Anda di halaman 1dari 4

Angka Harapan Hidup

Life Expectancy Rate

Angka Harapan Hidup (e0) pada suatu umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih
akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu,
dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.

Manfaat

Rumus

Interpretasi

Publikasi

Penyedia Informasi

Keterbatasan

Implementasi

Manfaat

Angka Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam
meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan
pada khususnya. Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan

program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan


lingkungan, kecukupan gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan.

Rumus

Idealnya Angka Harapan Hidup dihitung berdasarkan Angka Kematian Menurut Umur (Age
Specific Death Rate/ASDR) yang datanya diperoleh dari catatan registrasi kematian secara
bertahun-tahun sehingga dimungkinkan dibuat Tabel Kematian.

Interpretasi

Angka Harapan Hidup yang terhitung untuk Indonesia dari Sensus Penduduk Tahun 1971
adalah 47,7 tahun. Artinya bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1971 (periode 19671969) akan dapat hidup sampai 47 atau 48 tahun. Tetapi bayi-bayi yang dilahirkan menjelang
tahun 1980 mempunyai usia harapan hidup lebih panjang yakni 52,2 tahun, meningkat lagi
menjadi 59,8 tahun untuk bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1990, dan bagi bayi yang
dilahirkan tahun 2000 usia harapan hidupnya mencapai 65,5 tahun. Peningkatan Angka
Harapan Hidup ini menunjukkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan bangsa
Indonesia selama tiga puluh tahun terkahir dari tahun 1970-an sampai tahun 2000.

Publikasi

Indikator Kesehatan Ibu dan Anak 2001, Proyeksi Penduduk Indonesia, Estimasi Fertilitas,
Mortalitas, dan Migrasi, Publikasi Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Indikator
Kesejahteraan Rakyat, Statistik Indonesia.

Keterbatasan

Karena sistem registrasi penduduk di Indonesia belum berjalan dengan baik maka angka
kematian menurut umur sulit didapatkan, sehingga untuk menghitung Angka Harapan Hidup
tidak dapat dihitung secara langsung melalui Tabel Kematian. Oleh sebab itu, digunakan cara
tidak langsung dengan program Mortpak Lite.

Implementasi

Perkembangan Angka Harapan Hidup, 1996-2008

Sumber: Indeks Pembangunan Manusia 2007-2008

Pada gambar diatas terlihat, selama periode 1996-2008 perkembangan AHH menunjukkan
peningkatan. Pada tahun 1999, AHH penduduk Indonesia telah mencapai 66,2 tahun. AHH
ini masih lebih baik dibandingkan dengan AHH Laos PDR, Cambodia dan Myanmar. Namun,
dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Filipina dan Thailand, AHH
Indonesia masih tertinggal (ASEAN, 2005). Perkembangan selanjutnya, selama tahun 19992002 AHH tidak menunjukkan peningkatan, yaitu tetap sebesar 66,2 tahun. Setelah berjalan
tiga tahun kemudian, yaitu dari tahun 2002-2005 AHH meningkat sebesar 1,9 poin sehingga
menjadi 68,1. Kemudian pada tahun 2005-2008 AHH mulai menunjukkan perkembangan
meningkat dari 68,1 menjadi 69,0 pada tahun 2008. Capaian angka harapan hidup Indonesia
masih belum menggembirakan, walaupun terjadi peningkatan angka harapan hidup sebesar
0,30 tahun selama tahun 2007-2008. Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah
peningkatan tersebut mampu mencerminkan kualitas kesehatan masyarakat yang baik. Untuk
itu perlu upaya peningkatan kesehatan yang lebih komprehensif agar perbaikan derajat
kesehatan yang direfleksikan melalui penurunan angka kematian bayi. Tingkat kesehatan bayi
juga dipengaruhi secara nyata oleh kondisi kesehatan ibu serta lingkungannya. Tidak sedikit
anak yang terpaksa terlahir dengan berat badan lahir rendah karena dilahirkan oleh ibu yang
menderita kekurangan gizi.

Sumber: Indeks Pembangunan Manusia 2007-2008, Badan Pusat Statistik, Jakarta.