disangkal. Riwayat penyakit asam urat disangkal. Riwayat bengkak sebelumnya disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga
Anggota keluarga tak ada yang mengalami penyakit serupa. Riwayat keganasan pada
keluarga disangkal.
C. PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalisata
Kesadaran
: Compos Mentis
Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah : 140/70
Nadi
: 60x/menit
Respirasi Rate : 16x/menit
Temperature
: 36,7o
Kepala
: bentuk mesocephal, simetris
Leher
: pembesaran kelenjar getah bening tidak ditemukan
Pernapasan
: reguler
Thoraks
: C/ S1-2 murni, bising tidak ditemukan
P/ suara dasar vesikuler +/+, suara tambahan -/Abdomen
: bising usus (+) normal, nyeri tekan (-), supel, perkusi timpani
Ekstremitas
: dalam batas normal
Status Lokalis

: regio poplitea sinistra


Benjolan (+), tampak hiperemis (-), tanda-tanda inflamasi (-),
batas tegas, ukuran 3 cm x 1 cm, konsistensi kenyal lunak,
permukaan rata, nyeri tekan (+), fluktuasi (+), mobile

D. DIAGNOSIS
Ganglion poplitea

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI
Ganglion poplitea (kista Baker) adalah kantung kecil berisi cairan sendi (synovial)
yang terbentuk dari perpanjangan kapsul sendi di belakang lutut. Kista baker merupakan
distensi cairan dari bursa antara tendon gastrocnemius dan semimembranosus melalui
komunikan dengan sendi lutut. Disebut juga bursa gastrocnemiosemimembranosus.
B. EPIDEMOLOGI
Prevalensi kista Baker pada populasi secara umum tidak diketahui, Namun
insidensinya meningkat dengan bertambahnya usia, insidensi tertinggi terjadi pada usia >50
tahun dan sering ditemukan pada pasien dengan riwayat osteoarthritis. Frekuensi
osteoarthritis sebagai penyebab kista Baker pada dewasa tua mulai dari 6-45%. Kista Baker
umumnya jarang terjadi pada anak-anak.
C. ETIOLOGI
Kista Baker diakibatkan oleh penumpukan cairan sendi yang terjebak, ynag
menonjol dari kapsul sendi di belakang lutut sebagai kantung yang menonjol. Penyebab dari
penumpukan cairan sendi termasuk radang sendi rheumatoid, osteoarthritis, dan terlalu
banyak

menggunakan

lutut

pada

saat

beraktifitas.

Kista

Baker

menyebabkan

ketidaknyamanan di bagian belakang lutut. Kista mungkin melebar dan memanjang menurun
ke dalam otot betis.
D. PATOFISIOLOGI
Lutut dibungkus dalam suatu membran kedap air yang bagian paling dalamnya
disebut membran synovial. Membran tersebut mensekresi sejumlah kecil cairan yang disebut
cairan synovial yang berfungsi sebagai pelumas dan menutrisi sendi. Ketika sendi mengalami
iritasi atau trauma, membran synovial akan merespon dengan mensekresi cairan synovial
dalam jumlah yang abnormal. Cairan tersebut nantinya akan mencari jalan keluar melalui
bagian paling lemah dari kapsul yang berada di bagian belakang dari lutut yang menyebabkan
terbentuknya suatu massa yang disebut kista. Karena bagian belakang lutut disebut area
poplitea, maka disebut kista poplitea.

E. GEJALA KLINIS
Kista Baker dapat asimtomatik. Namun pasien dapat mengeluhkan nyeri lutut atau
rasa ketat atau tegang di belakang lutut, terutama saat lutut dalam posisi ekstensi atau
difleksikan maksimal. Kista Baker terlihat sebagai benjolan di belakang lutut saat sedang
berdiri atau saat dibandingkan dengan lutut yang tidak terdapat kista Baker. Saat diraba akan
terasa lunak dan lembut. Perkembangan yang cepat dalam hal banyaknya dan tekanan dari
cairan dalam kista bisa membuatnya pecah. Cairan yang dilepaskan dari kista bisa
menyebabkan jaringan di sekitarnya menjadi meradang, menghasilkan gejala yang mungkin
seperti thrombophlebitis di vena poplitea.
F. DIAGNOSA
Diagnosa kista Baker dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Namun karena gejala dari kista Baker terkadang menyerupai penyakit lain seperti Deep Vein
Thrombosis, Aneurysma atau tumor, dilakukan pemeriksaan penunjang seperti :
1. USG
Sangat membantu dalam mengevaluasi massa di poplitea. Pada USG dapat
dibedakan apakah massa tersebut merupakan kista atau massa padat.
2. MRI
Pada MRI, kista Baker terlihat homogen, high-signal intensity, terdapat massa kistik
di kondilus media femoralis, tipis dan berisi cairan di antara tendodn m. Gastrocnemius
bagian medial dan sendi lutut.
3. Rontgen konvensional
Unruk melihat ada tidaknya kalsifikasi
G. PENATALAKSANAAN
1. Non-surgical treatment
Mengambil cairan dengan jarum suntik (aspirasi) dapat mengurangi ukuran kista.
Kemudian kortison dapat disuntikkan ke daerah yang terkena untuk mengurangi peradangan.
Injeksi intraartikular glukokortikoid merupakan terapi yang sering dilakukan untuk mengatasi
gejala dari osteoarthritis pada lutut dan kista Baker. Injeksi tersebut terbukti efektif untuk
terapi jangka pendek untuk arthritis yang sangat menyakitkan dan mengecilkan ukuran kista
Baker.
2. Surgical

Tujuan pembedahan adalah untuk membuang kista dan memperbaiki lubang di


lapisan sendi tempat kista menerobos. Penyembuhan sering permanen. Menghilangkan kista
dengan pembedahan adalah pilihan jika tindakan lain tidak efektif.
Indikasi pembedahan : - ukuran terlalu besar
-

mengganggu pergerakan

Komplikasi yang dapat terjadi setelah pembedahan adalah infeksi, cedera pembuluh
darah, cedera saraf yang dapat menyebabkan rasa baal atau mati rasa pada ekstremitas bawah.
H. PROGNOSIS
Ad Vitam
: Bonam
Ad Functionam : Bonam
Ad Sanationam : Bonam
Kista Baker dapat hilang secara spontan tanpa dilakukan tindakan medis apapun.
Namun pada beberapa kasus dapat muncul kembali walaupun telah dilakukan aspirasi
maupun pembedahan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Gonzales, David. Cystic Lessions About the Knee. Updated January 24, 2011. Available
at: http//emedicine.medscape.com/article/1250593-overview. Diakses tanggal 20 Januari
2015.
2. Bourdila,

Philippe.

Popliteal

Cysts.

Updated

2011.

Available

http://www.genou.com/anglais/poplitealcyst.htm. Diakses tanggal 20 Januari 2015.


3. Lee, Dennis. Bakers Cysts. Updated April 14, 2011. Available

at:
at

http://www.medicinenet.com/baker_cyst/page2.htm. Diakses tanggal 20 Januari 2015.


4. Gary B.Clark, MD, MPA. Poplitea (Bakers) Cysts of the Knee. Journal of Prolotherapy.
2010 May; Vol 2 (2).