Anda di halaman 1dari 6

Ulat grayak

Ulat grayak merupakan hama utama pada tanaman kedelai. Ulat grayak
dahulu dinamakan “ulat tentara” karena menyerang secara berbondong-
bondong dalam jumlah ratusan atau ribuan ekor. Ulat grayak yang menyerang
kedelai ialah Spodoptera litura F atau Prodenia litura F. Hama ini tersebar pada
beberapa tempat di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat,
Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur. Besar kemungkinan
di daerah sekitarnya pun telah terdapat hama ini.
Gejala
Hama ini terutama merusak daun, meskipun polong muda dapat
dirusakkan juga. Daun yang terserang tampak dari jauh berwarna keputih-
putihan. Larva menyerang daun dengan serakah sehingga daun tinggal tulang-
tulangnya saja, dan tanaman kedelai tampak gundul. Karena jumlah daun tiap
tanaman berkurang, maka hasil biji ikut terpengaruh menjadi sedikit, sebab daun
yang biasanya menyediakan makanan karbohidrat kini tidak ada lagi. Selain itu
larva dapat menyerang polong muda. Tanaman kedelai yang terserang parah
menyebabkan terbetuknya biji kecil-kecil dan bahkan tidak mampu menbentuk
biji sama sekali.
Imago berwujud ngengat yang berwarna abu-abu. Ngengat (sejenis kupu-
kupu kecil) jantan dan betina mengadakan perkawinan, selajutnya ngengat
betina bertelur. Seekor ngengat betina mampu bertelur 2.000 butir. Telur
sebanyak itu diletakkan pada bagian bawah daun secara berkelompok. Biasanya
berkisar 4-8 kelompok, dan ditutupi dengan lapisan berbulu yang berwarna
merah sawo. Bila keadaan lingkungan cocok, maka dalam waktu 3 hari telur
dapat menetas menjadi larva (ulat).
Larva sangat merusak tanaman kedelai, sedangkan ngengat tidak
merusak. Larva yang baru menetas tetap berada di tempat telur semula, dan
memakan kulit ari daun (epidermis) serta belum mampu bergerak jauh.
Selanjutnya, bila epidermis berkurang, maka mulailah larva merayap memakan
daun disekitarnya. Selanjutnya larva berpindah pada rumpun tanaman kedelai di
dekatnya dengan menimbulkan kerusakan yang lebih parah, karena ulat
semakin besar dan ganas. Larva muda berwarna kehijauan dengan bintik-bintik
hitam, sedangkan larva tua berwarna abu-abu gelap atau coklat, dan
disepanjang badannya terdapat lima garis berwarna kuning pucat atau
kehijauan. Larva biasanya menyerang tanaman kedelai pada malam hari
sehingga tidak diketahui petani, dan petani hanya melihat pada esok paginya
tanaman kedelainya sudah gundul. Pada siang hari ulat bersembunyi di dalam
tanah. Umur larva sekitar 20 hari, dan selama waktu itulah tanaman kedelai
diserang olehnya. Setelah puas menjadi larva sambil makan kesana kemari,
larva bergerak ke dalam tanah. Sambil berubah bentuk menjadi pupa yang
berwarna coklat. Dalam waktu 10 hari pupa sudah berubah menjadi ngengat.
Hama ulat grayak mudah muncul dalam jumlah besar secara tiba-tiba
setalah turun hujan lebat. Hujan yang menyirami tanah tampaknya dapat
menggugah ulat untuk menjadi lebih aktif.
Tanaman inang lain
Hama ini dapat menyerang tanaman lain seperti jagung, kacang hijau,
kacang tanah, bawang merah, ubi jalar, lombok, dan rumput-rumputan.
Pengendalian
Pengandalian yang dapat dilakukan terhadap hama ini ialah:
1. Rumput-rumputan yang sering menjadi tempat persembunyian ulat ini
harus dibersihkan dan dibenamkan kedalam tanah, agar ulat tidak
menyerang tanaman kede;ai yang akan ditanam.
2. Rendamlah lahan pertanian kedelai dengan iar pengairan.

Kepik hijau
Hama ini dikenal sebagai hama utama yang penting pada tanaman
kedelai. Seperti halnya kepik Peizodorus, ternyata kepik hijau ini pun menyerang
polong kedelai. Polong diisap oleh imago dan nimfa. Kepik hijau ini diberi nama
Nezara viridula L. Penyebarannya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat,
Sulawesi Selatan, Sulawesi utara, dan Sumatera Selatan serta Kalimantan Timur.
Gejala
Gejala serangan sama dengan gekala serangan kepik Piezodorus, yaitu
kerusakan pada biji dan polong yang dimulai sejak terbentuknya polong sampai
polong berbiji penuh. Polong yang baru terbentuk bila terserang akan menjadi
gugur. Polong yang baru membentuk biji, bila terserang menyebabkan polong
hampa dan mengering, bijinya pun tidak bernas. Biji dapat hitam dan busuk bila
kepik menyerang polong yang hampir masak. Polong tua bila diserang,
menghasilkan biji keriput dan berbintik hitam.
Tanaman inang
Selain menyerang kedelai, ternyata kepik ini mempunyai tanaman inang
lain seperti padi, jagung, kentang, lombok, tembakau, wijen, Crotalaria, maupun
kapas. Tetapi tidak menyerang kacang tanah.
Karakteristik OPT
Imago berwujud kepik yang mempunyai tiga varietas (jenis), yaitu
samaragdula, torquata, dan aurantiaca. Ketiga jenis tersebut warnanya
berlainan. Yang paling banyak terdapat di lapangan ialah N. Viridula var.
Smaragdula yang kepiknya berwarna hijau polos. Sedangkan N. Viridula var.
Smaragdula yang kepiknya berwarna hijau polos. Sedangkan N. Viridula var
torquata kepalanya berwarna kuning jingga, meskipun badannya hijau juga.
Yang paling berbeda ialah N. Viridula var aurantiaca, yang badannya kuning
kehijauan dengan tiga buah bintik hijau. Ketiga jenis tersebut dapat kawin satu
dengan yang lain. Seekor induk mampu menghasilkan 100-250 butir telur. Telur
diletakkan pada permukaan bawah daun dalam kelompok, tiap kelompok berisi
10-90 butir. Telur berwarna kuning dan tiga hari menjelang menetas warnanya
berubah menjadi merah bata, sedangkan telur yang mandul warnanya tetap
kuning. Bila telur berubah menjadi hitam, berarti telur telah mati diserang
parasit. Nimfa yang baru keluar dari telur yang semula berwarna kemerah-
merahan berubah menjadi coklat muda dan tetap bergerombol di dekat daun
yang baru menetas. Setelah ganti kulit pertama, yaitu 3 hari kemudian, terjadi
ganti kulit kedua, dan keluar nimfa baru yang berwarna hijau berbintik hitam
putih. Ganti kulit terjadi sebanyak 5 kali dengan warna tetap hijau berbintik
hitam putih. Panjang nimfa sebelum menjadi imago dapat mencapai 10 mm.

Siklus hidup
Panjang 16 mm, telur di bawah permukaan daun, berkelompok. Setelah 6 hari
telur menetas menjadi nimfa (kepik muda), yang berwarna hitam bintik putih.
Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan
polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6
bulan.

Pengendalian
Pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan:
a. Adakan pembersihan (sanitasi) terhadap serangga ini atau membuang
tanaman yang terserang, termasuk juga tanaman-tanaman lain yang
menjadi tanaman inangnya.
b. Penanaman harus serempak. Beda waktu tanam paling banyak sekitar 26
hari.
c. Adakan pergiliran tanaman dengan tanaman lain yang tidak disukai kepik
ini, seperti kacang tanah, sayuran, ubi-ubian, dan lain-lain.
d. Pengendalian mekanis yaitu dengan cara menangkap langsung dengan
tangan, dan selanjutnya dibunuh. Bila penangkapan dilakukan secara
teratur pada barisan demi barisan tanaman kedelai, maka hasilnya
memuaskan. Itulah salah satu manfaat menanam kedelai secara berbaris
dan lurus (sistem tandur jajar).

PENYAKIT KARAT PADA KEDELAI

Karakteristik
a. Disebabkan oleh jamur Phakospora pachyrhizi
b. Uredium pada sisi bawah dan atas daun, coklat tersebar merata pada
seluruh daun
c. Uredium berbentuk bulat atau jorong
d. Dipusat bagian uredium yang menonjol terbentuk lubang yang menjadi
jalan keluarnya urediospora.
e. Urediospora bulat pendek, bulat telur atau jorong.

Gejala
Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penyakit karat kedelai adalah
terdapatnya bintik-bintik kecil yang kemudian berubah menjadi bercak-bercak
berwarna coklat pada bagian bawah daun, yaitu uredium penghasil uredospora.
Serangan berat menyebabkan daun gugur dan polong hampa. Gejala tampak
pada daun, tangkai, dan kadang-kadang pada batang. Bercak karat terlihat
sebelum bisul (pustule) pecah. Dapat menginfeksi biji dan daun jauh sebelum
tanaman berbunga. Warna urediosorus bervariasi, putih suram, kuning kelam,
coklat, sampai dengan coklat merah jambu.

Kalsifikasi
Kingdom : fungi
Phylum : basidiomycota
Kelas : urediniomycetes
Ordo : uredinales
Familia : melampsoraceae
Genus : phakospora
Spesies : P. pachyrhizi

Intensitas
Daun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
majemu
k
skor 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

Siklus hidup
a. Tersebar lewat udara dengan urediospora
b. Spora tertangkap di udara antara pukul 12.00 – 16.00
c. P. Pachyrhizi tidak bertahan dalam biji
d. Penyakit karat kedelai biasanya mulai menyerang pada saat tanaman
berumur 3-4 minggu setelah tanam.

Pengendalian
Pengendalian penyakit karat kedelai dapat dilakukan dengan beberapa
cara. Oleh karena intensitas serangan penyakit ini dipengaruhi oleh kelembaban,
curah hujan, intensitas sinar matahari, dan kerapatan daun tanaman; maka perlu
digunakan varietas kedelai yang toleran antara lain Sompo, Kerinci, Polosari, dan
Tambora, terutama di daerah kronis. Pengendalian juga dilakukan dengan
mengatur jarak tanam dan perlakukan budidaya tanaman secara benar. Jika
dipandang perlu, juga dapat dilakukan pengendalian dengan penyemprotan
fungsisida.

Ekologi
a. Suhu perkecambahan urediospora 15 – 25 oC
b. Infeksi terjadi pada 20 – 25 oC dengan embun selama 10 – 12 jam
c. Infeksi terberat terjadi pada musim hujan