Anda di halaman 1dari 72

Tim Perumus Naskah Pedoman Dokter Kecil

A. DPRK Kabupaten Aceh Besar:


1. Iwan Sulaiman
(Ketua Komisi E)
B. Tim UKS Kabupaten Aceh Besar:
1. M. Jakfar, S.Pd
(Ka. Cabang III Dinas Pendidikan)
2. T. Zahlul Fitri, SP, MT
(Kasie UKS Dinas Kesehatan)
3. Fadhlan
(Ka. Subdin Bina Program Dinas Pendidikan)
4. Armiya
(Ka. Subdin SD Dinas Pendidikan)
5. Irwandi, S.Ag
(Staf Mapenda)
6. Saifullah, MA
(Mapenda Kadepag)
C. Tim NGO International dan NGO Lokal:
1. Nono Sumarsono
(Plan Aceh)
2. Yuliyana
(Plan Aceh)
3. dr. Muslim
(Plan Aceh)
4. Firdaus Kurniawan
(UNICEF)
5. Masyitah Sembiring
(UMCOR)
6. Duduh A. Ruhdin
(JHU-CCP)
7. Ngatman
(JHU-CCP)
8. Muhammad Daud
(AHP)
9. Saisa Ahmad Rani
(GERPENA)
D. Tim Kepala Sekolah dan Guru Aceh Besar:
1. Hj. Zulfinar, S.Pd
(Kepala Sekolah SD 1 Peukan Bada)
2. Sri Banun, S.Pd
(Kepala Sekolah SD Kreung Raya)
3. Bahtiar, S.Ag
(Kepala Sekolah MIN Cot Gue)
4. Lukman
(Guru SD Lambaro Neujid)
5. Rosdina, S.Pd
(Guru SD Lamgeue)
6. Erniati
(Guru SD Ruyung)
7. Jalil Muhammad, S.Pd (Guru SD Lambhe)
E. Tim Puskesmas Aceh Besar:
1. dr. Elvidiansyah
(Kepala Puskesmas Mesjid Raya)
2. Hj. Linda
(Kepala Puskesmas Peukan Bada)
3. Imam Mujiono
(Staff Puskesmas TP6)
4. Erna
(Koord. UKS Puskesmas Peukan Bada)
Fasilitator: Sutrisno, SKM

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang dengan kuasaNya telah mempertemukan beberapa personil dari
kalangan pemerintah, NGO/INGO, guru, kepala sekolah dan siswa dengan latar belakang yang berbeda untuk dapat
berembug bersama secara bertahap untuk menyusun sebuah panduan dokter kecil berupa buku yang dapat
dipergunkan oleh seluruh SD/MI di Aceh Besar.
Buku yang disusun selama 7 bulan ini berisi pedoman praktis dan penjelasan secara rinci disertai gambar yang
menarik tentang penyelenggaraan pendidikan kesehatan di sekolah, penyelenggaraan pelayanan kesehatan sekolah
dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat yang disesuaikan dengan kontek local.
Setelah melalui proses validasi dengan cara berkonsultasi dengan semua pihak (termasuk anak-anak/dokter
kecil), Team FRESH/ UKS Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kantor
Departemen Agama, Pemerintah Daerah, dan PLAN Indonesia Program Unit Aceh berharap, Buku Pedoman Dokter
Kecil ini dapat menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan kesehatan di sekolah agar tertanam suatu
kebiasaan bersih dan sehat baik fisik, mental, maupun sosial bagi para peserta didik. Selain itu diharapkan pula buku ini
dapat menjadi pedoman bagi dokter kecil dalam memasyarakatkan hidup sehat kepada semua teman di sekolah atau di
lingkungan lainnya demi terwujudnya sekolah sehat, lingkungan sehat, siswa sehat, dan bangsa yang sehat.
Tim penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sutrisno, SKM dan kawan-kawan Plan Indonesia
PU Grobogan atas pembelajaran yang diberikan sehingga diterbitkannya buku panduan ini.

Tim Penyusun

ii

SAMBUTAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN


KABUPATEN ACEH BESAR
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah membimbing dan memantapkan Tim Penyusun Modul Dokter Kecil
sehingga buku tersebut dapat diterbitkan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar menyambut baik atas terbitnya buku ini. Materi yang disajikan cukup
relevan dan sudah mencakup kompetensi dasar yang hendak dicapai. Harapannya, materi yang dikemas dalam buku ini
tidak hanya menambah pengetahuan tetapi dapat mengubah sikap dan menumbuhkan ketrampilan dalam berperilaku
hidup sehat bagi siswa Sekolah Dasar, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Semoga upaya ini bisa menjadi bagian dari rencana peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar. Amin.
Selamat menggunakan buku ini.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kota Jantho,
November 2008
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Aceh Besar

H.M. Daud, S.Pd


NIP. 390 005 571

iii

SAMBUTAN KEPALA KANTOR DEPARTEMEN AGAMA


KABUPATEN ACEH BESAR
Puji dan syukur kita sampaikan kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya yang tiada tara kepada kita semua.
Selawat teriring salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikut-Nya yang shaleh dan
setia dalam menegakkan syariat-Nya.
Buku Pedoman Dokter Kecil sangat besar manfaatnya bagi dunia pendidikan di Aceh Besar untuk menyiapkan
generasi yang sehat di masa yang akan datang yang sadar dan peduli pada kebersihan diri, lingkungan, kesehatan.
Pembiasaan hidup bersih, sehat, indah, dan tertib bagi peserta didik sangat besar artinya bagi kemajuan
pendidikan. Sebab lingkungan belajar yang baik dan sehat akan membuat anak nyaman belajar, meningkat
semangat belajar, dan meningkatnya prestasi belajar peserta didik.
Buku Pedoman Dokter Kecil l ini sangat bagus dan tepat bagi peserta didik juga guru-guru di sekolah dan
madrasah tingkat dasar, karena memakai bahasa yang sederhana dan gambar-gambar yang menarik yang sesuai
dengan penerapan syariat Islam di Aceh
Buku Pedoman Dokter Kecil ini diharapkan tidak sekedar sebagai hiasan atau pelengkap koleksi perpustakaan
semata, akan tetapi lebih dari itu semoga buku ini menjadi referensi resmi atau pegangan wajib UKS di Kabupaten
Aceh Besar.

Kota Jantho, November 2008


Kepala Departemen Agama
Kabupaten Aceh Besar

Drs. H. Burhan Ali


NIP. 150187465

iv

SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN ACEH BESAR


PADA PENYEMPURNAAN BUKU PEDOMAN DOKTER KECIL
KABUPATEN ACEH BESAR
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua
Suatu kebahagiaan yang patut kita syukuri bahwasanya atas segala nikmat sehat dan kesempatan yang telah
diberikan kepada kita, sehingga kita dapat menyelesaikan penyusunan Buku Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh
Besar yang merupakan penyempurnaan dari buku terdahulu.
Upaya seperti ini harus terus dilakukan demi tercapainya kualitas dan kesempurnaan materi hingga dapat
dijadikan acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan akademis oleh para fasilitator dalam membina
peserta didik di lapangan berdasarkan standar kompetensinya. Maka tepat kiranya bila buku ini dijadikan acuan dalam
mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga Trias UKS dapat segera terwujud.
Kami berharap dengan dikeluarkannya pedoman dokter kecil ini , pelaksanaan di lapangan lebih terarah sehingga
kegiatannya menjadi optimal. Kami menyadari buku ini masih jauh dari harapan sebagai acuan pelaksanaan di
lapangan. Oleh karena itu kami berharap puskesmas dan SD/MI di setiap kecamatan dapat mengembangkan sesuai
dengan kebutuhan spesifik di lapangan dengan tetap mengacu pada rambu-rambu yang berlaku.
Akhirnya saya mengucapkan selamat atas upaya yang dilakukan oleh Tim Penyusun dan menyambut baik buku
Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar ini disertai harapan semoga buku ini dapat memberikan kontribusi yang
nyata terhadap kemajuan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masa mendatang.
Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amin.
Wassalamu'alikum Wr. Wb
Aceh Besar, November 2008
Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Aceh Besar

Drg. Erni Ramayani, M.Ph


NIP. 140 275 553

SAMBUTAN BUPATI ACEH BESAR


Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua...
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, seiring telah terselesaikannya penyusunan modul Buku
Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar yang akan diperuntukkan bagi sekolah-sekolah dasar maupun madrasah.
Buku ini sangat penting bagi kita semua untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam berperilaku hidup bersih
dan sehat serta peduli lingkungan.
Kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, yaitu kesediaan untuk mengetahui secara benar tentang manfaat
kebersihan, tata cara menciptakan kebersihan, dan kemauan untuk menata dan merawat lingkungan agar selalu bersih.
Pembiasaan hidup bersih, sehat, indah, dan tertib bagi peserta didik sangat besar artinya bagi kemajuan pendidikan. Sebab
lingkungan belajar yang baik akan membuat anak nyaman belajar, meningkat semangat belajarnya, dan berkembang pesat
prestasi pendidikannya.
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat fisik, mental, dan sosial serta mempunyai produktivitas yang
optimal diperlukan upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus-menerus, salah satu upaya yang
harus dilakukan di antaranya meningkatkan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Kader Kesehatan Sekolah atau Dokter Kecil merupakan komponen pelaksana kegiatan UKS, untuk itu agar selalu
diupayakan keberadaannya baik secara kuantitas (jumlah) maupun kualitas (mutu dan kemampuannya).
Selanjutnya buku ini agar dapat dijadikan pedoman atau acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan
akademis oleh para fasilitator dalam membina dan melatih para Dokter Kecil berdasarkan standar kompetensi.
Akhirnya atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu penerbitan buku bacaan ini, terutama kepada Plan International sebagai lembaga donor yang telah banyak
membantu proses peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar.
Selanjutnya mari kita pahami bersama bahwa hidup sehat itu adalah investasi, Hidup sehat juga menjadi tanggung
jawab bersama, untuk itu mari kita ciptakan bersama untuk mencapai Aceh Besar Sehat 2010. Anak yang sehat fisik, mental,
maupun sosial akan dapat meraih prestasi yang lebih baik. Selamat berkarya demi bangsa tercinta, semoga sukses.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Kota Jantho, November 2008
Bupati Aceh Besar

DR. BUKHARI DAUD, M. Ed

vi

SAMBUTAN PLAN ACEH


Assalamu'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh
Puji syukur kita panjatk dan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuat
kebaikan bagi masa depan anak-anak kita melalui usaha peningkatan derajat kesehatan anak-anak sekolah.
Kesehatan adalah syarat utama yang diperlukan agar setiap anak dapat belajar dengan nyaman dan mudah menyerap
pengetahuan yang diajarkan disekolah. Anak yang sehat memiliki potensi yang tinggi untuk mengembangkan kreatifitas,
inovasi serta cenderung mencapai prestasi akademik yang baik. Sekolah haruslah mampu memfasilitasi tumbuhnya
kebiasaan hidup sehat dan bersih yang diperlukan untuk membuat anak-anak didik merasa nyaman dan terhindar dari
penularan penyakit ketika berada disekolah.
FRESH, Focusing Resources on Effective School Health adalah sebuah pendekatan yang diadopsi oleh Plan Indonesia
dalam memaksimalkan fungsi sekolah sebagai sarana yang effektif untuk menyampaikan pesan-pesan prilaku kesehatan
kepada anak-anak sejak dini. Dengan mempelajari pengetahuan dan keterampilan tentang hidup sehat disekolah,
diharapkan anak-anak akan mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change) bagi keluarga dan lingkungannya.
Di Indonesia FRESH lebih dikenal sebagai program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Dokter kecil adalah salah satu usaha penting dalam program UKS yang membrikan ruang partisipasi bagi anak-anak untuk
belajar pembiasan berprilaku hidup sehat melalui bimbingan guru-guru disekolah. Dengan menjadi dokter kecil, anak-anak
akan merasa terbiasa untuk memperhatikan kesehatan diri dan kebersihan lingkungan disekolah dan dirumah, yang pada
akhirnya akan dapat menongkatkan suasana sekolah yang nyaman , aman dan sehat.
Saya menyambut gembira dan bangga atas terbitnya Buku Pedoman Dokter Kecil ini. Buku pedoman ini lahir dari
sebuah proses yang cukup intensif yang difasilitasi oleh Plan Aceh atas pertisipasi aktif Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh
Besar, Departemen Agama Kabupaten Aceh Besar, Dinas Kesehatan Kebupaten Aceh Besar, dan Sekretariat TP-UKS
Kabupaten Aceh Besar. Pedoman ini terinspirasi oleh capaian program FRESH/UKS di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.
Selain berfungsi sebagai pedoman, buku ini juga bisa dipakai sebagai sumber pengetahuan tentang kesehatan dasar yang
cukup lengkap sehingga memudahkan para guru dalam mendapatkan informasi kesehatan anak-anak disekolah.
Mudah-mudahan Buku Pedoman Dokter kecil dapat menyemangati para pemangku kepentingan
(Stakeholder) dan komunitas sekolah dalam mendukung upaya peningkatan status kesehatan anak-anak.
Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nono Sumarsono
Program Director Plan Aceh

vii

IKRAR BERSAMA
MENGGALANGKAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)
SEBAGAI PONDASI PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN
DENGAN MEMBERDAYAKAN DOKTER KECIL
DI KABUPATEN ACEH BESAR
Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Aceh Besar

Kepala Kantor
Departemen Agama
Kabupaten Aceh Besar

Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten Aceh Besar

Ketua Sekretariat TP-UKS


Kabupaten Aceh Besar

Kepala Tim Penggerak PKK


Kabupaten Aceh Besar

(H. M. Daud, S.Pd)


Nip. 390 005 571

(Drs. H. Burhan Ali)


Nip. 150 187 465

(Drg. Erni Ramayani, MPH)


Nip. 140 275 553

(Armia, SH, SIP)


Nip. 130 611 759

(Hj. Dra. Maslaila Bukhari)


Nip. 130 611 759

Mengetahui,
Bupati
Kabupaten Aceh Besar

Fasilitator,
Program Director Plan Aceh

(DR. H. Tgk. Bukhari Daud, M. Ed)

(Nono Sumarsono)

Daftar Isi
Tim Perumus Buku Pedoman Dokter Kecil ................................................................................................... i
Kata Pengantar .................................................................................................................................................. ii
Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar ..................................................................... iii
Sambutan Kepala Kantor Departemen Agama ............................................................................................ iv
Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar ....................................................................... v
Sambutan Bupati Aceh Besar .......................................................................................................................... vi
Sambutan PLAN Aceh....................................................................................................................................... vii
Ikrar Bersama ..................................................................................................................................................... viii
Daftar Isi ............................................................................................................................................................. x
Bab I Pendahuluan .......................................................................................................................................... 1
A. Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).................................................................................... 2
B. Tujuan UKS ....................................................................................................................................... 3
C. Ruang Lingkup UKS ........................................................................................................................ 3
Bab II Materi Dasar Pedoman Dokter Kecil ................................................................................................. 5
A. Kebersihan Lingkungan (Sekolah dan Rumah) ........................................................................... 5
B. Kebersihan dan Kesehatan Pribadi ............................................................................................... 9
C. Makanan Bergizi .............................................................................................................................. 19
D. Mengenal Penyakit dan Cara Pencegahannya ............................................................................ 27
E. Imunisasi ........................................................................................................................................... 31
F. Keselamatan Diri di Dalam dan di Luar Rumah........................................................................... 32
G. Pertolongan Pertama pada Penyakit dan Kecelakaan (P3K)..................................................... 33
H. Pengenalan Perubahan pada Masa Remaja ................................................................................. 38
I. Kesehatan Jiwa dan Penyalahgunaan NAPZA ............................................................................. 38
J. KMS-AS (Kartu Menuju Sehat Anak Sekolah) ............................................................................ 42
K. Siaga Bencana ................................................................................................................................. 44
L. Aku Bangga Menjadi Dokter Kecil ............................................................................................... 45
M. Tugas-Tugas Dokter Kecil .............................................................................................................. 47
N. Doa Memperoleh Kesehatan.......................................................................................................... 47
Logo .................................................................................................................................................................... 48
Lagu-lagu ........................................................................................................................................................... 59
Glosarium ........................................................................................................................................................... 52
Daftar Pustaka ................................................................................................................................................... 54

BAB I
PENDAHULUAN
Kondisi kesehatan siswa dan lingkungan Sekolah Dasar/MI di negara kita rata-rata cukup memprihatinkan. Pola
hidup sehat belum biasa tertanam dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini disebabkan fasilitas sekolah rata-rata
belum memadai. Selain itu penyelenggaraan pendidikan Usaha Kesehatan Sekolah belum dilaksanakan secara optimal.
Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penyelenggara pendidikan juga mempunyai andil besar dalam hal ini.
Apakah yang dimaksud Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS itu?. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah semua
usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar:
a. Siswa terbiasa hidup bersih dan sehat.
b. Siswa tercegah dari penyakit.
c. Siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
d. Lingkungan sekolah bersih, rapi, indah, dan sehat.
e. Bila ada yang cedera atau sakit di sekolah dapat segera diberikan pertolongan pertama.
f. Membiasakan siswa untuk berobat ke puskesmas bila mereka sakit.

A. Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)


UKS di sekolah dipimpin oleh bapak dan ibu guru. Beberapa siswa kelas empat, lima, dan enam dipilih untuk
membantu kegiatan tersebut, anak-anak tersebut kita kenal dengan istilah "Dokter Kecil" atau "Kader Kesehatan
Sekolah".
Siswa dapat belajar tentang kesehatan di ruang UKS. Di ruang UKS tersedia obat-obatan sederhana seperti obat
merah, obat gosok, minyak kayu putih, kain pembalut, dan lain-lain.
Pertolongan pertama kepada siswa yang mendapat kecelakaan ringan dilakukan di ruang UKS. Bila ada siswa yang
pusing ketika mengikuti upacara atau terluka ketika berolahraga segeralah bawa ke ruang UKS untuk mendapatkan
pertolongan pertama.
Siswa yang tidak dapat ditolong di ruang UKS harus segera dibawa ke puskesmas atau pelayanan kesehatan
terdekat dan segera diberitahukan kepada orang tuanya. Pemeriksaan kesehatan siswa dapat dilakukan secara teratur
di ruang UKS.

B. Tujuan UKS
a. Tujuan Umum
Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin serta
menciptakan lingkungan yang sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan
optimal dalam rangka pembentukan manusia yang berkualitas.
b. Tujuan Khusus
Untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi tingkat kesehatan peserta didik yang didalamnya
mencakup:
1. Memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat, serta berpartisipasi
aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat.
2. Sehat, baik dalam arti fisik, mental, sosial maupun lingkungan; dan
3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalahgunaan narkoba, alkohol dan
kebiasaan merokok serta hal-hal yang berkaitan dengan masalah pornografi dan masalah sosial lainnya.

C. Ruang Lingkup UKS


Ruang lingkup UKS dikenal dengan istilah "TRIAS UKS" yaitu sebagai berikut:
1. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan, diberikan melalui kegiatan intra dan ekstra kurikuler, yang meliputi
aspek:
a. Pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS);
b. Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal pengaruh buruk dari luar;

2. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah antara lain dalam bentuk:


a. pelayanan kesehatan;
b. pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik;
c. pengobatan ringan dan pertolongan pertama;
d. pencegahan penyakit (pemberian imunisasi anak sekolah);
e. penyuluhan kesehatan;
f. pengawasan warung sekolah;
g. pelayanan rujukan ke puskesmas.
3. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik, mental, maupun sosial, meliputi:
a. Pelaksanaan 5 K (Kebersihan, Keindahan, Kenyamanan, Ketertiban, Keamanan);
b. Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah (guru, murid, pegawai sekolah, orang tua murid, dan
masyarakat sekitarnya).

BAB II
MATERI DASAR PEDOMAN DOKTER KECIL
A. Kebersihan Lingkungan (Sekolah dan Rumah).
Lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Lingkungan yang buruk mengakibatkan kondisi orang yang
tinggal di lingkungan tersebut menjadi kurang sehat.
Ciri-ciri lingkungan sehat di antaranya:
1. Tidak menjadi tempat berkembangnya kuman. Lingkungan berdebu akan menjadi sarang kuman TBC,
lingkungan yang basah akan menjadi sarang kuman diare, kolera, desentri, cacing, dan thypus.
2. Tidak menjadi sarang serangga dan binatang penular penyakit. Tempat kumuh menjadi sarang tikus, kecoa; air
menggenang menjadi sarang nyamuk malaria; air bak yang tidak pernah dikuras menjadi sarang nyamuk
demam berdarah, dsb.

a. Kebersihan Lingkungan Sekolah.


Sekolah yang baik untuk belajar adalah sekolah yang sehat. Sekolah juga merupakan tempat untuk bermain
dengan teman sebaya. Jadikan sekolah menjadi sekolah yang dapat "mencerdaskan, menyenangkan, dan
menyehatkan. Kebersihan lingkungan sekolah yang harus diperhatikan adalah:
1. Ruang kelas bersih, tidak ada sampah berserakan.
2. Ruang kelas ada jendela dan ada lubang udara berfungsi dengan baik.
3. Ada WC dan kamar mandi yang bersih, terang dan cukup cahaya.
4. Halaman sekolah bersih dan ada tempat membuang sampah.

5.
6.
7.
8.
9.

Sekolah bersih, aman, sejuk, dan tidak ada genangan air.


Bangku sekolah bersih sesuai untuk anak.
Tersedia air bersih cukup.
Tersedia warung sekolah yang bersih dan sehat.
Tersedia SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah) yang memadai.

Lingkungan sekolah
yang bersih dan asri

Lingkungan sekolah yang


kotor dan tidak terawat

b. Kebersihan Lingkungan Rumah.


Rumahku adalah surgaku", pepatah ini menggambarkan bahwa rumah menjadi tujuan dan idaman bagi semua
orang, sehingga kita wajib menjaga kenyamanan dan kebersihan rumah.
Lingkungan rumah sehat dan menyenangkan bila:
1. Rumah bersih dan tertata rapi;
2. Tersedia air bersih dan sehat yang cukup (minimal 20 liter/jiwa);
3. Memilki WC dan kamar mandi yang bersih dan sehat;
4. Memiliki tempat pembuangan sampah yang baik;
5. Memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang memadai;
6. Memiliki jendela dan lubang udara yang berfungsi dengan baik;padat penghuni ( 9 m2 / orang );
7. Penerangan cukup, dengan sinar matahari dapat masuk;
8. Kandang ternak terpisah dari rumah induk;
9. Ada cerobong asap di dapur yang memadai.

Lingkungan rumah
yang tidak sehat
menyebabkan
penghuninya sakit.

Lingkungan rumah yang


sehat, bersih, dan asri.

Pesan Kebersihan Yang Harus Kita Perhatikan!


1.
2.
3.
4.

Check List

Bersihkan tempat tinggal kita setiap saat!


Buanglah sampah pada tempat sampah!
Budayakan hidup bersih dan sehat!
Kebersihan adalah pangkal kesehatan!

Keterangan:
Bila jawaban a skor 1
Bila jawaban b skor 2
Bila jawaban c skor 3
Kategori nilai:
1. skor 0 - 9
2. skor 10 - 18
3. skor 19 - 27
4. skor 28 - 36
5. skor 37 - 45

:
:
:
:
:

sangat kurang
kurang
cukup
baik
sangat baik

B. Kebersihan dan Kesehatan Pribadi.


Kebersihan adalah bahagian dari iman. Bersih pangkal sehat. Itu adalah dua kalimat bijak yang harus membuat
kita sadar arti penting kebersihan. Agar tubuh kita senantiasa sehat, maka kita harus selalu menjaga kebersihan diri
serta makan makanan yang bersih dan bergizi. Kebersihan diri membuat tubuh selalu sehat dan dijauhi kuman-kuman
penyakit, menjadikan kita dapat belajar dan bermain.
Beberapa upaya untuk menjaga kebersihan diri meliputi:
a. menjaga kebersihan gigi dan mulut;
b. menjaga kebersihan tangan, kaki, dan kuku;
c. menjaga kebersihan badan dan rambut;
d. menjaga kesehatan mata;
e. menjaga kesehatan telinga;
f. menjaga kesehatan hidung;
g. menjaga kebersihan pakaian.

a. Kebersihan Gigi dan Mulut.


Mulut dan gigi selain memiliki kegunaan bagi kesehatan juga untuk keindahan. Gigi yang sehat, putih dan bersih
membuat anak-anak menjadi lebih percaya diri. Sebaliknya gigi yang tidak sehat membuat gigi mudah rusak,
berlubang, kuning, dan bau mulut tidak sedap.
Bagian-bagian mulut terdiri dari: gigi, lidah, bibir, gusi. Masing-masing mempunyai kegunaan. Gigi untuk
mengunyah makanan. Lidah untuk mengecap. Bibir untuk melindungi mulut. Bibir, lidah, dan gigi juga untuk
membantu berbicara/mengeluarkan suara. Gusi untuk tempat tumbuhnya gigi.
Ada 3 jenis gigi menurut bentuknya, yaitu:
1. Gigi Seri:
letak di bagian depan, berguna untuk memotong makanan;
2. Gigi Taring:
letak di samping depan, berguna untuk menyobek makanan;
3. Gigi Geraham:
letak di bagian belakang (dalam), berguna untuk mengunyah makanan.

Gigi menurut waktu tumbuhnya dibagi menjadi 2, yaitu:


1. Gigi susu (gigi sementara):
adalah gigi anak-anak yang berjumlah 20. Gigi ini akan
mengalami tanggal (pupak) dan akan diganti oleh gigi tetap.
2. Gigi tetap (gigi dewasa):
adalah gigi yang tumbuh setelah gigi susu dan berjumlah 32.

Bagaimana Mencegah Sakit Gigi?

Sikat gigimu
sebelum tidur

Makanan ini baik untuk


kesehatan gigi.
Biasakan makan makanan ini
agar gigi lebih sehat

Sikat
gigimu sesudah
makan pagi

Makanan ini manis dan lengket.


Makanan ini dapat merusak gigi.
Kurangi makanan ini.
Segera sikat gigi sesudah makan
makanan yang manis
dan lengket.

10

Bila tidak ada keluhan sakit


gigi,periksalah gigi ke
Puskesmas 6 bulan sekali dan
segera periksa ke Puskesmas
bila ada keluhan sakit gigi.

Kebiasaan menggunakan tusuk


gigi dan menghisap ibu jari
dapat merusak gigi. Gigi
menjadi jarang dan rusak,
jangan lakukan kebiasaan
buruk ini.

Cara Memilih Sikat Gigi yang Baik.


Cara memilih sikat gigi yang baik adalah sikat gigi yang mempunyai
tangkai yang lurus dan mudah dipegang, berbulu lembut, dan kepala
sikat gigi kecil.
Sikat gigi
yang baik

Cara Menyikat Gigi yang Benar.


1) Menyikat bagian yang menghadap ke pipi dan bibir dengan
gerakan pendek dan lembut untuk rahang atas dari atas ke
bawah dan untuk rahang bawah dari bawah ke atas secara
berulang-ulang.

11

Sikat gigi
yang rusak

2) Menyikat bagian yang menghadap ke


lidah dengan gerakan pendek dan
lembut dari bawah ke atas secara
berulang-ulang.

3) Menyikat bagian yang menghadap


ke langit-langit dengan gerakan
pendek dan lembut dari atas ke
bawah secara berulang-ulang.

4) Menyikat bagian yang dipakai untuk mengunyah


dengan gerakan pendek dan lembut maju mundur
secara berulang-ulang.
Setelah permukaan gigi disikat,
kumur-kumurlah sampai bersih.
Bersihkan sikat gigi dan simpanlah
dengan cara yang benar. Beginilah
cara menyimpan sikat gigi yang benar.
Sikat gigi berdiri tegak dan bulu sikat
berada di atas.

b. Kebersihan Tangan, Kaki, dan Kuku.


Tangan, kaki, dan kuku yang kotor merupakan sarana penularan penyakit. Penyakitpenyakit yang dapat ditularkan melalui tangan/kuku yang kotor antara lain: diare, cacingan,
thypus, disentri, kolera, flu burung, dll. Penyakit-penyakit tersebut berbahaya bila terlambat
dalam mengatasinya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap kebersihan tangan, kaki, dan kuku, diantaranya:
1. Kuku tangan dan kaki harus selalu pendek dan bersih. Potong dan sikatlah kuku
sedikitnya seminggu sekali;

12

2. Selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar/kecil (cebok)
dengan sabun (bahan pembunuh kuman) di bawah air mengalir.
3. Selalu memakai alas kaki bila berjalan di tanah.
4. Mencuci kaki setiap selesai bermain di luar rumah dan pulang dari perjalanan.

c. Kebersihan Badan dan Rambut.


Kebersihan badan dan rambut harus dijaga agar terhindar dari penyakit. Penyakit-yang disebabkan oleh badan
dan rambut yang kotor adalah panu, kadas, kurap, dan lain-lain.
Rambut yang tidak bersih dan tidak dikeramas merupakan tempat yang disenangi kutu rambut. Kutu rambut
dapat menyebabkan luka di kulit kepala. Badan dan rambut yang tidak bersih akan menimbulkan bau dan penampilan
yang tidak menarik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat
badan dan rambut:
1. Mandi sedikitnya 2 kali sehari;
2. Mandi dengan air bersih;
3. Keramas rambut minimal dua hari sekali;
4. Pelihara rambut agar selalu rapi (potong rmbut
dan bersisir)

13

d. Kesehatan Mata.
Mata merupakan indera penglihat, dengan mata kita dapat melihat indahnya dunia ini. Mata yang sehat akan
mampu melihat dan membedakan warna-warna dengan baik, dapat melihat teman yang tampan dan cantik, dapat
membaca dan menulis dengan baik. Pernahkah kita membayangkan orang yang buta atau saat gelap gulita?
Pernahkah kita merasakan sakit mata? Rasanya sangat tidak enak. Untuk itu menjaga kesehatan mata sangat perlu
diperhatikan.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata?


Mata kita akan menjadi sehat apabila kita banyak mengkonsumsi bahan makanan sumber vitamin A. Contoh
bahan makanan sumber vitamin A diantaranya: kuning telur, hati, wortel, buah-buahan berwarna, dll.

Jangan membaca dan menulis


di tempat yang menyilaukan

Jangan membaca terlalu dekat,


membacalah dengan jarak 30 cm
antara buku dan mata

Jangan berlama-lama melihat matahari


atau cahaya yang menyilaukan

14

Jangan membaca sambil tduran

Jangan menonton TV
terlalu dekat.
Nontonlah TV pada
jarak 1 meter.

Jangan memakai handuk atau sapu tangan


orang yang sedang sakit mata

Jangan menonton TV sambil


berbaring/tiduran

Menjaga Kebersihan Mata.


Waktu melihat, mata kita terbuka. Debu dapat masuk ke dalam mata yang terbuka. Mata
menjadi kotor dan perih. Mata kotor harus dibersihkan agar tetap sehat. Jangan menggosok
mata dengan tangan yang kotor.

Cara Membersihkan Mata.


Kotoran mata dibersihkan dengan kapas basah yang bersih. Bila tidak ada kapas,
dapat dibersihkan dengan handuk atau kain yang bersih. Membersihkan mata dimulai dari
pinggir lalu ke arah hidung. Lakukan berulang-ulang sampai bersih. Kapas yang sudah kotor
harus diganti dengan yang baru.

15

Kelopak Mata
Bulu Mata
Kornea
Pupil

Bagaimana cara kamu untuk mengetahui mata yang sehat?


?
Bagian mata yang putih benar-benar putih
?
Selaput bening mata (kornea mata) benar-benar jernih
?
Pupil (orang-oranga mata) benar-benar hitam
?
Kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik

e. Kesehatan Telinga.
Telinga merupakan indera pendengar. Kita tidak dapat mendengar apabila telinga ditutup rapat-rapat atau
telinga sakit, maka kita harus menjaga dan memeliharanya dengan baik. Telinga luar yang bentuknya lebar namanya
daun telinga. Daun telinga berlekuk-lekuk sehingga mudah ditempati debu, karena itu harus dibersihkan setiap hari.
Telinga sangat penting bagi kita, kalau tidak ada telinga, seolah-olah dunia ini akan sunyi senyap. Tidak ada suara
yang dapat kita dengar. Karena adanya telinga, maka kita dapat mendengar bermacam-macam suara. Ada yang merdu,
sumbang, keras, lemah, dan sebagainya.

Memelihara Kesehatan Telinga.

16

Tutup telinga bila ada


suara keras.

f. Kesehatan Hidung
Hidung merupakan indera pencium. Dengan hidung kita dapat membedakan bau yang sedap dan bau yang
busuk. Hidung juga merupakan bagian alat pernafasan untuk keluar masuknya udara.
Di dalam hidung ada bulu dan lendir. Bulu dan lendir berguna untuk menyaring udara kotor waktu bernafas.
Kotoran melekat pada lendir dan bulu hidung. Itulah sebabnya, hidung selalu kotor. Karena itu, hidung harus selalu
dibersihkan.

Bagaimana menjaga kebersihan hidung?


1. Menutup hidung di tempat berdebu
Menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan atau masker yang bersih
akan dapat menghambat debu masuk ke dalam hidung dan mulut,
sehingga udara yang masuk pernafasan menjadi lebih bersih. Kita juga
harus menutup hidung dan mulut bila udara kotor dan berbau busuk.
2. Menutup hidung waktu bersin
Bila kamu batuk pilek, bersihkan ingus dengan sapu tangan. Tutup hidung
dan mulut pada waktu bersin agar tidak menular pada orang lain. Lendir
yang keluar saat kita batuk pilek namanya ingus. Jangan membuang ingus
sembarangan, karena hal ini dapat menularkan penyakit.
3. Membersihkan hidung
- Membersihkan hidung dilakukan pada waktu mandi. Bersihkan hidung

17

dengan sapu tangan handuk yang basah. Sesudah bersih, keringkan dengan
handuk atau kain yang lembut.
- Jangan membersihkan rongga hidung dengan benda kasar atau keras karena
dapat melukai dinding rongga hidung.
- Jangan mengorek-ngorek kotoran hidung di depan orang lain, sikap demikian
tidaklah sopan.
- Bila batuk pilek, beristirahatlah yang cukup, makan teratur, minumlah
minuman yang hangat, dan banyak makan buah-buahan. Bila belum sembuh
pergilah berobat ke puskesmas.

g. Kebersihan Pakaian
Dengan berpakaian baik dan rapi akan dapat memperbaiki penampilan kita
sehari-hari. Ada pepatah Aceh yang mengatakan "Ta jak beulaku linggang, ta pinggang
beulaku ija, ta duk beulaku tuboh, ta pajoh beulaku atra". Hal ini mengandung makna
bahwa penampilan kita ditentukan oleh busana yang kita kenakan, sedang harga diri
ditentukan oleh cara berbicara kita.
Kita harus membedakan antara pakaian yang digunakan untuk bersekolah dan
pakaian untuk bermain-main atau pakaian sehari-hari. Di samping itu juga dijaga
kebersihannya.

Contoh berpkaian yang


rapi dan bersih.

Cara berpakaian yang baik:


1. Gunakan pakaian sesuai kegiatan yang dilakukan;
2. Pakaian setelah digunakan paling lama 2 hari agar segera dicuci dengan sabun;
selanjutnya dijemur dan disetrika;
3. Gunakan pakaian sesuai postur tubuh, jangan terlalu longgar maupun terlalu sempit
karena akan mengganggu aktivitas si pemakai.
4. Patuhilah norma berpakaian sesuai dengan agama atau adat yang ada.
Cara berpakian yang tidak rapi,
norak, dan tidak sesuai dengan
norma masyarakat dan agama

18

1. Membersihkan gigi dengan menyikat gigi minimal 2 kali sehari yaitu pada waktu
pagi sesudah sarapan pagi dan pada waktu malam hari sebelum tidur.
2. Memeriksa gigi dan mulut secara teratur ke puskesmas bila tidak ada keluhan
sakit dan segera periksa ke puskesmas bila ada keluhan sakit.
3. Menjaga kebersihan dan kesehatan badan sehingga anak dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik.
4. Berpakaian yang rapi, bersih, dan sesuai dengan norma masyarakat dan agama.

C. Makanan Bergizi.
Tubuh kita memerlukan makan untuk melakukan kegiatan, pertumbuhan badan dan melindungi tubuh dari
penyakit. Jumlah makanan harus cukup untuk mencegah tubuh kekurangan gizi. Kebutuhan gizi setiap orang berbedabeda tergantung jenis kelamin, usia dan jenis pekerjaannya
Seorang pekerja berat membutuhkan zat gizi yang lebih banyak. Orang yang sakit membutuhkan zat gizi yang
adekuat (banyak dan sesuai kebutuhan). Anak-anak pada usia pertumbuhan juga membutuhkan zat gizi yang cukup.
Orang yang kekurangan zat gizi akan nampak lesu, mudah lelah dan kurus. Makanan dikatakan bergizi apabila
mencukupi zat-zat yang diperlukan oleh tubuh kita.
Jenis makanan yang dimakanpun harus beraneka ragam dan seimbang, karena tidak ada bahan makanan yang
lengkap nilai gizinya. Ada yang kaya sumber karbohidrat, kaya protein, kaya lemak, kaya vitamin dan mineral dll.
Berdasarkan kegunaan makanan dikenal dengan istilah "TRI GUNA MAKANAN", yaitu:
1. Bahan makanan sumber zat tenaga.
Bahan ini setelah dimakan dan dicerna oleh tubuh kita akan menghasilkan tenaga untuk bekerja, belajar
ataupun aktivitas lainnya. Contoh bahan makanan ini adalah beras, jagung, ketela pohon, ubi jalar, kentang, gandum
dan hasil olahannya. Bahan makanan ini kaya sumber karbohidrat. Satu gram karbohidrat menghasilkan energi 4
kalori. Tenaga selain diperoleh dari karbohidrat juga dapat diperoleh dari sumber lemak dan protein. Contoh bahan
makanan sumber lemak diantaranya kelapa, minyak, margarin, keju dan hasil olahannya. Satu gram lemak
menghasilkan energi 9 kalori. Lemak juga berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K.

19

Bahan makanan
sumber karbohidrat

Bahan makanan
sumber lemak

Karbohidrat dan lemak


sebagai sumber tenaga

2. Bahan makanan sumber zat pembangun.


Zat Pembangun diperoleh dari protein. Protein dibedakan menjadi dua, yakni:
1) Protein nabati, yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan hasil
olahannya;
2) Protein hewani, yang diperoleh dari hewan dan hasil produknya seperti daging, ikan, udang, kerang, telur,
susu, dan hasil olahannya. Satu gram protein menghasilkan energi 4 kalori.

Protein Nabati

Protein Hewani

Terpenuhinya zat pembangun akan membantu pertumbuhan yang normal


dari bayi hingga dewasa.

20

3. Bahan makanan sumber zat pengatur. Zat pengatur banyak diperoleh dari zat gizi vitamin dan mineral. Vitamin
dan mineral dapat diperoleh dari berbagai bahan makanan yang ada disekitar kita.

Bahan makanan sumber zat pengatur berfungsi seperti


polisi yang mengatur lalu lintas metabolisme tubuh.

a. Vitamin
Ada beberapa jenis vitamin yang kita kenal, yaitu vitamin A, B, C, D, E dan K. Vitamin dibedakan menjadi 2 yaitu
1) Vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan vitamin C);
2) Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K). Kekurangan vitamin dinamakan avitaminosis.

Vitamin A, berguna untuk menjaga kesehatan mata dan

Vitamin B, berguna untuk mencegah penyakit beri-

kulit. Vitamin A banyak diperoleh dari wortel, pepaya,


tomat, hati, susu, mentega, kuning telur, dll. Kekurangan
vitamin A dapat menyebabkan rabun senja.

beri. Vitamin B banyak diperoleh dari bahan


makanan bekatul, daging, hati, kacang hijau, dll.

Makanan sumber
vitamin A

21

Rabun senja, akibat


kekurangan vitamin A

Makanan sumber
vitamin B

Beri-beri,
akibat kekurangan
vitamin B

Vitamin C, berguna untuk mencegah sariawan dan

Vitamin D, berguna untuk mencegah penyakit tulang

membantu daya tahan tubuh. Vitamin C banyak


diperoleh dari buah-buahan jambu biji, jeruk, tomat,
pepaya, pisang, cabai, dll.

(rachitis) dan tulang keropos (osteoporosis). Vitamin D


banyak diperoleh dari minyak ikan, kuning telur, susu,
mentega, ikan, dll.

Makanan sumber
vitamin C

Sariawan,
akibat kekurangan
vitamin C

Makanan sumber
vitamin D

Orang tua bungkuk,


akibat kekurangan
vitamin D

Vitamin E, berguna untuk mencegah kemandulan,

Vitamin K, berguna untuk membantu proses

menghaluskan kulit dan menyuburkan rambut. Vitamin E


banyak diperoleh dari biji-bijian yang sedang
berkecambah, telur, mentega, susu, dll.

pembekuan darah. Vitamin K banyak diperoleh dari


sayuran hijau, kacang kedelai, susu, kuning telur, dll.

Makanan sumber
vitamin E

Rambut jarang,
akibat kekurangan
vitamin E

Makanan sumber
vitamin K

Darah sukar membeku,


akibat kekurangan vitamin K

22

b. Mineral
Mineral juga berfungsi sebagai zat pengatur tubuh. Beberapa mineral yang kita kenal diantaranya:

Kalsium, berguna untuk pembentukan tulang dan gigi.


Kalsium banyak terdapat pada bahan makanan seperti
wortel, kol, kacang- kacangan, susu, keju, dll.

Zat besi (Ferum), berguna untuk membentuk sel


darah merah. Bila kekurangan zat besi akan
menderita anemi (kurang darah) dengan tandatanda cepat lelah, lesu, lunglai, dll. Zat besi banyak
diperoleh dari bahan sayuran hijau tua dan daging
maupun hati. Bila kebutuhan zat besi belum bisa
terpenuhi dari makanan, maka perlu minum
tablet/sirup zat besi.
Tubuh kerdil akibat
kekurangan kalsium

Tubuh sehat dan normal,


tercukupi kalsium

Yodium, berguna untuk mencegah penyakit gondok.


Yodium banyak diperoleh dari bahan makanan berupa
ikan laut, garam beryodium, sayuran hijau, dll.

Badan letih dan loyo akibat


kekurangan zat besi
Penyakit gondok,
akibat kekurangan
yodium

23

Fluor, berguna untuk mencegah kerusakan gigi, terdapat

Fosfor, berguna untuk pertumbuhan sel tubuh dan

pada susu, kuning telur, ikan laut, otak hewan, dll.

pembentukan tulang dan gigi, terdapat pada kacangkacangan, ikan, susu, keju, dll.

Gigi kropos,
akibat kekurangan fluor

Badan kerdil akbat kekurangan fosfor

c. Bahan Makanan Non Gizi yang Diperlukan oleh Tubuh


Ada beberapa bahan makanan yang tidak mengandung gizi (non gizi) namun diperlukan oleh tubuh dalam proses
metabolisme tubuh. Zat-zat tersebut diantaranya adalah air dan serat.

Air
Air dalam tubuh berfungsi sebagai:
1. Melancarkan transportasi zat gizi dalam tubuh;
2. Mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral tubuh;
3. Mengatur suhu tubuh.
4. Melancarkan proses buang air besar dan kecil.
Cairan yang dikonsumsi orang dewasa, terutama air minum, sekurang-kurangnya dua liter
atau setara delapan gelas setiap hari (kebutuhan air 50 cc per kg berat badan/hari). Air minum
harus bersih dan aman. Aman berarti bersih dan bebas kuman. Untuk mendapatkan air minum
harus dididihkan terlebih dahulu.
Minum air yang tidak aman dapat menyebabkan diare dan keracunan dari berbagai senyawa
kimia yang terdapat pada air. Air harus diperbanyak bagi orang yang mengalami muntah-muntah,
diare, dan pengeluaran keringat yang tinggi. Air sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan organorgan tubuh yang vital seperti ginjal.

Minum air putih


setelah berolahraga

24

Serat
Serat adalah bagian karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Serat banyak
terdapat pada buah, sayuran, dan padi-padian. Serat dapat memberikan rasa
kenyang yang cukup lama, sehingga sangat berguna bagi orang yang akan
menurunkan berat badan.
Bahan makanan sumber serat antara lain: buah- buahan (apel, jambu biji,
belimbing, dll), sayur-sayuran (buncis, kangkung, pare, dll), serta padi-padian.

d. Memilih Makanan yang Baik


Makanan yang baik adalah makanan yang sehat, bersih, aman, dan halal.
?
Makanan yang sehat adalah makanan yang memenuhi triguna makanan.
?
Makanan yang bersih adalah makanan yang bebas dari lalat, debu, dan serangga lainnya.
?
Makanan yang aman adalah makanan yang tidak mengandung bahan berbahaya yang dilarang untuk makanan
seperti zat pewarna, zat pengawet, dan bahan kimia yang membahayakan manusia.
?
Makanan yang halal adalah makanan yang tidak bertentangan dengan agama yang dianut.
Ciri-ciri makanan yang tidak layak dikonsumsi adalah:
?
Mmakanan bau basi;
?
Makanan rasanya sudah berubah;
?
Makanan yang sudah lembek, berlendir, berbusa;
?
Makanan berjamur;
?
Makanan mengeras atau mengering;
?
Makanan berulat/mengandung benda asing;
?
Makanan kadaluarsa bagi yang dikemas;
?
Makanan yang berubah warna;
?
Makanan kemasan yang rusak (misal kaleng menggelembung, dll)

25

e. Kantin Sekolah
Warung atau kantin sekolah merupakan tempat penjualan makanan yang diorganisasikan oleh masyarakat sekolah,
berada dalam pekarangan sekolah dan dibuka selama hari sekolah.
Syarat kantin sekolah sehat diantaranya adalah:
1. Tenaga;
Tenaga penjaja makanan harus sehat, bebas dari penyakit menular, bersih dan rapi, mengerti tentang
kesehatan.
2. Lokasi dan ruang makan;
- Lokasi kantin tidak berdekatan dengan jamban, kamar mandi, dan tempat pembuangan sampah.
- Ruang makan harus cukup luas, bersih, nyaman, ventilasi cukup dengan sirkulasi udara yang baik.
- Lantai kedap air (plesteran) dan mudah dibersihkan;
- Dinding dan langit-langit selalu bersih dan dicat terang;
- Ruang makan dilengkapi dengan tempat cuci tangan yang mengalir dan letaknya mudah dijangkau.
3. Peralatan dan perlengkapan;
Kebutuhan peralatan dan perlengkapan disesuaikan dengan menu yang diselenggarakan. Peralatan harus dicuci
bersih dengan memakai sabun atau alat pembersih lainnya.

Pesan Gizi
1.
2.
3.
4.
5.

Makanlah dengan porsi dan zat gizi yang seimbang untuk memenuhi triguna makanan.
Biasakanlah makan pagi, karena makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar.
Hindari makanan jajanan yang berwarna menyolok.
Bacalah label pada makanan yang dikemas, perhatikan nilai gizi dan tanggal kadaluwarsanya.
Hindari rokok dan minuman beralkohol.

D. Mengenal Penyakit dan Cara Pencegahannya.


Penyakit akan selalu mengancam kita, sehingga kita dituntut untuk selalu menjaga kesehatan. "Sehat memang
bukan segala-galanya, tetapi tidak akan berarti apa-apa bila diri kita sakit". Pada umumnya penyakit dapat kita
bedakan menjadi 2 bagian diantaranya:
1. Penyakit tidak menular, misalnya penyakit diabetes militus (penyakit gula), penyakit jantung, kanker,
osteoporosis (tulang keropos), dll. Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang tidak
sehat. Maka untuk pencegahannya diperlukan perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Penyakit menular, misalnya penyakit diare (kolera/desentri), TBC, campak, difteri, dll. Penyakit-penyakit ini
sangat mudah berkembang dan mudah menular pada orang lain yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat.
Beberapa penyakit menular dan cara pencegahannya:

a. Malaria
Gejalanya sebagai berikut :
- demam, menggigil secara berkala disertai sakit kepala;
- pucat, badan merasa lemah;
- pada penderita malaria berat disertai gangguan kesadaran sampai
koma dan kejang-kejang.

27

Penularan melalui perantara gigitan nyamuk malaria (Anopheles betina).


Pencegahannya dengan cara mengalirkan air yang menggenang dan
tidur menggunakan kelambu atau dengan penyemprotan DDT.

b. Demam Berdarah Dengue (DBD)


Gejalanya sebagai berikut :
- Panas tinggi;
- Badan lemah, nyeri ulu hati;
- Timbul bintik-bintik merah di kulit dan pendarahan
(hidung, gusi, dan lain-lain).
Penularan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti; Pencegahannya
dengan cara: Melakukan 3M (Menguras, Mengubur, Menutup)
secara serentak dan berkesinambungan; dan atau Foging
(pengasapan) dan menghindari gigitan nyamuk menggunakan
obat nyamuk dan tidur menggunakan kelambu.

Pesan
1. Bila ada yang mengalami gejala-gejala malaria dan demam berdarah, segera berobat ke puskesmas;
2. Untuk pencegahan penyakit demam berdarah perlu gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang
intensif dan terus-menerus.

c. Diare
Gejalanya sebagai berikut :
- buang air besar encer lebih dari 3x dalam sehari;
- kadang-kadang mual, muntah;
- badan lemas.
Diare bisa diakibatkan oleh:
a. Makan makanan yang tidak bersih. Jadi kalau jajan
harus hati-hati. Hindari jajanan yang tidak ditutup.

28

b. Tidak mencuci tangan sebelum makan. Kuman yang menempel pada tangan yang kotor akan ikut masuk
bersama makanan;
c. Minum air mentah. Air yang belum direbus dapat mengandung kuman. Kalau diminum kumannya akan
masuk ke dalam perut.
Pencegahannya:
Menjaga kebersihan diri, lingkungan, makanan dan minuman.
Bila diare, yang harus kita lakukan adalah :
a) Minumlah oralit atau Larutan Gula Garam (LGG)
setiap kali muntah dan mencret;
b) Tetap makan dan minum;
c) Bila belum sembuh, segera dibawa ke Puskesmas.
Cara membuat Oralit :
1. Tuangkan air matang yang sudah dingin
ke dalam gelas berukuran 200 cc;
2. Tuangkan oralit ke dalam air tersebut;
3. Aduk dan minumlah.
Cara Membuat Larutan Gula Garam ( LGG ) :
1. Tuangkan air matang yang sudah dingin ke dalam
gelas berukuran 200 cc;
2. Tuangkan satu sendok teh gula dan seperempat
sendok teh garam;
3. Aduk dan minumlah
Coba praktikkan cara membuat oralit dan LGG!
Kebersihan pribadi dan kebersihan
lingkungan sangat berpengaruh
terhadap kasus diare.

29

Membuat oralit

Membuat LGG

d. Disentri
Gejalanya sebagai berikut :
- mencret disertai lendir dan darah, berbau anyir;
- sakit perut, kadang-kadang muntah;
- sakit di dubur; terutama sehabis buang air besar;
- demam.
Pencegahannya:
Memperhatikan kebersihan diri, lingkungan, makanan, dan minuman.

e. Flu Burung (Avian Influensa)


Gejalanya sebagai berikut :
- panas tinggi;
- pilek, tenggorokan terasa sakit dan sesak nafas;
Penularan melalui bersinggungan langsung dengan unggas yang sakit/mati.
Pencegahannya:
a) Bakar/kubur unggas yang sakit Avian Influensa;
b) Jangan bersentuhan langsung dengan unggas tersebut;
c) Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir;
d) Ternak unggas dikandangkan dan jauhkan kandang dari pemukiman;
e) Kandang disemprot dengan disinfektan secara berkala;
f) Masak daging unggas sampai matang.

1. Bila ada unggas mati mendadak segera lapor ke perangkat desa setempat;
2. Bila ada yang unggas mati diikuti ada orang sakit flu segera berobat ke puskesmas.

30

E. Imunisasi
Imunisasi adalah memasukkan vaksin ke dalam tubuh untuk mendapatkan kekebalan
terhadap penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi diantaranya
penyakit TBC, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak dan hepatitis B.
Imunisasi harus diberikan kepada:
1. Bayi (umur 0 - 11 bulan) dengan imunisasi BCG sebanyak 1 kali, polio sebanyak 4 kali, DPT
sebanyak 3 kali, campak sebanyak 1 kali saat berumur 9 bulan ke atas, dan hepatitis B
sebanyak 4 kali;
2. Siswa SD/MI kelas I diberikan imunisasi DT;
3. Siswa SD/MI kelas II dan III diberikan imunisasi TT;
Macam-macam vaksin dan manfaatnya:
1. Vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC (Tubercullosis);
2. Vaksin DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus;
3. Vaksin polio untuk mencegah penyakit poliomyelitis;
4. Vaksin campak untuk mencegah penyakit campak (gabagen);
5. Vaksin DT untuk mencegah penyakit difteri dan tetanus;
6. Vaksin TT untuk mencegah penyakit tetanus;
7. Vaksin HB untuk mencegah penyakit hepatitis B (radang hati).

Penyakit TBC
akibat tidak
diberi vaksin
BCG

31

Penyakit
Poliomyelitis
akibat tidak
diberi vaksin
Polio

Penyakit Campak
akibat tidak diberi
vaksin Campak

F. Keselamatan Diri di Dalam dan di Luar Rumah.


a. Keselamatan di Dalam Rumah.
Kenalilah tempat dan risikonya
- Dapur berisiko api dan panas
- Saluran listrik berisiko arus listrik
- Kamar mandi dan tempat mencuci berisiko air dan licin
- Simpan barang dan benda berbahaya.
Bila ada tanda bencana (seperti gempa bumi atau angin ribut)
segera keluar rumah dan cari tempat lapang.
b. Keselamatan di Luar Rumah.
- Bila berjalan atau berkendara pilih jalur sebelah kiri tepi jalan.
- Bila memakai angkutan umum patuhi aturan yang berlaku baik kendaraan
darat, laut, udara, sekaligus cara-cara menghadapi kondisi darurat.
- Hindari pergi ke tempat yang berisiko bencana seperti tanah longsor,
gempa bumi, ataupun tsunami.
- Patuhi aturan dan larangan yang ada di tempat wisata yang dituju.
- Selama perjalanan pilih makanan yang bersih dan sehat supaya terhindar
dari resiko terkena diare.
- Patuhi pesan dan perintah orang tua baik
selama perjalanan ataupun setelah sampai
tempat tujuan.
- Bila berkemah pilih saat yang tepat
(jangan musim penghujan), tempat yang
tepat (jangan yang beresiko longsor).
- Bila perlu kalau hendak bepergian
perhatikan keadaan cuaca untuk bekal
pertolongan.
- Bila berjalan kaki ingin menyebrang jalan,
lihatlah ke kiri dan ke kanan.

32

G. Pertolongan Pertama pada Penyakit dan Kecelakaan (P3K).


Pertolongan Pertama diberikan dengan tujuan mencegah cidera yang lebih parah dan dalam rangka menunjang
penyembuhan sebelum korban dibawa ke puskesmas. Beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh
seorang Dokter Kecil diantaranya:

a. Penderita Luka.
Ada beberapa jenis luka, diantaranya luka lecet, luka
memar, luka iris, luka tusuk, dan luka bakar. Prinsip
pemberian pertolongan pertama pada penderita luka
adalah bersihkan luka dengan antiseptik (sabun), tekan
pendarahan bila ada, berikan obat merah dan tutup
dengan kain kasa yang steril (bersih). Bila luka berat rujuk
ke puskesmas.

33

b.

Penderita Patah Tulang.

Patah tulang ialah retak atau putusnya tulang, dengan tanda-tanda bagian yang patah membengkak, dan nyeri
bila ditekan, terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah, anggota badan yang patah mengalami
gangguan fungsi gerak.
Pedoman Pertolongan Pertama pada patah tulang sbb:
a. mencegah/menghentikan perdarahan;
b. mencegah syok, infeksi dan cacat;
c. mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah dengan cara bidai (curu) dan dibalut;
d. dirujuk ke puskesmas.

c. Penderita Keracunan.
Keracunan adalah masuknya racun ke dalam tubuh
melalui makanan/minuman atau udara pernafasan.
Pertolongan pertama yang diberikan:
1. Diberi minum air/susu sebanyak- banyaknya atau diberi
antiracun umum (norit, putih telur, susu, air kelapa)
untuk mengencerkan atau menurunkan kadar racun.
2. Mengeluarkan racun dari
lambung dengan rangsangan muntah.
3. Dirujuk ke puskesmas terdekat.

34

d. Penderita Demam.
Penderita demam dapat diberikan pertolongan pertama yaitu:
1. Berikan minum sebanyak-banyaknya;
2. Kompres dengan air hangat di bagian ketiak, dada, leher,
dan kepala;
3. Berikan obat penurun panas (paracetamol) sesuai aturan;
4. Bila demam tidak segera turun segera dibawa ke puskesmas
terdekat.

e. Penderita Pingsan.
Penderita pingsan dapat diberikan pertolongan pertama yaitu:
1. Penderita dibawa ke tempat yang teduh dan aman.
2. Tidurkan dengan kepala lebih rendah dari badan, lalu kepala
dimiringkan kecuali pada kecelakaan;
3. Baju/celana semua yang mengikat dilonggarkan;
4. Hidung diberi bau-bauan yang merangsang, seperti:
obat gosok, amoniak, eudocologne, dll;
5. Setelah sadar diberi minum yang hangat (air gula);
6. Bila belum sadar juga, segera bawa ke puskesmas.

BALS

EM

H. Pengenalan Perubahan pada Masa Remaja.


Hidup manusia mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa hingga orang tua melewati tahapan-tahapan. Pertumbuhan
dalam segi jasmani dapat dilihat secara sederhana dengan cara mengukur tinggi dan berat badan. Perkembangan
dalam segi rohani atau kejiwaan juga melewati tahapan-tahapan yang dipengaruhi faktor lingkungan sekitarnya. Masa
remaja dibedakan dalam:
Masa remaja awal
: 10 - 13 tahun
Masa remaja tengah : 14 - 16 tahun
Masa remaja akhir : 17 - 19 tahun

35

Masa remaja merupakan proses awal kematangan organ reproduksi yang disebut masa pubertas. Masa remaja
juga sebagai masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa.

Perubahan badan yang dialami oleh remaja laki-laki:


-

Badan bertambah berat dan tinggi;


Keringat bertambah banyak;
Kulit dan rambut mulai berminyak yang kadang menyebabkan jerawat;
Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang ;
Tangan dan kaki bertambah besar;
Tulang wajah mulai memanjang dan membesar;
Tumbuh rambut-rambut halus di daerah pubis (kemaluan), kaki, tangan, dada, ketiak, dan wajah;
Pundak dan dada bertambah besar dan lebar;
Tumbuh jakun;
Suara bertambah berubah menjadi berat;
Penis dan buah zakar membesar;
Mimpi basah mimpi indah;

Perubahan badan yang dialami remaja perempuan:


-

Badan bertambah berat dan tinggi;


Keringat bertambah banyak;
Kulit dan rambut mulai berminyak;
Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang;
Tangan dan kaki bertambah besar;
Tumbuh rambut-rambut halus di daerah pubis (kemaluan) dan ketiak;
Payudara membesar;
Pinggul melebar;
Pantat berkembang lebih besar;
Vagina mulai mengeluarkan cairan;
Menstruasi/haid/datang bulan;

36

Tangan bertambah
panjang dan besar
Payudara
membesar

Rambut-rambut halus

Pinggul
melebar
Kaki bertambah panjang
dan besar

Pengenalan Perubahan pada Masa Remaja

37

Adapun tahapan perkembangan rohani atau kejiwaan sebagai berikut:


1. Umur 0 tahun sampai dengan 7 tahun adalah tahapan penangkapan (penerimaan) dan pengaturan dunia luar
dengan perantaraan alat indera.
2. Umur 7 tahun sampai 12 tahun adalah tahap rencana abstrak. Pada masa ini anak-anak mulai mempersiapkan
hal-hal kesusilaan, menilai perbuatan manusia atas dasar baik buruk - oleh karena itu - mulai timbul kata hatinya.
3. Umur 12 tahun sampai 18 tahun, adalah tahap penemuan diri kepekaan rasa sosial.
4. Umur 18 tahun ke atas adalah tahap pendidikan tinggi, mahasiswa harus belajar mempertahankan diri terhadap
sikap godaan ke arah perbuatan- perbuatan yang tercela.

Jangan cemas dan gelisah bila kita mengalami hal-hal tersebut.


Bila dirasa perubahan tersebut mengganggu dapat meminta
penjelasan pada bapak/ibu guru, kakak, atau orang tua.

I. Kesehatan Jiwa dan Penyalahgunaan NAPZA.


a. Kesehatan Jiwa.
Orang dikatakan sehat jiwanya bila mempunyai hubungan yang harmonis baik secara vertikal kepada Tuhan
Yang Maha Esa maupun secara horisontal kepada sesama manusia.
Sifat orang yang sehat jiwanya, antara lain:
1. Mempunyai emosi yang tenang, cukup bahagia dalam kehidupannya dan dapat bergaul baik dengan orang
lain. Suatu waktu dapat juga merasa kurang gembira, bertengkar, dan marah-marah, tapi pada umumnya
relatif bebas dari rasa khawatir, rasa benci, rasa cemas.
2. Dapat memelihara keseimbangan jiwa, cukup tabah, penuh pengertian, serta dapat mengambil keputusan
dan memiliki tanggung jawab .
3. Mempunyai masa kanak-kanak yang bahagia.

38

Saling hormat dan


mencintai antar
anggota keluarga

Keluarga harmonis,
anak bahagia

Keluarga tidakharmonis,
anak menderita

Beberapa sifat yang biasanya muncul akibat gangguan kesehatan jiwa, diantaranya:
- gelisah, cemas;
- gangguan tidur;
- rasa curiga;
- rasa sedih yang tidak wajar;
- halusinasi;
- hilangnya perhatian terhadap kebersihan;
- tidak dapat memusatkan perhatian (sulit konsentrasi);
- putus asa.

1. Bertemanlah dengan anak/orang yang berakhlak mulia.


2. Hormatilah orang yang lebih tua, sayangilah yang lebih muda
dan hargailah yang sebaya.
3. Biasakan beribadah dengan rajin dan rutin.

39

b. Penyalahgunaan NAPZA.
Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) atau dikenal dengan istilah
NARKOBA (Narkotika dan Bahan/Obat yang Berbahaya) merupakan masalah yang sangat penting, yang perlu
penanggulangan secara menyeluruh. Meskipun dalam kedokteran, sebagian besar NAPZA bermanfaat bagi
pengobatan, namun bila disalahgunakan akan berakibat merugikan individu maupun masyarakat luas khususnya
generasi muda.
NAPZA adalah bahan/zat/obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama
otak/susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi
kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA.

Jenis-jenis NAPZA:
1. Heroin atau putau merupakan zat psikoaktif yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan. Berbentuk
serbuk warna putih sampai coklat tua, rasanya pahit.
2. Ganja (mariyuana, hashis) berbentuk daun kering atau getah.
3. Ecstasy atau inex berbentuk tablet dan kapsul dengan berbagai warna.
4. Shabu-shabu berbentuk serbuk kristal.
5. Alkohol atau minuman keras.
6. Bahan adiktif lainnya, diantaranya adalah lem, thiner, bensin, spiritus, jamur kotoran kerbau, dan kecubung.

40

Dampak penyalahgunaan NAPZA:


Dampak penyalahgunaan NAPZA sungguh sangat
mengerikan terhadap aspek fisik, kejiwaan, maupun
sosial.

- kecemasan yang berlebihan dan depresi


(tekanan jiwa);
- ketakutan yang luar biasa;
- hilang ingatan (gila).

a. Dampak secara fisik, diantaranya:


-

badan kurus karena pola makan tidak teratur;


gagal ginjal;
perlemakan hati;
radang paru-paru, radang selaput paru,
TBC/tubercullosis (batuk berdahak pada
bagian paru-paru);
hepatitis A, B, C, dan HIV/AIDS;
cacat janin;
impotensi;
gangguan menstruasi;
anemia (pucat karena kurang darah);
pikun (penyakit lupa ingatan);
kerusakan otak;
pendarahan jantung;
radang syaraf;
menyebabkan kematian.

c. Dampak secara sosial, diantaranya:


- hubungan dengan keluarga, guru, teman, serta
lingkungan terganggu;
- suka mengganggu ketertiban umum;
- selalu menghindari kontak dengan orang lain ;
- merasa dikucilkan atau menarik diri dari ;
lingkungan positif;
- tidak peduli dengan norma dan nilai yang ada;
- sering melakukan tindakan kekerasan, baik fisik
maupun jiwa;
- suka mencuri.

b. Dampak secara kejiwaan, diantaranya:


-

emosi tidak terkendali;


curiga berlebihan;
selalu berbohong;
tidak merasa aman;
tidak mampu mengambil keputusan yang wajar;
tidak memiliki tanggung jawab;

41

Jangan sekali-sekali menggunakan


NAPZA, karena akan berakibat
sangat berpengaruh bagi diri
sendiri maupun orang lain.
Berkatalah tidak, bila diajak
menggunakan NAPZA.

J. KMS - AS (Kartu Menuju Sehat Anak Sekolah).


KMS-AS merupakan sarana yang dipakai untuk memantau pertumbuhan anak dan sebagai alat pendidikan
yang mendorong anak berperilaku sehat dalam upaya mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
KMS-AS berisi grafik pertumbuhan berat badan dan tinggi badan dan catatan perkembangan kesehatan anak.
Dalam mengisi KMS-AS ada 5 hal pokok yang harus diperhatikan, yaitu:
1. identitas anak;
2. catatan pemberian imunisasi;
3. catatan hasil pengukuran BB dan TB;
4. pengisian hasil pengukuran BB dan TB pada grafik KMS-AS;
5. catatan perkembangan kesehatan anak.

TINGGI BADAN (Cm)

Keterangan kurva:
P = persenti
P50 = persenti median

42

Apa arti titik pada Grafik KMS-AS:


1. Bila titik di atas P-97 berarti gizi lebih (gemuk).
2. Bila titik diantara garis grafik P-3 sampai P-97 berarti gizi baik.
3. Bila titik di bawah P-3 berarti gizi kurang atau kurus.

Cara Mengukur Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB):


Alat yang digunakan:
1. Alat pengukur tinggi badan atau "Microtoise" dengan ukuran maksimum 200 cm.
2. Timbangan injak dengan kapasitas 100 kg atau lebih.

Waktu Pengukuran BB dan TB:


Pengukuran TB dan BB dilakukan minimal 4 bulan sekali.

Cara Mengukur Berat Badan (BB):


1. Anak yang ditimbang mengenakan pakaian sekolah yang ada, tetapi sepatu, sandal dan isi kantong harus dilepas.
2. Pada saat ditimbang anak berdiri tepat di tengah timbangan dan menghadap ke depan.
3. Pembacaan berat badan dilakukan dari depan tepat di atas timbangan, dan jangan melakukan pembacaan dari
samping.
4. Pencatatan dilakukan dengan ketelitian satu angka di belakang koma. Contoh : 20,0 kg; 26,5 kg, 40,1 kg.

43

Cara Mengukur Tinggi Badan (TB):


1. Lepaskan alas kaki atau topi yang dipakai;
2. Anak yang diukur harus berdiri tegak lurus sejajar dengan garis microtoise.
3. Posisi kepala dan bahu bagian belakang, tangan, pantat dan tumit menempel pada dinding tempat
microtoise dipasang.
4. Geser/turunkan microtoise yang menempel di dinding tetap rapat dengan dinding.
5. Pembacaan dilakukan tepat di depan angka, jangan dibaca dari samping.
6. Pencatatan dilakukan dengan ketelitian satu angka di belakang koma.
Contoh: 122,3 cm; 130,0 cm; 145,7 cm. Contoh kartu pencatatan dapat dilihat
pada gambar di halaman 42.
Lakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi bada
secara berkala dan catat pada KMS-AS untuk mengetahu
pertumbuhan dan perkembangan.

K. Siaga Bencana.
Dalam memperkirakan bencana yang mungkin terjadi, langkah awal yang perlu kita lakukan adalah mengenali
daerah tempat tinggal atau kondisi lingkungan di sekitar kita berada. Beberapa bencana yang kita kenal diantaranya:
tanah longsor, gempa bumi, tsunami, banjir, angin topan, kekeringan, kebakaran, gunung meletus, dll.
Jenis Bencana dan Cara Penanggulangannya:

Bencana tanah longsor


Upaya-upaya yang harus dilakukan, diantaranya:
1. Hindari tempat yang rawan longsor.
2. Galakkan penghijauan dengan menanam tanaman keras pada lahan yang gundul untuk mencegah longsor.
3. Tanami daerah aliran sungai dengan tanaman keras untuk penahan tanah agar tidak terbawa oleh arus sungai.

44

Bencana gempa bumi atau gunung meletus.


Upaya-upaya yang harus dilakukan, diantaranya:
1. Perhatikan peringatan dini atau tanda-tanda alam yang ada.
2. Segera keluar dari rumah dan pilih tanah yang lapang.
3. Ikut mengungsi di daerah yang aman.

Bencana Tsunami.
Upaya yang harus dilakukan, diantaranya:
Jauhi pantai selanjutnya menuju dataran yang lebih tinggi;

Apabila berada di pengungsian


agar tetap berperilaku
hidup bersih dan sehat agar
tercegah dari penyakit menular.

Bencana Banjir.
Upaya-upaya yang harus dilakukan, diantaranya:
1. Jauhi daerah aliran sungai menuju dataran yang lebih tinggi.
2. Galakkan penghijauan dengan tanaman keras untuk mencegah banjir.
3. Rawat aliran sungai dengan tidak membuang sampah di sungai.

L. Aku Bangga Menjadi Dokter Kecil.


Setiap pagi Sarifah dan Said pergi ke sekolah dengan pakaian
bersih dan rapi. Sebelum berangkat, mereka selalu mandi dan
menggosok gigi. Rambut disisir rapi, kuku tangan dan kakinya pun
selalu bersih. Dengan menjaga kebersihannya itu mereka menjadi
sehat dan bersemangat untuk belajar. Sarifah dan Said senang
menjadi teladan bagi temannya. Mereka bangga dapat menolong
teman sebayanya. Mereka adalah dokter kecil di sekolahnya.
Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah
dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga, dan
masyarakat sekitarnya.

45

Tugas-tugas yang dilakukan oleh dokter kecil adalah:


1. Sehat Diri, setiap murid harus menjaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri dengan cara mandi, mencuci rambut,
potong kuku, gosok gigi, dll.
2. Sehat Teman, setiap murid harus mengajak temannya untuk berperilaku hidup sehat. Mulailah dari diri sendiri
selanjutnya mengajak teman-teman, lakukan dari hal-hal yang terkecil dari sekarang juga.
3. Sehat Lingkungan Sekolah, setiap murid harus menjadi contoh teladan dalam menjaga lingkungan sekolah,
ruang kelas, halaman sekolah, WC/kamar mandi, tempat-tempat sampah dll harus bersih dan sehat.
4. Sehat Lingkungan Rumah, setiap murid di rumah harus menjadi contoh teladan dalam keluarga untuk
berperilaku hidup bersih dan sehat. Wujudkan rumah yang bersih, sehat dan menyenangkan.

Sehat Teman
Sehat Diri

Sehat
Lingkungan
Sekolah

Sehat
Lingkungan
Rumah

Ingatlah...! Hadis nabi


Muhammad S.A.W
"Kebersihan bagian dari iman"
Berdasarkan hadist di atas
marilah kita mengajak untuk
hidup sehat itu sama dengan
mengajak kebaikan (Amar
Ma'ruf) dan mengingatkan
untuk tidak kotor itu sama
dengan mencegah
kemungkaran (Nahi Mungkar).
Semoga kita tergolong
menjadi anak- anak yang
sholeh. Amin ya rabbal 'alamin.

46

L. Tugas Dokter Kecil.


Tugas dan kewajiban Dokter Kecil
?
Selalu bersikap dan berperilaku hidup bersih dan sehat.
?
Dapat mengerakkan sesama teman untuk menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya sendiri.
?
Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan baik yang disekolah maupun di rumah .
?
Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan sekolah.
?
Berperan aktif dalam rangka peningkatan kesehatan antara lain;
- Pekan kebersihan,
- Pekan imunisasi,
- Pekan gizi,
- Pekan penimbangan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) di sekolah,
- Pekan kesehatan gigi,
- Pekan balita seha, dan lain-lain.

M. Do'a Memperoleh Kesehatan

Allahumma inni as aluka syihata wal 'afiata wahusnal qulqi"


Artinya
"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kesehatan dan kesembuhan serta memperolah akhlak yang baik.

47

Logo.
Logo Dokter Kecil.
Logo Dokter Kecil berbentuk bulat terbuat dari logam, mika,
atau sejenisnya.
Keterangan:
?
Lambang "+" berwarna hijau
?
Garis, lingkaran, gambar dua anak, dan tulisan "Dokter
Kecil" berwarna hitam
?
Dasar logo berwarna putih.

Logo UKS
Logo UKS dipasang di depan sekolah/madrasah dan digambar
pada papan atau sejenisnya.
Keterangan:
?
Dasar logo hijau
?
Dasar papan putih
?
Tulisan UKS putih
?
Garis logo hitam.

48

Lagu-Lagu

4/4

Dimarcia

Lagu Aku Anak Sehat


Aku anak sehat tubuhku kuat
Karena ibuku rajin dan cermat
Semenjak aku bayi selalu di beri ASI
Makanan bergizi dan imunisasi
Berat badanku ditimbang selalu
Posyandu menunggu setiap waktu
Bila aku diare, ibu slalu waspada
Pertolongan oralit slalu siap sedia....

Lagu Dokter Kecil


Lagu ini dinyanyikan dengan lirik BALONKU
Syair Lagu Dokter Kecil sebagai berikut:

Senangnya jadi Dokter ... Kecil


Suka membantu teman
Agar diriku sehat
Temanpun juga sehat
Yuk, rajin bersih diri... yes (sambil menggerakkan siku)
Dan makan yang bergizi
Jaga lingkungan sekolah
Dan juga lingkungan rumah ... Ok deh...
(sambil mengacungkan kedua jempol tangan)

50

Selamat bertugas
Selamat beribadah
Semoga menjadi anak yang sehat, cerdas, soleh, dan solehah, amin!

1. Mulailah dari diri kita sendiri sebelum mengajak orang lain untuk hidup bersih dan sehat.
2. Berikan pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan sesuai kemampuan kita.
3. Nyanyikan lagu-lagu di atas bersama teman-teman.

51

Glosarium (Arti Kata-Kata Sulit)


amoniak
antiseptik
cebok
difteri
disinfektan
dubur
epilepsi
eudocologne
foging
halusinansi

: zat kimia yang baunya menyengat


: zat anti kuman (sabun)
: membersihkan dubur setelah buang air besar
: penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diptheriae
: bahan pembunuh kuman
: lubang pada ujung bawah usus; pelepas; anus
: penyakit ayan
: minyak dengan bau menyengat
: pengasapan terhadap nyamuk
: pengalaman indra tanpa adanya perangsang pada alat indra yang bersangkutan, misal
mendengar suara tanpa ada sumber suara
hepatitis
: radang hati/penyakit kuning
impotensi
: ketidakmampun memulai dan mempertahakan ereksi
imunisasi
: memasukkan vaksin ke dalam tubuh dalam rangka meningkatkan daya tahan tubuh
infeksi
: pembengkakan pada luka/bagian tubuh karena kemasukan kuman
jakun
: ujung kerongkongan yang nampak menonjol pada leher orang laki-laki dewasa
kompres
: kain yang dibasahi air dingin untuk menyejukkan kepala
limbah
: air/sisa proses produksi; air buangan pabrik/rumah tangga
microtoise : alat pengukur tinggi badan
narkoba
: narkotika dan obat-obatan (terlarang)
narkotika
: obat penenang syaraf, penghilang rasa sakit, penimbul rasa ngantuk atau perangsang
nifas
: darah/cairan yang keluar dari rahim (alat kelamin wanita)
sesudah melahirkan (40-60 hari)
osteoporosis : tulang keropos
paracetamol : obat penurun panas
poliomyelitis : penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang sebagian besar menyerang anak-anak di
bawah usia 5 tahun
penis
: batang kemaluan laki-laki

52

pertusis
: penyakit infeksi bakteri yang menyerang sistem pernafasan yang melibatkan pita suara
pubis
: tulang di atas kemaluan
steril
: bersih dari kuman
syok
: hilang kesadaran
TBC
: batuk berdahak pada bagian paru-paru
(Tubercullosis)
tetanus
: infeksi berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot
tungkai
: kaki (seluruh kaki dari pangkal paha ke bawah)
vaksin
: bibit penyakit yang sudah dilemahkan
WC
: water closet (tempat buang air besar)
zakar
: kemaluan laki-laki (dua butir seperti telur)

53

Daftar Pustaka
1.

Departemen Kesehatan RI. 1995. Materi tentang Kesehatan untuk Guru UKS. Jakarta: Departemen Kesehatan
RI. Ditjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat. Direktorat Bina Kesehatan Keluarga.

2.

Departemen Kesehatan RI. 1996. Petunjuk Teknis Penyuluhan Air Bersih. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Direktorat Jenderal PPM & PLP.

3.

Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI. 2000. Buku Petunjuk Pelaksanaan Cara Pengisian KMS
Anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat.

4.

Departemen Kesehatan RI. 2001. Pedoman Penyuluhan Gizi pada Anak Sekolah bagi Petugas Puskesmas.
Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat.

5.

Departemen Kesehatan RI. 2002. Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS. Jakarta: Tim Pembina
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Pusat.

6. Departemen Kesehatan RI. 2003. Modul Pelatihan Kader Kesehatan Remaja. Jakarta: Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah.
7.

Departemen Kesehatan RI. 2003. Kretin Akibat Kurang Yodium. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Direktorat
Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.

8.

Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Praktis Terapi Gizi Medis. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat.

9.

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. 2003. Pedoman untuk Tenaga Kesehatan Usaha Kesehatan Sekolah di
Tingkat Sekolah Dasar. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

10. Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan untuk Petugas). Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.
11. Departemen Kesehatan RI. 2003. Materi Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi Petugas
Kesehatan (Pegangan bagi Pelatih). Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Direktorat Kesehatan Keluarga.

54

12. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2003. Buku Pedoman Praktis bagi Petugas Kesehatan (puskesmas)
mengenai Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA). Semarang: Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
13. Departemen Kesehatan RI, 2005. Anemia Gizi dan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk Wanita Usia Subur.
Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.
14. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 2005. Buletin Sehat Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Usaha
Kesehatan Sekolah. Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
15. Departemen Kesehatan RI. 2005. Pedoman dan Perbaikan Gizi Anak Sekolah Dasar dan Madrasah
Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi
Masyarakat.
16. ........ Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan
Perumahan.
17. Departemen Kesehatan RI. 2005. Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI. Direktorat Jenderal PP & PL.

55