Anda di halaman 1dari 6

http://elfriadi.blogspot.com/2011/02/perdarahan-dalam-internal-bleeding.

html

Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)


Definisi Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Sementara publik umum mengerti bahwa perdarahan dalam berarti perdarahan yang tidak
dapat dilihat pada bagian luar tubuh, personel medis cenderung menggunakan istilah-istilah
yang menggambarkan secara tepat dimana didalam tubuh perdarahan ditemukan. Perdarahan
internal mungkin terjadi didalam jaringan-jaringan, organ-organ, atau di rongga-rongga tubuh
termasuk kepala, dada, dan perut. Contoh-contoh dari tempat-tempat perdarahan yang
potensial termasuk mata, jaringan-jaringan pelapis dari jantung, otot-otot, dan sendi-sendi.
Perdarahan diluar tubuh adalah sangat mudah dikenali. Jika kulit rusak oleh pencabikan,
tusukan, atau luka lecet, darah dapat disaksikan ketika ia mengalir keluar dari tubuh. Kulit
kepala, dengan suplai yang kaya darahnya, terkenal untuk penunjukan kehilangan darah yang
secara besar-besaran. Perdarahan internal dapat menjadi jauh lebih sulit untuk diidentifikasi.
Ia mungkin tidak menjadi bukti untuk berjam-jam setelah ia mulai, dan gejala-gejala terjadi
ketika ada kehilangan darah yang signifikan atau jika gumpalan darah cukup besar untuk
menekan organ dan mencegahnya berfungsi secara benar.
Perdarahan internal terjadi ketika kerusakan pada arteri atau vena mengizinkan darah terlepas
dari sistim sirkulasi dan terkumpul didalam tubuh. Jumlah perdarahan tergantung pada
jumlah kerusakan pada organ dan pembuluh-pembuluh darah yang mensuplainya, serta
kemampuan tubuh untuk memperbaiki pecahan-pecahan pada dinding-dinding dari
pembuluh-pembuluh darah. Mekanisme-mekanisme perbaikan yang tersedia termasuk
keduanya sistim pembekuan/penggumpalan darah dan kemampuan pembuluh-pembuluh
darah untuk mengejang (spasme) untuk mengurangi aliran darah ke area yang terluka.
Pasien-pasien yang mengkonsumsi obat anti-penggumpalan seperti warfarin (Coumadin),
clopidogrel (Plavix), heparin, atau aspirin adalah lebih cenderung pada perdarahan daripada
orang-orang yang tidak mengkonsumsi obat-obat ini. Individu-individu ini mungkin
mengalami perdarahan yang signifikan bahkan dengan luka atau penyakit yang relatif minor,
dan risiko perdarahan perlu diseimbangkan terhadap manfaat-manfaat dari mengkonsumsi
obat.
Beberapa orang-orang mempunyai kesalahan-kesalahan genetik atau pembawaan sejak lahir
dari sistim pembekuan/penggumpalan darah. Luka-luka minor mungkin menyebabkan
perdarahan besar pada kasus-kasus ini. Hemophilia dan penyakit von Willebrand adalah dua
contohnya.
Penyebab Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Perdarahan paling sering terjadi disebabkan oleh luka, dan tergantung pada keadaan-keadaan,
jumlah tenaga yang diperlukan untuk menyebabkan perdarahan dapat menjadi sangat
variabel.
Blunt trauma (trauma tumpul)

Kebanyakan orang-orang mengerti bahwa jatuh dari ketinggian atau terlibat dalam
kecelakaan mobil dapat mengakibatkan tekanan dan trauma yang besar pada tubuh. Jika
tenaga tumpul terlibat, bagian luar tubuh mungkin tidak perlu rusak, namun tekanan yang
cukup mungkin terjadi pada organ-organ internal (dalam) untuk menyebabkan luka dan
perdarahan.
* Bayangkan seorang pemain sepak bola sedang ditombak/disundul oleh helmet pada perut.
Limpa atau hati mungkin ditekan oleh tenaga dan menyebabkan perdarahan didalam organ.
Jika tubrukannya cukup keras, kapsul atau pelapis dari organ dapat robek, dan perdarahan
dapat tumpah kedalam peritoneum (ruang dalam rongga perut yang mengandung organ-organ
perut seperti usus-usus, hati, dan limpa).
* Jika luka terjadi pada area belakang atau samping, dimana ginjal berlokasi, retroperitoneal
bleeding (retro=belakang; belakang rongga perut) mungkin terjadi.
* Mekanisme yang sama menyebabkan perdarahan yang disebabkan oleh luka-luka
penghancuran. Contohnya, ketika pemberat jatuh pada kaki, pemberat tidak mengalah, begitu
juga tanahnya. Tenaganya perlu diserap oleh tulang atau otot-otot dari kaki. Ini dapat
menyebabkan tulangnya pecah dan/atau serat-serat ototnya robek dan berdarah.
* Struktur-struktur lain dapat dimampatkan dan mungkin menyebabkan perdarahan internal.
Contohnya, mata dapat ditekan/dimampatkan dalam orbit ketika ia dihantam oleh tinju atau
bola. Bola matanya deformasi (mengubah bentuk) dan meloncat balik ke bentuk aslinya.
Intraorbital hemorrhage mungkin terjadi.
Deceleration trauma (trauma perlambatan)
Perlambatan mungkin menyebabkan organ-organ dalam tubuh digeser didalam tubuh. Ini
mungkin memotong pembuluh-pembuluh darah dari organ-organ dan menyebabkan terjadi
perdarahan. Ini seringkali adalah mekanisme untuk intracranial bleeding seperti epidural atau
subdural hematomas. Tenaga yang dikerahkan pada kepala menyebabkan luka
percepatan/perlambatan pada otak, menyebabkan otak untuk "memantul ke sekeliling"
didalam tengkorak. Ini dapat merobek beberapa vena-vena kecil pada permukaan otak dan
menyebabkan perdarahan. Karena otak dibungkus didalam tengkorak, yang adalah struktur
yang padat, bahkan sejumlah kecil darah dapat meningkatkan tekanan didalam tengkorak dan
mengurangi fungsi otak.
Fractures (patah/retak tulang)
Perdarahan mungkin terjadi dengan tulang-tulang yang patah. Tulang-tulang mengandung
sumsum tulang (bone marrow) dimana produksi darah terjadi. Mereka mempunyai suplaisuplai yang kaya darah, dan jumlah-jumlah darah yang signifikan dapat hilang dengan
fractures. Kepatahan dari tulang yang panjang seperti femur (tulang paha) dapat berakibat
pada kehilangan satu unit darah (350-500cc). Tulang-tulang yang datar seperti pelvis
memerlukan jauh lebih banyak tenaga untuk menyebabkan fracture, dan banyak pembuluhpembuluh darah yang mengelilingi struktur dapat dirobek oleh trauma dan menyebabkan
perdarahan secara besar-besaran.
Kehamilan
Perdarahan pada kehamilan adalah tidak pernah normal, namun bukan tidak biasa pada
trimester pertama, dan adalah tanda keguguran yang potensial. Sejak dini, kekhawatiran
adalah potential ectopic atau tubal pregnancy, dimana placenta dan fetus menanam dalam
tabung Fallopian atau lokasi lain diluar rongga kandungan. Ketika placenta tumbuh, ia
mengikis melalui tabung atau organ-oragn lain yang terlibat dan mungkin menyebabkan

perdarahan yang fatal.


Perdarahan setelah 20 minggu kehamilan mungkin disebabkan oleh placenta previa atau
placental abruption, dan perawatan medis darurat harus diakses. Placenta previa
menggambarkan situasi dimana placenta melekat pada kandungan (uterus) dekat mulut dari
cervix dan mungkin menyebabkan perdarahan vagina tanpa rasa sakit. Abruption terjadi
ketika placenta secara partial memisahkan diri dari dinding kandungan dan menyebabkan
nyeri yang signifikan dengan atau tanpa perdarahan dari vagina.
Perdarahan secara spontan
Perdarahan internal mungkin terjadi secara spontan, terutama pada orang-orang yang
mengkonsumsi obat-obat anti-penggumpalan (anticoagulation) atau yang mempunyai
penyakit-penyakit perdarahan yang diturunkan (diwariskan). Benturan-benturan yang terjadi
dalam kehidupan sehari-hari mungkin menyebabkan persoalan-persoalan perdarahan yang
signifikan.
Obat
Perdarahan internal mungkin disebabkan sebagai efek sampingan dari oba-obat (paling sering
dari obat-obat antiperadangan nonsteroid seperti ibuprofen dan aspirin) dan alkohol. Unsurunsur ini dapat menyebabkan peradangan dan perdarahn dari esophagus, lambung, dan
duodenum (usus dua belas jari), bagian pertama dari usus kecil ketika ia meninggalkan
lambung.
Penyalahgunaan alkohol
Penyalahgunaan alkohol jangka panjang dapat juga menyebabkan kerusakan hati, yang dapat
menyebabkan persoalan-persoalan perdarahan melalui keberagaman dari mekanismemekanisme.
Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Dari Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Gejala-gejala dari perdarahan internal tergantung pada dimana perdarahan berlokasi, berapa
banyak perdarahan telah terjadi, dan struktur-struktur dan fungsi-fungsi apa dalam tubuh
yang dipengaruhi. Darah diluar sistim sirkulasi (jantung dan pembuluh-pembuluh darah)
adalah sangat mengiritasi pada jaringan-jaringan, menyebabkan peradangan dan nyeri.
Contoh-contoh dari beberapa situasi-situasi perdarahan internal didaftar dibawah.
Perdarahan Intracranial dari trauma atau dari aneurysm yang bocor seringkali menyebabkan
nyeri namun mungkin juga hadir dengan fungsi mental yang berubah. Hasil-hasil
pemeriksaan neurological mencakup dari pemeriksaan hampir normal sampai kebingungan
sampai koma. Gejala-gejala dari stroke, termasuk kelemahan, berbicara yang menyatu, dan
kehilangan penglihatan, mungkin juga dihubungkan dengan perdarahan intracerebral. Tandatanda dan gejala-gejala tergantung pada dimana dan berapa banyak darah ada di otak. Jika
perdarahan berlanjut, gejala-gejala menjadi progresif dan lebih mudah untuk dikenali.
Perdarahan Intra-abdominal mungkin tersembunyi dan hadir hanya dengan nyeri, namun jika
ada cukup kehilangan darah, pasien mungkin mengeluh kelemahan, kepala yang ringan, sesak
napas, dan gejala-gejala lain dari shock dan tekanan darah yang berkurang. Sekali lagi,
gejala-gejala tergantung pada dimana di perut perdarahan terjadi.
* Jika ada perdarahan pencernaan, pasien mungkin memuntahkan darah yang merah terang,

atau ia telah ada di lambung untuk suatu periode waktu, muntahan mungkin terlihat seperti
warna kopi. Feces-feces mungkin berdarah atau mereka mungkin hitam dan ber-ter, sekali
lagi tergantung pada lokasi perdarahan pada saluran pencernaan.
* Jika perdarahan internal menyebabkan darah tumpah kedalam peritoneum, dapat terjadi
jumlah yang signifikan dari nyeri dengan gerakan apa saja, dan perut dapat menjadi tegang
dan terasa kaku disentuh.
* Adakalanya perdarahan intra-abdominal akan berjejak menuju kulit dan dapat dinilai pada
pemeriksaan fisik. Tanda Cullen adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada
penampakan dari pememaran yang mengelilingi umbilicus. Tanda Grey-Turner adalah memar
pada sisi-sisi.
Darah yang terlihat pada urin mungkin disebabkan oleh perdarahan internal di tempat mana
saja didalam saluran kencing, dari ginjal sampai kantong kemih. Seringkali infeksi-infeksi
kantong kemih berhubungan dengan darah dalam urin namun sebab-sebab lain perlu
dipertimbangkan berdasarkan pada gejala-gejala tertentu serta umur dan sejarah medis
pasien, terutama laki-laki yang mungkin telah mempunyai operasi prostat. Laki-laki dan
wanita-wanita yang telah mempunyai terapi radiasi mungkin mengembangkan peradangan
dari dinding kantong kemih yang dapat menyebabkan jumlah perdarahan yang signifikan.
Perdarahan mungkin terjadi dalam sekali didalam otot-otot setelah luka, dan jarang,
compartment syndrome mungkin terjadi. Jika sampai begitu banyak perdarahan terjadi
sehingga pembentukan tekanan didalam otot adalah lebih besar dari tekanan darah pasien,
darah tidak dapat memasuki sel-sel otot, dan mereka mulai mati. Gejala-gejala termasuk nyeri
yang hebat, kesulitan menggerakan sendi-sendi dibawah luka, dan kehilangan sensasi. Paling
umum ini terlihat pada tulang kering dan lengan bawah dan mungkin atau mungkin tidak
berhubungan dengan tulang yang patah.
Perdarahan mungkin juga terjadi kedalam sendi-sendi, menyebabkan nyeri yang signifikan
dan kehilangan batasan dari gerakan. Ini paling sering terlihat pada pasien-pasien yang
berada pada obat-obat anti-penggumpalan (anti-coagulation). Luka mungkin atau mungkin
tidak diperlukan untuk menyebabkan perdarahan.
Mendiagnosa Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Diagnosis dari perdarahan internal mulai dengan sejarah keseluruhan yang diambil oleh
dokter. Ini diikuti oleh pemeriksaan fisik, konsentrasi pada area dari tubuh dimana perdarahan
internal mungkin telah terjadi. Contohnya, jika ada kekhawatiran tentang perdarahan didalam
otak, pemeriksaan fisik akan fokus pada sistim neurologic, atau jika itu adalah perdarahan
intra-abdominal, pemeriksaan akan diarahkan menuju perut.
Tes-tes darah mungkin dilakukan untuk memeriksa jumlah sel darah merah yang rendah, atau
anemia. Bagaimanapun, jika perdarahan terjadi secara cepat, pembacaan awal hemoglobin
atau jumlah sel darah merah mungkin adalah normal.
Kecurigaan dari perdarahan akan seringkali memerlukan tes pencitraan untuk mencari
sumber perdarahan.
* Jika ada kekhawatiran bahwa ada perdarahan pencernaan, gastroenterologist (ahli
pencernaan) mungkin menggunakan scope-scope serat optik untuk melihat kedalam
esophagus dan lambung (endoscopy) atau kedalam usus besar (colonoscopy) untuk

mengidentifikasi sumber. Jika ditemukan, dokter mungkin mampu menghentikan perdarahan


menggunakan listrik untuk membakar pembuluh darah yang berdarah.
* Computerized tomography (CT) adalah tes yang paling umum untuk mencari perdarahan
dalam otak. Ia juga mampu untuk mengidentifikasi pembengkakan otak dan retak-retak
tulang dari tengkorak.
* Ultrasound mungkin digunakan untuk mencari darah dalam perut. Sementara ia mempunyai
tempatnya dalam pengendalian trauma, ultrasound adalah terutama bermanfaat dalam
mengevaluasi persoalan-persoalan obstetric (kandungan) dan gynecologic seperti perdarahan
dari kista indung telur atau kehamilan diluar kandungan (ectopic atau tubal pregnancy).
* Computerized tomography adalah alat yang efektif dalam mencari perdarahan intraabdominal dan retroperitoneal. Ia dapat mengevaluasi tempat luka yang potensial, keparahan
dari kerusakan organ, dan apakah perdarahan terdapat didalam organ (seperti hati, ginjal atau
limpa) atau apakah perdarahan telah tumpah kedalam peritoneum. Ia juga adalah tes yang
berguna dalam menilai retakan-retakan pelvis.
* Jika sumber perdarahan diperkirakan disebabkan oleh kerusakan arteri, angiography
mungkin digunakan untuk mengevaluasi aliran darah arteri.
Pada beberapa situasi-situasi dimana pasien sakitnya kritis dari perdarahan internal,
keputusan mungkin dibuat untuk menjalani operasi darurat untuk menemukan dan
memperbaiki tempat perdarahan. Ini mungkin terjadi pada korban-korban trauma dengan
luka-luka perut atau dada yang mempunyai tanda-tanda vital yang tidak stabil (tingkat
kesadaran yang menurun, tekanan darah rendah, dan tanda-tanda lain dari shock) dan berisiko
untuk perdarahan sampai meninggal jika mereka harus menunggu untuk tes-tes diagnostik.
Merawat Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Rencana perawatan awal dari segala pasien dengan perdarahan internal mulai dengan menilai
stabilitas pasien dan memastikan ABCs dipelihara dengan baik. Ini termasuk memastikan
pasien punya:
* Saluran udara terbuka,
* bahwa pasien bernapas, dan
* bahwa ada sirkulasi yang cukup, yang berarti nadi dan tekanan darah yang baik.
Perawatan yang definitif dari perdarahan internal tergantung pada dimana perdarahan terjadi,
situasi individu, dan stabilitas pasien. Tujuan-tujuan dasar termasuk mengidentifikasi dan
menghentikan sumber perdarahan dan memperbaiki segala kerusakan yang perdarahan
mungkin telah menyebabkannya.
Komplikasi-Komplikasi Dari Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Tergantung pada dimana itu terjadi, jika tidak dikenali, perdarahan internal mungkin
menyeabkan kegagalan organ, shock, dan kematian. Contohnya:
* Jika ada perdarahan yang tak terkontrol dalam dada atau perut, tubuh mungkin kehilangan
cukup sel-sel darah merah yang bersirkulasi untuk mengkompromikan pengantaran oksigen
pada sel-sel dalam tubuh. Situasi ini disebut shock. Jika perdarahan tidak dihentikan dan jika
resuscitasi cairan dan mungkin transfusi darah tidak disediakan, pasien mungkin meninggal.
* Perdarahan internal dalam otak mungkin menyebabkan kerusakan yang minimal, namun
jika ada cukup untuk menyebabkan tekanan yang meningkat atau jika perdarahan meningkat,

mungkin ada cukup jaringan otak yang rusak untuk menyebabkan gejala-gejala seperti stroke,
koma, dan kematian.