Anda di halaman 1dari 9

MANFAAT INFORMASI AKUNTANSI

FASB menyadari bahwa terdapat perbedaan dan kemajemukan pemakai informasi


keuangan. Namun dalam kenyataanya, FASB memfokuskan pada kelompok pemakai
utama (investor dan kreditur) yang dianggap lebih tertarik pada jumlah, waktu, dan
ketidakpastian arus kas di masa depan. Alasan memfokuskan perhatiannya pada investor
dan kreditur karena pemakai-pemakai lainnya memiliki persamaan kepentingan dengan
investor maupun kreditur dan perhitungan manfaat-biaya yang dilakukan FASB terbatas
bagi investor dan kreditur saja.
DATA DAN MODEL AKUNTANSI PENILAIAN PERUSAHAAN
Model penilaian dividen dari Gordon merupakan langkah awal yang sangat
bermanfaat dalam memahami hubungan antara data-data akuntansi dengan nilai
perusahaan. Model ini mengatakan bahwa nilai suatu perusahaan bagi pemegang
sahamnya adalah nilai sekarang dari dividen-dividen yang diharapkan akan diterima di
masa yang akan datang.
Beaver mempergunakan model penilaian dividen untuk merumuskan peran laba
akuntansi dalam penilaian perusahaan sebagai berikut:
1. Harga-harga surat berharga saat ini didefinisikan sebagai suatu fungsi dari
dividendividen yang diharapkan akan diterima di masa yang akan datang.
2. Deviden masa depan itu sendiri merupakan fungsi dari laba operasi masa depan.
3. Laba akuntansi dapat dipergunakan untuk menilai laba operasi dimasa depan.
Oleh karena itu, informasi laba periode berjalan merupakan data yang informatif karena
kemampuannya untuk memprediksi laba dan deviden masa depan.
Miller dan Modigliani, menyatakan bahwa nilai teoritis perusahaan dapat
diselusuri ke dalam hasil penelitian, mereka mengemukakan bahwa kebijakan dividen
tidak relevan untuk penilaian (valuation) suatu perusahaan. Dengan mengabaikan
dampak pajak, mereka menunjukkan bahwa nilai perusahaan dapat ditentukan tanpa
dipengaruhi oleh dividen, yaitu dengan nilai sekarang (present value) dari arus kas masa
depan.
FASB mengadopsi (secara implisit) model penilaian dengan arus kas. Dalam
SFAC No.1 peranan pelaporan keuangan disebutkan antara lain membantu investor,
kreditur dan pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian prospek
1

arus kas bersih perusahaan. Lebih lanjut, FASB menyatakan bahwa sistem akuntansi
akrual dan angka laba akrual lebih berguna bagi tujuan ini dibandingkan sistem kas
basis yang lebih sederhana.
..akuntansi akrual pada umumnya memberikan indikasi yang lebih baik mengenai
kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan cash flow yang menguntungkan
baik saat ini maupun di masa yang akan datang, dibandingkan dengan informasi yang
terbatas pada efek finansial dari penerimaan dan pengeluaran kas (SFAC No.1, Kata
Pengantar).
Beaver sependapat dengan pernyataan ini dan berargumentasi bahwa akrual
dapat dipandang sebagai suatu bentuk peramalan masa yang akan datang Terdapat
bukti empiris bahwa arus kas masa yang akan datang diproyeksikan dengan lebih baik
dengan menggunakan data akrual dari pada data arus kas. Dan dalam penelitian pasar
modal, harga harga surat berharga lebih tinggi korelasinya dengan laba akrual dari pada
arus kas atau aliran modal kerja.
Implikasi dari literatur teoritis ini adalah bahwa sistem akuntansi akruallah yang
digunakan sebagai atribut dalam menentukan penilaian perusahaan, yaitu data arus kas
bersih. Namun demikian, nilai informasi dalam pelaporan keuangan bagi investor bukan
dilihat dari peranannya sebagai catatan historis, namun lebih pada kegunaannya dalam
merevisi penilaian investor terhadap arus kas masa depan.
Teori Surplus Bersih
Suatu teori baru mengenai penilaian surat-surat berharga yang lebih dekat dengan
konsep dan angka akuntansi adalah CST dari Ohlson, Feltham, dan Ohlson. Inti metode
ini dalah nilai buku ekuitas sama dengan nilai buku awal ditambah laba dikurangi
dividen. Dasar premis yang digunakan adalah bahwa semua elemen laba dan rugi masuk
ke income, yang membentuk surplus bersih.
Penilaian ekuitas perusahaan akan didasarkan pada nilai buku awal periode
ditambah nilai sekarang dari laba abnormal yang diharapkan terjadi di masa depan.
Laba abnormal adalah laba di atas laba normal yang diharapkan. Jadi laba abnormal
adalah jumlah selisih di atas atau di bawah (biasanya di atas) laba normal yang
diharapkan. Laba normal sama dengan nilai buku awal periode dikalikan dengan biaya
modal ekuitas.
Beaver membahas penyebabnya meningkatnya laba abnormal, yaitu:

1. Dalam memilih projek investasi, selisih positif nilai sekarang di atas biaya projek
tidak dicantumkan di neraca.
2. Banyak prosedur penandingan (matching) dan pengakuan (recognition) dalam
konsep biaya historis cenderung bersifat konservatif.
NILAI INFORMASI BAGI INVESTOR
Seperti telah disebutkan sebelumnya, manfaat informasi akuntansi bagi investor telah
diinvestigasi secara empiris melalui hubungan antara data akuntansi yang tersedia untuk
publik dengan perubahan harga sekuritas perusahaan. Jika ada hubungan yang
signifikan, maka ada bukti bahwa informasi akuntansi berguna bagi penilaian
perusahaan. Terdapat beberapa studi dalam hal ini antara lain:
1. Efficient-Market Hypotesis (EMH), model ini mengacu kepada kecepatan respon
adanya pengumuman informasi baru tentang sekuritas di pasar modal. Ada 3 bentuk
EMH yaitu :
1. Bentuk yang lemah, menyatakan bahwa harga sekuritas mencerminkan
informasi yang terkandung dalam urutan harga-harga masa lalu (historis);
2. Bentuk yang semi-kuat, menyatakan bahwa harga-harga mencerminkan semua
informasi baik masa lalu maupun masa kini yang tersedia bagi publik;
3. Bentuk yang kuat, menyatakan bahwa harga-harga mencerminkan semua
informasi (baik yang publik maupun yang privat).
2. Dasar teori penelitian pasar modal atau harga sekuritas, berasal dari teori portofolio,
yaitu teori tentang pilihan investasi yang rasional dan memaksimumkan utilitas.
Secara sederhana dinyatakan bahwa: risiko dapat dikurangi dengan memegang
investasi portofolio. Risiko yang dapat dihapuskan disebut sebagai risiko yang tidak
sistematik (dapat didiversifikasi), sedangkan risiko portofolio sisanya disebut risiko
sistematik (tidak dapat didiversifikasi). Dalam teori portofolio, risiko sistematik
didefinisikan sebagai selisih atau penyimpangan dari return investasi yang
diharapkan.
3. Capital Asset Pricing Model (CAPM) telah dikembangkan untuk menentukan harga
saham secara individu. Langkah pertamanya adalah menghubungkan risiko sekuritas
secara individu dengan pasar secara keseluruhan. Pasar dianggap sebagai portofolio
yang didiversifikasi. Suatu hubungan dibuat antara return dari saham secara individu
dan return pasar dalam suatu periode waktu tertentu. Jika tingkat return dari saham
secara individu > dari rata-rata pasarnya, maka risiko sistematiknya juga harus lebih
besar, karena adanya hubungan langsung antara tingkat risiko dengan return yang
3

diharapkan. Return yang lebih tinggi harus dibarengi dengan risiko yang lebih tinggi
juga.
Kandungan Informasi dari Pengumuman Laba
Bukti yang paling kuat yang dihasilkan dari riset pasar modal adalah mengenai
kandungan informasi dari angka-angka laba akuntansi tahunan. Suatu studi yang
dipublikasikan pada tahun 1968 menunjukkan bahwa arah perubahan laba akuntansi
yang dilaporkan (dari tahun sebelumnya) berkorelasi positif dengan perubahan harga
sekuritas. Studi itu juga menemukan bahwa perubahan harga mengantisipasi hasil laba,
dan bahwa tidak ada perubahan harga abnormal sebulan setelah pengumuman laba. Hal
ini konsisten dengan bentuk semi-kuat dari hipotesis pasar yang efisien. Hasil ini
tidaklah mengherankan. Kita akan mengharapkan laba akuntansi menjadi bagian dari
informasi yang digunakan oleh investor dalam menilai risiko dan return.
Kebijakan Akuntansi Alternatif dan Harga Sekuritas
Jenis riset harga sekuritas yang lebih kompleks telah melakukan pengujian
mengenai efek dari kebijakan akuntansi alternatif terhadap harga sekuritas. Tujuan awal
pengujian ini untuk menginvestigasi apa yang disebut sebagai hipotesis investor yang
naif. Riset telah menunjukkan bahwa harga sekuritas bereaksi terhadap angka-angka
laba akuntansi. Kebijakan akuntansi alternatif, misalnya kebebasan dalam memilih
metode depresiasi dan persediaan, dapat mempengaruhi laba yang dilaporkan, tidak
berdampak pada arus kas perusahaan.
Alternatif Yang Tidak Mempengaruhi Arus Kas
Salah satu studi yang paling awal adalah yang membandingkan perusahaan yang
menggunakan metode penyusutan yang dipercepat (akselerasi) dengan yang
menggunakan garis lurus. Perbedaannya, yaitu:
Menyajikan angka laba akuntansi yang berbeda karena mereka menggunakan
metode depresiasi yang berbeda.
Perbedaan dalam multiple price-earnings. Perusahaan yang menggunakan metode
akselerasi mempunyai laba yang lebih rendah, namun multiple price-earningnya
lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang menggunakan garis lurus.
Walaupun demikian, ketika laba perusahaan yang menggunakan metode akselerasi
disesuaikan (ajusmen) ke metode garis lurus, maka price-earningnya antara kedua
kelompok itu tidak berbeda secara signifikan.
Alternatif Yang Berpengaruh Terhadap Arus Kas: Pendekatan LIFO
4

Satu jenis perubahan kebijakan akuntansi yang memang menimbulkan reaksi


terhadap harga sekuritas adalah perubahan akuntansi persediaan dari FIFO ke LIFO.
Perubahan ke LIFO dikaitkan dengan perubahan positif harga sekuritas. Walaupun
demikian, LIFO telah menurunkan laba akuntansi pada periode dimana harga-harga
persediaan meningkat. Dalam periode ketika harga persediaan meningkat, beban pajak
akan menurun untuk perusahaan yang memakai LIFO, dalam hal ini arus kas
terpengaruh secara riil akibat perubahan kebijakan akuntansi.
Alternatif Dengan Konsekuensi Arus Kas Tidak Langsung-Teori Keagenan
Konsekuensi

tak

langsung

terjadi

saat

perubahan

kebijakan

akuntansi

mempengaruhi nilai perusahaan lebih melalui efek tak langsung pada pemilik
dibandingkan pengaruhnya secara langsung pada arus kas perusahaan. Perubahan full
costing ke succesful efforts, dianggap hanya sebagai perubahan dalam pengalokasian
biaya eksplorasi pada laporan laba rugi. Oleh karena itu diharapkan bahwa tak ada
reaksi harga sekuritas yang akan terbukti karena tak ada konsekuensi arus kas langsung
bagi perusahaan.
Beberapa Pertanyaan Lebih Lanjut Mengenai Efisiensi Pasar
Ou dan Penman dalam studi yang ekstensif memunculkan ide tentang analisis
saham fundamental. Analisis fundamental berasumsi bahwa pasar modal adalah tidak
efisien dan bahwa saham-saham yang dihargai kurang dari yang seharusnya dapat
ditemukan dengan melakukan analisis laporan keuangan. Pandangan ini secara langsung
berlawanan dengan pandangan pasar efesien yang menganggap bahwa harga sekuritas
mencerminkan semua informasi yang tersedia bagi publik (bentuk semi-kuat dari
hipotesis itu). Pengukuran yang dipergunakan adalah akuntansi tradisional, seperti
return on asset, rasio marjin kotor, dan prosentase perubahan aktiva lancar dalam suatu
model multivariate untuk memprediksi apakah laba tahun-tahun yang mengikuti akan
meningkat atau menurun. Jadi riset Ou dan Penman ini mengindikasikan bahwa pasar
tidaklah seefisien seperti yang dikatakan dan dipercaya oleh para pendukungnya, dan
bahwa analisis fundamental masih penting dilakukan untuk tujuan investasi. Studi ini
juga mengimplikasikan bahwa standar akuntansi yang lebih baik bisa meningkatkan
kemampuan prediktif dari informasi akuntansi.
Lev memusatkan studinya pada isu yang melengkapi faktor-faktor yang dipelajari
oleh Ou dan Penman. Khususnya, adalah poin yang meliputi antar periode dan dalam

satu tahun periode (studi lintas seksi), korelasi antara angka laba dengan return saham
adalah terlalu rendah. Dengan kata lain, laba hanya memiliki sedikit kemampuan untuk
menjelaskan (seperti yang diukur dengan R2, koefisien korelasi) perubahan dalam harga
saham. Lev percaya bahwa salah satu alasan untuk situasi ini adalah rendahnya kualitas
angka laba yang dilaporkan.
Jadi paper Lev, Ou dan Penman adalah saling melengkapi karena yang satu
menemukan penjelasan yang lemah mengenai hubungan antara laba dan return saham,
sementara yang lain melihat adanya peranan prediktif data akuntansi di pasar yang bisa
saja kurang efisien dari pada yang dikira sebelumnya.
Aliran Pasca Pengumuman Laba
Abarbanell dan Bushee menyimpulkan bahwa para analis kurang merespon tandatanda yang sangat fundamental pada sekuritas, yang pada gilirannya dapat membawa
pada peramalan yang salah yang dapat mengakibatkan penyesuaian harga sekuritas yang
tidak lengkap. Sloan menemukan bukti bahwa pemegang saham tidak dapat
membedakan dengan baik mana porsi laba yang mengakibatkan arus kas dan mana yang
akrual.
Informasi Akuntansi dan Penentuan Risiko
Riset pasar modal telah menginvestigasi kegunaan angka akuntansi untuk
menentukan risiko sekuritas dan portofolio. Studi-studi ini telah menemukan korelasi
tinggi antara variasi laba akuntansi dengan beta, yaitu ukuran risiko pasar. Korelasi yang
tinggi ini mengimplikasikan bahwa data akuntansi dapat berguna untuk menentukan
risiko. Beberapa riset lainnya telah berupaya untuk menentukan apakah kebijakan
akuntansi alternative mempunyai dampak terhadap risiko. Tujuan riset semacam ini
adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kebijakan atau pengungkapan akuntansi
alternatif bisa mempengaruhi kegunaan angka akuntansi untuk menentukan risiko.
Studi-studi lainnya menguji hubungan antara rasio-rasio finansial dengan beta.
Beberapa rasio dan perhitungan yang diuji, termasuk dividend pay-out ratio, leverage,
tingkat pertumbuhan, ukuran aktiva, likuiditas, dan bunga sebelum pajak, juga laba dan
variabilitas laba. Secara umum, pengujian-pengujian ini mengindikasikan adanya
hubungan yang kuat antara rasio berbasis akuntansi dengan pengukuran pasar atas
risiko, yaitu beta.
Ringkasan Penelitian Pasar Modal

Bukti-bukti empiris dari riset pasar modal telah mendukung pernyataanpernyataan berikut ini:
1. Laba akuntansi nampaknya memiliki kandungan informasi dan mempengaruhi harga
sekuritas.
2. Kebijakan akuntansi alternatif yang tidak membawa akibat langsung maupun tak
langsung pada arus kas perusahaan nampaknya tidak mempengaruhi harga sekuritas,
namun isu ini tidak sepenuhnya pasti demikian.
3. Kebijakan akuntansi alternatif yang berakibat langsung atau tak langsung pada arus
kas perusahaan atau pemiliknya memang berpengaruh terhadap harga-harga
sekuritas.
4. Ada insentif untuk memilih kebijakan akuntansi tertentu, jika memungkinkan, yang
berpengaruh terhadap kas secara tak langsung.
5. Pengukuran risiko berbasis akuntansi berkorelasi dengan pengukuran risiko pasar,
menandakan bahwa angka akuntansi berguna sebagai penentu risiko.
Pada awal tahun 1970-an ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa riset
pasar modal dapat digunakan sebagai dasar untuk ;
1. memilih kebijakan akuntansi yang terbaik
2. mengevaluasi konsekuensi ekonomi dari kebijakan akuntansi alternatif terhadap
harga sekuritas.
Kebijakan akuntansi yang paling mempengaruhi harga sekuritas dianggap sebagai
yang paling berguna. Dengan kata lain, kebijakan semacam itulah yang paling
mempunyai kandungan informasi. Argumentasi ini mempunyai segi intuitif karena riset
yang didasarkan secara deduktif telah terbukti tidak mampu untuk memecahkan debat
teori akuntansi normative mengenai bentuk akuntansi yang paling diinginkan.
Survei Terhadap Para Investor
Survei terhadap investor telah dilaksanakan di beberapa negara dan menunjukkan
tingkat kemampuan membaca informasi akuntansi yang rendah. Setengah dari investor
yang disurvei mengindikasikan bahwa mereka membaca laporan keuangan. Tipe survei
lain telahmeminta investor untuk memberi bobot kepentingan tipe-tipe informasi
investasi yang berbeda, termasuk informasi akuntansi.
INFORMASI AKUNTANSI DAN MODEL PENILAIAN LINTAS SEKSI

Model penilaian lintas seksi berupaya untuk mengestimasi model teoritis dari
penilaian ekuitas. Model ini digunakan untuk menyelidiki bagaimana komponen laporan
keuangan berhubungan dengan penilaian pasar terhadap perusahaan. Bila sebuah
komponen disebut dengan aset atau pendapatan, maka komponen tersebut memiliki
hubungan yang positif dengan nilai pasar, demikian pula sebaliknya apabila sebuah
komponen disebut dengan kewajiban atau beban, maka memiliki hubungan yang
negatig dengan nilai pasar.
PERANAN AUDITING DALAM PROSES PELAPORAN KEUANGAN
Asumsi yang mendasari riset pasar modal adalah informasi keuangan yang handal
dan telah sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. Peran independen auditor
adalah membuktikan asumsi dasar tersebut telah dilakukan. Penelitian menemukan jika
pengumuman laba perusahaan yang diikuti dengan penerbitan laporan audit yang
qualified secara rata-rata menyebabkan respon harga saham yang lebih rendah jika
dibandingkan dengan penerbitan laporan audit yang unqualified. Dengan kata lain,
penerbitan laporan audit yang qualified menyebabkan investor menjadi lebih skeptis
terhadap laba perusahaan yang diumumkan.
DATA AKUNTANSI DAN KREDITUR
Beberapa riset yang berbeda telah mengemukakan:
1. Kegunaan dari data akuntansi dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan (meliputi
kredit macet)
2. Hubungan antara data akuntansi dan peringkat obligasi yang dianggap sebagai proxy
resiko kegagalan pembayaran
3. Hubungan antara data akuntansi dengan estimasi premi resiko suku bunga utang
4. Riset eksperimental dalam peran data akuntansi dalam keputusan pemberian kredit.
KEGUNAAN DARI ALOKASI AKUNTANSI
Alokasi akuntansi adalah pengakuan dari jenis biaya yang diakui lebih dari satu
periode akuntansi seperti biaya penyusutan aset tetap, amortisasi godwill, dan
sebagainya. Terdapat banyak metode dalam alokasi akuntansi, tetapi tidak ada cara yang
pasti benar untuk mengalokasikan biaya-biaya tersebut, karena tak ada satu metode
alokasi.

Cara lain untuk menggambarkan dilemma ini adalah dengan menyatakan bahwa
tidak ada alokasi yang sepenuhnya mampu mempertahankan diri melawan metode
lainnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa semua alokasi akuntansi pada
dasarnya bersifat arbitrar. Secara konsep hal ini merupakan ide yang sangat
mengganggu dan memukul inti logika dari konsep akuntansi historical cost. Oleh karena
itu laporan keuangan yang bebas alokasi telah disarankan sebagai cara yang lebih baik
untuk menyajikan informasi yang berguna.
Walaupun demikian, kenyataan bahwa akuntansi alokasi adalah arbitrar tidak
membuktikan bahwa informasi tersebut tidak berguna. Riset pasar modal di area
kebijakan akuntansi alternatif mendukung kearbitraran dari alokasi akuntansi kebijakan
alternatif yang tidak ada pengaruhnya terhadap arus kas tidak berdampak terhadap harga
sekuritas. Hal ini mendukung argumentasi bahwa alokasi adalah arbitrar dan tak
mengandung informasi bagi pemakai.
Karena alokasi memiliki nilai, maka FASB seharusnya mengurangi fleksibilitas
alokasi akuntansi. Dengan adanya bukti dari riset pasar modal, maka tidak ada alasan
untuk membiarkan fleksibilitas arbitrary. Alokasi akan berguna khususnya jika ia
berusaha untuk menyajikan informasi mengenai fenomena yang riil. Hal ini kadangkadang disebut sebagai efficient contracting.