Anda di halaman 1dari 7

LENTIGO

I.

DEFINISI
Lentigo adalah makula coklat atau coklat kehitaman yang berbatas tegas dan
berbentuk bulat atau polisiklik. Lentiginosis adalah keadaan timbulnya lentigo
dalam jumlah banyak atau dengan distribusi tertentu.(1)
Makula hiperpigmentasi tersebut bertahan sepanjang tahun dan pada
mikroskop terjadi peningkatan jumlah melanosit pada dermal-epidermal junction.
Proliferasi melanosit biasaya terjadi sebagai bentuk respon terhadap paparan sinar
matahari pada orang kulit putih (lentigines generalisata). Pada syndromal
lentigines jarang terjadi karena adanya anomaly genetic sehingga mempengaruhi
proliferasi melanosit. Paparan sinar matahari lansung atau cahaya UV buatan yang
berlebihan merupakan etiologi utama lentigines sederhana, actinic (atau solar)
lentigines, PUVA lentigines dan lentigo bintik tinta.(2)

II. EPIDEMIOLOGI
Lentigines biasanya ditemukan pada orangdiseluruh dunia. Lentigo simplex
adalah bentuk paling umum dari lentigo, namun frekuensinya belum dapat
ditentukan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Alper dan Holmes 5 terungkap
lentigines multipel terjadi sebesar 18,5% dari 492 bayi kulit hitam yang baru lahir
dan 0,04% dari 2.682 bayi kulit putih baru lahir putih.(2)
III.

ETIOLOGI
Disebakan karena bertambahnya jumlah melanosit pada taut dermo epidermal

tanpa adanya proliferasi fokal. Sehingga pada histologi ditemukan hyperplasia


epidermal dengan peningkatan pigmentasi pada lapisan basal.(1)
IV.

KLASIFIKASI
1. Lentiginosis generalisata
Lesi lentigo umumnya multiple, timbul satu demi satu atau dalam kelompok
kecil sejak masa kanak-kanak. Patogenesisnya tidak diketahui dan tidak
dibuktikan adanya faktor genetic. Dibagi menjadi:(1)
a. Lentiginosis eruptif

Lentigo timbul sangat banyak dan dalam waktu singkat. Lesi mula-mula
berupa telangiektasis yang dengan cepat mengalami pigmentasi dan lambat
laun berubah jadi melanositik selular.

Gambar : Lentiginosis generalisata

b. Sindrom Lentiginosis Multipel


Merupakan sindrom lentiginosa yang dihubungkan dengan
berbagai kelainan perkembangan. Diturunkan secara dominan autosmal.
Lentigo timbu pada waktu lahir dan bertambah sampai pada masa
pubertas. Ditemukan pada daerah leher dan badan bagian atas, tetapi
dapat ditemukan juga diseluruh tubuh.
Sering disertai kelainan jantung, stenosis pembuluh nadi paru atau
subaorta. Pertumbuhan badan akan terhambat. Adanya kelainan mata
berupa hipertelorisme ocular dan kelainan tulang prognatisme
mandibular. Kelainan yang menetap adalah tuli dan kelainan genital,
yakni hipoplasia gonad dan hipospadia.Sindrom tersebut dikenal
sebagai SINDROM LEOPARD, yaitu :
L entigenes
E CG abnormalities
O cular hypertelorism
P ulmonary stenosi
A bnormality of the genitalia
R etardation of growth
D eafness

Gambar : Lentigo Multipel pada pasien dengan cardiac anomali

c. Lentiginosis sentrofasial
Diturunkan secara dominan autosomal. Lesi berupa makula kecil berwarna
coklat atau hitam, timbul pada waktu tahun pertama kehidupan dan bertambah
jumlahnya pada umur 8 10 tahun.
Distribusi terbatas pada garis horizontal melalui sentral muka tanpa
mengenai membrane mukosa. Tanda-tanda defek lain adalah retardasi mental
dan epilepsi. Sindrom ini juga ditandai oleh arkus palatum yang tinggi,
bersatunya alis, gigi seri atas tidak ada, hipertrikosis sacral, spina bifida, dan
skoliosis.
d. Sindrom Peutz-Jegher
Sindrom Peutz-Jegher adalah kondisi yang diturunkan secara autosomal
dominan

dengan

penetrasi

tingkat

tinggi

dan

ditandai

oleh

polip

gastrointestinal dan makula berpigmen. Polip jinak hamartomas yang dapat


ditemui pada seluruh traktus intestinal , yang paling khas adalah pada daerah
jejunum. Polip ini mengakibatkan perdarahan perirektal berulang dan nyeri
abdomen. Pasien sering pertama kali terlihat dengan perdarahan atau dengan
intussusception yang bermanifestasi sebagai obstruksi, nyeri perut, prolaps
rektum, muntah, dan atau tinja seperti kismis jelly.
Lentigines berwarna coklat,hitam atau biru yang biasanya muncul pada
anak usia dini. Ukuran lentigines dari 1-12 mm. Makula hiperpigmentasi
terjadi pada lebih dari 95% dari pasien, dan lesi memiliki distribusi
karakteristik pada daerah sekitar mulut, di bibir, dan pada membran mukosa
bukal,lesi juga dapat tersebar di sekitar hidung dan wajah. Selain itu, lesi boleh
muncul pada jari tangan dan kaki pada kedua telapak dan permukaan
volar. Lesi yang khas muncul pada fleksor dan ekstensor permukaan dari
seluruh tubuh. Makula pada mukosa bukal adalah tanda penting karena lesi
lentigines ini persisten, sedangkan makula lain mungkin memudar dengan
usia. Hubungan antara tingkat melanosis dan tingkat poliposis belum
ditemukan.

Gambar: Sindrom Peutz-Jegher Lentigines

2. Lentigo Simplex
Lentigo simplex atau yang disebut juga dengan lentigo simple atau
juvenile, merupakan bentuk lentigo yang paling umum. Lentigo simplex mirip
dengan lentigo solar namun lentigo simplex awalnya muncul pada masa kanak
sedangkan lentigo solar awalnya muncul pada pada masa dewasa. Lentigo
simplex berbentuk oval, macula asimtomatis berukuran diameter 3-15 mm.
Batas bergerigi dan halus, dengan warna makula dari coklat sampai hitam. Lesi
bisa muncul dimana saja pada tubuh dan umumnya sedikit.
Frekuensi kejadian lentigo simpel pada anak-anak dan dewasa belum
diketahui. Tidak tampak adanya predileksi berdasarkan ras dan jenis kelamin.
Ada peningkatan jumlah melanosit di dermal-epidermal junction.
Adanya melanin yang lebih dari normal di dekat epidermis dan stratum
korneum, dan melanophages banyak di papillary body. Papila dan interpapillry
ridges dapat memanjang maka tumpang tindih dengan pigmen keratosis
seboroik.(2,3,4)

Gambar: Lentigo Simplex

3. Solar Lentigo
Solar lentigo yang disebut juga dengan Lentigo senilis atau liver spot.
Merupakan makula hiperpigmentasi pada kulit yang berbentuk oval yang
terjadi akibat paparan sinar matahari. Punggung tangan, pipi dan dahi
merupakan daerah yang sering terkena pada usia lanjut. Sering bersama dengan
makula depigmentasi, ekimosis senilis dan degenerasi actinic yang kronik.
Pemeriksaan histopatologi menunjukkan terpisahnya geligi epidermal dan
lapisan basal berbentuk seperti pemukul baseball dan hiperpigmentasi adanya
peningkatan melanosit. (1,5)

Gambar: Solar Lentigo pada punggung tangan

4. PUVA lentigo
PUVA lentigo merupakan lesi persisten berupa makula coklat pucat yang
muncul 6 bulan atau lebih setelah dimulainya terapi PUVA untuk psoriasis.
Lesi menyerupai Lentigo senilis, namun lesi PUVA lentigo memiliki batas lebih
teratur dan dapat menyerupai ephelides.
Terjadinya lesi sangat erat disebabkan kumulatif dosis PUVA, dan lesi
dapat terjadi di semua daerah yang diterapi. Daerah yang paling umum terdapat
lesi adalah bagian dada dan punggung, pangkal paha, bokong, glans penis, dan
batang penis. Ukuran lesi bervariasi dari 3-8 mm, namun lesi stellata dapat
membesar sehingga 3 cm. lentigines dapat bertahan selama 3-6 bulan setelah
terapi dihentikan manakala lesi stellata dapat bertahan sampai lebih dari 2
tahun.(4,5)
V. DIAGNOSIS
Lesi berupa makula hiperpigmentasi yang timbul sejak lahir dan berkembang
pada masa anak-anak. Makula tersebut selalu mengenai selaput lendir mulut
berbentuk bulat, oval, atau tidak teratur ; berwarna coklat kehitaman berukuran 15 mm. Letaknya pada mukosa bukal, gusi, palatum durum, dan bibir. Bercak di
muka tampak lebih kecil dan lebih gelap terutama di sekitar hidung dan mulut,
pada tangan dan kaki bercak tampak lebih besar. Gejala lain adalah adanya polip
di usus, penderita biasanya mengalami melena. Polip dapat menjadi ganas dan
kematian disebabkan oleh adanya metastasis dari karsinoma tersebut(1)
VI.

DIAGNOSIS BANDING
Lentigo harus dibedakan dari lainnya datar, lesi berpigmen, termasuk

Karsinoma

sel

basal,

Efelid/freckles,

junctional

nevi,

postinflammatory

hyperpigmentation, dan pigmented actinic keratoses. Pigmentasi mukosa adalah


khas untuk Sindrom Peutz-Jegher, hal ini tidak didapatkan pada penyakit Addison.
Freckles umumnya dijumpai pada orang kulit putih, dipengaruhi oleh sinar
matahari dan tidak mengenai membrane mukosa. Penelitian pada keluarga akan
membantu menegakkan diagnosis lentigo.(1,6)
VII.

PENATALAKSANAAN
Lentigo generalisata biasanya terjadi secara multiple namun tidak berpotensi

untuk menjadi pre-malignant, hal tersebut harus diyakinkan kepada pasien. Untuk
pengobatan pasien dengan lentigines yang muncul pada masa kanak ataupun
dewasa muda dengan lentigines generalisata sangat jarang terjadi peningkatan
resiko melanoma sehingga pasien diberi edukasi untuk menghindari diri dari
sengatan sinar matahari.
Pada solar lentigo yang memiliki ukuran yang besar dan tidak baik untuk
dipandang membuat pasien sering meminta pengobatan. Untuk mencegah
kerusakan yang lebih lanjut akibat sinar UV yaitu dengan menghindari sengatan
matahari dan menggunakan sun-protection, broadspectrum tabir surya. Dimana
sebagai pendukung untuk keperluan kosmetik digunakan cryotherapy berupa
cryosurgery yang efektif untuk mengatasi masalah kulit seperti tumor jinak. Pada
literatur dijelaskan tentang penanganan secara kosmetik juga dapat ditambahkan
dengan terapi laser dan agen topical seperti retinoid. Pendekatan terbaru untuk
menghilangkan solar lentiginis yaitu dengan menggunakan GentleLASE longpulsed alexandrite laser.
Terapi dengan pembedahan untuk mengurangi gejala saja. Polip yang meluas
dan sifatnya jinak merupakan kontraindikasi untuk tindakan radikal; kecuali kalau
lambung, duodenum, atau kolon terkena, maka reseksi profilaksis dapat
dianjurkan.(1,3,7,8)

DAFTAR PUSTAKA
1. Soepardiman Lily. Kelainan Pigmen. In: Djuanda A, editor. Ilmu Penyakit
Kulit dan Kelamin. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;
2010.p. 289-41
2. Okulicz, F Jason. Newark. Schwarts, A Robert. Lentigo. Pediatric
Dermatology. Vol:67, 2001.p.367-370
3. Rook, Disorders of Skin Colour In Textbook Of Dermatology Volume I, 7th
Edition. Blackwell Publishing, 2008: Ch 39 P. 1942 44
4. Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ et al,
Hypomelanoses and Hypermelanoses In Fitzpatrick's Dermatology in General
Medicine. 8th ed. New York: McGraw-Hill Medical; 2012 : P. 2002
5. James WD, Berger TG, Elston DM, Melanocytic Nevi and Neoplasma In
Andrews Diseases of The Skin Clinical Dermatology 10th Edition.
Philadelphia. Elsevier inc 2006: Ch 30 P 696-98
6. Grimes EP, Disorders of Pigmentation In ACP Medicine DERMATOLOGY
online ed. WebMD Corp 2003 : Ch 15 P 142-4
7. Andrew, D. Mark. Cryosurgery for common skin conditions. American Fmily
Physician. 2004.p.2365
8. Eubanks, W. Step. Treatment of solar lentigines with GentleLASE
Long_Pulsed Alexandrite Laser. Candela USA