Anda di halaman 1dari 29

KOPERASI SEBAGAI ORGANISASI EKONOMI RAKYAT YANG BERWATAK

SOSIAL, BERANGGOTAKAN ORANG-ORANG ATAU BADAN HUKUM YANG


MERUPAKAN TATA SUSUNAN EKONOMI SEBAGAI USAHA BERSAMA
BERDASARKAN ATAS ASAS KEKELUARGAAN.

M. Santho Bastian Sinaga


Prodi Manajemen Bisnis, Universitas Putera Batam
Abstract : In order of economic life is solely guided by the spirit of competition, then some
weak little people such as farmers, laborers, fishermen, and small traders. Will lag behind the
current progress because it does not have ability to compete with other, more powerful
groups.
In order to achieve such lofty goals stated in Pancasila and the 1945 Constitution, which is to
realize prosperity for all Indonesian people, the system of economic life must be developed
on the basis of the spirit of cooperation and kinship. Cooperative according to law no. 12,
1967, on the main points of cooperatives are: the economic organizations of the social
character of the people who, composed of the persons or legal entity who is a co-operative
economic arrangements as a joint venture based on a family basis.
Keywords:organisasi rakyat, asas kekeluargaan.
PENDAHULUAN

Guna mencapai tujuan yang luhur seperti


tercantum dalam pancasila dan UUD

1.1 Latar Belakang

1945, yaitu mewujudkan kemakmuran

Dalam tata kehidupan ekonomi yang


semata-mata dilandasi oleh semangat
persaingan, maka sebagian rakyat kecil
yang

lemah

seperti

petani,

buruh,

nelayan, dan pedagang kecil. Akan


tertinggal dari arus kemajuan karena tidak
memiliki kamampuan untuk bersaing
dengan golongan lain yang lebih kuat.

bagi seluruh rakyat Indonesia, maka tata


kehidupan ekonomi harus dikembangkan
atas dasar semangat kerja sama dan
kekeluargaan. Koperasi menurut undangundang no. 12 tahun 1967, tentang
pokok-pokok

perkoperasian

adalah

Oragnisasi ekonomi rakyat yang berwatak


sosial, beranggotakan orang-orang atau
badan hukum koperasi yang merupakan

tata susunan ekonomi sebagai usaha

perdagangan dana lain-lain perlu

bersama

ditingkatkan.

berdasarkan

atas

asas

kekeluargaan.
4. Pembinaan kopersi unit desa dan
Tujuan

utama

meningkatkan

dari

koperasi

taraf

kesejahteraan

adalah

hidup

dan

anggota-anggotanya.

koperasi

primer

dilanjutkan

lainnya

sehingga

perlu
makin

meningkat mutu dan kemampuannya.

Dismping itu koperasi mempunyai tujuan


yang

ekonomis-komersial.

koperasi

biasanya

Modal

diperoleh

dari

simpanan pokok, simpanan wajib dan


simpanan

sukarela.

Didalam

GBHN

(garis-garis besar haluan Negara) 1988


dinyatakan :

Bahkan

dalam

GBHN

selanjutnya

disebutkan pula yaitu:


1. Pengembangan dunia usaha nasional
yang

terdiri

dari

usaha

Negara,

kopersi dan usaha swastadiarahkan


terutama agar makin mampu dan

1. Koperasi sebagai gerakan ekonomi


rakyat

perlu

terus

pengembangannya

didorong

dalam

rangka

berperan

mendorong

pertunbuhan ekonomi, memperluas


pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya

mewujud kandemokrasi ekonomi.

dalam

termasuk

memperluas

kesempatan usaha dan lapangan kerja.


2. Gerakan memasyrakatkan koperasi
perlu

ditingkatkan

pelaksanaannya

dan

dalam

didukung

oleh

pendidikan perkoperasian baik di


sekolah-sekolah

maupun

di

luar

sekolah serta pembinaan koperasi

2. Kerja sama yang serasi antara usaha


Negara, koperasi dan usaha swasta
serta antara usaha besar, menengah
dan

kecil

perlu

dikembangkan

berdasarkan semangan kekeluargaan


yang sling menunjang dan saling

secara profesional.1

menguntungkan.
3. Kemampuan koperasi untuk berperan
lebih besar diberbagai sektor seperti
pertanian,

industri,

konstruksi,

1.2 Rumusan Masalah


Makalah ini hanya membahas hal-hal
sebagai berikut:

Hendar & Kusnadi, Ekonomi Koperasi,


Lembaga Penerbit FEUI, 2005(Hlm. 97).

a. Pengertian

Koperasi

dan

Lambang Koperasi Indonesia


2

Makna

b. Sejarah Koperasi

Definisi tersebut mengandung unsurunsur bahwa:

c. Landasan Dasar Koperasi di Indonesia


Koperasi

1. Perkumpulan
merupakan

d. Jenis-Jenis Koperasi di Indonesia

(bukan

e. Peran dan Perbedaan Koperasi dengan


Badan Usaha lainnya
f. Tata

Cara

Pendirian

di

Indonesia
g. Koperasi

Soko

Guru

tetapi

persekutuan social
untuk menjadi

anggota,

netral tehadap aliran dan agama.


mempertinggi

kesejahteraan jasmaniah anggotanya


dengan

Perekonomian di Indonesia

modal

akumulasi),

3. Tujuannya
Sebagai

bukan

perkumpulan

Modal

2. Sukarela
Koperasi

koperasi

kerja

sama

secara

kekeluargaan.
1.3 Tujuan
Menurut UU RI no 25 tahun 1992
Pembuatan makalah ini mempunyai tujuan
yaitu

untuk

menambah

pengertian tentang perkoperasian adalah:

pengetahuan

penulis pada khususnya dan menambah

1. Koperasi adalah badan usaha yang


beranggotakan

pengetahuan pembaca pada umumnya.

orang

atau

badan

hukum koperasi dengan melandaskan


kegiatan berdasarkan prinsip koperasi.
2. Perkoperasian adalah segalah sesuatu

2.1 Pengertian Koperasi

yang menyangkut kehidupan koperasi


Koperasi berasal dari perkataan co dan
operation, yang mengandung arti kerja

3. Koperasi primer adalah koperasi yang

sama untuk mencapai suatu tujuan.

be anggotakan orang atau seorang.

Koperasi adalah suatu perkumpulan yang


beranggotakan orang-orang atau badanbadan,

yang

memberikan

kebebasan

masuk dan keluar sebagai anggota.


Dengan kerja sama secar kekeluargaan
menjalankan usaha, untuk mempetinggi
kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
3

4. Gerakan koperasi adalah keseluruhan


organisasi

koperasi

pengorganisasian

dan
yang

kegiatan
bersifat

terpadu menuju tercapainya cita-cita


koperasi.

5. Bintang dan Perisai : Menggambarkan


pancasila dan merupakan landasan
*Naja, Daeng, 2009. Pengantar Hukum
Bisnis

Indonesia,

Pustaka

idiel dari koperasi

Yustisia

(Hlm. 22)

6. Pohon Beringin : Menggambarkan


sifat

Koperasi menurut undang-undang no. 12


tahun

1967,

tentang

pokok-pokok

kemsyarakatan

berkeperibadian

yang

Indonesia

dari

koperasi yang kokoh berakar.

perkoperasian adalah : Oragnisasi ekonomi


rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan

7. Koperasi Indonesia : Menandakan

oaring-orang atau badan hokum koperasi yang

bahwa lambang ini adalah lambang

merupakan tata susunan ekonomi sebagai

kepribadian kopersi rakyat Indonesia.

usaha

bersama

berdasarkan

atas

asas
8. Warna Merah Putih : Menggambarkan

kekeluargaan.
Tujuan

utama

dari

koperasi

adalah

meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan


anggota-anggotanya.dismping

itu

koperasi

mempunyai tujuan yang ekonomis-komersial.

Prinsip- prinsip koperasi itu selengkapnya

1. Pengawasan

1. Rantai : Menggambarkan pershabatan


yang kokoh

oleh

anggota

secara

demokratis
2. Keanggotaan bersifat sukarela dan

2. Gigi Roda : Menggambarkan usaha


yang

koperasi.

adalah :

Lambang Dan Sendi Dasar Koperasi

karya

sifat nasional dan golongan karya

terus

menerus

dari

terbuka
3. Pembatasan bunga atas modal

golongan koperasi
4. Sisa hasil usaha dibagi kepada para
3. Kapas dan Padi : Menggambarkan
kemakmuran rakyat yang diusahakan

anggota sebanding dengan jumlah


pembelian mereka di loperasi

yang akan di capai golongan kopersi.


5. Barang-barang dijual secara tunai
4. Timbangan

Menggambarkan

keadilan sosial sebagai salah satu


dasar pancasila.

6. Jaminan

kepada

anggota

bahwa

barang-barang yang dijual sungguh4

sungguh

bermutu

dan

tidak

Jerman bulan Oktober 1984, menurut Dr.

dipalsukan.

FFauguet, terdapat empat prinsip yang


bersifat tetap. Keempat prinsip atau ciri

7. Menyelenggarakan

kegiatan

itu adalah:

pendidikan secara teratur dan terusmenerus bagi para anggotanya untuk

1. Terdapat ketentuan yang berimbang

memelihara semangat koperasi dan

dan adil mengenai pembagian sisa

perkembangan pribadi.

hasil usaha dan atas dasar itu juga


kewajiban anggota untuk penyediaan

8. Netral terhadap agama dan politik

dan pemupukan modal usaha koperasi


serta dalam menaggung resiko-resiko

Perumusan itu adalah :

yang timbul.
1. Keanggotaan yang terbuka
2. Adanya ketentuan tentang persamaan
hak para anggota di dalam organisasi

2. Pengawasan secara demokratis

koperasi.
3. Pembagian sisa hasil usaha sebanding
3. Adanya

dengan jasa atau beser kecilnya peran

ciri

kesukarelaan

untuk

menjadi anggota koperasi

serta anggota dalam usaha koperasi

4. Adanya peranan yang aktif dari

4. Bunga uang yang terbatas atas modal

seluruh anggota dalam memajukan


5. Netral dalam lapangan politik dan

usaha dan pelayanan koperasi

agama serta ras (suku bangsa)


Sendi-sendi dasar koperasi Indonesia adalah :
6. Tataniaga yang dijalankan secara
1. Sifat keanggotaannya sukarela dan

tunai

terbuka untuk setiap warga negara


7. Menyelenggarakan
kepada

anggota

pendidikan
dan

Indonesia

masyarakat
-

umum

Sukarela di dalam koperasi berarti


atas

Walaupun dalam setiap kongres, ICA


selalu melakukan kajian ulang terhadap
prinsip-prinsip koperasi, seperti juga
halnya kongres terakhir di Hamburg
5

kemamauan

seseorang
koperasi

menjadi
itu

sendiri,
anggota

didasarkan

pada

kesadaran untuk bersama-sama

secara kekeluargaan menolong diri

akan timbul sisa hasil usaha atau

sendiri.

keuntungan.

Terbuka berarti tidak dihalang-

4. Adanya

pembatasan

modal.

sebagai anggota, asalkan tidak

diperoleh

akan

anggota. Karena modal koperasi itu

jalannya

koperasi.

dari

koperasi

atas

halangi untuk masuk atau keluar


mengganggu

Modal

bunga

terutama

simpanan-simpanan

berfungsi untuk melayani anggotaanggota khususnya dan masyarakat

2. Rapat anggota merupakankekuasaan


tertinggi

sebagai

demokrasi

pencerminan

dalam

koperasi.

Perkumpulan koperasi itu didirikan


oleh anggotanya, dalam suatu rapat

pada

umumnya

(berfungsi

sosial),maka tidak ada tempatnya jika


modal itu sengaja dimasukkan ke
dalam koperasi untuk memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya.

anggota untuk melayani anggotaanggota itu sendiri. Dengan demikian


maka

koperasi

adalah

kesejahteraan

milik

anggota khususnya dan masyarakat

anggota (dari anggota untuk anggota)

pada umumnya karena perkumpulan

Oleh sebab itu, semua keputusan

koperasi itu sengaja didirikan oleh

penting

tujuan

anggota untuk kesejahteraan para

koperasi itu diambil dalam rapat

anggota, maka sendirinya koperasi itu

anggota dan mengikat semua anggota

melayani para anggota secara khusus.

untuk

itu

5. Mengembangkan

mencapai

3. Pembagian sisa hasil usaha diatur


menurut jasa masing-masing anggota

6. Usaha

dan

ketata-laksanaannya

bersifat terbuka

Koperasi adalah organisasi ekonomi


yang berwatak sosial, artinya: dalam
melaksanakan

kegiatan-kegiatan

ekonominya, pelayanan harus selalu


ditujukan untuk melayani manusia
(ialah:

anggota

khususnya

dan

masyarakat pada umumnya). Dalam


berusaha memberikan pelayanan itu

7. Perkumpulan koperasi adalah milik


anggota dan harus berusaha untuk
melayani

anggota.oleh

sebab

itu

ketatalaksanaan kepengurusan kopersi


harus terbuka bagi setiap anggotanya.
8. Swadaya, swakarta dan swasembada
sebagai

pencerminan

dari

pada

Prinsip dasar ; percaya pada diri

diketuai oleh Dr. JH Boeke.

sendiri.

Berdasarkan

usul-usul

komisi

koperasi itu, lahirlah undangPercaya pada diri sendiri terletak


pada:

Swadaya,

Swasembada

Swakarsa,

dimana

sendi

dan
dasar

percaya diri sendiri adalah asas dalam

undang

koperasi

tahun

1927,

Staatblad no. 91 dengan nama


Peraturan Koperasi Anak Negri,
yaitu:

koperasi
a. Bahwa
2.2 Sejarah Gerakan Koperasi

undang-undang

koperasi menjadi dasar hukum


bagi perkumpulan koperasi,

1. INDONESIA

b. Mendidik bangsa Indonesia

A. Zaman Penjajahan

asli dibidang koperasi, dan


Pada tahun 1896 seorang pamong
praja patih R. Aria Wiria Atmaja
di Purwokerto mendirikan sebuah
Bank untuk para pegawai negeri
(priyayi).

Ia

terdorong

c. Memberi

bimbingan

serta

penerangan tentang koperasi.


B. Zaman Kemerdekaan

oleh

keinginan untuk menolong para

Pada tanggal 12 juli 1947,di

pegawai yang makin menderita

Tasikmalaya diadakan Kongres

karena terjerat oleh darat yang

koperasi yang pertama dan tanggal

memberikan

tersebut menjadi hari Koperasi di

pinjaman

dengan

bunga yang tinggi. Pada tahun

Indonesia.

1915,

undang-undang

Pada

pertama

diadakan Kongres ke dua di

lahirlah

koperasi

yang

pada

tanggal 7 April 1915. undang-

tanggal

12

juli

1953

Bandung yang menetapkan:

undang itu terkenal dengan nama


staatblad no. 431. undang-undang
koperasi tersebut berlaku untuk
semua bangsa, baik eropa, timur
asing

maupun

Indonesia

asli.

Tahun 1920 dibentuk cooperatie


commisie(komisi koperasi) yang
7

a. Pembentukan dewan koperasi


Indonesia sebagai pengganti
serikat

organisasi

Indonesia

koperasi

b. Koperasi

menjadi

mata

6. Menggiatkan

pelajaran di sekolah-sekolah

pendidikan

perkoperasian dan memperluas


penerangan

c. Pengangkatan Dr. moh. Hatta


sebagai

bapak

koperasi

7. Mempererat kerja sama antar

Indonesia

koperasi secara horizontal dan


vertical,baik koperasi dalam

C. Zaman Orde Baru

negeri maupun luar negeri.

Pada tanggal 11-14 november


1968,diadakan

musyawarah

nasional 11 Gerakan Koperasi


Indonesia (GERKOPIN) dengan
keputusan;

Pada tanggal 7-12 juli 1973,


diselenggarakan

nasional koperasi di Jakarta yang


disebut MUNASKOP IX, dengan
keputusan;

1. Mengembalikan kepercayaan

masyarakat kepada koperasi


2. Memperbaiki
bidang

usaha

dan

komersial yang serasi


3. Menghilangkan

pemupukan

dalam

ll

dan

pelaksanaan pelita ll

Kegiatan usaha koperasi pada


pelita ll ditujukan;

mental

ketergantungan
4. Menggiatkan

koperasi

pembangunan

berdasarkan
ekonomi

Program

rangka sapta krida kabinet

efisiensidi

norma-norma

system

musyawarah

1. Meningkatkan

produksi

pangan dan barang ekspor


kembali

modal

melalui

simpanan

secara

berencana dan terarah

untuk

meningkatkan

pendapatan anggota
2. Meningkatkan

produksi

pangan dan barang ekspor

5. Memperbaiki manajemen serta


meningkatkan managerial skill
pada koperasi

untuk

meningkatkan

devisa
3. Lebih

meratakan

pembangunan
8

hasil

4. Memperluas
jawab

tanggung

dan

Dalam

partisipasi

masyarakat

Permusywaratan

Perwakilan.

dalam
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh

pembangunan

Rakyat Indonesia
5. Ikut

menciptakan
2. Landasan Strukturil

kesempatan kerja
6. Menjadikan

koperasi

sebagai

unit

ekonomi

rakyat

yang

mampu

Yang
landasan
adalah

dimaksud
Sturukturil

tempat

Landasan
Dasar

Koeparasi
koperasi

dalam susunan hidup masyarakat.

berdiri sendiri
2.3 Landasan

berpijak

dengan

Koperasi

Di

Indonesia

strukturil

koperasi

Indonesia yaitu UUD 1945 pasal 33


ayat 1 beserta penjelasannya. Yaitu
perekonomian diatur sebagai usaha

1. Landasan Idiel

bersama

Yang dimaksud dengan landasan idiel

berdasarkan

asas

kekeluargaan.

koperasi adalah dasar atau landasan


yang digunakan dalam usaha untuk
mencapai cita-cita koperasi.

Landasan

Idiel

Koperasi

yaitu

Pancasila ;
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan

yang

Adil

dan

Beradab

3. Landasan Operasional
a. UUD 1945 pasal 33

3. Persatuan Indonesia

1. Perekonomian

4. Kerakyatan yang Dipimpin


Oleh Hikmat Kebijaksanaan

sebagai usaha bersama


berdasarkan
kekeluargaan.

diatur
asas

2. Cabang-cabang produksi
yang

penting

Negara

dan

pelaksanaannya

bagi

didukung

oleh

yang

pendidikan

menguasai hajat hidup

perkoperasian baik di

orang banyak dikuasai

sekolah-sekolah

oleh Negara.

maupun di luar sekolah


serta

3. Bumi

dan

kekayaan

air

dan

alam

pembinaan

koperasi

yang

secara

prafesional.

terkandung di dalamnya
dikuasai

oleh

Negara

Kemampuan

kopersi

dan dipergunakan untuk

untuk

berperan

lebih

sebesar-besar

besar di berbagai sektor

kemakmuran rakyat

seperti
pertanian,industri,

b. GBHN (Garis-Garis besar


Haluan
Didalam
garis

konstruksi, perdagangan

Negara)
GBHN

dana

(garis-

besar

ditingkatkan.

Pembinaan kopersi unit


desa
primer

Koperasi

sebagai

gerakan ekonomi rakyat


perlu

terus

perlu

haluan

Negara) 1988 dinyatakan :

lain-lain

didorong

dan

koperasi

lainnya

dilanjutkan

perlu

sehingga

makin meningkat mutu


dan kemampuannya.

pengembangannya
dalam

rangka

mewujudkandemokrasi

Bahkan

ekonomi.

selanjutnya

dalam

GBHN
disebutkan

sebagai berikut:

Gerakan
memasyrakatkan
koperasi

1. Pengembangan

dunia

perlu

usaha

nasional

yang

ditingkatkan dan dalam

terdiri

dari

usaha

10

Negara,

kopersi

dan

berdasarkan

prinsip

usaha swastadiarahkan

koperasi

terutama

Sebagai sebagai gerakan

agar

makin

sekaligus

mampu dan berperan

ekonomi

dalam

berdasarkan atas asas

mendorong

pertunbuhan

ekonomi,

rakyat

yang

kekeluargaan

memperluas pemerataan
pembangunan dan hasilhasilnya

termasuk

kesempatan usaha dan


lapangan kerja.

antara usaha Negara,


swasta

dan

usaha

serta

antara

usaha besar, menengah


dan

sesuatu

yang

koperasi
3. Koperasi primer adalah

Kerja sama yang serasi


koperasi

segalah

adalah

menyangkut kehidupan

memperluas

2.

2. Perkoperasian

kecil

perlu

dikembangkan

koperasi

yang

beranggotakan

orang

atau seorang
4. Koperasi
adalah

Sekunder
koperasi

yang

oleh

dan

didirikan

beranggotakan koperasi

berdasarkan semangan
kekeluargaan yang sling

5. Gerakan koperasi adalah

menunjang dan saling

keseluruhan

menguntungkan.

koperasi dan kegiatan

organisasi

pengorganisasian
c. UU RI no 25 tahun 1992
tentang Perkoperasian:

usaha

yang

beranggotakan
atau

orang

badan

koperasi
melandaskan

hukum

den

bersifat terpadu menuju


tercapainya

1. Koperasi adalah bdan

gan

kegiatan
11

yang

cita-cita

koperasi.
d. Anggaran

Dasar

dan

Anggaran Rumah Tangga


Negara Unit Koperasi.

2.4 Jenis-Jenis Koperasi Di Indonesia

perekonomian desa. Koperasi ini


bergerak

1. Berdasarkan jenis-jenisnya
a. Kopersi

untuk

Konsumsi:

koperasi

yang

yaitu

mengusahakan

diberbagai
memenuhi

bidang
kebutuhan

masyarakat desa.
2. Menurut sifat kegiatan usahanya

kebutuhan seharu-hari.
a. Koperasi Tunggal Usaha yaitu
b. Koperasi Kredit atau Koperasi
Simpan

Pinjam

koperasi yang hanya memiliki


satu kegiatan usaha

yaitu koperasi yang menawarkan


pinjaman

kepada

anggota-

b. Koperasi Serba Usaha yaitu

anggotanya maupun masyarakat

koperasi yang memiliki lebih

umum.

dari satu jenis kegiatan usaha

Koperasi

bergerak

di

ini

bidang

yang
simpan

3. Menurut

pinjam.

jenjang

Hierarki

organisasinya
c. Koperasi Produksi yaitu koperasi
yang bergerak dalam bidang
kegiatan

ekonomi

pembuatan

dan

penjualan

barang-barang

baik

yang

lakukan

koperasi

di

sebagai

oleh

organisasi

maupun para anggotanya.

berusaha

di

koperasi yang hanya memiliki


satu kegiatan usaha
b. Koperasi Serba Usaha yaitu
koperasi yang memiliki lebih
dari satu jenis kegiatan usaha

d. Koperasi Jasa yaitu koperasi


yang

a. Koperasi Tunggal Usaha yaitu

bidang

4. Menurut status hukuman yang


dimilikinya

penyediaan jasa tertentu bagi


para anggota maupun masyrakat
umum.

a. Koperasi Berbadan Hukum Yaitu


koperasi yang telah memperoleh
badan

e. Koperasi Serba Usaha / Koperasi


Unit

Desa

yaitu koperasi yang didirikan di


desa

dan

melayani

kegiatan
12

hukum

karenanya

koperasi

dapat

dan

melakukan

tindakan hokum yang berkenaan


dengan seluruh kegiatan uasanya.
Contoh

Koperasi

ABRI,

Koperasi pegawai negeri dan

7. Memperkukuh perekonomian rakyat

lain-lain.

sebagai dasar kekuatan ketahanan


perekonomian

b. Koperasi yang Belum Memiliki

nasional

dengan

koperasi sebagai soko gurunya

atau Tidak Berbadan Hukum


Yaitu

kegiatan

ekonomi

kerja

masyarakat

kesamaan

atau

ekonomi

diantara

sama b. Peranan Sosial


karena

kebutuhan

1. Mendidik

para

masalahnya sendiri serta membuka


peluang

Peran Koperasi Dan Perbedaan


Koperasi

Dengan

untuk

secara bersama-sama menyelesaikan

para

anggotanya.
2.5

anggotanya

Badan

secara

bersama-sama

membangun kehidupan ekonominya

Usaha

masing-masing.

Lainnya
2. Menumbuhkan semangat kerja sama
a. Peranan ekonomi

serta cinta terhadap sesama umat


manusia

1. Membantu para anggotanya untuk

yang

kewajiban

meningkatkan penghasilan sehingga

bersumber

partisipasi

pada

dari

para

anggota sesuai dengan kemampuan

kemakmuran pun meningkat

masing-masing.

2. Menciptakan lapangan kerja

3. Menanamkan

penggunaan

ukuran

berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan

3. Mempersatukan dan mengembangkan

dan pendekatan secara manusiawi dan

daya usaha diri orang-orang, baik

bukan nilai uang atau kebendaan.

perorangan maupun masyarakat

4. Memungkinkan terlaksananya usaha

4. Ikut meningkatkan taraf hidup rakyat

pembentukan warga Negara yang baik


5. Menyelenggarakan

kehidupan

dan

pada

jawab

atas

mengembangkan Perbedaan Koperasi Dengan Badan Ekonomi

potensi dan kemampuan ekonomi Lainnya


anggota

bertanggung

kesejahteraan masyarakat.

ekonomi secara demokratis


6. Membangun

dan

khususnya

dan

masyarakat pada umumnya


13

Ada

beberapa

prinsip

yang

dapat

Pemerintah telah bertekad untuk

membedakan koperasi dengan badan ekonomi

melakukan langkah dan kebijaksanaan

lainnya. yaitu:

strategis, agar perekonomian nasional


dapat semakin tumbuh dan berkembang

1. Koperasi tidak mencari untung yang


sebesar-besarnya

sedang

badan

ekonomi lain mencari keuntungan


sebesar-besarnya.
2. Koperasi

secara wajar dan proporsional. Komitmen


tersebut

dilakonkan

dengan

memprioritaskan pemberdayaan koperasi,


pengusaha kecil dan menengah. Sejalan

mengutamakan

anggota

sedang badan ekonomi lain modal

dengan kebijakan tersebut, ihwal dan


seluk beluk tentang Koperasi, perlu terus
diinformasikan kepada masyarakat luas.

(uang) yang paling diutamakan

Koperasi sebagai salah satu lembaga


3. Anggota koperasi mempunyai hak

ekonomi, akan semakin dapat difahami

suara yang sama sedangkan badan

dan

dirasakan

ekonomi lain hak suaranya tergantung

masyarakat.

manfaatnya

oleh

pada besarnya modal.


Untuk
4. Modal

koperasi

berubah-ubah

komitmen

mengaktualisasikan
tersebut,

pemerintah

tergantung pada keluar masuk anggota

memberikan

sedangkan badan ekonomi lain modal

masyarakat untuk mengembangkan usaha

badan usaha relatif tetap.

melalui wadah koperasi. Sebagai wadah


pengembangan

5. Koperasi

bekerja

dengan

terang-

terangan sedangkan badan ekonomi


lain

lebih

merahasiakan

cara

bekerjanya.
Jadi

dapat

kemudahan

usaha,

diharapkan

dapat

kesejahteraan

anggota

menumbuhkan

kepada

koperasi
meningkatkan

dan

semangat

sekaligus
kehidupan

demokrasi ekonomi dalam masyarakat.


kita

simpulkan

bahwa

perbedaan tersebut terletak pada tujuan,


sasaran, hak suara, modal serta cara kerja
organisasi.

Berbagai kemudahan telah diusahakan


oleh pemerintah. Salah satunya adalah
mengganti Inpres Nomor: 4 Tahun 1984
dengan Inpres Nomor 18 Tahun 1998
yang kemudian ditindaklanjuti dengan
keluarnya Kepmen Nomor 139 Tahun

2.6Tata

Cara

Pendirian

Koperasi

Di

1998. Pada dasarnya ketentuan tersebut


memberikan

Indonesia
14

kemudahan

kepada

masyarakat untuk mendirikan koperasi.

besarnya jasa usaha masing-masing

Masyarakat

anggota;

lebih

leluasa

untuk

menentukan skala/jenis usaha koperasi


sesuai dengan kepentingan anggota, tanpa

terhadap modal;

terikat pada nama dan wilayah kerja


koperasi. Di samping itu, pengesahan akta

pemberian balas jasa yang terbatas

kemandirian;

pendidikan perkoperasian;

kerja sama antar koperasi.

pendirian koperasi, juga dipermudah,


yaitu dilakukan oleh pejabat Kantor
Departemen Koperasi, Pengusaha Kecil
dan Menengah tingkat Kabupaten/Kodya.
2

Bentuk dan Kedudukan


Koperasi

adalah

beranggotakan
hukum

badan

orang-seorang

Koperasi

dengan

usaha

yang

atau

badan

melandaskan

kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi


sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Koperasi

Sekunder.
2. Koperasi Primer adalah koperasi yang

3. Koperasi Sekunder adalah koperasi


yang

dilakukan

dan

(duapuluh) orang.

keanggotaan bersifat sukarela dan

pengelolaan

Primer

dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20

terbuka;

Koperasi

beranggotakan orang seorang, yang

Prinsip-Prinsip Koperasi adalah:

1. Koperasi terdiri dari dua bentuk, yaitu

secara

beranggotakan

Badan-Badan

Hukum Koperasi, yang dibentuk oleh


sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi

demokratis;

yang telah berbadan hukum.

pembagian sisa hasil usaha dilakukan


secara

adil

sebanding

dengan

2 Widiyawati Ninik dkk. 2003. koperasi


dan Perekonomian Indonesia. Jakarta ;
PT Asdi Mahasatya(Hlm.107-110).*
Hans, Prinsip-prinsip Koperasi dan
Undang-undang Koperasi, Direktorat
Jenderal Koperasi, 2006(Hal 54 58) .

4. Pembentukan Koperasi (Primer dan


Sekunder) dilakukan dengan Akta
pendirian yang memuat Anggaran
Dasar.
5. Koperasi

mempunyai

tempat

kedudukan dalam wilayah negara


Republik Indonesia.
15

6. Koperasi memperoleh status badan

2. Agar

orang-orang

yang

koperasi

akan

hukum setelah akta pendiriannya

mendirikan

disahkan oleh pemerintah.

pengertian, maksud, tujuan, struktur


organisasi,

7. Di Indonesia hanya ada 2 (dua) badan


usaha yang diakui kedudukannya
sebagai badan hukum, yaitu Koperasi
dan Perseroan Terbatas (PT). Oleh
karena itu kedudukan/status hukum
Koperasi sama dengan Perseroan
Terbatas.

masyarakat

yang

akan

maksud dan tujuan berkoperasi serta


usaha

yang

akan

dilaksanakan oleh koperasi untuk


meningkatkan

pendapatan

dan

manfaat yang sebesar-besarnya bagi


anggota.

koperasi,

pengembangan

prinsip-

dan

prospek

koperasinya,

maka

mereka dapat meminta penyuluhan


dan pendidikan serta latihan dari
Kantor

Departemen

Pengusaha

Kecil

dan

Koperasi,
Menengah

Rapat Pembentukan Koperasi

mendirikan koperasi harus mengerti


kegiatan

manajemen,

setempat.

Persiapan Mendirikan Koperasi


1. Anggota

prinsip

memperoleh

Pada

dasarnya

koperasi

dibentuk dan didirikan berdasarkan


kesamaan kepentingan ekonomi.

1. Proses pendirian sebuah koperasi


diawali
Rapat

dengan

penyelenggaraan

Pendirian

Koperasi

oleh

anggota masyarakat yang menjadi


pendirinya. Pada saat itu mereka
harus

menyusun

menentukan

anggaran

jenis

keanggotaannya

dasar,

koperasi
sesuai

dan

dengan

kegiatan usaha koperasi yang akan


dibentuknya,

menyusun

rencana

kegiatan usaha, dan neraca awal


koperasi.

Dasar

penentuan

jenis

koperasi adalah kesamaan aktivitas,


kepentingan dan kebutuhan ekonomi
anggotanya.
Simpan

Misalnya,

Pinjam

Konsumen,

(KSP),

Koperasi

Koperasi
Koperasi
Produsen,

Koperasi Pemasaran dan Koperasi


Jasa.

16

2. Pelaksanaan rapat pendirian yang


dihadiri

ini

luasnya wilayah keanggotaan koperasi

dituangkan dalam Berita Acara Rapat

yang bersangkutan, dengan ketentuan

Pembentukan dan Akta Pendirian

sebagai berikut:

yang

oleh

para

memuat

pendiri

pada bentuk koperasi yang didirikan dan

Anggaran

Dasar
a. Kepala Kantor Departemen Koperasi

Koperasi.

Pengusaha
3. Apabila

diperlukan,

permohonan
Pejabat

para

dan

atas

pendiri,

maka

Departemen

Pengusaha

Kecil

Koperasi,

dan

Menengah

Kecil

Kab/Kodya

dan

Menengah

mengesahkan

akta

pendirian koperasi yang anggotanya


berdomisili

dalam

wilayah

Kabupaten/Kodya.

dalam wilayah domisili para pendiri


dapat diminta hadir untuk membantu
kelancaran

jalannya

memberikan

rapat

dan

petunjuk-petunjuk

b. Kepala Kantor Wilayah Departemen


Koperasi

Pengusaha

Kecil

dan

Menengah Propinsi/DI mengesahkan


akta pendirian koperasi Primer dan

seperlunya.

Sekunder
Pengesahan Badan Hukum

yang

berdomisili

anggotanya

dalam

wilayah

Propinsi/DI yang bersangkutan dan


1. Para pendiri koperasi mengajukan
permohonan
pendirian

pengesahan

secara

tertulis

akta
kepada

Pejabat, dengan melampirkan:

satu di antaranya bermaterai cukup


Anggaran

Koperasi).Berita

Acara

berdomisili di beberapa Propinsi/DI,


namun koperasinya berdomisili di
wilayah

2. (dua) rangkap akta pendirian koperasi


(dilampiri

Koperasi Primer yang anggotanya

Dasar
Rapat

Pembentukan.

kerja

Kanwil

yang

bersangkutan.
c. Sekretaris
Koperasi

Jenderal
Pengusaha

Departemen
Kecil

dan

Menengah (Pusat) mengesahkan akta


pendirian Koperasi Sekunder yang
anggotanya berdomisili di beberapa

a. Surat bukti penyetoran modal.

propinsi/DI.
b. Rencana awal kegiatan usaha.
Dalam hal permintaan pengesahan
Akta

akta pendirian ditolak, alasan penolakan

Pendirian kepada pejabat, tergantung

diberitahukan oleh Pejabat kepada para

Permohonan

pengesahan

17

pendiri secara tertulis dalam waktu paling

ketentuan mengenai permodalan;

ketentuan mengenai jangka waktu

lambat 3 (tiga) bulan setelah diterimanya


permintaan.

Terhadap

penolakan

berdirinya;

pengesahan akta pendirian para pendiri


dapat

mengajukan

permintaan

ulang

dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan

ketentuan mengenai pembagian sisa


hasil usaha;

sejak diterimanya penolakan.

Keputusan

terhadap

pengajuan

permintaan ulang diberikan dalam jangka


waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak
diterimanya pengajuan permintaan ulang.
Pengesahan akta pendirian diberikan
dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga)
bulan setelah diterimanya permintaan
pengesahan. Pengesahan akta pendirian
diumumkan

dalam

Berita

Negara

Republik Indonesia.
Anggaran Dasar Koperasi
Anggaran Dasar Koperasi paling sedikit
memuat ketentuan sebagai berikut:

daftar nama pendiri;

nama dan tempat kedudukan;

maksud dan tujuan serta bidang


usaha;

ketentuan mengenai keanggotaan;

ketentuan mengenai Rapat Anggota;

ketentuan mengenai pengelolaan;


18

ketentuan mengenai sanksi.

Perubahan

Dasar

hukum, yaitu tidak sedang menjalani atau

Koperasi harus dilakukan berdasarkan

terlibat masalah atau sengketa hukum,

keputusan Rapat Anggota yang diadakan

baik dalam bidang perdata maupun

untuk itu, dan wajib membuat Berita

pidana. Usaha yang akan dilaksanakan

Acara

oleh

Rapat

Anggaran

Anggota

Dasar

perubahan

Anggaran

Perubahan

Koperasi.

Anggaran

Terhadap

Dasar

koperasi

harus

layak

secara

ekonomi. Layak secara ekonomi diartikan

yang

bahwa usaha tersebut akan dikelola secara

menyangkut penggabungan, pembagian,

efisien

dan perubahan bidang usaha koperasi

kemanfaatan ekonomi bagi anggotanya.

dimintakan

pengesahan

Modal

memberikan

sendiri

harus

cukup

tersedia untuk mendukung kegiatan usaha

tertulis oleh pengurus kepada Kepala

yang akan dilaksanakan oleh koperasi.

Kantor Departemen Koperasi, Pengusaha

Hal itu dimaksudkan agar kegiatan usaha

Kecil dan Menengah bagi Koperasi

koperasi dapat segera dilaksanakan tanpa

22
Primer dan Sekunder berskala daerah atau

menutup

kepada Menteri Koperasi, Pengusaha

kemungkinan

memperoleh

bantuan, fasilitas dan pinjaman dari pihak

Kecil dan Menengah bagi Koperasi


berskala

mampu

kepada

pemerintah, dengan mengajukan secara

Sekunder

dan

luar.

nasional.

Orang-orang yang mendirikan dan yang

2.7 Koperasi Sebagai Soko Guru Ekonomi

nantinya menjadi anggota koperasi harus


mempunyai

kegiatan

dan

atau

Keberadaan koperasi di Indonesia

kepentingan ekonomi yang sama. Hal itu

hingga saat ini masih ditanggapai dengan

mengandung arti bahwa tidak setiap

pola pikir yang sangat beragam. Hal

orang dapat mendirikan dan atau menjadi

seperti itu wajar saja. Sebab, sebagai

anggota koperasi tanpa adanya kejelasan

seperangkat

kegiatan atau kepentingan ekonominya.

yangmenjadi landasan perekonomian kita,

sistem

kelembagaan

koperasi akan selalu berkembang dinamis


Kegiatan ekonomi yang sama
diartikan, memiliki profesi atau usaha
yang

sama,

sedangkan

kepentingan

ekonomi yang sama diartikan memiliki


kebutuhan ekonomi yang sama. Orangorang yang akan mendirikan koperasi
tersebut tidak dalam keadaan cacat
19

mengikuti

berbagai

lingkungan.

Dinamika

perubahan
itulah

yang

mengundang lahirnya beraneka pola piker


tersebut. Gejala seperti itu justru sangat
posisitif

bagi

proses

pendewasaan

koperasi. Jika kita kembali pada definisi

yang ada, koperasi Indonesia telah diberi

Koperasi merupakan Sokoguru

devinisi sebagai bentuk lembaga ekonomi

perekonomian nasional, artinya kegiatan

yang berwatak sosial. Dalam lingkup

ekonomi rakyat dibawah mendukung

pengertian seperti itu, banyak pihak yang

perekonomian besar di atasnya(dalam

menafsirkan koperasi Indonesia semata-

hubungan

mata hanya sebagai suatu lembaga dalam

koperasi cengkeh dan koperasi tembakau

arti yang sempit, yaitu organisasi atau

adalah sokoguru industri rokok kretek.

badan hukum yang menjalankan aktivitas

Koperasi kopra adalah sokoguru industri

ekonomi

peningkatan

minyak goreng, dan seterusnya. Para

kesejahteraan rakyat banyak. Padahal

pedagang sektor informal (termasuk K-5)

menurut pasal 33 UUD 1945, koperasi

telah menyediakan kehidupan murah bagi

ditetapkan sebagai bangun usaha yang

buruh-buruh miskin dari perusahaan-

sesuai

perusahaan

dengan

dalam

tujuan

tata

ekonomi

kita

vertikal).

Sebagai

besar-kaya

contoh

yang

formal-

berlandaskan demokrasi ekonomi. Oleh

modern. Proses merembes ke ataslah

karena itu seyogyanya koperasi perlu

(Trickle-up) yang dterjadi di lapangan,

dipahami secara lebih luas yaitu sebagai

yang kecil mensubsidi yang besar,

suatu kelembagaan yang mengatur tata

bukan sebaliknya. Pola-pikir berdasar

ekonomi kita berlandaskan jiwa dan

berdasar mekanisme merembes ke bawah

semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

(Tricle-down mechanism) pada dasarnya

Jiwa dan semangat kebersamaan serta

merupakan suatu moral crime karena

kekeluargaan

menganggap

itulah

yang

perlu

rakyat

bawah

hanya

ditempatkan sebagai titik sentral dalam

mengharap rembesan. Jelaslah bahwa

memahami pasal 33 UUD 1945 beserta

sektor informal menjadi sokoguru dari

penjelasannya secara lebih luas dan

perusahaan-perusahaan besar itu. Maka

mendasar. Dengan pemahaman demikian,

petani tembakau dan petani sebenarnya

jelaslah bahwa dalam demokrasi ekonomi

telah

jiwa dan semangat kebersamaan dan

perusahaan rokok. Bagi mereka ini

kekeluargaan juga harus dikembangkan

termasuk

dalam wadah pelaku ekonomi lain, seperti

konsumen rokok perlu daiatur agar dapat

BUMN dan swasta, sehingga ketiga

memiliki saham pabrik-pabrik rokok.

wadah pelaku ekonomi tersebut dijamin

Para

keberadaannya dan memiliki hak hidup

sehari-hari patut ikut memiliki saham

yang sama di negeri ini.

supermarket. Demikian pula pelanggan


20

menjadi
para

pelanggan

sokoguru
penjual

perusahaarokok

kebutuhan

dan

konsumsi

telepon, harus dapat diatur dan difasilitasi

BUMN yang mantap secara simultan dan

agar mereka di utamakan bisa memiliki

terpadu dengan bertumpu pada Trilogi

saham PT Telkom, PT Indosat dan lain

Pembangunan

sebagainya.Pemilik adalah pelanggan

sebesar-besarnya

merupakan salah satu wujudnyata sistem

banyak.

ekonomi kooperativisme. Disinilah awal

pemikiran terhadap koperasi dalam arti

dari koperasi sebagai wadah ekonomi

yang

rakyat (mikro) dan keterikaatan vertikal

dimaksudkan dalam pasal 33 UUD 1945

serta horizontal dalam konsepsi Triple-

beserta penjelasannya, memang sangat

Co (makro) akan menjadi rintisan bagi

diperlukan. Apalagi, dalam menghadapi

koperasi dan sistem koperasi sebagai pilar

berbagai

orde ekonomi Indonesia. Oleh Karena itu

pembangunan kita di masa yang akan

perencanaan ekonomi harus sekaligus

datang.

merupakan perencanaan sistem ekonomi.

Seperti telah kita sadari bersama bahwa

Selanjutnya timbul pertanyaan bagaimana

dalam era tinggal landas nanti, untuk

sebenarnya upaya kita menterjemahkan

mewujudkan

pengertian koperasi ke dalam konsep

berlandaskan

sokoguru perekonomian kita? Jawaban

setidak-tidaknya

sementara dapat diketengahkan sebagai

tantanganbesar yang perlu diantisipasi

berikut, jika kita ingin membangun

oleh ketiga wadah pelaku ekonomi, yaitu;

pengertian

dalam

lingkup

intinya

adalah

bagaimana

mengupayakan agar jiwa dan semangat


kebersamaan dan kekeluargaan tersebut
secara substantive barada dan mewarnai
kehidupan

dari

ketiga

wadah

pelakuekonomi.
Jadi

sokoguru

nasional

berarti

membangun badan usaha koperasi yang


tangguh,

dan

pemahaman
mendasar

perubahan

dan

dan
seperti

tantangan

perekonomian
Trilogi

rakyat

yang

Pembangunan

terdapat

tiga

1. Mempertahankan
ekonomi
globalisasi

dalam
ekonomi

pertumbuhan
situasi
yang

proses
makin

meluas.
2. Mempercepat pemerataan yang makin
mendesak mengingat masih banyak
rakyat Indonesia berada di bawah

membangun

perekonomian

kemakmuran

Karena
luas

mewujudkan

konsep

sokoguru perekonomian nasional kita,


maka

untuk

menumbuhkanbadan

usaha

swasta yang kuat dan mengembangkan


21

garis kemiskinan.
3. Memelihara kesinambungan kegiatan
pembangunan yang stabil dan dinamis
dalam

rangka

mengantisipasi

kemungkinan

adanya

berbagai

bagi

masing-masing
tersebut.

wadah

pelaku

kendala yang menghambat upaya kita

ekonomi

Pembagian

kerja

menjawab kedua tantangan di atas.

tersebut merupakan konsekuensi akibat


perbedaan ciri-ciri organisasi masing-

Untuk menjawab dengan tepat


tantangan tersebut di atas, diperlukan
komitmen dan tanggungjawab yang besar
dari

ketiga

wadah

pelaku

ekonomi

tersebut. Kongkritnya adalah peningkatan

masing wadah pelaku ekonomi tersebut.


Hal ini terutama berkaitan dengan tingkat
efisiensi masing-masing wadah pelaku
ekonomi tersebut dalam mencapai salah
satu unsur dari Trilogi Pembangunan.

dan pematangan integrasi ketiga wadah


pelaku ekonomi, yang dilandaskan atas

Dilihat

dari

tingkat

efisiensi,

jiwa dan semangat kekeluargaan dan

masing-masing wadah pelaku ekonomi

kebersamaan. Proses integrasi tersebut

tersebut

adalah

komparatif

proses

integratif

hubungan

yang

dilaksanakan

telah

untuk

keterkaitan
dan

sedang

mengembangkan

mempunyai

keunggulan

sendiri-sendiri

dalam

mewujudkan perekonomian nasional yang


berlandaskan

Trilogi

Pembangunan.

ketiga wadah pelaku ekonomi tersebut

Melalui

sesuai dengan fungsinya masing-masing.

dapatdirumuskan suatu pola pembagian

Peningkatan

proses

kerja di antara ketiga wadah pelaku

harus

ekonomi tersebut, bukan dalam bentuk

dilaksanakan untuk menjawab tantangan

gagasan pengkaplingan bidang usaha,

pembangunan di masa yang akan datang.

melainkan dalam pembagian kerja secara

integrasi

dan

pemantapan

tersebut

mutlak

pemikiran tersebut di

fungsional
Sehubungan

dengan

masalah

yang

berlandaskan

atas,

pada

Trilogi Pembangunan.

mendasar tersebut, adalah menarik untuk


dikaji pemikiran beberapa pakar yang
mengatakan

bahwa

dalam

tata

Koperasi dengan sifat-sifat khas


berdasarkan

prinsip

kelembagaannya,

perekonomian kita yang didasarkan pada

nampak lebih efisien untuk melaksanakan

Demokrasi

wadah

secara langsung tugas pokoknya di bidang

pelaku ekonomi memang mempunyai

pemerataan. Tentu saja hal ini dilakukan

komitmen dan tanggungjawab yang sama

dengan

terhadap

Ekonomi,

ketiga

tidak

mengabaikan

terwujudnya

Trilogi

tanggungjawab dan tugasnya di bidang

Namun

demikian

pertumbuhan dan stabilitas. Pemikiran

sesungguhnya terdapat pembagian kerja

tentang tugas pokok koperasi seperti

Pembangunan.

22

diuraikan

oleh

para

pakar

tersebut,

tantangan

di

masa

mendatang,

memang dapat merupakan rasionalisasi

masingmasing wadah pelaku ekonomi

dari tugas koperasi yang telah secara

seharusnya tidak dibiarkan tumbuh dan

tegas tercantum dalam arah pembangunan

berkembang

jangka panjang [GBHN], yaitu sebagai

wadah pelaku ekonomi tadi justru harus

wadah

dan

berkembang dan saling terkait satu sama

meningkatkan kemampuan yang lebih

lain secara integratif. Tanpa keterkaitan

besar bagi golongan ekonomi lemah agar

integratif

seperti

mereka dapat ikut berpartisipasi dalam

nasional

kita

proses pembangunan dan sekaligus dapat

produktivitas dan efisiensi nasional yang

ikut menikmati hasil-hasilnya.

tinggi. Di samping itu kita akan selalu

untuk

menumbuhkan

menghadapi
Koperasi merupakan kunci utama
dalam

upaya

mengentaskan

anggota

masyarakat kita dari kemiskinan. Dengan


tugas funsional koperasi seperti itu,
diharapkan akan lebih efisien apabila
fungsinya diarahkan untuk tugas pokok
memobilisasikan sumberdaya dan potensi
pertumbuhan yang ada, tanpa harus
mengabaikan

fungsinya

dalam

mengembangkan tugas stabilitas dan


pemerataan. Sedangkan BUMN, sebagai
satu wadah pelaku ekonomi yang dimiliki
oleh pemerintah, mempunyai kelebihan
potensi yaitu lebih efisien dalam tugas
pokoknya

melaksanakan

itu,

tidak

Ketiga

perekonominan
akan

munculnya

mencapai

kesenjangan

antara tingkat pertumbuhan dan tingkat


pemerataan yang pada gilirannya akan
mempengaruhi tingkat stabilitas nasional.
Hal ini disebabkan swasta dan BUMN,
sesuai

dengan

cirri

organisasi

dan

tugasnya, memiliki peluang yang lebih


besar untuk tumbuh dan berkembang
secara lebih cepat. Sedangkan koperasi,
sesuai dengan ciri-ciri dan tugasnya yang
berorintasi
pendapatan

pada

upaya

peningkatan

masyarakat

golongan

ekonomi lemah, tumbuh dan berkembang


lebih lamban dibanding dengan kedua
wadah pelaku ekonomi.

stabilitas,

sekaligus berfungsi merintis pertumbuhan


dan pemerataan.

Oleh karena itu, harus diusahakan


agar tingkat pertumbuhan koperasi dapat
sejajar

Apabila

sendiri-sendiri.

kita

dapat

mengikuti

pemikiran para pakar seperti diuraikan di


atas, maka akan lebih memperkuat alasan
bahwa untuk menghadapi tantangan23

dan

selaras

dengan

tingkat

pertumbuhan pihak swasta dan BUMN


sehingga tercapai pertumbuhan yang
merata. Untuk itu tidak dapat dihindarkan
bahwa tingkat perkembangan koperasi

pada

umumnya

harus

aktif

pelaku ekonomi yang lemah perlu dibantu

dikaitkan dengan perkembangan yang

dan diberi dorongan agar dapat lebih

terjadi pada wadah pelaku ekonomi

maju. Dengan demikian semua pelaku

swasta dan BUMN. Sebaliknya pihak

ekonomi dapat tumbuh dan berkembang

swasta

dalam

bersama-sama sesuai dengan fungsinya.

pertumbuhannya mempunyai kewajiban

Selanjutnya bentuk hubungan keterkaitan

untuk

dengan

integratif tersebut dalam pelaksanaannya

dorongan

harus tetap dilandaskan dan mengacu

dan

BUMN

membantu

memberikan

secara

koperasi

peluang

dan

melalui proses belajar yang efektif. Tentu

pada

saja

bantuan

mengganggu

prinsip-prinsip

ekonomi

yang

tersebut

tanpa

harus

rasional dalam mekanisme pasar yang

prestasi

dan

gerak

sehat.

Oleh

karena

itu

keterkaitan

pertumbuhan swasta dan BUMN itu

integratif harus dilaksanakan tetap dalam

sendiri. Dengan demikian koperasi, dalam

kerangka hubungan yang saling memberi

proses perkembangannya, akan lebih

manfaat, baik manfaat ekonomi maupun

terdorong untuk berkembang lebih cepat

manfaat sosial. Manfaat sosial di sini

dalam melaksanakan tugas pokoknya

berarti bahwa secara langsung maupun

sebagai wadah pemerataan dan mampu

tidak langsung, jangka pendek maupun

mempertahankan

jangka panjang, pasti akan memberikan

perkembangannya,

sehingga tidak menjadi beban bagi swasta

manfaat ekonomi.

dan BUMN.
Secara

lebih

kongkrit

bentuk

Kondisi semacam itu merupakan

keterkaitan integratif dapat berupa tiga

wujud nyata gambaran pelaksanaan jiwa

bentuk utama, yaitu: persaingan yang

dan

sehat,

semangat

kebersamaan

dan

keterkaitan

mitra-usaha

kekeluargaan dalam tata perekonomian

keterkaitan

nasional kita. Dalam hubungan itu tepat

membahas keterkaitan integratif melalui

apa yang dijabarkan ISEI dalam naskah

persaingan yang sehat, bentuk keterkaitan

penjabaran Demokrasi Ekonomi, bahwa

tersebut

dilaksanakan

wadah pelaku ekonomi yang kuat tidak

ketentuan

adanya

dihalangi dalam upayanya memperoleh

bersaing

kemajuan dan perkembangan. Mereka

mendapatkan keuntungan yang wajar

justru

tanpa harus saling merugikan. Hal itu

berkewajiban

membantu

dapat

lainnya yang lebih lemah. Sebaliknya

peningkatan

Dalam

berdasarkan

kesepakatan

dengan

perkembangan wadah pelaku ekonomi


24

kepemilikan.

dan

diwujudkan,
efisiensi

untuk

masing-masing

baik

melalui

masing-masing

pihak dalam mengelola sumber daya yang koperasi,memiliki


dimiliki secara optimal, maupun melalui masyarakat
pemanfaatan peranan salah satu wadah mencapai
pelaku ekonomi sebagai pengimbang bagi berbagai
pelaku ekonomi lain dalam pelaksanaan mendasar.

misi

(konsumen)
kemakmuran.

hal

terdapat

Usaha

untuk

melayani

dan

berupaya

Namun

dalam

perbedaan

yang

koperasi

senantiasa

kegiatan usaha pada bidang tertentu. bertolak pada mulanya untuk memenuhi
Semua langkah tersebut diorientasikan kebutuhan

ekonomi

tertentu

para

pada upaya untuk selalumengefisienkan anggotanya. Sedang usaha bukan koperasi


pemanfaatan sumber daya yang tersedia (Perorangan, CV, Firma, PT, persero, dan
dengan

tetap

menerima

kondisi lainnya) berorientasi pada pasaran umum

keterkaitan satu sama lain dalam system atau konsumen umum. Karena perbedaan
perekonomian nasional.3

titik tolak ini, maka motifnya berbeda. Ini


berkaitan dengan penerapan salah satu
prinsip ekonomi seperti efisiensi. Efisiensi
usaha bukan koperasi adalah, kalau laba

KESIMPULAN

dapat diperoleh setinggi-tingginya. Usaha


A.

koperasi efisiensi kalau pelayanan kepada

Kesimpulan

anggota dapat dilakukan sebaik-baiknya.


Koperasi menurut undang-undang No.
12

Tahun

1967,

tentang

pokok-pokok

perkoperasian adalah; Organisasi ekonomi


rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan
orang-orang atau badan hukum koperasi
yang merupakan tata susunan ekonomi
sebagai

usaha

bersama

atas

asas

kegiatan

usaha

kekeluargaan.
Secara
ekonomi,

Keduanya memerlukan modal, biaya, namun


tujuannya berbeda. Modal dan keuntungan
yang besar adalah pemikiran para usahawan,
bukan kopersai. Karena itu, jumlah produksi,
mutu barang dan jasa, ketepatan ukuran atau
timbangan dan kemudahan pelayanan serta
harga yang pantas adalah hal yang sangat
penting dalam praktek kegiatan usaha

umum,

setiap

koperasi

atau

bukan

3 Djazh, Dahlan Pengetahuan Koperasi


(Jakarta: PN Balai Pustaka, 2007), (Hlm
213 -220) .

25

koperasi. kalau hasil masih ada, maka


sebagian besar akan dikembalikan kepada
para anggota pada akhir tahun.

Dalam pemerintahan yang sekarang,


urusan

perkoprasian

menteri

diserahkan

koperasi,

membimbing,

yang

mengawasi,

a. uang, barang atau jasa

kepada
b. keringanan bea materai

bertugas
memberikan

c. Persamaan

perlindungan dan fasilitas kepada koperasi


serta

mampu

undang-undang

melaksanakan
dasar

1945.

pasal

nilai

perkumpulan

33

pembukuan

koperasi

dengan

badan lainnya

Kegiatan

pemerintah itu;

d. Kebijaksanaan tersendiri tentang


perkreditan termasuk syarat-syarat

1. Bimbingan diberikan dengan maksud

kredit yang mudah dan ringan

untuk menciptakan iklim dan kondisi


seumumnya

yang

memungkinkan

e. Keringanan pajak.

koperasi akan tumbuh dan berkembang,


Bangsa kita suka gotong royong, suka

antara lain dengan jalan penyuluhan.

bekerja sama dan tolong menolong sesama


2. Pengawasan diberikan dengan maksud tetangga. Kebiasaan ini dapat terpelihara
untuk

mengamankan

dan dalam koperasi.

menyelamatkan kepentingan baik bagi


B. Saran
perkumpulan koperasi itu sendiri
1. Pe r l u n y a d i a d a k a n p e l a t i h a n maupun guna kepentinga pihak lain.
pelatihan dan sosialisasi untuk
m e n a m b a h pengetahuan

3. Perlindungan dengan maksud ditujukan;

tentang

perkoperasian.
2. Perlunya peran aktif semua anggota

a. Menyelamatkan dan mengamankan

dalam pengembangan koperasi

kepentingan koperasi.
b. Menghindarkan penyalahgunaan,
c. Menetapkan

ketentuan-ketentuan

DAFTAR PUSTAKA

tersendiri dalam bidang tata niaga


dan distribusi dengan tujuan untuk
memungkinkan
koperasi.

perkembangan

Naja, Daeng, 2009. Pengantar Hukum Bisnis


Indonesia, Pustaka Yustisia
Ritongga dkk. 2000. Pelajaran ekonomi jilid

4. Fasilitas, berupa;

3 untuk smu kelas 3. Jakarta ; Erlangga.


26

Arifin

Sitio,

Chandra

Halomoan

Kristiaji.

Tamba,

Koperasi

Teori

Wisnu Hans, Prinsip-prinsip Koperasi dan Undangdan undang

Praktiknya. Jakarta ; Erlangga.

Perekonomian Indonesia. Jakarta ; PT Asdi

Jenderal

Hendar & Kusnadi, Ekonomi Koperasi,


Lembaga Penerbit FEUI, 2005.

O'Sullivan, Arthur; Steven M. Sheffrin (2010). Djazh,


Economics: Principles in action.

Direktorat

Koperasi, 2006.

Widiyawati Ninik dkk. 2003. koperasi dan


Mahasatya.

Koperasi,

Dahlan

Pengetahuan

Koperasi

(Jakarta: PN Balai Pustaka, 2007) .

Upper Saddle River, New Jersey 07458: Ekonomi Kelas XII, Dra. Hj. Sukiwaty, Drs.
Pearson Prentice Hall. p. 202. ISBN 0-13- H. Sudirman Jamal dan Drs. Slamet Sukanto
063085-3.

27