Anda di halaman 1dari 17

1

TUGAS PPM
PENGORGANISASIAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
PEMBERDAYAAN KE MASYARAKAT

UNIVERSITAS ANDALAS

Oleh :
KELOMPOK 4 A1

SUCIATI MARLIANASYAM
RICHA DESVISARI
MESHA FERZICA NANDA

1311211010
1311211012
1311211013

2
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat-Nya

penulis

dapat

menyelesaikan

penulisan

lembar

tugas

dengan

judul

Pemberdayaan Dengan Masyarakat Langsung


Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu penulis dengan hati terbuka mengharapkan saran-saran dan
kritikan-kritikan yang membangun demi kesempurnaan tugas yang akandatang.
Selanjutnya dalam kesempatan ini penulis tidak lupa untuk menyampaikan ucapan
terima kasihkepada semua pihak yang telah memberikan dorongan dan bantuan, terutama
kepada :
1. Sebagai dosen pengampu mata kuliah ini di IKM Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas.
2. Rekan-rekan mahasiswa IKM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas
yang seperjuangan serta seluruh pihak terkait yang turut membantu penulis dalam
menyelesaikan tugas ini,

Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak yang
memerlukannya. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan bagi para
pembaca.

Padang, 28 mei 2015

3
Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................1
DAFTAR ISI.................................................................................................................2
BAB 1 : PENDAHULUAN..........................................................................................4
1.1 Latar Belakang....................................................................................................4
1.2 Perumusan Masalah............................................................................................4
1.3 Tujuan.................................................................................................................5
BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................6
2.1 Pengertian Promosi Kesehatan...........................................................................6
2.2 Pengertian Pemberdayaan...................................................................................6
2.2.1 Tujuan Pemberdayaan..................................................................................6
2.2.2 Prinsip Pemberdayaan.................................................................................7
2.3 Pengertian Sanitasi Perumahan...........................................................................7
2.3.1 Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Rumah...........8
2.3.2 Syarat-Syarat Rumah yang Sehat................................................................8

4
2.4 Pengertian Tanaman Obat Keluarga.................................................................12
2.4.1 Manfaat TOGA..........................................................................................12
BAB 3 : PEMBAHASAN..........................................................................................13
3.1 Latar Belakang Keluarga I................................................................................13
3.2 Latar Belakang Keluarga II..............................................................................14
BAB 4 : PENUTUP....................................................................................................17
4.1 Kesimpulan.......................................................................................................17
4.2 Saran.................................................................................................................17
LAMPIRAN

BAB 1 : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam
keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua
pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di
hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya
masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan
yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam
keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan
masyarakat.Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:Ayah
sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah,
pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari
kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota

6
masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai
peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya,
pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota
masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarganya Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan
tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
1.2 Perumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan ?
2. Bagaimana kondisi rumah ,jamban,lantai, ventilasi dari rumah yang

dikunjungi ?

3. Bagaimana sosialisasi narasumber dengan warga sekitar ?


4. Apakah sudah adanya penyuluhan tentang bumil,balita,lansia,dan dalam
bentuk apa ?
5. Apakah hasil penyuluhan di terapkan di masing-masing rumah ?
6. Bagaimana sumber air dan kondisinya ?
7. Bagaimana bentuk limbah apakah sudah di buang di tempat yang tepat ?
1.3 Tujuan
Mengetahui kondisi masyarakat apakah telah sesuai dengan kriteria rumah sehat dan
mengetahui bagaimana bentuk sosialisi dan aktivitas yang ada di masyarakat.
BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Promosi Kesehatan


Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya

hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan
kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekedar pengubahan gaya
hidup saja, namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih
mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.

7
2.1 Pengertian Pemberdayaan
Sehat adalah keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan sosial yang
memungkinan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pemberdayaan
Masyarakat di bidang kesehatan adalah suatu proses yang dilaksanakan secara sistematis dan
berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahunan dan pemahaman masyarakat terhadap
kesehatan sehingga memiliki kemampuan :

menetapkan dan merumuskan kesepakatan masyarakat tentang masalah kesehatan


menetapkan dan merumuskan kesepakatan masyarakat tentang tata cara penyelesaian

masalah kesehatan
menetapkan dan merumuskan kesepakatan masyarakat tentang peran dan tanggung

jawab setiap anggota masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan


melaksanakan cara penyelesaian masalah kesehatan sesuai kesepakatan
memantau dan menilai hasil yang dicapai untuk pengembangan pemberdayaan
masyarakat selanjutnya

2.1.1 Tujuan Pemberdayaan


Tujuan pemberdayaan yaitu untuk meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku
setiap anggota masyarakat dalam bidang kesehatan sehingga setiap anggota masyarakat:

Miminal : mampu menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dalam kehidupan sehari-hari


Optimal : mampu berperan aktif dalam melaksanakan berbagai program pembangunan
kesehatan

2.1.2 Prinsip Pemberdayaan


1. Disesuaikan dengan norma, tata nilai, adat istiadat, sosial budaya serta kepercayaan
masyarakat setempat
2. Menerapkan semangat gotong royong dengan memberikan peran dan tanggungjawab
kepada setiap anggota masyarakat sesuai dengan kemampuan
3. Menempatkan setiap anggota masyarakat sebagai subjek, bukan objek kegiatan, yang
ditandai setidak-tidaknya oleh:

Kebebasan mengemukakan pendapat (voice)


Kebebasan mengambil keputusan (choice)

4. Melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara seimbang

Melayani (to serve)

Mendukung (to advocate)

Mengkritisi (to watch)

5. Pemerintah bersikap terbuka, bertanggung jawab dan tanggap serta berperan sebagai
pendorong, fasilitator dan pemberi bantuan kepada setiap program pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan.
2

Pengertian Sanitasi Perumahan


Sanitasi adalah menciptakan keadaan lingkungan yang baik atau bersih untuk
kasehatan.
Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal
yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu kelengkapan dasar fisik lingkungan,
misalnya penyediaan air minum, pembuangan sampah, listrik, telepon, jalan, yang
memungkinkan lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya dan sarana
lingkungan yaitu fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan serta
pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya, seperti fasilitas taman bermain, olah
raga, pendidikan, pertokoan, sarana perhubungan, keamanan, serta fasilitas umum lainnya.
Jadi sanitasi perumahan adalah menciptakan keadaan lingkungan perumahan yang

baik atau bersih untuk kasehatan.


1

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Rumah


a

Faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial.


Maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana
rumah itu didirikan. Di pegunungan ataukah di tepi pantai, di desa ataukah dikota, di
daerah dingin ataukah di daerah panas, di daerah pegunungan dekat gunung berapi
(daerah gempa) atau di daerah bebas gempa dan sebagainya.
Rumah didaerah pedesaan, sudah barang tentu disesuaikan kondisi social
budaya pedesaaan, misalnya bahanya, bentuknya, menghadapnya, dan lain
sebagainya.Rumah didaerah gempa harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan
namun harus kokoh, rumah didekat hutan harus dibuat sedemikian rupa sehingga

aman terhadap serangan-serangan binatang buas.


Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat

9
Hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan keuangan
penghuninya, untuk itu maka bahan-bahan setempat yang murah misal bambu,kayu
atap rumbia dan sebagainya adalah merupakan bahan-bahan pokok pembuatan
rumah.Perlu dicatat bahwa mendirikan rumah adalah bukan sekedar berdiri pada saat
itu saja, namun diperlukan pemeliharaan seterusnya (Notoadmojo, 2003).
2

Syarat-Syarat Rumah yang Sehat


Persyaratan kesehatan perumahan adalah ketentuan teknis kesehatan yang wajib

dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni dan masyarakat yang bermukim di perumahan
dan masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan. Persyaratan kesehatan
perumahan yang meliputi persyaratan lingkungan perumahan dan pemukiman serta
persyaratan rumah itu sendiri, sangat diperlukan karena pembangunan perumahan
berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat.
Persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman menurut
Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No. 829/Menkes/SK/VII/1999 meliputi
parameter sebagai berikut :
1 Lokasi
Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran

lahar, tanah longsor, gelombang tsunami, daerah gempa, dan sebagainya


Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau

bekas tambang
Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti jalur

pendaratan penerbangan.
Kualitas Udara
Kualitas udara di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas

beracun dan memenuhi syarat baik mutu lingkungan sebagai berikut :


Gas H2S dan NH3 secara biologis tidak terdeteksi
Debu dengan diameter kurang dari 10 g maksimum 150 g/m3
Gas SO2 maksimum 0,10 ppm
Debu maksimum 350 mm3/m2 per hari.
3 Kebisingan dan Getaran
Kebisingan dianjurkan 45 dB.A, maksimum 55 dB.A
Tingkat getaran maksimum 10 mm/detik .
4 Kualitas Tanah di Daerah Perumahan dan Pemukiman

10
Kandungan Timah hitam (Pb) maksimum 300 mg/kg
Kandungan Arsenik (As) total maksimum 100 mg/kg
Kandungan Cadmium (Cd) maksimum 20 mg/kg
Kandungan Benzo(a)pyrene maksimum 1 mg/kg
5 Prasarana dan Sarana Lingkungan
Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluargadengan konstruksi

yang aman dari kecelakaan


Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor penyakit
Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan konstruksijalan tidak
mengganggu kesehatan, konstruksi trotoar tidak membahayakan pejalan kaki dan
penyandang cacat,jembatan harus memiliki pagar pengaman, lampu penerangan

jalan tidak menyilaukan mata


Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitasair yang memenuhi

persyaratan kesehatan
Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tangga harus memenuhi

persyaratan kesehatan
Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan
Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan,komunikasi, tempat kerja,

tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dan lain sebagainya


Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan penghuninya
Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidakterjadi kontaminasi

makanan yang dapat menimbulkankeracunan.


6 Vektor Penyakit
Indeks lalat harus memenuhi syarat
Indeks jentik nyamuk dibawah 5%.
7 Penghijauan
Pepohonan untuk penghijauan lingkungan pemukimanmerupakan pelindung
dan juga berfungsi untuk kesejukan,keindahan dan kelestarian alam

Adapun ketentuan persyaratan kesehatan rumah tinggal menurut Kepmenkes


No. 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut :
a

Bahan Bangunan
1

Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan bahan yang dapat g/m2,
membahayakan kesehatan, antara lain : debu total kurang dari 150 asbestos kurang

dari 0,5 serat/m 3 per24 jam, plumbum (Pb) kurang dari 300 mg/kg bahan.
Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya
mikroorganisme patogen.

11
3

Komponen dan penataan ruangan


1.
Lantai kedap air dan mudah dibersihkan.
2.
Dinding rumah memiliki ventilasi, di kamar mandi dan kamarcuci
kedap air dan mudah dibersihkan.
Langit-langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan.
Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petir.
Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.
Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap.
Pencahayaan,Pencahayaan alam dan/atau buatan langsung maupun

3.
4.
5.
6.
7.

tidak langsung dapat menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan


minimal 60 dan tidak menyilaukan mata.
b Kualitas Udara
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Suhu udara nyaman antara 18 30 oC;


Kelembaban udara 40 70 %;
Gas SO2 kurang dari 0,10 ppm/24 jam;
Pertukaran udara 5 kaki3/menit/penghuni;
Gas CO kurang dari 100 ppm/8 jam;
Gas formaldehid kurang dari 120 mg/m3.
Ventilasi. Luas lubang ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% luas
lantai.

Vektor Penyakit
Tidak ada lalat, nyamuk ataupun tikus yang bersarang di dalam rumah.

d Penyediaan Air
1.

Tersedia sarana penyediaan air bersih dengan kapasita minimal 60 liter/

2.

orang/hari;
Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum

menurut Permenkes 416 tahun 1990 danKepmenkes 907 tahun 2002.


3.
Sarana penyimpanan makanan yaitu Tersedia sarana penyimpanan makanan
yang aman .
e

Pembuangan Limbah
1.

Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemarisumber air, tidak

menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah.


2.
Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak
mencemari permukaan tanah dan airtanah.
f

Kepadatan Hunian
Luas kamar tidur minimal 8 m2 dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang
tidur.Persyaratan tersebut diatas berlaku juga terhadap kondominium, rumah susun

12
(rusun), rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan) pada zona pemukiman. Pelaksanaan
ketentuan mengenaipersyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman
menjadi tanggung jawab pengembang atau penyelenggara pembangunan perumahan,
dan pemilik atau penghuni rumah tinggal untuk rumah.
3

Pengertian Tanaman Obat Keluarga


Tanaman Obat Keluarga berguna untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupan,

termasuk keperluan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan secara tradisional karna obat
yang berasal dari sumber bahan alami khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya
dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat.
1

Manfaat TOGA
Beberapa manfaat tanaman obat keluarga antara lain :
a
b
c
d
e

Sebagai pelengkap obat-obatan keluarga yang bersifat tradisional


Bernilai tambah estetika bila di tata dengan apik dan rapi
Memberi Contoh Cara Pemanfaatan Lingkungan Pekarangan
Menambah Nilai Keasrian dan Kesejukan Halaman pekarangan rumah
Tentunya dapat kelola dengan baik dan dapat menghasilkan pendapatan tambahan.

BAB 3 : PEMBAHASAN

13
3.1 Latar Belakang Keluarga I
Rumah yang kami kunjungi berada di rumah jati gadang belakang kawasan fakultas
kesehatan masyarakat. Kami mengunjungi 2 rumah yang bersebelahan. Rumah pertama yang
kami kunjungi yaitu rumah ibu nel dengan 3 anak perempuan sehingga rumah itu dihuni oleh
5 anggota keluarga termasuk suaminya.

Kondisi rumah ibu nel sudah baik terlihat dari bentuk rumah yang sudah di semen dan
sudah rapih hanya saja kurang dalam hal pepohonan, kondisi rumah :
1. Bentuk rumah dan kondisinya .
Bentuk rumah Ibu Nel sudah baik, rumah bu nel sudah di lantai keramik, dan
rumahnya terlihat bersih kondisi ventilasi cukup namun bentuk ventilasi cukup kecil,
pencahayaan di rumah ibu nel agak kelam namun masih sesuai dengan rumah sehat.
Kamar mandi serta jamban di rumah ibu nel sudah baik dan jamban sudah bagus
karena menggunakan tempat jamban yang sesuai dengan standar.
2. Bagaimana bentuk sosialisasi dengan masyarakat sekitar dan apakah telah
mendapatkan penyuluhan.
Bentuk sosialisasi dari keluarga nel cukup baik, dan setelah mendapatkan
wawancara bu nel tidak pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan dan belum ada
dinas kesehatan atapun mahasiswa yang berada di sana.

3. Respon dari keluarga ibu nel


Respon keluarga cukup baik, namun ibu nel sedikit agak takut di wawancara
dan agak sulit menjawab pertanyaan yang kami ajukan, karena mungkin malu.

14
4. Apakah sudah adanya penyuluhan dan di terapkan di rumah.
Dari wawancara yang kami ambil bersama keluarga ibu nel, sang anak pertama
yang duduk di kelas 3 smp sudah mendapatkan penyuluhan phbs yaitu cuci tanggan
dengan sabun namun belum dapat di terapkan karena sulit dan memakan waktu yang
lama.
5. Sumber air
Sumber air di rumah ibu nel menggunakan air ledeng atau air PDAM namun
kondisi air yang cukup sulit karena hanya sedikit air yang mengalir sehingga ibu nel
harus menampung air banyak-banyak untuk mencukupi kebutuhan air. Karena air
pdam hanya 2 kali sehari bahkan tidak tentu adanya.
6. Bagaimana dengan pembuangan limbah rumah tangga
Limbah sampah di buang di depan rumah dengan di sangkutkan ke pagar
rumah yang diambil oleh petugas sampah 2 kali seminggu pada sore hari. Kemudian
adanya iuran sampah sebanyak 10.000 selama seminggu. Kemudian ada dibuat
sepitank di rumah ibu nel sebagai saluran limbah. Dan limbah cair hasil cuci di buang
ke got-got depan rumah.
7. Apakah terdapat tanaman obat.
Di belakang rumah bu nel terdapat halaman rumah yang tifak begitu besar
namun sudah ditanami dengan berbagai tanaman hias dan tanaman obat seperti
kunyit,dll.
3.2 Latar Belakang Keluarga II
Kondisi keluarga ke dua ini kami ambil berada di samping rumah ibu nel, dengan
pemilik ibu Rosmita . Ibu Rosmita memiliki 3 anak terdiri 2 anak laki-laki dan 1 anak
perempuan. Anak perempuan ibu rosmita sudah duduk di kelas 5 SD, anak kedua bu rosmita
berusia 6 tahun dan anak ke tiga ibu rosmita berusia 2 tahun. Bentuk rumah ibu rosmita
sedikit kecil dan beralas kayu sebagai dindingnya. Ibu rosmita hidup dalam 5 anggota
keluarga temasuk suaminya, rumah ibu rosmita hanya berlantaikan semen saja.

15

1. Bentuk rumah dan kondisinya.


Bentuk rumah dari ibu rosmita cukup kecil dan berdinding kayu, dihalam
depan rumah ibu rosmita langsung ke tepi jalan dan hanya ada semen di bagian depan.
Kondisi rumah cukup sederhana dan seadanya terlihat dari ventilasi yang hanya di
tutupi oleh kawat-kawat. Kemudian letak ruang tamu yang sedikit sempit dan
kurangnya pencahayaan rumah. Ibu rosmita telah memiliki jamban namun tidak dapat
di perlihatkan.
2. Bagaimana bentuk sosialisasi dengan masyarakat sekitar dan apakah telah
mendapatkan penyuluhan.
Bentuk sosialisasi dari ibu rosmita sangat baik, selalu bersosialisai karena
memiliki anak yang aktif juga sehingga sekalian mengawasi sang anak. Penyambutan
dari ibu rosmita terhadap kami juga baik terlihat dengan baiknya menerima kami dan
memberikan jawaban-jawaban yang sesuai dengan yang kami harapkan, ibu rosmita
sangat ramah dan tidak menutupi apa yang dibicarakan . setelah wawancara ibu
rosmita tidak pernah lagi mendapatkan penyuluhan dulu pernah ada mahasiswa yang
menggunjungi rumahnya dan melakukan penyeluhan kepada dirinya untuk kesehatan.
3. Respon dari keluarga ibu rosmita.
Respon keluarga ibu rosmita sangat baik dan menyampaikan kondisi keluarga
yang apa adanya.
4. Apakah penyuluhan tersebut sudah di lakukan di keluarga.
Ibu nel sudah menerapkan kesehatan yaitu dengan memberikan imunisasi
lengkap terhadap anaknya tanpa takut akan dampak-dampak yang saat ini sering di
takutkan ibu lainnya.
5. Sumber air

16
Sumber air dari ibu nel dengan menggunakan air ledeng ataupun air PDAM
dengan kondisi yang sama yaitu sangat sulit airnya.
6. Limbah
Limbah rumah tangga langsung di buang ke got-got dan bentuk got yang ada
di depan rumah ibu rosmita sangat dekat dan tidak terlalu dalam sehingga sangat
rawan dan dapat dengan mudah orang masuk ke dalamnya. Selain itu air got berwarna
hijau kehitam-hitaman dan ditumbuhi lumut. air got yang tergenang dan tidak ditutupi
ini memungkinkan untuk menjadi tempat perindukan bagi nyamuk.
BAB 4 : PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Untuk mewujudkan visi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu adanya
upaya-upaya baik bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang perlu dilakukan
dari berbagai pihak tenaga medis, tenaga kesehatan maupun pihak-pihak eksternal baik
pemerintah maupun lintas sektor kesehatan. Untuk mencapai kesehatan tersebut, tentu dimulai
dari unit kecil yaitu individu dan lingkungan keluarga. Dengan memberikan pengetahuan
kepada masyarakat bagaimana pola perilaku hidup bersih dan sehat. Masih sedikit keluarga
yang telah memenuhi standar rumah sehat dan berperilaku hidup sehat sehingga peran tenaga
kesehatan dalam promotif dan preventif sangat dibutuhkan untuk dapat memberdayakan
masyarakat. Pemberdayaan inilah yang menentukan keberhasilan tujuan untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
4.2 Saran
Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan agar lebih merata dan tidak pilih-pilih
orang serta pelaksanaannya dalam jangka waktu yang relatif lama agar mendapatkan
perubahan yang lebih baik dan meluas sehingga masyarakat pun dapat membiasakan diri
untuk mencapai kesehatan masyarakat melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
LAMPIRAN

17
Rumah keluarga I

Rumah keluarga II