Anda di halaman 1dari 11

BAB 12

PEMROSESAN FILE DAN MANAJEMEN DATA


A. MANAJEMEN DATA
Manajemen data adalah fungsi organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan
kontrol sistematis terhadap pembuatan, penyimpanan, penelusuran juga pemeliharaan dan
penempatan data. Fungsi yang luas tidak dapat dianggap sama dengan pekerjaan pengarsipan atau
penyimpanan yang merupakan fase kecil dalam rentang hidup data. Tujuan program manajemen
pendata yang dikembangkan dengan baik yang ada pada industri skala besar didiagramkan dalam
Gambar 9-1. Konsep program ini diatur dalam siklus hidup dari pembuatan penempatan data,
dengan prosedur administrasi yang sesuai untuk menangani setiap tahapan siklus tersebut.
Tujuan Manajemen Data.
Manajemen data, seperti fungsi manajemen lain, harus berorientasi hasil dan berfikir
pelayanan. Ini berarti tujuan harus ditetapkan sebagai standar untuk mengukur kinerja program.
Sebagai hasil dari tujuan pelayanan umum ini, muncul tujuan program yang lebih spesifik yaitu :
1. Menyediakan informasi akurat dan tepat waktu.
2. Mengembangkan dan mempertahankan satu sistem yang efisien untuk membuat, menyimpan,
memanfaatkan, memelihara dan menempatkan informasi firma.
3. Melindungi kepentingan informasi firma, dan mendisain dan mengontrol standar yang efektif dan
metode evaluasi periodik berkaitan dengan manajemen data, peralatan dan prosedur.
4. Membantu mendidik pegawai perusahaan dengan metode yang paling efektif untuk mengontrol
dan mengolah data perusahaan.
a.

Field, Unsur Data, Atribut, dan Elemen- Elemen


Istilah- istilah field, unsur data, atribut, dan elemen digunakan secara bergantian untuk
menyebutkan blok data terkecil yang disimpan dan digunakan dalam sistem informasi. Field dapat
terdiri atas karakter tunggal atau nomor tunggal, atau dapat terdiri dari beberapa karakter atau
nomor.
Contoh- contoh field adalah :
1. Nama pelanggan
2. Nomor tunjangan sosial karyawan
3. Nomor pesanan pembelian
Field biasanya secara logis berkaitan dengan field lainnya; pengelompokan logis atas field disebut
catatan (record).
b. Okurensi Data
Struktur catatan memiliki okurensi (occurences), yang juga disebut instances. Okurensi catatan
adalah himpunan spesifik nilai- nilai data untuk catatan.
c. Panjang Catatan- Tetap dan variable
Catatan dalam file dapat memiliki panjang yang tetap atau variabel. Dalam catatan dengan
panjang- tetap, baik jumlah field maupun panjang (ukuran karakter) setiap field adalah tetap.
Sebagian besar catatan yang disimpan dalam direct access storage devices (DASDs) adalah
catatan panjang- tetap. Catatan dengan panjang- variable, lebar field dapat disesuaikan untuk
setiap okurensi data. Catatan penjejak adalah perluasan dari catatan master,. Catatan penjejak
terpisah dari catatan master dan hanya ditulis sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan file
piutang dagang akun terbuka, sebagai contoh, catatan master memuat informasi yang umum bagi
seluruh akun dan jumlah faktur yang memadai bagi sebagian besar akun, dimana catatan penjejak
memuat lebih banyak faktur. Catatan master harus memiliki jumlah yang sama dengan catatan

penjejak yang berkaitan sesuai kebutuhan. Catatan penjejak harus segera dituliskan setelah
catatan master yang berkaitan.
Kelompok berulang adalah kelompok field yang berhubungan yang diulang dalam catatan dengan
panjang variabel. Dalam diagram pohon 11.3 PART tampak sebagai Induk dari PEMASOK dan
LOKASI karena setiap kemunculan PART akan menimbulkan lebih dari satu pemasok atau lokasi.
Secara umum, elemen tingkat tertinggi dalam diagram pohon adalh induk; elemen dengan
tingkatan lebih rendah yang tampak pada diagram pohon yanng berkaitan dengan (atau bagian
dari induk disebut anak.D. Kunci catatan dan Urutan FileKunci atau kunci catatan merupakan
unsur data atau kombinasi unsusr data yang secara unik mengidentifikasi catatan tertentu dalam
file. Istilah order random relatif berkaitan dengan field dimana file tidak disortir.
B. Sistem Manajemen Database dan Arsitekturnya
Terdapat tiga tingkatan arsitektur yang relevan dengan database dan manajemen database;
arsitektur tingkat konseptual, arsitektur tingkat logis, dan arsitektur tingkat fisik. Pada tingkat
konseptual, database merupakan kumpulan beragam elemen informasi yang akan digunakan untuk
tujuan- tujuan yang telah dipilih. Catatan dan field- field dalam database distrukturkan dan
diorganisasikan dalam beberapa pola logis, sehingga membantu pembentukan struktur data logis.
Terdapat tiga jenis struktur data logis yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu :
hirarkis, jaringan, dan relasional.
1. Arsitektur Database Tingkat Konseptual
Database merupakan kumpulan beragam elemen informasi yang akan digunakan untuk tujuantujuan yang telah dipilih. Contohnya adalah database pesanan untuk penjuaklan di mana database
tersebut tersebut harus didefinisikan pada tingkat konseptual dalam konteks informasi yang
dicakupnya yaitu transaksi-transaksi penjualan,penerimaan kas dan informasi pelanggan. Untuk
mengimplementasikan database yang didefinisikan pada tingkat konseptual, harus ditetapkan file
dan catata-catatan spesifik. Selain itu, akan bermanfaat apabila menspesifikasikan cara-cara
dimana catatan dan fiield-field data akan dikaji ulang dan dilaporkan. Contohnya adalah
menyajikan dalam layar monitor mengenai latar belakang pelanggan dengan order-order yang
belum diselesaiakan. Sehingga diperlukan catatan-ctatan dan field-field dalam database
distrukturkan dan diorganisasikan dalam pola logis. Sehingga akan sangat membantu
pembentukan struktur data logis.
Model data entity relationship (ER) merupakan salah satu pendekatan yang populer.Model ER
secara sederhana menggambarkan hubungan antara segmen-segmen yang ada. Model
konseptual lainnya yang bisa digunakan yaitu teknik pemodelan berorientasi objek (OMT), yang
pada awalnya dikembangkan untuk pemograman berorientasi tujuan dan diadaptasi untuk
pemodelan data oleh Blaha, Premerlani, dan Rumbaugh. Pekerjaan ini dilakukan dengan
mengamati kompenen-kompenen dalam sistem yang sedang dibuat modelnya sebagai kelas-kelas
objek. Dalam metode ini kelas objek adalah sebuah segmen dansebuah objek adalah sebuah
kejadian tertentu. Dan OMT menentukan hubungan antar segmen. Hal yang paling mendasar
dalam buhungan ini disebut pewarisan. Hubungan Pewarisan diciptakan ketika sebuah kelas objek
dibagi ke dalam subkelas. Sebagai contoh, sebuah kelas umum atau orangtua dapat berupa
perlengkapan pabrik yang memiliki subkelas seperti perkakas, mesin berat, perlengkapan reparasi,
dan sebagainya yang digambarkan berikut ini:
PLANT_EQUIPMENT (ACCOUNT_NO, COST, DEPRECIATION)
Subkelasnya ialah sebagai berikut;
HEAVY_EQUIPMENT (ACCOUNT_NO, COST, DEPRECIATION, MAINTENANCE_FREQ, DAT
E_PURCHASED)
dan

HAND_TOOLS (ACCOUNT_NO, COST, DEPRECIATION, USAGE).


Secara umum, subkelas memiliki seluruh atribut dari kelas orang tuanya ditambah dengan dengan
atribut mereka sendiri.
2. Arsitektur Database Tingkat Logika
Pada bagian ini terdapat 3 jenis struktur data logis dapat digunakan mencapai tujuan yaitu:
hierarkis, jaringan, relasional. Tugas utama yang dihadapi analis dalanm merancang database
adalah mengidentifikasi dan merancang hubungan sistematis antar segmen. Database harus
distrukturkan sehingga mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai untuk
membuat keputusan yang efektif.
a. Struktur pohon atau hierarkis
Dalam bagian ini setiap simpul mewakili himpunan field dan simpul yang lebih tinggi
sidebut simpul induk. Setiap simpul induk. Setiap simpul induk akan mempunyai anak di mana
antar hubungan antar induk dan anak disebut cabang. Hal terpenting dari model pohon adalah
simpul anak tidak dapat memiliki dari satu induk. Modal anak berkaitan dengan struktur data
yang didukung dengan COBOLT atau bahasa pemprograman lain yang digunakan cara luas
dan telah diterapkan di banyak sistem manajemen database (BBMS) komersial.
b. Struktur Jaringan
Dalam bagian ini memungkinkan segmen untuk meiliki lebih dari satu induk. Oleh karena
itu, merupakan struktur data yang lebih umum dibandingkan pohon. Beberapa DBMS tidak
secara langsung mendukung struktur jaringan, tetapi karena setiap jaringan dapat
ditranformasikan sturktur pohon, sangat memungkinkan utnuk menerapkan struktur jaringan
dalam sistem berorientasi pohon. Contohnya adalah model CODASYL.
c. Struktur data relasional
Dalam tahap ini memandang database sebagai kumpulan 2 tabel dimensional
dibandingkan sebagai struktur jenis hierarkis atau jaringan. Aturan-aturan tertentu yang disebut
bentuk normal menentukan pembuatan sebuah tabel. Proses penerapan aturan-aturan
tersebut dinamakan normalisasi. Normalisasi menjadi penting karena tanpa hal tersebut proses
pembaruan entri-entri dalam tabel dapat menyebabkan permasalahan. Langkah pertama
dalam normalisasi adalah menciptakan sebuah tabel terpisah untuk setiap repeated group. Ada
tiga bentuk normal, yaitu:
a) Bentuk normal pertama: mebagi tabel-tabel untuk menghapus repeated group.
b) Bentuk normal kedua: membagi tabel-tabel sehingga tidak adakunci yang menentukan nilai
dari sebuah field non kunci.
c) Bentuk normal ketiga: membagi tabel-tabel sehingga tidak ada field non kunci yang
menentukan nilai-nilai dari field non kunci lainnya.
3. Arsitektur Database Tingkat Fisik
Arsitektur database tingkat fisik berkaitan dengan teknik-teknik inplementasi dan isu-isu khusus
yang berhubungan dengan metode-metode pengakasesan data. Tiga metode akses data
terpenting tersebut adalah:
a. File sekuensial
Dalam file akses sekuensial, catatan-catatan hanya dapat di akses dalam sekuens yang
telah di tentukan sebelumnya.organisasi file sekuensial bukan merupakan alat sortir data yang
bermanfaat jika hanya terdapat sedikit saja catatan yang akan di akses dalam file yang
memuat banyak catatan. File sekuensial bermanfaat dalam pemrosesan batch, secara normal
mengakses seluruh catatan dalam file. Kesimpulannya, organisasi file sekuensial bermanfaat
jika di butuhkan pemrosesan batch.

b. File terindeks
Setiap atribut dapat di ekstrak dari catatan dalam file utama dan di gunakan untuk
membuat file baru yang bertujuan menyediakan indeks untuk file asli.File seperti itu di sebut file
terindeks atau fileterinversi.File dikatakan terinversi secara penuh jika ada indeks untuk
seluruh fieldnya.File sekuensial terindeks adalah file sekuensial yang tersimpan dalam DASD
dan di indeks serta di sortir secara fisik dalam field yang sama.File-file tersebut umumnya
berhubungan dengan file ISAM,dimana ISAM berlaku sebagai kontraksi metode akses
sekuensial terindeks. Area utama (primer) merupakan bagian dari disk dimana catatan-catatan
aktual di tulis.area tambahan merupakan bagian terpisah dari disk yang di lokasikan bagi file
untuk memuat tambahan yang di buat, tanpa melakukan pemrosesan ekstensif terhadap file
awal.
c. File sekuensial terindek
File sekuensial terindek adalah file sekuensial tercepat dalam DASD dan diindeks serta
disortir secara fisik dalam field yang sama. File-file tersebut umumnya berhubungan dengan
file ISAM di mana ISAM akan berlaku sebagai kontraksi metode akses sekuensial terindek.
Struktur file ISAM mencakup 3 area yang berbeda yaitu:
a) Indeks
b) Area Utama (Primer)
c) Area tambahan (overflow area)
d. File akses langsung
Metode yang berkaitan adalah dengan menyimpan alamat-alamat alat fisik sebagai suatu
field dalam catatan file bersangkutan. Sebagian sistem akses langsung mengubah kunci ke
alamat lokasi penyimpanan dengan menggunakan baik indek (tabel) atau tranformasi random.
File terakses secara langsung memungkinkan catatan-catatan individual dapat di panggil
secara cepat tanpa menggunakan indeks.Tranformasi random merupakan metode
penyimpanan dan penempatan catatan dalam file akses langsung yang di gunakan
secara luas.jadi istilah akses random sering kali di gunakan sebagai sinonim dari akses
langsung.
4. Aspek Ekonomis Pada Tingkat Pengorganisasian File
Teknik-teknik akses file yang telah di bahas (sekuensial,terindeks,dan akses langsung) cocok
untuk situasi-situasi yang berbeda. Mengiktisarkan kapan masing-masing teknik organisasi file
di gunakan. Aspek ekonomik pemrosesan file sangat ditentukan oleh :
a. rasio aktifitas (jumlah catatan-catatan yang di akses dibagi dengan jumlah catatan dalam file)
b. waktu yang dibutuhkan untuk pemrosesan dan penempatan.
Berkaitan dengan database, waktu respon adalah lama waktu yang harus dihabiskan oleh
pengguna untuk menyelesaikan sebuah operasi, misal sebuah query. File-file akses-langsung
dibutuhkan untuk waktu respon yang sangat cepat karena waktu respon yang lebih lama dapat
ditangani dengan lebih ekonomis dengan menggunakan file-file yang bersifat sekuensial. Ketika
lama waktu respon dapat ditoleransi, pembaharuan query atau file dapat disatukan dengan operasi
pemrosesan batch.
Teknik-teknik
File
Sekuensial
Indeks

Pengorganisasian Waktu
Terbaik
untuk Keterbatasan
penggunaannya
Rasio aktivitas tinggi, seperti Tidak memungkinkan untuk
pemrosesan dalam batch
mengakses
secepat record
tunggal
Rasio aktivitas rendah, untuk Pembaruan file membutuhkan
ukuran file menengah sampai indeks
besar

Indeks-Sekuensial
Langsung

File perlu diproses dalam batch


(rasio aktivitas tinggi) dan non
batch (rasio aktivitas rendah)
Rasio aktivitas rendah, file-file
berukuran besar, jaringan dan
pohon.

Sama seperti halnya indeks dan


sekuensial
Butuh kuci untuk menempatkan
record

5. Arsitektur Fisik, Perangkat Keras, dan Waktu Respons


Waktu respon dapat menjadi sebuah permasalahan besar pada database besar yang mungkin
diakses oleh ratusan atau bahkan ribuan pengguna pada saat yang sama. Jika sistem database
dan perangkat keras komputer tidak sesuai dengan permintaan, maka pengguna akan menunggu
dengan sia-sia dalam waktu yang lama untuk query mereka. Oleh karena itu, sistem database
harus didesain dengan baik bagi penggunanya, dan perangkat keras harus cukup cepat untuk
mengerjakan semua pekerjaan yang diminta.
Pada sisi perangkat keras, waktu respon dipengaruhi oleh waktu akses fisik yaitu waktu yang
dibutuhkan oleh CPU untuk memunculkan sebuah blok data tunggal dari disket yang disebut Disk
Access Time. Salah satu masalahnya adalah CPU beroperasi jauh lebih cepat dari yang dilakukan
disket sehingga CPU harus menunggu sesaat sementara operasi input/output disket sedang
dijalankan. Hal ini berarti bila mampu meminimalisasi input dan output disket, dalam beberapa
kasus dapat meningkatkan waktu respons yang cukup tinggi. Faktor lainnya yang dapat
mempengaruhi waktu respons adalah bagaimana record data dapat didistribusikan secara fisik
dalam disket.
Pada hardisk data yang berada di track atau silinder yang sama dapat diakses tanpa perlu
berpindah ketika membaca/menulis di atasnya. Hal ini berarti dalam beberapa kasus dimunkinkan
untuk meningkatkan kecepatan sebuah aplikasi database dengan menyimpan record-record dalam
sebuah file data secara berdekatan di satu atau lebih silinder disket.
Kebutuhan untuk menyimpan sebuah file secara berdekatan tergantung pada arsitektur fisik
database dan berkaitan dengan metode akses filenya. Jika database menggunakan metode akses
sekuensial, maka penempatan setiap record secara fisik berdekatan sama lain dalam disket
tentunya sesuatu yang diinginkan. Akan tetapi untuk metode akses-berindeks, selalu perlu untuk
menempatkan indeks-indeks dalam penyimpanan yang berdekatan karena file-file tersebut sering
dibaca secara sekuens dan secara keseluruhan pada saat yang bersamaan. Namun demikian
mungkin tidak perlu menempatkan record dalam file data yang terkait sedekat mungkin satu sama
lain dalam disket karena record file tersebut diakses secara acak dalam dua tahap proses
pencarian.
C. SISTEM MANAJEMEN DATABASE DAN DATABASE DALAM PRAKTIK
System manajemen database ialah program computer yang memungkinkan pemakai untuk
membuat dan memutakhirkan file, memilih dan memanggil data, dan untuk menghasilkan beragam
keluaran dan laporan. System manajemen database mencakup 3 atribut untuk pengelolaan dan
pengorganisasian, yaitu:
1.
Bahasa Deskripsi Data (Data Definition Language)
Memungkinkan administrator database untuk mendefinisikan struktur logika database,
yang disebut skema. Skema tersebut mencakup:
a) Nama elemen data
b) Jenis data (numeric, alphabet data, dll) dan nomor posisi decimal jika elemen data numeric.
c) Jumlah posisi (misalnya 9 posisi untuk nomor jaminan social)

2.

3.

Data Definition Language juga digunakan untuk mendefinisikan subskema, yang


merupakan database yang dapat dilihat pemakai individual. Data Definition Language dapat
digunakan untuk membuat, memdifikasi, dan menghapus tabel tabel dalam lingkup relasional.
Bahasa Manipulasi Data (Data Manipulation Language)
Data Manipulation Language mencakup perintah-perintah untuk pemutkhiran,
pengeditan, manipulasi, dan ekstraksi data. Dalam banyak kasus, pemakai tidak perlu
menggunakan Data Manipulation Language, tetapi program aplikasi (misalnya, program
penggajian atau system akuntansi interaktif) secara otomatis menghasilkan pernyataan Data
Manipulation Language untuk memenuhi kebutuhan para pemakai.
Bahasa Kueri Data (Data Query Language)
Data Query Language adalah bahasa yang mudah digunakan atau penghubung yang
memungkinkan pemakai untuk meminta informasi dari database. Terdapat penghubung bahasa
alami yang memungkinkan para pemakai untuk meminta informasi dengan menggunakan
bahasa sehari-hari. Sistem tersebut dapat mengenali beragam gaya bahasa permintaan, dan jika
pemakai menyampaikan permohonan yang tidak lengkap, system akan menyampaikan
pertanyaan seperlunya untuk memastikan masalahnya.

MENGAPA DIBUTUHKAN SISTEM MANAJEMAN DATABASE


Sistem manajemen database memadukan, menstandarisasikan dan menyediakan
pengamanan bagi berbagai aplikasi aplikasi akuntansi. Meskipun memelihara file independen adalah
hal yang mudah, tetapi ada beberapa kekurangannya :
a.
Unsur data yang sama digunakan untuk beberapa aplikasi yang berbeda; dalam file
independen, unsur data harus dimasukkan dalam masing masing file aplikasi.
b.
File harus didefinisikan dalam awal proses implementasi system prosedur prosedur memiliki
keterbatasan lebih karena struktur file yang ada dibandingkan karena perubahan kebutuhan
aplikasi.
c.
Independensi diantara file seringkali menyebabkan terjadinya struktur struktur yang berbeda
untuk data yang sama, juga akan terjadi, system kode yang berbeda, abreviasi (penyingkatan)
yang berbeda, dan panjang field yang berbeda.
Disamping masalah manajemen data dan penyimpanan yang telah dibahas, setiap file
independen memerlukan intruksi intruksi pemrosesan dan pemeliharaan sendiri, jika isi dan struktur
file distandarisasikan.
Independensi data pemecahan untuk masalah-masalah pemeliharaan file independensi
terletak pada pemisahan penanganan data secara fisik dengan penggunaan logisnya. Ini merupakan
perubahan mendasar, yaitu: (1) penyimpanan data terintegrasi dalam sebuah database tunggal. (2)
Seluruh akses kehimpunan file adalah melalui system perangkat lunak tunggal yang dirancang untuk
mengelola aspek fisik penanganan dan penyimpanan data. File database distrukturkan dan dikelola
dengan system DBMS. Kamus database adalah kumpulan seluruh nama unsure data dalam
database.keuntungan lainnya dari DBMS adalah kemampuan umumnya dalam menerapkan kode-kode
keamanan ke unsure-unsur data dan atribut-atribut pemrosesannya.

PERBEDAAN AUDITING MELALUI KOMPUTER DAN AUDITING DENGAN KOMPUTER

Auditing melalui Komputer aktivitas dengan computer yang digunakan untuk menjelaskan proses
mengkaji ulang dan mengavaluasi pengedalian internal dalam sebuah system pemrosesan data
elektronik, dilakukan oleh auditor selama menguji kelayakan.

Auditing dengan Komputer adalah penggunaan computer oleh auditor untuk menjalankan beberapa
kerja audit yang biasanya akan dikerjakan secara manual, aktivitas ini dilakukan selama proses
pengujian substantive terhadap-terhadap rekening-rekening dan neraca.

STRUKTUR AUDIT LAPORAN KEUANGAN

Audit oleh pihak external


Bertanggung jawab dan membuktikan atas kewajaran laporan keuangan, auditor ekternal
melayani untuk pihak luar perusahaan.

Audit internal
Audit internal bertujuan untuk melayani kepentingan manajemen perushaan

Komponen dasar audit :


1. Audit interim, yang bertujuan menetapkan seberapa besar system pengendalian internal dapat
diandalkan. Hal ini biasanya mmebutuhkan jenis pengujian kelayakan, tujuannya adalah untuk
mengonfirmasi keberadaan, menilai efektivitas, dan memeriksa kesinambungan operasi
kelayakannya telah dinyatakan oleh pengendalian internal.
2. Audit laporan keuangan, melibatkan pengujian substantive yaitu pengujian yang memverifikasi
langsung angka-angka laporan keuangan menempatkan keandalan pengendalian internal
sebagai hasil jaminan audit interim.
AUDITING SEKITAR KOMPUTER
Secara umum sebuah system akuntansi terdiri atas :

Input

Proses

Ouput

Dalam pendekatan ini porsi proses diabaikan, sebaliknya dokumen-dokumen sumber memasok input
pada system yang dipilih dan disarikan secara manual sehingga input-input tersebut dapat
dibandingkan dengan outputnya. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi pendekatan sekitar
computer tidak lagi digunakan secara luas, Karena dianggap pendekatan tersebut secara implisit
mengasumsikan bahwa tidak ada computer.

Pengedalian
Aplikasi

BAB 13

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI

AUDITING MELALUI KOMPUTER

Pusat layanan
komputer

Pengembangan
Sistem aplikasi

Auditing melalui computer dapat didefinisikan sebagai proses veriifkasi atas pengendalian dalam
sebuah system terkomputerisasi.

Program dan
Sistem aplikasi
komputer

Pengendalian
internal
Pertimbangan-pertimbangan mengenai karakteristik dasar teknologi informasi (TI) dan pengendalian internal
dalam sebuah lingkungan TI menghasilkan kerangka kerja tampak seprti gambar diatas.Pengendalian umum
Pengedalian
adalah sesuatu yang relevan bagi system informasi itu sendiri, sebagaimana juga pada aspek pengembangan
Umum
system IT. Perilaku umum dalam sebuah audit system informasi adalah tujuan standar professional yang
bersifat relevan dan yang berlaku sama di setiap audit.

AUDIITNG DENGAN KOMPUTER


Proses penggunaan teknologi informasi dalam sebuah auditing, penggunaan audit dengan computer bukan lagi
pilihan tetapi menjadi penting. Manfaat dalam penggunaan audit dengan computer adalah :
1. Kertas kerja yang dihasilkan oleh computer umunya lebih dapat dibaca dan konsisten
2. Menghemat wakt dengan mengurangi proses penelusuran, pengecekan silang dan perhitungan rutin
lainnya

3. Penghitungan, perbandingan dan manipulasi data lainnya dilakukan dengan akurat


4. Penghitungan kajian analisis dapat dilakukan dengan lebih efisien dan lingkupnya pun dapat diperluas.
5. Informasi proyek seperti anggaran waktu dan proses pemantauan waktu akrual terhadap jumlah
anggaran dapat dihasilkan dan dianalisa dengan mudah.
6. Korespodensi audit standar seperti kuisioner dan daftar nama, surat-surat , proposal dan bentuk
laporan dapat disimpan dan dimodifikasi dengan mudah
7. Moral dan produktivitas dapat ditingkatkan dengan mengurangi waktu yang digunakan untuk tugastugas yang bersifat klerikal.
8. Peningkatan efektifitas biaya dapat dicapai dengan mengunakan kembali dan memperluas aplikasi
audit elektronik yang ada saat ini untuk audit-audit berikutnya.
9. Mampu meningkatkan indepedensi personel system informasi.
DATA PENGUJIAN
Data pengujian adalah input yang disiapkan oleh auditor yang berisi baik data yang valid maupun yang tidak
valid. Sebelum memproses data , input tersebut harus diproses secara manual untuk menentukan output seperti
apa yang diinginkan, untuk selanjutnya auditor membandingkan output data pengujian dengan hasil yang
diproses secara manual.

Transaksi hipotesis data pengujian

Pemrosesan computer menggunakan program master

Daftar kesalahan

Output yang dihasilkan

Daya pengujian mencerminkan upaya pertama untuk mengaudit melalui computer, auditor akan lebih memahami
spesifikasi umum sebuah system dan menggunakan informasi ini untuk menentukan apakah system ini berjalan
denga baik atau tidak.Dengan melakukan data pengujian, program masa ekonomis produksi regular dapat
digunakan dan hal ini penting untuk memastikan bahwa data pengujian tidak mempengaruhi file-file yang
disimpan oleh system.
PENGUJIAN FASILITAS UJI TERINTEGRASI
Fasilitas uji terintegrasi adalah penggunaan data pengujian dan juga penciptaan entitas fiktif, tehnik ini
terintegrasi karena data pengujian diproses bersamaan dengan transaksi riil untuk dibandingkan dengan file-file
utama yang ada saat ini yang memuat entitas yang riil dan fiktif.
SIMULASI PARALEL
metode data pengujian dan ITF merupakan proses data pengujian melalui program riil, simulasi paralel
memproses data melalui pengujian atau program audit output yang disimulasi dan output regular dibandingkan
demi tujuan pengawasan.
PERANGKAT LUNAK AUDIT

Perangkat lunak meliputi software computer/ program computer yang memungkinkan computer digunakan
sebagai tools untuk mengaudit. Aplikasi di computer dapat membaca, menyeleksi, mengekstrak dan memproses
data contoh dari file computer. Perangkat lunak yang lazim digunakan seperti COBOL, GAS,.
GAS (generalized audit software)
Perangkat lunak yang di rancang secara khusu untuk memfasilitasi penggunaan TI dalam auditing, GAS
memungkinkan auditor menjalankan audit yang terkait dengan fungsi-fungsi pemrosesan data. Perangkat lunak
ini dapat menggabungka beberapa tampilan khusus bagi auditor seperti seleksi statistic terhadap data contoh da
persiapan permintaan konfirmasi.
PC Software
ACL adalah software yang memungkinkan auditor untuk menghubungkan sebuah PC dengan mainframe atau
PC Klien dan kemudian mengekstrak dan menganalisis data.
EMBEDDED AUDIT ROUTINE
Adalah sebuah teknnologi audit yang meliputi modifikasi program-program computer demi tujuan audit. Salah
satu tehnik disebut dengan embedded cudit data collection, tehnik yang menggunakan sat u atau lebih modulmodul yang deprogram khususyang dilekatkan sebagai in line code.. penggunaan in line code berarti bahwa
program aplikasi menjalankan fungsi pengumpulan data audit bersamaan dengan program tersebut memproses
data untuk tujuan produksi normal.
Dalam pendekatan system control audit review file (SCARF) pengujian-pengujian terhadap edit program yang
ditentukan oleh auditor untuk membatasi atau menentukan kelayakan, dimasukkan dalam program yang
ditentukan saat pertama kali program dikembangkan. Tujuan pendekatan ini adalah untuk menghasilkan sebuah
sampel statistic transaksi untuk audit selanjutnya.
EXTENDED RECORD
Adalah modifikasi program computer untuk menyediakan sebuah rute audit secara komperehensif untuk
transaksi-transaksi tertentu dengan cara mengumpulkannya dalam satu data tambahan extended record yang
berkaitan dengan pemrosesan. Dengan extended record maka transaksi-transaksi khusus akan dipatok pada
suatu tempat, dan langkah-langkah proses yang mengganggu yang biasanya tidak disimpan akan ditambahkan
pada extended record.
SNAPSHOT
Snapshot adalah upaya untuk menyediakan gambaran komperehensif terhadap proses kerja sebuah program
pada suatu titik tertentu. Snapshot merupakan program debugging atau penambahan kode program yang
menyebabkan programmampu mencetak isi area memori tertentu pada saat dan selama proses. Kode snapshot
akan ditambahkan ke area program yang diinginkan auditor dan dijalankan.
TRACING
Tracing adalah teknik audit lainnya yang berasal dari program bantu debugging. Penelusuran sebuah eksekusi
program menyediakan rute rinci audit atas instruksi-instruksi yang dijalankan selama pengoperasian program.

Anda mungkin juga menyukai