Anda di halaman 1dari 4

Pengukuran Wettabilitas :

1. Metode AMMOT
Pengukuran wettabilitas dengan menggunakan ammot cell. Proses
pengukurannya menggunakan 2 tahap, yaitu : spontaneous drainage dan
spontaneous imbibition.
Spontaneous Drainage : pengukuran wettabilitas demgam cara
pendesakan fluida minyak terhadap fluida air yang berada dalam sampel dan
membaca volume air dari sampel, dengan tahapan :
a. Melakukan saturasi sampel hingga 100%
b. Merendam sampel dengan menggunakan oil dalam tabung ammot cell
c. Memposisikan tabung dalam keadaan spontaneous drainage
d. Membaca volume air yang keluar dari sampel
e. Menghitung OWI = A/A+B
Spontaneous Imbibition : pengukuran wettabilitas batuan dengan cara
pendesakan fluida air terhadap fluida minyak yang berada di dalam sampel
dan membaca volume minyak yang keluar dari sampel, dengan tahapan :
a. Melakukan flushing oil atau centrifuge hingga keadaan sampel mencapai
So
b. Merendam sampel dengan menggunakan air dalam tabung ammot cell
c. Memposisikan tabung dalam keadaan spontaneous imbibition
d. Membaca volume minyak yang keluar dari sampel
e. Menghitung WWI = B/A+B
Jika volume water > volume oil, maka batuan bersifat oil wet
Jika volume water < volume oil, maka batuan bersifat water wet
Jika volume water = volume oil, maka batuan bersifat intermediete

2. Metode USBM
Metode ini menggunakan alat centrifuge, Prinsip kerjanya adalah pendesakan
oleh suatu fluida terhadap fluida lain yang berada dalam sampel dengan
menggunakan teknik tekanan kapiler dan alat centrifuge. Pengukurannya
menggunakan empat tahap yaitu : forced drainage, forced imbibition,
spontaneous imbibition, dan spontaneous drainage.
a. Forced Drainage yaitu proses membaca volume water dalam sampel yang
dicentrifuge dengan media oil.
- Sampel terlebih dahulu disaturasi dengan menggunakan brine water
hingga keadaan sampel 100%
- Sampel yang telah disaturasi 100% brine dimasukkan ke dalam alat
centrifuge dalam media oil dan diberi tekanan
- Membaca volume brine water yang keluar dari sampel hingga tidak
ada lagi brine water yang keluar

b. Forced Imbibition yaitu proses membaca volume oil dalam sampel yang
dicentrifuge dengan media water.
- Sampel terlebih dahulu di flush dengan menggunakan oil hingga
keadaan sampel So
- Sampel yang telah diflush dengan oil dimasukkan ke dalam alat
centrifuge dalam media water dan diberi tekanan
- Membaca volume oil yang keluar dari sampel hingga tidak ada lagi oil
yang keluar
- Menghitung wettability Indek
- Wi = log A1/A2
- A1 = luas kurva dengan pendesakan minyak
- A2 = luas kurva dengan pendesakan air
Jika WI < 0 maka batuan bersifat oil wet
Jika WI > 0 maka batuan bersifat water wet
Jika WI = 0 maka batuan bersifat intermediate

Pengukuran Tekanan kapiler

Tekanan kapiler merupakan perbedaan tekanan antara dua fluida yang tidak saling
campur dalam suatu system. Perbedaan tekanan ini merupakan perbedaan tekanan
antara wetting phase dan non wetting phase.
Pengukuran tekanan kapiler dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu :
1. Metode Porous Plate
Metode ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada sampel yang diukur,
langkahnya :
a. Sampel terlebih dahulu disaturasi menggunakan brine water hingga Sw =
100%
b. Pada porous plate menggunakan 2 metode yaitu oil brine dan water brine
c. Sampel diletakkan di porous plate, jika menggunakan system air brine
maka sampel diflushing dengan udara, jika menggunakan oil brine sampel
diflushing dengan minyak
d. Sampel diberi tekanan 1 psi , maka air akan keluar dari sampel
e. Jika sudah setimbang, tekanan pada sampel dinaikkan hingga sampel
mencapai Swirr
f. Menggambar kurva Pc vs Sw
2. Metode Centrifuge
Metode ini merupakan metode pengukuran tekanan kapiler dengan
menggunakan alat centrifuge dengan memberikan tekanan pada sampel
dalam bentuk putaran, yaitu :
a. Sampel disaturasi dengan brine water sampai 100%
b. Pada centrifuge menggunakan 2 sistem yaitu air brine dan oil brine
c. Sampel diletakkan dalam centrifuge, jika menggunakan air brine maka
sampel diflushing dengan udara , jika menggunakan system oil brain
maka sampel diflushing dengan minyak
d. Sampel diberi tekanan awal 1 psi yang dikonversi ke rpm dengan adanya
putaran maka air akan keluar dari sampel
e. Setelah mencapai setimbang, tekanan pada sampel dinaikkan hingga
keadaan Swirr
f. Menggambar kurva Pc vs Sw

Pengukuran Sifat Kelistrikan


Fungsinya adalah mengetahui sifat kelistrikan pada batuan dengan menggunakan
brine water sebagai penghantar listrik. Alat yang digunakan adalah resistivity meter.
Hasil yang didapatkan antara lain : Faktor Formasi, Resistivity Indek, Faktor
Sementasi (m), Saturasi eksponen (n).