Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MATA KULIAH MPMT5103

FONDASI MATEMATIKA DAN BUKTI DALAM MATEMATIKA


NAMA
NIM
EMAIL
PROGRAM

: ARRIZAL MUHAEMIN YUNUS


: 500638209
: muhaeminyunus@gmail.com
: S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA ONLINE

CATATAN MATERI LOGIKA


Logika Matematika dapat diartikan sebagai tata cara berfikir atau pola berfikir matematika
(Ensiklopedia Matematika). Pada literatur lain, logika diartikan sebagai suatu mata pelajaran
tentang idea-idea dan bagaimana idea-idea tersebut digunakan dalam sebuah argumen. Secara
harfiah, kata logika berarti menurut akal. Logika dapat diartikan sebagai suatu metode atau
teknik yang digunakan untuk meneliti kemampuan untuk menarik kesimpulan yang tepat dari
bukti-bukti yang ada. Orang-orang Yunani, khususnya Aristoteles (384-322 SM), adalah orang
pertama yang menggunakan proses-proses logika ke dalam pernyataan-pernyataan.
A. Penyataan dan Kalimat Terbuka
Kalimat akan selalu disampaikan oleh seseorang dalam menyampaikan pemikiran atau
gagasannya. Banyak bentuk kalimat yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
matematika kita hanya akan dipelajari kalimat yang mengandung nilai kebenaran saja, yaitu:
kalimat tertutup (proposisi/pernyataan), kalimat bukan pernyataan, dan kalimat terbuka.
1. Proposisi/Pernyataan
Setiap pernyataan adalah kalimat, tetapi belum tentu sebaliknya. Pernyataan adalah suatu
kalimat yang hanya bernilai benar saja atau salah saja, sehingga tidak mungkin dapat bernilai
keduanya sekaligus.
Contoh pernyataan:
a. Delapan adalah bilangan genap.
b. Gunung sindur terletak di kabupaten Bogor.
Contoh bukan pernyataan:
a. Kerjakan soal-soal berikut!
b. Siapa nama anak kecil itu?
Jika suatu kalimat belum bisa ditentukan benar atau salahnya maka dikatakan kalimat
tersebut sebagai kalimat terbuka. Kalimat terbuka biasanya mengandung variabel. Suatu
kalimat terbuka bisa menjadi pernyataan setelah variabelnya diganti sehingga mampu
memberikan suatu keterangan yang benar saja atau salah saja.
Nilai kebenaran hanya ada 2, yaitu benar atau salah. Nilai benar biasanya dinotasikan
dengan B atau T atau 1, sedangkan nilai salah dinotasikan dengan S atau F atau 0. Suatu
pernyataan dalam logika biasanya dilambangkan dengan huruf kecil, misalkan : p, q, r, a, b,
dan lain-lain.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 1

Dalam menentukan nilai benar atau salah dari pernyataan, maka kita harus memakai
dasar empiris atau nonempiris.
a. Dasar Empiris, yaitu benar atau salahnya didasarkan pada fakta yang dapat dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh :
1) Ikan merupakan hewan menyusui.
(merupakan pernyataan salah)
2) Real Madrid adalah juara Liga Champions tahun 2013.
(merupakan pernyataan benar)
b. Dasar Nonempiris, yaitu benar atau salahnya didasarkan melalui penelitian, perhitungan,
atau bukti dalam matematika.
Contoh :
1) 4 x 5 = 2 x 10.
(merupakan pernyataan benar)
2) Persamaan kuadrat x2 6x + 9 = 0 memiliki 2 akar real berlainan.
(merupakan pernyataan salah)
2. Kalimat Terbuka
Kalimat terbuka adalah kalimat yang memuat variabel dan jika variabelnya diganti
dengan suatu nilai maka akan menghasilkan suatu pernyataan.
Contoh : Persamaan x + 2 = 5, x R dinamakan kalimat terbuka karena mengandung
variabel yaitu x sehingga belum diketahui nilai kebenarannya.
Jika x = 1, maka x + 2 =5 menjadi 1 + 2 = 5 (salah)
Jika x = 2, maka x + 2 =5 menjadi 2 + 2 = 5 (salah)
Jika x = 3, maka x + 2 =5 menjadi 3 + 2 = 5 (benar)
Kita juga akan menjumpai kalimat terbuka yang mengandung lebih dari 1 variabel.
Contoh : a. x y = 5
; x,y R
b. x + 3y 2z = 10

; x,y,z

B. Konjungsi, Disjungsi dan Negasi


Dalam logika matematika ada pernyataan majemuk yang dihubungkan dengan kata
hubung tertentu, diantaranya adalah disjungsi dan konjungsi. Sedangkan negasi atau ingkaran
adalah pernyataan kebalikannya.
1. Konjungsi
Konjungsi merupakan pernyataan majemuk dengan kata hubung dan serta disimbolkan
dengan . Dua pernyataan p dan q yang dinyatakan dalam p q dibacanya p dan q. Kata
penghubung dan sering diartikan dengan kata kemudian, lalu, meskipun, tetapi.
Konjungsi mempunyai sifat simetrik, artinya p q ekuivalen dengan q p.
Contoh kita akan menyusun hasil konjungsi dari pernyataan berikut :
p : ada kompor
q : tersedia gas
Konjungsi (p q) dari kedua pernyataan di atas adalah: ada kompor dan tersedia gas.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 2

Selanjutnya nilai kebenaran dari konjungsi tersebut dapat kita lihat sebagai berikut :
a) Ada kompor dan tersedia gas, maka bisa digunakan untuk memasak. (Benar)
b) Ada kompor tetapi tidak tersedia gas, tidak bisa digunakan untuk memasak. (Salah)
c) Tidak ada kompor tetapi tersedia gas, tidak bisa digunakan untuk memasak. (Salah)
d) Tidak ada kompor juga tidak tersedia gas, tidak bisa digunakan untuk memasak. (Salah)
Berdasarkan contoh di atas tampak bahwa suatu konjungsi bernilai benar jika kedua
pernyataan juga bernilai benar. Berikut tabel kebenaran konjungsi:
p
B
B
S
S

q
B
S
B
S

pq
B
S
S
S

Contoh pernyataan konjungsi :


p
: Robin Van Persie seorang pesepakbola ... (B)
q
: Robin Van Persie berasal dari Belanda ... (B)
p q : Robin Van Persie seorang pesepakbola dan berasal dari Belanda ... (B)
p
: Robin Van Persie seorang pesepakbola ... (B)
q
: Robin Van Persie berasal dari Indonesia ... (S)
p q : Robin Van Persie seorang pesepakbola dan berasal dari Indonesia ... (S)
p
: Robin Van Persie seorang petinju... (S)
q
: Robin Van Persie berasal dari Belanda ... (B)
p q : Robin Van Persie seorang petinju dan berasal dari Belanda ... (S)
p
: Robin Van Persie seorang petinju... (S)
q
: Robin Van Persie berasal dari Indonesia ... (S)
p q : Robin Van Persie seorang petinju dan berasal dari Indonesia ... (S)
2. Disjungsi
Disjungsi merupakan pernyataan majemuk dengan kata atau serta disimbolkan dengan
tanda

. Dua pernyataan p dan q yang dinyatakan dalam p q dibaca p atau q. Disjungsi

juga mempunyai sifat simetrik, artinya pernyataan p q ekuivalen dengan pernyataan q p.


Misalnya kita akan menyusun disjungsi dari pernyataan berikut :
p : ada pensil
q : ada bolpoint
Disjungsi dari kedua pernyataan di atas adalah p q : ada pensil atau ada bolpoint.
Selanjutnya nilai kebenaran dari disjungsi tersebut dapat kita lihat sebagai berikut :
a) Ada pensil atau ada bolpoint, maka bisa digunakan untuk menulis. (Benar)
b) Ada pensil atau tidak ada bolpoint, maka bisa digunakan untuk menulis (Benar)
c) Tidak ada pensil atau ada bolpoint, maka bisa digunakan untuk menulis (Benar)
d) Tidak ada pensil atau tidak ada bolpoint, tidak bisa digunakan untuk menulis (Salah)

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 3

Berdasarkan contoh di atas tampak bahwa suatu disjungsi bernilai salah jika kedua
pernyataan juga bernilai salah. Berikut tabel kebenaran disjungsi:
p
B
B
S
S

q
B
S
B
S

pq
B
B
B
S

Contoh pernyataan disjungsi :


p
: Robin Van Persie seorang pesepakbola ... (B)
q
: Robin Van Persie berasal dari Belanda ... (B)
p q : Robin Van Persie seorang pesepakbola atau berasal dari Belanda ... (B)
p
: Robin Van Persie seorang pesepakbola ... (B)
q
: Robin Van Persie berasal dari Indonesia ... (S)
p q : Robin Van Persie seorang pesepakbola atau berasal dari Indonesia ... (B)
p
: Robin Van Persie seorang petinju... (S)
q
: Robin Van Persie berasal dari Belanda ... (B)
p q : Robin Van Persie seorang petinju atau berasal dari Belanda ... (B)
p
: Robin Van Persie seorang petinju... (S)
q
: Robin Van Persie berasal dari Indonesia ... (S)
p q : Robin Van Persie seorang petinju atau berasal dari Indonesia ... (S)
3. Negasi (Ingkaran)
Jika p adalah suatu pernyataan, maka ingkarannya dinotasikan sebagai ~p (dibaca: negasi
p). Apabila pernyataan p bernilai benar, maka ~p bernilai salah begitu pula sebaliknya. Tabel
kebenaran dari ingkaran adalah sebagai berikut :
p
B
S

~p
S
B

Suatu pernyataan dapat dibentuk menjadi pernyataan baru yang merupakan ingkaran atau
negasinya jika pernyataan tersebut ditambahkan kata tidak, bukan atau kata-kata sejenis
lainnya yang sesuai menurut tata bahasa yang benar.
Contoh pernyataan-pernyataan berikut :
a. Suci sedang belajar Matematika.
b. Semua hewan pasti akan punah.
Negasi dari pernyataan-pernyataan di atas adalah :
a. Suci tidak sedang belajar Matematika.
b. Ada hewan yang tidak punah.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 4

Contoh lain:
a. p : Dinda memakai baju berwarna pink.
~p : Dinda tidak memakai baju berwarna pink.
b. q : 1 + 3 = 4
(B)
~q : 1 + 3 4 (B)
c.

r : 1 + 5 0 (B)
~r : 1 + 5 < 0

(S)

Ingkaran dari konjungsi ~( p

q) adalah ~p

~q. Hal ini dapat dibuktikan pada tabel

berikut :
p
B
B
S
S

q
B
S
B
S

~p
S
S
B
B

~q
S
B
S
B

pq
B
S
S
S

~( p q)
S
B
B
B

~p ~q
S
B
B
B

Contoh :
a. Tika anak yang cantik dan pintar. Ingkarannya: Tika anak yang tidak cantik atau tidak
pintar.
b. Guru Matematika saya orangnya baik hati dan tidak sombong. Ingkarannya: Guru
Matematika saya orangnya tidak baik hati atau sombong.
Ingkaran dari konjungsi ~( p q) adalah ~p ~q. Hal ini dapat dibuktikan pada tabel berikut :
p
B
B
S
S

q
B
S
B
S

~p
S
S
B
B

~q
S
B
S
B

pq
B
B
B
S

~( p q)
S
S
S
B

~p ~q
S
S
S
B

Contoh :
a. Tika anak yang cantik atau pintar. Ingkarannya: Tika anak yang tidak cantik dan tidak
pintar.
b. Guru Matematika saya orangnya baik hati atau tidak sombong. Ingkarannya: Guru
Matematika saya orangnya tidak baik hati dan sombong.
C. Implikasi dan Biimplikasi
Selain disjungsi dan konjungsi, dalam logika matematika kita akan sering bertemu
dengan pernyataan majemuk yang menunjukkan hubungan sebab akibat (kausalitas).
Diantaranya adalah implikasi dan biimplikasi.
1. Implikasi
Implikasi merupakan pernyataan majemuk dengan kata hubung jika ..., maka ... atau
jika ..., ..., atau ... jika .... serta disimbolkan dengan . Dua pernyataan p dan q
yang dinyatakan dalam p

q dibaca jika p, maka q. Pernyataan p

q disebut sebagai

implikasi atau kondisional atau pernyataan bersyarat. Pernyataan q syarat perlu bagi p dan p

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 5

syarat cukup bagi q. Implikasi mempunyai sifat asimetrik (tidak simetrik), artinya p

p q.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 6

Misalnya kita akan menyusun implikasi dari pernyataan berikut :


p : Maya lulus ujian
q : Ayah Maya membelikan mobil
Implikasi dari kedua pernyataan di atas adalah Jika Maya lulus ujian, maka ayah Maya
membelikan mobil. Dalam hal ini, Maya lulus ujian merupakan syarat agar ayahnya
membelikan mobil.
Tabel kebenaran dari implikas adalah sebagai berikut :
p
q
p q
B
B
S
S

B
S
B
S

B
S
B
B

Berdasarkan tabel di atas, suatu implikasi bernilai salah jika p bernilai benar sedangkan q
bernilai salah. Dengan demikia untuk menentukan nilai x pada implikasi p(x) q, perlu
diperhatikan pernyataan q.

Jika q bernilai benar, implikasi p(x) q selalu bernilai benar untuk setiap nilai x.

Jika q bernilai salah, implikasi p(x) q selalu bernilai benar untuk x yang salah dan

bernilai salah untuk x yang benar.


Contoh :
1) Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan majemuk p q berikut!
p : Grafik f(x) = 2x sejajar sumbu x.
q : 2 x 5 = 10 x 2
Jawab :
p = B dan q = S jadi, p q = S
Sedangkan negasi dari implikasi p q adalah p ~q. Kita bisa membuktikannya
menggunakan tabel kebenaran berikut.
p
q ~q p
~(p q)
B
B
S
S

B
S
B
S

S
B
S
B

q
B
S
B
B

S
B
S
S

p~q
S
B
S
S

Contoh :
Tentukan negasi dari implikasi berikut!
a. Jika nilainya bagus, Sahid akan mendapatkan hadiah. Negasinya Nilainya bagus dan
Sahid tidak mendapat hadiah.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 7

2. Biimplikasi
Biimplikasi merupakan pernyataan majemuk yang dihubungkan dengan dengan kata
...jika dan hanya jika ... serta disimbolkan dengan . Dua pernyataan p dan q yang
dinyatakan dalam p

q dibaca p jika dan hanya jika q. Biimplikasi disebut sebagai

implikasi dua arah. Pernyataan q syarat perlu bagi dan syarat cukup bagi p, begitu pula
sebaliknya.
Pernyataan p q juga bisa dibaca Jika p, maka q dan jika q, maka p. Hal ini dapat
ditunjukkan dalam tabel kebenaran sebagai berikut.
p
q
p
p q
(p q)
(q

q
p
p)
B
B
S
S

B
S
B
S

q
B
S
S
B

B
S
B
B

B
B
S
B

B
S
S
B

Untuk menentukan nilai kebenaran x pada biimplikasi p(x) q perlu diperhatikan nilai
kebenaran q.
1) Jika q bernilai benar, maka p(x) q bernilai :
a) benar jika p(x) bernilai benar,
b)salah jika p(x) bernilai salah.
2) Jika q bernilai salah, maka p(x) q bernilai :
a) benar jika p(x) bernilai salah,
b) salah jika p(x) bernilai benar.
Contoh :
1. Tentukan nilai x agar biimplikasi p(x) q berikut bernilai benar!
p : x2 = 4
q:2+3=4
jawab :
Karena q = S, agar p(x) q bernilai benar, maka p = S. Jadi, nilai x 2 dan x
2
Sedangkan negasi dari biimplikasi dapat ditentukan sebagai berikut :
~((p q) ( q p))
~ (p q)
~(p q) ~(q p)

(p ~q) (q ~p)

Jadi, diperoleh bahwa ~ (p q)

(p

~q)

(q

~p)

D. Tautologi, Kontradiksi dan Pernyataan majemuk yang ekuivalen


a. Tautologi (implikasi logis)
Tautologi adalah suatu pernyataan yang selalu benar untuk setiap kasus.
Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika
Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 8

Contoh :
p

B
B
S
S

B
S
B
S

(p

q)

B
S
S
S

B
B
B
B

Berdasarkan tabel kebenaran di atas tampak bahwa, (p

q) q adalah suatu tautologi.

b. Kontradiksi
Kontradiksi adalah suatu pernyataan yang selalu bernilai salah untuk setiap kasus.
Contoh :
p

~q

B
B
S
S

B
S
B
S

S
B
S
B

q
~q
S
B
S
S

(p
~q)
S
S
S
S

Berdasarkan tabel kebenaran di atas tampak bahwa, q

(p

~q)adalah suatu kontradiksi.

c. Pernyataan Majemuk Yang Ekuivalen


Dua pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen jika untuk semua kemungkinan nilai
kebenaran komponen-komponennya, pernyataan majemuk itu mempunyai nilai kebenaran
yang sama. Lambang ekuivalen adalah

Ekuivalensi Pernyataan Pernyataan Majemuk

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 9

E. Konvers, Invers, dan Kontraposisi


Berdasarkan implikasi p q, kita membentuk pernyataan majemuk baru, yaitu :
konvers, invers, dan kontraposisi.
1.

Konvers

2.

Invers

: dirumuskan sebagai q p
: dirumuskan sebagai ~p ~q

3.

Kontraposisi

: dirumuskan sebagai ~q ~p

Nilai kebenaran dari konvers, invers, dan kontraposisi dapat ditentukan sebagai berikut.
p
q
~p
~q
p q q p
~p
~q
B
B
S
S

B
S
B
S

S
S
B
B

S
B
S
B

B
S
B
B

B
B
S
B

~q
B
B
S
B

~p
B
S
B
B

Berdasarkan tabel kebenaran di atas tampak bahwa :


a. Nilai kebenaran dari p q sama dengan ~q ~p sehingga implikasi ekuivalen
sama

dengan kontraposisinya.
b. Nilai kebenaran dari q p sama dengan ~p ~q sehingga konvers ekuivalen
dengan inversnya.
Hubungan nilai kebenaran dari konvers, invers, dan kontraposisi dapat digambarkan pada
skema berikut .
p q

konvers

kontraposisi

invers
~p~q

konvers

q p
invers
~q~p

Contoh :
1. Diketahui implikasi : Jika harga BBM naik, maka harga sembako juga naik. Tentukan
konvers, invers, dan konraposisinya!
Jawab :
Konvers : Jika harga sembako naik, maka harga BBM juga naik.
Invers
: Jika harga BBM tidak naik, maka harga sembako juga tidak naik.
Kontraposisi
: Jika harga sembako tidak naik, maka harga BBM juga tidak naik.
Sedangkan negasi dari konvers, invers, dan kontraposisi adalah sebagai berikut.

~(q p)
q ~p
~(~p

~q)

~(~q

~p)

~p q
~q p

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 10

F. Pernyataan Berkuantor
Pernyataan berkuantor adalah pernyataan yang melibatkan kata yang menyatakan
banyaknya anggota semesta pembicaraan untuk mewakili suatu keadaan. Ada 2 kata yang
digunakan, yaitu : semua dan beberapa. Kata semua atau setiap merupakan kuantor
universal (umum), sedangkan kata beberapa atau ada disebut kuantor eksistensial
(khusus).
1. Kuantor Universal
Kuantor universal dilambangkan dengan yang dibaca untuk semua atau
untuk setiap. Jika p(x) adalah suatu kalimat terbuka dan diberi kuantor universal, maka
akan menjadi suatu pernyataan berikut :
( x) , p(x)
Bentuk ( x) , p(x) merupakan kalimat deklaratif atau pernyataan yang mempunyai nilai
benar atau salah. Kuantor semua merupakan suatu pernyataan yang menggambarkan bahwa
setiap objek atau masalah memenuhi syarat tertentu.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 11

Contoh :
1) Tuliskan kalimat berikut dalam bentu simbol.
Untuk semua bilangan genap, maka kuadratnya juga bilangan genap
Jawab :
Misal G = Himpunan bilangan genap, maka dituliskan : ( x, x G) , x2 G .
2) Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan berkuantor
a. ( x, x R) (2x R )
b. ( x, x R) (2x + 4 = 0)
Jawab :
a. ( x, x

R) (2x

R ) mengandung arti untuk semua x bilangan Real, maka

2x juga merupakan anggota bilangan Real. Jadi jelas bahwa pernyataan ini benar.
b. ( x, x R) (2x + 4 = 0) mengandung arti bahwa untuk semua bilangan x
berlaku 2x + 4 = 0. Pernyataan ini salah, karena ada beberapa bilangan yang tidak
memenuhi, misalnya x = 1. Tampak bahwa 2.1 + 4 = 6 0.
2.

Kuantor Eksistensial
Kuantor eksistensial dilambangkan dengan yang dibaca ada atau beberapa.

Jika p(x) adalah suatu kalimat terbuka dan diberi kuantor eksistensial, maka akan menjadi
suatu pernyataan berikut :
( x) , p(x)
Bentuk ( x) , p(x) merupakan kalimat deklaratif atau pernyataan yang mempunyai nilai
benar atau salah. Kuantor beberapa merupakan suatu pernyataan yang menggambarkan
bahwa terdapat sekurang-kurangnya satu x yang memenuhi p.
Contoh :
1) Tuliskan kalimat berikut dalam bentu simbol.
Ada bilangan genap yang merupakan bilangan prima. Jawab :
Misal G = himpunan bilangan genap, dan P = himpunan bilangan prima,
maka dituliskan : ( x, x G) , x P .
2) Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan berkuantor
a. ( x, x R) (x2 < 0)
b. ( x, x R) (2x + 4 = 0)
Jawab :
Jawab :
a. ( x, x

R) (2x

R ) mengandung arti ada x bilangan Real sehingga x2

bernilai negatif.(Mengingkari bahwa setiap bilangan kuadrat adalah posif. Mengapa?)


Jadi jelas bahwa pernyataan ini salah.
b. ( x, x R) (2x + 4 = 0) mengandung arti bahwa untuk semua bilangan x
berlaku 2x + 4 = 0. Pernyataan ini benar, karena ada bilangan yang memenuhi, yaitu
untuk x = 2. Tampak bahwa 2.(2) + 4 = 0.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 12

Ingkaran dari pernyataan berkuantor dapat ditentukan sebagai berikut.


a. Ingkaran dari pernyataan berkuantor universal adalah pernyataan berkuantor eksistensial,
dinotasikan :
~( x, p(x)) ( x,~ p(x)) p(x)
Dibaca ingkaran dari untuk semua x berlaku p(x) adalah ada x yang bukan p(x).
Contoh :
1. Tentukan ingkaran dari : Semua mamalia berkaki empat.
Jawab :
Ingkarannya : Ada mamalia yang tidak berkaki empat
b. Ingkaran dari pernyataan berkuantor eksistensial adalah pernyataan berkuantor universal,
dinotasikan :
~( x, p(x)) ( x,~ p(x)) p(x)
Dibaca ingkaran dari Ada x berlaku p(x) adalah semua x bukan p(x).
Contoh :
1. Tentukan ingkaran dari : Beberapa anggota banggar DPR diperiksa KPK.
Jawab :
Ingkarannya : Semua anggota banggar DPR tidak diperiksa KPK
G. Penarikan Kesimpulan
Salah satu tujuan mempelajari logika matematika adalah mencari metode atau cara untuk
mengambil keputusan atau menarik kesimpulan dari beberapa pernyataan. Pernyataanpernyataan yang digunakan sebagai dasar disebut premis, sedangkan pernyataan baru yang
dihasilkan disebut kesimpulan atau konklusi. Validitas atau keabsahan suatu argumen dapat
dapat dibuktikan jika argumen tersebut merupakan tautologi. Metode sederhana yang bisa
digunakan untuk membuktikannya adalah dengan tabel kebenaran. Pola penarikan kesimpulan
dapat disajikan dengan bentuk berikut :
premis 1
premis 1
premis n
konklusi
Contoh :
Seldiki keabsahan penarikan kesimpulan berikut.
premis 1 : Elisa anak yang cerdas dan terampil.
premis 2 : Elisa anak yang terampil.
Jadi, Elisa anak yang terampil.
Pernyataan di atas dapat dibuat pola sebagai berikut:
premis 1 : p

premis 2 : p
konklusi : q

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 13

Penarikan kesimpulan tersebut dapat dinyatakan dalam tabel kebenaran berikut.


p

(p

q)

((p

q)

p
B
B
S
S

B
S
B
S

Karena ((p

B
S
S
S

q)

p)

p)

B
S
S
S

B
B
B
B

q merupakan tautologi, berarti penarikan kesimpulan tersebut

sah.
Beberapa pola penarikan kesimpulan adalah sebagai berikut :
1. Modus Ponens
Bentuk argumen modus ponens adalah sebagai berikut ;
premis 1 : p q
premis 2 : p
.
konklusi : q
q)

Validitas modus ponens dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran bahwa ((p

p)

q adalah tautologi sebagai berikut.


p

(p

q)

((p
p)

p
B
B
S
S

B
S
B
S

B
S
B
B

B
S
S
S

q)

q
B
B
B
B

Contoh :
Premis 1 : Jika Ela menjadi juara kelas, ia mendapat hadiah sepatu.
Premis 2 : Ela menjadi juara kelas.
Konklusi : Jadi, Ela mendapat hadiah sepatu.
2. Modus Tolens
Bentuk argumen modus ponens adalah sebagai berikut ;
premis 1 : p q
premis 2 : ~q .
konklusi : ~p
Validitas modus tolens dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran bahwa ((p

q)

~q)

~p adalah tautologi sebagai berikut.


p

~p

~q

(p

q)
~q

B
B
S

B
S
B

S
S
B

S
B
S

B
S
B

S
S
S

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

((p q)

~q)

~p
B
B
B
halaman 14

Contoh :
Premis 1 : Jika Leny terlambat masuk hari ini, ia mendapat hukuman dari gurunya.
Premis 2 : Leny tidak mendapat hukuman dari gurunya.
Konklusi : Jadi, Leny tidak terlambat masuk hari ini.
3. Silogisme
Bentuk argumen modus ponens adalah sebagai berikut ;
premis 1 : p q
premis 2 : q r .
konklusi : p r
Validitas modus tolens dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran bahwa
((p q) (q r) ( p r)) adalah tautologi sebagai berikut.
p

B
B
B
B
S
S
S
S

B
B
S
S
B
B
S
S

B
S
B
S
B
S
B
S

q
B
B
S
S
B
B
B
B

r
B
S
B
B
B
S
B
B

r
B
S
B
S
B
B
B
B

(p q)

r)
B
S
S
S
B
S
B
B

(q

((p q)

(q r)

( p r))
B
B
B
B
B
B
B
B

Contoh :
Premis 1 : Jika pendidikan gratis, maka anak Indonesia menjadi cerdas.
Premis 2 : Jika anak Indonesia cerdas, maka negara maju.
Konklusi : Jika pendidikan gratis, maka negara maju.

Tugas membuat catatan tentang Logika Matematika


Arrizal Muhemin Yunus (500638209) MPMT

halaman 15