Anda di halaman 1dari 12

kanker tuba falopi

kanker tuba Fallopii adalah salah satu jenis kanker langka yang dapat mempengaruhi perempuan
dari segala usia. Semua sepanjang sejarah kanker tuba fallopi, hanya ada sekitar 1.500 hingga
2.000 kasus yang telah dilaporkan. Namun, ini tidak boleh bingung atas kanker metastatik yang
mungkin telah menyebar ke tuba falopi meskipun karena pertumbuhan kanker untuk penyakit ini
benar-benar berasal dari saluran tuba wanita.
Kanker Tube Fakta telur
Ketika sebuah sel ganas atau tumor berkembang pada satu atau kedua saluran tuba, maka hal ini
dapat menyebabkan kanker tuba fallopi. Tabung tersebut saluran tipis yang bertindak sebagai
lorong-lorong sel telur sehingga mereka bisa masuk ke dalam rahim. Semua wanita yang dikenal
memiliki sepasang saluran tuba.
Ada beberapa fakta tentang kanker yang berkembang di saluran tuba dan ini termasuk:
1) kanker tuba Fallopii ditemukan terjadi terutama pada wanita berkulit putih dibandingkan pada
wanita dari ras yang berbeda.
2) Kanker ini membuat untuk 2 persen dari semua kanker ginekologi diketahui.
3) Perempuan berusia antara 50 dan 60 tahun adalah orang-orang yang terutama terkena kanker
tuba fallopi. Namun, telah dicatat bahwa perempuan dari segala usia bisa mendapatkan penyakit
ini.
Gejala Kanker Pembuluh telur
Juga dikenal sebagai kanker tuba, gejala yang sering dialami dengan kanker tuba fallopi
bagaimanapun sama dengan masalah ginekologi lainnya. Karena itu, sangat penting bahwa
evaluasi oleh dokter akan dilakukan sehingga dapat ditentukan jika Anda memiliki jenis ini
penyakit atau tidak.
Berikut adalah beberapa gejala kanker tuba fallopi:
1) Tekanan atau sakit di perut atau pada daerah panggul. Hal ini bisa merasakan sama dengan
kram selama periode menstruasi.
2) normal cairan vagina yang bisa putih, jelas, atau diwarnai dengan pink.
3) Massa yang dapat dideteksi oleh dokter Anda selama pemeriksaan panggul atau dengan cara
lain.

4) perdarahan vagina yang tidak biasa.


Mengobati Kanker Tube telur
Pengobatan terbaik untuk kanker tuba falopi harus bergantung pada sejumlah faktor, dan ini
termasuk preferensi pribadi, tahap penyakit, dan sejarah medis, antara lain. Namun, perlu dicatat
bahwa akan lebih baik jika pengobatan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
pasien. Metode pengobatan yang paling umum untuk jenis kanker meliputi operasi, kemoterapi,
terapi hormonal, terapi radiasi, dan modalitas digabungkan. Terserah anda, mana yang harus
melalui meskipun selama Anda dibahas semua pilihan Anda dengan dokter Anda.
Jika kanker tuba fallopi Anda dalam stadium lanjut tersebut, dokter anda dapat
merekomendasikan untuk operasi, yang akan bekerja di penghapusan sebanyak sel-sel tumor
atau kanker mungkin serta beberapa metode pengobatan lain. Biasanya, operasi juga bisa
dilakukan bersamaan dengan kemoterapi dan terapi radiasi. Hal ini dikenal sebagai modalitas
pengobatan gabungan
Pengertian
Tumor adneksa adalah tumbuhnya jaringan abnormal pada sistem reproduksi yaitu pada tuba
fallopi kemudian ovarium dan uterus yang biasanya terjadi bersamaan (Hanifa, 1997 hal 396).
Tumor adneksa merupakan tumor ganas primer di tuba fallopi yang lebih sekunder berasal dari
tumor ganas ovarium atau uterus.

2. Anatomi dan Fisiologi


Alat reproduksi wanita dapat dibagi menjadi 2 organ yaitu organ eksterna dan organ interna.
Organ eksterna kita kenal sebagai vulva yang terdiri dari mons veneris, labia mayora, labia
minora, klitoris, himen, vestibula dan introitus vagina.
Organ genetalia interna yang terletak di dalam pelvis terdiri dari uterus, ovarium dan tuba fallopi.
Uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu endometrium, miometrium dan perimetrium. Uterus terdiri dari

3 bagian yaitu fundus uteri, korpus uteri dan serviks uteri. Fungsi utama uterus adalah untuk
menahan ovum yang telah dibuahi dan tempat pertumbuhan janin selama kehamilan.
Ovarium adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari terletak di kiri dan di kanan uterus. Ovarium
memiliki 3 fungsi : Memproduksi ovum, memproduksi hormon estrogen dan progesteron, serta
berperan dalam pengaturan siklus menstruasi.
Tuba fallopi, berjalan di sebelah kiri dan kanan uterus. Fungsi normal tuba fallopi adalah untuk
mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus juga menyediakan tempat untuk pembuahan.
3. Etiologi
Penyebab tumor adneksa tidak diketahui secara pasti tetapi diduga karena infeksi yang menjalar
ke atas dari uterus, peradangan ini menyebar ke ovarium dan tuba fallopi yang menyebabkan
berbagai gangguan dan terjadi pertumbuhan jaringan yang abnormal.
4. Patofisiologi
Tumor adneksa kebanyakan diakibatkan oleh infeksi yang menjalar sampai ke tuba fallopi
sehingga menyebabkan perlengketan dan penyempitan yang menyebabkan berbagai macam
gangguan dan terjadi pertumbuhan yang ganas. Jenis tumor yang paling sering adalah
adenokarsinoma mungkin juga ditemukan endotelioma atau limposarkoma.
Menurut Taymor dan Hertig secara histopatologik adenokarsinoma dapat dibedakan menjadi 3
tingkatan
:
a.Jenis tumor dengan pertumbuhan papiler : tumor belum mencapai otot tuba.
b.Jenis tumor dengan pertumbuhan papillo alvioler : tumor telah memasuki jaringan otot.
c.Jenis tumor dengan pertumbuhan alveo meduller : terlihat mitosis yang atopik dan infasi sel
ganas ke saluran limpa.
5. Manifestasi Klinik
Pada awalnya penyakit tidak menimbulkan gejala. Mula-mula keluhan samar-samar seperti :
perasaan lelah, makan sedikit, terasa cepat kenyang dan sering kembung, kemudian timbul
demam dan rasa nyeri pada uterus bagian kiri dan kanan. Diikuti dengan gejala perdarahan
pervagina mungkin juga disertai pengeluaran getah vagina yang bercampur dengan darah.
6. Pemeriksaan Diagnostik
a.Pemeriksaanpelvik
Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat perubahan pada vulva, vagina dan serviks dengan
palpasi organ dalam khususnya ovarium dan permukaan uterus.
b.Testpapanicolau
Merupakan pemeriksaan sistologis yang memungkinkan untuk mendeteksi adanya sel yang
abnormal dan mendeteksi keganasan tumor pada tahap awal.
c.UltrasoundUSG
Digunakan untuk menentukan lokasi massa tumor

d.Endoskopi
Untuk
melihat
lapisan
dan
jaringan
disekitarnya
secara
langsung
:
1)Colposcopy : visualisasi vagina dan serviks dibawah kekuatan magnet yang rendah.
2)Culdoscopy : pemasukan culdoskop melalui vagina bagian belakang untuk melihat tuba fallopi
dan
ovarium.
3)Hysterescopy : pemasukan hyterescopy melalui servik untuk melihat bagian dalam uterus.
4)Biopsi
:
untuk
mengetahui
jenis
dan
keganasan
sel.
5)Laboratorium : urine lengkap dan darah lengkap.
7. Pengobatan Medik
Penangana utama yang dianjurkan adalah : TAH + BSO + OM + APP ( Total Abdominal
Hysterektomy + Bilateral Salfingo Oophorektimy + Omentektomy + Appendektomi ).
Terapi alternatif : instilasi phospor 32 Radioaktif atau kemoterapi profilaksis, tetapi radioktif
hanya dikerjakan pada tumor jenis histology keganasan tertentu.
8. Pencegahan
Sebelum seseorang terkena penyakit yang cukup ganas ini lebih baik melaksanakan tindakan
pencegahandengancara
:
a.Hindaripasangankoitusyangseringberganti.
b.Pemeriksaan pap smear minimal sekali setahun
Pengertian
Tumor adneksa adalah tumbuhnya jaringan abnormal pada sistem reproduksi yaitu pada tuba
fallopi kemudian ovarium dan uterus yang biasanya terjadi bersamaan (Hanifa, 1997 hal 396).
Tumor adneksa merupakan tumor ganas primer di tuba fallopi yang lebih sekunder berasal dari
tumor ganas ovarium atau uterus.

2. Anatomi dan Fisiologi


Alat reproduksi wanita dapat dibagi menjadi 2 organ yaitu organ eksterna dan organ interna.
Organ eksterna kita kenal sebagai vulva yang terdiri dari mons veneris, labia mayora, labia
minora, klitoris, himen, vestibula dan introitus vagina.

Organ genetalia interna yang terletak di dalam pelvis terdiri dari uterus, ovarium dan tuba fallopi.
Uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu endometrium, miometrium dan perimetrium. Uterus terdiri dari
3 bagian yaitu fundus uteri, korpus uteri dan serviks uteri. Fungsi utama uterus adalah untuk
menahan ovum yang telah dibuahi dan tempat pertumbuhan janin selama kehamilan.
Ovarium adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari terletak di kiri dan di kanan uterus. Ovarium
memiliki 3 fungsi : Memproduksi ovum, memproduksi hormon estrogen dan progesteron, serta
berperan dalam pengaturan siklus menstruasi.
Tuba fallopi, berjalan di sebelah kiri dan kanan uterus. Fungsi normal tuba fallopi adalah untuk
mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus juga menyediakan tempat untuk pembuahan.
3. Etiologi
Penyebab tumor adneksa tidak diketahui secara pasti tetapi diduga karena infeksi yang menjalar
ke atas dari uterus, peradangan ini menyebar ke ovarium dan tuba fallopi yang menyebabkan
berbagai gangguan dan terjadi pertumbuhan jaringan yang abnormal.
4. Patofisiologi
Tumor adneksa kebanyakan diakibatkan oleh infeksi yang menjalar sampai ke tuba fallopi
sehingga menyebabkan perlengketan dan penyempitan yang menyebabkan berbagai macam
gangguan dan terjadi pertumbuhan yang ganas. Jenis tumor yang paling sering adalah
adenokarsinoma mungkin juga ditemukan endotelioma atau limposarkoma.
Menurut Taymor dan Hertig secara histopatologik adenokarsinoma dapat dibedakan menjadi 3
tingkatan
:
a.Jenis tumor dengan pertumbuhan papiler : tumor belum mencapai otot tuba.
b.Jenis tumor dengan pertumbuhan papillo alvioler : tumor telah memasuki jaringan otot.
c.Jenis tumor dengan pertumbuhan alveo meduller : terlihat mitosis yang atopik dan infasi sel
ganas ke saluran limpa.
5. Manifestasi Klinik
Pada awalnya penyakit tidak menimbulkan gejala. Mula-mula keluhan samar-samar seperti :
perasaan lelah, makan sedikit, terasa cepat kenyang dan sering kembung, kemudian timbul
demam dan rasa nyeri pada uterus bagian kiri dan kanan. Diikuti dengan gejala perdarahan
pervagina mungkin juga disertai pengeluaran getah vagina yang bercampur dengan darah.
6. Pemeriksaan Diagnostik
a.Pemeriksaanpelvik
Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat perubahan pada vulva, vagina dan serviks dengan
palpasi organ dalam khususnya ovarium dan permukaan uterus.
b.Testpapanicolau
Merupakan pemeriksaan sistologis yang memungkinkan untuk mendeteksi adanya sel yang
abnormal dan mendeteksi keganasan tumor pada tahap awal.

c.UltrasoundUSG
Digunakan untuk menentukan lokasi massa tumor
d.Endoskopi
Untuk
melihat
lapisan
dan
jaringan
disekitarnya
secara
langsung
:
1)Colposcopy : visualisasi vagina dan serviks dibawah kekuatan magnet yang rendah.
2)Culdoscopy : pemasukan culdoskop melalui vagina bagian belakang untuk melihat tuba fallopi
dan
ovarium.
3)Hysterescopy : pemasukan hyterescopy melalui servik untuk melihat bagian dalam uterus.
4)Biopsi
:
untuk
mengetahui
jenis
dan
keganasan
sel.
5)Laboratorium : urine lengkap dan darah lengkap.
7. Pengobatan Medik
Penangana utama yang dianjurkan adalah : TAH + BSO + OM + APP ( Total Abdominal
Hysterektomy + Bilateral Salfingo Oophorektimy + Omentektomy + Appendektomi ).
Terapi alternatif : instilasi phospor 32 Radioaktif atau kemoterapi profilaksis, tetapi radioktif
hanya dikerjakan pada tumor jenis histology keganasan tertentu.
8. Pencegahan
Sebelum seseorang terkena penyakit yang cukup ganas ini lebih baik melaksanakan tindakan
pencegahandengancara
:
a.Hindaripasangankoitusyangseringberganti.
b.Pemeriksaan pap smear minimal sekali setahun
Pengertian
Tumor adneksa adalah tumbuhnya jaringan abnormal pada sistem reproduksi yaitu pada tuba
fallopi kemudian ovarium dan uterus yang biasanya terjadi bersamaan (Hanifa, 1997 hal 396).
Tumor adneksa merupakan tumor ganas primer di tuba fallopi yang lebih sekunder berasal dari
tumor ganas ovarium atau uterus.

2. Anatomi dan Fisiologi

Alat reproduksi wanita dapat dibagi menjadi 2 organ yaitu organ eksterna dan organ interna.
Organ eksterna kita kenal sebagai vulva yang terdiri dari mons veneris, labia mayora, labia
minora, klitoris, himen, vestibula dan introitus vagina.
Organ genetalia interna yang terletak di dalam pelvis terdiri dari uterus, ovarium dan tuba fallopi.
Uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu endometrium, miometrium dan perimetrium. Uterus terdiri dari
3 bagian yaitu fundus uteri, korpus uteri dan serviks uteri. Fungsi utama uterus adalah untuk
menahan ovum yang telah dibuahi dan tempat pertumbuhan janin selama kehamilan.
Ovarium adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari terletak di kiri dan di kanan uterus. Ovarium
memiliki 3 fungsi : Memproduksi ovum, memproduksi hormon estrogen dan progesteron, serta
berperan dalam pengaturan siklus menstruasi.
Tuba fallopi, berjalan di sebelah kiri dan kanan uterus. Fungsi normal tuba fallopi adalah untuk
mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus juga menyediakan tempat untuk pembuahan.
3. Etiologi
Penyebab tumor adneksa tidak diketahui secara pasti tetapi diduga karena infeksi yang menjalar
ke atas dari uterus, peradangan ini menyebar ke ovarium dan tuba fallopi yang menyebabkan
berbagai gangguan dan terjadi pertumbuhan jaringan yang abnormal.
4. Patofisiologi
Tumor adneksa kebanyakan diakibatkan oleh infeksi yang menjalar sampai ke tuba fallopi
sehingga menyebabkan perlengketan dan penyempitan yang menyebabkan berbagai macam
gangguan dan terjadi pertumbuhan yang ganas. Jenis tumor yang paling sering adalah
adenokarsinoma mungkin juga ditemukan endotelioma atau limposarkoma.
Menurut Taymor dan Hertig secara histopatologik adenokarsinoma dapat dibedakan menjadi 3
tingkatan
:
a.Jenis tumor dengan pertumbuhan papiler : tumor belum mencapai otot tuba.
b.Jenis tumor dengan pertumbuhan papillo alvioler : tumor telah memasuki jaringan otot.
c.Jenis tumor dengan pertumbuhan alveo meduller : terlihat mitosis yang atopik dan infasi sel
ganas ke saluran limpa.
5. Manifestasi Klinik
Pada awalnya penyakit tidak menimbulkan gejala. Mula-mula keluhan samar-samar seperti :
perasaan lelah, makan sedikit, terasa cepat kenyang dan sering kembung, kemudian timbul
demam dan rasa nyeri pada uterus bagian kiri dan kanan. Diikuti dengan gejala perdarahan
pervagina mungkin juga disertai pengeluaran getah vagina yang bercampur dengan darah.
6. Pemeriksaan Diagnostik
a.Pemeriksaanpelvik
Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat perubahan pada vulva, vagina dan serviks dengan
palpasi organ dalam khususnya ovarium dan permukaan uterus.
b.Testpapanicolau

Merupakan pemeriksaan sistologis yang memungkinkan untuk mendeteksi adanya sel yang
abnormal dan mendeteksi keganasan tumor pada tahap awal.
c.UltrasoundUSG
Digunakan untuk menentukan lokasi massa tumor
d.Endoskopi
Untuk
melihat
lapisan
dan
jaringan
disekitarnya
secara
langsung
:
1)Colposcopy : visualisasi vagina dan serviks dibawah kekuatan magnet yang rendah.
2)Culdoscopy : pemasukan culdoskop melalui vagina bagian belakang untuk melihat tuba fallopi
dan
ovarium.
3)Hysterescopy : pemasukan hyterescopy melalui servik untuk melihat bagian dalam uterus.
4)Biopsi
:
untuk
mengetahui
jenis
dan
keganasan
sel.
5)Laboratorium : urine lengkap dan darah lengkap.
7. Pengobatan Medik
Penangana utama yang dianjurkan adalah : TAH + BSO + OM + APP ( Total Abdominal
Hysterektomy + Bilateral Salfingo Oophorektimy + Omentektomy + Appendektomi ).
Terapi alternatif : instilasi phospor 32 Radioaktif atau kemoterapi profilaksis, tetapi radioktif
hanya dikerjakan pada tumor jenis histology keganasan tertentu.
8. Pencegahan
Sebelum seseorang terkena penyakit yang cukup ganas ini lebih baik melaksanakan tindakan
pencegahandengancara
:
a.Hindaripasangankoitusyangseringberganti.
b.Pemeriksaan pap smear minimal sekali setahun
Pengertian
Tumor adneksa adalah tumbuhnya jaringan abnormal pada sistem reproduksi yaitu pada tuba
fallopi kemudian ovarium dan uterus yang biasanya terjadi bersamaan (Hanifa, 1997 hal 396).
Tumor adneksa merupakan tumor ganas primer di tuba fallopi yang lebih sekunder berasal dari
tumor ganas ovarium atau uterus.

2. Anatomi dan Fisiologi


Alat reproduksi wanita dapat dibagi menjadi 2 organ yaitu organ eksterna dan organ interna.
Organ eksterna kita kenal sebagai vulva yang terdiri dari mons veneris, labia mayora, labia
minora, klitoris, himen, vestibula dan introitus vagina.
Organ genetalia interna yang terletak di dalam pelvis terdiri dari uterus, ovarium dan tuba fallopi.
Uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu endometrium, miometrium dan perimetrium. Uterus terdiri dari
3 bagian yaitu fundus uteri, korpus uteri dan serviks uteri. Fungsi utama uterus adalah untuk
menahan ovum yang telah dibuahi dan tempat pertumbuhan janin selama kehamilan.
Ovarium adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari terletak di kiri dan di kanan uterus. Ovarium
memiliki 3 fungsi : Memproduksi ovum, memproduksi hormon estrogen dan progesteron, serta
berperan dalam pengaturan siklus menstruasi.
Tuba fallopi, berjalan di sebelah kiri dan kanan uterus. Fungsi normal tuba fallopi adalah untuk
mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus juga menyediakan tempat untuk pembuahan.
3. Etiologi
Penyebab tumor adneksa tidak diketahui secara pasti tetapi diduga karena infeksi yang menjalar
ke atas dari uterus, peradangan ini menyebar ke ovarium dan tuba fallopi yang menyebabkan
berbagai gangguan dan terjadi pertumbuhan jaringan yang abnormal.
4. Patofisiologi
Tumor adneksa kebanyakan diakibatkan oleh infeksi yang menjalar sampai ke tuba fallopi
sehingga menyebabkan perlengketan dan penyempitan yang menyebabkan berbagai macam
gangguan dan terjadi pertumbuhan yang ganas. Jenis tumor yang paling sering adalah
adenokarsinoma mungkin juga ditemukan endotelioma atau limposarkoma.
Menurut Taymor dan Hertig secara histopatologik adenokarsinoma dapat dibedakan menjadi 3
tingkatan
:
a.Jenis tumor dengan pertumbuhan papiler : tumor belum mencapai otot tuba.
b.Jenis tumor dengan pertumbuhan papillo alvioler : tumor telah memasuki jaringan otot.
c.Jenis tumor dengan pertumbuhan alveo meduller : terlihat mitosis yang atopik dan infasi sel
ganas ke saluran limpa.
5. Manifestasi Klinik
Pada awalnya penyakit tidak menimbulkan gejala. Mula-mula keluhan samar-samar seperti :
perasaan lelah, makan sedikit, terasa cepat kenyang dan sering kembung, kemudian timbul
demam dan rasa nyeri pada uterus bagian kiri dan kanan. Diikuti dengan gejala perdarahan
pervagina mungkin juga disertai pengeluaran getah vagina yang bercampur dengan darah.
6. Pemeriksaan Diagnostik
a.Pemeriksaanpelvik
Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat perubahan pada vulva, vagina dan serviks dengan
palpasi organ dalam khususnya ovarium dan permukaan uterus.

b.Testpapanicolau
Merupakan pemeriksaan sistologis yang memungkinkan untuk mendeteksi adanya sel yang
abnormal dan mendeteksi keganasan tumor pada tahap awal.
c.UltrasoundUSG
Digunakan untuk menentukan lokasi massa tumor
d.Endoskopi
Untuk
melihat
lapisan
dan
jaringan
disekitarnya
secara
langsung
:
1)Colposcopy : visualisasi vagina dan serviks dibawah kekuatan magnet yang rendah.
2)Culdoscopy : pemasukan culdoskop melalui vagina bagian belakang untuk melihat tuba fallopi
dan
ovarium.
3)Hysterescopy : pemasukan hyterescopy melalui servik untuk melihat bagian dalam uterus.
4)Biopsi
:
untuk
mengetahui
jenis
dan
keganasan
sel.
5)Laboratorium : urine lengkap dan darah lengkap.
7. Pengobatan Medik
Penangana utama yang dianjurkan adalah : TAH + BSO + OM + APP ( Total Abdominal
Hysterektomy + Bilateral Salfingo Oophorektimy + Omentektomy + Appendektomi ).
Terapi alternatif : instilasi phospor 32 Radioaktif atau kemoterapi profilaksis, tetapi radioktif
hanya dikerjakan pada tumor jenis histology keganasan tertentu.
8. Pencegahan
Sebelum seseorang terkena penyakit yang cukup ganas ini lebih baik melaksanakan tindakan
pencegahandengancara
:
a.Hindaripasangankoitusyangseringberganti.
b.Pemeriksaan pap smear minimal sekali setahun
Pengertian
Tumor adneksa adalah tumbuhnya jaringan abnormal pada sistem reproduksi yaitu pada tuba
fallopi kemudian ovarium dan uterus yang biasanya terjadi bersamaan (Hanifa, 1997 hal 396).
Tumor adneksa merupakan tumor ganas primer di tuba fallopi yang lebih sekunder berasal dari
tumor ganas ovarium atau uterus.

2. Anatomi dan Fisiologi


Alat reproduksi wanita dapat dibagi menjadi 2 organ yaitu organ eksterna dan organ interna.
Organ eksterna kita kenal sebagai vulva yang terdiri dari mons veneris, labia mayora, labia
minora, klitoris, himen, vestibula dan introitus vagina.
Organ genetalia interna yang terletak di dalam pelvis terdiri dari uterus, ovarium dan tuba fallopi.
Uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu endometrium, miometrium dan perimetrium. Uterus terdiri dari
3 bagian yaitu fundus uteri, korpus uteri dan serviks uteri. Fungsi utama uterus adalah untuk
menahan ovum yang telah dibuahi dan tempat pertumbuhan janin selama kehamilan.
Ovarium adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari terletak di kiri dan di kanan uterus. Ovarium
memiliki 3 fungsi : Memproduksi ovum, memproduksi hormon estrogen dan progesteron, serta
berperan dalam pengaturan siklus menstruasi.
Tuba fallopi, berjalan di sebelah kiri dan kanan uterus. Fungsi normal tuba fallopi adalah untuk
mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus juga menyediakan tempat untuk pembuahan.
3. Etiologi
Penyebab tumor adneksa tidak diketahui secara pasti tetapi diduga karena infeksi yang menjalar
ke atas dari uterus, peradangan ini menyebar ke ovarium dan tuba fallopi yang menyebabkan
berbagai gangguan dan terjadi pertumbuhan jaringan yang abnormal.
4. Patofisiologi
Tumor adneksa kebanyakan diakibatkan oleh infeksi yang menjalar sampai ke tuba fallopi
sehingga menyebabkan perlengketan dan penyempitan yang menyebabkan berbagai macam
gangguan dan terjadi pertumbuhan yang ganas. Jenis tumor yang paling sering adalah
adenokarsinoma mungkin juga ditemukan endotelioma atau limposarkoma.
Menurut Taymor dan Hertig secara histopatologik adenokarsinoma dapat dibedakan menjadi 3
tingkatan
:
a.Jenis tumor dengan pertumbuhan papiler : tumor belum mencapai otot tuba.
b.Jenis tumor dengan pertumbuhan papillo alvioler : tumor telah memasuki jaringan otot.
c.Jenis tumor dengan pertumbuhan alveo meduller : terlihat mitosis yang atopik dan infasi sel
ganas ke saluran limpa.
5. Manifestasi Klinik
Pada awalnya penyakit tidak menimbulkan gejala. Mula-mula keluhan samar-samar seperti :
perasaan lelah, makan sedikit, terasa cepat kenyang dan sering kembung, kemudian timbul
demam dan rasa nyeri pada uterus bagian kiri dan kanan. Diikuti dengan gejala perdarahan
pervagina mungkin juga disertai pengeluaran getah vagina yang bercampur dengan darah.
6. Pemeriksaan Diagnostik

a.Pemeriksaanpelvik
Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat perubahan pada vulva, vagina dan serviks dengan
palpasi organ dalam khususnya ovarium dan permukaan uterus.
b.Testpapanicolau
Merupakan pemeriksaan sistologis yang memungkinkan untuk mendeteksi adanya sel yang
abnormal dan mendeteksi keganasan tumor pada tahap awal.
c.UltrasoundUSG
Digunakan untuk menentukan lokasi massa tumor
d.Endoskopi
Untuk
melihat
lapisan
dan
jaringan
disekitarnya
secara
langsung
:
1)Colposcopy : visualisasi vagina dan serviks dibawah kekuatan magnet yang rendah.
2)Culdoscopy : pemasukan culdoskop melalui vagina bagian belakang untuk melihat tuba fallopi
dan
ovarium.
3)Hysterescopy : pemasukan hyterescopy melalui servik untuk melihat bagian dalam uterus.
4)Biopsi
:
untuk
mengetahui
jenis
dan
keganasan
sel.
5)Laboratorium : urine lengkap dan darah lengkap.
7. Pengobatan Medik
Penangana utama yang dianjurkan adalah : TAH + BSO + OM + APP ( Total Abdominal
Hysterektomy + Bilateral Salfingo Oophorektimy + Omentektomy + Appendektomi ).
Terapi alternatif : instilasi phospor 32 Radioaktif atau kemoterapi profilaksis, tetapi radioktif
hanya dikerjakan pada tumor jenis histology keganasan tertentu.
8. Pencegahan
Sebelum seseorang terkena penyakit yang cukup ganas ini lebih baik melaksanakan tindakan
pencegahandengancara
:
a.Hindaripasangankoitusyangseringberganti.
b.Pemeriksaan pap smear minimal sekali setahun

Anda mungkin juga menyukai