Anda di halaman 1dari 2

PRAKTIKUM FISIKA KELAS XII IPA

Hari/Tanggal:__________/_______
Nama

Eleonora Utami

Kelas

XII IPA 1 / 5

PERCOBAAN : RESONANSI BUNYI


Tujuan:
menentukan cepat rambat bunyi di udara ( v )
Teori : (lihat gambar berikut)
Dengan bantuan slang plastik/karet, reservoir R dan tabung kolom udara (disebut
tabung resonan) dihubungkan satu sama lain sehingga membentuk bejana
berhubungan.
Susunan tersebut kemudian diisi air hingga penuh.Garputala/speaker yang
frekwensinya telah diketahui dijepit dan digetarkan secara terus-menerus di atas tabung
kolom udara.
Selama garpu tala bergetar, reservoir R diturunkan
perlahan-lahan, sehingga air dalam tabung kolom udara ikut turun dan gelombang
bunyi merambat dalam tabung kolom udara. Gelombang yang merambat ini
dipantulkan
permukaan air sehingga antara gelombang yang datang dan yang dipantulkan terjadi
interferensi. Ketika panjang tabung kolom udara (2n +1 ) 1/4 dengan n = bilangan
cacah, maka terjadi interferensiyang konstruktif, interferensi yang saling memperkuat
(Ingat interferensi pada ujung terikat dan pipa organa tertutup !).
Dikatakan pada saat itu antara garpu tala dan udara dalam tabung kolom udara terjadi
resonansi (udara ikut bergetar karena ada garpu tala yang bergetar). Jika A, B, C dan
seterusnya merupakan tempat terjadinya resonansi pertama, kedua, ketiga dan
seterusnya, maka : Jarak AB = BC = 1/2 dan AC = , sehingga panjang
gelombangnya ( ) dapat diukur. Karena pada saat terjadi resonansi, frekwensi yang
bergetar sama, maka frekwensi udara yang bergetar sama dengan frekwensi garpu tala.
Dengan demikian cepat rambat bunyi di udara dapat dihitung dengan rumus:

v =f .

Alat-alat yang diperlukan:


1. Tabung resonansi
2. Speaker
3. Sumber getar
4. Air
Pelaksanaan:
1) Isi tabung kolom udara dan reservoir R hingga penuh
2) Hidupkan sumber getar pilih untuk frekunesi tertentu,
3) Cari tempat terjadinya resonansi pertama, kedua, dst. Dengan jalan menurunkan air dalam reservoir R. (Saat terjadi
resonansi, ditandai suara yang agak nyaring !). Catat skala tempat terjadinya resonansi-resonansi tersebut
4) Ulangi pelaksanaan 2 & 3 untuk frekuensi yang yang lain.
5) Tabelkan datanya dalam tabel data pengamatan.

Data Pengamatan
No
Frekunsi

Resonansi 1

Resonansi 2

18

56

450

0,74

333

v
2

2
3
4
5
6
7

550
650
750
800
900
1000

Cari kesalahan relatif =

15
13
11
11
9
8

45
39
34
32
28
25

0,60
0,52
0,45
0,43
0,37
0,33
Rata-rata

330
338
337
344
333
330
335

5
3
2
9
2
5
4

v
x 100 =2,94
v

Pembahasan
Pada praktikum kali ini, saya bersama kelompok saya mendapat alat praktikum yang serupa sesuai dengan di gambar.
Mula-mula saya dan kelompok mengatur frekuensi awal dan akhirnya kami memilih frekuensi 450 Hz. Untuk mengetahui
resonansi pertama, kami harus menaik turunkan wadah yang berisi air yang tersambung ke tabung resonansi agar bisa
mengetahui di titik mana resonansi suara 1 terdengar. Ternyata resonansi suara 1 terdengar di titik 18. Lalu, kami
menurunkan kembali wadah berisi air tersebut untuk mengetahui di mana letak resonansi kedua, dan ternyata resonansi
kedua terletak dititik 56. Kami m
kelompok saya menghitung

elakukan percobaan ini selama 7 kali. Setelah mendapatkan semua data, saya dan
dengan menggunakan rumus :

(Resonansi 2 Resonansi 1) x 2

( 14 34 ) x 2

Setelah mendapatkan hasil lamda, saya dan teman-teman saya menghitung v dengan menggunakan rumus

v =f .

Dari situ didapatkan data seperti tercantum di atas. Lalu, saya mencari rata-rata dari kecepatan dengan cara menjumlahkan
semua data kecepatan lalu dibagi 7 dan diapatkan rata-rata sebesar 335. Setelah mendapatkan rata-ratasaya menghitung
selisih antara tiap data kecepatan yang saya dapatkan dengan rata-rata kecepatan tadi. Setelah semua data terkumpul, saya
mencari rata-rata dari selisih kecepatan tersebut.
Setelah itu, saya mencari kesalahan relative dengan menggunakan rumus yang tertera di atas dan diapatkan kesalah
relative sebesar 2,94%. Kesalahan-kesalahan ini bisa terjadi karena :
1. Saat praktikum berlangsung, karena semua siswa melakukan percobaan bersamaan, suara dari alat kelompok saya
kurang terdengar sehingga suara resonansi seringkali tertukar dengan yang lain atau bahkan tidak terdengar sama
sekali.
2. Kesalahan dalam pembacaan skala

Kesimpulan
Untuk menentukan kecepatan, ditentukan oleh penjang gelombang dan frekuensi yang dihasilkan. Kecepatan suara yang
di dapatkan yaitu 335 m/s.