Anda di halaman 1dari 39

Course : Lab.

Pengantar Akuntansi (1508LPA12)

online.uwin.ac.id
Bachelor in Economics (S.E): Manajemen

UWIN eLearning Program

Session Topic : Piutang


Course: Lab. Pengantar Akuntansi
By Wrin B. Djamaludin, SE, MBA, M.Ak

Content

Part 1

Piutang

Part 2

Piutang Bukan Usaha

Part 3

Anjak Piutang

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 3

Part1: Piutang

Piutang: Pencatatan Piutang

Sesuai dgn Standar Akuntansi Keuangan yg berlaku di Indonesia,


Piutang dicatat & diakui sebesar jumlah bruto (nilai jatuh tempo) dikurangi dgn
taksiran jumlah yg tidak akan diterima.
Itu berarti piutang harus dicatat sebesar jumlah yg diharapkan akan dapat
ditagih.
Karena itu berkaitan dgn pengelolaan piutang,
perusahaan harus membuat suatu cadangan piutang tidak tertagih yg
merupakan taksiran jumlah piutang yg tidak akan dapat ditagih dalam
periode tersebut.
Dalam membuat cadangan kerugian piutang/piutang tidak tertagih,
terdapat 2 dasar utama yg dapat digunakan, yaitu:
1. Saldo Piutang
2. Piutang Bukan Usaha

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 5

Saldo Piutang: Definisi

1. Saldo Piutang
Persentase tertentu dari jumlah penjualan, yg berarti cadangan kerugian
piutang,
didasarkan pada persentase tertentu dari,
a. saldo akun penjualan pada saat cadangan kerugian piutang tersebut
ditetapkan, atau
b. transaksi jumlah penjualan atau jumlah penjualan kredit selama periode
bersangkutan.

Selain didasarkan pada saldo akun,


a. Penjualan atau
b. Kredit,
penetapan besarnya cadangan kerugian piutang juga dapat didasarkan
pada presentase tertentu dari anggaran,
1) Penjualan atau
2) Penjualan kredit di tahun bersangkutan.
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 6

Saldo Piutang: Pencatatan Piutang (Lanjut)

a. Presentase tertentu dari saldo piutang. Defn:


Cadangan kerugian piutang didasarkan pada,
1. Saldo akun piutang pada saat piutang tersebut ditetapkan atau
2. Taksiran penjualan kredit pada periode bersangkutan.

b. Analisis umur piutang. Defn:


Metode pembuatan cadangan kerugian piutang,
Dimana cadangan piutang yg tidak dapat ditagih dari suatu perusahaan
didasarkan pada,
1) Besarnya resiko atau
2) Kemungkinan tidak tertagihnya suatu piutang.
Dasar dari metode ini adalah pemikiran bahwa semakin lama umur
piutang,
semakin besar kemungkinan terjadinya kemacetan proses penagihan
piutang tersebut.

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 7

Saldo Piutang: Contoh Kasus

Pencatatan Cadangan Kerugian Piutang usaha


Pada akhir tahun 2014,
akuntan PT. Pelangi Nusa melaporkan saldo beberapa akun
perusahaan sepeti terlihat berikut:
o Piutang Usaha
o Penjualan
o Penjualan Kredit

Rp. 500juta
Rp. 5milyar
Rp. 4milyar

Dari buku pembantu piutang usaha,


diketahui saldo piutang tersebut terdiri dari
piutang kepada beberapa pelanggan seperti berikut:

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 8

Saldo Piutang: Contoh Kasus (Lanjut)

20/9/2014
25/9/2014
10/10/2014
25/10/2014
15/11/2014
25/11/2014
10/12/2014
20/12/2014
25/12/2014

Powered by HarukaEdu.com

Toko Sumber Rejeki


Toko Pembangunan Jaya
Toko Jaya Raya
Toko Gema Elektrik
US. Saerah
Toko Duta Elektro
UD. Arus Kuat
Toko Kerlap Kerlip
UD. Sumber Energi
Total

- 1508LPA12-

45.000.000
35.000.000
40.000.000
45.000.000
80.000.000
65.000.000
45.000.000
70.000.000
75.000.000
500.000.000

Hal 9

Saldo Piutang: Contoh Kasus (Lanjut)

Dari pengalaman selama beberapa tahun terakhir,


manajemen PT. Pelangi Nusa menyimpulkan bahwa
semakin lama umur piutang, semakin besar kemungkinan tidak tertagihnya.
Kemungkinan tidak tertagihnya itu adalah,
a. 2%
utk umur 1 s/d 15 hari,
b. 3%
utk umur 16 s/d 30 hari,
c. 5%
utk umur 31 s/d 45 hari,
d. 10%
utk umur 46 s/d 60 hari, &
e. 20%
utk umur di atas 61 hari.
Berdasarkan data tersebut,
buatlah jurnal utk pembentukan cadangan kerugian piutang PT. Pelangi
Nusa pada awal tahun 2014,
jika pembuatan cadangan tersebut didasarkan pada:
a. 2% dari total penjualan kredit!
b. 4% dari total piutang usaha!
c. Analisis umur piutang !
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 10

Saldo Piutang: Contoh Kasus (Lanjut)

a. 2% dari Total Penjualan Kredit


Total Penjualan Kredit adalah Rp. 4milyar x 2% = Rp. 80juta
Dan Jurnal yg harus dibuat adalah:
1/1/2015 Beban Kerugian Piutang

80.000.000

Cadangan Kerugian Piutang

80.000.000

b. 4% dari Total Piutang Usaha


Total Piutang adalah Rp. 500juta x 4% = Rp. 20juta
Dan Jurnal yg harus dibuat adalah:
1/1/2015 Beban Kerugian Piutang

20.000.000

Cadangan Kerugian Piutang

20.000.000

c. Berdasarkan Analisis Umur Piutang

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 11

Saldo Piutang: Contoh Kasus (Lanjut)


Nama Pelangan

Umur Piutang (hari)


1 - 15

16 - 30

31 - 45

46 60

61

Sumber Rejeki

45.000.000

Pembangunan Jaya

35.000.000

Jaya Raya

40.000.000

Gema Elektrik

45.000.000

UD. Saerah

80.000.000

Toko Duta Elektro

65.000.000

UD. Arus Kuat

45.000.000

Toko Kerlap Kerlip

70.000.000

UD. Sumber Energi

75.000.000

Jumlah piutang
Tingkat resiko

145.000.000

45.000.000

65.000.000

80.000.000

165.000.000

2%

3%

5%

10%

20%

2.900.000

Powered by HarukaEdu.com

1.350.000

3.250.000

- 1508LPA12-

8.000.000

33.000.000

Jumlah

48.500.000
Hal 12

Saldo Piutang: Contoh Kasus (Lanjut)

Jurnal yg harus dibuat adalah sebagai berikut:

1/1/2015 Beban Kerugian Piutang


Cadangan Kerugian Piutang

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

48.500.000
48.500.000

Hal 13

Part2: Piutang Bukan Usaha

Piutang Bukan Usaha: Definisi

Piutang Bukan Usaha


Defn: Piutang yg timbul bukan sebagai akibat dari penjualan barang
atau jasa yg dihasilkan perusahaan.
Termasuk dalam kelompok ini:
a. Persekot dalam kontrak pembelian.
Klaim terhadap perusahaan,
b. perusahaan angkutan atas barang yg rusak atau hilang.
c. perusahaan asuransi atas kerugian yg dipertanggungjawabkan
d. karyawan perusahaan.
e. Piutang dividen

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 15

Piutang Bukan Usaha: PT. Textilindo

Contoh:
PT. Textilindo,
perusahaan tersebut selama bulan April 2014 memberikan pinjaman
kepada beberapa karyawan sebesar Rp. 20juta,
membayar sebesar Rp. 15juta kepada PT. Transportindo, sebuah
perusahaan angkut barang, yaitu
uang pesanan jasa angkutan barang ke Bali utk bulan Juli 2012,
&
membayar DP pesanan bahan baku yg akan di deliver bulan Juni
2014 sebesar Rp. 50juta.
Utk transaksi ini jurnal yg perlu dibuat adalah sebagai berikut:
Apr

Piutang Karyawan
Piutang Jasa Angkutan
Piutang Pemasok Bahan Baku
Kas

Powered by HarukaEdu.com

20.000.000
15.000.000
50.000.000

85.000.000
- 1508LPA12-

Hal 16

Piutang Bukan Usaha: Metode Penghapusan Piutang

Biasanya,
Cadangan kerugian piutang,
a. ditetapkan & diterapkan pada awal periode akuntansi,
b. Merupakan suatu taksiran besarnya piutang yg tidak dapat
tertagih pada suatu periode akuntansi.
Setelah periode tersebut berjalan,
Sering kali terdapat sejumlah piutang yg benar2 tidak tertagih
karena berbagai alasan.
Piutang yg jelas2 tidak dapat ditagih karena debitornya lari,
meninggal, bangkrut atau sebab lain harus dihapus dari saldo piutang.
Penghapusan piutang ini merupakan kerugian karena pencatatan
tidak dibebankan ke akun kerugian piutang tetapi
ke akun cadangan kerugian piutang.
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 17

Piutang Bukan Usaha: Metode Penghapusan Piutang (Lanjut)

Utk menghapus suatu piutang terdapat 2 metode yg bisa digunakan:


Metode,
1. Cadangan Kerugian Piutang (seperti yg telah dibahas sebelumnya)
2. Penghapusan Langsung. Defn:
Metode penghapusan piutang dgn cara menunggu sampai diperoleh
kepastian bahwa
piutang tersebut benar2 tidak dapat ditagih, tanpa perlu dibuat
estimasinya terlebih dahulu.
Contoh kasus:
PT. Panah Merah, pada tanggal,
1/1/2012
Menetapkan cadangan kerugian piutang sebesar
Rp. 50juta.
Pada saat itu saldo piutang PT. Panah Merah adalah
Rp. 500juta.
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 18

Piutang Bukan Usaha: Contoh Kasus

15/5/2012

Telah diperoleh kepastian bahwa piutang perusahaan


kepada PT. Sumber Rejeki
tidak dapat tertagih 50%nya dari total piutang sebesar Rp.
80juta dikarenakan.
perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan.
Dan PT. Panah Merah memutuskan bahwa piutang sebesar
Rp. 40juta akan dihapuskan.

Berdasarkan data tersebut, dgn metode,


a. Cadangan kerugian maupun
b. Penghapusan langsung
Buatlah:
1. Jurnal yg diperlukan PT. Panah Merah pada tgl. 1/1/2012 &
15/5/2012!
2. Berapakah saldo piutang bersih PT. Panah Merah pada tgl. 15/5/2012
setelah penghapusan piutang PT. Sumber Rejeki tersebut?
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 19

Piutang Bukan Usaha: Contoh Kasus (Lanjut)

Tgl.

Metode

Cadangan
Penghapusan Langsung
1/1/12 Beban Kerugian Piutang
50juta
Tidak ada jurnal
Cadangan Kerugian piutang
50juta
15/4/12 Cadangan Kerugian Piutang 40juta
Kerugian Piutang
40juta
Piutang
40juta
Piutang
40juta

Akibat penghapusan tersebut,


piutang PT. Panah Merah akan berkurang sebesar Rp. 40juta,
baik dgn metode
1. Cadangan maupun
2. Penghapusan langsung
akibat yg ditimbulkan terhadap saldo piutang bersihnya akan berbeda
seperti terlihat dari catatan berikut ini:

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 20

Piutang Bukan Usaha: Contoh Kasus (Lanjut)


Metode

Tgl.

Cadangan

Penghapusan Langsung

1/1/
12

Piutang
Cadangan Kerugian
Piutang Bersih

15/4
/12

Piutang
Rp. 460.000.000
Cadangan Kerugian (Rp. 10.000.000)
Piutang Bersih
Rp. 460.000.000

Powered by HarukaEdu.com

Rp. 500.000.000
(Rp. 50.000.000)
Rp. 450.000.000

- 1508LPA12-

Piutang

Rp. 500.000.000

Piutang
Rp. 500.000.000
Kerugian Piutang (Rp. 40.000.000)
Piutang Bersih
Rp. 460.000.000

Hal 21

Piutang: Penggunaan

Penggunaan Piutang utk Memenuhi Kebutuhan Kas


Sering kali perusahaan membutuhkan uang yg melebihi jumlah kas
yg tersedia.
Kebutuhan kas ini dapat dipenuhi dgn piutang.
Terdapat 2 cara penggunaan piutang utk memenuhi kebutuhan kas
segera, yaitu:

1. Piutang Dipakai sebagai Jaminan


Perusahaan yg memerlukan kas dgn segera dapat meminjam ke
bank atau lembaga keuangan lainnya dgn jaminan berbentuk
piutang usaha.
Hasil tagihan dari pelanggan biasanya dipakai utk melunasi utang.
Jika terdapat pelanggan yg tidak dapat ditagih, maka menjadi
tanggung jawab peminjam (perusahaan yg menjaminkan piutang)
utk mengganti jaminannya dgn piutang lain.
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 22

Penjaminan Piutang: Contoh Kasus

Pada awal bulan Januari 2012,


PT. Mutiara memiliki piutang kepada beberapa pelanggannya
sebesar Rp. 600juta.
Pada tanggal 15 Januari 2012, perusahaan tersebut meminjam dana
pada bank BCD sebesar Rp. 500juta dgn jaminan piutang usahanya.
Bunga pinjaman yg dikenakan adalah 18% per tahun berdasarkan
saldo akhir dgn jangka waktu pengembalian maksimal 12 bulan.
Semua pelanggan PT. Mutiara tidak mengetahui penjaminan piutang
tersebut & semua aktivitas penagihan dilakukan oleh PT. Mutiara
sendiri.
Pada tanggal 1 Maret salah satu pelanggan membayar utangnya
sebesar Rp. 200juta &
PT. Mutiara langsung membayarkan sebagai cicilan ke Bank BCD
ditambah dgn bunganya.
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 23

Penjaminan Piutang: Contoh Kasus (Lanjut)

Pada tanggal 15 Mei PT. Mutiara menerima pembayaran piutang


dari PT. ABC sebesar Rp. 150juta & langsung membayarkannya
kepada bank BCD dgn bunganya.
Dan pada tgl. 1 Juli 2012 salah satu pelanggan melunasi utangnya
sebesar Rp. 250juta &
PT. Mutiara langsung menutup beban utangnya kepada Bank BCD
beserta bunganya.

Berdasarkan data tersebut,


buatlah jurnal yg diperlukan oleh PT. Mutiara berkaitan dgn
penjaminan piutang tersebut !

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 24

Penjaminan Piutang: Contoh Kasus (Lanjut)


15/1/12

1/3/12

15/5/12

1/7/12

Kas
Utang Bank
Piutang Usaha yg Dijaminkan
Piutang Usaha

500.000.000

Kas
Piutang Usaha yg Dijaminkan
Utang Bank
Beban Bunga
Kas
(Bunga = 18% x 1,5 x 200.000.000)

200.000.000

Kas
Piutang Usaha yg Dijaminkan
Utang Bank
Beban Bunga
Kas
(Bunga = 18% x 3,5 x 150.000.000)

150.000.000

Kas
Piutang Usaha yg Dijaminkan
Utang Bank
Beban Bunga
Kas
(Bunga = 18% x 5,5 x 150.000.000)

250.000.000

Powered by HarukaEdu.com

500.000.000
600.000.000
600.000.000

200.000.000
200.000.000
4.500.000
204.500.000

150.000.000
150.000.000
7.875.000
157.875.000

250.000.000
150.000.000
12.375.000
162.375.000
- 1508LPA12-

Hal 25

Part3: Anjak Piutang

Piutang: Penggunaan (Lanjut)

2. Menjual Piutang (Anjak Piutang/Factoring)


Kebutuhan uang segera dapat dipenuhi dgn menjual piutang usaha ke
bank atau lembaga kredit atau keperusahaan anjak piutang.
Semua kemungkinannya & resiko yg timbul berkaitan dgn piutang tersebut
menjadi tanggung jawab pihak perusahaan yg membelinya.
Contoh kasus - Menjual piutang kepada anjak piutang/factoring:
PT. Snapy,
karena alasan keuangan, menjual piutangnya kepada perusahaan anjak
piutang sebesar Rp. 500juta.
Syarat pembayaran yg diterapkan perusahaan adalah 3/10, n/30.
Cadangan kerugian yg sudah dibentuk adalah sebesar Rp. 25juta.
Piutang sejumlah Rp. 500juta ini dibeli oleh PT. Dinamika factoring seharga
Rp. 460juta.
Setelah diteliti, ternyata piutang yg masih dalam masa pemotongan
adalah Rp. 300juta
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 27

Piutang: Penggunaan (Lanjut)

Berdasarkan data tersebut,


buatlah jurnal yg diperlukan berkaitan dgn
aktivitas penjualan piutang (factoring) PT. Snapy !
Kas
Potongan Penjualan
Cadangan Kerugian Piutang
Kerugian Anjak Piutang
Piutang Usaha

Powered by HarukaEdu.com

460.000.000
9.000.000
25.000.000
6.000.000
500.000.000

- 1508LPA12-

Hal 28

Piutang: Mendiskontokan Wesel

Kebutuhan kas segera dapat dipenuhi dgn,


meminjam uang ke bank atau lembaga lain dgn jaminan (mendiskontokan)
wesel tagih
(janji tertulis tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain utk
membayar sejumlah uang di masa mendatang).
Jika pada saat wesel jatuh tempo & pihak penerbit wesel tidak melunasi
kewajibannya, maka
pihak yg mendiskontokan wesel bertanggung jawab terhadap
pelunasan kewajibannya kepada pihak kreditor.
Contoh Kasus:
PT. Mutiara,
memiliki wesel tagih bernilai nominal Rp. 1milyar
Wesel tagih tersebut bertanggal 1 Februari 2012 & akan jatuh tempo
Pada tgl. 1 Mei 2012.
15 Februari 2012 PT. Mutiara mendiskontokan wesel tagih tersebut dgn
tingkat diskonto 20%.
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 29

Piutang: Mendiskontokan Wesel (Lanjut)

Berdasarkan data tersebut,


buatlah jurnal yg diperlukan berkaitan dgn
pendiskontoan wesel itu, jika:
Wesel tersebut,
a. tidak berbunga.
b. berbunga 24% per tahun!
Berkaitan dgn pendiskontoan wesel tagih ini,
maka salah satu langkah yg perlu dilakukan adalah menghitung hari
diskonto.
o Februari
o Maret .
o April
o Mei
Jumlah hari diskonto
Powered by HarukaEdu.com

= 13 hari
= 31 hari
= 30 hari
= 1 hari
= 75 hari
- 1508LPA12-

Hal 30

Piutang: Mendiskontokan Wesel (Lanjut)

A. Jika wesel tersebut tidak berbunga,


maka jumlah uang yg diterima PT. Mutiara adalah
nilai nominal wesel dikurangi dgn diskonto, yaitu:
o Nominal wesel ..
= Rp. 1000.000.000
o Diskonto = 1000.000.000 x 75/360 x 20% = Rp. (41.666.667)
o Uang yg diterima
= Rp. 958.333.333
Jadi, jurnal yg dibuat utk transaksi pendiskontoan wesel tersebut adalah
sebagai berikut:
Kas
Beban Bunga
Wesel Tagih

Powered by HarukaEdu.com

958.333.333
41.666.667

1.000.000.000

- 1508LPA12-

Hal 31

Piutang: Mendiskontokan Wesel (Lanjut)

B. Jika wesel tersebut berbunga 24% per tahun,


maka jumlah uang yg diterima oleh PT. Mutiara adalah:
o
o
o
o
o

Nominal wesel... Rp. 1.000.000.000


Bunga wesel = 1milyar x 24% x 2,5/12
Rp. 50.000.000
Nilai jatuh tempo . Rp. 1.050.000.000
Diskonto
= 1.000.000.000 x 20% 75/360
Rp. (41.666.667)
Jumlah uang yg diterima .. Rp. 1.008.333.333

Jadi, jurnal yg dibuat utk transaksi pendiskontoan wesel tersebut adalah


sebagai berikut:
Kas

1.008.333.333
Wesel Tagih
Pendapatan Bunga

Powered by HarukaEdu.com

1.000.000.000
8.333.333

- 1508LPA12-

Hal 32

Piutang: Notes

Q: Bagaimana,
1. jika piutang yg sudah dicadangkan utk tidak tertagih tetapi pada akhir
periode akuntansi ada sebagian yg tertagih ?
2. anda membuat catatan atas kejadian tersebut ? ?
A: Contoh Kasus
PT. Mutiara,
pada awal Januari 2012 telah membentuk cadangan kerugian piutang
sebesar Rp. 50juta,
ternyata pada tgl. 25 Juni, tagihan kepada pelanggan A senilai Rp.
20juta yg telah dicadangkan utk tidak tertagih, membayar utangnya.
Jurnal yg harus anda buat adalah:
15/6/12 Kas

Rp. 20.000.000,Beban Kerugian Piutang

Rp. 20.000.000

Atas tertagihnya piutang yg telah dicatat sebagai beban kerugian,


akan menghasilkan: penambahan laba perusahaan.
Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 33

Piutang: Catatan Penting

Mengingatkan anda mengenai struktur pencatatan beberapa akun dalam


Laporan Posisi Keuangan
Struktur pencatatan,
1. Piutang
Cadangan kerugian piutang & beban kerugian piutang dalam akuntansi:
a. Piutang:
dicatat & dikelompokkan dalam kelompok Aktiva Lancar,
setelah Kas/Bank.
b. Cadangan Kerugian Piutang
dicatat tepat di bawah akun piutang &
mengurangi akun piutang itu sendiri.
c. Beban kerugian Piutang
sesuai dgn namanya, yaitu Kerugian
yg artinya akan masuk dalam Laporan Laba Rugi anda.
Dan akan mengurangi Laba Perusahaan.

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 34

Piutang: Catatan Penting (Lanjut)

2. Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap


Cermati contoh2 Laporan keuangan,
bahwa Akun Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan
adalah
berada di bawah aktiva tetap itu sendiri & pada saat masa ekonomis
aktiva tetap tersebut berakhir
maka akumulasi penyusutan itu akan dikurangkan dgn aktiva itu sendiri.
Sementara beban penyusutannya adalah masuk dalam kelompok Laba
Rugi yg akan mengurangi laba perusahaan.

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 35

Piutang: Laporan Posisi Keuangan

PT. ..
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 20. (dlm ribuan)
Kas/Bank
Piutang
Cad. Kerugian Piutang
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Ak. Peny. Peralatan
Kendaraan
Ak. Peny.Kendaraan
Gedung
Ak. Peny. Gedung
Total Aktiva
Powered by HarukaEdu.com

5.000
5.000
(500)
3.000
3.000
5.000
(300)
5.000
(300)
10.000
(1.000)
33.900

Utang Usaha
Utang Gaji
Utang wesel

5.000
1.000
2.000

Utang Bank

5.000

Modal Saham

20.000

Laba Ditahan

900

Total Pasiva
- 1508LPA12-

33.900
Hal 36

Laporan Keuangan: Bentuk Staffel

Aktiva

Kas/Bank
Piutang
Cadangan Kerugian Piutang
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Kendaraan
Akumulasi Penyusutan Kendaraan
Gedung
Akumulasi Penyusutan Gedung
Total Aktiva

Powered by HarukaEdu.com

Debet
5.000
5.000
(500)
3.000
3.000
5.000
(300)
5.000
(300)
10.000
(1.000)
33.900

- 1508LPA12-

Kredit

Hal 37

Laporan Keuangan: Bentuk Staffel (Lanjut)

Aktiva

Debet

Utang Usaha
Utang Gaji
Utang Wesel
Utang Bank
Modal Saham
Laba Ditahan
Total Pasiva

Powered by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Kredit
5.000
1.000
2.000
5.000
20.000
900
33.900

Hal 38

Course : Lab. Pengantar Akuntansi (1508LPA12)

online.uwin.ac.id
Associate Partners :
Powered
by HarukaEdu.com
Powered
by HarukaEdu.com

- 1508LPA12-

Hal 39