Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

PEMBUATAN KOLOID

Nama: Laily Indaryani


No. : 17
Kelas : XI IPA 2

SMA Negeri 1 Pecangaan


Tahun Pelajaran 2013/2014

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA


PEMBUATAN KOLOID
_________________________________________________________________________
I.

II.

Tujuan Percobaan
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara
pembuatan koloid.
Dasar Teori
Ditinjau dari ukuran partikelnya, sistem koloid terletak
antara larutan sejati dan suspensi. Oleh karena itu, ada dua cara
pembuatan sistem koloid, yaitu dengan cara dispersi dan cara
kondensasi. Pada cara dispersi, bahan dalam bentuk kasar
dihaluskan dan didispersikan ke dalam suatu medium. Pada cara
kondensasi, molekul-molekul dikondensasikan menjadi partikel

III.

dengan ukuran koloid.


Alat dan Bahan
Lumpang dan alu
Gelas kimia 100 ml (3 buah)
Gelas kimia 250 ml
Tabung reaksi biasa
Alat pembakar
Spatula kaca
Pembangkit gas H2S
Kaki tiga dan kawat kasa
Silinder ukur
Penjepit tabung reaksi
Cawan porselin
Pipet tetes
Gula pasir

Belerang
Agar-agar
Larutan besi (III) klorida

jenuh
Arsen trioksida
Minyak tanah
Larutan sabun
Larutan kalsium asetat jenuh
Besi (II) sulfida
Larutan asam klorida 3 M
Alkohol 95%
Labu erlenmeyer 250 ml

IV.

Cara Kerja
A. Pembuatan sol dengan cara dispersi
1. Sol belerang dan gula dalam air. Campurkan satu takaran
gula dan satu takaran belerang dalam lumpang. Gerus
campuran itu sampai halus. Ambil satu takaran campuran
itu dan campur lagi dengan satu takaran gula, gerus lagi
sampai halus. Lanjutkan pekerjaan itu 4 sampai 5 kali, isi
50 ml air. Aduk campuran ini dan perhatikan apakah terjadi
endapan.
2. Sol belerang dalam air. Ambil satu takaran belerang dalam
lumpang. Gerus belerang itu sampai halus. Isi gelas kimia
100 ml dengan 50 ml air. Aduk campuran ini dan amati
yang terjadi.
B. Pembuatan sol dengan cara kondensasi
1. Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara dipanaskan. Panaskan
50 ml air dalam gelas kimia 100 ml sampai mendidih.
Tambahkan 25 tetes larutan FeCl3 jenuh, dan aduk sambil
meneruskan pemanasan sampai larutan berwarna cokelat
merah!
2. Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara biasa. Isi 50 ml delas
kimia 100 ml. tambahkan 25 tetes larutan FeCl3 jenuh dan
aduk. Perhatikan apakah terjadi endapan pada larutan ini.
Perhatikan juga perubahan warna yang terjadi pada
larutan.
C. Pembuatan emulsi
Masukkan 1 ml minyak tanah dan 5 ml air ke dalam tabung
reaksi. Goncangkan tabung reaksi dengan keras. Letakkan
tabung itu di rak tabung reaksi dan perhatikan apa yang
terjadi. Tambahkan 25 tetes larutan sabun. Goncangkan
tabung dengan keras. Kemudian letakkan tabung itu dalam
rak dan perhatikan apa yang terjadi. Hasil pencampuran

V.

merupakan emulsi.
Data Hasil Pengamatan


A. 1

Kegiatan

No.

Pembuatan

sol

Larutan

belerang dan gula dalam Tidak

air.

belerang dalam air.

Pembuatan

Pengamatan

tepat

terdapat

jenuh.

endapan.

Larutan menjadi keruh.


sol
Antara belerang dengan
air tidak dapat bercampur. Jika
diaduk

terus

menerus,

belerang dapat tenggelam tapi


B. 1
.

Pembuatan

Fe(OH)3

dalam

dengan dipanaskan.

tidak dapat bercampur.


sol
Cepat bereaksi.
air tetes

Fe(OH)3

menyebar.
dihasilkan

Pembuatan

pekat.
sol
Agak

Satu

langsung

Warna
oleh

yang

larutan

lama

ini

bereaksi.

Fe(OH)3 dalam air tanpa Satu tetes Fe(OH)3 awalnya

dipanaskan.

membentuk gumpalan, namun


lama

kelamaan

menyebar.

Warna yang dihasilkan oleh


C. 1
.

Pencampuran

dengan minyak.

larutan ini lebih cerah.


air
Larutannya

tidak

menyatu. Tidak ada endapan


yang terjadi. Minyak berada di
atas

air.

Jika

digoyangkan,

minyak terpecah dan berada


di

dalam

air,

tetapi

jika

didiamkan, minyak kembali ke


Pencampuran

minyak

sabun.

dengan

atas air.
air,
Larutannya

menyatu.

air Tidak terjadi endapan. Warna


yang dihasilkan oleh larutan

ini

keruh.

Terdapat

dua

lapisan, yang pertama lapisan


campuran, yang kedua lapisan
busa.
VI.

Pengolahan Data
1. Apakah perbedaan pembuatan sol cara dispersi dengan cara
kondensasi?
Jawab :
Pembuatan

sol

cara

dispersi

dilakukan

dengan

cara

mengubah partikel besar menjadi koloid. Pembuatan sol cara


kondensasi dilakukan dengan cara mengubah partikel kecil
menjadi koloid.
2. Bagaimanakah pengaruh larutan sabun terhadap campuran
air dengan minyak tanah?
Jawab :
Larutan sabun disebut juga sebagai emulgator. Emulgator

VII.

adalah zat yang dapat menstabilkan emulsi.

Penutup
1. Kesimpulan
Pembuatan koloid dapat dilakukan dengan cara dispersi,
kondensasi. Dispersi dapat dilakukan dengan menghaluskan
partikel menjadi partikel berukuran koloid. Sedangkan cara
kondensasi dilakukan dengan mengubah partikel-partikel yang
lebih kecil menjadi partikel-partikel koloid.
2. Saran
Dari uraian pembahasan di atas,

penulis

dapan

memberikan saran:
a. Pembuatan lem dapat dilakukan dengan cara dispersi:
melarutkan zat padat yang dibubuk halus ke dalam air
panas.

b. Pembuatan

agar-agar

dilakukan

dengan

cara

melarutkannya dalam air panas sehingga terjadi koloid


VIII.

cair.
Daftar Pustaka
Penulis, Tim. 2006. Kimia. Karanganyar: Mefi Caraka.

Pecangaan, 26 Mei 2014


Pembimbing
Praktikan

Muhail, M.Pd
Laily Indaryani