Anda di halaman 1dari 3

KOMPLIKASI DIARE

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Komplikasi paling penting (walaupun jarang)


Hipernatremia
7.
Ileus parlaitikus
Hiponatremia
8.
Kejang
demam
9.
intoleransi laktosa
Edema/overhidrasi
10.
Malabsorpsi glukosa
Asidosis
11.
Muntah
Hipokalemia
12.
gagal ginjal

1. Hipernatremia
Sering pada bayi baru lahir sampai umur 1 tahun (khususnya bayi berumur < 6 bulan). Biasanya
terjadi pada diare yang disertai muntah dengan intake cairan/makanan kurang, atau cairan yang
diminum mengandung terlalu banyak Na. Pada bayi juga dapat terjadi jika setelah diare sembuh
diberi oralit dalam jumlah berlebihan
2. Hiponatremia
Dapat terjadi pada penderita diare yang minum cairan yang sedikit/tidak mengandung Na. Penderita
gizi buruk mempunyai kecenderungan mengalami hiponatremia.
Pengobatan : beri oralit dalam jumlah yang cukup
3. Demam
Demam sering terjadi pada infeksi Shigella disentriae dan Rotavirus. Pada umumnya demam akan
timbul jika penyebab diare mengadakan invasi ke dalam sel epitel usus. Demam juga dapat terjadi
karena dehidrasi. Demam yang timbul akibat dehidrasi pada umumnya tidak tinggi dan akan menurun
setelah mendapat hidrasi yang cukup.
Demam yang tinggi mungkin diikuti kejang demam
Pengobatan : kompres dan/atau antipiretika. Antibiotika jika ada infeksi
4. Edema/overhidrasi
Terjadi bila penderita mendapat cairan terlalu banyak
Tanda/gejala : edema kelopak mata, kejang-kejang jika terjadi edema otak. Edema paru-paru dapat
terjadi pada penderita dehidrasi berat yang diberi larutan Garam Faali.
Pengobatan : pemberian cairan intravena dan/atau oral dihentikan

5. Asidosis metabolik
Asidosis metabolik ditandai dengan bertambahnya asam atau hilangnya basa cairan pernafasan yang
dalam dan cepat (Kuszmaull)
Pemberianoralit yang cukup mengandung bikarbonas atau sitras dapat memperbaiki asidosis
6. Hipokalemia (serum K < 3.0 mMol/L)
Jika penggantian K selama dehidrasi tidak cukup, akan terjadi kekurangan K yang ditandai dengan
kelemahan pada tungkai, ileus, kerusakan ginjal, dan aritmia jantung. Kekurangan K dapat diperbaiki
dengan pemberian oralit (mengandung 20 mMol/K/L) dan dengan meneruskan pemberian makanan
yang banyak mengandung K selama dan sesudah diare.
Komplikasi yang penting dan sering fatal, terutama terjadi pada anak kecil sebagai akibat penggunaan
obat antimotilitas
Tanda/gejala : perut gembung, muntah, peristaltik usus berkurang atau tidak ada
Pengobatan : cairan per oral dihentikan, beri caiaran parenteral yang mengandung banyak K
7. Kejang
a.

Hipoglikemia : terjadi kalau anak dipuasakan terlalu lama. Bila penderita dalam keadaan koma,
glukosa 20% harus diberikan iv, dengan dosis 2,5 mg/kgBB, diberikan dalam waktu 5 menit. Jika
koma tersebut disebabkan oleh hipoglikemia, dengan pemberian glukosa intravena, kesadaran
akan cepat pulih kembali

b. Kejang demam
c.

Hipernatremia dan hiponatremia,hipokalemi dan hipokalsemi

d. Penyakit pada susunan syaraf pusat, yang tidak ada hubungannya dengan diare
8. Malabsorpsi dan intoleransi laktosa
Pada penderita malabsorpsi atau intoleransi laktosa, pemberian susu formula selama diare dapat
menyebabkan :
-

Volume tinja bertambah

Berat badan tidak bertambah atau gejala/tanda dehidrasi memburuk

Dalam tinja terdapat reduksi dalam jumlah cukup banyak

Tindakan :
a.

Mencampur susu dalam makanan lain untuk menurunkan kadar laktosa dan menghindrasi efek
bolus

b. Mengencerkan susu jadi - 1/3 selama 24 48 jam. Untuk mengatasi kekurangan gizi akibat
pengenceran ini, sumber nutrient lain seperti makanan padat perlu diberikan
c.

Pemberian yoghurt atau susu yang telah mengalami fermentasi untuk mengurangi laktosa dan
membantu pencernaan oleh bakteri usus

d. Berikan suus formula yang tidak mengandung/rendah laktosa, atau ganti dengan susu kedelai
9. Malabsorpsi glukosa
Jarang terjadi. Dapat terjadi pada penderita diare yang disebabkan oleh infeksi, atau penderita dengan
gizi buruk
Tindakan : pemberian oralit dihentikan. Berikan cairan intravena
10. Muntah
Muntah dapat disebabkan oleh dehidrasi, iritasi usus atau gastritis karena infeksi, ileus yang
menyebabkan gangguan fungsi usus atau mual yang berhubungan dengan infeksi sistemik. Muntah
dapat juga disebabkan karena pemberian cairan oral terlalu cepat
Tindakan: berikan oralit sedikit-sedikit tetapi sering (1 sendok makan tiap 2-3 menit).
Antiemetik sebaiknya tidak diberikan karena sering menyebabkan penurunan kesadaran
11. Gagal ginjal akut (GGA)
Mungkin terjadi pada penderita diare dengan dehidrasi berat dan syok.
Didiagnosis sebagai GGA bila pengeluaran urine belum terjadi dalam waktu 12 jam setelah hidrasi
cukup
Tindakan:sama dengan GGA yang disebabkan oleh penyakit lain.