Anda di halaman 1dari 29

Ba

nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

KERETA
KENCANA
( Les Chaises )

po
k

Karya : Eugene Ionesco


Terjemahan : W.S. Rendra

Ke
lom

(Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009)

1
KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

( WAKTU LAYAR DIBUKA PANGGUNG GELAP DAN SUNYI, KEMUDIAN

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

TERDENGAR SUARA)

Wahai, Wahai.. Dengarlah engkau dua orang tua


yang selalu bergandengan, dan bercinta, sementara siang dan malam berkejaran dua
abad lamanya.

Wahai, wahai dengarlah !

Aku memanggilmu. Datanglah berdua bagai dua ekor burung dara. Akan kukirimkan
kereta kencana untuk menyambut engkau berdua. Bila bulan telah luput dari mata
angin, musim gugur menampari pepohonan dan daun-daun yang rebah berpusingan.
Wahai, wahai !

Di tengah malam di hari ini akan kukirimkan kereta kencanaa untuk menyambut
engkau berdua. Kereta kencana, 10 kuda 1 warna.

( EMPAT KETUKAN, SETELAH ITU NENEK MASUK DENGAN LILIN MENYALA.


DUHAI GUGUPNYA)

: Henry, engkaukah itu ?

po
k

NENEK

Ke
lom

Henry.. ah. dari mana engkau sayang ?

( NENEK BERJALAN DENGAN LILIN MENYALA, IA DUDUK DI KURSI BAGUS


TANPA SANDARAN, DAN MEMBISU )

NENEK

(MELETAKKAN LILIN KE MEJA ) Henry, dari mana engkau ?


Kenapa diam saja ? saya mencarimu, ada apa dengan engkau ?
Ayolah jangan diam saja ? Henry apakah kau tadi yang bersuara
keras ?
2

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

( MENGGELENGKAN KEPALA BAGAI TERMENUNG )

NENEK

Sakitkah engkau ? Ayolah jangan diam saja. Nyalakan lampu

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

KAKEK

listriknya. Di kamar ini dan di kamar tidur kita saja yang ada
lampu listriknya, dikamar lain sudah rusak semuanya. Oh
Tuhan. Alangkah bobroknya rumah kita ini. Baiklah. Ayolah
nyalakan lampu listriknya Henry.

(KAKEK TETAP MEMBATU, NENEK LALU PERGI MENYALAKAN LAMPU.


LAMPU MENYALA HIJAU, NENEK TERKEJUT )

NENEK

Kenapa

sayang,

MENARUHNYA

kenapa?

KE

(MENGAMBIL

SEBELAH

LILIN

LILIN

KAKEK,

NENEK,

LALU

MEMADAMKAN KEDUA LILIN TADI) Apakah kau sakit ? Oh,


jangan membingungkan saya, apa kau tadi berteriak keras ?

( MENGGELENGKAN KEPALA )

Saya mendengarkan suara.

Ke
lom

NENEK

po
k

KAKEK

KAKEK

Saya juga.

NENEK

Kau juga ? Suara apa ?

KAKEK

Suara yang dulu lagi. Aku mendengar suara yang dulu lagi.

NENEK

Aku juga mendengarnya.


3

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Suara yang berulang kali datang.

NENEK

Ya ! Suara yang dulu.

KAKEK

Angin bertiup keras.

NENEK

Ya !

KAKEK

Lalu ketukan pintu.

NENEK

Ya !

KAKEK

Tapi kali ini ada tambahannya.

NENEK

?????

KAKEK

Suara orang berkata. ( DIAM SEJENAK)

Jadi kau juga mendengarnya ? Cobalah kau katakan bagaimana

po
k

Ke
lom

NENEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

KAKEK

mendengar kata itu.

KAKEK

Kita berdua mendapat panggilan.

NENEK

Jadi kau pikir panggilan itu untuk kita berdua ?

KAKEK

Dau orang tua yang dua abad usianya, siap lagi kalau bukan kita ?
Baru dua hari yang lalu aku merayakan ulang tahun yang ke 200.
4

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Coba menurut kau bagaimana kau mendengar suara itu ?

KAKEK

Tengah malam nanti, apabila angin mendayu dan bulan luput dari

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

mata. Akan datang sebuah kereta kencana untuk menyambut kita


berdua. Waktu itu aku sedang mencari-cari buku harianku di
kamar perpustakaan, lalu kudengar suara itu isinya kurang lebih
begitu, tapi aku tak tahu bagaimana persisnya.

NENEK

Aku tahu, aku juga mendengarnya. Engkau dua orang tua yang
selalu bergandengan tangan dan bercinta, sementara siang dan
malam berkejaran dua abad lamanya.

Wahaiwahai. Dengarlah aku memanggilmu, datanglah berdua


bagai dua ekor burung dara. Akan kukirimkan kereta kencana
untuk menjemput kau berdua. Bila bulan telah luput dari mata
angin. Musim gugur menampari pepohonan dan daun-daunan yang
berpusing.

po
k

Wahai.wahai.. di tengah malam di hari ini akan kukirimkan


kereta kencana. Kereta kencana 10 kuda 1 warna.

Jadi kau dengar suaranya ? Sementara mendengar itu semua.

NENEK

Jantungku berkeridutan, penyakit yang lama kembali lagi.

KAKEK

Aku juga, penyakitku kembali lagi, tubuhku berkeringat dan

Ke
lom

KAKEK

NENEK

nafasku sesak.

Tahukah kau artinya semua ini ?


5

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Ya ! Malam ini kita akan mati bersama.

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

KAKEK

(HENING, KAKEK MELANGKAH KE JENDELA DAN MEMBUKANYA)

NENEK

Kenapa kau buka jendela itu ? Hawa di luar sangat dingin.

KAKEK

Malam musim gugur.

NENEK

Kau nanti masuk angin.

KAKEK

Bintang bertebaran dan bulan nampak pucat, sebentar lagi akan


datang angin-angin itu menbawa mendung, dan mendung itu akan
membawa bulan luput dari pandang mata.

NENEK

Tutuplah jendela itu.

Ke
lom

KAKEK

po
k

( KAKEK MENUTUP JENDELA, MENUJU KURSI PIANO, LALU DUDUK )

Aku merasa kosong.

NENEK

Angin buruk gampang membuatmu sakit, sayang.

KAKEK

Kita terlalu hidup, dan terlalu lama memeras tenaga untuk mengisi
umur kita yang panjang ini. Berapa kali sajakah kita mengharap
mati ? Tiap datang ketukan pintu, kita berpikir, inikah saatnya ?
Tapi kita selalu salah duga.
6

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Tapi kali ini kita tidak akan salah duga.

KAKEK

Pasti, pasti tidak akan salah lagi. Setelah akan datang sungguh saat

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

ini, beginilah rasanya.

NENEK

Apakah kau takut ?

KAKEK

Tak tahu, dan kau ?

NENEK

Tak tahu. Tapi sedihkah kau ?

KAKEK

Tidak. Sedihkah kau ?

NENEK

Saya kira tidak, aku tak tahu.

KAKEK

Tak tahu, itulah jawaban yang paling tepat. Kita balon yang berisi

NENEK

po
k

hawa. Tak takut, tak sedih, Cuma hawa yang hampa.

Sebentar lagi takkan hampa-hampa juga. Kita sekali bisa mengisi

Ke
lom

hidup ini.

KAKEK

Aku merasa jemu dan lesu.

NENEK

Apa artinya kebudayaan kalau manusia tidak bisa menghibur

KAKEK

dirinya.

Aku mau membuka jendela.


7

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

NENEK

Jangan, jangan sayang. Apakah kau akan bertingkah nakal lagi

KAKEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

Henry ? Ah, kau terlalu banyak aku manjakan manis.

Aku tidak bertingkah, aku tidak berbuat apa-apa, hidupku sudah


kosong.

NENEK

Jiwa dan akal lebih luas dari kejemuan. Kebudayaan kita harus
menag dari kejemuan. Senyumlah sayang, senyum disaat seperti
ini adalah kebudayaan.

KAKEK

Aku tidak mau tersenyum.

NENEK

Menyanyi ?

KAKEK

Tidak !

NENEK

Baiklah engkau seorang badut. (LAKUNYA SEPERTI BERKATA


KEPADA ANAK KECIL)

Aku senang jadi badut. Ingatkah kau ketika aku masih mahasiswa?

po
k

KAKEK

Aku pernah jadi juara lomba lawak.

Tentu saja, engkau badut yang manis.

KAKEK

Manisku, aku sekarang badut.

NENEK

Badut yang pintar, bukan ?

KAKEK

Badut yang manja.

Ke
lom

NENEK

8
KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Boleh, sekarang badut yang manja ingin apa ?

KAKEK

Saya ingin kau jadi layang-layang.

NENEK

Ini layang-layang (MENGEMBANGKAN TANGANNYA)

KAKEK

Uluuuuuur, tariiiiiiiiiiiiik,

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

uluuuuuuuuuuur, tarik..

uluuuuuuur-uluuuuuuuur. Ah putus.

(NENEK JATUH KE LANTAI, KAKEK TERTAWA SENANG )

NENEK

( TERENGAH-ENGAH ) Wah, badutnya nakal. (TAPI NAMPAK


NENEK SANGAT SENANG )

KAKEK

Hihihihihihihihihihi, lihatlah aku sendiri ketawa, kaulah badut


dunia penghibur orang lain dan aku sendiri.

(BERDIRI) Engkau tertawa dan mukamu segar seperti buah apel.

po
k

NENEK

Engkau mengalahkan kesempitan dan kekosonganmu, hiburan

Ke
lom

bukanlah pesta yang mahal. Hiburan sejati adalah kebijaksanaan


(BERTEPUK
(KAKEK

TANGAN)

MEMBUNGKUK

Badutku,

hore.

HORMAT)

Badut

Hore.
adalah

raja

kebudayaan (APPLAUSE DARI NENEK)

NENEK

Aku lelah sayang, maukah kau berbuat sesuatu untukku ?

KAKEK

Aku selalu bersedia sayang, Abunawas selalu bersedia.


9

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

NENEK

Tidak, engkau tidak lagi menjadi badut. Sekarang ganti jadilah

KAKEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

Haodini main sulapan untuk saya.

Aku tidak mau. Tanganku yang tua tidak tangkas lagi main
sulapan.

NENEK

Kalau begitu jadilah pagi hari.

KAKEK

Pagi hari manisku ?

NENEK

Ya ! Pagi hari.

KAKEK

Baiklah ini pagi hari. (MENGGAMBARKAN PAGI HARI


DENGAN GERAK TANGAN) Pagi hari manisku.

NENEK

Terima kasih, hebat sekali, engkau sangat pandai, engkau mestinya


jadi jendral, kalau engkau punya kemauan mestinya kau sudah jadi

KAKEK

Aku bukanlah jendral, aku hanya seorang profesor yang dilupakan.

Tapi dulu kau pernah bergerilya, berjuang untuk Perancis.

Ke
lom

NENEK

po
k

jendral sekarang.

Engkaulah adalah pahlawan Perancis, putra Jeanne darc.


Pahlawanku, apakah kau mencintai aku ?

KAKEK

Aku mencintaimu dengan semangat musim semi yang abadi.

NENEK

Cantikkah aku pahlawanku.

KAKEK

Engkau gilang-gemilang bagai putri Zeba !


10

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

NENEK

Darahku berdeburan, pahlawanku. Dengan hormat berbuat sesuatu

KAKEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

untukku.

Ciuman-ciuman

sudah

terlalu

badani,

tapi.

(MENGHAMPIRI MEJA) Akan kusajikan minuman untuk


membujuk darahmu Zeba. Tuan putrid berkenan minum apa ?
(ASOSIASI SEOLAH-OLAH ADA BENDA-BENDA ITU) Anggur
dari Malaga, Wysky Scotlandia, Baounnet ? Martini ?

Atau

Champagne dari Canada ?

(TERSENYUM)

KAKEK

Aha, atau teh dari Timur ?

NENEK

Terima kasih, ya.

KAKEK

(BERBUAT SEOLAH-OLAH MELAYANI TEH) Aha ? Inilah

po
k

NENEK

cawan dari Tiongkok, hasil karya tangan berbakat dari lembah

Ke
lom

Yang Tse Kiang (MENGAMBIL CANGKIR). Cangkir dan cawan

NENEK

berhias naga. Naga-naga ini berwarna hijau, karena disanapun


hijau bagai zamrut. (MENUANG TEH). Dan inilah the dari Assam.
Tuan putri ingin gula berapa ?

Dua !

11
KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

KAKEK

(MEMASUKKAN

GULA

MENGADUKNYA

DAN

MEMBERIKANNYA KEPADA NENEK). Teh dari timur untuk

NENEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

putri Zeba.

Terima kasih pahlawanku, (MINUM TEH). Lezat sekali ! Ah


(BANGKIT MENUJU KURSI GOYANG) Apakah sang pahlawan
menghendaki kue-kue dan panganan ? dan silahkan panganan ini.
Ini namanya kue Harapan Senja Kala Meskipun sebenarnya
tidak lebih dari kue Cherio ditambah vanili telor dan irisan buah
apel. (MENGAMBIL CAWAN) Ini juga bikinan Perancis tanah air
kita.

(MENGAMBIL

GARPU

DAN

MENYUGUHKANNYA

KEPADA KAKEK) Ini buat putra dari Perancis, pahlawan dari


Orleance.

Terima kasih putri Zeba (MAKAN KUE)

NENEK

Enak ?

KAKEK

Lezat sekali.

Dulu kau pernah gemar makan kue Cherio, tapi kemudian

Ke
lom

NENEK

po
k

KAKEK

kegemaranmu selalu berubah-ubah.

KAKEK

Kau pernah membuat bistik dari Jerman yang lezat untuk saya.

NENEK

Ah iya ! Waktu itu kita gemar piknik dan main tenis, kenapa kita
jadi tua.
12

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Karena bumi berputar, berputar.

NENEK

Kau pintar sekali, mestinya kau jadi jendral.

KAKEK

(TIBA-TIBA DENGAN LEMAS DUDUK DI LANTAI). Aku bukan

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

KAKEK

jendral. Aku hanyalah profesor yang dilupakan, aku sampah di


buang.

NENEK

Jangan begitu ! Ayolah ! Bangkit dari lantai.

KAKEK

Aku orang hina, tempatku di tanah.

NENEK

Tidak. yang di tanah cuma cacing, pahlawanku selalu berdiri di


atas kedua kaki. Engkau pahlawan Perancis, engkau pernah
berjuang

dan

berperang

untuk

Perancis,

engkau

pernah

mendapatkan Legion dhonour, engkau harus berdiri.

NENEK

Hidupku hampa dan sia-sia.

Putra Perancis berdirilah !

Aku orang terkutuk, aku tak punya anak, hidupku 200 tahun dan

Ke
lom

KAKEK

po
k

KAKEK

NENEK

tak punya anak.

(TERPAKU). Dengan hormat, saya minta (MULAI


MENANGIS) dengan hormat sayang, dengan hormat manisku. Oh !
Kita tak boleh menangis. Bulan akan luput dari mata, kereta
kencan akan tiba, kita tak boleh menangis, kita punya kebudayaan,
13

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

kita tak boleh menangis (TIBA-TIBA) Henryyyyy mari, inilah bayi

KAKEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

kita menangis Henry.

(MENDEKAT,

NENEK

MULAI

BERSENANDUNG

LAGU

CRADLE SONG) Siapa nama anak kita ?

NENEK

Jean Valjan (DIBACA ZYONG VALZYONG).

KAKEK

Jean Valjan dari Les Misserable ? Jadi ia laki-laki ?

NENEK

Ya, laki-laki. Ah, bayi kadang-kadang membingungkan apakah ia


laki-laki atau perempuan. Lihatl;ah sayang, mulutnya seperti
mulutmu.

Hidungnya seperti hidungmu.

NENEK

Cobalah dukung dia.

KAKEK

Tak mau.

Ayolah Henry. (KAKEK MENDUKUNG TAPI KELIRU) Ya

Ke
lom

KAKEK

po
k

KAKEK

KAKEK

Tuhan jangna begitu (MEREBUT BAYI DARI KAKEK).

La,

laaaaaaaala lililililili, lulululululu, bayi harus diperlakukan secara


halus, ia sangat lemah seperti kupu-kupu yang baru ke luar dari
kepompongnya, lililililili lulululululu

Oh,.. oh,. Oh,.!


14

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Kenapa ?

KAKEK

Bayinya kencing !

NENEK

Oh,

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

oh,

(RIBUT)

Bayi

nakal

(MELETAKKAN BAYINYA

DIBUAIAN) Ia nakal seperti papanya (MENGANTIKAN POPOK


BAYI). Kalau ia sudah besar ia akan menjadi Jendral. Henry,
cobalah kau sekarang menimangnya.

KAKEK

Aku belum bisa, beri dia makan dulu.

NENEK

Lilili..lulululu.lu

KAKEK

Lalalalala..lalalala.laaaaaaaaaalala

NENEK

Anakku sayang, bungaku sayang, bintangku sayang, boboklah.

KAKEK

po
k

Boboklah, boboklah supaya lekas besar.

(MEMAINKAN BIBIRNYA). Brrrrrrrrr, Brrrrrrrrrrrrrrr, brrrrrrrr,

Ke
lom

papa pinta ya! Papa gagah ya! Papa lucu ya!

NENEK

Kau menimang dirimu sendiri, bukan bayinya.

KAKEK

(TETAP MEMAINKAN BIBIRNYA). Brrrrrrrrrr, brrrrrrrrrrr (TIBA-

NENEK

TIBA MENINGGALKAN BUAIAN). Ah, aku sudah bosan bayinya


nangis saja.

(PERGI DULU KE KURSI BAGUS). Sekarang kita main halma ?


15

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Malas.

NENEK

Sekarang baiklah, kau sekarang mendongeng saja.

KAKEK

Mendongeng apa ? Serigala dengan anggur ?

NENEK

Tidak, sambungan yang lalu.

KAKEK

Baiklah kalau belum bosan maka setelah pengembaraan

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

KAKEK

yang lama itu, sampailah kita kesebuah gerbang besi yang besar,
kita telah basah kuyub. Berjam-jam, berhari-hari, bermingguminggu, berbulan-bulan kehujanan, kita menggigil dan gigi
gemeretukkan. Ini terjadi seratus dua puluh lima tahun yang lalu,
ingatkah kau waktu kita minta dibukakan pintu, tapi mereka tak
mau membukakannya. Dibalik gerbang itu ada padang rumput, dan
ada jalan berkerikil yang menuju ke sebuah puri. Maka puri itu di
kelilingi oleh kebun dan taman, dan taman itu penuh dengan bunga

po
k

anggrek dan gladiol. Kita tak diperkenankan masuk, kita


harus mengembara lagi, 125 tahun lagi. Kita tiduri kota, seluruh

Ke
lom

ibu kota di dunia. New York, New Delhi, Angkara, Peking,


Madrid, Jakarta.

NENEK

Kota yang indah bukan ?

KAKEK

Lambang kebudayaan.

NENEK

Tapi London telah hancur


16

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

KAKEK

London hancur, Madrid hancur, Moskow jadi padang belantara, di


Berlin tumbuh semak belukar lebat, dan tak terduga New York

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

telah menjadi rawa.

NENEK

Dan Paris, manisku ? Paris yang dulu kau bela dengan senjata itu ?

KAKEK

Dan Paris kota yang tercinta itu telah hancur, kota yang jaya itu
telah lebur manisku. Batu bata di atas batu bata telah punah.Eifel
terjungkir balik, Arc de Triumph hilang dengan jejaknya dan
Noterdam dun Paris telah terlibat oleh sangkala, hanya tinggal
sebuah lagu di kota itu.

Sebuah lagu ?

KAKEK

Sebuah lagu buaian, sebuah perumpamaan.

NENEK

Kota yang malang

KAKEK

po
k

NENEK

Kota tercinta yang malang.

Ke
lom

(PINTU DIKETUK KERAS-KERAS, NENEK DAN KAKEK TERKEJUT)

NENEK

Ada tamu.

KAKEK

Apakah bulan sudah luput dari pandangan mata ?

(KETUKAN PINTU)
17
KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Bukalah pintu.

KAKEK

Apakah itu betul-betul tamu?

(KETUKAN PINTU)

NENEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

Putra Perancis, bukalah pintu.

(KAKEK MEMBUKA PINTU, TERKEJUT)

KAKEK

Perdana Menteri !

NENEK

Perdana Menteri ! (MENYAMBUT DENGAN GEMBIRA)

KAKEK

Ya, Perdana Menteri. Silahkan masuk yang mulia (ABSTRAK.


KAKEK MEMBETULKAN PAKAIANYA, MEMBAWA TAMUNYA

NENEK

Yang mulya.

Maafkanlah Yang mulya, harap topinya di bawa saja, di sini tidak

Ke
lom

KAKEK

po
k

KE RUANG TENGAH ) Yang mulya inilah istri saya.

ada kapstok, mantelnya juga harap dibawa saja.

NENEK

Maafkanlah keadaan rumah ini.

KAKEK

Semuanya sudah dimakan oleh sangkala. Rumah terlalu besar,


orangnya terlalu kecil, tambah perabot rumah sudah punah.
18

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Tinggal kami berdua saja yang tinggal di rumah, sebagai dua ekor

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

tikus yang pengap.

NENEK

Matahari menjahui kami.

KAKEK

Kami ini tikus yang tidak dikehendaki orang lagi.

NENEK

Silahkan duduk (MENUNJUK KE KURSI BAGUS).


?

KAKEK

Bagaimana

Oh ? Paduka Perdana Menteri ingin duduk di kursi goyang.


Silahkan Yang mulya, ya silahkan. (BERHENTI SEJENAK). Kami
berdua mengucapkan terima kasih atas kunjungan paduka, yang
berarti kehormatan bagi kami.

NENEK

Kunjungan paduka membuat kami bangga dan mendapatkan diri

KAKEK

po
k

kami.

Oh ya, betul ! Sebenarnya dulu para perdana menteri suka

Ke
lom

mengunjungi kami. Ya perdana menteri Inggris, India, dan juga


Khaisar Jepang, presiden America, Presiden Philipina dan
Sekretaris PBB pernah datang mengunjungi kami.
Apa ? Oh ya, mereka datang meminta nasehat saya, mengenai
urusan

pemerinatahan.

Pengadilan,

Liberalisme,

ataupun

perlucutan senjata (MENJELASKAN).


Bagaimana ? Tidak, tidak saya tidak memberi nasehat, tak ada
gunanya saya hanya memberi teka-teki saja.
19

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

NENEK

Tetapi sekarang

dunia telah melupakan (SEJENAK). Ia telah

KAKEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

ditindas roda jaman.

Begitu Paduka. Oh ya, terima kasih, saya sangat bersuka


bahwa paduka tidak melupakan saya..

Apa ?. Oooo ya, . Astaga, jadi paduka pernah jadi


murid saya ? Pada waktu saya di Sorbonne ? Tahun

berapa ?

.Oh ! Dan mata kuliah apa yang paduka ambil pada waktu itu?
Filsafat, apa kimia, apa sejarah ? Oh ekonomi. Ya saya
pernah mengajar semua itu, dan juga enthnologi, dan ilmu pasti.
Ya saya pernah juga mengajar di fakultas kedokteran, saya
menjadi dokter bedah ketika umur saya 32 tahun (TERTAWA).

Tidak, tidak saya tidak pernah jadi mantri. Saya hanya


punya satu muka, sebab itu saya tidak bisa jadi politikus. Tidak,
saya tidak berpendapat bahwa politikus punya dua muka, tapi saya
berpendapat bahwa politikus punya seribu muka.

Henry, jagalah lidahmu !

(KEPADA YANG MULIA) Bagaimana ? Ya, ya.. Kalau paduka

Ke
lom

KAKEK

po
k

NENEK

marah boleh saja. Oh.begitu, syukurlah kalau paduka tidak


marah. Paduka seorang yang baik, memang kalau begitu paduka
tidak suka bolos kuliah, bukan ? (TERSENYUM). Paduka memang
seorang yang baik, dan juga paduka tidak pernah melupakan
gurunya. Itu bagus, baiklah.. sekarang harap diberi tahu,
apakah perlunya paduka berkunjung kemari ? (BERHENTI
SEJENAK). Apakah sesuatu yang bisa saya tolong Paduka
telah tahu hal

itu ? .. Apa ? Ya, ya kami tidak akan


20

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

mengadakan pesta perpisahan.. Apa ? Muridku yang lain akan


datang ? Wah ! Manisku bagaimana ini, sebentar lagi akan banyak

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

tamu datang. Mereka ingin mengadakan pertemuan


perpisahan dengan kita.

NENEK

Ya, ya. Tapi rumah kita sudah bobrok, tak ada perabotan
kecuali yang ada ini. (KEPADA YANG MULIA) bagaiman Yang
mulia ?.. Ya, betul mereka akan berdiri, tetapi saya
malu..dan ruang yang lain lebih buruk lagi.

(PINTU DIKETUK DENGAN KERAS DAN BERULANGKALI)

KAKEK

Mereka datang.

NENEK

?????? Mereka datang, buka pintu !

KAKEK

(MEMBUKA PINTU DAN TAK ADA YANG NAMPAK)

po
k

(NENEK DAN KAKEK SIBUK DENGAN PARA TAMU)


Selamat datang Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya (ORANG-ORANG

Ke
lom

MENGAJAK BERSALAMAN). Nah itu istriku (SEOLAH-OLAH


MENGAJAK TAMU UNTUK BERSALAMAN, NELAYANI PARA
TAMU). Selamat datang, selamat malam, sayang atap rumah ini
sudah hancur, perabot sudah habis. (ORANG TERUS DATANG
DAN MENYALAMI, DAN ADA BEBERAPA ANAK KECIL).
Selamat datang Tuan-tuan, selamat datang Nyonya-nyonya,
selamat datang manis, selamat datang sayang, selamat datang
mensinyur kardinal, selamat datang senator, selamat datang
jendral, selamat datang kapten Ahaaaaa, inilah bintang film
21

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Perancis yang paling cantik, selamat datang. (SELAMA INI


NENEK MENYAMBUNG). Selamat datang Mastro, selamat

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

datang, Ayooooo silahkan duduk, nyonya yang dekat kursi itu,


silahkan duduk. (MEREKA MEMAKSA KEDUANYA DUDUK).
Apa saya sendiri. (KEPADA NENEK) Ah, bagaimana ini ?
Tidak saya berdiri saja. Wah, wah,.. Baiklah. (MEREKA
DIDORONG DUDUK DI KURSI) Bagus,bagus.

NENEK

Kita tidak pantas duduk Henry, biarlah mensinyur saja.

KAKEK

Ya, jendral saja.

NENEK

Ya, baiklah kalau kami dipaksa ! Apa boleh buat.

KAKEK

Oh ya, saya lupa. Tuan-tuan, dan nyonya-nyonya saya perkenalkan


tamu saya yang pertama ialah. Paduka. Hei, di mana
beliau tadi ? Di mana ? Oh ! Itu dia ! Wah, wah. Jadi sudah kenal

Ke
lom

NENEK

po
k

? Maafkanlah orang tua gampang lupa.

Henry, ucapkanlah pidato selamat datang. Ya, ya.. ia akan


pidato nanti.

KAKEK

Ah, tidak usah saya.

NENEK

Henry. Ingat etika.

KAKEK

Baiklah

(SEGAN-SEGAN

BERDIRI

DAN

PIDATO

DENGAN LANCARNYA). Yang mulya mensinyur kardinal, para


22
KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

uskup, para guru, para maha guru, para jendral, para senator, tuan
tukang kayu, tuan penjual kelontong, tuan tukang kebun, tuan

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

tukang masak, anak-anak yang manis, dan ya semua saja hadirin


yang saya sayangi.

Kami ucapkan selamat datang, saya tidak akan berpidato dengan


panjang lebar, dan sukar, karena banyak anak-anak berada
ditengah kita. Maka dari itu pembicaraan kita akan bersifat
sepanjang umur saja. Sebentar lagi bulan akan luput dari mata,
angin menderu dan jam menunjukan tengah malam. Lalu
datanglah kereta kencana itu, saya berterima kasih bahwa para
hadirin telah suka datang untuk mengucapkan kata perpisahan.
Tuan-tuan , nyonya-nyonya Apa ? Bagaimana
. Anak-anakku ?.. Ah saya tidak boleh
memakai

kata

anakku,

sebab

ada

para

kardinal..

Bagaimana

baiklah..

Anak-anakku

menteri,

para
Ah,

(TIBA-TIBA

NENEK

Kenapa sayang, kenapa ?

Lihatlah. Ini semua anak kita. Di saat ini setelah 170

Ke
lom

KAKEK

po
k

MENANGIS).

tahun. Nanti akhirnya diperkenankan juga kita mempunyai anak


sebanyak ini, merekalah bunga Perancis, ahli waris dari prinsipprinsip perjuangan yang telah kubela dengan senjata, ahli waris
dari lagu cinta yang abadi. Ahli waris yang menantang penindasan
dan penjajahan.. Anak-anakku. Bapak ingin
berburu bersama putra-putranya, bapak ingin bermain catur
bersama

dengan

putri-putrinya.

Anak-anakku
23

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

(MENANGIS DENGA HEBAT DAN KEHABISAN DAYA DAN

NENEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

TERTUNDUK).

(MEMBELAI

KAKEK)

Henry

sayang,

pahlawanku

sayang... diamlah, pada suatu saat saja. Ketika


langit di timur bersinar jingga, di atas air laut yang juga jingga,
adalah seekor elang laut yang hendak terbang meninggalkan
sarang. Ia mempunyai dua ekor anak, dan keduanya menanggis
semuanya, mereka semuanya tidak suka ditinggalkan ibunya.
Ibunya menerangkan, bahwa sebentar lagi akan lapar..
kalau lapar perut jadi sakit, dan lemas. Sebab itu ibu harus pergi ke
laut, di laut banyak ikan-ikan yang lezat denga sisik megkilat. Ibu
akan menangkap ikan-ikan itu itu untuk sarapan pagi anakanaknya. Aanak-anakku berhentilah menangis
dan

anak-anakkupun

berhenti

menangis

(TANGIS

KAKEK REDA)

Ke
lom

NENEK

po
k

(PINTU DIKETUK DENGAN KERAS)

KAKEK

Ada tamu.

(BERDIRI) Siapa ? Buka pintu (PERINTAH)

(PINTU DIBUKA ORANG DAN NAMPAKNYA ORANG-ORANG RIBUT)

NENEK

Siapa yang datang? Siapa Kaisar?

KAKEK

Kaisar ?
24

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Apa di Perancis ada Kaisar ?

KAKEK

Minggir semua, minggir, (SEMUA MINGGIR DAN KAKEK

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

MENUJU KE PINTU, IA BERHENTI, DAN KEMUDIAN JATUH


KE LANTAI). Siapa tuan yangdatang melangkah dengan cahaya
gilang-gemilang ? cahaya tuan menyilaukan mata, mata tuan
bagaikan matahari tak kenal senja. Di depan tuan saya jatuh tak
berdaya Kaisar ? Bukan, Kekaisaran
dari bumi.

Kekaisaran dari kerajaan yang terang dan benar.berlutut


. Semua berlutut ntuk kaisar (SEMUA BERLUTUT,
KAKEK MEMPERSILAHKAN TAMUNYA).

Sri baginda, hamba tak pantas mendapat kunjungan paduka, tetapi


berkata sepatah kata saja tentu akan menjadi bersih. Hamba harap
diampunkan, sebab hamba terpaksa memasukkan baginda ke dunia
dosa. Silahkan.. minggir, minggir Sri bagind akan

po
k

duduk di kursi goyang. (SETELAH BAGINDA DUDUK KAKEK

MENGANDENG NENEK MENGHADAP KAISAR). Baginda inilah

Ke
lom

istri hamba. Ayolah manisku, sri baginda mintakita berdiri


(KEDUANYA

BERDIRI

BERGANDENGAN

TANGAN).

Kunjungan baginda berarti kehormatan bagi kami, lebih dari itu,


suatu karunia. Ya, ya hamba sudah menduga arti kedatangan
baginda ya seperti juga yang lain, memang hamba
mengerti, kami telah menanti. Demikianlah bila bulan
telah pudar.. bila angin mendayu ya, bulan
tengah malam pukul dua belas. Ya, hamba percaya percaya kereta
25

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

itu pasti bagus, suatu kemulyaan. Tidak, kami tidak lagi berkisah,

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

cahaya telah datang permohonan terakhir.

NENEK

Ya, ucapkan permohonan terakhir sayang.

KAKEK

Oh, apa yang kan aku ucapkan ? Sri baginda inilah permohonan
kami yang terakhir.

Kaisar dari kerajaan benar dan terang, kami mohon ampun bagi
yang mulya uskup, para jendral, para senator, para tukang kebun,
para tukang kayu, para tukang masak, para anak-anak manusia,
untuk istri yang tercinta, yang telah tua ini. Dan untuk seekor
cacing tanah ialah hamba sendiri yang hina dina.

Terima kasih baginda.

KAKEK

Terima kasih sri baginda.

NENEK

Kami mengerti.

Ya, kami mengerti dan siap

Ke
lom

KAKEK

po
k

NENEK

NENEK

Kami siap dan menanti.

KAKEK

Setiap detik

NENEK

(TIBA-TIBA)
Minggir, minggir sri baginda akan kembali, beri hormat dan
minggir.
26

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

(ANGIN MASUK MENDERU. KAKEK DAN NENEK MEMEGANG PAKAIANNYA)

KAKEK

Angin.

NENEK

Angin yang menderu.

KAKEK

Minggir, minggir.

Saya mau mengantar sri baginda, beri aku jalan.


Minggir, hai..

Mengapa kalian pergi bersama baginda ? Hai

(HENING. MEREKA TELAH LENYAP SEMUA)

NENEK

Tutuplah pintu.

KAKEK

(TERHENTI DI PINTU) Langit mendung dan bulan lenyap dari

Ke
lom

NENEK

po
k

mata.

Dengan segenap kasih tutuplah pintu, manisku.

(KAKEK LALU MENUTUP PINTU, LALU PERGI KE KURSI GOYANG, NENEK


KE KURSI PIANO)

NENEK

Apakah kau takut ?

KAKEK

Tidak, aku berdebar-debar.


27

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

Perpisahan badan bukan berarti perpisahan jiwa.

KAKEK

Kita berdua tak akan dipisahkan.

NENEK

Henry, aku mencintaimu.

KAKEK

Kita adalah dua tangkai mawar yang saling berbelitan, akupun

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

mencintaimu.

NENEK

Ingkatkah kau pohon landen di kebun rumah orang tuaku.

KAKEK

Pohon lenden

itu

manisku

?Adalah kipas

raksasa

yang

mengagumkan.

NENEK

Kita berdua suka membaca buku di situ, waktu itu kau sedang gila
belajar kesusastraan, kau ucapkan padaku sebuah sajak John

KAKEK

po
k

Concord yang bernama Huesca.

Dan kau lalu mengucapkan sajak Van Ostajen yang bernama

Ke
lom

Malopee.

NENEK

Maukah kau mengucapkan Huesca sekali lagi untuk saya?

KAKEK

Maukah kau mengucapkan Malopee sekali lagi untuk saya ?

(NENEK BERDIRI MEMULAI, KAKEK MENYAMBUNG DENGA HUESCA)

NENEK

Terima kasih manisku.


28

KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)

(BUNYI KERETA)

Dengarlah.

KAKEK

Kereta.

NENEK

Kereta kencana.

Ba
nd
ul
Nu
sa
nt
ar
a

NENEK

(TIBA-TIBA KEDUANYA MEMEGANG JANTUNGNYA DENGAN KESAKITAN,


KAKEK MAJU DUA LANGKAH )

KAKEK

Putri Zeba, inilah teh dari Timur. (MAJU DUA LANGKAH)

NENEK

Inilah kue Cherio untuk putra Perancis.

(KEDUANYA RUBUH, LONCENG BERDENTANGAN DUA BELAS KALI. LAMPU

Ke
lom

po
k

PADAM DAN SELESAILAH SANDIWARA INI )

PPPG KESENIAN YOGYAKARTA


29 JANUARI 2004

29
KERETA KENCANA
Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
http://bandulnusantara.blogspot.com/)