Anda di halaman 1dari 8

JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 3, No.

2, Oktober 2001: 92 – 100

Fuel Cell Sebagai Penghasil Energi Abad 21

Hendrata Suhada
Dosen Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Mesin – Universitas Kristen Petra

Abstrak
Kemajuan teknologi yang sangat cepat, menuntut penyediaan energi yang makin banyak,
untuk industri maupun kebutuhan energi penggerak kendaraan, mengingat makin mendesaknya
tuntutan tersebut, maka selalu dicari cara-cara untuk memanfaatkan energi yang sudah tersedia
sebaik mungkin, sehingga energi yang terbuang dapat makin berkurang, hal ini dapat dilakukan
dengan meningkatkan penggunaan energi tersebut se-efisien mungkin.
Keterbatasan cadangan minyak bumi merupakan salah satu pertimbangan untuk mencari
energi atau alat yang baru yang dapat mengolah minyak se maksimal mungkin. Kendala yang
ditimbulkan oleh energi minyak, yaitu mengakibatkan proses ekologi yang tidak menguntungkan
menyebabkan perlu dikembangkannya pemanfaatan energi yang lain.
Fuel cell merupakan salah satu jalan keluar dari berbagai-bagai kendala yang sudah ada,
yaitu pengolahan energi dengan cara listrik-kimiawi, dengan menggunakan hidrogen sebagai
bahan bakar dan oksigen pembakarnya. Percobaan dan penelitian yang telah dilakukan sejak
pertengahan abad 20, telah memberikan cukup banyak masukan yang positif, sehingga dapat
dinyatakan bahwa fuel cell akan memberikan harapan untuk abad yang baru ini.

Kata kunci: energi, fuel cell.

Abstract
Technology development has proceed very fast in the last century, industries required a lot more
power to meet the demands, vehicles developments also follow the demand for more energy, due to
this the source of energy must be used wisely and efficiently, no loss of energy should be allowed.
Limitation of oil reserves is one of the reasons for searching new type of energy and new
equipment, which are highly efficient.
The problem of the fossil fuels, which caused disadvantages in ecological system make it
necessary to develop another, more better energy converter.
Fuel cell is one way out to the existing problems, which convert energy electro- chemically, using
hidrogen as fuel and oksigen. Experimentation has been done since medio of 20th century, has given
a lot of good result, so that fuel cell will be a good hope for this new century.

Keywords: energy, fuel cell.

1. Pendahuluan polusi lingkungan, kemampuan bertahan untuk


jangka waktu yang cukup panjang, kesiapan
Memasuki abad yang baru ini manusia dari infrastruktur yang mampu menyediakan
dihadapkan pada masalah yang sangat penting kebutuhan-kebutuhan akan sumber daya,
ditinjau dari makin pesatnya perkembangan maupun perawatan dari suatu sistem teknologi
teknologi di semua bidang, termasuk di yang tergolong baru.
antaranya kebutuhan akan energi. Mengingat Energi yang dihasilkan tentunya sangat
adanya kebutuhan akan energi yang makin ditentukan oleh kemampuan mesin, termasuk
meningkat ini, mengakibatkan adanya aspek- di antaranya motor bakar. Agar dapat
aspek yang harus diperhatikan, apabila aspek- menghasilkan energi yang lebih besar, maka
aspek ini tidak diperhitungkan, maka akan motor harus lebih besar pula. Akibat langsung
terjadi kerugian yang cukup besar, baik dalam dari tuntutan ini adalah konsumsi bahan bakar
jangka pendek maupun jangka panjang. menjadi makin besar.
Pada kesempatan ini hanya akan dilakukan Berdasarkan informasi dari International
pembahasan dari segi tehnis, yaitu mengenai Energy Annual( Tabel 1) cadangan crude oil
ketersediaan bahan bakar, pengaruh terhadap yang diperkirakan jumlahnya adalah 1016,8
billion barrel, sedang kebutuhan dunia akan
Catatan : Diskusi untuk makalah ini diterima sebelum tanggal 1 minyak ini berdasarkan perhitungan pemakai-
Februari 2002. Diskusi yang layak muat akan diterbitkan pada an minyak pada tahun 1999(Tabel 2) adalah
Jurnal Teknik Mesin Volume 4 Nomor 1 April 2002. 74.905 ribu barrel per hari, jadi dalam tahun

92 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/
Fuel Cell Sebagai Penghasil Energi Abad 21 (Hendrata Suhada)

1999 kebutuhan ini adalah 27,34 billion barrel, Tabel 2. World Consumption of Petroleum and
dengan demikian maka cadangan minyak bumi Natural Gas
ini hanya dapat bertahan selama kurang lebih
37 tahun saja. Keterbatasan cadangan bahan
bakar minyak dunia ini membuat para ahli
mencari bahan bakar pengganti yang lain,
selama ini telah banyak penelitian dilakukan
yaitu mencari energi alternatif, seperti halnya
energi solar, energi angin dll.
Selain keterbatasan akan cadangan energi,
masih ada kendala lain yang perlu
diperhitungkan bahan bakar minyak dan solar
merupakan bahan bakar yang sudah dikenal
dan dipakai secara berkesinambungan sejak
lebih dari satu abad yang lalu, sampai pada Dengan makin bertambahnya jumlah pen-
suatu saat di mana ternyata ditemukan bahwa duduk dunia, maka timbul kekuatiran kalau-
bahan bakar ini mengandung zat-zat beracun kalau hasil-hasil teknologi ini akan meng-
yang membahayakan kehidupan umat manusia, akibatkan kerusakan dunia secara menyeluruh,
baik secara individu maupun secara global, kalau tidak dilakukan pengendalian terhadap
seperti yang dikenal sebagai karbon monoxida, hasil-hasil produk tersebut. Kesadaran akan hal
karbon dioxida, asam-asam nitrat, hidro karbon, ini membuat para pencinta lingkungan dan
dll. tehnisi dengan diawasi oleh lembaga-lembaga
Pengaruh efek rumah kaca yang dapat pemerintah yang bertanggung jawab melaku-
menaikkan suhu, gas karbon yang mengakibat- kan usaha-usaha di bidang teknologi, yaitu
kan smog di kota-kota besar yang sangat tidak dengan membuat perancangan peralatan yang
sehat bagi manusia dan lingkungan, gas karbon tidak merugikan lingkungan. Kebutuhan akan
monoxida(CO) yang sangat membahayakan jiwa bahan bakar minyak yang terus meningkat
manusia yang menghirupnya, karena gas ini memberikan gagasan untuk lebih meng-
sangat mematikan, benzene(C6 H6) dan lengas efisiensikan pemakaiannya, merancang mesin
yang lebih irit, menggunakan sistem penyem-
dari solar dapat mengakibatkan penyakit
protan langsung(direct injection) pada motor
kanker, gas nitrogen oxyda (NOx) yang merupa-
bensin, memanfaatkan kembali panas yang
kan polusi udara, ini semua disebabkan karena
dibuang menjadi energi yang bermanfaat,
hasil pembuangan motor bakar yang meng-
mengatur pemakaian daya secara elektronik dll.
gunakan bahan bakar minyak, selain mengan-
Dalam memasuki abad 21, fuel cell merupa-
cam manusia secara langsung, akibatnya juga
kan suatu teknologi yang akan merupakan
dirasakan oleh lingkungan sekitarnya termasuk
masa depan dalam pengolahan bahan bakar
tumbuh-tumbuhan dan gedung-gedung.
tertentu menjadi suatu energi yang diperlukan
Tabel 1. World Crude Oil Reserves untuk menggerakkan bermacam-macam per-
alatan. Sebelum suatu teknologi yang baru
Table World Crude Oil
dapat dipakai secara menyeluruh oleh semua
and Natural Gas
Reserves, January 1, lapisan, baik industri maupun masyarakat
2000 secara umum, perlulah diadakan penelitian dan
Crude Oil Crude Oil Natural Gas Natural Gas percobaan yang mampu menelitinya dari semua
(Billion (Billion (Trillion (Trillion aspek yang ada dan menghasilkan perkem-
Barrels) Barrels) Cubic Feet) Cubic Feet)
bangan-perkembangan yang optimal sehingga
Oil and Gas Oil and Gas
Region/Country Journal World Oil Journal World Oil dapatlah dicapai hasil yang diharapkan oleh
North America 55.1 55.6 261.3 261.3 para pemakai.
Central & South Fuel cell yang pada saat ini masih
America 89.5 69.2 222.7 227.9 merupakan produk harapan untuk masa depan,
Western Europe 18.8 17.6 159.5 152.7
Eastern Europe & sebenarnya sudah dikenal cukup lama, tetapi
Former U.S.S.R. 58.9 64.7 1,999.2 1,947.6 pengembangannya baru dilakukan belum
Middle East 675.6 629.2 1,749.2 1,836.2 terlalu lama bahkan penggunaannya untuk
Africa 74.9 86.5 394.2 409.7 kebutuhan baru dilakukan secara intensif pada
Far East & Oceania 44.0 58.7 363.5 375.4
akhir abad 20. Untuk mengaplikasikannya
World Total 1,016.8 981.4 5,149.6 5,210.8
sebagai mesin pengganti, suatu teknologi yang
Last Updated on 2/5/01 perkembangannya masih baru, tentunya harus
By EIA dibandingkan secara matang dengan produk-

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra 93


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/
JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 3, No. 2, Oktober 2001: 92 – 100

produk yang sudah dikenal, seperti motor kendalanya sendiri. Fuel cell yang telah mulai
bakar, maupun jenis penghasil energi yang lain dikembangakan dan dicoba sejak pertengahan
seperti baterai dan solar cell. abad ke 20 dan makin digalakkan peng-
Pada baterai masih diperlukan cell yang gunaannya untuk penggerak mobil pada tahun
mempunyai kepadatan energi yang tinggi 90 an, memberikan suatu jenis mesin penggerak
walaupun berat dan volumenya kecil, pada yang baru, yang memberikan harapan yang
tabel 3 dapat dilihat beberapa jenis batere, sangat meyakinkan, yang memiliki kemampuan
makin besar energi yang dimiliki oleh sebuah untuk menggantikan motor bakar di masa
batere akan makin berat dan makin besar pula mendatang. Dari informasi yang diberikan oleh
volumenya, tentunya akan sangat mem- para produsen fuel cell, ternyata telah banyak
pengaruhi daya angkut dan jarak tempuh yang digunakan untuk kebutuhan stasioner,
sebuah kendaraaan yang digerakkan dengan misalnya pada stasiun pembangkit listrik
batere tersebut. dengan kapasitas sedang, bahkan telah diuji di
Table 3. Data-data Baterai Jepang dan Itali dengan kapasitas tinggi.

Nilai teoritis dan Timbal Ni Cd NiMH Li-Ion/ FORTU-


praktis (Pb) Polymer Batterie 2. Fuel Cell
Tegangan cell[V] 2 1,2 1,2 3,6 4
Energi spesifik teor. 170 210 380 500 1100
[Wh/kg] 2.1 Sejarah Perkembangan Fuel Cell
Energi spes. prakt. 40 50 80 120 – 150 200
[Wh/kg] Fuel cell telah didemonstrasikan oleh Sir
Kepadatan energi prakt. 90 90 180 300 500
[Wh/l]
William Robert Grove, seorang ahli hukum
merangkap sebagai ahli fisika amatir, pada
Kesulitan yang juga dihadapi pada baterai tahun 1839, dengan melakukan pembalikan
yaitu masa pengisian ulang yang cukup lama. elektrolisa air, elektrode yang digunakan
Solar cell yang sudah semakin banyak adalah platina.
digunakan untuk menghasilkan energi listrik, Pada tahun 1889, Charles Langer dan
memiliki beberapa keterbatasan, yaitu sangat Ludwig Mond pertama kali menggunakan
tergantung dari sinar matahari, sehingga sulit istilah fuel cell, pada saat mencoba membuat
dioperasikan pada malam hari, untuk meng- mesin generator dengan menggunakan udara
hasilkan energi yang besar, dibutuhkan unit dan gas arang. Pada tahun 1932 Francis Bacon
solar cell yang banyak dan luas dan tempat berhasil mengembangkan fuel cell.
yang luas pula, harga unit solar cell untuk masa Untuk menerapkan fuel cell dalam
kini masih tergolong mahal. penggunaan praktis baru dapat dilakukan 27
Pada saat ini motor bakar yang meng- tahun kemudian, yaitu sebagai penghasil
gunakan bahan bakar fosil masih akan tetap tenaga listrik untuk alat las dengan kapasitas 5
bertahan, berhubung telah banyak hal yang kW. Mulai tahun 1950 pihak NASA di Amerika
dilakukan untuk memperbaiki desainnya, Serikat telah melakukan pemanfaatan untuk
sehingga kendala-kendala yang ada dapat program angkasa luar mereka yaitu untuk
dihambat dan diperkecil, di antaranya membuat pesawat roket Appolo dan Gemini.
agar motor lebih irit bahan bakar dan lebih Selama lebih dari 30 tahun, US Department
memperhatikan lingkungan, yaitu dengan of Technology telah melakukan banyak peneliti-
menekan gas beracun seminimal mungkin. an dan pengembangan dan pada tahun 1987
Diperkirakan sampai tahun 2010 motor bakar mereka mulai menerapkannya pada kendaraan.
masih akan tetap bertahan, walaupun pada
saat ini telah sangat digalakkan pengembangan 2.2 Prinsip Dasar
dan penelitian dari mesin pengganti jenis lain.
Penggunaan energi yang berbeda-beda, yaitu Fuel cell bekerja berdasar prinsip pem-
stasioner atau mobil, energi berskala besar atau bakaran listrik-kimiawi, cell ini akan mem-
sedang sampai kecil, mengakibatkan pemilihan produk-si energi listrik arus searah. Fuel cell ini
jenis penghasil energi yang berbeda pula. Untuk terdiri dari elektrolit yang memisahkan katoda
jenis stasioner telah banyak ditawarkan jenis dari anoda, elektrolit hanya dapat menghantar
penggerak dengan menggunakan energi ion saja, sedangkan elektron tidak dapat
utamanya dari angin, yaitu kincir angin atau melewati elektrolit, jadi elektrolit ini bukan
matahari sebagai energi utama dengan penghantar listrik dan juga menghindarkan
menggunakan solar cell. terjadinya reaksi kimia. Pada anoda akan
Untuk jenis penggerak yang mobil, telah dialirkan secara berkesinambungan bahan
dicoba dengan menggunakan baterai dan solar bakar dan pada kattode dialirkan oksigen,
cell, di mana masing-masing masih mempunyai

94 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/
Fuel Cell Sebagai Penghasil Energi Abad 21 (Hendrata Suhada)

pengaliran ini dilakukan secara terpisah. Elektron yang terbentuk akan menghasilkan
Karena pengaruh katalisator pada elektroda, arus listrik kalau dihubungkan dengan peng-
maka molekul-molekul dari gas yang dialirkan hantar listrik menuju katoda. Pada katoda
akan berubah menjadi ion. Reaksi pada anoda oksigen dirubah :
menghasilkan elektron yang bebas, sedang pada
O2 + 4H+ + 4 e-⇒ 2H2 O
katoda elektron yang bebas akan diikat.
Elektron-elektron bebas yang terjadi harus Molekul oksigen akan bergabung dengan
dialirkan keluar melalui penghantar menuju ke empat elektron, menjadi ion oksigen yang
anoda, agar proses listrik-kimiawi dapat bermuatan negatif untuk selanjutnya ber-
berlangsung. gabung lagi dengan proton yang mengalir dari
Panas yang timbul dari hasil reaksi kimia anoda. Setiap ion oksigen akan melepaskan
harus terus menerus dibuang, agar energi kedua muatan negatifnya dan bergabung
listrik dapat terbentuk secara kontinyu. dengan dua proton, sehingga terjadi oxidasi
menjadi air.

2.3 Jenis Fuel Cell


Jenis dari pada fuel cell ditentukan oleh
material yang digunakan sebagai elektrolit
yang mampu menghantar proton. Pada saat ini
ada 6 jenis fuel cell yaitu:
n Alkaline (AFC)
n Proton exchange membrane, juga disebut
proton elektrolyt membrane(PEM)
n Phosphoric Acid(PAFC)
n Molten carbonate(MCFC)
n Solid oxide(SOFC)
n Direct methanol fuel cells(DMFC)
n Regenerative fuel cells
Dari tabel 4 dapat dilihat jenis dari pada
Gambar 1. Skema Fuel Cell elektrolit untuk masing-masing fuel cell dan
operasi temperatur, karakteristik dan peng-
gunaannya. Fuel cell mempunyai efisiensi yang
cukup tinggi, dari 40% sampai 70%, tergantung
dari jenis fuel cell, yang paling tinggi adalah
alkaline (AFC), solid oxyde (SOFC), direct
methanol fuel cell(DMFC) dan regenerative fuel
cell.
Fuel cell mempunyai kepekaan terhadap zat-
zat tertentu seperti CO2, CO, korosi dan produk
oksidasi.
Penggunaan dari pada fuel cell ini terutama
untuk menghasilkan energi yang dipakai pada
program angkasa luar, power station penghasil
listrik atau energi panas dan untuk kendaraan.
Alkaline fuel cells(AFC) menggunakan
Gambar 2. Skema PEM Fuel Cell alkaline potassium, hydroxyde sebagai elek-
trolit, dapat menghasilkan efisiensi sampai
Reaksi kimia pada fuel cell. 70%. Banyak digunakan oleh NASA untuk misi
ulang-alik angkasa luar. Biayanya sangat
2H2 + O2 ⇒ 2H2 O
mahal, sehingga tidak dipakai untuk komersial.
Pada anoda hidrogen di oksidasi menjadi Proton exchange membrane(PEM) memiliki
proton: membran yang terbuat dari plastik tipis yang
2H2 ⇒ 4H+ + 4 e- pada kedua sisinya dilapisi dengan platina.
Jenis ini sangat sesuai untuk kendaraan,
Setiap molekul H2 terpecah menjadi dua
karena mampu beroperasi pada temperatur
atom H+ (proton), sedang setiap atom hidrogen yang rendah. Harganya relatif murah, sehingga
melepaskan elektronnya. Proton ini akan ber- dapat digunakan untuk alat listrik, kamera
gerak menuju katoda melewati membran. video dan telepon selular.

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra 95


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/
JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 3, No. 2, Oktober 2001: 92 – 100

Fuel cell PEM memiliki kepadatan energi Tabel 4. Jenis Fuel Cell dan Karakteristik
yang tinggi (high energy density). Gambar 3a Jenis Elektrolit Temperatur Karakteristik Penggunaan
dan 3b adalah proton exchange membrane fuel operasi [ 0C]
cells dari beberapa produsen. Alkaline(AFC) Kalilauge 60 - 120 Efisiensi Pesawat ruang
energi tinggi, angkasa,
Phosphoric acid fuel cells (PAFC) sudah (KOH)
memiliki kendaraan
banyak digunakan untuk penghasil listrik di kepekaan
rumah sakit, hotel, perkantoran, sekolah dan terhadap CO2
Polymer Ex-change Polymer 60 - 100 Kerapatan Kendaraan
stasiun penghasil listrik. Mem-brane (PEM) elektrolyt energi tinggi, (sedan, bis,
(H+) memiliki ke- minivan),
pekaan thd stasiun
CO pembangkit
(<100ppm) panas
Phosphoric Acid Phosphor 160 - 200 Efisiensi Stasiun
Fuel cell (PAFC) Acid (H+) energi terba- pembangkit
tas, peka thd panas,
CO (<1,5% kendaraan
Vol)
Molten Carbonate Molten 500 - 650 Problem Stasiun
(MCFC) carbonate korosi Pembangkit
(CO32-) energi panas,
pembangkit
energi listrik
Solid Oxyde Lapisan 800 - 1000 Efisiensi Pembankit
(SOFC) keramik sistem tinggi, energi pnas,
(O2-) temperatur penggabung
operasi perlu Stasiun
diturunkan pembangkit dg.
turbin gas
Direct Methanol Elektrolit Efisiensi Kendaraan
Fuel cell (DMFC) Polymer 60 - 120 sistem tinggi,
Gambar 3a. PEM Fuel Cell Stack (H*) peka thd.
Hasil oksidasi
di anoda

Jepang telah mencoba dengan tenaga yang


dihasilkan sebesar 25 kW dan di Eropa sudah
dicoba sebesar 100 kW, percobaan sebesar 220
kW sedang dilakukan.
Direct methanol fuel cell (DMFC) mirip
dengan proton exchange elektrolyt (PEM), yaitu
sama-sama menggunakan plastik polymer
sebagai membran. Pada DMFC hidrogen
diambil secara langsung oleh katalisator anoda
dari methanol cair, sehingga tidak diperlukan
sebuah reformer bahan bakar.
Regenerative fuel cell merupakan jenis yang
terbaru. Dengan menggunakan elektrolisa
Gambar 3b. PEM Fuel Cell Stack tenaga solar cell, maka bahan-bahan yang
diperlukan oleh fuel cell diambil dari air dengan
Molten carbonate (MCFC) beroperasi pada cara mengubahnya menjadi hidrogen dan
temperatur yang tinggi sehingga hanya dapat oksigen, yang selanjutnya dapat menghasilkan
digunakan untuk keperluan industri. Jenis ini tenaga listrik, panas dan air. Air ini didaur
dapat dipakai untuk menghasilkan energi yang ulang dengan proses yang sama.
besar, energi sebesar 10 kW dan 2 MW telah Dari tabel 4 dapat diketahui temperatur
diuji coba di Jepang dan Itali. operasi dari bermacam-macam jenis fuel cell
Solid oxide (SOFC) ini menggunakan tersebut. Apabila fuel cell ini digunakan untuk
material dari keramik keras, memunng-kinkan kendaraan, maka temperatur operasi yang
untuk operasi temperatur tinggi, banyak dicoba terlalu tinggi akan kurang memadai. PEM dan
untuk keperluan stasiun pembangkit tenaga DMFC beroperasi pada temperatur rendah,
listrik. Cell ini berbentuk tabung. Gambar 4 sedang penggunaan AFC untuk keperluan ini
sebuah solid oxyde fuel cell. tidak menguntungkan, karena harganya mahal.

96 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/
Fuel Cell Sebagai Penghasil Energi Abad 21 (Hendrata Suhada)

batasi efisiensi motor bakar, dimana proses


Carnot adalah proses motor bakar yang paling
ideal.
Batas efisiensi maksimum yang dapat di-
capai oleh sebuah motor bakar adalah efisiensi
sesuai proses Carnot. Sistem fuel cell mepunyai
efisiensi yang tidak dibatasi oleh proses Carnot.

Gambar 4a. Solid Oxyde Fuel Cell

Gambar 5. Proses Carnot

Efisiensi dari proses Carnot


ηC = 1 – To /T

Pada motor bakar pemakaian bahan bakar


sangat dipengaruhi oleh beban operasinya,
sehingga pada saat beroperasi pada beban yang
kurang menguntungkan pemakaian bahan
bakar akan lebih boros, sedang pada fuel cell
hal ini tidak berpengaruh.
Gambar 4b. Penampang Solid
Karena tidak ada pembakaran, maka tidak
ada gas nitrogen oxida(NOx). Gas buang yang
2.4 Keuntungan Fuel Cell
beracun pada fuel cell kadarnya sangat rendah
l Mempunyai efisiensi thermis dan efisiensi tergantung dari jenis bahan awal yang dipakai,
listrik yang tinggi bahkan apabila mengambil hidrogen dari udara
l Tidak berpengaruh terhadap efisiensi baik atau air dapat ditekan sampai 0%.
digunakan pada beban penuh atau setengah Tidak adanya bagian yang berputar maupun
l Gas buang yang beracun hanya sedikit, komponen yang bergerak secara kontinyu pada
bahkan dapat mencapai zero emission fuel cell menyebabkan tidak terjadinya keausan,
l Kemungkinan terjadinya gangguan kerusak- keausan yang terjadi hanya karena proses
an jarang dan jaraknya cukup lama elektro kimiawi, dengan digunakannya material
l Karena tidak ada bagian yang berputar, yang tepat maka keausan dapat diperkecil,
maka perawatan lebih ringan dengan demikian maka kerusakan yang
l Tidak bising mungkin terjadi tidak terlalu banyak dan
perawatan menjadi lebih ringan.
Table 5. Efisiensi dari Bermacam-Macam Jenis Dengan terjadinya reaksi kimia yang tidak
Fuel Cell mengalami gesekan dan ledakan, maka tidak
Type Fuel Efisiensi Bahan bakar awal ada suara yang keras.
cell
PEM 40% reformed methanol, gas alam, hidrogen
PAFC 40% reformed gas alam, hidrogen 3. Bahan Bakar
MCFC sampai 65% Gas alam, gas arang, bio gas, hidrogen
SOFC sampai 70% Gas alam, gas arang, bio gas, hidrogen 3.1 Jenis Bahan Bakar

Keuntungan efisiensi lebih tinggi dibanding- Bahan bakar yang digunakan adalah hidro-
kan dengan motor bakar, adalah ketidak gen. Hidrogen dapat diperoleh dari bermacam-
terikatannya pada proses Carnot yang mem- macam sumber diantaranya udara, air, biomass,

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra 97


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/
JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 3, No. 2, Oktober 2001: 92 – 100

bahan bakar minyak, batubara, gas alam, debu, komponen belerang dan chlor yang masih
methanol, methan, ethanol dsb. Pemilihan ada dibersihkan, sedang pada conditioning
bahan awal untuk mendapatkan hidrogen terjadi pengubahan gas yang tidak dikehendaki
tergantung dari penggunaannya, pada ken- seperti gas CO. Setelah melalui proses ini
daraan dipergunakan bahan yang mudah bahan bakar disebut feed gas yang siap untuk
diangkut dan tidak membutuhkan tangki yang dikonsumsi oleh fuel cell. Reaksi yang terjadi
terlalu khusus, baik dari segi berat maupun antara bahan bakar seperti methan(gas bumi),
volume, selain itu diperlukan alat khusus untuk methanol dan naphtha yang diberi uap air pada
mengolah bahan awal menjadi hidrogen yaitu proses reforming, sehingga terdapat feed gas
reformer, sedang untuk penggunaan stasioner, atau hidrogen adalah sbb.:
bahan awal dapat disimpan di dalam sebuah - Reforming gas bumi(methan)
tangki yang besarnya disesuaikan dengan CH4 + H2 O ⇒ CO + 3H2
kebutuhan dan kondisi tempat. - Reforming methanol(methyl alcohol)
Tergantung dari bahan awal yang dipakai CH3 OH + H2 O ⇒ CO2 + 3H2
maupun kondisi dari bahan awal, maka - Reforming Naphtha
diperlukan beberapa proses persiapan sebelum Cn Hm + nH2 O ⇒ nCO + (n +m/2) H2
diperoleh hidrogen. Dari tangki penyimpanan - Reaksi sampingan dan reaksi lanjutan
bahan awal dibersihkan dari semua kandungan CO + H2 O ⇒ CO2 + H2
belerang dan halogen, maupun partikel-partikel CO + 3 H2 ⇒ CH4 + H2 O
yang ada, selanjutnya melalui reformer diper-
oleh hidrogen.
Bahan bakar yang pada saat ini digunakan Proses yang terjadi pada reforming.
untuk fuel cell pada kendaraaan adalah
hidrogen dan methanol, hidrogen tidak
memerlukan reformer, tetapi membutuhkan
tangki khusus, sedang methanol membutuhkan
reformer.

3.2 Proses Pengolahan Gas Hidrogen


untuk Fuel Cell

Gambar 9. Proses Reforming

Hidrogen adalah bahan bakar dengan “low


density energy”, sehingga untuk mendapatkan
energi yang cukup diperlukan jumlah hidrogen
yang cukup besar, dari tabel di bawah ini, dapat
dilihat berapa banyak energi [kJ] yang dapat
dihasilkan oleh masing-masing bahan bakar
untuk setiap liter.

Tabel 5. Energi yang Dihasilkan oleh Bahan


Bakar

Gambar 6. Proses Pengolahan Hidrogen Jenis bahan bakar berat jenis Energi Energi
[lb/ft3] [BTU/ft3] [kJ/l]
Gas hidrogen 0,0052 320 11,9
Dari bahan bakar awal ini dapat diperoleh
Hidrogen cair 4,4 240.000 8942
hidrogen yang diperlukan oleh fuel cell, dengan (-253 oC/10 5 Pa)
cara melakukan reaksi dengan uap air. Methanol cair 49 480.000 17885
Perubahan terjadinya gas hidrogen ini disebut Bensin(Octan 90) 46 950.000 35397
gasification pada material awal seperti batu
bara atau minyak berat, sedang pada methanol Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa energi yang
atau bahan gas adalah reforming. dihasilkan oleh methanol lebih kecil dari pada
Pada saat pembersihan gas, bagian-bagian bensin, untuk jumlah liter yang sama, sedang
yang terdapat pada bahan bakar awal seperti hidrogen cair hanya menghasilkan seperempat

98 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/
Fuel Cell Sebagai Penghasil Energi Abad 21 (Hendrata Suhada)

energi dari bensin. Ditinjau dari per satuan lembaga penelitian sebagai pengawas, dapat
berat, maka hidrogen mampu menghasilkan dipastikan bahwa fuel cell akan merupakan
energi yang jauh lebih besar dari bensin. peralatan penghasil energi untuk abad 21.

3.3 Proses Reforming Methanol


Daftar Pustaka
Untuk mendapatkan hidrogen dari metha-
nol, maka campuran methanol dan air 1. Blomen L.J.M.J. dan Mugerwa M.N., The
dimasukkan kedalam reformer untuk dialiri fuel cell systems, New York, Plenum Presss,
dengan panas, sehingga terjadi reaksi kimia :
1993.
CH3 OH + H2 O ⇒ CO2 + 3H2
selain itu terjadi juga reaksi yang tidak 2. Mitchell W., Fuel cells , New York, Academic
dikehendaki sbb. : Press, 1963.
CO2 + H2 ⇒ CO + H2 O dan
3. Williams K.R., An Introduction to fuel cells,
CH3 OH ⇒ CO + 2H2
Amsterdam, New York, Elsevier Pub. Co.,
maupun reaksi yang diinginkan, yaitu meng- 1966.
ubah CO menjadi CO2
CO + H2 O ⇒ CO2 + H2 4. Hütte, Die Grundlagen der Ingenieur-
Untuk mendapatkan hidrogen yang bersih wissenschaften, 29 Auflage, Berlin, Springer
dari sisa gas yang tidak dikehendaki, maka gas Verlag, 1989.
CO yang masih ada harus dihilangkan atau
diproses, reaksi yang terjadi adalah sbb.
5. Avallone E.A. dan Baumeister T. III,
Marks’ Standard Handbook for Mechanical
CO + 3H2 ⇒ CH4 + H2 O
Engineers, 9th edition,New York, McGraw-
Hill, 1987.
4. Penutup
6. “International Energy Annual 1999”, Energy
Information Administration, US Depart-
Telah banyak percobaan-percobaan dan
ment of Energy, Washington
perkembangan yang dilakukan untuk meng-
gunakan fuel cell sebagai penghasil energi dan 7. “Brennstoffzelle – Vor. und Nachteile”,
hasilnya adalah sangat memuaskan, karena
Umwelt Bundes Amt, Bundesministerium
beberapa kelebihan yang sudah jelas-jelas
für Umwelt, Naturschutz und Reaktor-
dimiliki oleh fuel cell ini dibandingkan motor
sicherheit, Germany, 2.6.1999.
penggerak konvensional yaitu motor bakar,
beberapa hasil yang menguntungkan seperti 8. “Hydrogen and Fuel Cell Informationm
polusi yang lebih rendah, efisiensi lebih tinggi, System”, HyWeb, L-B-Systemtechnik
lebih tidak bising, umur lebih panjang, GmbH., Ottobrunn, Germany.
perawatan lebih ringan dan mudah dsb.
Tuntutan akan ekologi pada lingkungan 9. Prof. Dr. R. Blume, “Arbeitsgruppe Didaktik
yang dari waktu ke waktu menjadi makin ketat der Chemie II”, Fakultät für Chemie,
mengingat akan keinginan manusia untuk Universität Bielefeld, Germany, 12.6.2001.
mempertahankan lingkungan hidupnya secara
lebih serius merupakan faktor penentu dari 10. Dipl. Ing. Dr. G.R. Simader, “Brennstoff-
pada penggunaan fuel cell ini. zellen-Systeme Energiekonverter für das 21
Pemanfaatan regeneratif energi yaitu angin, Jahrhundert”, EVA-Energieverwertungsa-
udara, matahari akan selalu menjadi energi gentur, Linz, Austria, 11.10.1999.
yang akan sangat diperhitungkan untuk masa
depan, dan energi ini juga sudah masuk dalam
perhitungan penggunaan sistem yang baru
walaupun hasilnya masih belum terlalu dapat
diandalkan secara komersial.
Kesiapan akan teknologi baru yang akan
menggantikan teknologi lama ini, sangat
diharapkan oleh semua pihak baik swasta
sebagai produsen dan masyarakat umum
sebagai pemakai maupun pemerintah dan

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra 99


http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/