Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS

Asuhan Keperawatan pada An.A dengan Typoid Fever


Di Ruang Edelweis RSUD Pandan Arang Boyolali
A.PENGKAJIAN
1. Identitas Individu
Nama

: An . A

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tanggal Lahir

Umur

: 12 Th

Anak Ke-

:2

Tanggal Pengkajian
Tanggal Dirawat
No.CM
Diagnosa
Orang tua/Ibu
Usia
Ayah
Usia
Alamat
Sumber Informasi

: Senin, 06 April 2015; Pukul : 08.00 WIB


: Sabtu, 04 April 2015; Pukul : 17.30 WIB
: 15 48 xx
: Typoid Fever
: Ny. S
Pendidikan
: SMP
: 40 tahun
Pekerjaan
: Wiraswasta
: Tn.A
Pendidikan
: SMA
: 43 tahun
Pekerjaan
: Wiraswasta
: Pucangan, Kartasuro
: Klien, Keluarga dan Catatan Keperawatan

2. Keluhan Utama
Demam
3. Riwayat Kesehatan Saat Ini
a. Onset terjadinya :
Klien merupakan pasien kiriman rujukan dari RSU Banyudono dengan keluhan
Demam, klien mondok di RSU Banyudono sejak TGL 30 Maret 2015, Saat tiba di
RSU Pandan Arang Byolali Hasil observasi klien demam S: 39 C, cek lab : IgM
Salmonella (6) Kesimpulan Klien mengalami Typoid Fever kemudian dibawa
keruang anak (Ruang Edelweis).
b. Karakteristik :
Febris, S: 38 C
c. Perkembangan penyakit :
Keluarga klien mengatakan klien sakit demam saat di rumah selama 3 hari mulai Tgl
18 20 Maret 2015 kemudian dibawa periksa ke puskesmas diberi obat kemudian
1|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

dibawa pulang kerumah selama satu hari tidak mengalami perubahan klien masih
demam kemudian dibawa ke puskesmas dan di rujuk ke RSU Banyudono Boyolali di
rawat nginap selama 7 hari karena tidak ada perubahan masih demam dengan suhu
39 C dan terdapat melena kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pandan Arang
Boyolali pada TGL Empat April 2015 melalui IGD, hasil pengkajian dari IGD yaitu
saat di IGD klien febris Suhu 38 C, kesadaran composmentis, melena, Hasil Lab: HB
(9 gr/dl), Leukosit (2700 /ul), Hematokrit (2enam %), IgM Salmonela (enam)
(Kesimpulan n Klien mengalami Typoid Fever kemudian dibawa ke Ruang anak
(Ruang Edelweis). Pada saat pengkajian Senin 6 April 2015 pukul 08.00 Klien
terpasang infus Asering 17 tpm, klien masih febris suhu 38 C, lidah kotor warna
putih, klien mengeluh nyeri, bertambah nyeri jika ditekan, nyeri dirasakan seperti
ditusuk-tusuk, pada daerah kuadran kiri bawah, Skala: empat, hilang timbul
4. Riwayat Kesehatan Lalu
a. Kehamilan (Prenatal)
Pemeriksaan kehamilan
Keluhan selama hamil

: Setiap bulan.
: Ibu klien mengatakan tidak ada keluhan-keluhan

yang berarti, hanya mual-mual dan tidak berselera makan pada usia3 bulan
kehamilan. Selama kehamilan ibu juga tidak pernah mengkonsumsi alkohol maupun
obat-obatan selain dari dokter.
b. Kelahiran
Tempat melahirkan
: Rumah Bersalin
Umur kehamilan saat melahirkan
: 38 Minggu
Lama dan jenis persalinan
: Spontan
Penolong persalinan
: Bidan
Komplikasi waktu lahir
: Tidak ada
c. Post Natal
Kondisi Bayi
: BBL = 3000 gr, langsung menangis kuat
Apakah anak mengalami penyakit
: Tidak Ada
Problem menyusui
: Tidak ada
d. Penyakit Sebelumnya, Operasi atau Cedera
1) Kecelakaan yang dialami: Klien belum pernah mengalami kecelakaan ataupun
cedera/ jatuh
2) An.A sebelumnya belum pernah

mondok di rumah sakit dan belum pernah

mengalami sakit typoid


e. Alergi
An.A tidak memiliki riwayat alergi obat dan makanan.
f. Imunisasi
2|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

No

Jenis Imunisasi

Keterangan

1.
2.
3.

BCG
Hepatitis B
Polio
DPT
Campak

Sudah di berikan
Sudah di berikan
Sudah di berikan
Sudah di berikan
Sudah di berikan

g. Pertumbuhan dan Perkembangan


1) Pertumbuhan Fisik
Berat Badan
: 30 kg
Tinggi Badan
: 120 cm
2) Perkembangan :
Menurut keluarga klien, anaknya setelah lahir pertumbuhan baik, aktif, sekarang
sudah sekolah SD dan mampu mengikuti tidak pernah ketinggalan kelas (tidak
naik Kelas)
h. Kebiasaan
1) Pola tingkah laku : klien merupakan anak aktif
2) Aktivitas hidup sehari-hari : klien sekolah dan bermain
3) Penggunaan obat terlarang, alkohol, kopi, rokok : ibu mengatakan ayah An. A
adalah perokok tapi tidak pernah mengkonsumsi obat terlarang
4) Watak, respon terhadap frustasi : klien mengatakan jika ada masalah sakit atau
yang lain klien menangis
5. Review Sistem
No Sistem
1
Umum
2
Kulit

Hasil
Keadaan umum lemah, febris S: 38 C, Kesadaran Composmentis
Kulit anak tidak ada kemerahan, tidak bengkak, kulit lembab dan

3
4

Kepala
Mata

berkeringat
Normal, tidak ada benjolan pada bagian kepala
Mata simetris kanan dan kiri, reflek cahaya baik, konjungtiva

5
6

Hidung
Telinga

tidak anemis, sklera tidak ikterik


Hidung simetris, tidak ada sekret, tidak cuping hidung.
Simetris kanan dan kiri, tidak ada serumen yang keluar. Klien

Mulut

tidak mengalami gangguan pendengaran


Warna merah muda , Bibir simetris dan tidak sumbing, tidak ada

Tenggorokan

stomatitis, lidah kotor warna putih


Tidak ada nyeri telan

7
8
3|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

9
10
11

Leher
Dada
Pernafasan

Tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid


Tidak adanya retraksi dinding dada, dada simetris kanan dan kiri
Suara nafas vesikuler, RR: 25 x/mnt, tidak ada suara nafas

12

Kardiovaskular

tambahan
HR = 150 x/menit, waktu pengisian kapiler 2 detik, BJ I&II

13
14

Gastrointestinal
Genitourinary

reguler
Klien BAB 1 kali sehari, konsistensi lunak, warna kuning
Klien tidak mengalami gangguan dalam BAK, selama di rumah

15
16

Gynekologi
Musculoskeletal

sakit BAK 3-5 kali sehari


Alat reproduksi lengkap
Klien tidak mengalami gangguan , Gerakan ekstermitas atas dan

Neurologi
Endokrin

bawah sebelah kanan dan kiri bergerak bebas.


Tidak ada riwayat kejang
Normal, tidak ada keringat berlebih

17
18

6. Riwayat Nutrisi
1) Pemberian ASI, lama pemberian :
Ibu mengatakan pemberian ASI esklusif pada klien diberikan saat lahir sampai usia 2
tahun.
2) Pemberian makanan sereal :
Ibu kilen juga mengatakan anaknya mulai diberikan makanan sereal ketika umur 6
bulan, nafsu makan baik.
3) Kebiasaan sarapan :
Ibu klien mengatakan klien biasa diberikan makan pada pagi, siang dan sore hari.
7. Riwayat Kesehatan Keluarga
Penyakit anggota keluarga : Ibu klien mengatakan tidak ada Alergi, Asma, TBC, Hipertensi,
Penyakit jantung , Stroke, dan DM
Genogram

4|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

An..
A

Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

: Hubungan perkawinan

: Klien

: Tinggal serumah

: Garis Keturunan

8. Riwayat Sosial
a. Struktur Keluarga
1) Komposisi Keluarga : keluarga merupakan keluarga inti, An.A merupakan anak
kedua dari 2 bersaudara
2) Lingkungan rumah dan komunitas : tinggal dalam satu rumah. Lingkungan rumah
bersih dan aman serta terdapat ventilasi yang cukup.
3) Pendidikan dan Pekerjaan : Ayah dan Ibu An.A memiliki pendidikan terakhir SMP
Ayah dan ibunya bekerja sebagai Swasta, Klien berusia 12th saat ini sekolah SD
klas 5
4) Tradisi budaya dan agama : Budaya yang dianut dalam keluarga adalah budaya
jawa, sedangkan agama yang dianut adalah agam islam.
b. Fungsi Keluarga
1) Interaksi dan peran keluarga : cukup harmonis, ayah dan ibu An.A peran keluarga:
ayah sebagai kepala keluarga dan mencari nafkah, sedangkan ibu sebagai Ibu
rumah tangga dan membantu mencari nafkah
2) Pembuat keputusan dan problem solving : Pembuat keputusan dan problem
solving dalam keluarga ini adalah ayah. keputusan selalu diputuskan dengan cara
musyawarah antara anggota keluarga
3) Komunikasi : Komunikasi antar keluarga baik
Keluarga klien mengatakan bahwa dalam keluarganya komunikasi dilakukan
dengan sangat baik, masing-masing anggota keluargannya saling menjalin
komunikasi yang baik.
9. Pemeriksaan Fisik
No.

Pemeriksaan Fisik

Keterangan

A.

Pertumbuhan
Panjang badan
Berat badan
Lingkar dada

120 cm
30 kg
-

5|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

Lingkar kepala
Lingkar lengan
Perkembangan
Personal social
Motorik halus
Bahasa
Motorik kasar
Tandavital
Suhu
Denyut nadi
Pernafasan
Tekanan darah
Penampilan Umum
Hygiene/Nutrisi

B.

C.

D.

Tingkah laku
Perkembangan
Kesadaran
E.
F.

G.

H.

I.

6|Profesi

N e r s

Kulit
Warna/Tekstur
Suhu/Turgor/Edema
Struktur Asesoris
Warna/kebersihan/
distribusi/tekstur/
kualitas rambut
Warna/tekstur/elastisitas/
Hygiene/kuku
Dermatoglipik
Kelenjar limfe
Submaksila
Cervikal
Aksila
Inguinal
Kepala
Bentuk/kesimetrisan
Posisi & kontrol kepala
ROM
Fontanel
Kulit kepala
Perkusi sinus frontal
Leher
Bentuk
Trakea/Tiroid
Arteri karotis
X I I

U M S

S t a s e

Baik

38 0C
90 x/menit
25 x/menit
110/70 mmhg
Klien makan 3 x sehari habis 1 porsi
dengan diit nasi, sayur&lauk. ?
Aktifitas gerak klien berkurang
Perkembangan klien baik
Kesadaran klien composmentis dengan
GCS (E4 M6 V5)
coklat
Febris 38 C/ tidak ada edema
Bersih, rambut rapi, tidak rontok
Bersih
Tidak ada infeksi
Tidak ada pembengkakan
Tidak ada pembengkakan
Tidak ada benjolan
Mesochepal / simetris
Tidak ada benjolan
Aktif
Penutupan fontanel sempurna
Bersih
Simetris
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Teraba

K e p e r a w a t a n

An a k

J.

K.

L.

Mata
Letak/kesimetrisan/jarak
kantus
Palpebra/lipatan epikantus
Letak/gerakan/warna/
Kelopak mata
Konjungtiva/sclera
Kornea/iris
Pupil
Telinga
Kebersihan/kotoran/bau
Letak pinna
Kanal
Pendengaran
Hidung
Letak & ukuran

M.

O.

P.

7|Profesi

N e r s

Anterior vestibula
Mulut
Warna/tekstur/lesi/bibir
Membrane mucosa/gusi

Dada
Ukuran/bentuk/kesimetrisan
/
Gerakan/perkembangan
Payudara
Garis imaginer
Ruang interkostal
Paru-paru
Jumlah/irama/kedalaman/
Kualitas/karakteristik
Vocal fremitus
Perkusi area paru
Auskultasi : Intensitas, pola,
kualitas, durasi suara nafas
Jantung
Inspeksi : ukuran dan
kesimetrisan dada, apical
impuls
Palpasi : apical impuls,
X I I

U M S

S t a s e

Ada lipatan epikantus


Gerakan kelopak mata sama
Anemis/ An Ikterik
Jernih
Isokor
Bersih / tidak ada kotoran
Simetris antara kanan dan kiri
Baik

Hidung simetris pada letaknya, tidak


terdapat polip

Gigi/lidah
N.

Simetris antara kanan dan kiri

Tidak ada lesi, bibir kering


Membrane mucosa kering, gusi tidak
berdarah
Gigi tumbuh lengkap, tidak ada caries
Lidah kotor, warna putih
Simetris

RR = 25 x/menit
Simetris antara kanan dan kiri
Sonor
Vesikuler tidak ada suara
tambahan
Ictus cordis tidak tampak
<2 detik

K e p e r a w a t a n

An a k

nafas

Q.

R.

S.

T.

U.

V.

8|Profesi

capillary refill pada dahi


atau ujung jari tangan/kaki
Auskultasi suara jantung :
kualitas.
Intensitas,
kecepatan & irama
Abdomen
Inspeksi : bentuk / ukuran /
tonus
Kondisi kulit / gerakan /
umbilicus
Hernia
Auskultasi bunyi peristaltik /
denyut aortic
Perkusi abdomen
Palpasi liver / limpa / nadi
femoralis
Reflek abdomen
Genitalia Pria
Inspeksi ukuran / penis /
gland penis / prepusium /
meatus uretra
Ukuran / lokai / kulit &
distribusi rambut skrotum
Testis
Genitalia Wanita
Inspeksi struktur genitalia
eksterna / meatus uretra /
orifisium vagina / kelenjar
skena & bartholin
Palpasi labia / kelenjar
skene & bartholin
Anus
Inspeksi kerapatan / kulit
anus / lipatan bokong
Reflek anus
Punggung
Inspeksi lengkungan &
kesimetrisan
tulang
belakang
Pergerakan tulang belakang

Bunyi jantung S1 dan S2 reguler, tidak


ada bunyi jantung tambahan
Bentuk datar, tidak terdapat lesi
Baik
Tidak ada
Peristaltik usus 10 x/menit
Tympani
Nyeri kuadran kiri bawah
Normal sudah di khitan
-

Bersih, tidak ada hemoroid, tidak ada


benjolan, tidak ada perdarahan
Baik
Simetris antara kanan dan kiri
Tidak ada masalah dengan tulang
belakang, tidak mengalami deformitas

Ekstremitas
Inspeksi kesimetrisan / Simetris antara kanan dan kiri /
ukuran / suhu / warna / pergerakannya aktif
ketegangan / pergerakan
ekstremitas atas
N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

Inspeksi kesimetrisan /
ukuran / suhu / warna /
ketegangan / pergerakan
ekstremitas bawah
Bentuk tulang : jarak lutut
dan malleoli saat anak
berdiri
Inspeksi posisi kaki
Inspeksi gaya berjalan
Reflek plantar
Tonus
otot,
kekuatan
lengan / tungkai / tangan /
kaki

Simetris antara kanan dan kiri /


pergerakkannya aktif
Jarak antara lutut dan malleoli simetris
antara kanan dan kiri
Simetris antara kanan dan kiri
Baik

10. Pemeriksaan Penunjang


a. Pemeriksaan Laboratorium ( 4 April 2015 )
Pemeriksaan
Hb
Leukosit
Hematokrit
Trombosit
Eritrosit
MCV
MCH
MCHC
RDW
MPV
EOSINOFIL
BASOFIL
NETROFIL
LIMFOSIT
MONOSIT
PT
APTT
GDS

Hasil
10
2700
28

Nilai Normal
9,4-13 g/dl
5,0-11 ribu/ul
28-42%
150-450 ribu/ul
3,10-4,30 juta/ul
80 96 gr/dl
28-33 gr/dl
33-36 gr/dl
11,6-14,6 %
7,2-11,1 fl
0,00-4,00 %
0,00-1,00 %
18,00-74,00 %
60,00-66,00 %
0,00-6,00 %
10,0-15,0
20,0-40,0
50-80

Interpretasi
low
High
low
High
low
Normal
High
High
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Low
High
High
High
High

b. Pemeriksaan Laboratorium ( 6 April 2015)


Pemeriksaan
Hb
Leukosit
Hematokrit
Trombosit
Eritrosit
MCV
9|Profesi

N e r s

X I I

U M S

Hasil

S t a s e

Nilai Normal
9,4-13 g/dl
5,0-11 ribu/ul
28-42%
150-450 ribu/ul
3,10-4,30 juta/ul
80 96 gr/dl
K e p e r a w a t a n

An a k

Interpretasi
Normal
Normal
Normal
High
Normal
Normal

MCH
MCHC
RDW
HDW
MPV
PDW
EOSINOFIL
BASOFIL
NETROFIL
LIMFOSIT
MONOSIT
AMC

28-33 gr/dl
33-36 gr/dl
11,6-14,6 %
2,2-3,2 g/dl
7,2-11,1 fl
25 65 %
0,00-4,00 %
0,00-1,00 %
18,00-74,00 %
60,00-66,00 %
0,00-6,00 %
-

Normal
High
Normal
Normal
Normal
Normal
High
Normal
Normal
Low
High
Normal

11. Terapi Farmakologi Tgl: 6 April 2015


a. Infus Asering 17 tpm
b. Injeksi :
Ceftriaxon 500mg/12 jam
Antrain 500 mg/8 jam
Ondancentron 3mg/ 8 jam
B. ANALISA DATA
N

DATA

ETIOLOGI

O
1

DS : klien mengatakan badan masih Proses penyakit

PROBLEM
Hypertermi

terasa panas
DO :

2.

S: 38 C
Badan terasa hangat
Lidah kotor, warna putih
IgM Salmonella (enam)

DS: Klien mengatakan perut nyeri

Agen injuri : Nyeri Akut

P: Nyeri bertambah saat ditekan, Q:

Biologis

seperti di tusuk, R: Perut kiri bawah, S:

(peradangan

Empat, T: Hilang timbul

usus halus)

DO:

10 | P r o f e s i

N e r s

Ekspresi menyeringis
TD: 110/70 mmhg, N: 90x/mnt,
X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

R: 25x/mnt

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hypertermi berhubungan dengan proses penyakit
2. Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri : Biologis (Peradangan Usus Halus)
D. INTERVENSI KEPERAWATAN
No.D
x
I

Tujuan/KH

Intervensi

Rasional

Setelah
dilakukan Observasi:
keperawatan selama 3x24
1. Observasi TTV.
jam di harapkan tidak
terjadi hipertermi dengan
KH
- Suhu tubuh normal 36,5
37 0C
Nursing
- Tubuh tidak terasa 2. Beri kompres
panas
pada ketiak.

1. Pada klien hipertermi


terjadi kenaikan TTV
terutama suhu, nadi,
pernapasan. Hal ini
disebabkan
karana
metabolisma
tubuh
meningkat.

hangat 2. Daerah dahi dan aksila


merupakan jaringan tipis
dan terdapat pembuluh
darah sehingga proses
vasodilatasi pembuluh
darah
lebih
cepat
sehinggga pergerakanpergerakan
molekul
Edukasi :
cepat sehinga evaporasi
meningkat dengan cepat.
3. Ajarkan keluarga dan
klien untuk
minum
3. Untuk mengganti cairan
sedikit-sedikit tapi sering
yang hilang dan untuk
mempertahankan cairan
4. Ajarkan keluarga untuk
di dalam tubuh
memberikan
pakaian
4. Pakaian yang tipis dapat
yang tipis yang dapat
membantu mempercepat
menyerap keringat
proses evaporasi
Kolaborasi :
5. memberian
antipiretik

II

Setelah
tindakan

11 | P r o f e s i

N e r s

X I I

dilakukan

Observasi:

keperawatan 1. Kaji
U M S

S t a s e

5. Membantu menurunkan
obat
panas

K e p e r a w a t a n

nyeri
An a k

1. Rasional
secara

menentukan

untuk

selama

diharapkan

24

jam
nyeri

berkurang

dengan

komprehensif.

intervensi selanjutnya
2. Rasional : merupakan

2. Observasi tanda vital.

peningkatan

Nursing

ketentuan:
1. Keluhan

nyeri 3. Berikan

posisi

yang

nyaman.

berkurang.
2. Skala nyeri sedang

teknik

relaksasi nafas dalam.

a. Klien rileks.

Kolaborasi :

12 | P r o f e s i

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

nyeri.
3. Rasional
nyaman

Edukasi :
4. Ajarkan

(6).

salah satu indikator

rileks
4. Rasional : memberi
kenyamanan
rileks.
5. Rasional

pengobatan

obat analgetik Antrain

manajemen

500 mg/ 8 jam.

akut

An a k

posisi

menambah

5. Kolaborasi pemberian

K e p e r a w a t a n

rasa

dan
indikasi
nyeri

13 | P r o f e s i

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

E. IMPEMENTASI KEPERAWATAN
No DX
2

Hari/tgl/jam Implementasi
Senin,
- Mengkaji
nyeri
komprehensif.
06-04-2015

Respon
secara S : Klien mengatakan perut nyeri
P: Nyeri bertambah saat ditekan
Q: seperti di tusuk,
R: Perut kiri bawah
S: Empat
T: Hilang timbul
O : kien sesekali memegangi perut bagian
bawahnya
Skala nyeri klien 4

08:35

09:05

09:15

1,2

10:10

10:20

10:25

N e r s

X I I

Mengobservasi tanda vital

25x/mnt
S: 38 C, badan terasa panas
S : klien dan keluarga mempersilahkan
O : tampak klien dikompres air hangat

1|Profesi

S : keluarga mempersilahkan
Memberikan obat analgetik Antrain O : obat masuk melalui IV, dan tidak
500 mg/ 8 jam.
menunjukkanadanya tanda tanda alergi
obat
S : klien dan keluarga mempersilahkan
:
terlihat
klien
dan
keluarga
Mengajarkan
teknik
relaksasi O
memperagakan
nafas dalam.
Relaksasi nafas dalam
S : klien dan keluarga mempersilahkan
O : TD: 110/70 mmhg, N: 90x/mnt, R:

U M S

Memberi

S t a s e

kompres

K e p e r a w a t a n

An a k

hangat

pada

TTD

S : keluarga mengatakan akan berusaha


memeberi klien minum agar panasnya
cepat turun
O : keluarga tampak antusias dan

ketiak.

Selasa,

Mengajarkan keluarga dan klien


untuk minum sedikit-sedikit tapi
sering

Mengkaji
nyeri
komprehensif.

07-04-2015
08:45

09:15

09:20

1,2

10:15

memerhatikan

secara S : Klien mengatakan masih merasanyeri


P: Nyeri bertambah saat ditekan
Q: seperti di tusuk,
R: Perut kiri bawah
S: Empat
T: Hilang timbul
O : kien sesekali memegangi perut bagian
bawahnya
Skala nyeri klien 4

S : keluarga mempersilahkan
Memberikan obat analgetik Antrain O : obat masuk melalui IV, dan tidak
500 mg/ 8 jam.
menunjukkanadanya tanda tanda alergi
obat

Memberikan posisi yang nyaman.

S : klien dan keluarga mempersilahkan


O : terlihat klien berbaring ditempat tidur
S : klien dan keluarga mempersilahkan

2|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

O : TD: 110/70 mmhg, N: 84x/mnt, R:


-

22x/mnt

Mengobservasi tanda vital.

10:20

S: 37,1 C
S : keluarga mengatakan akan berusaha
memeberi klien minum agar panasnya
cepat turun
O : keluarga tampak antusias dan

`1,2

Rabu,

Mengajarkan keluarga dan klien memerhatikan


untuk minum sedikit-sedikit tapi
sering

Mengobservasi tanda vital

S : klien dan keluarga mempersilahkan


O : TD: 110/70 mmhg, N: 88x/mnt, R:

08-04-2015
15:30

24x/mnt
Memberi kompres hangat pada
S: 37,4 C
ketiak.
Mengajurkan
keluarga
untuk
memberikan pakaian yang tipis S : klien dan keluarga mempersilahkan
yang dapat menyerap keringat
O : tampak klien dikompres air hangat

15:35

15:40

Memberikan obat analgetik Antrain


500 mg/ 8 jam.

Mengkaji
komprehensif

17:00

nyeri

S : keluarga mengatakan akan melakukan


anjuran yang telah diberikan
O : keluarga tampak antusias dan

secara memerhatikan
S : keluarga mempersilahkan

3|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

17:15

17:20

17:25

O : obat masuk melalui IV, dan tidak


menunjukkanadanya tanda tanda alergi
obat
Memberikan posisi yang nyaman.
S : Klien mengatakan nyeri tidak seperrti
kemarin
P: Nyeri bertambah saat ditekan
Mengajarkan
kembali
teknik
Q: seperti di tusuk,
relasasi nafas dalam
R: Perut kiri bawah
S: 3
T: Hilang timbul
O : kien sesekali memegangi perut bagian
bawahnya
Skala nyeri klien 3
S : klien dan keluarga mempersilahkan
O : terlihat klien duduk ditemat tidur
S : klien dan keluarga mempersilahkan
O : terlihat klien bisa memperagakan
Relaksasi nafas dalam

F. EVALUASI KEPERAWATAN
Hari/tgl/jam
Senin,
06-04-2015

No DX
1

14:00
4|Profesi

N e r s

Evaluasi
TTD
S : keluarga mengatakan akan berusaha memeberi klien minum agar panasnya
cepat turun
O : keluarga tampak antusias dan memerhatikan
TD: 110/70 mmhg, N: 90x/mnt, R: 25x/mntS: 37 C

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

Badan masih tersa panas


A : Masalah hypotermy belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
2

observasi tanda vital.

ajarkan keluarga dan klien untuk minum sedikit-sedikit tapi sering

Beri kompres hangat pada ketiak.

S : Klien mengatakan perut nyeri


P: Nyeri bertambah saat ditekan
Q: seperti di tusuk,
R: Perut kiri bawah
S: Empat
T: Hilang timbul
O : kien sesekali memegangi perut bagian
bawahnya
Skala nyeri klien 4
TD: 110/70 mmhg, N: 90x/mnt, R: 25x/mntS: 37 C
A : masalah Nyeri belum teratasi
P : lanjutkan Intervensi

Selasa,
5|Profesi

N e r s

kaji nyeri secara komprehensif

berikan obat analgetik Antrain 500 mg/ 8 jam.

berikan posisi yang nyaman.

observasi tanda vital.

S : keluarga mengatakan akan berusaha memeberi klien minum agar panasnya


X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

07-04-2015
14:00

cepat turun
O : keluarga tampak antusias dan memerhatikan

TD: 110/70 mmhg, N: 84x/mnt, R: 24x/mntS: 36,8 C


Badan masih tersa panas
A : Masalah hypotermy teratasi sebagian
P : Pertahankan Intervensi intervensi

observasi tanda vital.

ajarkan keluarga dan klien untuk minum sedikit-sedikit tapi sering

Beri kompres hangat pada ketiak.

S : Klien mengatakan perut masih nyeri


P: Nyeri bertambah saat ditekan
Q: seperti di tusuk,
R: Perut kiri bawah
S: Empat
T: Hilang timbul
O : kien sesekali memegangi perut bagian
bawahnya
Skala nyeri klien 4
TD: 110/70 mmhg, N: 84x/mnt, R: 24x/mntS: 36,8 C
A : masalah Nyeri belum teratasi
P : pertahankan intervensi Intervensi
-

6|Profesi

N e r s

X I I

U M S

kaji nyeri secara komprehensif

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

Rabu,

berikan obat analgetik Antrain 500 mg/ 8 jam.

berikan posisi yang nyaman dan ajarkan krmbali relasasi nafas dalam

observasi tanda vital.

S : keluarga mengatakan akan berusaha memeberi klien minum agar panasnya


cepat turun
O : keluarga tampak antusias dan memerhatikan

08-04-2015
19:40

TD: 110/70 mmhg, N: 88x/mnt, R: 24x/mntS: 36,9 C


Badan tersa panas
A : Masalah hypotermy teratasi sebagian
P : Pertahankan Intervensi intervensi

observasi tanda vital.

ajarkan keluarga dan klien untuk minum sedikit-sedikit tapi sering

Beri kompres hangat pada ketiak.

S : Klien mengatakan nyeri diperut sudah tidak seperti kemarin


P: Nyeri bertambah saat ditekan
Q: seperti di tusuk,
R: Perut kiri bawah
S: 3
T: Hilang timbul
O : kien sesekali memegangi perut bagian
bawahnya
7|Profesi

N e r s

X I I

U M S

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k

Skala nyeri klien 3


TD: 110/70 mmhg, N: 88x/mnt, R: 24x/mntS: 36,9 C
A : masalah Nyeri belum teratasi
P : pertahankan intervensi Intervensi

8|Profesi

N e r s

X I I

U M S

kaji nyeri secara komprehensif

berikan obat analgetik Antrain 500 mg/ 8 jam.

berikan posisi yang nyaman dan ajarkan kembali relasasi nafas dalam

observasi tanda vital.

S t a s e

K e p e r a w a t a n

An a k