Anda di halaman 1dari 16

Ringkasan

Agama
Untuk Ulangan Blok
Tanggal 2. Maret
2010

Mikael Pratama
Kristyawicaksono
mikael.pratama@yahoo.com

Kelas Sosial – XIA


SMA KOLESE KANISIUS
Jakarta - Indonesia
1. Kondisi Pekerjaan
(Rerum Novarum, Ensilik Paus Leo XIII, 1892)

a. Dalam ensilik ini paus Leo XIII mengkaji masalah para

masyarakat miskin dan buruh miskin di negara


industri.
b. Dia menyatakan prinsip penting yang harus

membimbing jawaban terhadap kebutuhan orang –


orang itu.

c. Kemudian ia memaparkan peranan gereja, para buruh,

dan para majikan.

d. Serta ia memaparkan pula peranan hukum dan instansi

pemerintah dalam kerjasama membangun


masyarakat yang adil.
e. Catatn sejarah: Pemrasan hebat dan kemiskinan yang

luar biasa dialami para buruh di Eropa dan di Amerika Utara

pada akhir abad ke 19 alhirnya mendesak paus Leo XIII untuk


menerbitkan Rerum Novarum. dokumen ini di ilhami oleh salah satu serikat

diJerman yaitu Serikat Fribourg yang merupakan


sebuah gerakan sosial katolik atas permintaan

hirarki di Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat.

• Situasi rakyat miskin dan para buruh:


a. Kemiskinan semakin meluas dan kekayaan
hanya terpusat pada beberapa orang saja.

b. Kemerosotan Moralitas umum.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 2


c. Para buruh diperas oleh majikan-majikan yang tamak.
d. Pemerintah tidak melindungi hak-hak orang
miskin.
• Prinsip- prinsip penuntun:

a. Segalanya diciptakan oleh Allah, mengarah maju kepada


Allah, dan ditebus oleh Allah.

b. Memang orang tidak diciptakan dengan bakat yang berbeda,

tetapi Allah menganugerahkan martabat yang sama pada


semua manusia.

c. Kemampuan berpikir merupakan kodrat dari manusia.


Namun manusia mengatur kemampuan bepikirnya

ersebut dengan akal budi.

d. Kesejahteraan umum merupakan tujuan negara.


e. Martabat manusia yang sejati terletak pada hidup
moral yang baik.
f. Hukum hanya ditaati sejauh hukum itu sesuai dengan
penalaran yang benar dan hukum Allah yang kekal.
g. Kekayaan nasional adalah hasil kerja para buruh.
h. Semua orang memiliki hak untuk memiliki kekayaan

pribadi. Namun Paus Leo XIII menentang menurutnya milik


pribadi harus melayani kesejahteraan umum.
i. Manusia memiliki hak atas hasil dari pekerjaan
mereka, tetapi harus dipergunakan demi
kepentingan semua.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 3


j. Kerja merupakan keharusan dan akan ada
penderitaan dan kesulitan dalam hidup.
k. Kekayaan merupakan halangan untuk kehidupan yang
kekal.

l. Hak milik yang benar berbeda dengan penggunaan


kekayaan secara benar.
• Peranan Gereja

a. Gereja memiliki hak untuk menyatakan


pendapatnya.
b. Dengan menggunakan prinsip Injili gereja dapat

mendamaikan dan menyatukan


pertentangan antar kelas.
c. Tujuan utama gereja adalah memperdamaikan dan

menyatukan kelas-kelas yang saling bertentangan.


d. Gereja mendidik masyarakat untuk bertindak secara adil.

• Hak dan kewajiban para buruh / rakyat miskin dan


majikan-majikan / orang kaya dalam masyarakat.
a. Para buruh dan Rakyat MIskin:
I. Hak:

i. Hak Milik
ii. Dijamin kehidupannya
iii. Mendapatkan hasil atas apa yang telah
mereka lakukan.

iv. Jaminan kesejahteraan bagi keluarganya.


v. Upah yang adil.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 4


vi. Bergabung dalam serikat buruh.
II. Kewajiban:

i. Bekerja dengan baik.


ii. Tidak membahayakan kekayaan

majikannya.
iii. Menghindari kekacuan dan

kekerasan.
iv. Berhemat.

b. Para majikan dan orang-orang kaya:

I. Hak:
i. Milik pribadi.

ii. Pajak yang tidak menekan.

iii. Membentuk perkumpulan swasta.


II. Kewajiban:

i. Tidak memperlakukan buruh sebagai


budak.
ii. Menjaga martabat para buruh.
iii. Memberi kesempatan pada buruh untuk
memenuhi kewajiban keagamaannya
dan keluarganya.

iv. Tidak memaksa buruh untuk bekerja lebih dari

kekuatan mereka.
v. Membayar gaji dengan adil.

vi. Tidak merusak tabungan para buruh.

vii. Memenuhi kewajiban orang miskin setelah

kebutuhannya terpenuhi.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 5


• Peranan pemerintah dan hukum dalam masyarakat.

a. Membela dan mengembangkan hak-hak


keluarga.
b. Mengusahakan terwujudnya kesejahteraan
umum.
c. Melindungi kehidupan dan hak-hak para buruh yang

idak memiliki pekerjaan.


d. Bila perlu ikut campur tangan untuk mencegah

kerugian-kerugian yang mengancam keselamatan


pribadi dan kesejahteraan umum.

e. Memberikan pertimbangan khusus pada hak-hak orang


miskin.
2. Kemiskinan

• Kemiskinan adalah keadan yang terjadi akibat


kekurangan hal-hal yag biasa dipunyai oleh seseorang
seperti makanan, tempat berlindung, pakaian,

dan air.

• Kemiskinan juga dapat berarti kurangnya akses


pada pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi

masalah kemiskinan dan mendapat penghormatan yang

layak sebagai warga negara.


• Sebagian orang melihatnya dari sudut subyektif dan
komparatif dan sebagian lainnya melihat dari segi moral dan
evaluative.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 6


• Negara Berkembang” biasanya digunakan untuk
Istilah “

menyebut negara yang miskin.

• Kemiskinan dipahami dengan berbagai cara.


Pemahamannya mencakup:

a. Gambaran kekurangan materi, merupakan


kekurangan akan sandang, pangan, papan, dan ayanan akan
kesehatan. Biasanya kemiskinan yang ini dipahami sebagai

kelangkaan akan barang dasar dan


pelayanan dasar.
b. Gambaran tentang kekurangan akan kebutuhan
sosial, merupakan terkucilkan, ketergantungan, dan
ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam
masyarakat. Tidak terbatas pada biang ekonomi.
c. Gambaran tentang kurangnya pendapatan yang
memadai. Makna kata memadai itu berbeda-beda melintasi
bagian ekonomi dan politik di seluruh dunia.
• Mengukur kemiskinan
o Ada 2 kategori secara khusu dalam mengelompokan kemiskinan:

i. Kemiskinan Absolut
• set standart
Kemiskinan yang mengacu pada

yang konsisten, tidak terpengaruh

oleh waktu, tempat dan negara.


• Bank dunia meyatakan kemiskinan absolute adalah
hidup dengan pendapatan kurang dari 1$/hari.
Sedangkan Kemiskinan menengan untuk
pendapatan 2$/hari.
• Presentase kemiskinan telah turun 7% dari tahun 1990
sampai 2001 tetapi ikut juga dengan turunya nilai dari
1$ tersebut.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 7


• Dalam negara maju orang miskin ini disebut sebagai
Tuna Wisma yang berkelana ke sana ke mari di
pinggiran kota.
• Untuk menghindari stigma terhadap negara miskin,
maka lebih sering dipakai istilah “Negara
Berkembang”.
o Contoh: Presentasi dari orang yang makan
dalam jumlah yang cukupuntuk menopang
kehidupan manusia.

ii. Kemiskinan Relatif


• kondisi miskin
Kemiskinan relatif merupakan

karena pengaruh kebijakan

pembangunan yang belum mampu


menjangkau seluruh lapisan
masyarakat sehingga menyebabkan
ketimpangan distribusi
pendapatan.
• Penyebab kemiskinan

o Penyebab Individual atau patologis. Melihat

kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan dan

kemampuan dari si miskin.


o Penyebab keluarga yang berkaitan dengan

pendidikan keluarga.
o Penyebab sub-budaya yang menyebabkan hidup

sehari-hari dengan kemiskinan.


o Penyebab agensi, melihat kemiskinan akibat faktor dari orang

lain. Contohnya perang, pemerintah dan

ekonomi.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 8


o Penyebab structural yang menyebabkan kemiskinan
sebagai hasil dari struktur ekonomi.

• Menghilangkan kemiskinan
o Bantuan kemiskinan, membantu secara langsung
terhadap orang miskin.

o Bantuan langsung pada individu. Contohnya


dengan pendidikan, bantuan hukum, dan pencarian kerja.

o Persiapan bagi yang lemah. Memberikan bantuan


pada orang yang mungkin akan menjadi miskin.

DARI WEB:
APP 2010: “Mari Bekerjasama Memerangi Kemiskinan”
Setelah melalui studi pendahuluan dan diskusi panjang, Keuskupan
Agung Jakarta memutuskan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP)
tahun 2010 “Mari Bekerjasama Memerangi Kemiskinan”. Keputusan
itu dinyatakan oleh Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ, Uskup Agung
Jakarta, dalam Raker Komisi-komisi dan Pemikat KAJ di Vila Erema,
Cisarua (9-11/10/2009).

Sebelum diputuskan, tema APP tahun 2010 tersebut dibahas sebagai salah satu agenda Raker
oleh seluruh wakil Komisi-komisi dan Pemikat KAJ bersama Bapak Uskup dan para staf beliau
dalam kelompok-kelompok diskusi.

Pembahasan Tema
Dalam pembahasan diskusi kelompok, para peserta Raker mencermati kerangka gagasan dasar
dan sejumlah “kata kunci” rumusan tema seperti “kerja sama”, “kebaikan bersama” atau “bonum
commune”, “kesejahteraan bersama” dan “habitus”. Menurut sejumlah peserta Raker, “kebaikan
bersama” atau “bonum commune” dan “kesejahteraan bersama” mengandung makna yang luhur
dan mendalam, namun masih terlalu luas atau kurang terfokus pada agenda perubahan apa yang
ingin diperjuangkan Gereja KAJ secara konkret di tengah masyarakat.

“Kalau kita sedikit flash back, tema-tema APP terdahulu lebih menggugah, misalnya Adilkah
Aku?, Korupsikah Aku?, Mari Bertanggungjawab. Maka, tema APP 2010 seputar kerjasama
untuk kesejahteraan bersama perlu dirumuskan lebih menggugah,” usul Paulus Krissantono,
Ketua Komisi Kerasulan Awam KAJ. Sedangkan Pst. Ignas Tari, MSF, Ketua Komisi Kerasulan

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 9


Keluarga KAJ, mengusulkan “Rumusan tema ... kalau bisa ... yang mudah diingat orang dan juga
menggugah.”

Sementara itu, Pst. Yohanes Subagyo Pr, Vikaris Jenderal KAJ, mengusulkan agar perumusan
tema sekaligus memperjelas sasaran gerakan APP itu sendiri. “Soal kesejahteraan umum,
kebaikan bersama, bonum commune ... sebenanrya apa yang ingin dituju? Kita perlu
memperjelas sasaran yang lebih terukur dan memiliki indikasi yang jelas,” katanya.

Fokus tema menjadi semakin jelas ketika pembahasan tema dilakukan dalam diskusi kelompok.
Pst. Purbo Tamtomo Pr, Sekretaris Keuskupan, mewakili kelompok pembahas yang dilibatinya,
mengusulkan masalah kemiskinan dimasukkan dalam rumusan tema sebagai sasaran gerakan
kerjasama. “Target yang ingin kita bawa setiap tahun adalah membangun kerjasama, tapi fokus
pertama (di tahun 2010) adalah memerangi kemiskinan,” jelasnya.

Tema yang Berkelanjutan


Dalam perumusan tema APP tahun 2010 tersebut, Bapak Uskup mencermati proses dan hasil
diskusi kelompok-kelompok pembahas. Menurut beliau, selama ini selalu ada tema APP yang
baru untuk tahun baru, padahal pergantian tema baru semacam itu tidak perlu. ”Kalau (masalah)
yang ingin diperangi sulit sekali (diselesaikan), temanya harus (dipertahankan) terus menerus,
tak usah diubah,” jelas beliau.

Bapak Uskup setuju dengan usulan satu tema untuk geraakan APP dalam beberapa tahun. Hanya
saja, bahan-bahan sosialisasi dan pendalamannya perlu diremajakan dengan dasar yang lebih
luas. ”Tapi temanya adalah tetap, Mari Bekerjasama Memerangi Kemiskinan,” tegas beliau.

Gerakan ”ke Dalam” dan ”ke Luar


Selain memutuskan rumusan tema APP tahun 2010, Bapak Uskup juga mengajak seluruh peserta
Raker untuk menggiatkan kerja sama memerangi kemiskinan dalam dua gerakan, yakni ”ke
dalam” dan ”ke luar”.

Gerakan ”ke dalam” berarti menggerakkan umat Gereja KAJ untuk melaksanakan tema tersebut.
”Misalnya keluarga Katolik diajak untuk berefleksi ... bagaimana meningkatkan kemampuan diri
(anggota keluarga) sebagai orang yang masih bisa bekerja untuk memberdayakan dirinya.
Bagaimana dalam keluarga (terjadi upaya) saling memberdayakan untuk meningkatkan
kesejahteraan (misalnya) memikirkan bagaimana menanam buah dan sayuran, memelihara ayam.
Supaya ada kemampuan keluarga untuk bekerjasama, dalam arti (anggota keluarga) yang satu
sedang keluar mencari rejeki yang tak banyak, (anggota keluarga) yang di rumah harus juga
bekerja. Laki-laki atau perempuan harus bekerjasama memerangi kemiskinan dalam keluarganya
sendiri,” jelas Bapak Uskup.

Sedangkan ”gerakan ke luar” berarti memperhatikan orang-orang miskin no-Katolik dan


mengajak mereka bekerjasama meningkatkan kemampuan memerangi kemiskinan. ”Sebagai
gembala yang baik, kita harus mencari orang yang miskin dan termiskin. Sebagai contoh,
sekarang ini sedang ingin diberdayakan lahan kosong di Pamulang untuk (dimanfaatkan) kaum
buruh yang ingin mencari nafkah. Masih banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan,” jelas
beliau. [Felix Iwan Wijayanto]

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 10


Last Updated ( Sunday, 25 October 2009 )

http://kaj.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=99&Itemid=50

Rerum Novarum
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Rerum Novarum adalah sebuah ensiklik yang diterbitkan oleh Paus Leo XIII pada 15 Mei
1891. Ini adalah sebuah surat terbuka yang diedarkan kepada semua uskup yang membahas
kondisi kelas pekerja. Leo mendukung hak-hak buruh untuk membentuk serikat buruh, namun ia
menolak sosialisme dan mengukuhkan hak milik pribadi. Paus membahas hubungan antara
pemerintah, bisnis, buruh, dan gereja mengusulkan suatu struktur sosial dan ekonomi yang
belakangan disebut korporatis.

Sementara posisi-posisi atau pernyataan-pernyataan individual telah lama diperdebatkan,


ensiklik ini sungguh luar biasa sebagai ringkasan dari banyak masalah yang ditimbulkan oleh
revolusi industri dan masyarakat demokratis modern. Leo memulainya dengan menggambarkan
banyak keluhan dari kelas pekerja. Namun ia membantah teori-teori sosialis Marxis yang
disebutnya keliru, dan membela hak kepemilikan pribadi. Ia percaya bahwa solusinya akan
muncul dari aksi bersama antara Gereja, negara, majikan, dan buruh. Ia menguraikan prinsip-
prinsip yang harus digunakan dalam mengusahakan keadilan dalam kehidupan industri, sosial,
dan ekonomi.

Bersama dengan karya Leo lainnya dan masa kepemimpinannya sebagai Paus yang panjang
(1878–1903), salah satu akibatnya yang mendalam adalah mendorong Gereja Katolik dan
hierarkhinya ke dalma dunia modern. Pada saat itu dukungannya kepada serikat buruh dan upah
yang layak dipandang sebagai pandangan kiri yang radikal.Namun pernyataan-pernyataan yang
lain tampaknya juga menentang kapitalisme. Banyak dari posisi dalam Rerum Novarum
didukung oleh ensiklik-ensiklik lainnya, khususnya Quadragesimo Anno (1931) dari Paus Pius
XI, Mater et Magistra (1961) dari Paus Yohanes XXIII dan Centesimus Annus (1991) dari Paus
Yohanes Paulus II. Uskup Agung Westminster, Kardinal Henry Edward Manning memainkan
peranan yang paling berpengaruh dalam penyusunan ensiklik ini. Sebelumnya ia adalah seorang
pendeta Anglikan yang mempunyai kecenderungan evangelikal. Ia membawa pengaruh yang
berasal dari karya John Wesley ke dalam Gereja Katolik modern.

http://id.wikipedia.org/wiki/Rerum_Novarum

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 11


Tata Perayaan Ekaristi

[sunting] Pembukaan

1. Perarakan Pastor/Imam Selebran dan pelayan lainnya menuju altar diiringi lagu
pembukaan atau antifon pembukaan, pada hari raya dilakukan pendupaan.
2. Tanda salib
o Selebran membuka perayaan Ekaristi dengan memimpin Tanda Salib
3. Salam pembukaan dan Pengantar
o Perayaan ekaristi diawali dengan salam "Tuhan bersamamu" (Dominus
vobiscum) dan dijawab umat dengan "Dan bersama rohmu" (Et cum
spiritu tuo)
o Pengantar digunakan untuk mengarahkan umat pada inti dan misteri
perayaan.
4. Doa Tobat dan pernyataan Tuhan Kasihanilah Kami
o Dapat menggunakan rumusan umum Doa Tobat dilanjutkan dengan
Tuhan Kasihanilah Kami
o Dapat juga menggunakan rumusan pujian kepada Yesus dan memohon
belas kasihNya yang dipadukan dengan Tuhan Kasihanilah Kami
o Dapat juga menggunakan pemercikan air suci sebagai peringatan akan
pembaptisan
o Diakhiri dengan seruan absolusi "Semoga Allah yang mahakuasa
mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup
yang kekal" yang dijawab umat dengan "Amin"
5. Madah Kemuliaan
o Kemuliaan hanya diucapkan/dinyanyikan pada hari Minggu dan hari
raya yang disetarakan dengan hari Minggu, di luar masa Prapaskah dan
Adven
6. Doa Pembukaan

[sunting] Liturgi Sabda

• Pada hari Minggu atau Hari Raya, dibacakan tiga bacaan dari kitab suci. Pada
hari biasa, dibacakan dua bacaan saja.

1. Bacaan Pertama
o Bila terdapat tiga bacaan maka Bacaan Pertama diambil dari Perjanjian
Lama atau Kisah Para Rasul pada masa Paskah. Bila hanya dua bacaan
pada hari biasa, Bacaan Pertama diambil dari Perjanjian Lama atau
Perjanjian Baru selain Injil
o Pada akhir bacaan, Lektor menutup dengan rumusan "Demikianlah
Sabda Tuhan" dan umat menjawab dengan "Syukur kepada Allah"
2. Mazmur Antar Bacaan
o Pemazmur mendaraskan refren dan ayat-ayat Mazmur dan umat
mengulang bagian refren
3. Bacaan Kedua, dari Perjanjian Baru selain Injil atau Wahyu Yohanes

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 12


o Pada akhir bacaan, Lektor menutup dengan rumusan "Demikianlah
Sabda Tuhan" dan umat menjawab dengan "Syukur kepada Allah"
4. Alleluya
5. Bacaan Injil
o Bacaan Injil diambil dari ketiga Injil Sinoptik berdasarkan tiga Tahun Liturgi
diselingi dengan Injil Yohanes
o Injil hanya dibacakan oleh imam atau diakon tertahbis, tidak oleh umat
biasa.
o Bila Injil dibacakan oleh diakon, ia akan meminta berkat terlebih dahulu
pada pastor/imam. Bila Injil dibacakan oleh imam sementara misa
dipimpin oleh uskup, maka imam juga akan meminta berkat kepada
uskup
o Bacaan diawali dengan salam "Tuhan bersamamu" (Dominus vobiscum)
dan dijawab umat dengan "Dan bersama rohmu" (Et cum spiritu tuo)
o Salam dilanjutkan dengan "Inilah Injil Yesus Kristus menurut
(Matius/Markus/Lukas/Yohanes)" dan umat menjawab dengan
"dimuliakanlah Tuhan" sambil membuat tanda salib pada dahi, mulut dan
dada. Pada hari raya, Injil didupai.
o Seusai pembacaan Injil, dinyatakan Aklamasi Injil dengan ucapan
"Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan, dan tekun
melaksanakannya" dan umat menjawab dengan "Sabda-Mu adalah
jalan, kebenaran dan hidup kami."
6. Homili
7. Syahadat atau Credo
o Dapat menggunakan rumusan Syahadat Nicea-Konstantinopel atau
Syahadat Para Rasul.
8. Doa Umat
o Ujud-ujud doa dibawakan oleh diakon/lektor lalu pembaca doa umat
tersebut mengatakan "Kami mohon" umat menjawab "Kabulkanlah doa
kami Ya Tuhan."

[sunting] Liturgi Ekaristi

1. Persiapan Persembahan
o Diawali dengan kolekte
o Wakil-wakil umat menghantar bahan-bahan persembahan: roti dan
anggur yang akan dikuduskan, dan persembahan lain untuk keperluan
Gereja
o Dalam misa sederhana, roti dan anggur dapat sudah berada di bagian
lain dari altar
o Roti hosti terbuat dari gandum tanpa ragi, diletakkan dalam piala,
diletakkan di atas patena dan ditutup dengan korporal
o Anggur, dipersembahkan dalam ampul terpisah dengan air
2. Penghunjukkan Persembahan
o Selebran mengatur susunan piala dan patena di atas korporal, kemudian
mencampurkan beberapa tetes air ke dalam anggur dalam piala

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 13


o Selebran menghunjukkan hosti sambil mengucapkan rumusan "Terpujilah
Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami
menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha
manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan" dan umat
menjawab "Terpujilah Allah selama-lamanya"
o Kemudian selebran mengangkat piala berisi campuran air dan anggur
sambil mengucapkan rumusan "Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah
semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang
kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia
yang bagi kami akan menjadi minuman rohani" dan umat menjawab
"Terpujilah Allah selama-lamanya"
o Pada misa hari raya selebran mendupai persembahan dan altar. Misdinar
lalu mendupai selebran dan umat lainnya.
3. Doa Persembahan
o Selebran mengucapkan doa persembahan dengan ajakan "Berdoalah,
saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu
berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa" dan umat menjawab
dengan "Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan
keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus"
4. Prefasi
o Prefasi diawali dengan salam "Tuhan bersamamu" (Dominus vobiscum)
dan dijawab umat dengan "Dan bersama rohmu" (Et cum spiritu tuo) dan
dilanjutkan dengan dialog "Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan"
yang dijawab dengan "Sudah kami arahkan" dan "Marilah bersyukur
kepada Allah Tuhan kita" yang dijawab dengan "Sudah layak dan
sepantasnya"
o Prefasi selanjutnya dinyanyikan/didoakan oleh selebran dan disambung
dengan syair aklamasi Kudus dengan rumusan "Kami melambungkan
madah kemuliaan dengan tak henti-hentinya bernyanyi/berdoa"
5. Kudus
o Kudus atau Sanctus dapat diucapkan atau dinyanyikan
6. Doa Syukur Agung
o Doa Syukur Agung diucapkan (atau dinyanyikan) oleh selebran saja.
o Bagian pertama Doa Syukur Agung berisi doa permohonan agar Roh
Kudus menguduskan roti dan anggur
o Bagian terpenting dalam Doa Syukur Agung adalah kisah institusi dan
konsekrasi, yaitu perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah
Kristus secara transsubstansial.
o Kisah Institusi mengutip ucapan Yesus pada Perjamuan Terakhir yaitu
"Terimalah dan akanlah. Inilah TubuhKu yang diserahkan bagimu" dan
"Terimalah dan minumlah. Inilah piala darahKu, darah perjanjian baru dan
kekal yang ditumpahkan bagimu dan semua orang demi pengampunan
kekal. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku." Kalimat "lakukanlah ini
untuk mengenangkan Aku" -lah yang menjadi dasar terselenggaranya
Perayaan Ekaristi
o Seusai konsekrasi diucapkan/dinyanyikan aklamasi anamnesis,
menyatakan tiga misteri iman Kristen: kematian Kristus, kebangkitan Kristus
dan kedatanganNya kembali.

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 14


o Seusai anamnesis, doa syukur agung dilanjutkan dengan doa dengan
ujud khusus: bagi arwah para santo dan santa maupun umat biasa, doa
bagi Paus dan uskup setempat
7. Doksologi
o Doa Syukur Agung ditutup dengan Doksologi dengan selebran
mengangkat piala dan hosti sambil mengucapkan "Dengan
pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam DIa, bagi-Mu, Allah Bapa
yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat
dan kemuliaan sepanjang segala masa" dan umat berkata "Amin".
Jikalau Doa Syukur Agung ini dinyanyikan, maka "Amin" dinyanyikan. (TPE
1993)

1. Doa Bapa Kami


o Doa Bapa Kami dapat diucapkan atau dinyanyikan
o Selebran dapat menambahkan embolisme pada akhir Doa Bapa Kami
dengan ucapan "Ya Bapa bebaskanlah kami dari segala kemalangan
dan berilah kami damaiMu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya kami
dapat hidup dengan rukun, sehingga kami dapat hidup dengan
tenteram sambil mengharapkan kedatangan penyelamat kami Yesus
Kristus" dan umat menjawabnya dengan "Sebab Tuhanlah Raja, yang
mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. Amin"
2. Doa Damai
o Selebran mendoakan doa mohon damai dan mengucapkan "Damai
Tuhan bersamamu" yang dijawab dengan "Dan bersama rohmu" dan
dapat diikuti dengan ungkapan, misalnya dengan memberikan salam
damai, menjabat tangan orang-orang yang ada di sekitar, atau
ungkapan lain yang sesuai
3. Pemecahan hosti dan Anak Domba Allah atau Agnus Dei
4. Komuni
o Komuni diawali dengan selebran mengangkat tinggi hosti dan piala
anggur yang telah dikonsekrasikan sambil mengucapkan "Inilah Anak
Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang
diundang ke perjamuannya" dan umat menjawab "Ya Tuhan, saya tidak
pantas Tuhan datang pada saya, tapi bersabdalah saja maka saya akan
sembuh", kemudian Imam berkata "Tubuh dan Darah Kristus", dan
ditanggapi oleh umat dengan berkata "Amin".
o Selanjutnya selebran menerima komuninya, kemudian memberikannya
pada pelayan petugas pembagi komuni, kemudian kepada para
petugas altar dan misdinar dan kemudian kepada umat lainnya.
o Umat dapat menerima komuni dalam satu rupa atau dua rupa dalam
kesempatan khusus. Ajaran iman Gereja Katolik mengajarkan bahwa
tidak terdapat perbedaan antara satu rupa maupun dua rupa. Dalam
Tubuh Kristus terdapat pula Darah Kristus.
o Pembagi komuni akan mengucapkan "Tubuh Kristus" (Corpus Christi) dan
penerima komuni menjawab "Amin" (Amen) dengan sikap hormat.

[sunting] Penutup

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 15


1. Antifon Komuni
o Setelah selesai komuni, selebran membersihkan patena dan piala
dengan purifikatorium
o Umat dapat mendoakan/menyanyikan madah pujian sesudah komuni
2. Doa Penutup
o Sesudah doa penutup pengumuman dapat dibacakan, ataupun
pengumuman dapat dibacakan sebelum doa penutup, tergantung
kebiasaan imam yang memimpin misa tersebut.
3. Berkat dan pengutusan
o Berkat diawali dengan salam "Tuhan bersamamu" (Dominus vobiscum)
atau "Tuhan sertamu" dan dijawab umat dengan "Dan bersama rohmu"
(Et cum spiritu tuo) atau "dan sertamu juga"
o Ada bentuk berkat sederhana dengan selebran merentangkan tangan
ke arah umat dan memberkati dengan tanda salib dengan seruan
"Semoga Saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa: Bapa,
Putra dan Roh Kudus" sementara umat membuat tanda salib dan
menjawab "Amin"
o Ada pula bentuk berkat meriah dengan tiga ayat permohonan berkat
bagi umat yang masing-masing dijawab dengan "Amin"
o Kemudian Imam mengatakan "Dengan ini perayaan Ekaritsi sudah
selesai, marilah kita membawa damai Tuhan", lalu umat berkata "Syukur
kepada Allah".
o Bentuk pengutusan adalah kalimat "Marilah pergi. Kita diutus.", yang
dijawab umat dengan "Amin"

http://id.wikipedia.org/wiki/Misa

Sekian.

Kesalahan penulisan yang berakibat nilai agamamendapat di bawah nilai


standart adalah tanggung jawab pemakai. Tulisan ini hanya sebagai objek
pembelajaran teman-teman penulis dan penulis saja.

Dimohon untuk kritik dan saran yang membantu.

Mikael Kristya

mikael.pratama@yahoo.com

RINGKASAN AGAMA – MIKAEL KRISTYAWICAKSONO Page 16