Anda di halaman 1dari 26

Menarche Saat Pubertas

Krissi Stiffensa Saparang


102010125
F1
___________________________________________________________________________
Pendahuluan
Pubertas merupakan suatu tahapan proses tumbuh kembang berkelanjutan yang sudah
dimulai sejak dalam kandungan dan berakhir pada usia reproduktif. Lalu, pada masa kanakkanak, proses in terhenti hingga terjadi aktivasi yang memicu perkembangan pubertas.
Pubertas dimulai dengan peningkatan sekresi gonadotropin-releasing hormon (GnRH) dari
hipotalamus, yang akan meningkatkan sekresi gonadotropin oleh hipofise, sehingga terjadi
peningkatan produksi dari hormone seksual. Pada proses ini, terjadi perkembangan
karakteristik hormon sekunder yang sejalan dengan pertumbuhan, perubahan komposisi
tubuh dan maturasi psikososial.1
Tumbuh Kembang serta menambah pengetahuan mengenai proses terjadinya pubertas
(fisiologi pubertas) serta kelainan yang dapat timbul selama proses tersebut berlangsung. Tak
terlepas dari penambahan pengetahuan, dengan membuat makalah ini kita akan dapat belajar
mengenai banyak istilah-istilah kedokteran yang baru serta pengetahuan umum mengenai
fisiologi maupun patologi manusia.

Krissi Stiffensa Saparang,102010125/B6,Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana,


Jalan Arjuna Utara No. 6 - Jakarta Barat 11470
Email: kriez.scotlens@yahoo.com

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Pubertas
Pubertas adalah tahapan maturasi fisik di mana individu menjadi mampu secara
fisiologis untuk reproduksi. Perubahan yang terjadi selama pubertas dipengaruhi oleh faktor
neurohormonal yang memodulasi pertumbuhan somatis dan pembentukan organ seksual.
Semua mekanisme yang terjadi selama pubertas merupakan hasil dari aktivasi jalur
hipotalamus-hipofisis-gonad. Aktivasi sumbu ini bertanggung jawab terhadap perubahanperubahan biologis, morfologis, dan psikologis selama pubertas.2
Antara masa anak awal dan usia sekitar 8-9 tahun (fase prabubertas), aksis hipotalamuspituitaria-gonad adalah tidak aktif, seperti direfleksikan oleh kadar hormon luteinisasi (LH)
serum yang tidak terdeteksi, dan hormon seks. Pada fase ini, aktivitas hipotalamus dan
kelenjar pituitaria diduga tertekan oleh jalur pengendalian saraf dan oleh umpan balik negatif
yang diberikan pada anak kecil oleh sejumlah kecil steroid gonad dalam sirkulasi. Bukti
adanya interaksi hipatalamus-pituitaria-gonad selama masa prapubertas terletak pada
kenyataan bahwa kadar hormon perangsang-folikel (FSH) serum dapat dideteksi pada
kebanyakan anak dan dapat meningkat (dengan kadar LH serum) pada anak dengan sindrom
Turner dan anorkhia.
Satu sampai tiga tahun sebelum mulainya pubertas menjadi nyata secara klinis, kadar
LH serum rendah selama tidur menjadi dapat diperagakan (yaitu, masa peripubertas). Sekresi
LH selama tidur ini terjadi dengan cara berdenyut dan mungkin mencerminkan penularan
episodik endogen hormon pelepas-gonadotropin hipotalamus (GnRH). Denyut LH nokturna
amplitudonya terus meningkat dan, pada sebagian kecil, frekuensinya juga ketika mendekati
pubertas klinis. Denyut sekresi gonadotropin ini menyebabkan pembesaran dan maturasi
gonad dan sekresi hormon seks. Munculnya ciri-ciri kelamin sekunder pada anak pubertas
merupakan kulminasi interaksi yang aktif dan mapan yang terjadi pada hipotalamus, kelenjar
pituitaria dan gonad pada masa peripubertas menjelang mid-pubertas denyut LH menjadi
jelas kelihatan bahkan pada siang hari dan terjadi pada interval sekitar 90-120 menit.
Kejadian kritis kedua terjadi pada pertengahan dan akhir masa remaja pada wanita, padanya
terjadi siklisitas dan ovulasi. Mekanisme umpan balik positif berkembang ke arah
meningkatnya kadar estrogen pada pertengahan siklus yang menyebabkan kenaikan LH yang
jelas.

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Faktor-faktor yang mengaktifkan atau mengendalikan secara normal neuron


hipotalamik yang menimbulkan sekresi GnRH (yaitu, unit neuro sekretorik yang dikenal
sebagai generator denyut GnRH) belum diketahui. Adalah jelas bahwa GnRH merupakan
hormon utama, jika bukan satu-satunya, yang menyebabkan mulainya dan perkembangan
pubertas, karena perkembangan pubertas dapat ditimbulkan kembali pada binatang dan
manusia yang imatur secara seksual atau defisien gonadotropin dengan pemberian GnRH
secara teratur.
Interpretasi perubahan hormonal masa pubertas adalah kompleks karna beberapa faktor.
Pertama, gonadotropin kelenjar pituitaria adalah heterogen dan bersirkulasi pada bentuk
yang sama, dengan berbagai waktu paru, immunoreaktivitas, dan bioaktivitas. Bentuk LH
yang sama yang lebih-bioaktif dapat meningkat selama pubertas. Kedua, immunoreaktivitas
LH bervariasi pada berbagai immunoassay, dan hasil pengukuran LH sangat bervariasi pada
berbagai laboratorium. Ketiga, sekresi pulsatil gonadotropin dan sinergisme FSH dan LH
dalam meningkatkan materasi gonad menjadikan interpretasi kadar serum gonadotropin
tunggal sulit. Pengukuran gonadotropin yang diperoleh secara seri (setiap 10-20menit selama
12-24jam) sample serum atau koleksi urine sewaktu adalah lebih berarti. Keempat, perbedaan
jenis kelamin penting muncul pada maturasi kelenjar pituitaria dan hipotalamus, dan kadar
LH serum meningkat lebih awal pada perjalanan proses pubertas pada anak laki-laki daripada
anak perempuan.
Usia mulainya pubertas bervariasi dan lebih erat terkorealsi dengan maturasi tulang
daripada dengan usia kronologis. Pada anak perempuan, kuncup payudara biasanya
menandakan pertama pubertas (10-11 tahun), diikuti dengan munculnya rambut pubis 6-12
bulan kemudian. Interval terhadap menarche biasanya 2-2,5 tahun tetapi dapat selama 6
tahun. Di Amerika Serikat, paling tidak ada 1 tanda pubertas pada hampir 95% anak
perempuan berusia 12 tahun dan pada 99% anak perempuan pada usia 13 tahun. Ketinggian
kecepatan puncak terjadi awal (pada payudara stadium II-III, khas anatara umur 11 dan 12
tahun) pada anak perempuan dan selalu mendahului menarche. Usa rata-rata menarche sekitar
12,75 tahun. Namun, ada variasi yang besar pada urutan perubahan yang melibatkan
kecepatan pertumbuhan, kuncup payudara, rambut pubis, dan maturasi genitalia interna dan
eksterna.2-3

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Faktor-faktor lingkungan dan genetik mempengaruhi mulainya pubertas. Penurunan


pada usia menarche pada abad yang lalu mungkin mencerminkan nutrisi yang lebih baik dan
membaiknya kesehatan umum.
Androgen korteks adrenal juga memainkan peran pada maturasi pubertas. Kadar
dehidroepiandrosteron (DHEA) serum dan sulfatnya (DHEAS) mulai meningkat sekitar usia
6-8 tahun, sebelum meningkatnya LH atau hormon kelamin dan sebelum perubahan fisik
pubertas pada awal nampak proses ini disebut adrenarche. Meskipun adrenarche secara khas
mendahului mulainya aktivitas gonad (yaitu, gonadarche) beberapa tahun, due proses ini
agaknya tidak terkait secara sebab akibat, karena adrenarche dan gonadarche tidak terkait
pada keadaan-keadaan seperti pubertas prekoks sentral dan kegagalan adrenokorteks.2
Pubertas Pada Anak Perempuan
Pada anak perempuan, pubertas diawali dengan munculnya karakter seks sekunder pada
usia sekitar 10,5 tahun. Terkadang pubertas bisa muncul lebih awal dan bisa juga lebih cepat.
Pubertas dikatakan prekoks (prematur) apabila tanda-tanda seks sekunder muncul pertama
kali sebelum usia 8 tahun dan dikatakan terlambat jika muncul pada saat menginjak usia lebih
dari 13 tahun.
Perkembangan karakter seks sekunder pada anak perempuan meliputi pembesaran
ovarium, uterus, vagina, labia, payudara, serta tumbuhnya rambut pubis dan aksila. Di antara
semuanya, yang pertama kali muncul adalah pembesaran payudara (telarche) dan diikuti
tumbuhnya rambut pubis-aksila 6 bulan setelahnya. Sedangkan uterus mencapai ukuran
sesuai T4 menurut Tanner (hampir matur) ketika menstruasi pertama kali (menarche).
Beberapa hal penting lain yang terjadi selama pubertas wanita antara lain adanya pacu
tumbuh adolesen (suatu percepatan pertumbuhan tinggi badan) dan munculnya jerawat (acne
vulgaris) pada usia sekitar 11-14,5 tahun. Menarche sendiri muncul antara usia 12,5-13 tahun.
Pada pubertas prekoks, menarche terjadi pada usia 10 tahun sedangkan pada pubertas
terlambat menarche baru muncul hingga usia 15 tahun. Siklus ovulasi pada wanita terjadi
sekitar 9-10 bulan setelah menarche.2-5
Pubertas dapat dikatakan telah lengkap dalam 3-4 tahun setelah onset pertama, dan
pertumbuhan somatik (tinggi badan) masih bisa berlangsung 2 tahun setelahnya (jadi kirakira 5-6 tahun setelah onset pertama pubertas).

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Beberapa istilah yang sering digunakan dalam tanda-tanda seks sekunder pada wanita
antara lain :

Telarche, yaitu pembesaran payudara

Pubarche, yaitu tumbuhnya rambut pubis

Menarche, yaitu menstruasi yang pertama kali terjadi

Adrenarche, yaitu tumbuhnya rambut aksila sebagai akibat peningkatan androgen


dari adrenal.

Pengaruh hormonal
Perubahan yang terjadi selama pubertas, baik pemunculan karakter seks primer
maupun sekunder, semuanya diregulasi neurohormon. Ada banyak hormon yang mengatur
hal tersebut, dan cara kerjanya saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Secara garis
besar terdapat tiga hirarki hormonal yang berperan saat pubertas pada wanita yaitu (1)
Gonadotopin-releasing hormone (GnRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus, (2) Folliclestimulating hormone (FSH) dan Luteinizing hormone (LH) yang dihasilkan oleh hipofisis
anterior sebagai respons atas GnRH, dan (3) Estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh
ovarium sebagai respons atas FSH dan LH.2-3
1.

Gonadotopin-releasing hormone (GnRH) adalah hormon peptida yang


dihasilkan oleh hipotalamus, yang menstimulasi sel-sel gonadotrop pada
hipofisis anterior.

2.

Gonadotopin pada wanita meliputi Follicle-stimulating hormone (FSH) dan


Luteinizing hormone (LH). Baik FSH dan LH disekresikan oleh kelenjar
hipofisis anterior pada usia antara 9-12 tahun. Efek dari sekresi hormon
tersebut adalah siklus menstruasi yang terjadi pada usia sekitar 11-15 tahun.4

3.

Estrogen dan progestin. Estrogen pada wanita yang sedang tidak hamil,
estrogen diproduksi di ovarium dan korteks adrenal, sedangkan pada wanita
hamil estrogen juga diproduksi di plasenta. Efek dari estrogen adalah
menstimulasi proliferasi seluler dan pertumbuhan organ seks dan jaringan
lainnya terkait reproduksi.

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Berikut adalah efek estrogen secara spesifik:4

Peningkatan kadar hormon ini, bersamaan dengan penimbunan lemak, menyebabkan


perubahan-perubahan spesifik yaitu pembesaran ovarium, tuba fallopi, uterus dan vagina.
Estrogen juga mengubah epitel vagina dari epitel kuboid menjadi epitel bertingkat yang
lebih resisten terhadap trauma dan infeksi.

Payudara Estrogen menyebabkan perkembangan jaringan stromal pada kelenjar


payudara, pertumbuhan sistem duktus, serta deposisi lemak. Lobulus-lobulus dan alveoli
berkembang menjadi lebih luas.

Sistem rangka Estrogen menghambat aktivitas osteoklas sehingga mengurangi


penyerapan osteosit dan meningkatkan pertumbuhan tulang. Estrogen juga menyebabkan
penyatuan epifisis pada tulang-tulang panjang.

Deposisi protein Estrogen menyebabkan peningkatan protein total tubuh, hal ini
dibuktikan oleh keseimbangan nitrogen yang lebih positif setelah pemberian estrogen.

Metabolisme tubuh dan deposisi lemak Estrogen meningkatkan laju metabolik


tubuh dan meningkatkan jumlah lemak subkutan dan mendeposisinya pada daerahdaerah tertentu seperti payudara, bokong, dan paha sehingga memunculkan gambaran
melekuk wanita yang khas.

Distribusi rambut Estrogen tidak memiliki efek besar terhadap pendistribusian


rambut. Adapun tumbuhnya rambut di daerah pubis dan aksila merupakan peran dari
androgen adrenal.

Kulit Estrogen menyebabkan kulit wanita memiliki tekstur yang lembut dan halus
namun lebih tebal jika dibandingkan dengan kulit anak-anak.

Kesetimbangan elektrolit Estrogen menyebabkan retensi air dan sodium oleh


tubulus-tubulus ginjal.

Progestin terpenting adalah progesteron. Pada wanita yang sedang tidak hamil, progesteron
diproduksi oleh korpus luteum pada paruh terakhir siklus ovarium. Fungsi progesteron
berdasarkan organ yang dipengaruhinya adalah:3,5

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Uterus Fungsi terpenting progesteron adalah meningkatkan perubahan sekretorik pada


endometrium uterin selama paruh akhir siklus seksual sehingga mempersiapkan uterus
untuk implantasi ovum. Selain itu progesteron juga mengurangi frekuensi dan intensitas
kontraksi uterine, sehingga dengan demikian mengurangi risiko terjadinya peluruhan
ovum yang telah diimplantasi.

Tuba fallopi Progesteron meningkatkan sekresi lapisan mukosa yang ada pada tuba
fallopi. Sekresi ini diperlukan untuk nutrisi ovum yang telah difertilisasi sebelum
mengalami implantasi.

Kelenjar payudara Progesteron memicu perkembangan lobulus dan alveoli pada


payudara, menyebabkan sel-sel alveolar berproliferasi, membesar, dan menjadi
sekretorik. Namun progesteron tidak berperan dalam sekresi ASI.

Hormon lain
Selain dari hormon yang sudah disebutkan di atas, terdapat hormon lain yang juga
berperan dalam pubertas. Namun tidak seperti hormon di atas, hormon lain ini kurang/tidak
mempengaruhi perkembangan seks primer dan hanya mempengaruhi perkembangan karakter
seks sekunder.4

Prolaktin merupakan hormon yang disekresikan oleh hipofisis anterior. Fungsi dari
prolaktin adalah menstimulasi ekskresi air susu.

Steroid adrenal dihasilkan di korteks adrenal. Ada tiga hormon steroid adrenal, yaitu
mineralkortikoid, terutama aldoseteron, untuk kesetimbangan mineral, glukokortikoid,
terutama kortisol, untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, serta hormon seks
yang identik dengan yang dihasilkan oleh gonad (ovarium pada wanita).

Growth hormone (GH) GH selain berfungsi sebagai hormon pertumbuhan, juga


memiliki efek pada pubertas. GH menstimulasi diferensiasi sel granulosa yang diinduksi
oleh FSH, meningkatkan level IGF-1 di ovarium dan meningkatkan respons ovarium
terhadap gonadotropin.

Insulin-like growth factor-1 (IGF-1) IGF-1 meningkatkan efek gonadotropin pada sel
granulosa dan bekerja secara sinergis dengan GH untuk maturasi ovarium postmenarche.

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Insulin Pada waktu pubertas terjadi lonjakan kadar insulin plasma. Diketahui insulin
memiliki korelasi positif kuat dengan IGF-1.

Pubertas Pada Pria


Usia di mana tercapai awal pubertas bervariasi dan dipengaruhi oleh banyak hal, seperti
tingkat aktivitas, status gizi, genetik, dan sebagainya. Obesitas dapat mempercepat pubertas,
sedangkan penyakit kronis dan malnutrisi dapat memperlambat pubertas.

Normalnya

pubertas pada anak laki-laki dimulai usia antara 9 hingga 14 tahun. Distribusi rambut
kemaluan dijadikan tahapan pada pubertas, bersama dengan ukuran dan volume testis anak
laki-laki.
Dua proses yang berkontribusi pada manifestasi fisik dari pubertas: adrenarke dan
gonadarche. Adrenarke biasanya terjadi antara 6 dan 8 tahun dengan meningkatnya sekresi
androgen adrenal; peran biologis pastinya tidak dipahami dengan baik. Hal ini disertai
dengan perubahan dalam unit, pilosebaseous, percepatan pertumbuhan transien dan
penampilan rambut aksila dan pubis di beberapa anak, tetapi tidak ada perkembangan sexual.
Gonadarche dirangsang oleh hipotalamus makroneuron yang mengeluarkan gonadotropinreleasing hormon (GnRH) yang mengatur pelepasan follicle-stimulating hormon (FSH) dan
luteinizing hormon (LH) oleh pituitari anterior. Pada anak laki-laki, LH merangsang produksi
testosteron oleh sel Leydig dan, setelah spermarche, FSH membantu pematangan
spermatozoa.3
Dengan ditemukannya gonadotropin, pematangan kelenjar hipofisis anterior kemudian
diperkirakan turut memegang peranan dalam mula timbul pubertas. Selama masa kanakkanak hipotalamus tidak menyekresikan jumlah GnRH yang cukup, karena selama masa
kanak-kanak, sekresi hormon steroid hormon yang paling sedikit sudah mempunyai efek
penghambat yang kuat terhadap sekresi GnRH oleh hipotalamus.
Pada awalnya, anak laki-laki mengalami pembesaran testis dikarnakan pembesaran dari
sel Sertoli. diikuti oleh munculnya rambut kemaluan, pembesaran penis dan spermarche yang
diatur oleh sekresi androgen. Pada laki-laki pubertas diawali bertambahnya ukuran testis
menjadi 2,5 cm atau volume melebihi 3ml, diiringi dengan pertumbuhan rambut pubis dan
aksila. Adanya sperma dalam urin pagi terjadi rerata pada usia 13,4 tahun. Pada laki-laki
masa otot dan tulang meningkat 1,5 kali lebih banyak dibanding perempuan.

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Testis melaksanakan dua fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan mengeluarkan


testosteron. Sekitar 80% massa testis terdiri dari tubulus seminiferosa yang berkelak-kelok,
yang di dalamnya berlangsung spermatogenesis. Sel-sel endokrin yang mengeluarkan
testosteron terletak di jaringan ikat atau jaringan interstisium antara tubulus-tubulus
seminiferosa. Dengan demikian bagian testis yang menghasilkan sperma dan mengeluarkan
testosteron secara struktural dan fungsional berbeda.
Testosteron adalah suatu hormon steroid yang berasal dari molekul prekursor
kolesterol, seperti halnya hormon-hormon seks wanita, estrogen dan progesteron. Sel Leydig
mengandung enzim-enzim dengan konsentrasi tinggi yang diperlukan untuk mengarahkan
kolesterol mengikuti jalur yang menghasilkan testosteron. Setelah dihasilkan, sebagian
testosteron disekresikan ke dalam darah untuk diangkut, terutama dengan terikat ke protein
plasma, ke jaringan sasaran. Sebagian testosteron yang baru diproduksi mengalir ke lumen
tubulus seminiferosa, tempat hormon ini memainkan peranan penting dalam spermatogenesis.
Sebagian besar tetapi tidak semua kerja testosteron akhirnya ditujukan untuk
memastikan penyaluran sperma pada wanita.5
Efek testosteron dibagi menjadi lima kelompok:
(1) efek reproduksi pada sistem reproduksi sebelum lahir
(2) efek pada jaringan spesifik-seks setelah lahir
(3) efek lain yang terkait dengan reproduksi
(4) efek pada karakteristik seks sekunder
(5) efek yang tidak berkaitan dengan reproduksi.
Testis dikontrol oleh 2 hormon gonadotropik yang disekresikan oleh hipofisis anterior,
luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) yang diberi nama sesuai
dengan fungsi mereka pada wanita. Kedua hormon ini bekerja pada komponen-komponen
testis yang berbeda. LH bekerja pada sel Leydig untuk mengatur sekresi testosteron, sehingga
pada pria hormon ini juga memiliki nama interstitial-cell-stimulating hormone (ICSH). FSH
bekerja pada tubulus seminiferosa, terutama di sel sertoli, untuk meningkatkan
spermatogenesis. Sebaliknya, sekresi LH dan FSH dari hipofisis anterior dirangsang oleh
sebuah hormon hipotalamus, gonadotropin-releasing hormone (GnRH). 4,5
PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

Setiap 2-3 jam sekali, GnRH dikeluarkan dari hipotalamus dalam letupan-letupan
sekretorik, tanpa terjadi sekresi di antara letupan-letupan tersebut. Karena GnRH merangsang
sel-sel sekretorik hormon gonadotropik di hipofisis anterior, pola sekresi hipotalamaus yang
pulsatif ini menyebabkan sekresi LH dan FSH juga berlangsung secara periodik.
Walaupun GnRH merangsang sekresi LH dan FSH, konsentrasi kedua hormon
gonadotropik tersebut dalam darah tidak selalu sejajar satu sama lain karena 2 alasan.
Pertama, dianatara letupan-letupan sekretoriknya LH dibersihkan dari darah lebih cepat
dibandingkan dengan FSH yang dimetabolisasi lebih lambat, sehingga variasi pulsasi kadar
LH dalam darah jauh lebih mencolok dibandingkan variasi kadar FSH. Kedua, dua faktor
regulatorik selain GnRH secara berbeda mempengaruhi kecepatan sekresi LH dan FSH.
Tertosteron, produk stimulasi LH pada sel leydig, bekerja secara umpan balik negatif untuk
menghambat sekresi LH melalui 2 cara. Efek umpan balik negatif testosteron yang
predominan adalah menurunkan episode-episode pengeluaran GnRH dengan bekerja pada
hipotalamus, sehingga secara tidak langsung menurunkan pengeluaran LH dan FSH dari
hipofisis anterior. Kedua, testosteron bekerja secara langsung pada hipofisis anterior untuk
mengurangi kepekaan sel-sel sekretorik LH terhadap GnRH. Efek yang terkahir menjelaskan
mengapa testosteron menimbulkan pengaruh negatif yang lebih besar pada sekresi LH
dibandingkan dengan sekresi FSH. 2,5
Hormon
Pada laki-laki; LH disebut juga ICSH (Intertitial Cell Stimulating Hormone)
merangsang sel-sel Leydig di dalam testis untuk mensekresikan hormon androgen
(testosteron).

Sedangkan

FSH

mempengaruhi

tubula

seminiferus

untuk

memacu

spermatogenesis (pembentukan sperma )2


Fungsi Hormon Testosteron
1.

Memacu pertumbuhan penis dan testis/karakteristik seks primer pria.

2.

Bersama androgen yang dihasilkan oleh anak ginjal, memacu pertumbuhan


karakteristik seks sekunder laki-laki (pertumbuhan rambut di sekitar kemaluan,
ketiak, kumis, jambang, perubahan suara menjadi lebih besar, bahu dan dada
bertambah bidang, kulit kasar dan tampak berotot, pertumbuhan jakun).

3.

Memacu spermatogenesis.
PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

10

4.

Mempengaruhi perilaku seksual laki-laki.

5.

Memberikan umpan balik negatif terhadap GnRH dan gonadotropin, sehingga


kadar hormon-hormon tersebut konstan.
Tanda-tanda pubertas pada laki-laki :
1. Mulai tertarik pada lawan jenis
2. Testis dan penis tumbuh membesar, bila terangsang penis dapat membesar
(ereksi) dan dapat mengeluarkan sperma (ejakulasi).
3. Mengalami mimpi basah.
4. Tumbuh rambut di bagian tertentu, kumis, jambang, jakun membesar dan
terjadi perubahan suara
5. Bahu dan dada lebih bidang
6. Kulit kasar dan berotot
7. Keringat berbau.
8. Pertambahan berat dan tinggi badan.

Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung
telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus
folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi
(pertumbuhan) dan masa sekresi.2
Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim
terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot
rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim). Endometrium
adalah lapisan yang berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut
desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai
desidua basalis.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

11

1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan


hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH.
2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk
merangsang hipofisis mengeluarkan LH.
3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan
prolaktin.
Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang
perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). Pada umumnya hanya 1
folikel yang terangsang namun perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut
berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen. Estrogen ini menekan produksi
FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Produksi hormon LH
maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke
hipofisis. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap
hipotalamus. Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan
pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Estrogen mempengaruhi
pertumbuhan dari endometrium. Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang
sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi
korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu
hormon gonadotropik). Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum
berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Penurunan
kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium.
Proses ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi,
maka korpus luteum tersebut dipertahankan.2,4-5
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium

(selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium


berada dalam kadar paling rendah.
2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi

berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua


fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini
endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan
sel telur dari indung telur (disebut ovulasi).
PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

12

3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon

progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk


membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim).

Siklus ovarium :
1. Fase folikular. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang

berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses
ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase folikular pada
manusia berkisar 10-14 hari, dan variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus
menstruasi keseluruhan.
2. Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka

waktu rata-rata 14 hari.


Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus ovarium serta uterus di dalam siklus
menstruasi normal:
1. Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin (FSH, LH) berada

pada level yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus
sebelumnya.
2. Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari

korpus luteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Hal ini
merupakan pemicu untuk pertumbuhan lapisan endometrium.
3. Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH

hipofisis. Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level


estradiol, tetapi pada akhir dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis
(respon bifasik).
4. Pada akhir fase folikular, hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH

yang terdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon LH, keluarlah
hormon progesteron.
5. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang menyebabkan

terjadinya ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Ovulasi adalah penanda fase
transisi dari fase proliferasi ke sekresi, dari folikular ke luteal.
6. Kedar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase
pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum.
PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

13

7. Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah

terjadi ovulasi.
Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum
dan kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya.4
Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Remaja putri kadang mengalami menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi yang tidak
teratur ini dapat disebabkan oleh perubahan kadar hormon akibat stres atau sedang dalam
keadaan emosi. Di samping itu, perubahan drastis dalam porsi olahraga atau perubahan berat
badan yang drastis juga dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur.
Banyak penyebab kenapa siklus haid menjadi panjang atau sebaliknya, pendek. Namun,
penanganan kasus dengan siklus haid yang tidak normal, tak berdasarkan kepada panjang
atau pendeknya sebuah siklus haid, melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai.
Penanganan dilakukan oleh dokter berdasarkan penyebabnya.
Fungsi Hormon Terganggu
Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa.
Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila
sistem pengaturan ini terganggu, otomatis siklus haid pun akan terganggu.
Kelainan Sistemik
Ada wanita yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa memengaruhi siklus
haidnya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja dengan baik. Wanita yang
menderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi sistem metabolismenya sehingga siklus
haidnya pun tidak teratur. 6
Stres
Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh.
Bisa saja karena stres, si ibu jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan,
sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut
terganggu.
Kelenjar Gondok

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

14

Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi penyebab tak teraturnya siklus
haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid)
maupun terlalu rendah (hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.

Hormon Prolaktin Berlebihan


Pada ibu menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin ini sering
kali membuat ibu tak kunjung haid karena memang hormon ini menekan tingkat kesuburan
ibu. Pada kasus ini tak masalah, justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada ibu
guna memelihara organ reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon
prolaktin juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis yang terletak
di dalam kepala.
Menarche
Menarche adalah menstruasi pertama terjadi pada remaja perempuan yang beranjak dewasa.
Rentang normal usia menarche adalah 10-16 tahun. Menstruasi pertama dapat terjadi lambat
akibat aktivitas fisik dan dan olahraga intensif. Selain itu, berat badan seorang remaja putri
perlu mencapai kisaran tertentu sehingga menarche terjadi. Indeks massa tubuh (IMT) normal
adalah 20-25. Amenore sering terjadi jika IMT kurang dari atau sama dengan 19.2
Pubertas Prekoks
Terjadinya perkembangan seksual sekunder sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan
dan 9 tahun pada anak laki-laki adalah lebih dari 2,5 SD di bawah usia rata-rata awitan
pubertas dan merupakan suatu perkembangan seksual prekoks. Jika penyebab adalah aktivasi
prematur dari sumbu hipotalamus hipofisis, maka diagnosis adalah pubertas prekoks
lengkap., jika sekresi gonadotropin ektopik terjadi pada anak laki-laki ataupun sekresi steroid
seks otonom terjadi pada kedua jenis kelamin, maka diagnosis adalah pubertas prekoks tak
lengkap. Pada semua bentuk pubertas prekoks terjadi peningkatan kecepatan pertumbuhan,
perkembangan somatik, dan maturasi kerangka. Jika luput dari pengamatan, maka
perkembangan cepat epifisis dapat menyebabkan tubuh yang tinggi pada fase-fase awal
kondisi ini, tetapi tinggi badan akhir yang rendah akibat fusi epifisis dini. Kadar IGF-1
(insulin-like growth factor-1) plasma dapat lebih tinggi untuk usianya tetapi lebih sesuai
dengan stadium pubertas pada kasus-kasus yang tidak ditangani. 1,7
PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

15

Pemeriksaan fisik
Fisik antropometri
Pengertian istilah nutritional anthropometry mula-mula muncul dalam Body
measurements and Human Nutrition yang ditulis oleh Brozek pada tahun 1966 yang telah
didefinisikan oleh Jelliffe (1966) sebagai :
Pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran tubuh manusia pada tingkat
usia dan derajad nutrisi yang berbeda.
Pengukuran antropometri ada 2 tipe yaitu pertumbuhan, dan ukuran komposisi tubuh
yang dibagi menjadi pengukuran lemak tubuh dan massa tubuh yang bebas lemak. Penilaian
pertumbuhan merupakan komponen esensial dalam surveilan kesehatan anak karena hampir
setiap masalah yang berkaitan dengan fisiologi, interpersonal, dan domain sosial dapat
memberikan efek yang buruk pada pertumbuhan anak. Alat yang sangat penting untuk
penilaian pertumbuhan adalah kurva pertumbuhan (growth chart) pada gambar terlampir,
dilengkapi dengan alat timbangan yang akurat, papan pengukur, stadiometer dan pita
pengukur.3
Langkah-langkah Manajemen Tumbuh Kembang Anak4
Pengukuran antropometri : berat, tinggi, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar lengan, tebal
kulit.
Penggunaan kurva pertumbuhan anak (KMS,NCHS)
Penilaian dan analisa status gizi & pertumbuhan anak
Penilaian perkembangan anak, dan maturasi
Perlu ditekankan bahwa pengukuran antropometri hanyalah satu dari sejumlah teknik-teknik
yang dapat untuk menilai status gizi.
Pengukuran dengan cara-cara yang baku dilakukan beberapa kali secara berkala pada berat
dan tinggi badan, lingkaran lengan atas, lingkaran kepala, tebal lipatan kulit (skinfold)
diperlukan untuk penilaian pertumbuhan dan status gizi pada bayi dan anak.
1. Berat dan Tinggi Badan terhadap umur :

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

16

Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku, beberapa kali secara
berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa baju, mengukur panjang bayi dilakukan
oleh 2 orang pemeriksa pada papan pengukur (infantometer), tinggi badan anak diatas 2
tahun dengan berdiri diukur dengan stadiometer.

Baku yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk anak usia 0-18
tahun yang dibedakan menurut jender laki-laki dan wanita.

Cara canggih yang lebih tepat untuk menetapkan obesitas pada anak dengan kalkulasi
skor Z (atau standard deviasi) dengan mengurangi nilai berat badan yang dibagi dengan
standard deviasi populasi referens. Skor Z =atau > +2 (misalnya 2SD diatas median)
dipakai sebagai indikator obesitas.

2. Lingkar kepala, lingkar lengan, lingkaran dada diukur dengan pita pengukur yang tidak
molor. Baku Nellhaus dipakai dalam menentukan lingkaran kepala. Sedangkan lingkaran
lengan menggunakan baku dari Wolanski, 1961 yang berturut-turut diperbaiki pada tahun
1969.
3. Tebal kulit di ukur dengan alat Skinfold caliper pada kulit lengan, subskapula dan daerah
pinggul., penting untuk menilai kegemukan. Memerlukan latihan karena sukar
melakukannya dan alatnyapun mahal.6
Tabel 1.
Definisi pada CDC BMI terhadap umur BMI - for age < 5th percen tile
Underweight
BMI for - age 85th percentile

At risk of overweight

BMI - for age 95th percentile

Overweight

Pemeriksaan Tanner Stage(status pubertas)


Secara konseptual, pematangan pubertas dapat digambarkan dalam hal urutan, waktu,
dan tempo (Pubertas terdiri dari serangkaian kejadian yang dapat diprediksi, dan urutan
perubahan

karakteristik

seksual

sekunder

telah

dikategorikan

dalam

beberapa

kelompok).1 Karena perkembangan pubertas sangat variabel, Tanner telah mengajukan skala

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

17

yang diterima untuk menggambarkan onset dan perkembangan perubahan pubertas. Anak
laki-laki dan perempuan dinilai pada skala poin 5. Anak laki-laki dinilai untuk perkembangan
kelamin dan pertumbuhan rambut pubis, sementara anak perempuan dinilai perkembangan
payudara dan pertumbuhan rambut kemaluannya.2
Pertumbuhan rambut kemaluan pada pria dan wanita adalah sebagai berikut3,4
Wanita
Tahap I rambut Vellos berkembang di daerah pubis, tidak melebihi dinding anterior.
Tidak ada rambut seksual. Usia kurang dari 11 tahun.3,4
Tahap II rambut berbulu halus yang jarang, panjang, berpigmen, lurus atau hanya
sedikit keriting, muncul. Rambut ini muncul di sepanjang labia. Tahap ini sulit
dikuantitasikan jika difoto hitam putih apalagi jika remaja tersebut berambut
pirang. Usia 11-11,5 tahun.
Tahap III jauh llebih gelap, kasar, dan rambut seksual yang keriting muncul.
Rambut sekarang telah menyebar dengan jarang meliputi area persimpangan
pubis. Usia 12 tahun.
Tahap IV Distribusi rambut sudah seperti pada orang dewasa dalam namun
mengalami jumlah totalnya masih lebih sedikit. Belum ada yang menyebar
sampai permukaan medial paha. Usia13 tahun
Tahap V Jumlah dan jenisnya sudah seperti orang dewasa serta tersebar
membentuk segitiga terbalik. Ada penyebaran di medial paja, tetapi tidak ada
yang tumbuh lebih atas dari dasar segitiga terbalik tersebut. Usia 14-15 tahun.
Pada wanita, bersamaan dengan munculnya rambut pubis, tumbuh juga rambut ketiak yang
dinyatakan dalam kode A1, A2, A3.5
Pria
Tahap I (preadolescent) rambut Vellos muncul pada pubes. Belum ada rambut
kemaluan sensitif androgen pada tahap ini. Usia <11 tahun.
Tahap II Ada perkembangan rambut berbulu halus tipis dan panjang dan panjang
serta berpigmen, yang hanya sedikit keriting atau lurus. Rambut utamanya
tampak pada pangkal penis. Tahap ini mungkin sulit dievaluasi pada
foto, terutama jika subyek berambut terang. Usia 12 tahun.
PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

18

Tahap III Rambut kemaluan jauh lebih gelap, kasar, dan keriting. Distribusinya
sekarang tersebar di persimpangan pubes. Pada tahap ini, rambut dapat
dikenali dengan mudah pada foto hitam dan putih. Usia 13 tahun.
Tahap IV Distribusi rambut sekarang sudah seperti orang dewasa meskipun
jumlahnya masih kurang dibanding orang dewasa. Belum ada penyebaran ke
permukaan medial paha. Usia 14 tahun.
Tahap V Penyebaran dan jumlah rambut sudah seperti orang dewasa dan berbentuk
segitiga terbalik. Ada yang bisa menyebar ke permukaan medial paha.Usia 1516 tahun.
Tahap VI Rambut mulai tumbuh ke arah perut.3
Di klinik, rambut pubis biasanya ditandai dengan kode P1-P5. Pada pria, rambut
ketiak baru tumbuh setelah rambut pubis mencapai P4. Kumis dan Janggut biasanya baru
tumbuh setelah rambut di tempat-tempat lainnya tumbuh.5
Pada wanita muda, tahap Tanner untuk perkembangan payudara adalah sebagai
berikut. 6
Tahap I (preadolescent) Hanya papilla yang meninggi di atas dinding dada
Tahap II (Breast Budding) Payudara dan papila menonjol sebagai gundukan
kecil bersama dengan peningkatan diameter areolae.
Tahap III - Payudara dan areolae terus memperbesar, meskipun mereka tidak
menunjukkan pemisahan kontur.
Tahap IV Aerola dan papila meninggi di atas bentuk payudara dan membentuk
gundukan sekunder dengan pengembangan lebih lanjut jaringan payudara secara
keseluruhan.
Tahap V Payudara wanita dewasa telah berkembang. Papila dapat membesar sedikit
di atas kontur payudara sebagai akibat dari resesi aerolae.
Untuk pertumbuhan payudara, di klinik digunakan kode M1-M5. Masa pubertas pria
bermula dengan mulai bertambah besarnya testis, rata-rata pada umur 11,5 tahun dengan
rentang antara 9,5-13,5 tahun. Pengukuran testis dilakukan dengan orkidometer Prader, suatu
rentetan ukuran testis yang diberi angka 1 sampai 25. Pada bayi ukurannya 1, pada awal
pubertas 4, dan pada umumnya di atas 10. Ukuran testis 4 sudah bisa dianggap masuk masa

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

19

pubertas. 5 Tahapan untukperkembangan alat kelamin laki-laki adalah sebagai


berikut.
Tahap I (preadloscent) The testis, skrotum, dan penis memiliki ukuran dan
proporsi yang sama dengan yang terlihat pada awal masa kanak-kanak. Volume testis
<2ml.3
Tahap II Ada pembesaran skrotum dan testis serta perubahan pada tekstur kulit
skrotum. Kulit skrotum mungkin juga memerah. Volume testis <4ml.
Tahap III pertumbuhan lebih lanjut dari penis telah terjadi. Awalnya yang tumbuh
adalah panjangnya, meskipun kemudian diameternya akan meningkat. Ada juga
meningkat pertumbuhan testis dan skrotum.Volume testis 4-10 ml.
Tahap IV Penis diperbesar secara signifikan pada panjang dan diameter, dengan
perkembangan lebih lanjut glans penis. Testis dan skrotum terus untuk memperbesar,
dan ada penggelapan yang berbeda dari kulit skrotum. Volume testis 10-12 ml.
Tahap V alat kelamin dewasa sehubungan dengan ukuran dan bentuk. Volume testis
12-25 ml.
Selain itu, tubuh remaja juga akan berkembang dengan perkiraan sebagai berikut.3
Pria
* Stage 1: 5-6cm/tahun
* Stage 2: 5-6cm/tahun
* Stage 3: 7-8cm/tahun
* Stage 4: 10cm/tahun
* Stage 5: Tidak lagi meninggi sesudah 17 tahun
Wanita
* Stage 1: 5-6cm/tahun
* Stage 2: 7-8cm/tahun
* Stage 3: 8cm/tahun
* Stage 4: 7cm/tahun
* Stage 5: tidak lagi meninggi sesudah 16 tahun
Pemeriksaan Hymen
Dilakukan dengan pemeriksaan intra-vaginal(pemeriksaan dalam). Tes ini hampir sama
dengan pap smear (untuk deteksi dini kanker serviks).

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

20

Cara pemeriksaan Hymen :


1. Wanita tidak sedang menstruasi
2. Wanita diminta berbaring di tempat tidur
3. Kaki ditekuk dengan mengangkang (seperti tes pap smear)
4. Pemeriksaan dalam bisa dibantu dengan alat spekulum untuk membuka bibir vagina
5. Jika selaput darah masih utuh, maka akan terlihat selaput tipis yang menutupi dinding
dan bibir vagina
6. Pemeriksaan harus dilakukan dalam kondisi rileks agar tidak merasa sakit.
Pemeriksaan Ginekologi
Gynecology (Ginecos = Wanita )THE BRANCH OF MEDICINE DEALING WITH
DISEASE OF THE GENITAL TRACT IN WOMEN
Pemeriksaan Ginekologi ada 2 yaitu :

GIO:

Mengetahui

metode

dan

sistematika pemeriksaan

penderita

ginekologi

sehingga pemeriksaan penderita ginekologi sehinggadapat menarik kesimpulan yang


tepat .dapat menarik kesimpulan yang tepat.
SIO:
1. Mengambil anamnesa ginekologik yang relevanMembicarakan cara
2. Membicarakan cara--cara pemeriksaan umum cara pemeriksaan umum
3. Menerangkan pemeriksaan rektal & rektovaginal
4. Mengetahui guna alat--alat bantu dan pemeriksaanalat bantu dan pemeriksaan
laboratorium mendukung diagnosislaboratorium mendukung diagnosis.
Asupan Gizi
Asupan gizi pada masa remaja biasanya disertai :3,4
Kesadaran dan kecemasan mendalam akan perubahan tubuh
Pandangan belum matang

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

21

Perilaku ragu-ragu
Keinginan pengakuan, cinta kasih, pengertian, dan bimbingan orang tua
Keinginan meunjukan jati diri
Jadi dalam proses mencapai kematangan sering frustasi dan stress menyebabkan :
Kebiasaan makan buruk
Gangguan pencernaan
Keperluan Gizi (Energi dan Nutrien)
Pertumbuhan cepat, aktivitas tinggi
Keperluan gizi meningkat dan selera makan pun meningkat
Perlu tambahan makanan waktu makan utama (-)
Bila tambahan makanan waktu makan utama (-)
Jajan -> resiko : makan tidak seimbang
Malnutrisi (gizi lebih/kurang) : makronutrien/mikronutrien
Keperluan energi dan nutrien berbeda-beda(individual) dan berhubungan dengan TB total.
Umumnya keperluan energi terpenuhi tapi protein dan mikronutrien tidak cukup. Asupan
terbesar pada putri sekitar waktu menarchebdan masa remaja terjadi penambahan tinggi
badan.3
Energi dan Nutrien (gizi) yang dibutuhkan yaitu :
Protein : kebutuhan-> gram protein/cm TB. Contoh : susu, telur, ikan, daging dll
Kalsium : memerlukan vitamin D. Contoh : susu, ikan teri ,udang rebon dll
Vitamin B kompleks
Antioksidan : vitamin C, vitamin E, Se

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

22

Fe : pada wanita keperluan untuk pertumbuhan < pria tapi untuk haid setelah dicapai
TB maksimal diperkirakan 1,3 mg/hari
Pola makan remaja sangat kompleks, dipengaruhi banyak faktor :
Lingkungan : sosial budaya, family, teman.
Pengaruh personal/individual
Pemilihan makanan : bisa karena rasa lapar, nafsu makan, kurang waktu makan,
emosi, kebiasaan memilih makanan, harga makanan dll.

Edukasi
Orang tua terutama ibu wajib memberikan edukasi kepada anak yang menarche saat
pubertas, agar anak tersebut tidak panik dan stress karena melihat darah yang ada
dicelananya. Ajarkan apa yang harus dilakukan ketika menstruasi terjadi, agar anak tidak
panik. Orang tua terutama ibunya harus melakukan pendekatan secara psikologis.

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

23

Kesimpulan
Berdasarkan skenario yang di dapat, anak perempuan tersebut mengalami proses
pubertas, terlihat dari pertumbuhan tinggi badannya sejak 2 tahun yang lalu disertai
perdarahan yang terjadi pada kemaluan.

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

24

Daftar Pustaka
1. Greenspan FS, Baxter JD. Pubertas. In: Styne DM, editors. Endokrinologi dasar &
klinik. 4th ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000. p. 651-80.
2. DiGeorge AM, Garibaldi L. Fisiologi Pubertas. In: Kliegman, Robert M, editors. Ilmi
kesehatan anak nelson. 3rd vol. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2000.p.1925-28.
3. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
1995.p.28. (3)
4. Matondang CS, Wahidiyat I, Sastroasmoro S. Diagnosis Fisis pada Anak: Pubertas.
Jakarta: Sagung Seto. 2003.p. 159-65. (5)
5. Sheerwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 2nd ed. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2001. p. 633-732.
6. Ganong WF. Review of medical physiology. 20th ed. USA: The McGraw-Hill
Companies; 2001. p.505-6.
7. Guyton AC, Hall JE. Textbook of medical physiology. 11th ed. Pennsylvania: Elsevier
Inc; 2006. p. 1011-22.

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

25

PBL Blok 13 Tumbuh Kembamg

26