Anda di halaman 1dari 95

RADIOLOGI

dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad


SMF Radiologi RSUDZA/ FK Unsyiah

Bahasan meliputi:

Profile Radiologi, Fasilitas & SDM


Sinar X
Pengetahuan Kamar Gelap
Proteksi Radiasi
Tractus Respiratorius

Fasilitas & SDM Ro RSUDZA


Alat/Pesawat
X-Ray: 5 (3X-Ray Permanent, 2 Mobil
unit), Mammo: 1, CT:2, MRI:1, USG: 2.
Dokter Ahli: 5 orang.
Radiografer: 21 orang.
Perawat: 1 orang.
ADM: 5 orang.
Ruangan: 1 R. ADM, 1 R. Pertemuan Co-ass, 3 R.
Dokter, 2 R. baca hasil foto, Ruangan pelayanan
pasien sesuai dengan jumlah alat/pesawat.

SINAR X
SIFAT SIFAT SINAR X
1. Dapat

menembus bahan/materi. Makin tinggi tegangan tabung (KV) makin besar


daya tembus.
2. Mengalami atenuasi (pengurangan energi) pada waktu menembus materi. Atenuasi
semakin besar, jika bahan yang ditembus makin tebal, makin rapat, makin tinggi
nomor atomnya.
3. Menimbulkan radiasi sekunder, yaitu radiasi hambur, radiasi karakteristik dan radiasi
elektron.
4. Menimbulkan fluoresensi dan fosforesensi pada tabir fluoroskopi.
5. Mempengaruhi kertas film karena dapat membentuk bayangan latent yang dapat
kelihatan setelah film diproses.
6. Berjalan menurut garis lurus dan tidak dapat dibelokkan.
7. Kecepatan sama dengan kecepatan cahaya.
8. Panjang gelombang 10 A- 0,001A
9. Tidak bermuatan listrik dan tidak dibelokkan oleh medan magnet.
10. Tidak dapat difokuskan oleh lensa.
11. Dapat menimbulkan ionisasi.
12. Menimbulkan efek biologis.

PESAWAT ROENTGEN
TD:
1. TUBE HEAD :

2. SUPPORT ARM
3. CONTROL PANEL

- X RAY TUBE
- POWER SUPPLY

PROSES TERBENTUKNYA SINAR X

Perlengkapan unt membuat radiograf


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

X ray film.
Intensifying screen
Kaset
Grid
Alat2 fiksasi
Alat2 proteksi
Marker

Kamar Gelap

- Ruang roentgen
ukuran: 4 x 3 x 2,8 m.
- Kamar Gelap
ukuran 2 x 3 x 2,8 m
- Dinding: Pb 2mm.
Beton 15 cm
Plesteran bata 25 cm

PROCESSING FILM
1. MANUAL
2. AUTOMATIC
3. COMPUTED RADIOGRAPHY (CR)

Lar Developper td:


- phenidon : rubah Ag+ Ag2O.
- Na Sulfida: bahan pengawet.
- Na Karbonat: aktivator lunakkan gelatin.
- Kalium Bromida: penghambat-->cgh AgBr yg tdk terekspose.

Lar Fixer:
- Clearing agen: Na thiosulphat (larutkan AgBr yg tdk terekspose).
- Natrium sulphat: pengawet
- Hardening agen: akuin, pengeras gelatin.
- Acidifer: as asetat netralisir alkali.

Filem Roentgen
7 lapisan, td: - 1,7 lapisan pelindung mekanis
- 2, 6 lapisan emulsi (gelatin dan
butir perak nitrat AgBr.
- 3, 5 lapisan perekat emulsi dg
bhn dasar.
- bahan dasar (cellulosa asetat
atau polyester.

KASET FILM

INTENSIFYING SCREEN
- lembar penguat.
- gbr jd agak kabur, ttp radiasi berkurang.
- 4 lapisan, td: - lapisan pelindung.
- bahan fluorescen (kalsium
wolframat, tungstat)
- lapisan pemantul.
- lapisan dasar (plastik)

Poteksi radiasi

Proteksi radiasi

radioproteksi

Sinar X kerusakan jaringan.


Leukemia, Ca kulit dp timbul 10-20 th kmd.
kr lama timbul efek krg perhatian.
ICRP (international commission On radiological protection) MPD=
maximum permissible dose
ssm tulang & genitalia
5 Rem / th
kulit & thyroid
30 Rem / th
tangan, lengan & kaki
75 Rem / th
bagian lain tubuh
15 Rem / th
1 Rem= 1 rad X RBE (relative biological effect)

Dosis total pekerja = 5 X (N-18) Rem


Jk tlh bekerja 30th: 5 X (30-18) = 60 Rem
1 minggu = 100 mRem

Efek biologis sinar X:


somatis & genetis

Somatis
1. Kelainan superfis: kerusakan kulit, rambut & kuku.
2. Jar. Hemopoetik: leukemia, anemia, leukopeni,
lymfopenia, < respon immun.
3. Rangsang keganasan: karsinoma, sarkoma.
4. Sterilitas.
5. Kataract.
6. Ggn pertumbuhan embrio s/d abortus.

Genetis
mutasi gen & aberasi chromosom

Proteksi radiasi:
Tujuan
1. Pasien
sekecil mungkin sesuai keharusan klinis
2. Personil
ditekan serendah mungkin sesuai pekerjaan msg2
3. Masyarakat
sesuai ICRP.

Fasilitas proteksi:
1. apron
2. pelindung gonad
3. pelindung thyroid
4. kaca mata Pb
5. sarung tangan Pb.

Alat pencatat dosis personil:


- film badge
- dosimeter saku

Cara proteksi
1. Faktor waktu
2. Faktor jarak dari sumber
3. Faktor alat pelindung radiasi

Proteksi radiasi thd pasien


- Hilangkan cara2 kerja yg td perlu & berlebihan.
- Gunakan cones, diafragma batasi lapang penyinaran,
(max. 2 cm > luas dari daerah yg difoto).
- Gunakan filter tambahan unt menyaring radiasi yg merusak.
- kV tinggi, mAs rendah.
- Gunakan filem & screen yg peka.

Proteksi radiasi thd personil


- Dg mengurangi dosis pasien = ikut kurangi dosis diri.
- Gunakan perisai.
- Gunakan apron, kacamata Pb, sarung tangan, pelindung
gonad dan thyroid.
- Gunakan monitoring.

Proteksi radiasi masyarakat umum


- Batasi arah sinar primer ke tembok dg
memperhatikan letak gedung.

- Pasang perisai bangunan dg tingkat radiasi


(dibelakangnya) < 10 mR/minggu.

Positioning
dan Ekspertise

Positioning dan Ekspertise


Terminologi
Positioning: cara2 memposisikan px sblm foto dibuat.
Ekspertise: keterangan foto yg dibuat ahli radiologi.
Radiograph: filem yg tlh ada gambar dr suatu bag tubuh.
Radiography: cara menghasilkan suatu radiograph.

Permukaan tubuh:

posterior (dorsal) = blkg,


anterior (ventral) = dpn,
kec,: palmar(volar) vs. dorsum Manus,
plantar
vs. dorsum Pedis.

Proyeksi: arah datangnya sinar.


PA, AP, Axial (long axis, mis: Cephalo-caudal), tangensial
(melewati permukaan), lordotic.
Posisi: posisi tubuh pasien.
Supine, prone, erect, trendelenburg, lateral, oblique (LAO, RAO,
LPO, RPO, decubitus (LLD, RLD, dorsal decubitus, ventral
decubitus).

Terapan:
Kepala (Skull, Schedell): AP,Lat,Tangensial, basis cranii
(SMV), Rheese, schullers, stenvers, caldwell, waters,
TMJ, SPN, Mastoid, Orbita, Mandibula, Maxilla.
Cervical: AP,Lat,Oblique,Open mouth,STL.
Thorax: AP,PA,Lat,Obl,Decubitus,Ekspirasi.
Abdomen: abd 3 posisi (AP supine, erect, LLD)
Pelvis:
Lumbosacral:
Thoraco-lumbal:
Ekstemitas:

Bagaimana seharusnya permintaan foto dibuat?


1. id.
2. foto apa, posisi/proyeksi
3. data klinis.

Ekspertise
- Keterangan ahli radiologi.
- Diskripsi tanpa/dengan kesimpulan
(kesan), DD.
- Memuat istilah2 radiologi.

Istilah-2
Radiograf:

radiolusen

radio-opaque.

USG:

sonolusen
hypo-echoic

sonodens
hyper-echoic

Ct scan:

hypoden

hyperdens

MRI:

intensitas signal rdh

Ked nuklir: uptake rendah

tinggi
tinggi

Media kontras
Media kontras
Positif

Negatif
-udara

Larut air
-iopamiro
-ultravist

-omnipaque

Larut lemak
-lipiodol

Suspensi
-Barium sulphat

Penggunaan CM
- GIT : OMD, MDF, Ba folow trough, colon in loop, loopografi,
appendicografi. Cholangiografi (oral/iv).
- TUG: IVP, RPG, APG, Urethro-Cystografi, BV urethrografi,
cavernosografi, HSG.
- Fistulografi.
- Dacriocystografi, sialografi.
- Myelografi.
- Angiografi (arteriografi, venografi/phlebografi).
- Arthrografi.
- Lymfografi.
- Bronchografi.

Gambaran Radiologi
Tractus Respiratorius

Teknik Pemeriksaan
. Plain

Foto
. Linier Tomography
. Fluoroscopy
. Barium Studies
. Bronchography
. Angiography
. Computed Tomography (CT)
. Radionuclide Imaging
. Ultrasound
. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Plain Film
Standard views:
-PA
-Lateral
Other views:
-AP
-Supine
-Expiratori
-Lordotic
-Decubitus
-Oblique

Linear Tomography
Diambil alih CT.
Sekarang jarang dipakai, kecuali pada pemeriksaan:
. Trachea, main bronchus.
. Massa/nodul paru.
. Apex paru lebih baik dari Lordotic view.
. Pembesaran Hilus (bedakan massa, KGB >, vessels).
. Mediastinum (massa pd mediastinum lbh baik
d.p. plain foto).

Fluoroscopy
Menilai:
- Pergerakan diafragma (parese/paralisa n.phrenicus)
- Pergerakan mediastinum (emfisema mediastinum).
- Lokalisasi kelainan dirongga dada.
- Perjalanan media kontras.
Kerugian:
- Bahaya radiasi >>
- Waktu pengamatan terbatas.
- Tidak ada dokumentasi.

Ct scan
-Detil anatomi yg jelas (ddg dada, pleura, paru & mediast).

-Indikasi utama:
1. Staging Kanker paru.
2. Staging tumor lainnya.
(deteksi nodul 3 mm).
3. Diffuse lung disease (fibrotik, emfisema, bronchiectasis).
4. Pleural disease (pl eff. minimal, pleural plaque kcl).
5. Mediastinal disease (lymphoma, aneurisma).

Interpretasi foto Thorax


Apa yang dianalisa?
1. Data klinis (nama, umur, sex, problem klinis).
2. Data teknis (marker R/L, sentrasi, kondisi, inspirasi).
3. Tulang & jar. lunak (texture, deformitas).
4. Diafragma (contour, posisi, bentuk).
5. Upper abdomen (udara abnormal).
6. Paru (densitas, br-vascular pattern,
ukuran/shape/densitas/posisi hilus, fissura, sinus
costophrenicus, opasitas abnormal).
7. Mediastinum (posisi, trachea, subcarinal angle,
/posisi aorta, bentuk/ukuran/posisi Jantung).

Plain Foto PA (Foto Thx PA)

Linier tomogram

Decubitus

Diafragma
Kelainan R:
Kelainan fungsi, posisi, bentuk, ukuran/integritas,
densitas, arsitektur/struktur, jumlah.
Kelainan Fungsi:
a). Gerakan terbatas
- parese n. phrenicus
- peradangan.
- emphysema paru.
b). Gerakan paradox
- parese n. phrenicus
- tension Pn. thx

Kelainan Posisi
a). Elevasi Bilateral
Obesitas, massa abd., ascites, H/L >, gravida.
b). Elevasi Unilateral
Kurang volume 1 hemi thx, parese n, distensi
colon/lambung, H> atau L>, radang/abses sub diafrag,
chylaiditis syndrome, infrapulmonari effusion.
c). Bilateral Low position
Emphysema paru, pn. thx bilat, badan asthenicus.
d). Unilateral Low position
Tension pn. thx

Kelainan Bentuk
Scalloping, tenting.

Kelainan ukuran/integritas
Hernia diafragmatika
Kelainan densitas
Kalsifikasi diafragma, extrapleural emphysema.
Kelainan jumlah
diafragma accessorius.

diafragma

Pleura
Normal tdk tampak pd foto

Kelainan R:
1). Kelainan bentuk/ukuran
Cavum pleura melebar pada:
pn. thx, hydrothorax, hematothorax, empyema,
granuloma, fibrosis, tumor.
2). Kelainan densitas
kalsifikasi (plaque-calcification), fibrous adhesions.

Pneumothorax
Adanya udara di cavum pleura

Berdasarkan jumlah:
- pn thx lokal.
- pn thx general
Berdasarkan kejadian:
- pn thx spontan
- pn thx traumatik
- pn thx artifisial

Gambaran R Pneumothx
Bayangan Hyperlusen tanpa jaringan paru.
Bila hebat paru kolaps.
Paru kolap lebih dens, arah kolap ke medial.
Pendorongan organ2 mediastinum.
ICS melebar.
Dibedakan dengan:
1. Pneumomediastinum.
2. Infark paru.
3. Local emphysema.
4. Bulla, bleps, pneumatocele.

Hydropneumothorax
Adanya cairan dan udara di cavum pleura
air fluid level.
R: atas hyperlusen, bawah opaque.
Etiol: 1. Sekret pleura msk kedalam pn thx.
2. Ruptura abses.
3. Ruptura pl. effusion.

Pn thorax

Pneumomediastinum.

Hydropneumothorax

Pleural effusion
Ada cairan di cavum pleura
Berupa:
- cairan yang bebas.
- terlokalisir (encapsulated/ localized atau
pockated pl eff/ encysted pl.eff).
Unilateral atau bilat.
Kausa: - Inf. spesifik/non spesifik.
- idiopathic
- dll.
R: perselubungan opaque permukaan concav disertai
tanda2 penambahan volume.

Encysted Pleural Effusion


Dpt terjadi pd:
1. parietal
2. Diafragmatic
3. Mediastinal
4. Interlobar
5. parieto-interlobar
6. Mediastino-interlobar
Penyebab:
Gagal jantung, Pneumonia, Malignancy, TB
R: umumnya Spindel shape (biconcav).

Pl eff

Localized pl eff

Parietal

interlobar

Tumor Pleura
1. Primer
-Jinak: fibroma, angioma, chondroma, cyste.
-Ganas: Endothelioma
Mesothelioma. disertai hemorrhagic eff.
2. Sekunder
biasanya multiple + effusion + >> KGB.

Tumor Pleura

Cavum Thorax Asymetris


Hemithorax melebar: Massive pl eff, tumor besar, pn
thx, emphysema, hernia diafragm, Cystic lung
disease, tu mediastinum.
Hemithorax menyempit:
massive atelectasis, scar formation, thoracoplasty,
paralyse n phr, congenital hypogenesis/aplasia brpulmonary.

Parenchym Paru
Kelainan2;

Atelectasis
Def: kolaps sebagian/seluruh paru.
Etiol: - Obstruksi
- Penekanan luar (pn thx, mass, kista)
- Radang kronis fibrosis
- Aerasi incomplete (bayi baru lahir)

R: - bayangan homogen densitas tinggi.


- tanda2 dari kehilangan volume.

Atelectasis

Lobar Pneumonia
Def: Radang paru satu lobus/ bbp segment.
Etiol: bakteri, virus, protozoa, jamur, bahan kimia,
radiasi.
R: - perselubungan padat homogen
- batas tegas sesuai lobus.
- tidak merubah volume.
- air bronchogram (+).
Didukung klinis dan laboratoris.

Pneumonia

Infark paru
Ischemic infark
Ro: hyperluscen
dpt terbentuk cavitas
Dx pasti: angiocardiografi

Lung Sequester
= Hypogenesis paru
Lokasi lobus inferior & 90% diparu kiri
Bentuk bulat-oval
Ada 2 bentuk: Solid & Cystic

Bronchopneumonia
Ro: - bervariasi, berupa konsolidasi aciner, segmen
tal/lobar (patchy infiltrat).
- sering di lobus inferior.
- dp mengenai interstitial dan peribronchial
- dp sisertai effusi.

Bronchiectasis
Def: dilatasi cabang2 bronchus/ bronchiolus.
Type: aciner, tubuler, varicous.
Ro: Honey comb appearance.
Jk ada bercak2 infiltrat terinfeksi.

Aspirasi Pneumonia
Biasa: bayi/anak2
Ro: mirip br-pneumonia infiltrat di basal paru
(gravitasi)

Hypostatik Pneumonia
Ro: mirip br-pneumonia.

Edema Paru
Ro: butterfly appearance
disertai pelebaran p drh + p limfe & jantung >>
dpt disertai dengan pl eff.

Edema paru

Tuberculosis Paru
Radiologis dibedakan: TB anak & Dewasa
1. TB anak.
Lesi primer pd interalvioler paru merup. fokus
pneumonic-konsolidasi yg disebut GHON FKS,
Ghon Fokus + >>KGB hilus Ranke Complex
2. TB dewasa
Reinfeksi exogen/endogen
Gambaran Ro sangat beragam, umumnya lesi
di apex paru.

TB Anak

Gambaran Ro TBC
Tanda2 masih aktif:
- bercak halus atau kasar
- gambaran berawan tipis atau padat
- perselubungan + bercak infiltrat
- cavitas
- gambaran komplikasi:(penyebaran milier,
pneumonia, pl eff, empyema, atelectasis)
Tanda2 tenang:
- kalsifikasi
- fibrotik

TB primer

TB milier

TB minimal lesion

Far advanced

Milier TB

Schwartee

Tumor Paru
Jinak &
Ganas (primer / metastase
Tanda Tu Jinak:
- bayangan massa densitas tinggi
- soliter, batas tegas < 1 cm
- ada kalsifikasi di dlm tumor.
Contoh: Bronchial Adenoma, Hamartoma, Angioma

Tanda Ro dugaan tumor Ganas:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Hilus kanan terangkat


Sudut arterio-venous kanan tumpul
Ruang esofago-tracheo bronchial lebar
Obliterasi retrosternal space
Radiolusen line paramediastinal hilang
Bayangan ganda knob aorta
Tinggi diafragma tdk sesuai dg keluhan sesak
Segmental atelectasis atau emphysema
Fissura interlobar tampak nyata
Garis2 kerley akibat penyebaran lymfogen
Mortons S sign (massa hilus atelectasis)
Cavitas excentric
Bronchopneumonia persisten
Rigler Notch sign (umbilikasi permukaan nodul)
Chronic Lung disease.

Ca bronchogenic

Grs kerley

Metastase ke Paru
1. Type Coarse Noduler
asal dari: oropharinx, lambung, thyroid, genetalia
wanita, lymfosarcom, chorioepithelioma

2. Type Golf ball


sarcoma, clear cell ca, seminoma
3. Type Subpleural (terlihat pl effusion)
mamma, paru, mesothelioma

4. Type Milier
thyroid, paru, sarcoma tulang, mamma.
5. Type Lymfatik
lambung/pancreas, mamma/paru, lymphoma/
leukemia, prostat

6. Type Pneumonic/peribronchial
esofagus, paru, mamma.

Aspergilloma

Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai