Anda di halaman 1dari 175

Modul Pelatihan Penggunaan ABPK

Dalam KIP/Konseling KB Bagi Provider

MODUL
PELATIHAN PENGGUNAAN ABPK
DALAM KIP/KONSELING KB BAGI PROVIDER

Edisi Pertama April 2005

Tim Penyusun :
Dra. Elly Irawan, MS.
Nurlaila Susilowati, SKM, MKes.
Dian Rosdiana

Semua yang tercantum dalam dokumen ini dapat dikutip dengan mencantumkan
sumbernya. Penggunaan sebagian atau seluruh bagian dokumen ini tidak
diperkenankan untuk tujuan komesial.
Penerbitan ini dimungkinkan atas dukungan yang diberikan oleh US Agency for
International Development Indonesia Mission atas dasar ketentuan di dalam
Cooperative Agreement nomor 497-A-00-00048-00 tanggal 22 Agustus 2000 melalui
Program STARH.

Rangkaian Alat Bantu Manajemen dan Teknis


untuk meningkatkan Pelayanan Kesehatan Reproduksi
Keberhasilan Program Keluarga Berencana di Indonesia telah membuat
begitu memasyarakatnya slogan dua anak cukup, serta slogan-slogan iklan KB dan
alat kontrasepsi populer lainnya. Indonesia juga telah menjadi ajang belajar negaranegara untuk mengembangkan program keluarga berencana di negara mereka,
karena keberhasilan program keluarga berencana ini dalam menekan tingkat
pertumbuhan penduduk di Indonesia. Namun kini tantangan bagi kesuksesan
program keluarga berencana telah bergeser dari penekanan pada kuantitas kepada
kualitas. Hal ini bukan hanya karena Indonesia telah turut meratifikasi pelayanan
kesehatan reproduksi yang berkualitas menjadi bagian dari HAM, tetapi utamanya
karena pada kenyataannya, kualitas pelayanan kesehatan reproduksi yang diberikan
atau yang tersedia masih jauh dari harapan kualitas yang diinginkan masyarakat
sebagai klien.
Alat Bantu yang telah Anda terima ini adalah salah satu bagian dari
serangkaian alat bantu berkualitas RANGKAIAN KUALITAS - yang diarahkan
secara khusus untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai upaya di
beberapa bidang berikut ini:

Meningkatkan Kinerja Petugas Kesehatan dan Kualitas Pelayanan


Memaksimalkan Pelayanan Sektor Swasta
Meningkatkan Kemampuan Kabupaten dalam Mengelola dan Melaksanakan
Program Keluarga Berencana yang Berkualitas
Meningkatkan Permintaan Klien akan Pelayanan yang Berkualitas

Sangat disadari bahwa perubahan perilaku adalah sasaran utama dari setiap
alat bantu atau metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Perubahan perilaku serta kepatuhan terhadap standar kualitas hanya mungkin
dicapai dengan menyampaikan pesan-pesan melalui berbagai saluran yang tersedia.
Dengan alasan tersebut kami mendorong Anda untuk melihat alat Bantu lain yang
termasuk dalam Rangkaian Kualitas yang ada. Untuk mengetahui lebih jauh tentang
alat bantu lain dalam Rangkaian Kualitas yang kami tawarkan, silahkan kunjungi
website ini: www.kbberkualitas.or.id
RANGKAIAN KUALITAS ini dikembangkan atas dukungan dari USAID melalui
Program STARH1, dan dalam pelaksanaannya bermitra dengan BKKBN, DepKes,
LSM dan organisasi-organisasi profesi di Indonesia sejak 2000 2005. Program
STARH memfokuskan pada peningkatan pemberian dan permintaan atas pelayanan
keluarga berencana yang berkualitas di seluruh Indonesia.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang alat bantu ini dan bantuan
teknis tentang cara penggunaannya, silahkan menghubungi: BKKBN - Pusat
Pelatihan Pegawai dan Tenaga Program, Telepon 021-800 9045 atau 800 9029
Pesawat 630 dan 633, Fax. 021-800 8558.
1

STARH merupakan Program kemitraan antara Johns Hopkins Bloomberg School of Public
Health/Center for Communication Programs and JHPIEGO.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Sambutan
Petunjuk bagi Fasilitator

Materi pelatihan :
Modul 1

: Pengenalan Pelatihan

Modul 2

: Gambaran Umum KIP/Konseling KB

Modul 3

: Ketrampilan-ketrampilan Mikro dalam KIP/Konseling KB

Modul 4

: Membantu Klien dalam Pengambilan Keputusan

Modul 5

: Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber KB dalam


KIP/Konseling KB

Modul 6

: Praktik KIP/Konseling KB dengan Menggunakan ABPK

Lampiran-lampiran :
Jadwal Pelatihan
Daftar Indeks

ii

KATA PENGANTAR

Sejalan dengan hasil kesepakatan ICPD di Kairo pada tahun 1994 serta
sesuai dengan perkembangan Program KB Nasional telah ditekankan
mengenai pentingnya memperhatikan dan menghargai hak-hak reproduksi.
Sehubungan dengan hal itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas
pelayanan Keluarga Berencana yang dapat memuaskan semua pihak baik
provider di klinik maupun petugas KB di lapangan serta klien antara lain
melalui kegiatan Komunikasi Inter Personal (KIP)/Konseling.
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama
dengan STARH Program (Sustaining Technical Achievements in Reproductive
Health) telah mengembangkan Kurikulum dan Modul Komunikasi Inter
Personal/Konseling (KIP/K) yang dirancang untuk meningkatkan interaksi
antara provider/petugas KB dan klien. Dengan demikian, kedua belah pihak
dapat melakukan komunikasi yang efektif sesuai dengan kebutuhan klien,
serta klien dapat memilih dan memutuskan sendiri kebutuhan alat/cara
kontrasepsi sesuai dengan pilihannya.
Pelatihan KIP/K menggunakan pendekatan Micro Skills yaitu melatihkan
ketrampilan melakukan perilaku-perilaku berkomunikasi tunggal/spesifik
secara satu persatu, dengan maksud merinci interaksi kompleks dalam suatu
proses konseling ke dalam perilaku-perilaku tertentu.
Untuk tercapainya tujuan pelatihan sebagaimana yang diharapkan, maka
kurikulum dan modul KIP/K dilengkapi dengan berbagai media antara lain
brosur, leaflet, poster dan video yang secara terus menerus dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan lapangan. Salah satu pengembangan media yang
dipergunakan untuk pelaksanaan pelatihan KIP/K yang akan datang adalah
dalam bentuk Alat Bantu Pengambilan Keputusan BerKB (ABPK) dalam
KIP/Konseling. Untuk memudahkan penggunaan ABPK ini maka STARH
bersama dengan BKKBN melengkapi ABPK dengan Paket Modul Pelatihan
Penggunaan ABPK Ber-KB dalam KIP/Konseling.
Pemberian KIP/Konseling dengan menggunakan ABPK oleh provider/petugas
KB di lapangan diharapkan dapat memberikan pelayanan konseling yang
memuaskan baik bagi klien maupun bagi provider/petugas KB.

iii

Penyempurnaan modul tentunya akan terus dilakukan sesuai dengan


kebutuhan wilayah, masyarakat serta perkembangan program, ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Mudah-mudahan dengan diterbitkannya paket modul penggunaan ABPK berKB dalam KIP/Konseling KB bagi provider/petugas KB ini dapat mempercepat
terwujudnya pelayanan KB yang berkualitas di setiap tingkatan.

Jakarta,

April 2005

PUSAT PELATIHAN PEGAWAI


DAN TENAGA PROGRAM BKKBN
Kepala,

Drs. Sunarto HM, MPd.

iv

SAMBUTAN

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkah, rahmat dan karuniaNya, kita dapat menyelesaikan Buku Paket
Pelatihan Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Ber-KB
dalam Komunikasi Inter Personal (KIP)/Konseling.
Atas nama pimpinan BKKBN saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama
dan bantuan dari STARH, khususnya kepada Tim Penyusun serta berbagai
pihak yang terkait dalam proses penyusunan, sehingga Paket Modul Pelatihan
ini dapat diselesaikan dengan baik.
ABPK ini merupakan salah satu media dari serangkaian media berkualitas
yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan KIP/Konseling KB kepada
klien.
Pelaksanaan KIP/Konseling yang berkualitas dapat memberikan
kontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan KB.
Perlu kita pahami bersama bahwa upaya untuk mewujudkan pelayanan KB
yang berkualitas, bukan merupakan suatu hal yang mudah akan tetapi
membutuhkan upaya bersama secara terus menerus, berkelanjutan dan
berkesinambungan serta dukungan dari semua pihak.
Untuk mencapai hal itu, maka salah satu upaya yang penting dilakukan
adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam
memberikan KIP/Konseling KB dengan menggunakan ABPK melalui kegiatan
pelatihan.
Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu diterbitkan Modul Pelatihan
Penggunaan ABPK Ber-KB dalam KIP/Konseling KB yang merupakan buku
pegangan bagi provider dalam melaksanakan KIP/Konseling KB.
Paket modul pelatihan ini berisi rancangan fasilitasi yang dilengkapi dengan
ABPK dan video serta merupakan satu paket pelatihan yang utuh dengan
harapan agar mudah dipahami dan diterapkan.
Apabila dalam
pelaksanaannya mengalami hambatan atau kesulitan kami berharap agar
sesama fasilitator dapat saling bekerjasama untuk mengatasinya.

Akhirnya kami berharap kepada semua fasilitator dan siapapun yang


menggunakan buku ini dapat secara terus menerus meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan, sehingga pelaksanaan KIP/Konseling KB dapat
berjalan secara optimal dan pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas
pelayanan KB.

Jakarta,

April 2005

Deputi Bidang Pelatihan dan


Pengembangan Program,

Dr. Sridadi Suparto

vi

PETUNJUK BAGI FASILITATOR:

CARA MENGGUNAKAN MODUL ABPK

Modul pelatihan ini dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan


pegangan bagi fasilitator dalam menyelenggarakan pelatihan atau orientasi
KIP/Konseling

KB

dengan

menggunakan

ABPK,

sehingga

dapat

meningkatkan ketrampilan Komunikasi Interpersonal/Konseling (KIP/K) para


provider dan petugas KB di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan
pemilihan metoda KB.

Kurikulum dan modul pelatihan ini menggunakan pendekatan Micro Skill


atau Ketrampilan Mikro, dimana para provider dan petugas KB di lapangan
yang dilatih akan diajarkan ketrampilan mikro dari komponen-komponen
KIP/Konseling. Kurikulum dan modul ini juga membahas mengenai Alat Bantu
Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK).

Fasilitator

yang

dibutuhkan

untuk

pelatihan

KIP/Konseling

dengan

menggunakan ABPK, berjumlah 3 (tiga) orang terdiri dari 2 (dua) orang


widyaiswara dan 1 (satu) orang petugas medis (dokter, bidan) yang sudah
pernah mengikuti TOT Konseling KB dengan pendekatan micro skills. Dalam
memberikan pelatihan, ketiga fasilitator tersebut harus merupakan satu tim
yang utuh, yang bersama-sama memfasilitasi peserta pelatihan dari awal
sampai akhir pelatihan.

Kerangka Modul
Paket pelatihan ini tediri dari 6 modul dan setiap modul menggunakan dasar
yang berfokus pada klien.

Modul 1-2 adalah mengenai pengenalan pelatihan dan gambaran umum


KIP/Konseling KB. Modul 3-4 membahas mengenai ketrampilan-ketrampilan

vii

khusus/spesifik yang diperlukan dalam konseling. Modul 5 dan 6 membahas


tentang

Alat

Bantu

Pengambilan

Keputusan

Ber-KB

serta

praktik

KIP/Konseling KB dengan menggunakan ABPK.

Setiap modul ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu tujuan yang diharapkan
setelah mengikuti modul, rincian kegiatan dan perkiraan waktu untuk setiap
kegiatan.

Pada setiap kegiatan sudah dicantumkan hal-hal yang harus

dilakukan oleh fasilitator. Selanjutnya setiap modul dilengkapi dengan:

1. Persiapan modul (alat bantu visual dan handout) yang harus disiapkan dan
dicek ketersediaannya oleh fasilitator.
Selain itu fasilitator perlu menyiapkan perlengkapan lain yang terdiri:
a. Transparan kosong
b. Marker atau pen untuk transparansi
c. Kertas kosong dan spidol (untuk peserta)
d. Contoh materi yang digunakan saat konseling dengan klien; misalnya
flipchart/papan tulis, brosur, leaflet, lembar balik.
e. Overhead Projector
f. LCD dan Komputer Laptop
g. CD

2. Handout untuk peserta, setiap sesi dilengkapi dengan handout yang dapat
dibagikan kepada peserta setelah sesi selesai, dengan tujuan agar dapat
membantu peserta pelatihan untuk membuka kembali topik-topik penting
yang terlupa oleh mereka saat akan mempraktikkan di tempat kerjanya.

3. Alat bantu visual transparansi. Fasilitator harus menyiapkan transparansi,


karena semua sesi/modul dilengkapi dengan bahan transparansi untuk
mendukung proses pelatihan.

viii

Cara Menggunakan Modul


1. Sesuaikan dengan budaya setempat: Apabila ada contoh-contoh yang
tidak sesuai dengan budaya setempat, diskusikan dengan peserta untuk
mengganti dengan contoh yang lebih sesuai.

2. Gunakan bahasa yang sesuai: Bahasa yang digunakan dalam kurikulum


ini telah diusahakan sedapat mungkin sederhana, mudah dimengerti dan
tidak banyak menggunakan istilah teknis. Apabila masih ada istilah yang
tidak

dipahami,

fasilitator

bersama

peserta

dapat

menggali

dan

menyepakati istilah yang dapat dipahami di daerah setempat tetapi masih


mempunyai kesamaan arti.

Waktu Pelatihan
Pelatihan KIP/K dengan menggunakan ABPK untuk provider berlangsung
selama 3 hari (28 jam) efektif dengan jadual seperti terlampir.

ix

MODUL 1 : PENGENALAN PELATIHAN

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat:
1. Menjalin hubungan antar pribadi yang baik
2. Menjelaskan tujuan, dasar dan metoda pelatihan
3. Menyepakati ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pelatihan
4. Menilai kemampuan diri dalam KIP/Konseling KB (Self Assessment)

B. Waktu : 180 Menit (4 JP)


C. Rincian Kegiatan Pembelajaran
Topik

Waktu

Metoda

Media

1. Pembukaan Pelatihan

45 menit

Ceramah

2. Pengenalan Peserta
dan Fasilitator

45 menit

Permainan
ABV 1.1 dan 1.2
Milik Siapa?
Penugasan

3. Tujuan, Dasar dan


Metoda Pelatihan

15 menit

CTJ

ABV 1.3, 1.4

4. Jadwal, Topik Modul


dan Membangun
Kesepakatan dalam
Pelatihan

60 menit

Diskusi
CP
Penugasan

ABV 1.5
Handout 1A,1B, 1C

5. Penilaian Diri dalam


Konseling

15 menit

Penugasan

Handout 1D
ABV 1.2

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 8

D. Persiapan Modul 1
Alat Bantu Visual (ABV)
ABV 1.1

: Pengenalan Pelatihan

ABV 1.2.

: Tujuan Pembelajaran

ABV 1.3

: Dasar Kurikulum Pelatihan Penggunaan ABPK dalam


KIP/Konseling KB

ABV 1.4

: Pesan-pesan Pokok Kurikulum Pelatihan


Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB

ABV 1.5

: Gambaran Topik/Isi Modul

Handout
Handout 1.A

: Jadwal Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/


Konseling KB

Handout 1.B

: Pengenalan Pelatihan

Handout 1.C

: Lembar Nilai Pribadi

Handout 1.D

: Lembar Penilaian Diri dalam Konseling

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 8

E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


1. Pembukaan Pelatihan

45 menit

Kegiatan

a. Sampaikan secara singkat kepada peserta bahwa untuk mengawali


pelaksanaan Pelatihan Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan
Ber KB dalam KIP/Konseling KB ini akan diadakan acara pembukaan
secara resmi oleh pejabat yang berwenang. Jelaskan pula bahwa
mengingat pelatihan ini berkaitan dengan peningkatan ketrampilan, maka
tidak dilakukan pretest.
b. Katakan kepada peserta agar mereka memperhatikan arahan dan pesanpesan yang disampaikan oleh pejabat yang bersangkutan.
c. Alokasi waktu selanjutnya selama kurang lebih 35 menit adalah untuk
kegiatan pembukaan oleh penyelenggara.

2. Pengenalan Peserta dan Fasilitator

45 menit

Kegiatan
a. Berikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan katakan
bahwa modul pertama ini akan mengantar peserta untuk saling mengenal,
menciptakan keakraban dan kebersamaan serta mengungkapkan harapan
dan kekhawatiran peserta selama mengikuti pelatihan penggunaan ABPK
dalam KIP/Konseling KB. Tayangkan ABV 1.1 dan 1.2 tentang tujuan
pembelajaran dari modul 1. Katakan selanjutnya bahwa sebagai langkah
awal kita perlu saling mengenal terlebih dahulu. Untuk keperluan itu,
peserta diminta berdiri dan membentuk lingkaran. Selanjutnya mintalah
setiap peserta untuk memasukkan satu buah benda yang dimilikinya ke
dalam sebuah tempat tertutup (amplop besar atau tas). Tekankan bahwa
benda tersebut hendaknya merupakan benda yang hampir selalu dibawa
oleh mereka atau benda yang cukup unik dan bukan benda yang pada
umumnya dimiliki oleh banyak orang (antara lain ballpoint).
b. Setelah semua peserta memasukkan benda yang dimiliki ke dalam
amplop/tas, aduk/kocok amplop, kemudian mintalah agar setiap peserta
mengambil satu benda (tanpa melihat) dari amplop/tas tersebut, ingatkan
agar peserta jangan mengambil benda miliknya. Selanjutnya, katakan
bahwa mereka harus mencari peserta yang memiliki benda tersebut.
Kemudian mintalah mereka untuk saling berkenalan dengan saling
Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 8

memberikan informasi tentang diri masing-masing kepada teman yang


menemukan benda miliknya dalam waktu 10 menit. Informasi tersebut
antara lain tentang hal-hal berikut.

Nama
Tempat/Unit kerja
Jumlah anak
Kesertaaan ber-KB
Pengalaman melakukan KIP/Konseling KB

c. Selanjutnya, di hadapan seluruh peserta, mintalah setiap peserta


memperkenalkan pasangannya. Setelah semua peserta dikenalkan oleh
pasangan masing-masing, tunjuk secara acak 3 - 4 peserta untuk secara
bergantian menyebutkan nama semua peserta secara berurutan. Berikan
penghargaan, jika peserta dapat menyebutkan secara tepat nama-nama
seluruh peserta, serta bantu mengingatkan nama peserta yang belum
dapat diingat. Tanyakan makna permainan tersebut kepada beberapa
peserta.
Untuk menutup kegiatan perkenalan ini, para fasilitator
memperkenalkan diri masing-masing.
Catatan:
Fasilitator dapat mengembangkan cara perkenalan ini dengan metode lain
yang dapat menumbuhkan partisipasi peserta, misalnya jika peserta sudah
banyak yang saling mengenal karena berasal dari daerah yang sama,
minta mereka menyebutkan sesuatu hal yang tidak diketahui oleh orang
lain mengenai dirinya (seperti pandai membuat puisi, menyanyi, membuat
hasil kerajinan tangan tertentu, melukis).
d. Bagikan kepada setiap peserta dua potongan karton manila berbentuk
buah (apel atau mangga) dengan warna yang berbeda. Mintalah mereka
menuliskan harapan dari pelatihan yang diikuti ini pada satu potongan
karton dan kekhawatiran pada satu potongan karton lainnya. Beri waktu
5 menit. Katakan selanjutnya bahwa bagi yang sudah selesai agar
menempelkan potongan karton tersebut pada gambar pohon yang tertera
di flipchart dan sudah dipampangkan di muka kelas.
e. Jika semua peserta telah menempelkan potongan karton, minta satu orang
peserta secara sukarela membacakan semua tulisan yang tertera dalam
potongan karton harapan dan bahas bersama dengan semua peserta.
Kemudian lanjutkan dengan meminta satu peserta lainnya untuk secara
sukarela membacakan tulisan pada potongan karton kekhawatiran, serta
bahas bersama.
f. Untuk menutup sesi ini katakan bahwa semua harapan peserta akan
tercapai apabila terjalin kerjasama yang baik antara peserta dengan
peserta dan peserta dengan fasilitator. Demikian pula halnya dengan
kekhawatiran peserta, fasilitator akan berupaya untuk membantu.

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 8

3. Tujuan, Dasar dan Metoda Pelatihan

15 menit

Kegiatan

a. Berikan ceramah singkat tentang tujuan umum pelatihan. Katakan bahwa


pelatihan ini adalah Pelatihan Penggunaan Alat Bantu Pengambilan
Keputusan ber KB (ABPK) dalam KIP/Konseling, yang dilaksanakan
selama 3 hari efektif dan bertujuan untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan ketrampilan provider dalam menggunakan ABPK pada
kegiatan KIP/Konseling KB. Tekankan pada peserta bahwa karena
proporsi terbesar pada pelatihan ini adalah untuk meningkatkan
ketrampilan dalam menggunakan ABPK, maka salah satu persyaratan
peserta adalah telah mengikuti pelatihan KIP/Konseling KB.
b. Katakan selanjutnya bahwa seorang provider sekalipun secara teknis
sangat trampil dalam melaksanakan tugasnya, namun bila kemampuan
komunikasinya rendah atau kurang, maka keberhasilan dan mutu
pelayanan serta hubungannya dengan anggota masyarakat sebagai klien
akan rendah. Untuk membantu dan mempermudah para provider dalam
memberikan KIP/Konseling KB khususnya pada tahap pengambilan
keputusan, maka provider perlu dilengkapi dengan media ABPK.
c. Perlihatkan ABV 1.3 dan 1.4, jelaskan dengan singkat dasar dan pesanpesan pokok kurikulum pelatihan.
Berikan tanggapan apabila ada
pertanyaan dari peserta.
d. Jelaskan dengan singkat hal-hal yang berkaitan dengan metoda
pembelajaran sebagai berikut.

Pelatihan ini menggunakan cara belajar melalui pengalaman. Para


peserta akan meningkatkan ketrampilan KIP/Konseling dengan
menggunakan ABPK bukan hanya melalui ceramah, tetapi lebih banyak
melalui diskusi, praktik, penugasan, latihan-latihan dan partisipasi aktif.
Peran pengajar di sini adalah sebagai fasilitator. Latihan-latihan dan
penugasan ini selain akan mendorong peserta menemukan kembali
teknik ketrampilan KIP/Konseling yang khas untuk dirinya, juga trampil
memberikan KIP/Konseling dengan menggunakan ABPK dan
menerapkannya ke dalam tugas sehari-hari.

Pelatihan ini tidak mencoba untuk memberikan semua jawaban kepada


peserta, namun peserta didorong untuk mencari jawaban-jawaban
sendiri.

Modul dalam pelatihan ini menggunakan pendekatan micro skills.


Ingatkan peserta kembali bahwa ketrampilan dengan pendekatan ini
adalah ketrampilan melakukan perilaku-perilaku komunikasi tunggal/
spesifik yang dilatihkan secara satu persatu. Maksud pendekatan
micro-skills dalam pelatihan konseling adalah merinci interaksi

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 8

kompleks suatu proses konseling ke dalam perilaku-perilaku tertentu


dan spesifik. Penelitian menunjukkan bahwa menguasai perilakuperilaku spesifik kemudian mengintegrasikannya ke dalam proses
konseling yang kompleks, merupakan cara belajar yang efektif dan
efisien. Dalam melatih ketrampilan mikro, kegiatan praktik merupakan
hal terpenting dan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masingmasing peserta (aktif bertanya, aktif berdiskusi, fasilitator dan peserta
saling belajar) serta kesempatan untuk mempraktikkannya. Namun,
oleh karena penekanan pelatihan ini adalah pada ketrampilan dalam
menggunakan ABPK, maka praktik-praktik yang berkaitan dengan
penguasaan ketrampilan mikro hanya dilakukan sebagai refreshing.

Selama pelatihan berlangsung peserta diharapkan berpartisipasi aktif.


Mereka tidak perlu sibuk mencatat, karena nantinya akan memperoleh
handout yang berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan serta
ABPK yang merupakan media yang dipergunakan dalam memberikan
KIP/Konseling KB.

Mengingat hal itu, maka pelatihan KIP/Konseling KB dengan


menggunakan ABPK merupakan suatu hal yang penting diikuti oleh
setiap provider untuk lebih meningkatkan ketrampilan para provider,
khususnya dalam kaitannya dengan upaya peningkatan mutu
pelayanan KB kepada para pasangan usia subur.

4. Jadwal, Topik Modul dan Membangun


Kesepakatan dalam Pelatihan

60 menit

Kegiatan

a. Bagikan Handout 1A tentang jadwal pelatihan kepada seluruh peserta,


jelaskan dengan singkat jadwal dan waktu mulai sampai berakhirnya
pelatihan setiap hari.
b. Perlihatkan ABV 1.5 tentang gambaran topik/isi tiap modul dan berikan
penjelasan singkat tentang topik/isi modul, mintalah peserta
memperhatikan penjelasan sambil melihat pula jadwal pelatihan. Bagikan
Handout 1B tentang pengenalan pelatihan
c. Katakan kepada peserta bahwa untuk tercapainya tujuan pelatihan
diperlukan adanya kesepakatan di antara sesama peserta, baik yang
berkaitan dengan disiplin maupun dalam kelancaran proses belajar
mengajar.
d. Bagikan Handout 1C tentang Lembar Nilai Pribadi dan minta setiap
peserta untuk memilih 5 nilai yang menurut mereka sangat diperlukan oleh
setiap orang dan menuliskannya pada selembar kertas dengan membuat

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 8

urutan prioritas. Katakan bahwa nilai-nilai yang telah dipilih merupakan


nilai individu.
e. Bagi peserta ke dalam 4 kelompok dan minta mereka memilih dan
menentukan serta menyepakati 5 nilai kelompok berdasarkan nilai-nilai
individu yang ada dalam kelompok masing-masing. Ingatkan bahwa dalam
menentukan pilihan kelompok hendaknya telah didiskusikan alasan
memilih nilai tersebut. Minta setiap kelompok menuliskannya pada
selembar kertas dengan urutan prioritas.
f. Berikutnya, minta secara sukarela masing-masing satu orang wakil
kelompok maju ke depan kelas dengan membawa lembar Nilai
Kelompok. Kemudian dari 5 peserta tersebut minta mereka menetapkan
ketua kelompok yang akan memimpin untuk memilih, menentukan dan
menyepakati 5 nilai dari sejumlah nilai yang terkumpul, yang nantinya
merupakan Nilai Kelas. Sebagaimana halnya dengan penentuan nilai
kelompok, hendaknya didiskusikan pula alasan penetapan nilai tersebut.
Tuliskan Nilai Kelas tersebut pada kertas flipchart dan selanjutnya minta
ketua kelompok untuk membacakannya di hadapan semua peserta.
g. Sampaikan selanjutnya bahwa Nilai Kelas tersebut akan menjadi norma
yang harus ditaati oleh semua peserta. Oleh karena itu, minta ketua
kelompok memimpin diskusi dengan seluruh peserta untuk membahas
penjabaran lebih lanjut dari Nilai Kelas menjadi Norma Kelas. Setiap
butir Nilai Kelas dijabarkan menjadi satu norma yang harus dipatuhi dan
ditetapkan sangsi apabila ada yang melanggar.
h. Tulis semua kesepakatan mereka pada flipchart (lembar balik)/papan tulis.
Berikan contoh, misalnya Nilai disiplin dapat dijabarkan menjadi norma
sebagai berikut.
Peserta harus tepat waktu sehingga tidak terlambat hadir dikelas dan
setiap sesi dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Sangsi bagi yang terlambat adalah bernyanyi
Tidak boleh merokok di kelas, sangsi bagi yang melanggar
(agar disepakati)
Tidak boleh makan dan minum di kelas dan sangsi (sesuai
dengan kesepakatan)
Tekankan bahwa ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama
hendaknya ditepati.
i.

Lanjutkan kegiatan ini dengan pemilihan ketua kelas

j.

Untuk mengakhiri pembahasan materi dalam modul 1, sampaikan bahwa


ketrampilan KIP/Konseling dengan menggunakan ABPK dapat membantu
upaya peningkatan mutu pelayanan KB

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 7 dari 8

5. Penilaian Diri dalam Konseling

15 menit

Kegiatan
a. Bagikan Handout 1D dan katakan bahwa untuk menilai ketrampilan yang
telah dimiliki oleh mereka dalam KIP/konseling KB, mereka diminta untuk
secara jujur menilai diri mereka sendiri. Untuk itu mintalah masing-masing
peserta mengisi Lembar Penilaian Diri dalam Konseling (Self Assessment).
b. Mintalah peserta untuk memberikan angka (1, 2, 3, 4 atau 5 sesuai dengan
pilihan) pada area-area kompetensi di tempat yang tersedia pada kolom
sebelum pelatihan, kemudian minta mereka melingkari angka yang
menunjukkan area kompetensi yang ingin mereka tingkatkan (terutama
untuk penilaian dengan angka 1, 2 dan 3).
c. Katakan kepada peserta bahwa Lembar Penilaian Diri ini tidak akan
dikumpulkan atau dinilai, tetapi hanya untuk mereka sendiri. Diharapkan
lembar ini selalu dibawa ke ruang pelatihan untuk membantu mereka
mengingat-ingat ketrampilan apa yang ingin mereka tingkatkan. Untuk
mengetahui peningkatan diri mereka sendiri, mereka dapat mengisi
Lembar Penilaian Diri setelah pelatihan pada kolom setelah pelatihan.
d. Akhiri semua kegiatan dalam sesi ini dengan menayangkan kembali ABV
1.2. dan menyampaikan kepada peserta tentang tujuan pembelajaran
pada modul 1.

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 8 dari 8

Handout 1A

JADWAL TENTATIF PELATIHAN


PENGGUNAAN ABPK DALAM KIP/KONSELING KB

WAKTU

HARI I

HARI II

HARI III

08.00 09.30

PENGENALAN
PELATIHAN

KETRAMPILANKETRAMPILAN MIKRO
DALAM
KIP/KONSELING KB

ALAT BANTU
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN (ABPK)
DALAM

KIP/KONSELING
09.30 10.00
10.00 11.30

ISTIRAHAT
Lanjutan

MEMBANTU KLIEN
DALAM
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

PRAKTIK
KIP/KONSELING KB
DENGAN
MENGGUNAKAN

ABPK

11.30 13.00

GAMBARAN UMUM
KIP/KONSELING KB

ALAT BANTU
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN (ABPK)

Lanjutan

DALAM

KIP/KONSELING
13.00 14.00
14.00 15.30

ISTIRAHAT/MAKAN SIANG
Lanjutan

15.30 16.00
16.00 17.30

Lanjutan
ISTIRAHAT

KETRAMPILANKETRAMPILAN MIKRO
DALAM
KIP/KONSELING KB

Lanjutan

Lanjutan

Handout 1B

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjalin hubungan antar pribadi yang baik.
2. Menjelaskan tujuan umum, dasar dan metoda
pelatihan.
3. Menyepakati ketentuan-ketentuan yang
berlaku dalam pelatihan.
4. Menilai kemampuan diri dalam KIP/Konseling
KB (self assesment).

PENGENALAN
PELATIHAN

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 13

1. Standar Pelayanan Konseling KB Indonesia.


2. Pendekatan Micro-Skills Konseling.
3. Prinsip-prinsip Belajar Orang Dewasa Prinsip
belajar melalui pengalaman dan peningkatan
mutu pelayanan.
4. Pendekatan Humanistik.

Halaman 3 dari 13

=Klien yang puas akan memiliki sikap dan


perilaku positif dalam menghadapi masalahmasalah KB kehamilan/persalinan serta
menjaga kesehatan reproduksi dan berpotensi
untuk mempromosikan KB di antara anggota
keluarga, teman-teman dan anggota masyarakat.
=Konseling perlu dilengkapi dengan Alat Bantu
Pengambilan Keputusan ber KB (ABPK).
=Konseling KB yang baik tidak akan menambah
beban pekerjaan provider.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 13

PESAN-PESAN POKOK KURIKULUM


PELATIHAN PENGGUNAAN ABPK
DALAM KIP/KONSELING KB

DASAR KURIKULUM PELATIHAN


PENGGUNAAN ABPK DALAM
KIP/KONSELING KB

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 13

= Konseling yang berpusat pada klien,


merupakan kunci tersedianya pelayanan
yang berkualitas.
= Konseling yang baik akan meningkatkan
kualitas (mutu) dan memuaskan provider,
petugas KB, klien dan masyarakat.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 13

= Konseling yang baik dapat dicapai dengan


penguasaan dan kemampuan dalam
melakukan ketrampilan yang spesifik
= Memberi kesempatan klien untuk berbicara
merupakan unsur pokok suatu konseling yang
baik
= Menciptakan suasana hubungan yang baik
dengan klien dan menjadi pendengar yang
aktif adalah dasar terlaksananya konseling
yang baik

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 13

= Komunikasi non-verbal sama pentingnya


dengan komunikasi verbal.
= Tujuan utama suatu konseling KB yang baik
adalah agar klien dapat membuat keputusan
sendiri tentang cara mengatasi masalahmasalah yang berkaitan dengan pemilihan
metoda KB dan membangkitkan kesadaran
tentang hak-hak reproduksi berdasarkan
informasi serta pemahaman yang tepat
= Konseling adalah suatu proses yang
berkelanjutan/berkesinambungan.
Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 7 dari 13

GAMBARAN TOPIK/ISI MODUL


Modul 1:
PENGENALAN PELATIHAN
= Pengenalan peserta dan fasilitator.
= Tujuan, dasar dan metoda pelatihan.
= Jadwal, topik modul dan membangun
kesepakatan dalam pelatihan.
= Penilaian diri dalam konseling.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Modul 2:

Modul 3:

GAMBARAN UMUM KIP/KONSELING KB

KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO
DALAM KIP/KONSELING

= Pengertian, jenis dan bentuk komunikasi.


= Arti KIP/Konseling serta perbedaannya
dengan nasihat dan motivasi.
= Nilai dan sikap dalam KIP/Konseling KB.
= Saat-saat sulit dalam konseling.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 9 dari 13

Halaman 8 dari 13

= Observasi dan memantapkan hubungan


baik.
= Mendengar aktif.
= Ketrampilan bertanya.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 10 dari 13

Modul 5:
Modul 4:
MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
= Faktor dan tipe pengambilan keputusan.
= 4 K dalam pengambilan keputusan.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 11 dari 13

PENGGUNAAN ABPK DALAM


KIP/KONSELING KB
= Struktur ABPK.
= Informasi teknis dalam ABPK.
= Alur penggunaan ABPK untuk setiap jenis
klien yang berbeda.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 12 dari 13

Modul 6:
PRAKTIK KIP/KONSELING DENGAN ABPK
= Proses KIP/Konseling KB untuk jenis klien
yang berbeda.
= Praktik KIP/Konseling KB dengan ABPK.
= Penilaian kemampuan diri didalam
melakukan KIP/Konseling KB.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 13 dari 13

Handout 1C

NILAI-NILAI PRIBADIKU

Kesediaan
Kesejahteraan
Kebebasan
Kejujuran
Keunggulan
Status
Kemerdekaan
Harga diri
Kapasitas masamasa depan
Reputasi
Hak azasi
Berguna bagi
orang lain
Disiplin pribadi

Kedamaian
Persahabatan
Kebenaran
Kebersamaan
Tanggung jawab
Kehormatan diri
Keamanan
Pengabdian
Membantu orang
lain
Kreativitas
Keharmonisan
Berkorban bagi
orang lain
Keluhuran budi

Kebahagiaan
Kearifan
Keadilan
Persatuan
Ketenaran
Stabilitas
Keluarga
Disiplin
Menghormati
sesama
Kekuasaan
Ketenangan
Kelangsungan
hidup
Keikhlasan

Kedudukan
Cita-cita

Keterbukaan
Tujuan hidup

Lingkungan
Lingkungan

Dipercaya oleh
orang lain
Pekerjaan
Ketaatan

Keseimbangan

Penghargaan

Imajinasi

Kasih sayang
Informasi
Menghargai
waktu
Semangat juang
Kemenangan
Ide dan
pemikiran
Kecepatan
Rendah hati
Pranata hukum
Kesederhanaan
Ayah Ibu
Ketahanan

Perhatian
Demokrasi
Usaha dan
perjuangan
Prakarsa
Keahlian
Cita-cita

Keakraban
Menepati janji
Rakhmat dan
anugerah
Keberanian
Kepandaian
Keselarasan

Dihargai oleh
orang lain
Bangsa
Harta
kekayaan
Impose
disiplin
Pengetahuan
Gairah hidup
Tantangan
hidup
Kesempatan
Bakat pribadi
Persaingan

Ketelitian
Kesopanan
Toleransi
Kenyamanan
Pengembaraan
Fleksibilitas

Kecermatan
Kebudayaan
Musyawarah
Kewibawaan
Pertumbuhan
Kualitas (mutu)

Ketepatan
Etika
Kekuatan diri
Kesabaran
Kemajuan
Kepribadian

Kerjasama
Prestasi kerja
Hidup yang
berarti
Kesucian diri
Alam semesta

Keberhasilan
Kekayaan
Persaudaraan
Kesehatan
Ketegasan
Penghargaan
Efisiensi
Ketulusan
Jaminan ekonomi
Kredibilitas
Integrasi
Melayani pada
sesama
Ketegasan
jabatan
Kepemimpinan
Sukses dalam
pekerjaan
Negara

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 1

Handout 1D

PENILAIAN DIRI DALAM KONSELING


Lembar penilaian diri ini akan membantu Anda dalam menilai pengetahuan, sikap, perilaku
yang anda miliki dalam empat area Kompetensi Konseling. Untuk mengevaluasi diri sendiri,
pilih dan tulis nomor yang sesuai dengan taraf kompetensi Anda dalam kolom yang tersedia di
sebelah kanan pada daftar masing-masing area kompetensi.

NAMA

SKALA
Selalu = 5
Sering = 4
Kadang-kadang = 3
Jarang = 2
Tidak pernah = 1

TANGGAL :

AREA KOMPETENSI

I.

SETELAH
PELATIHAN

SEBELUM
PELATIHAN

PEMANTAPAN HUBUNGAN BAIK

1. Saya yakin bahwa lingkungan konseling


terasa nyaman dan pribadi
2. Saya melakukan kontak mata secara wajar
3. Ekspresi muka saya menunjukkan perhatian,
minat dan perhatian
4. Sikap/gerak tubuh saya menunjukkan
perhatian, minat dan penerimaan
5. Saya memperhatikan tanda-tanda/aspekaspek non verbal klien (gerak-gerik, sikap,
reaksi tubuh, nada dan aspek-aspek tekanan
suara)
6. Saya memperhatikan tanda-tanda verbal klien
(isi kata-kata)
7. Ucapan saya menunjukkan perhatian, minat
dan penerimaan serta keterlibatan saya pada
masalah klien.
8. Saya dapat mengatasi kemacetan
pembicaraan secara tepat.
9. Saya bertanya tentang perasaan-perasaan
klien.
10. Saya menjamin tentang kerahasiaan klien

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 3

II. PENGUMPULAN DAN PEMBERIAN


INFORMASI
1. Saya menanyakan/menjelaskan alasan
kunjungan klien/petugas
2. Saya dapat mengikuti apa yang dikatakan
klien
3. Saya menggunakan tanda-tanda non verbal
(misalnya anggukan kepala, ucapan hmm,
hmm) untuk meningkatkan produksi verbal
klien
4. Saya hanya bicara tentang diri sendiri jika
memang diminta oleh klien.
5. Saya tidak menginterupsi/memotong
pembicaraan klien
6. Saya mengajukan pertanyaan secara satu
persatu
7. Saya menahan diri untuk tidak menggunakan
pertanyaan mengarahkan
8. Saya menanggapi serius keprihatinan klien.
9. Saya ingin mendapatkan informasi tentang
permasalahan (sesuai kebutuhan klien)
tantang:
a. Klien baru :
Informasi metoda KB yang diketahui
Metoda KB yang cocok dengan
kondisi klien
Rencana klien untuk punya anak
Sikap pasangan atau keluarga
b. Klien kunjungan ulang, puas dengan
metoda KB :
Metoda yang dipakai
Pengalaman dalam menggunakan
metoda KB yang dipilih klien
c. Klien kunjungan ulang beralih metoda KB:
Metoda KB yang dipakai
Keluhan dan efek samping yang
dialami
Pertimbangan untuk mengganti
dengan metoda lain
d. Klien perlindungan ganda :
Cara mencegah kehamilan
Cara mencegah IMS/HIV
e. Klien khusus :
Klien muda
Klien usia 40-an
Klien hamil/pasca melahirkan
Klien pasca keguguran

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 3

III. PERENCANAAN, PENGAMBILAN


KEPUTUSAN DAN PENYELESAIAN
MASALAH.
1. Saya bertahan agar tidak selalu cepat
memberikan simpati atau pemecahan
masalah
2. Saya memberikan kesempatan klien untuk
banyak bicara
3. Saya dapat membicarakan hal-hal yang
berkaitan dengan seks tanpa canggung
4. Saya membantu klien mengidentifikasi
masalah dan cara-cara penyelesaian.
5. Saya membantu klien mengembangkan
masalah dan cara-cara penyelesaian.
6. Saya membantu klien melihat konsekuensi/
akibat dari berbagai alternatif pilihan
7. Saya memberikan kesempatan kepada klien
untuk memilih.

IV. LANGKAH SELANJUTNYA


1. Saya bisa secara ringkas, akurat dan cepat
mengemukakan tema-tema yang dibicarakan
oleh klien.
2. Saya mengkonfirmasikan tiap keputusan atau
pilihan klien, memeriksa kembali
kesempatannya
3. Saya menunjukkan pengetahuan saya
mengenai sumber-sumber dukungan dan
rujukan lain
4. Saya berterima kasih kepada klien atas
kedatangannya/penerimaannya.
5. Catatan

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 3

ABV 1.1

PENGENALAN
PELATIHAN

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.2

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjalin hubungan antar pribadi yang baik.
2. Menjelaskan tujuan umum, dasar dan metoda
pelatihan.
3. Menyepakati ketentuan-ketentuan yang
berlaku dalam pelatihan.
4. Menilai kemampuan diri dalam KIP/Konseling
KB (self assesment).

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.3

DASAR KURIKULUM PELATIHAN


PENGGUNAAN ABPK DALAM
KIP/KONSELING KB
1. Standar Pelayanan Konseling KB Indonesia.
2. Pendekatan Micro-Skills Konseling.
3. Prinsip-prinsip Belajar Orang Dewasa Prinsip
belajar melalui pengalaman dan peningkatan
mutu pelayanan.
4. Pendekatan Humanistik.
Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.4

PESAN-PESAN POKOK KURIKULUM


PELATIHAN PENGGUNAAN ABPK
DALAM KIP/KONSELING KB
= Konseling yang berpusat pada klien,
merupakan kunci tersedianya pelayanan
yang berkualitas.
= Konseling yang baik akan meningkatkan
kualitas (mutu) dan memuaskan provider,
petugas KB, klien dan masyarakat.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.4

=Klien yang puas akan memiliki sikap dan


perilaku positif dalam menghadapi masalahmasalah KB kehamilan/persalinan serta
menjaga kesehatan reproduksi dan berpotensi
untuk mempromosikan KB di antara anggota
keluarga, teman-teman dan anggota masyarakat.
=Konseling perlu dilengkapi dengan Alat Bantu
Pengambilan Keputusan ber KB (ABPK).
=Konseling KB yang baik tidak akan menambah
beban pekerjaan provider.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.4

= Konseling yang baik dapat dicapai dengan


penguasaan dan kemampuan dalam
melakukan ketrampilan yang spesifik.
= Memberi kesempatan klien untuk berbicara
merupakan unsur pokok suatu konseling yang
baik.
= Menciptakan suasana hubungan yang baik
dengan klien dan menjadi pendengar yang
aktif adalah dasar terlaksananya konseling
yang baik.
Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.4

= Komunikasi non-verbal sama pentingnya


dengan komunikasi verbal.
= Tujuan utama suatu konseling KB yang baik
adalah agar klien dapat membuat keputusan
sendiri tentang cara mengatasi masalahmasalah yang berkaitan dengan pemilihan
metoda KB dan membangkitkan kesadaran
tentang hak-hak reproduksi berdasarkan
informasi serta pemahaman yang tepat.
= Konseling adalah suatu proses yang
berkelanjutan/berkesinambungan.
Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.5

GAMBARAN TOPIK/ISI MODUL


Modul 1:
PENGENALAN PELATIHAN
= Pengenalan peserta dan fasilitator.
= Tujuan, dasar dan metoda pelatihan.
= Jadwal, topik modul dan membangun
kesepakatan dalam pelatihan.
= Penilaian diri dalam konseling.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.5

Modul 2:
GAMBARAN UMUM KIP/KONSELING KB
= Pengertian, jenis dan bentuk komunikasi.
= Arti KIP/Konseling serta perbedaannya
dengan nasihat dan motivasi.
= Nilai dan sikap dalam KIP/Konseling KB.
= Saat-saat sulit dalam konseling.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.5

Modul 3:
KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO
DALAM KIP/KONSELING
= Observasi dan memantapkan hubungan
baik.
= Mendengar aktif.
= Ketrampilan bertanya.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.5

Modul 4:
MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
= Faktor dan tipe pengambilan keputusan
= 4 K dalam pengambilan keputusan

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.5

Modul 5:
PENGGUNAAN ABPK DALAM
KIP/KONSELING KB
= Struktur ABPK.
= Informasi teknis dalam ABPK.
= Alur penggunaan ABPK untuk setiap jenis
klien yang berbeda.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 1.5

Modul 6:
PRAKTIK KIP/KONSELING DENGAN ABPK
= Proses KIP/Konseling KB untuk jenis klien
yang berbeda.
= Praktik KIP/Konseling KB dengan ABPK.
= Penilaian kemampuan diri didalam
melakukan KIP/Konseling KB.

Modul 1 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MODUL 2: GAMBARAN UMUM KIP/KONSELING KB

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat:
1. Menjelaskan pengertian, jenis dan bentuk komunikasi.
2. Membedakan konseling dengan nasihat dan motivasi.
3. Menjelaskan nilai dan sikap provider dalam konseling KB.
4. Menjelaskan cara mengatasi saat-saat sulit dalam konseling.
B. Waktu: 180 Menit (4 JP)
C. Rincian Kegiatan Pembelajaran

Pokok Bahasan

Waktu

Metoda
CTJ

Media
ABV 2.1 dan 2.2,
Papan tulis

1. Pengantar

5 menit

2. Pengertian, Jenis dan


Bentuk Komunikasi

45 menit CTJ
CP
Role play

ABV 2.3 s/d 2.5

3. Arti KIP/Konseling serta


Perbedaannya dengan
Nasihat dan Motivasi

30 menit CP
Diskusi
Kelompok

ABV 2.6 s/d 2.7

4. Nilai dan Sikap dalam


KIP/Konseling KB

45 menit Permainan ABV 2. 8


CTJ
2 buah Potongan
Role play
karton

5. Saat-saat Sulit dalam


Konseling

45 menit Diskusi
kelompok

ABV 2.9
Handout 2A dan 2B

6. Penutup

10 menit CTJ

ABV 2.2

Modul 2: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 6

PERSIAPAN MODUL 2

Alat Bantu Visual (ABV)


ABV 2.1

: Gambaran Umum KIP/Konseling KB.

ABV 2.2

: Tujuan dan Kegiatan Pembelajaran.

ABV 2.3

: Apa itu Komunikasi?

ABV 2.4

: Arti Komunikasi.

ABV 2.5

: Jenis-jenis Komunikasi.

ABV 2.6

: Konseling.

ABV 2.7

: Perbedaan Konseling, Motivasi dan Nasihat.

ABV 2.8

: SOLER.

ABV 2.9

: Situasi Sulit dalam Konseling.

Handout
Handout 2.A

: Gambaran Umum KIP/Konseling KB.

Handout 2.B

: Situasi Sulit dalam Konseling.

Modul 2: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 6

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


1. Pengantar

5 menit

Kegiatan

Fasilitator memperkenalkan diri dan menyebutkan tujuan serta kegiatan


pembelajaran untuk materi Gambaran Umum KIP/Konseling KB. Tayangkan
ABV 2.1 dan 2.2.

2. Pengertian, Jenis dan Bentuk Komunikasi

45 menit

Kegiatan
a. Melalui tayangan ABV 2.3, mintalah peserta untuk melakukan curah
pendapat mengenai pertanyaan-pertanyaan berikut :
Apa yang dimaksud dengan komunikasi ?
Mengapa orang saling berkomunikasi ?
Bagaimana orang berkomunikasi?
Tulis jawaban di flipchart/papan tulis, beri kesempatan pada peserta untuk
memperoleh kesepakatan tentang pendapat mengenai pertanyaanpertanyaan tersebut.
Klarifikasi tentang arti komunikasi dengan
menayangkan ABV 2.4
b. Selanjutnya minta kembali peserta mengemukakan berbagai jenis
komunikasi yang mereka ketahui serta pengertian dari setiap jenis
komunikasi tersebut berikut contohnya.
Klarifikasi jawaban peserta
dengan menayangkan ABV 2.5
c. Fasilitator menulis kalimat pada papan tulis: Berikan jeruk itu kepadaku.
Minta satu persatu peserta maju ke depan kelas untuk mengatakan kalimat
tersebut dalam suasana perasaan tertentu, setelah fasilitator
memperlihatkan potongan kertas yang memuat salah satu kata: sedih,
marah, senang, malu, memaksa, merayu, kecewa, semangat. Peserta lain
dimohon untuk menebak perasaan yang terkandung dalam kalimat yang
diungkapkan oleh tiap-tiap pemeran. Tanyakan apa makna permainan,
dikaitkan dengan aspek verbal dan non verbal dalam berkomunikasi.
d. Tekankan bahwa intonasi suara, mimik muka, posisi tubuh merupakan
aspek non verbal dalam berkomunikasi

Modul 2: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 6

3. Arti KIP/Konseling serta Perbedaannya


dengan Nasihat dan Motivasi

30 menit

Kegiatan

a. Berdasarkan permainan tadi, mintalah peserta merumuskan apa yang


dimaksud dengan KIP/Konseling.
Tulis di flipchart/papan tulis dan
klarifikasi dengan menayangkan ABV 2.6.
b. Katakan kepada peserta bahwa selama ini mereka sudah lama melakukan
motivasi dan memberi nasihat kepada calon klien maupun klien. Bagi
kelas menjadi 3 kelompok dan minta mereka mendiskusikan dalam
kelompok mengenai perbedaan antara konseling, dengan motivasi dan
nasihat dalam waktu 10 menit. Beri kertas flipchart dan spidol untuk
menuangkan
hasil
diskusi.
Wakil
tiap
kelompok
diminta
mempresentasikan hasil diskusinya. Fasilitator menyimpulkan dengan
menayangkan ABV 2.7.
c. Ingatkan kepada peserta tentang langkah kunci konseling SATU TUJU
serta tingkatkan ketrampilan konseling, yaitu observasi dan ketrampilan
memantapkan hubungan baik, ketrampilan mendengar aktif dan bertanya
serta ketrampilan membantu klien dalam mengambil keputusan. Tingkat
ketrampilan konseling tersebut akan dibahas pada modul berikutnya.

4. Nilai dan Sikap dalam KIP/Konseling

45 menit

Kegiatan
a. Katakan kepada peserta bahwa setiap orang memiliki nilai dan sikap yang
mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Oleh sebab itu peserta
diharapkan dapat mengenali lebih dalam mengenai hal ini.
b. Letakkan 2 lembar karton karton yang bertuliskan setuju dan tidak
setuju dan tempelkan pada tembok di dua sisi ruangan. Katakan kepada
peserta bahwa sekarang mereka akan melakukan latihan untuk memahami
nilai-nilai diri dan nilai-nilai orang lain. Minta semua peserta untuk berdiri.
Katakan bahwa Fasilitator akan membacakan suatu pernyataan dan setiap
selesai membaca satu pernyataan, masing-masing peserta diminta untuk
berjalan dan berkelompok pada sisi ruangan bertanda setuju bila ia
setuju dengan pernyataan tersebut; dan ke sisi ruangan lain yang bertanda
tidak setuju bila peserta tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
c. Bacakan dengan keras pernyataan dalam handout satu persatu. Setiap
selesai satu pernyataan, mintalah salah satu peserta dari kelompok

Modul 2: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 6

setuju dan kelompok tidak setuju untuk menjelaskan alasan mengapa ia


setuju/tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
d. Mintalah mereka kembali ke tempat masing-masing, rangkum latihan
dalam diskusi kelas dengan mengajukan pertanyaan :
Apakah Anda heran dengan respon peserta lain terhadap suatu
pernyataan?
Bagaimana perasaan Anda ketika peserta lain tidak sependapat
dengan Anda? Mengapa ?
Apa makna yang bisa Anda tarik dari latihan tadi, dikaitkan dengan
proses konseling?
Rangkum jawaban peserta dengan mengatakan bahwa setiap orang
memiliki latar belakang yang hampir sama, tetapi respon dapat berbeda.
Orang yang berbeda nilai dan pengalamannya berbeda pula persepsi dan
sikap dalam membuat kesimpulan. Kita harus terlebih dulu menyadari
nilai-nilai yang kita yakini untuk meyakinkan bahwa kita tidak memaksakan
keyakinan kita kepada klien kita. Dalam konseling, kita harus belajar
menghormati nilai orang lain.
e. Letakkan 3 pasang kursi berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu
berdekatan antara satu pasangan dengan pasangan lainnya. Katakan
kepada semua peserta bahwa fasilitator meminta 3 orang peserta untuk
maju ke depan untuk berperan sebagai provider. Selanjutnya katakan
kepada ketiga peserta tersebut dengan berbisik, tanpa terdengar peserta
lain, bahwa salah seorang akan memerankan provider yang tuli, yang lain
provider yang acuh dan satunya lagi provider yang sok sibuk, tidak
memperhatikan klien.
Mereka diminta duduk di kursi yang telah
disediakan.
f. Kemudian minta 3 orang peserta lain untuk menempati 3 kursi klien. Untuk
ronde pertama, setiap pemeran klien diminta untuk menceritakan
pengalaman yang menarik kepada konselor yang ada di hadapannya.
Provider melakukan peran yang sudah ditugaskan. Setelah selesai,
tanyakan kepada setiap pemeran klien bagaimana perasaan, kesannya
terhadap lawan bicara mereka.
g. Katakan kepada peserta bahwa ronde berikutnya setiap pasangan
bertukar peran, tetapi pemeran provider harus memberi perhatian penuh
terhadap lawan bicara.
Sedangkan pemeran klien menceritakan
pengalaman yang paling mengesankan dalam hidupnya. Tanyakan
kepada pemeran klien bagaimana perasaan mereka masing-masing
setelah bertemu provider yang memiliki sikap penuh perhatian.
h. Berdasarkan permainan tadi, jelaskan sikap yang harus dimiliki oleh
seorang provider dengan menayangkan ABV 2.8 dan bahas bersama.

Modul 2: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 6

5. Saat-saat Sulit dalam Konseling

45 menit

Kegiatan
a. Jelaskan pada peserta bahwa setiap provider pernah mengalami saat-saat
sulit atau tidak menyenangkan dalam proses konseling. Hal tersebut
merupakan situasi yang penuh tantangan.
Ketrampilan konseling
terletak pada bagaimana provider mengatasi situasi-situasi sulit
tersebut.
Jadi dibutuhkan pengetahuan tentang cara yang harus
dilakukan, apabila hal tersebut sampai terjadi.
b. Lakukan curah pendapat mengenai kesulitan yang pernah dialami atau
mungkin timbul pada saat konseling. Catat jawaban peserta pada
flipchart/papan tulis. Lakukan klarifikasi dengan menayangkan ABV 2.9.
Diskusikan bersama bagaimana mengatasi situasi sulit tadi. Selesai
diskusi, bagikan Handout 2A tentang gambaran umum KIP/Konseling KB
dan Handout 2B tentang cara mengatasi situasi sulit dalam konseling.

6. Penutup

10 menit

Kegiatan
1. Fasilitator merangkum seluruh kegiatan pembelajaran dan memberikan
penekanan pada pokokpokok materi dikaitkan dengan tujuan
pembelajaran.
2. Tayangkan kembali ABV 2.2, tanyakan kepada peserta sejauhmana tujuan
pembelajaran materi ini tercapai.

Modul 2: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 6

Handout 2A

TUJUAN DAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN
1. Tujuan

GAMBARAN UMUM
KIP/KONSELING KB

Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan


dapat :
a. Menjelaskan pengertian, jenis dan bentuk
komunikasi.
b. Membedakan konseling dengan nasihat dan
motivasi.
c. Menjelaskan nilai dan sikap petugas konseling
dalam konseling KB.
d. Menjelaskan cara mengatasi saat-saat sulit dalam
konseling.

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

2. Kegiatan Pembelajaran
TOPIK

WAKTU

1. Pengantar

METODA

5 menit Bermain peran


CTJ

MATERI/ALAT
BANTU
ABV 3.1

MENGAPA ORANG SALING


KOMUNIKASI?

2. Observasi dan
Memantapkan
Hubungan Baik

40 menit Bermain peran


Tugas individual
Ceramah

3. Cara Mendengar Aktif


(Ketrampilan mendengar
Aktif)

90 menit Bermain peran


Tugas individual
Ceramah

Handout 3A

4. Ketrampilan Bertanya
yang Efektif

40 menit CTJ
Latihan

ABV 3.2
Handout 3B

5. Kesimpulan

5 menit Ceramah singkat

APA ITU KOMUNIKASI?

BAGAIMANA ORANG
BERKOMUNIKASI?

ABV 3.1, 3.2

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ARTI KOMUNIKASI

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

JENIS-JENIS KOMUNIKASI
l Komunikasi massa

Komunikasi adalah proses dimana seseorang


mengirimkan pesan kepada orang lain.
Pengiriman pesan ini biasanya dilakukan
dengan menggunakan kata atau bahasa

Penyampaian pesan kepada kelompok besar,


biasanya sebagian besar masyarakat/populasi

l Komunikasi intrapersonal
komunikasi yang terjadi di dalam diri seseorang.
Berbicara dalam hati.

l Komunikasi interpersonal
Interaksi dinamis antara satu orang ke orang lain,
bersifat dua arah, secara verbal dan non-verbal
Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

PERBEDAAN KONSELING, MOTIVASI


DAN NASIHAT

KONSELING

ASPEK

Suatu proses pemberian bantuan yang


dilakukan seseorang kepada orang lain
dalam membuat suatu keputusan atau
memecahkan masalah melalui pemahaman
tentang fakta-fakta dan perasaan-perasaan
yang terlibat di dalamnya

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

SOLER
S :

FACE YOUR CLIENTS SQUARELY ( MENGHADAP KE KLIEN )


DAN SMILE/NOD AT CLIENT ( SENYUM/MENGANGGUK KE KLIEN )

O :

OPEN AND NON-JUDGEMENTAL FACIAL EXPRESSION (EKSPRESI


MUKA MENUNJUKKAN SIKAP TERBUKA DAN
TIDAK MENILAI )

L :

LEAN TOWARDS CLIENT (TUBUH CONDONG KE KLIEN )

E :

EYE CONTACT IN A CULTURALLY-ACCEPTABLE MANNER


(KONTAK MATA/TATAP MATA SESUAI CARA YANG DITERIMA
BUDAYA SETEMPAT)

R :

RELAXED AND FRIENDLY MANNER (SANTAI DAN SIKAP


BERSAHABAT)

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Petugas konseling tidak dapat menciptakan


rapport (hubungan) yang baik.
Petugas konseling dan klien sudah saling kenal.
Klien berbicara terus menerus dan tidak sesuai
dengan pokok pembicaraan.
Klien menanyakan hal-hal yang sangat pribadi
kepada petugas konseling.
Petugas konseling merasa dipermalukan dengan
suatu topik pembicaraan.
Klien terganggu konsentrasinya karena ada orang
lain di sekitarnya.
Petugas konseling belum dikenal oleh klien.

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MOTIVASI

NASIHAT

KONSELING

Tujuan

Mengharap klien
mau mengikuti usul
petugas

Mengharapkan
Membantu klien agar
klien mengikuti usul dapat menentukan
petugas
keinginannya
(mengambil keputusan)

Informasi yang
diberikan

Penekanan pada hal


hal yang baik

Penekanan pada
hal hal yang baik
atau buruk, sesuai
dengan nasihat
yang diberikan

Harus memberikan
informasi yang lengkap
dan benar. Serta
objektif dan netral

Arah komunikasi Lebih banyak satu


arah

Lebih banyak satu


arah

Harus dua arah

Komunikasi
verbal dan non
verbal

Menerapkan
komunikasi verbal
dan non verbal

Penerapan komunikasi
verbal dan non verbal
merupakan suatu hal
yang mutlak dilakukan.

Kurang menerapkan
komunikasi verbal
dan non verbal

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

SITUASI-SITUASI SULIT DALAM


KONSELING
1. Klien tidak mau berbicara.
2. Klien tidak berhenti menangis.
3. Petugas konseling meyakini bahwa tidak ada
penyelesaian bagi masalah klien.
4. Petugas konseling melakukan situasi kesalahan.
5. Petugas konseling tidak mengetahui jawaban dari
pertanyaan yang diajukan klien.
6. Klien menolak bantuan petugas konseling.
7. Klien tidak nyaman dengan jenis kelamin (jender)/
umur/latar belakang/suku/adat, dsb dari petugas
konseling.
8. Waktu yang dimiliki petugas konseling terbatas.
Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Handout 2B

SITUASI SULIT DALAM KONSELING


1.

Diam. Klien tidak mau berbicara selama beberapa waktu. Hal ini
biasanya terjadi pada klienklien yang merasa cemas atau marah.
Apabila hal ini terjadi pada awal pertemuan, setelah beberapa saat,
sebaiknya provider memperhatikan hal ini dengan mengatakan misalnya:
Saya mengerti hal ini sulit untuk dibicarakan (Refleksi perasaan).
Biasanya pada pertemuan pertama klien-klien saya juga merasa begitu
(Validasi). Apakah ibu merasa cemas? Atau alternatif lain apabila klien
diam karena marah (misalnya, klien berpaling muka dari provider).
Sebagai provider anda dapat berkata: Bagaimana perasaan ibu karena
berada di sini sekarang? Pertanyaan-pertanyaan ini harus diikuti
dengan suasana hening selama beberapa saat, pada saat ini provider
memandang klien dan memperlihatkan sikap tubuh yang menunjukkan
perhatian.
Kadang-kadang keadaan klien tidak mau bicara atau diam ini terjadi
pada pertengahan pertemuan. Dalam situasi seperti ini provider harus
memperhatikan konteks pembicaraan dan menilai mengapa hal ini
terjadi.
Mungkin hal tersebut terjadi karena klien merasa berat
menceritakan hal-hal yang pribadi atau suatu rahasia tentang dirinya,
atau ia tidak senang dengan sikap provider. Pada umumnya, lebih baik
menunggu beberapa saat, memberi kesempatan kepada klien untuk
mengekspresikan perasaan atau pikirannya, meskipun provider merasa
tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Kadang-kadang klien diam
karena sedang berpikir atau memperhatikan dengan seksama. Dalam
hal ini tidak perlu berusaha memecahkan kesunyian, juga tidak perlu
menunjukkan sikap tidak menerima.

2.

Klien Menangis. Klien yang menangis tersedu-sedu membuat provider


merasa tidak nyaman. Reaksi yang wajar yang dapat kita lakukan
adalah berusaha menenangkan, tetapi hal ini tidak selalu
menguntungkan dalam konseling. Menangis bisa disebabkan karena
beberapa alasan. Ada kemungkinan untuk melepaskan emosi, dalam hal
ini yang dapat dilakukan provider adalah menunggu beberapa saat, dan
apabila masih terus menangis, katakan bahwa tidak apa-apa kalau ingin
menangis, adalah wajar apabila merasa sedih kita menangis. Biasanya
tangisan mereda sendiri setelah beberapa lama.
Bagaimanapun,
kadang-kadang menangis dilakukan untuk menarik perhatian atau
menghentikan pertanyaan-pertanyaan yang menyelidik lebih lanjut.
Tangisan juga mungkin merupakan cara klien memanipulasi provider.
Sekali lagi, cara terbaik adalah memberikan kesempatan kepada klien
untuk menangis. Untuk klien yang memanipulatifpun pada akhirnya akan
menyadari bahwa provider tidak bisa dimanipulasi. Petugas konseling
dari latar belakang budaya tertentu mungkin dapat menenangkan klien
dengan menyentuh badan (misalnya: menepuk-nepuk bahu atau

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 8

Handout 2B

memegang tangan klien), menenangkan harus dilakukan dengan hatihati. Di samping itu, hal ini memerlukan perhatian khusus. Alasannya,
apabila kesulitan klien ada hubungannya dengan masalah seks,
menyentuh klien, meskipun sentuhan itu tanda perhatian, hal tersebut
dapat disalahartikan dan akan menimbulkan ketakutan pada diri klien.
Faktor budaya, usia dan jenis kelamin dari provider maupun klien perlu
diperhatikan. Yang penting, adalah bahwa hubungan profesional (bukan
sosial) antara provider dan klien harus tetap dijaga.
3.

Provider meyakini bahwa tidak ada pemecahan bagi masalah klien.


Kondisi ini biasanya mencemaskan, provider merasa tidak tahu harus
berbuat apa. Perlu diingat bahwa fokus utama konseling adalah pada
subyek/orangnya, bukan pada masalahnya. Meskipun masalah yang
dihadapi sangat sulit, seperti misalnya seorang remaja putri ingin
melakukan aborsi, sementara provider tidak mungkin memenuhi
permintaan tersebut; atau misalnya seseorang diultimatum bahwa
usia/masa hidupnya tidak lama lagi karena mengidap kanker rahim.
Dalam hal ini tidak berarti provider tidak dapat menolong klien. Salah
satu langkah yang dapat dilakukan terhadap klien yang mendesak ingin
dibantu provider dalam memecahkan masalahnya adalah dengan
mengatakan kepada klien bahwa meskipun provider tidak dapat
mengubah keadaan, tetapi menurut pengalaman, semakin mengenal
klien secara baik akan semakin membantu, karena pada klien dapat
timbul perubahan pandangan atau pemikiran baru sehingga klien lebih
siap dalam menghadapi masalahnya. Provider sebaiknya tidak cepat
membuat asumsi/kesimpulan.
Misalnya pada seorang gadis yang mencemaskan hal-hal yang terjadi
pada pacarnya, kemudian provider langsung menyimpulkan bahwa si
gadis hamil. Semakin lama klien mengeksplorasi dan mengekspresikan
dirinya, semakin memungkinkan baginya untuk memahami mengapa
keadaan itu terjadi pada dirinya dan semakin menguatkan dirinya dalam
menghadapi kesulitan.

4.

Provider melakukan kesalahan. Dalam banyak hal, provider dapat


melakukan suatu kesalahan, provider mungkin salah mengartikan
maksud kata-kata klien, provider mungkin tidak berkonsentrasi sehingga
bertanya berkali-kali kepada klien tentang suatu hal, provider mungkin
merasa malu atau marah karena ucapan klien. Hal utama yang
terpenting untuk menciptakan hubungan baik dengan klien adalah
bersikap jujur. Menghargai klien adalah salah satu syarat penting dalam
konseling.
Menghargai dan mempercayai klien dapat ditunjukkan
dengan cara mengakui bahwa provider telah melakukan kesalahan.
Minta maaflah apabila salah/keliru.
Misalnya, provider dapat
mengatakan: Maaf, saya lupa bahwa tadi ibu sudah mengatakan kalau
ibu memiliki tiga orang anak. Seandainya provider tersinggung/marah
karena kata-kata klien, provider perlu menyadari dan dapat menyatakan
penyesalannya dengan mengatakan: Tahukan ibu beberapa waktu tadi

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 8

Handout 2B
ketika ibu mengatakan bahwa ibu merasa sulit karena menyusui setiap
saat, saya agak menghardik ibu, saya agak geram karena pada
pertemuan sebelumnya kita sudah mendiskusikan betapa pentingnya
memberi ASI setiap bayi haus, mungkin ibu memperhatikan reaksi saya,
maafkan. Apakah ibu ingin membicarakan hal itu lagi?. Perlu diketahui
bahwa apapun reaksi emosi provider akan dirasakan klien. Semakin
terbuka perasaan kita selama pertemuan dengan klien (bukan berarti
membuka diri tentang hal-hal pribadi di luar konseling) semakin terbuka
pula perasaan klien. Kesalahan provider dapat berubah menjadi hal
yang baik bagi klien.
5.

Provider tidak tahu jawaban dari pertanyaan klien. Hal ini merupakan
kecemasan yang biasa diutarakan provider. Seperti situasi sebelumnya,
sudah sepantasnya mengatakan bahwa provider tidak dapat menjawab
pertanyaan klien, tetapi akan berusaha mencari informasi tersebut untuk
klien. Provider dapat pula menunjukkan sumber lain untuk mendapatkan
informasi tersebut. Mengelak pertanyaan atau menjawab tanpa dasar
pengetahuan, akan lebih berpengaruh negatif terhadap hubungan
dengan klien yang sudah terbina secara baik, lebih baik mengakui
keterbatasan pengetahuan provider.

6.

Klien menolak bantuan provider. Pada pertemuan pertama penting


sekali untuk menjajaki mengapa atau apa yang mendorong klien datang
ke klinik, dihubungkan dengan maksud KHIBA. Membuka pembicaraan
dengan menanyakan mengapa mereka datang ke klinik akan sangat
membantu. Selanjutnya, kita dapat mengatakan: Saya dapat mengerti
perasaan ibu. Saya senang ibu datang hari ini untuk mendiskusikan
tentang permasalahan ibu. Kita punya waktu untuk membicarakan
tentang kebutuhan-kebutuhan ibu.
Saya akan membantu ibu
menemukan pemecahan masalah yang paling sesuai untuk ibu. Kalau
klien sama sekali tidak mau bicara, tekankan pada hal-hal yang positif,
paling tidak ia sudah datang dan berkenalan dengan provider, mungkin ia
mau mempertimbangkan kembali.
Sarankan untuk melakukan
pertemuan lanjutan.

7.

Klien merasa tidak nyaman dengan jenis kelamin Provider. Kesulitan


ini diucapkan oleh klien dengan mengatakan: Saya merasa canggung
membicarakan hal ini dengan seorang wanita. Saya mengharap saya
berhadapan seorang laki-laki. Kemungkinan hal ini tidak disampaikan
secara verbal, tetapi provider dapat melihat dari sikap klien. Dalam
situasi seperti ini, sebaiknya provider mengemukakan hal ini dengan
mengatakan: Barangkali sebenarnya Bapak mengharapkan akan
berhadapan seorang provider pria?
Selanjutnya katakan: Orang
kadang-kadang pada awalnya merasa lebih nyaman bila berbicara
dengan seseorang yang sama (atau berlawanan) jenis kelaminnya, tetapi
menurut pengalaman saya semakin lama hal ini semakin tidak penting
apabila kita sudah semakin mengenal teman bicara kita. Bagaimana
kalau kita coba lanjutkan dan kita lihat bagaimana nantinya.! Biasanya
klien menerima, dan masalah ini hilang dengan sendirinya bila provider

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 8

Handout 2B
bersikap penuh perhatian, menghargai klien dan tidak menilai terhadap
klien. Penggunaan kata-kata yang menunjukkan perhatian positif dan
refleksi akan sangat membantu karena klien merasa diterima apapun
kata-kata yang diucapkannya. Apabila klien menyampaikan sebelumnya
bahwa dirinya mengharapkan provider yang sama (atau berbeda) jenis
kelaminnya, hal ini bisa dipenuhi apabila memungkinkan. Tetapi pada
kenyataannya berhadapan dengan seseorang dengan jenis kelamin yang
berbeda dan menjadi masalah bagi klien, merupakan latihan yang baik
bagi klien. Karena itu sebelumnya provider harus dapat melihat apakah
klien betul-betul mau mencoba.
8.

Waktu yang dimiliki provider terbatas.


Sebaiknya sejak awal
pertemuan klien mengetahui berapa lama waktu provider yang tersedia
untuk dia. Ada saat dimana provider tidak memiliki waktu sebanyak
biasanya. Karena itu provider sebaiknya memberikan informasi tersebut
beberapa saat sebelum pertemuan, meminta maaf, menjelaskan sebab
keterbatasan
waktunya,
dan
menunjukkan
bahwa
provider
mengharapkan bertemu klien pada pertemuan selanjutnya. Meskipun
waktunya sebentar, dapat diperoleh suatu hasil pembicaraan. Seperti
halnya demonstrasi bermain peran peserta. Lebih baik memanfaatkan
sedikit waktu yang ada dari pada meminta klien pergi.

9.

Provider tidak dapat menciptakan rapport (hubungan) yang baik.


Kadang-kadang rapport yang baik dengan klien sulit terjadi. Hal ini
bukan berarti konseling harus diakhiri atau mengirimkan klien kepada
provider lain. Akan lebih baik provider minta pendapat kepada teman
sesama petugas di lapangan untuk mengamati pertemuan dan melihat
dimana letak kesulitannya, apakah ada sikap klien yang membuat
provider merasa ditolak klien. Segala kemungkinan perlu dijajagi. Salah
satu aspek penting dari pelatihan adalah bahwa provider belajar
mengatasi situasi yang tidak nyaman bagi dirinya sebelum konseling
yang sesungguhnya dilakukan. Mengirim atau meminta klien pergi tidak
akan membantu, tetapi mungkin berpengaruh buruk pada klien. Lebih
baik mencoba melanjutkan konseling, terutama dengan membuat klien
merasa lebih nyaman tentang dirinya sendiri.

10. Provider dan klien sudah saling kenal. Pada kelompok masyarakat
kecil biasanya antara provider dan klien sudah saling kenal. Kalau
hubungan ini biasa-biasa saja (tidak terlalu akrab), provider dapat
melayani seperti pada umumnya, tetapi perlu ditekankan bahwa
kerahasiaan akan tetap terjaga, dan provider akan bersikap sedikit
berbeda dengan sikap diluar konseling terhadap klien sebagai temannya.
Apabila hubungan provider dan klien sangat akrab, perlu disampaikan
kepada klien bahwa lebih baik pindah ke provider lain. Berdasarkan
pengalaman, hubungan akrab ini dapat sangat mempengaruhi jalannya
konseling.

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 8

Handout 2B
11. Klien berbicara terus dan yang dibicarakan tidak sesuai dengan
materi pembicaraan. Situasi ini kebalikan dari situasi di mana klien
tidak mau berbicara, tetapi sama-sama menimbulkan kecemasan dan
kesulitan bicara bagi provider. Apabila klien terus menerus mengulang
pembicaraan, setelah beberapa saat perlu dipotong pembicaraannya
dengan mengatakan seperti: Maafkan saya, ibu, apakah ibu tegang atau
cemas tentang sesuatu, saya perhatikan ibu menyatakan suatu hal yang
sama berulang-ulang, apakah ada yang sulit disampaikan? Pertanyaan
semacam ini akan membantu klien menfokuskan kembali percakapan.
12. Klien bertanya tentang hal-hal pribadi provider. Hubungan providerklien adalah hubungan profesional, bukan hubungan sosial. Hal ini
penting karena dengan demikian provider bersikap berbeda dengan
sikap orang lain dalam kehidupan klien. Keadaan ini mungkin sulit
dimengerti klien pada awalnya, terutama kalau provider bersikap akrab
dan hangat. Risiko dari hubungan seperti ini adalah, provider mendapat
pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi dari klien yang harus
dijawab. Maka sebaiknya tidak dilakukan karena beberapa alasan.
Pertama akan mengalihkan perhatian provider dari klien. Pertanyaan
akan mengarah pada serangkaian pertanyaan yang pada awalnya
bersifat ringan saja, lama kelamaan pertanyaan akan menjurus kepada
masalah-masalah pribadi yang tidak ingin dijawab provider. Bila ini akan
menimbulkan salah pengertian pada klien, seakan ada hal yang salah
pada provider atau pada klien karena perhatian pada masalah tersebut.
Kadang-kadang klien ingin tahu apakah provider pernah mengalami hal
yang sama. Jawaban YA akan membuat klien tidak yakin provider
dapat menolong. Sementara kalau dijawab TIDAK klien akan merasa
provider tidak mengerti masalahnya. Akan lebih baik apabila ada
pertanyaan-pertanyaan pribadi provider yang menyatakan bahwa kalau
provider bercerita tentang dirinya tidak akan membantu klien, oleh
karena itu lebih baik tidak bercerita. Klien akan menerima aturan ini. Hal
ini akan lebih baik dari pada menjawab sebagian saja dari pertanyaan
klien, bukan semuanya, atau lebih lebih mengelak, karena ini akan
merusak kepercayaan/keterbukaan klien terhadap provider.
13. Provider merasa dipermalukan dengan suatu topik pembicaraan.
Dapat terjadi suatu kondisi di mana klien mengatakan sesuatu yang
membuat provider merasa malu. Semakin banyak provider berlatih
menghadapi hal-hal sensitif, semakin mudah ia mengenali situasi yang
rentan dan semakin siap ia menghadapi situasi tersebut. Meskipun
demikian, provider mungkin merasa malu. Sebaiknya provider jujur
kepada klien, terutama bila provider bereaksi secara emosional kepada
klien, karena klien akan mengamati itu. Keadaan ini bisa dimanfaatkan
dengan terlebih dulu mengakui perasaan yang muncul dan
mengembalikan ke topik pembicaraan yang dikemukakan klien. Provider
dapat mengatakan: Mungkin ibu memperhatikan bahwa sewaktu ibu
mengatakan pada kenyataannya ibu belum menikah, saya agak berubah

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 8

Handout 2B

sikap, hal ini kadang-kadang terjadi kalau seseorang tidak


mengharapkan sesuatu, tapi saya senang ibu menyampaikan hal itu
kepada saya. Mungkin akan membantu bila kita membicarakan lebih
lanjut tentang hal ini. Setelah pertemuan berakhir, akan sangat
membantu bila provider membicarakan kepada petugas lapangan lain
tentang apa yang telah terjadi dan melihat apakah perasaan tidak
nyaman itu bisa diatasi.

Acknowledgment: WHO: Counseling Skills Training in Client Sexuality and


Reproductive Health: A Fact Guide, Geneva, August 1993.

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 8

ABV 2.1

Gambaran Umum
KIP/KONSELING KB

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.2

TUJUAN DAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN
1. Tujuan
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan
dapat :
a. Menjelaskan pengertian, jenis dan bentuk
komunikasi.
b. Membedakan konseling dengan nasihat dan
motivasi.
c. Menjelaskan nilai dan sikap petugas konseling
dalam konseling KB.
d. Menjelaskan cara mengatasi saat-saat sulit dalam
konseling.
Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.2
2. Kegiatan Pembelajaran
TOPIK
1. Pengantar
2. Pengertian, Jenis dan
Bentuk Komunikasi
3. Arti KIP/Konseling serta
Perbedaannya dengan
Nasihat dan Motivasi
4. Nilai dan Sikap dalam
KIP/Konseling KB
5. Saat-saat Sulit dalam
konseling
5. Penutup

WAKTU

METODA

5 menit CTJ
45 menit

30 menit

CTJ
CP
Role play
CP
Diskusi
kelompok
45 menit Permainan
CTJ
Role play
45 menit Diskusi kelompok

10 menit CTJ

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MATERI/ALAT
BANTU
ABV 2.1 dan 2.2
Papan tulis
ABV 2.3 s/d 2.5

ABV 2.6 s/d 2.7

ABV 2.8
2 buah
potongan karton
ABV 2.9
Handout 2A dan
2B
ABV 2.2

ABV 2.3

APA ITU KOMUNIKASI?


MENGAPA ORANG SALING
KOMUNIKASI?
BAGAIMANA ORANG
BERKOMUNIKASI?

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.4

ARTI KOMUNIKASI
Komunikasi adalah proses dimana seseorang
mengirimkan pesan kepada orang lain.
Pengiriman pesan ini biasanya dilakukan
dengan menggunakan kata atau bahasa

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.5

JENIS-JENIS KOMUNIKASI
l Komunikasi massa
Penyampaian pesan kepada kelompok besar,
biasanya sebagian besar masyarakat/populasi

l Komunikasi intrapersonal
komunikasi yang terjadi di dalam diri seseorang.
Berbicara dalam hati.

l Komunikasi interpersonal
Interaksi dinamis antara satu orang ke orang lain,
bersifat dua arah, secara verbal dan non-verbal
Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.6

KONSELING
Suatu proses pemberian bantuan yang
dilakukan seseorang kepada orang lain
dalam membuat suatu keputusan atau
memecahkan masalah melalui pemahaman
tentang fakta-fakta dan perasaan-perasaan
yang terlibat di dalamnya

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.7

PERBEDAAN KONSELING, MOTIVASI


DAN NASIHAT
ASPEK

MOTIVASI

NASIHAT

KONSELING

Tujuan

Mengharap klien
mau mengikuti usul
petugas

Mengharapkan
klien mengikuti usul
petugas

Membantu klien agar


dapat menentukan
keinginannya
(mengambil keputusan)

Informasi yang
diberikan

Penekanan pada hal


hal yang baik

Penekanan pada
hal hal yang baik
atau buruk, sesuai
dengan nasihat
yang diberikan

Harus memberikan
informasi yang lengkap
dan benar. Serta
objektif dan netral

Arah komunikasi Lebih banyak satu


arah

Lebih banyak satu


arah

Harus dua arah

Komunikasi
verbal dan non
verbal

Menerapkan
komunikasi verbal
dan non verbal

Penerapan komunikasi
verbal dan non verbal
merupakan suatu hal
yang mutlak dilakukan.

Kurang menerapkan
komunikasi verbal
dan non verbal

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.8

SOLER
S :

FACE YOUR CLIENTS SQUARELY (MENGHADAP KE KLIEN )


DAN SMILE/NOD AT CLIENT (SENYUM/MENGANGGUK KE KLIEN )

O :

OPEN AND NON-JUDGEMENTAL FACIAL EXPRESSION (EKSPRESI


MUKA MENUNJUKKAN SIKAP TERBUKA DAN TIDAK MENILAI )

L :

LEAN TOWARDS CLIENT (TUBUH CONDONG KE KLIEN )

E :

EYE CONTACT IN A CULTURALLY-ACCEPTABLE MANNER


(KONTAK MATA/TATAP MATA SESUAI CARA YANG DITERIMA
BUDAYA SETEMPAT)

R :

RELAXED AND FRIENDLY MANNER (SANTAI DAN SIKAP


BERSAHABAT)

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.9

SITUASI-SITUASI SULIT DALAM


KONSELING
1. Klien tidak mau berbicara.
2. Klien tidak berhenti menangis.
3. Petugas konseling meyakini bahwa tidak ada
penyelesaian bagi masalah klien.
4. Petugas konseling melakukan situasi kesalahan.
5. Petugas konseling tidak mengetahui jawaban dari
pertanyaan yang diajukan klien.
6. Klien menolak bantuan petugas konseling.
7. Klien tidak nyaman dengan jenis kelamin (jender)/
umur/latar belakang/suku/adat, dsb dari petugas
konseling.
8. Waktu yang dimiliki petugas konseling terbatas.
Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 2.9

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Petugas konseling tidak dapat menciptakan


rapport (hubungan) yang baik.
Petugas konseling dan klien sudah saling kenal
Klien berbicara terus menerus dan tidak sesuai
dengan pokok pembicaraan.
Klien menanyakan hal-hal yang sangat pribadi
kepada petugas konseling.
Petugas konseling merasa dipermalukan dengan
suatu topik pembicaraan.
Klien terganggu konsentrasinya karena ada orang
lain di sekitarnya.
Petugas konseling belum dikenal oleh klien.

Modul 2 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MODUL 3 : KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO


DALAM KIP/KONSELING KB

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat:
1. Menjelaskan cara melakukan observasi dan memantapkan
hubungan baik.
2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar aktif.
3. Mempraktikkan ketrampilan bertanya yang efektif.

B. Waktu : 180 Menit (4 JP)


C. Rincian Kegiatan Pembelajaran
Topik
1. Pengantar

Waktu
5 menit

Metoda

Media

Ceramah

ABV 3.1, 3.2


dan 3.3.

2. Ketrampilan Observasi
dan Memantapkan
Hubungan Baik

40 menit

Bermain Peran
Latihan
Ceramah

ABV 34 dan 3.5

3. Ketrampilan Mendengar
Aktif

90 menit

CTJ
Bermain Peran
Penugasan
Individual

ABV 3.6, 3.7,


3.8 dan 3.9
Handout 3A
dan 3B

4. Ketrampilan Bertanya
yang Efektif

40 menit

CTJ
Penugasan
individual

ABV 3.10 dan


3.11
Handout 3C

Ceramah singkat

ABV 3.1 dan


3.2
Handout 3D

5. Kesimpulan

5 menit

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 9

D. Persiapan Modul 3
Alat Bantu Visual (ABV)
ABV 3.1
ABV 3.2
ABV 3.3
ABV 3.4
ABV 3.5
ABV 3.6
ABV 3.7
ABV 3.8
ABV 3.9
ABV 3.10

: Ketrampilan-ketrampilan Mikro dalam KIP/Konseling


KB
: Tujuan Pembelajaran
: Model Wawancara Tingkatan Ketrampilan Konseling
: Tingkah Laku Verbal dan Non Verbal
: Pujian dan Dukungan
: Mendengar Aktif
: Ungkapan Kata-kata Klien
: Refleksi Perasaan dan Refleksi Isi
: Tips Mendengar Aktif
: Bertanya yang Efektif

Handout
Handout 3A

: Lembar Tugas Individual: Latihan Mendengar Aktif

Handout 3B

: Skenario Bermain Peran

Handout 3C

: Lembar Tugas Latihan Bertanya

Handout 3D

: Ketrampilan-ketrampilan Mikro dalam KIP/Konseling

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 9

E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


1. Pengantar

5 menit

Kegiatan

a. Tayangkan ABV 3.1 dan 3.2 tentang tujuan pembelajaran pada modul 3 ini.
b. Sampaikan kepada peserta bahwa pada modul 2 telah dijelaskan tentang
perlunya dikuasai tiga tahapan ketrampilan dalam proses konseling agar
tercapai konseling yang efektif. yaitu ketrampilan observasi, ketrampilan
mendengar aktif dan bertanya efektif serta membantu klien dalam
pengambilan keputusan.
Ingatkan kepada peserta bahwa ketiga
ketrampilan tersebut telah dilatihkan satu per satu pada pelatihan terdahulu
dan pada kesempatan pelatihan ini hanya akan dilakukan refreshing.
Tayangkan ABV 3.3.
c. Sampaikan kepada peserta bahwa pembahasan dan latihan-latihan dalam
modul 3 ini memuat dua ketrampilan mikro, sedangkan satu ketrampilan
mikro lainnya yaitu membantu klien dalam pengambilan keputusan akan
dibahas pada modul 4.

2. Ketrampilan Observasi dan Memantapkan


Hubungan Baik

40 menit

Kegiatan
a. Jelaskan kepada para peserta bahwa observasi dan memantapkan
hubungan baik merupakan ketrampilan yang paling mendasar (terbawah)
dalam konseling. Melalui observasi kita dapat mengumpulkan berbagai
informasi yang kita perlukan selaku provider yang memberikan pelayanan
KB.
b. Katakan kepada peserta bahwa mereka akan melakukan latihan yang
dapat membantu agar menjadi lebih tahu tentang tingkah laku nonverbal.
c. Jelaskan kepada peserta bahwa dalam melakukan observasi perlu
memperhatikan tingkah laku verbal dan non verbal dari orang yang kita
hadapi untuk memperoleh informasi yang lengkap, termasuk perasaanperasaan dan kebutuhan/harapan orang tersebut. Minta peserta untuk
menjelaskan tingkah laku verbal dan non verbal berikut contoh.
Tayangkan ABV 3.4 dan lihat catatan untuk pelatih di bawah ini.

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 9

d. Tanyakan kepada peserta pengertian Memantapkan hubungan baik dan


mengapa hal itu penting dilakukan oleh provider. Tekankan bahwa
pemantapan hubungan yang baik dengan klien merupakan dasar dari
proses memberikan bantuan. Tanpa hubungan yang baik, klien tidak akan
memahami informasi yang telah diberikan sekalipun provider
mempergunakan ABPK.
e. Sampaikan kepada peserta tentang tiga hal penting yang perlu
diperhatikan untuk memantapkan hubungan yang baik dengan klien, yaitu:
menunjukkan penerimaan klien seperti apa adanya sehingga klien akan
lebih banyak bicara dibandingkan dengan provider, menjalin kerja sama
dengan klien serta memberikan respon yang positif berupa pujian dan
dukungan. Minta peserta untuk memberikan contoh pujian dan dukungan.
Tulislah jawaban di flipchart/papan tulis serta beri klarifikasi dengan
menayangkan ABV 3.5.
Catatan untuk Pelatih
Untuk melakukan observasi
memperhatikan hal-hal berikut.

dalam

proses

konseling,

provider perlu

a. Tingkah Laku Non Verbal


Bahasa tubuh, tatapan mata, maupun nada/intonasi suara, semuanya
merupakan indikator penting untuk mengetahui apa yang telah terjadi pada
diri seseorang. Yang termasuk tingkah laku non verbal adalah jangka
waktu (tempo) bicara, reaksi yang terselubung, masa diam saat
pembicaraan maupun gerakan-gerakan fisik seperti sentuhan, posisi tubuh,
kontak mata, ekspresi wajah (raut muka). Posisi tubuh layak mendapat
perhatian khusus, seperti misalnya postur kepala dan tubuh, cara dan
tempat seseorang duduk atau berdiri serta cara menggerakkan anggota
badan.
b. Tingkah Laku Verbal
Yang termasuk ke dalam tingkah laku verbal adalah semua suara-suara
bermakna dari provider/klien lain. Termasuk juga ungkapan-ungkapan
seperti penjelasan secara rinci, saling memberi atau saling memuji dan
pertanyaan langsung. Begitu juga mengenai kapan klien beralih topik dan
apa saja kata-kata kunci yang diungkapkan oleh klien.
c. Kesenjangan
Seorang pewawancara yang jeli dalam pengamatannya akan mengenali
jika terjadi konflik (ketidaksesuaian) antara tingkah laku verbal dan non
verbal klien, antara dua pernyataan, antara apa yang dikatakan dan apa
yang dilakukan. Hal ini tidak saja penting untuk mengamati orang lain,
tetapi juga dalam mengamati/ menilai diri kita sendiri. Berikan penekanan
kepada peserta bahwa selama proses konseling, provider perlu mengamati

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 9

tingkah laku verbal dan non verbal klien untuk mengindentifikasi peranperan yang tidak sejalan (kesenjangan).
Klien perlu mengetahui bahwa provider telah mendengarkan apa yang klien
katakan, mengetahui maksud klien dan merasakan hal-hal yang dialami oleh
klien. Yang termasuk ke dalam hal-hal pendukung adalah berbagai aspek
verbal dan non verbal dari provider yang dapat digunakan untuk melanjutkan
pembicaraan dengan klien. Termasuk anggukkan kepala, gerakan tangan
yang terbuka, kata seperti Hem hem, dan pengulangan kata-kata
penting yang telah diucapkan oleh klien.

3. Ketrampilan Mendengar Aktif

15 menit

Kegiatan

a. Katakan bahwa seringkali kita mendengar, namun tidak benar-benar


mendengarkan klien dengan baik. Gali pemahaman peserta tentang
ketrampilan mendengar aktif. Tampung jawaban peserta secara lisan.
Tayangkan ABV 3.6 dan lanjutkan dengan menayangkan ABV 3.7 serta
katakan dengan intonasi suara yang sesuai dengan isi ungkapan klien.
Setelah selesai membaca, tanyakan manakah jawaban provider yang
menunjukkan bahwa dia mendengarkan klien. Tampung jawaban secara
lisan dan berikan klarifikasi.
b. Tekankan kepada peserta bahwa dalam memberikan konseling hendaknya
mempergunakan kalimat/menyampaikan ucapan yang bersifat mendorong
klien untuk banyak berbicara dan jangan memotong pembicaraan klien.
Sebab seringkali pembicaraan yang terpotong adalah merupakan informasi
penting yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Ucapanucapan yang bersifat memotong pembicaraan tidaklah menunjukkan rasa
hormat kepada klien dan klien akan merasa tidak nyaman.
c. Perlihatkan ABV 3.8 Jelaskan bahwa dalam mendengar aktif provider perlu
memberikan Refleksi Isi dan Refleksi Perasaan (perhatikan pula catatan
pelatih). Kemudian jelaskan bahwa orang biasanya tidak dapat
mengungkapkan perasaan mereka secara bebas. Namun, ungkapan
perasaan klien dapat ditangkap dari intonasi suaranya, raut wajahnya
maupun bahasa tubuhnya.
Kalau klien tidak secara verbal
mengungkapkan perasaannya tetapi secara non-verbal, provider dapat
memberitahukan kepada klien apa yang dia ketahui mengenai perasaan
klien. Contohnya, jika klien terlihat bingung, provider dapat mengatakan
Anda kelihatan bingung, inilah yang disebut merefleksikan perasaan.
d. Tekankan bahwa mendengar saja tidak cukup untuk menunjukkan kepada
klien bahwa kita benar-benar mengerti apa yang diucapkan klien, kita perlu
mengecek benar tidaknya hal-hal yang kita dengar dengan apa yang
dimaksud klien. Untuk itu kita tidak hanya diam mendengar, tetapi
Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 9

melakukan Refleksi atau mengungkapkan kembali kata-kata klien,


sehingga apa yang ingin ia sampaikan dapat kita tangkap secara tepat.
Dengan pengertian itu bisa dikatakan bahwa Refleksi merupakan salah
satu ketrampilan mendengar yang efektif.
e. Bagikan Handout 3A tentang Lembar Tugas Latihan Mendengar Aktif dan
minta peserta memilih serta menuliskan respon verbal dari provider.
Kemudian minta beberapa peserta membacakan jawabannya dan minta
peserta lain menanggapi. Terakhir berikan klarifikasi mengenai refleksi isi
dan perasaan dari ungkapan klien tersebut.
f. Katakan kepada peserta bahwa mereka akan berlatih mendengar aktif
dengan bermain peran. Bagikan Handout 3B tentang skenario bermain
peran dan bagilah peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri
dari 3 orang. Setiap orang dalam kelompok bergantian menjadi provider,
satu orang sebagai klien dan satu orang sebagai pengamat. Setiap
kelompok akan bermain peran dengan memilih salah satu skenario. Waktu
untuk bermain peran termasuk pemberian umpan balik dari pengamat lebih
kurang 15 menit.
g. Setelah selesai permainan peran, diskusikan dan bahas bersama tentang
hal-hal berikut :
Bagaimana perasaan provider saar merefleksikan ucapan dan
perasaan klien.
Bagaimana hasil pengamatan diri pengamat?
Bagaimana perasaan kllien dengan dilakukannya refleksi oleh provider.
h. Tayangkan ABV 3.9 tentang Tips Mendengar Aktif.
Catatan untuk Pelatih

Melakukan refleksi yang akurat dan mengakui perasaan yang dirasakan klien,
merupakan hal yang sangat perlu dan penting di dalam proses konseling.
Sebelum klien siap dan mau mengatasi situasinya, mendengarkan pilihanpilihan, dan mengambil keputusan yang tepat dan berdasarkan informasi, ia
harus terlebih dahulu percaya bahwa provider mendengarkan dan mengerti
akan perasaan, kepentingan individu dan keprihatinannya.
Refleksi Isi (Paraphrasing):
Merefleksikan isi percakapan klien adalah mengungkapkan kembali atau
memberi masukan kepada klien tentang inti dari apa saja yang baru
dikatakannya dengan cara memendekkan dan memperjelas pendapat klien.
Merefleksi isi tidak sama dengan membeo karena merefleksi isi menggunakan
sebagian dari kata-kata Anda yang ditambah dengan kata-kata inti dari klien.

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 9

Refleksi perasaan
Refleksi perasaan menyangkut emosi klien dan umpan balik inti dari perasaan
klien yang telah teramati oleh petugas konseling. Emosi membentuk dasar
dari sebagian besar pengalaman hidup. Mengenali perasaan klien dan
membantu klien untuk memperjelas perasaan itu bisa menjadi satu hal yang
sangat berguna. Saat Anda merefleksikan perasaan, Anda menambahkan
refleksi isi anda dengan kondisi emosi klien yang Anda tangkap baik dari
aspek verbal maupun non verbal yang ditampilkan oleh klien. Hal ini
menunjukkan kesadaran anda tentang keadaan perasaan klien.

4. Ketrampilan Bertanya yang Efektif

40 menit

Kegiatan

a. Mintalah seorang peserta untuk berperan sebagai klien. Fasilitator akan


berperan sebagai provider. Tanyakan kepada peserta yang berperan
sebagai klien pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan
singkat seperti ya, tidak atau jawaban satu kata (mau, dua, dsb).
Contohnya: Berapa anak ibu?, Berapa umur ibu?, Berapa usia
kehamilan ibu, Ibu pernah menjadi akseptor KB?, Ibu belum pernah
periksa hamil ya?
Lalu tanyakan kepada peserta tersebut mengenai perasaannya saat
bermain peran. Mintalah masukan dari para peserta lainnya, kemudian
katakan bahwa ini adalah contoh pertanyaan tertutup.
b. Gali pendapat peserta jenis pertanyaan apa saja yang mereka ketahui
beserta contoh-contoh dan kegunaannya, kemudian bahas bersama.
Klarifikasi jawaban peserta dengan menjelaskan tentang jenis-jenis
pertanyaan.
c. Sampaikan bahwa semua jenis pertanyaan dapat dikelompokkan menjadi
pertanyaan tertutup dan terbuka. Berbeda dengan pertanyaan tertutup
yang hanya bisa dijawab dengan singkat, pertanyaan terbuka adalah
pertanyaan yang memungkinkan adanya berbagai macam jawaban.
Jenis pertanyaan terbuka biasanya memakai kata tanya Bagaimana atau
Apa. Cara yang efektif untuk bertanya ialah dengan menggunakan
pertanyaan terbuka.
Juga perlu digunakan nada suara yang
menunjukkan minat dan perhatian.
d. Peragakan bagaimana bertanya secara efektif.
Mulailah dengan
percakapan yang sama.
Kali ini gunakanlah pertanyaan terbuka.
Contohnya Apa yang mendorong keinginan ibu untuk memeriksakan
kehamilan? Bagaimana perasaan ibu? Ceritakan pengetahuan ibu
dengan kehamilan yang sekarang? Bagaimana keinginan ibu setelah
melahirkan anak kembar? Bagaimana pendapat ibu tentang ASI Eksklusif?
Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 7 dari 9

e. Tunjukkan pula bahwa masih ada dua jenis pertanyaan yang penting bagi
mereka untuk dimengerti. Tayangkan ABV 3.10. Tinjaulah jenis-jenis
pertanyaan dengan para peserta (lihat catatan untuk pelatih). Jenis-jenis
pertanyaan adalah: pertanyaan-tertutup, pertanyaan-terbuka, pertanyaan
mendalam dan pertanyaan mengarahkan.
Informasikan kepada peserta bahwa Hasil Studi Interaksi Klien Provider
tahun 1997 menunjukkan bahwa provider mempunyai kecenderungan
untuk lebih menggunakan pertanyaan-tertutup atau pertanyaan yang
mengarahkan di dalam konseling, dan hal ini membatasi kesempatan klien
untuk berbagi informasi serta menyatakan pendapat dan perasaannya.
f. Tekankan bahwa pertanyaan yang mengarahkan tidak pernah akan
cocok digunakan karena berfungsi sebagai penutup pintu dan tidak
mendorong klien untuk mengatakan apa yang benar-benar
dirasakannya
Ingatkan kepada para peserta bahwa mereka seharusnya hanya
menanyakan pertanyaan secara satu persatu. Studi Pelayanan KB
menunjukkan bahwa petugas konseling KB mempunyai kecenderungan
untuk menanyakan berbagai macam pertanyaan secara sekaligus sebelum
memberikan kesempatan kepada klien untuk memberikan tanggapan (Kim
et al, 1997). Hal ini membatasi partisipasi klien di dalam konseling.
Dengan demikian juga berarti bahwa petugas konseling KB tidak menerima
semua informasi yang mungkin mereka butuhkan untuk membantu klien
dalam membuat keputusan.
g. Tayangkan ABV 3.11 tentang Tips Bertanya Efektif dan bahas bersama
h. Latihan :
Bagikan handout 3C. Mintalah peserta menuliskan pertanyaan sesuai
dengan instruksi selama 5 menit. Tanyakan bagaimanakah pendapat
mereka tentang latihan tersebut, apakah sulit?
Apakah manfaat
mengajukan pertanyaan terbuka bagi klien? Jelaskan agar mereka sering
berlatih menggunakan pertanyaan terbuka.
Katakan kepada peserta bahwa keterampilan mendengarkan dan bertanya
yang efektif membutuhkan latihan terus menerus. Kalau pada latihan
sekarang ini mereka merasa kesulitan, itu adalah hal biasa karena
kemungkinan mereka masih terpaku pada aturan-aturan yang harus diikuti,
tetapi bisa dipastikan bahwa bila mereka mempraktikkan terus menerus,
mereka tidak terpaku lagi pada aturan dan keterampilan itu menjadi bagian
dari diri mereka.

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 8 dari 9

Catatan untuk Pelatih


a. Tujuan mendengarkan dan bertanya adalah:
Mendorong klien untuk berbicara.
Menunjukkan minat dan perhatian kita terhadap klien.
Meningkatkan kesadaran kita terhadap perasaan klien
Memperoleh informasi.
Memberi suatu arahan percakapan terhadap klien.
b. Pentingnya bertanya secara efektif kepada klien adalah petugas konseling
akan mendapatkan informasi-informasi tentang kebutuhan klien dan
pemahaman serta pengalaman klien dalam masalah-masalah KB.
c. 1) Pertanyaan-pertanyaan untuk menilai kebutuhan klien antara lain:
Apakah ibu masih menginginkan anak lagi pada suatu saat nanti?
Berapa lama ibu berpikir untuk menunda kelahiran anak berikutnya?
2) Pertanyaan-pertanyaan untuk menilai pemahaman dan pengalaman
klien tentang KB.
Apa yang ibu ketahui tentang KB?
Alat/cara KB apa yang pernah ibu pakai?
Bagaimana perasaan ibu setelah minum pil KB ini? Suka/tidak
suka? Mengapa?
Apa yang ibu ketahui tentang efek samping spiral?

5. Kesimpulan

5 menit

Kegiatan
Simpulkan kegiatan modul 3 ini dengan menyampaikan kembali bahwa
ketrampilan observasi, mendengar aktif dan bertanya efektif sangat penting
dalam tugas mereka sebagai provider yang memberikan konseling KB,
dimana dan kapanpun mereka berada serta dengan siapapun mereka
berbicara. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh provider selaku petugas
konseling KB, yaitu:

Hindari bertanya yang mengarahkan klien kepada suatu pilihan tertentu.


Misalnya: Jangan mengatakan: Mengapa ibu tidak memilih
kontrasepsi KB saja? Lebih baik katakan: bagaimana pendapat ibu
tentang kontrasepsi IUD itu?
Hindari terlalu banyak bertanya, karena klien akan merasa seperti
diinterogasi, lebih baik digunakan ketrampilan Refleksi
Dengan menguasai ketrampilan refleksi klien akan merasa didengar,
diperhatikan dan dihormati, berarti provider telah meningkatkan mutu
pelayanan
Bagikan Handout 3D dan tayangkan kembali ABV 3.2 untuk mengingatkan
tujuan pembelajaran dari modul ini.
Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 9 dari 9

Handout 3A
Lembar Tugas Individual

LATIHAN MENDENGAR AKTIF


A. Instruksi: Pilih satu pernyataan (lingkari huruf di depan pernyataan) yang
paling menggambarkan provider yang memberikan perhatian dan
mendengar aktif terhadap ungkapan kata-kata klien.
1. Klien: Saya bulan yang lalu pasang IUD, setelah itu badan saya
rasanya kok nggak enak, ya, bu. Apalagi kalau mau hubungan sama
suami saya, saya jadi rasanya tidak pingin melakukan hubungan itu,
apa saya salah pilih ya bu, padahal saya tidak mengeluhkan apa-apa!
Respon verbal provider :
a. Wah kalau begitu, ganti metode KB saja, bu
b. Ibu merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan suami setelah
memakai IUD!
c. Ibu terlalu khawatir barangkali, jangan takut, bu, IUD itu aman kok!
d. Apakah bukan karena sebab lain ibu merasa seperti itu!
2. Klien: Suami saya ingin punya anak laki-laki. Umur saya 25 tahun.
Anak kami sudah dua, perempuan semua. Saya mau saja menambah
anak lagi. Tiba-tiba suami saya main serong dengan perempuan lain.
Saya benci, saya ingin sterilisasi!
Respon verbal provider :
a. Ibu sangat kesal pada suami dan ini mendorong ibu untuk pakai
Kontap?
b. Suami ibu tega sekali kepada ibu!
c. Sabar ya bu, memang kadang-kadang suami berkelakuan seperti
itu
d. Ibu sebaiknya melakukan konsultasi perkawinan dulu supaya tidak
menyesal!
B. Kini Anda belajarlah menuliskan kalimat yang menunjukkan Anda
mendengar aktif :
1. Wah gimana ya kalau saya hamil lagi, anak saya kan sudah banyak
mana suami saya baru di PHK!
Respon anda :
2. Saya belum pernah ikut KB, tidak tahu apa-apa lho bu. Sebaiknya
bagaimana ya bu, suami saya menyuruh pakai pil, tapi teman-teman
menyarankan pakai spiral.
Respon anda :

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Handout 3B

Latihan Mendengar Aktif

SKENARIO BERMAIN PERAN

Umpamakan anda memulai pertemuan konseling dengan setiap klien berikut


ini.
Tugas anda sebagai provider adalah berusaha mendengarkan secara aktif
apa yang ingin disampaikan oleh klien dengan merefleksikan/merangkum
ucapan klien kemudian diungkapkan kembali untuk memastikan apakah yang
didengar benar, sehingga memahami secara mendalam apa yang ingin
disampaikan oleh klien.
Di bawah ini terdapat skenario-skenario dasar permainan peran yang harus
diperankan oleh klien, silakan kembangkan sendiri sehingga memberi
kesempatan kepada proider untuk lebih banyak mendengar aktif.

Skenario
Ibu Endang
(umur 37)

Saya banyak mengalami kesukaran dengan kehamilan saya


yang terakhir. Dokter telah memperingatkan kepada saya,
kalau saya hamil lagi, saya bisa meninggal. Saya sangat takut.
Saya akan mulai memakai pil.

Ibu Ina
(umur 28)

Saya dan suami berpikir untuk tidak memiliki anak lagi. Kami
ingin memberikan kehidupan yang baik untuk kedua anak kami.
Kami ingin memakai alat kontrasepsi, tapi saya tidak suka efek
samping yang telah saya alami dengan pil.

Ibu Fitri
(umur 22)

Saya takut memakai cara keluarga berencana. Saya dengar


apabila menggunakan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)
saya tidak akan hamil lagi. Saya hanya punya satu anak saja
dan saya ingin anak lagi.

Ibu Ani
(umur 35)

Saya, istri seorang petani yang setiap harinya membantu suami


bekerja di sawah. Saya memakai kontrasepsi AKDR yang
lamanya 8 tahun. Tiga bulan setelah pemakaian, saya rasakan
gejala pusing-pusing, lesu dan mudah capek. Saya ingin ganti
kontrasepsi

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Handout 3C

LEMBAR TUGAS LATIHAN BERTANYA

Instruksi : Perhatikan pernyataan klien di bawah ini, setelah itu buatlah daftar
pertanyaan apa saja yang perlu diajukan kepada klien agar
pemahaman provider tentang klien lebih baik!

Klien A : Saya ingin menggunakan alat/metode KB, tapi saya takut efek
sampingnya, bagaimana, ya bu. Padahal anak saya sudah tiga,
paling kecil sudah berusia satu tahun. Selama ini saya belum
pernah ber KB
Pertanyaan-pertanyaan yang perlu/dapat diajukan :
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

Modul 3: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Handout 3D

TUJUAN PEMBELAJARAN

KETRAMPILAN-KETRAMPILAN
MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MODEL WAWANCARA :
TINGKATAN KETRAMPILAN KONSELING
MEMBANTU KLIEN DALAM
MENGAMBIL KEPUTUSAN
(Kondisi, Kemungkinan, Konsekuensi,
Keputusan).
KETRAMPILAN MENDENGAR AKTIF
DAN BERTANYA EFEKTIF
Menggunakan refleksi isi (paraphrasing)
Refleksi perasaan dan merangkum serta
Menggunakan pertanyaan terbuka, tertutup
dan pertanyaan mendalam.
KETRAMPILAN OBSERVASI DAN
MEMANTAPKAN HUBUNGAN BAIK
Memberikan perhatian, menggunakan tatapan
mata yang sesuai dengan budaya, menyimak
Ucapan verbal, kualitas suara dan bahasa tubuh

W
A
W
A
N
C
A
R
A

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

PUJIAN DAN DUKUNGAN


= Memberi Pujian
Mengungkapkan persetujuan atau kekaguman
sehingga mendorong tingkah laku yang baik,
penghargaan terhadap tindakan/usaha yan
telah dilakukan klien dengan baik.
Contoh :
Hari ini ibu kelihatan segar sekali.

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

1. Menjelaskan cara melakukan observasi


dan memantapkan hubungan baik.
2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar
aktif.
3. Mempraktikkan ketrampilan bertanya
yang efektif.

TINGKAH LAKU VERBAL DAN NON


VERBAL
1. Tingkah Laku Non Verbal
Bahasa tubuh, tatapan mata, nada/intonasi
suaran, tempo bicara, posisi tubuh, ekspresi
wajah.

2. Tingkah Laku Verbal


Semua

suara-suara bermakna dari provider/


klien, termasuk ungkapan-ungkapan.

3. Kesenjangan
Ketidaksesuaian

antara tingkah laku verbal dan


non verbal atau antara dua pernyataan.

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

PUJIAN DAN DUKUNGAN


= Memberi Dukungan
Memberi dukungan, kepercayaan dan
harapan. Provider mengungkapkan kata-kata
agar klien tahu bahwa provider percaya klien
dapat mengatasi masalah dan membantu klien
mengatasi masalah.
Contoh :
Ibu sudah memilih alat kontrasepsi yang tepat
sesuai dengan kondisi ibu.
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

UNGKAPAN KATA-KATA KLIEN


MENDENGAR AKTIF
= Merupakan proses aktif yang membutuhkan
partisipasi aktif dari yang mendengarkan.
= Mendengarkan dengan penuh perhatian.
= Mendengarkan dengan usaha untuk
memahami sudut pandang orang yang
bicara.
= Mendengarkan dengan usaha memahami
perasaan yang tersurat maupun tersirat.

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Saya bingung dengan sikap suami saya, saya mau ikut


KB tidak boleh, anak sudah 4 kok masih ingin anak lagi,
ya kalau dia mau membantu pekerjaan rumah atau
mengasuh anak, semuanya harus saya, sementara
saya juga harus jaga warung untuk tambah-tambah
belanja susu anak, makanya saya tetap mau KB saja,
entah apa kata suami nanti.
Provider A

: Sebaiknya ibu bicarakan dulu sama suami,


saya tidak bisa memberikan pelayanan kalau
suami ibu tidak setuju
Provider C : Bisa saya bayangkan betapa sulitnya untuk ibu
mengasuh anak 4 dan bekerja sendiri. Ibu tidak
mengerti sikap suami yang tidak menyetujui ibu
ikut KB
Provider B

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

TIPS MENDENGAR AKTIF

REFLEKSI PERASAAN
Mengungkapkan perasaan klien yang teramati
oleh konselor yang berasal dari nada suara,
raut wajah dan bahasa tubuh klien maupun dari
hal-hal yang tersirat dari kata-kata verbal klien

REFLEKSI ISI
Menyatakan kembali ucapan pesan klien
dengan menggunakan kata-kata lain, dengan
cara meringkas dan memperjelas inti ucapan
yang baru dikatakan klien.

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

= Terima klien apa adanya, hargai klien sebagai


individu yang berbeda dari individu lainnya.
= Dengarkan apa yang dikatakan klien dan juga
bagaimana ia mengatakan hal itu. Perhatikan
intonasi suara, pemilihan kata, ekspresi wajah
dan gerakan-gerakan tubuh.
= Tempatkan diri pada posisi klien selama
mendengarkan.
= Beri waktu pada klien untuk berpikir, bertanya
dan berbicara, sesuaikan dengan kecepatan
klien.
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

BERTANYA YANG EFEKTIF


Jenis Pertanyaan

TIPS MENDENGAR AKTIF


= Dengarkan klien dengan seksama, jangan
berpikir apa yang akan Anda katakan
selanjutnya.
= Lakukan pengulangan/refleksikan apa yang
Anda dengar, sehingga baik Anda maupun
klien Anda tahu bahwa Anda telah paham.
= Duduk menghadap klien dengan nyaman,
hindari gerakan yang mengganggu, tatap dan
perhatikan klien ketika berbicara.
= Tunjukkan tanda perhatian verbal (hmm, yaa,
lalu, terus, oh, begitu) dan non verbal (sesekali
mengangguk).
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

: Suami saya juga begitu, memang suami sering


tidak pengertian dengan istri ya bu

JENIS
Pertanyaan
Tertutup

Pertanyaan
Terbuka

Pertanyaan
Mendalam

Pertanyaan
Mengarahkan
(bersifat sugestif)

KEGUNAAN

CONTOH

Untuk menanyakan Berapakah jumlah anak Ibu?


riwayat kesehatan, Apakah Ibu bekerja?
data diri
Apakah ibu pernah memakai alat KB
sebelumnya?
Untuk mempelajari Bagaimana perasaan ibu sekarang?
perasaan, keperBagaimana pendapat suami dengan
cayaan dan
keputusan ibu untuk melakukan
pengetahuan klien tubektomi?
Untuk menanggapi Ibu tadi mengatakan bahwa ibu pernah
pertanyaan klien
memakai pil, bisa ibu ceritakan lebih
lanjut?
Apakah maksud ibu dengan perdarahan
yang menakutkan itu?
Tidak tepat diguna- Tentunya ibu tidak ingin punya anak lagi
kan
setelah melahirkan anak ketiga ini, kan?

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

TIPS BERTANYA EFEKTIF

TIPS BERTANYA EFEKTIF

= Gunakan intonasi suara yang menunjukkan


perhatian, minat dan keakraban.
= Gunakan kata-kata yang dipahami klien
= Ajukan pertanyaan satu persatu. Tunggu
jawaban dengan penuh minat, jangan
memotong.
= Gunakan kata-kata yang mendorong klien
tetap berbicara seperti : dan?, bagaimana?,
lalu?, maksudnya?

= Bila harus menanyakan hal-hal yang sangat


pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus
ditanyakan.
= Hindari penggunaan kata tanya mengapa.
Karena kemungkinan klien dapat merasa
disalahkan.
= Ajukan pertanyaan yang sama dengan
berbagai cara bila klien belum paham.
= Hindari pertanyaan yang mengarahkan.
= Gunakan pertanyaan terbuka karena lebih
efektif dari pada pertanyaan tertutup.

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.1

KETRAMPILAN-KETRAMPILAN
MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.2

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan cara melakukan observasi
dan memantapkan hubungan baik.
2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar
aktif.
3. Mempraktikkan ketrampilan bertanya
yang efektif.

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MODEL WAWANCARA :
TINGKATAN KETRAMPILAN KONSELING
MEMBANTU KLIEN DALAM
MENGAMBIL KEPUTUSAN
(Kondisi, Kemungkinan, Konsekuensi,
Keputusan)
KETRAMPILAN MENDENGAR AKTIF
DAN BERTANYA EFEKTIF
Menggunakan refleksi isi (paraphrasing)
Refleksi perasaan dan merangkum serta
Menggunakan pertanyaan terbuka, tertutup
dan pertanyaan mendalam
KETRAMPILAN OBSERVASI DAN
MEMANTAPKAN HUBUNGAN BAIK
Memberikan perhatian, menggunakan tatapan
mata yang sesuai dengan budaya, menyimak
Ucapan verbal, kualitas suara dan bahasa tubuh
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

W
A
W
A
N
C
A
R
A

ABV 3.3

ABV 3.4

TINGKAH LAKU VERBAL DAN NON


VERBAL
1. Tingkah Laku Non Verbal
Bahasa

tubuh, tatapan mata, nada/intonasi


suaran, tempo bicara, posisi tubuh, ekspresi
wajah.

2. Tingkah Laku Verbal


Semua

suara-suara bermakna dari provider/


klien, termasuk ungkapan-ungkapan.

3. Kesenjangan
Ketidaksesuaian

antara tingkah laku verbal dan


non verbal atau antara dua pernyataan.
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.5

PUJIAN DAN DUKUNGAN


Memberi Pujian
Mengungkapkan persetujuan atau kekaguman
sehingga mendorong tingkah laku yang baik,
penghargaan terhadap tindakan/usaha yan
telah dilakukan klien dengan baik.
Contoh :
Hari ini ibu kelihatan segar sekali

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.5

PUJIAN DAN DUKUNGAN


Memberi Dukungan
Memberi dukungan, kepercayaan dan
harapan. Provider mengungkapkan kata-kata
agar klien tahu bahwa provider percaya klien
dapat mengatasi masalah dan membantu klien
mengatasi masalah.
Contoh :
Ibu sudah memilih alat kontrasepsi yang tepat
sesuai dengan kondisi ibu.
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.6

MENDENGAR AKTIF
Merupakan proses aktif yang membutuhkan
partisipasi aktif dari yang mendengarkan.
Mendengarkan dengan penuh perhatian.
Mendengarkan dengan usaha untuk
memahami sudut pandang orang yang
bicara.
Mendengarkan dengan usaha memahami
perasaan yang tersurat maupun tersirat.

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

UNGKAPAN KATA-KATA KLIEN

ABV 3.7

Saya bingung dengan sikap suami saya, saya mau ikut


KB tidak boleh, anak sudah 4 kok masih ingin anak lagi,
ya kalau dia mau membantu pekerjaan rumah atau
mengasuh anak, semuanya harus saya, sementara
saya juga harus jaga warung untuk tambah-tambah
belanja susu anak, makanya saya tetap mau KB saja,
entah apa kata suami nanti.
Provider A

: Suami saya juga begitu, memang suami sering


tidak pengertian dengan istri ya bu

Provider B

: Sebaiknya ibu bicarakan dulu sama suami,


saya tidak bisa memberikan pelayanan kalau
suami ibu tidak setuju
Provider C : Bisa saya bayangkan betapa sulitnya untuk ibu
mengasuh anak 4 dan bekerja sendiri. Ibu tidak
mengerti sikap suami yang tidak menyetujui ibu
ikut KB
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.8

REFLEKSI PERASAAN
Mengungkapkan perasaan klien yang teramati
oleh konselor yang berasal dari nada suara,
raut wajah dan bahasa tubuh klien maupun dari
hal-hal yang tersirat dari kata-kata verbal klien

REFLEKSI ISI
Menyatakan kembali ucapan pesan klien
dengan menggunakan kata-kata lain, dengan
cara meringkas dan memperjelas inti ucapan
yang baru dikatakan klien.
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.9

TIPS MENDENGAR AKTIF


Terima klien apa adanya, hargai klien sebagai
individu yang berbeda dari individu lainnya.
Dengarkan apa yang dikatakan klien dan juga
bagaimana ia mengatakan hal itu. Perhatikan
intonasi suara, pemilihan kata, ekspresi wajah
dan gerakan-gerakan tubuh.
Tempatkan diri pada posisi klien selama
mendengarkan.
Beri waktu pada klien untuk berpikir, bertanya
dan berbicara, sesuaikan dengan kecepatan
klien.
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

TIPS MENDENGAR AKTIF

ABV 3.9

Dengarkan klien dengan seksama, jangan


berpikir apa yang akan Anda katakan
selanjutnya
Lakukan pengulangan/refleksikan apa yang
Anda dengar, sehingga baik Anda maupun
klien anda tahu bahwa Anda telah paham
Duduk menghadap klien dengan nyaman,
hindari gerakan yang mengganggu, tatap dan
perhatikan klien ketika berbicara
Tunjukkan tanda perhatian verbal (hmm, yaa,
lalu, terus, oh, begitu) dan non verbal (sesekali
mengangguk).
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

BERTANYA YANG EFEKTIF


Jenis Pertanyaan
JENIS
Pertanyaan
Tertutup

Pertanyaan
Terbuka

Pertanyaan
Mendalam

Pertanyaan
Mengarahkan
(bersifat sugestif)

KEGUNAAN

ABV 3.10

CONTOH

Untuk menanyakan Berapakah jumlah anak Ibu?


riwayat kesehatan, Apakah Ibu bekerja?
data diri
Apakah ibu pernah memakai alat KB
sebelumnya?
Untuk mempelajari Bagaimana perasaan ibu sekarang?
perasaan, keperBagaimana pendapat suami dengan
cayaan dan
keputusan ibu untuk melakukan
pengetahuan klien tubektomi?
Untuk menanggapi Ibu tadi mengatakan bahwa ibu pernah
pertanyaan klien
memakai pil, bisa ibu ceritakan lebih
lanjut?
Apakah maksud ibu dengan perdarahan
yang menakutkan itu?
Tidak tepat diguna- Tentunya ibu tidak ingin punya anak lagi
kan
setelah melahirkan anak ketiga ini, kan?

Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.11

TIPS BERTANYA EFEKTIF


Gunakan intonasi suara yang menunjukkan
perhatian, minat dan keakraban.
Gunakan kata-kata yang dipahami klien.
Ajukan pertanyaan satu persatu. Tunggu
jawaban dengan penuh minat, jangan
memotong.
Gunakan kata-kata yang mendorong klien
tetap berbicara seperti : dan?, bagaimana?,
lalu?, maksudnya?
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 3.11

TIPS BERTANYA EFEKTIF


Bila harus menanyakan hal-hal yang sangat
pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus
ditanyakan.
Hindari penggunaan kata tanya mengapa.
Karena kemungkinan klien dapat merasa
disalahkan.
Ajukan pertanyaan yang sama dengan
berbagai cara bila klien belum paham.
Hindari pertanyaan yang mengarahkan.
Gunakan pertanyaan terbuka karena lebih
efektif dari pada pertanyaan tertutup.
Modul 3 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MODUL 4 : MEMBANTU KLIEN DALAM


PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat:
1. Mengenali berbagai faktor dan tipe pengambilan keputusan
2. Menggunakan 4K dalam proses pengambilan keputusan

B. Waktu : 90 Menit (2 JP)

C. Rincian Kegiatan Pembelajaran


Pokok Bahasan

Waktu

Metoda

Media

CTJ

ABV 4.1 dan 4.2


Papan tulis

2. Faktor dan Tipe Pengam- 30 menit


bilan Keputusan

CTJ
CP
Role play

ABV 4.3 s/d 4.4

3. 4 K dalam Pengambilan 45 menit


Keputusan

CP
Diskusi
Kelompok

ABV 4.5
Handout 4A
Handout 4B

4. Penutup

CTJ

1. Pengantar

5 menit

10 menit

Modul 4: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 4

PERSIAPAN MODUL 4

Alat Bantu Visual (ABV)


ABV 4.1

: Membantu Klien dalam Pengambilan Keputusan

ABV 4.2

: Tujuan dan Kegiatan Pembelajaran

ABV 4.3

: Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

ABV 4.4

: Tipe-tipe Pengambilan Keputusan

ABV 4.5

: 4 K Proses Pengambilan Keputusan

Handout
Handout 4A
Handout 4B

: 4 K Proses Pengambilan Keputusan yang Baik


Membantu Klien dalam Pengambilan Keputusan

Modul 4: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 4

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


1. Pengantar

5 menit

Kegiatan

Fasilitator memperkenalkan diri dan menyebutkan tujuan serta kegiatan


pembelajaran materi yang akan dibahas yaitu Membantu Klien dalam
Pengambilan Keputusan. Tayangkan ABV 4.1 dan 4.2

2. Faktor dan Tipe Pengambilan Keputusan

30 menit

Kegiatan
a. Katakan kepada peserta bahwa keputusan yang kita buat bersifat
kompleks, terdapat banyak faktor dan perasaan yang tercakup di
dalamnya. Keputusan-keputusan mungkin diambil berdasarkan berbagai
alasan tertentu. Mintalah beberapa peserta secara lisan memberikan
contoh mengenai keputusan yang pernah diambil. Tulis contoh-contoh
dari peserta tersebut di flipchart/papan tulis. Kemudian tanyakan pula
alasan-alasan apa yang mendasari keputusan tersebut. Minta tanggapan
peserta lainnya mengenai hal-hal yang telah diutarakan rekannya tadi.
b. Berikan penjelasan kepada peserta tentang 6 (enam) faktor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan, kemudian pakailah penjelasan ini
untuk mengelompokkan keputusan-keputusan yang telah dibuat peserta.
Jelaskan bahwa satu atau beberapa atau seluruh faktor-faktor tersebut
dapat mempengaruhi keputusan seseorang. Gunakan ABV 4.3.
c. Lihat contoh keputusan-keputusan sebelumnya, diskusikan dengan
peserta mengenai tipe-tipe pengambilan keputusan yang telah diambil,
kemudian kelompokkan menurut tipe-tipe pengambilan keputusan seperti
pada ABV 4.4.
d. Jelaskan bahwa proses pengambilan keputusan untuk pemilihan metode
KB hendaknya memperhatikan faktor-faktor dan tipe-tipe yang
mempengaruhi pengambilan keputusan tersebut, yaitu secara ber-hati-hati,
bijaksana dan rasional yang didasarkan pada pengetahuan, kenyataankenyataan dan juga mempertimbangkan semua pilihan.

Modul 4: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 4

3. 4 K dalam Proses Pengambilan Keputusan

45 menit

Kegiatan

a. Jelaskan kepada peserta, bila kebutuhan klien telah diungkapkan dan


ditegaskan secara jelas, selanjutnya provider sampai pada kegiatan
membantu klien dalam membuat keputusan tentang pemilihan metode KB
atau mengatasi masalah KB. Dalam hal ini provider akan membantu klien
memberikan informasi yang tepat untuk pengambilan keputusan tersebut.
Pada akhirnya pengambilan keputusan adalah merupakan tanggung jawab
klien.
b. Jelaskan 4K dalam membuat keputusan yang baik. Tayangkan ABV 4.8
sampai dengan 4.5. Bagikan handout 4A.
c. Minta beberapa peserta memberi contoh pengambilan keputusan dengan
menggunakan 4K. Peserta lain memberi tanggapan. Sampaikan
feedback dan klarifikasi jawaban peserta.
d. Beri kesempatan peserta untuk mengajukan pertanyaan, bahas bersama
dan simpulkan. Bagikan Handout 4B, yang memuat pokok-pokok materi
Membantu Klien dalam Pengambilan keputusan.

4. Penutup

10 menit

Kegiatan
a. Fasilitator merangkum seluruh kegiatan pembelajaran dan memberikan
penekanan pada pokokpokok materi dikaitkan dengan tujuan
pembelajaran.
b. Tayangkan kembali ABV 4.2, tanyakan kepada peserta sejauh mana
tujuan pembelajaran materi ini tercapai.

Modul 4: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 4

Handout 4A

4 K PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN


1. KONDISI masalah yang dihadapi :
.
2. Daftar KEMUNGKINAN pilihan atau alternatif keputusan :
a. ..
b. ..
c. ..
3. KONSEKUENSI untuk tiap pilihan :
a. Konsekuensi a :
Positif
..

Negatif
.

..

..

b. Konsekuensi b :
Positif
..

Negatif
.

..

..

c. Konsekuensi c :
Positif
..

Negatif
.

..

..

4. KEPUTUSAN
.
.

Modul 4: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 1

Handout 4B

TUJUAN DAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN
MEMBANTU KLIEN
DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

WAKTU

1. Pengantar

METODA

5 menit CTJ

MATERI/ALAT
BANTU
ABV 4.1 dan 4.2
Papan tulis

2. Faktor dan Tipe


Pengambilan
Keputusan

30 menit CTJ
CP
Role play

ABV 4.3. dan 4.4

3. 4 K dalam
Pengambilan
Keputusan

45 menit CP
Diskusi
Kelompok

ABV 4.5
Handout 4A
Handout 4B

4. Penutup

10 menit CTJ
Latihan

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGAMBILAN KEPUTUSAN
=Rasio/akal:
Didasarkan pada pengetahuan dan penalaran.
Orang bisa memutuskan semata berdasarkan
informasi yang dipahaminya dengan berbagai
konsekuensi yang masuk akal baginya.

=Pertimbangan praktis:
Didasarkan pada pertimbangan kepraktisan
dalam menjalankan pilihan/keputusan. Orang
menilai potensi, kemampuan dan kepercayaan
dirinya dalam menindak-lanjuti pilihan tsb.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

1. Mengenali berbagai faktor dan tipe


pengambilan keputusan.
2. Menggunakan 4K dalam proses
pengambilan keputusan.

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

B. Kegiatan Pembelajaran
TOPIK

A. Tujuan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGAMBILAN KEPUTUSAN
=Keadaan fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami tubuh,
seperti rasa sakit, tidak nyaman atau nikmat.
Orang akan menghindari pilihan yang
menimbulkan rasa sakit dan cenderung memilih
sesuatu yang memberikan rasa nikmat/nyaman.

=Emosi :
Didasarkan pada perasaan. Orang akan
bereaksi terhadap suatu situasi secara subyektif,
demikian pula dalam membuat
pilihan/keputusan.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGAMBILAN KEPUTUSAN
=Hubungan interpersonal:
Didasarkan pada hubungan sosial yang terkait
dengan keputusan tsb. Keputusan yang dapat
merusak hubungan seseorang dengan orang
lain yang dianggap penting akan cenderung
dihindari, dan sebaliknya.

=Kondisi struktural:
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan
politik. Lingkungan luas ini bisa mendukung
atau menolak suatu keputusan yang diambil
seseorang.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

TIPE-TIPE PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. Pengambilan keputusan karena ketidak
sanggupan.
2. Pengambilan keputusan intuitif.
3. Pengambilan keputusan yang terpaksa.
4. Pengambilan keputusan yang reaktif.
5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan.
6. Pengambilan keputusan secara berhati-hati.

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

4 K PROSES PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. KONDISI masalah yang dihadapi:
= Apa masalahnya, ruang lingkupnya, dan tujuan
yang hendak dicapai dengan keputusan yang
akan diambil.

2. Daftar KEMUNGKINAN pilihan atau alternatif


keputusan:
= Cari kemungkinan sebanyak mungkin: Pilihan a,
b, c, dst.

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

3. Timbang KONSEKUENSI dari setiap pilihan


yang ada:
= Setiap pilihan selalu mengandung
konsekuensi, baik yang positif maupun yang
negatif.
= Timbang tiap pilihan sesuai kondisi masalah.
Faktor-faktor berpengaruh akan secara
otomatis masuk ke dalam pertimbangan ini
hingga menghasilkan prioritas pilihan.
4. Buat KEPUTUSAN dan tinjau kembali apakah
keputusan itu sudah merupakan pilihan terbaik
bagi kita.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.1

MEMBANTU KLIEN
DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.2

TUJUAN DAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN
A. Tujuan
1. Mengenali berbagai faktor dan tipe
pengambilan keputusan.
2. Menggunakan 4K dalam proses
pengambilan keputusan.

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.2

B. Kegiatan Pembelajaran
TOPIK
1. Pengantar

WAKTU

METODA

5 menit CTJ

MATERI/ALAT
BANTU
ABV 4.1 dan 4.2
Papan tulis

2. Faktor dan Tipe


Pengambilan
Keputusan

30 menit CTJ
CP
Role play

ABV 4.3. dan 4.4

3. 4 K dalam
Pengambilan
Keputusan

45 menit CP
Diskusi
Kelompok

ABV 4.5
Handout 4A
Handout 4B

4. Penutup

10 menit CTJ
Latihan

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.3

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGAMBILAN KEPUTUSAN
=Keadaan fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami tubuh,
seperti rasa sakit, tidak nyaman atau nikmat.
Orang akan menghindari pilihan yang
menimbulkan rasa sakit dan cenderung memilih
sesuatu yang memberikan rasa nikmat/nyaman.

=Emosi :
Didasarkan pada perasaan. Orang akan
bereaksi terhadap suatu situasi secara subyektif,
demikian pula dalam membuat
pilihan/keputusan.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.3

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGAMBILAN KEPUTUSAN
=Rasio/akal :
Didasarkan pada pengetahuan dan penalaran.
Orang bisa memutuskan semata berdasarkan
informasi yang dipahaminya dengan berbagai
konsekuensi yang masuk akal baginya.

=Pertimbangan praktis :
Didasarkan pada pertimbangan kepraktisan
dalam menjalankan pilihan/keputusan. Orang
menilai potensi, kemampuan dan kepercayaan
dirinya dalam menindak-lanjuti pilihan tsb.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.3

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGAMBILAN KEPUTUSAN
=Hubungan interpersonal:
Didasarkan pada hubungan sosial yang terkait
dengan keputusan tsb. Keputusan yang dapat
merusak hubungan seseorang dengan orang
lain yang dianggap penting akan cenderung
dihindari, dan sebaliknya.

=Kondisi struktural:
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan
politik. Lingkungan luas ini bisa mendukung atau
menolak suatu keputusan yang diambil
seseorang.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.4

TIPE-TIPE PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. Pengambilan keputusan karena ketidak
sanggupan.
2. Pengambilan keputusan intuitif.
3. Pengambilan keputusan yang terpaksa.
4. Pengambilan keputusan yang reaktif.
5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan.
6. Pengambilan keputusan secara berhati-hati.

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.5

4 K PROSES PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. KONDISI masalah yang dihadapi:
= Apa masalahnya, ruang lingkupnya, dan tujuan
yang hendak dicapai dengan keputusan yang
akan diambil.

2. Daftar KEMUNGKINAN pilihan atau alternatif


keputusan:
= Cari kemungkinan sebanyak mungkin: Pilihan a,
b, c, dst.

Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 4.5

3. Timbang KONSEKUENSI dari setiap pilihan


yang ada:
= Setiap pilihan selalu mengandung
konsekuensi, baik yang positif maupun yang
negatif.
= Timbang tiap pilihan sesuai kondisi masalah.
Faktor-faktor berpengaruh akan secara
otomatis masuk ke dalam pertimbangan ini
hingga menghasilkan prioritas pilihan.
4. Buat KEPUTUSAN dan tinjau kembali apakah
keputusan itu sudah merupakan pilihan terbaik
bagi kita.
Modul 4 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

MODUL 5: ALAT BANTU PENGAMBILAN


KEPUTUSAN (ABPK) DALAM
KIP/KONSELING KB

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat:
1. Menjelaskan struktur dalam Alat Bantu Pengambilan Keputusan
Ber- KB (ABPK).
2. Menjelaskan informasi teknis dalam ABPK.
3. Menjelaskan alur penggunaan ABPK untuk jenis klien yang
berbeda.

B. Waktu : 360 Menit (8 JP)


C. Rincian Kegiatan Pembelajaran
Topik

Waktu

Metoda

Media

1. Pengantar

10 menit

Ceramah

2. Struktur ABPK

60 menit

CTJ
CP

ABV 5.1 s/d 5.15

3. Informasi Teknis
dalam ABPK

100 menit

CTJ
Penugasan
Diskusi
Kelompok

Handout 5A dan 5B

4. Alur Penggunaan
ABPK untuk Jenis
Klien yang Berbeda

180 menit

CTJ
Penugasan
Diskusi
Kelompok
Bermain Peran

Handout 5C, 5D,


5E dan 5F

5. Penutup

10 menit

Ceramah

ABV 5.2
Handout 5G

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 8

D. Persiapan Modul 5
Alat Bantu Visual (ABV)
ABV 5.1
ABV 5.2
ABV 5.3
ABV 5.4
ABV 5.5

:
:
:
:
:

ABV 5.6
ABV 5.7
ABV 5.8
ABV 5.9
ABV 5.10
ABV 5.11
ABV 5.12
ABV 5.13
ABV 5.14
ABV 5.15

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB.


Tujuan Pembelajaran.
ABPK Bukan Flipchart Biasa.
Alat Bantu Yang Berfungsi Ganda.
Menggunakan ABPK Untuk Klien KB dan
Kepentingan Provider.
Prinsip Konseling Yang Dipakai Dalam ABPK.
Mengapa Berfokus Pada Konseling?
Jika Tidak, Hasilnya Adalah ..
Perilaku Berkomunikasi Yang Didorong Oleh ABPK.
Bagaimana Menggunakan ABPK?
Penggunaan Tab dalam ABPK.
Pengingat Konseling.
Menggunakan Alat Bantu Untuk Klien Yang Berbeda.
Elemen Penting Pada Halaman untuk Provider.
Elemen Utama dalam Halaman Klien pada
Umumnya.

Handout
Handout 5A

: Mencari Jawaban Pertanyaan dalam ABPK.

Handout 5B

: Kunci Jawaban untuk Fasilitator tentang Informasi


Teknis.

Handout 5C

: Skenario Dasar Bermain Peran dengan


Menggunakan ABPK.

Handout 5D

: Lembar Penugasan Latihan Menggunakan ABPK.

Handout 5E

: Kunci Jawaban untuk Fasilitator tentang Alur


KIP/Konseling KB dalam ABPK.

Handout 5F

: Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK)


dalam KIP/Konseling KB.

Materi lainnya:
Buku BP3K (Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi)
Poster Informasi Dasar Jenis-jenis KB

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 8

E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


1. Pengantar

10 menit

Kegiatan

a. Berikan ucapan ucapan Selamat Pagi atau Selamat Berjumpa Kembali


kepada peserta untuk membuka sesi ini. Sampaikan kepada peserta
bahwa setelah mereka mempelajari dan berlatih kembali ketrampilan
KIP/Konseling KB, pada sesi ini akan dibicarakan mengenai penggunaan
Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber KB (ABPK) sebagai salah satu
media yang dipergunakan dalam membantu klien mengambil keputusan
ber-KB.
b. Untuk memudahkan pembahasan, mintalah
mengeluarkan ABPK yang telah dibagikan.

semua

2. Struktur ABPK

peserta

untuk

60 menit

Kegiatan
a. Katakan bahwa media ABPK ini merupakan pengembangan dari mediamedia sebelumnya yang dipergunakan dalam kegiatan KIP/Konseling KB.
Oleh karena itu, untuk mendalami cara menggunakannya perlu diketahui
bagaimana struktur yang ada pada ABPK tersebut. Tayangkan ABV 5.1.
dan 5.2.
b. Sampaikan kepada peserta mengenai beberapa perbedaan antara ABPK
dengan media jenis flipchart lain. Di samping itu, ABPK juga menawarkan
hal-hal yang mempertimbangkan kepentingan klien dan provider serta
mengacu pada prinsip-prinsip yang harus dilakukan di dalam pelaksanaan
KIP/Konseling KB. Kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan mutu
pelayanan KB. Untuk memperjelas, tayangkan ABV 5.3 s/d 5.9.
c. Katakan bahwa selanjutnya kita akan membahas struktur yang ada pada
ABPK dan mintalah semua peserta untuk bersama-sama membuka ABPK
sesuai dengan arahan fasilitator. Jelaskan bahwa ABPK mempunyai dua
muka/sisi yaitu satu muka/sisi halaman klien yang berisi sedikit
tulisan/informasi untuk klien, dan satu lagi halaman provider dengan tulisan
yang lebih banyak berisi informasi dan merupakan pegangan bagi provider
pada waktu memberikan penjelasan kepada klien. Pada waktu provider
menjelaskan kepada klien, letakkan lembar balik sedemikian rupa
Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 8

sehingga klien dapat melihat dengan mudah. Usahakan untuk tidak


meletakkannya langsung di antara provider dan klien. Bagian halaman
klien dihadapkan kepada klien namun upayakan agar bagian halaman
sebaliknya dapat tetap terbaca oleh provider. Ingatkan kepada peserta
bahwa walaupun terdapat sejumlah informasi yang dapat membantu
provider pada waktu berinteraksi dengan klien, seyogyanya provider tidak
tampak membaca semua kalimat yang tertulis pada bagian itu kepada
klien. Oleh karena itu sebelum menggunakan ABPK dengan klien,
provider terlebih dahulu perlu membaca semua isi ABPK dimulai dari
halaman pengantar.
d. Sampaikan kepada peserta bahwa ABPK ini terdiri dari tiga bagian sebagai
tertera pada halaman i (Pengantar).
1) Bagian pertama ditandai dengan adanya dua macam tab (potongan
kertas kecil yang menonjol ke arah luar) yaitu tab di bagian kanan
tentang Jenis klien yang datang dimulai dari tab selamat datang,
membantu klien baru dalam memilih metoda, perlindungan ganda, klien
dengan kebutuhan khusus serta klien kunjungan ulangan.
2) Bagian kedua, tab pada bagian bawah berisi informasi tentang Jenis
metoda kontrasepsi. Informasi tersebut dapat memastikan pilihan dan
membantu klien untuk menggunakan metoda secara benar.
3) Bagian ketiga, tab di bagian kanan tentang Tambahan menawarkan
lebih banyak bantuan konseling yang dapat digunakan oleh provider
bila diperlukan.
Peragakan cara menggunakan tab dan diikuti oleh semua peserta yaitu
dengan meletakkan jari di atas tab dan geser jari pada halaman di depan
tab, kemudian balik (angkat) semua halaman tersebut. Jangan
mengangkat halaman yang berisi tab, karena yang akan terbuka adalah
halaman berikutnya sesudah tab tersebut.
Katakan bahwa secara umum pelaksanaan KIP/Konseling KB dengan
ABPK dimulai dengan membuka tab salah satu jenis kien yang datang.
Tayangkan ABV 5.10 dan 5.11. Selanjutnya jelaskan pula dengan
menggunakan ABV 5.12 bahwa dalam ABPK terdapat lambang-lambang
pengingat. Peserta diminta untuk membuka juga ABPK halaman iii.
e. Perlihatkan ABV 5. 13 dan jelaskan mengenai langkah kunci yang perlu
dilakukan dengan berbagai jenis klien yang berbeda. Untuk memudahkan
dalam memberikan penjelasan, minta agar peserta membuka ABPK pada
halaman berikutnya setelah halaman iii yang berjudul Menggunakan alat
bantu untuk klien yang berbeda.
f. Selanjutnya berikan penjelasan mengenai elemen-elemen penting yang
ada pada setiap halaman provider dengan menayangkan ABV 5.14 sambil
peserta diminta membuka halaman iv pada ABPK atau lihat contoh pada
halaman berkode P3 di halaman provider. Beri kesempatan kepada
peserta untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Lanjutkan
dengan menayangkan ABV 5.15 tentang elemen penting (utama) yang ada

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 8

pada halaman klien, sambil peserta diminta membuka contoh halaman


ABPK yang berkode P3 di halaman klien.
g. Berikutnya ajak semua peserta untuk mencoba mempergunakan ABPK
dengan contoh jenis Kilen Baru. Katakan bahwa langkah pertama yang
harus selalu dilakukan oleh provider dalam menggunakan ABPK adalah
membuka salah satu tab jenis klien yang ada pada bagian kanan, diawali
dengan tab Selamat Datang yaitu halaman dengan kode PK 1 dan
dilanjutkan dengan halaman berikutnya dengan kode PK 2 Apa yang bisa
saya bantu? Oleh karena contoh klien adalah jenis klien baru, maka pada
PK 2 peserta dapat melihat ada panah hijau pada butir Klien Baru Ingin
Memilih Metoda KB? Katakan agar provider meletakkan jari pada tab
bagian kanan yang berwarna hijau dan bertuliskan Memilih Metoda dan
angkat (balik) halaman tersebut yaitu halaman PK 3. Selanjutnya katakan
bahwa provider hendaknya membaca instruksi yang tertera pada bagian
bawah dari halaman PK 3 tersebut. Misalnya klien yang datang tidak ada
gambaran tentang metoda kontrasepsi, maka provider membuka halaman
PK 4 dan PK 5.
h. Sampaikan selanjutnya kepada peserta bahwa seandainya klien mereka
ingin mengetahui lebih lanjut mengenai satu metoda KB tertentu, lanjutkan
dengan membuka tab metoda yang ada pada bagian bawah. Misalnya
klien ingin mengetahui metoda suntikan 3 bulanan, maka provider
membuka tab yang bertuliskan Suntik 3 Bulan atau SP 1. Kemudian
katakan kepada peserta bahwa langkah selanjutnya adalah mereka hanya
mengikuti petunjuk yang ada pada halaman bagian bawah. Umpamakan
klien tadi merasa cocok dengan suntikan, mereka dapat membuka
halaman berikutnya yaitu SP 2 sampai dengan SP 6.
i. Berikan penjelasan kepada peserta bahwa langkah-langkah tersebut
berlaku pula untuk jenis klien Kunjungan ulang KB atau Keluhan tentang
metoda KB, klien yang Khawatir soal IMS/HIV-AIDS dan klien dengan
Kebutuhan khusus.
j. Lanjutkan dengan mengajak peserta membuka tab klien dengan
Kebutuhan Khusus (PK 9) dan berikan penjelasan. Demikian pula
dengan tab Tambahan, berikan penjelasan adanya 13 informasi
tambahan yang dapat dipergunakan oleh provider dalam melakukan
KIP/Konseling KB sesuai dengan kebutuhan klien.
k. Sebelum mengakhiri penjelasan tentang struktur ABPK ini, tekankan
bahwa langkah-langkah yang dipergunakan oleh provider dalam
menggunakan ABPK ini telah mengacu pada langkah SATU TUJU dalam
proses konseling. Termasuk pada saat provider membantu klien dalam
mengambil keputusan yang mengacu pada 4 K. Minta salah satu peserta
untuk memperlihatkan bagaimana penggunaan SATU TUJU dan 4 K
tersebut dalam ABPK ini. Tuliskan jawaban di flipchart/papan tulis dan
berikan klarifikasi dengan mengacu pada Catatan untuk pelatih di bawah
ini.

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 8

Catatan untuk Pelatih


Langkah SATU TUJU dan 4 K dalam ABPK untuk jenis Klien Baru
a. Tab Selamat Datang (PK 1 dan PK 2) untuk langkah SA = Salam
b. Halaman PK 3 dan PK 4 untuk langkah T = Tanyakan
c. Halaman PK 5 untuk langkah U = Uraikan mengenai metoda KB yang ingin
diketahui oleh klien serta langkah TU = Bantu untuk K pertama yaitu
kondisi klien dan K kedua kemungkinan pilihan (Pada contoh kasus di atas
pilihan klien hanya suntik tiga bulanan).
d. Halaman SP 1 sampai dengan SP 5 untuk langkah TU = Bantu dan J =
Jelaskan (SP 1 sampai dengan SP 3 untuk K ketiga yaitu konsekuensi
serta SP 4 dan SP 5 untuk K keempat, keputusan).
e. Halaman SP 6 untuk langkah U = Kunjungan ulang

3. Informasi Teknis ABPK

100 menit

Kegiatan

a. Sebelum melanjutkan memberikan penjelasan mengenai Informasi Teknis


dalam ABPK, minta satu orang peserta secara sukarela untuk memimpin
kegiatan energizer. Kegiatan ini penting untuk menumbuhkan motivasi
belajar peserta serta menciptakan suasana rileks. Fasilitator juga dapat
mengembangkan berbagai permainan singkat (kurang lebih 5 menit)
apabila dari peserta tidak ada yang bersedia memimpin kegiatan ini.
b. Kemukakan kepada peserta bahwa setelah kita membahas bersama-sama
struktur yang ada pada ABPK, maka fasilitator akan meminta mereka
untuk memperdalam informasi teknis yang berkaitan dengan kontrasepsi
dan KB. Bagilah peserta ke dalam 6 kelompok dan bagikan Handout 5 A
lembar penugasan Mencari Jawaban Pertanyaan Dalam ABPK.
Tugaskan mereka untuk mendiskusikannya dalam kelompok masingmasing dan mencari informasi teknis sebagaimana yang diinstruksikan
dalam handout tersebut. Ingatkan pula bahwa mereka harus menuliskan
jawaban sesuai dengan kalimat yang ada pada halaman ABPK yang
mereka temukan dan pada buku BP3K bagi yang memiliki berikut nomor
halamannya. Beri waktu untuk penugasan ini selama 50 menit.
c. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugas, bahaslah setiap
pertanyaan tersebut sampai selesai dengan cara menanyakan jawaban
Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 8

yang telah ditemukan oleh peserta secara bergiliran. Agar tidak terjadi
kekeliruan dalam mencocokkan jawaban peserta dengan jawaban
sebenarnya, fasilitator dapat memegang kunci jawaban yang ada pada
Handout 5B. Apabila ada pertanyaan yang bersifat teknis medis yang
masih belum dapat dikuasai oleh fasilitator, katakan dengan terus terang
bahwa fasilitator akan mencatat dan menanyakan kepada yang lebih
kompeten serta akan menyampaikan kembali jawaban tersebut kepada
peserta pada esok hari.
d. Akhiri pokok bahasan ini dengan menanyakan kepada peserta apakah
masih ada hal-hal atau pertanyaan lain yang berkaitan dengan
penggunaan ABPK. Hal ini diperlukan untuk mengetahui penguasaan
peserta terhadap ABPK karena berkaitan dengan pokok bahasan
berikutnya.

4. Alur Penggunaan ABPK untuk Klien


yang Berbeda

180 menit

Kegiatan

a. Sampaikan kepada peserta bahwa setelah mereka berlatih mencari


informasi teknis dengan menggunakan ABPK, maka berikutnya fasilitator
akan menugaskan mereka untuk merancang Alur KIP/Konseling KB
dengan menggunakan ABPK sekaligus dengan membuat kerangka
skenario bermain peran. Jelaskan di depan kelas sketsa alur yang
diinginkan sebagaimana contoh pada Handout 5C. Contoh skenario
bermain peran dapat dilihat pada Handout 5D dan lembar penugasan ada
pada Handout 5E.
Katakan bahwa sebagaimana halnya dengan
penugasan sebelumnya, tugas inipun dilakukan secara berkelompok.
b. Bagikan Handout 5C, 5D dan 5E serta kertas flipchart kosong untuk
penulisan alur dari ABPK dan kertas folio untuk menuliskan skenario
bermain peran kepada setiap kelompok. Jelaskan bahwa setiap kelompok
akan mendiskusikan dan menyelesaikan tugas untuk satu kasus.
Sampaikan kepada peserta bahwa penugasan ini merupakan tugas malam
yang akan disajikan oleh masing-masing kelompok pada keesokan
harinya. Bentuk penyajian adalah menyampaikan alur KIP/Konseling KB
yang dibuat dalam flipchart dan kemudian dilanjutkan dengan bermain
peran dengan menggunakan skenario yang telah dibuat. Tekankan bahwa
setiap peserta yang ada dalam kelompok harus aktif dan berperan.
c. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugasnya, minta semua wakil
kelompok secara bergantian menyajikan hasil diskusi tentang Alur
KIP/Konseling KB, kemudian minta tanggapan peserta dari kelompok lain
serta lakukanlah klarifikasi oleh fasilitator dengan mengacu pada kunci
jawaban yang ada pada Handout 5F. Fasilitator dengan latar belakang

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 7 dari 8

medis dapat membantu mengklarifikasi infoteknis yang


mempengaruhi langkah berikutnya dalam proses konseling.

dapat

d. Minta satu kelompok untuk memperagakan permainan peran melakukan


konseling dengan menggunakan ABPK selama 10 menit, menggunakan
salah satu kasus yang telah dipilih oleh fasilitator. Gunakan skenario yang
telah dibuat kelompok tersebut sebagai pegangan untuk bermain peran.
Selesai bermain peran minta umpan balik dari beberapa peserta tentang
proses konseling dan cara menggunakan ABPK. Beri klarifikasi akhir.

5. Penutup

10 menit

Kegiatan

a. Akhiri sesi ini dengan menekankan tentang pentingnya para peserta


berlatih menggunakan ABPK dengan teman sejawat secara terus menerus
sebelum menggunakannya bersama dengan klien. Bagikan Handout 5G
untuk pegangan peserta.
b. Perlihatkan kembali ABV 5.2 untuk mengingatkan tujuan pembelajaran
pada modul 5 ini serta sampaikan ucapan terima kasih dan salam penutup.

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 8 dari 8

Handout 5A

LEMBAR PENUGASAN: MENCARI JAWABAN PERTANYAAN


DALAM ABPK dan BP3K!
(Tuliskanlah nomor-nomor halaman dimana jawaban anda temukan!)

1. Kapankah waktu yang tepat IUD/AKDR dapat dipasangkan setelah postpartum/melahirkan?

2. Apabila seorang wanita lupa meminum satu pil dalam minggu pertama siklus
mestruasinya, apa yang harus ia lakukan?

3. Apabila seorang wanita terlupa meminum 3 (tiga) pil dalam minggu ketiga siklus
menstruasinya, apa yang harus ia lakukan? Penggunaan apalagi yang perlu ia
pertimbangkan?

4. Apakah seorang perokok wanita dapat menggunakan Suntikan3 bulanan?

5. Dalam siklus menstruasinya, kapankah


menggunakan Suntikan 3 bulanan?

seorang

wanita

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

dapat

mulai

Halaman 1 dari 4

Handout 5A

6. Kondisikondisi medis apakah yang dapat membuat suatu metode tidak bisa
digunakan (beri tanda X dan tulis no. halamannya)? Apa metode alternative yang
bisa disarankan?

IUD/AKDR

PIL

SUNTIKAN
3 bulanan

Tekanan darah tinggi


Infeksi setelah melahirkan atau
aborsi
Menderita kanker payudara
Penyakit Kandung empedu
(Gallbladder)
Menderita Infeksi Menular seksual
atau radang panggul dalam 3
bulan terakhir
Menderita Diabetes lebih dari 20
tahun
Perdarahan melalui vagina yang
tak dapat dijelaskan sebabnya
Menderita migren yang
menyebabkan gangguan
penglihatan dan gangguan bicara
HIV
Sedang meminum obat TB, Infeksi
jamur atau obat anti kejang
(epilepsy)
Resiko tinggi
Seksual

Infeksi

Menular

Kanker pada organ kewanitaan


atau TB panggul
Perokok dan usia diatas 35

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 4

Handout 5A

7. Efek samping-efek samping apakah yang umum terjadi dari penggunaan


metode?

IUD/AKDR

PIL

SUNTIKAN
3 bulanan

Nausea (Mual)
Bercak atau perdarahan di antara
dua masa menstruasi
Amenorrhoea
Pendarahan lebih banyak pada
saat menstruasi.
Berat badan sedikit naik atau
turun
Berat badan naik
Sakit kepala ringan
Payudara nyeri

8. Apabila seorang wanita menyusui, kapankah paling cepat dia dapat


memakai suntikan jangka panjang setelah melahirkan?

9. Apabila seorang wanita mengeluhkan ada rasa sakit di abdomen bawah


sewaktu ia menggunakan IUD, dan Anda menduga ia memiliki radang
panggul (PID), apakah yang harus Anda lakukan?

10. Metode apakah yang tidak dapat digunakan seorang remaja?

11. Apabila seorang wanita terlambat 3 (tiga) minggu untuk suntik, dapatkah ia
mendapatkan suntikan? Apakah yang harus ia lakukan?

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 4

Handout 5A

12. a. Apakah tanda-tanda dan simtom dari Infeksi Menular Seksual pada
Pria?

b. Apakah tanda-tanda dan simtom Infeksi Menular Seksual pada wanita?

c. Apakah tanda-tanda dan simptom HIV?

13. Dimana bisa ditemukan informasi mengenai jarak kelahiran yang baik?
Berapa jarak yang terbaik?

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 4

Handout 5B

KUNCI JAWABAN
PENUGASAN: MENCARI JAWABAN PERTANYAAN
DALAM ABPK dan BP3K!
(Tuliskanlah nomor-nomor halaman dimana jawaban Anda temukan!)

1. Kapankah waktu yang tepat IUD/AKDR dapat dipasangkan setelah postpartum/melahirkan?


Dalam waktu 48 jam setelah melahirkan atau setelah 4 minggu
Hal : PK 12, AKDR 2, 5, Tb 4
BP3K : Hal. U48, U45, MK77
2. Apabila seorang wanita lupa meminum satu pil dalam minggu pertama siklus
menstruasinya, apa yang harus ia lakukan?
Minum 1 pil segera ketika ingat, minum pil berikutnya sesuai jadwal dan
lanjutkan minum pil seperti biasa satu setiap hari. Hal. P5
BP3K: MK-31
3. Apabila seorang wanita terlupa meminum 3 (tiga) pil dalam minggu ketiga siklus
menstruasinya, apa yang harus ia lakukan? Penggunaan apalagi yang perlu ia
pertimbangkan?
Pakai Back-up: Hindari sanggama atau pakai kondom 7 hari dan lewat pil
tidak aktif dan langsung lanjut ke paket baru. Hal P5
BP3K: MK-31
4. Apakah seorang perokok wanita dapat menggunakan Suntikan 3 bulanan?
Bisa, kalau tidak ada faktor risiko lain, seperti usia di atas 35 tahun,
hipertensi, diabetes atau usia > 35 tahun. Hal SP2
BP3K: MK-42
5. Dalam siklus menstruasinya, kapankah seorang wanita dapat mulai
menggunakan Suntikan 3 bulanan?
Jika sedang haid sampai pada 7 hari. Jika lebih dari 7 hari sesudah dapat
haid dapat langsung menggunakan jika yakin tidak hamil. Klien harus
menggunakan kondom selama 7 hari atau menghindari sanggama 7 hari.
Hal. SP4
BP3K: MK-42

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 4

Handout 5B

6. Kondisikondisi medis apakah yang dapat membuat suatu metode tidak bisa
digunakan (beri tanda X dan tulis no. halamannya)? Apa metode alternative yang
bisa disarankan?

IUD/AKDR

PIL
P2
BP3K: MK-30

Tekanan darah tinggi


Infeksi setelah melahirkan atau
aborsi

SUNTIKAN
3 bulanan
SP2
BP3K: MK-42

AKDR 2
BP3K: MK-75

Menderita kanker payudara

P2
BP3K: MK-30
P2

SP2
BP3K: MK-42

P2
BP3K: MK-30

SP2
BP3K: MK-42

BP3K: MK-30

SP2
BP3K: MK-42

Penyakit Kandung empedu


(Gallbladder)
Menderita Infeksi Menular seksual
atau radang panggul dalam 3 bulan
terakhir

AKDR2
BP3K: MK-75

Menderita Diabetes lebih dari 20


tahun
Perdarahan melalui vagina yang
tak dapat dijelaskan sebabnya

AKDR2
BP3K: MK-75

P2
BP3K: MK-30

Menderita migren yang


menyebabkan gangguan
penglihatan dan gangguan bicara
AKDR2
HIV

P2
BP3K: MK-31

Sedang meminum obat TB, Infeksi


jamur atau obat anti kejang
(epilepsy)
AKDR2
Resiko tinggi
Seksual

Infeksi

Menular

Kanker pada organ kewanitaan


atau TB panggul
Perokok dan usia diatas 35

AKDR2
BP3K: MK-75
P2
BP3K: MK-30

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 4

Handout 5B

7. Efek samping-efek samping apakah yang umum terjadi dari penggunaan


metode?

IUD/AKDR

PIL

SUNTIKAN
3 bulanan

P3
BP3K: MK-32

Nausea (Mual)
Bercak atau perdarahan di
antara dua masa menstruasi

AKDR3
BP3K: MK-46

BP3K: MK-32

Amenorrhoea

BP3K: MK-46

BP3K: MK-32

Pendarahan lebih banyak pada


saat menstruasi.

AKDR3
BP3K: MK-46

SP3
BP3K: MK-46
SP3
BP3K: MK-46
BP3K: MK-46

P3
Berat badan sedikit naik atau
turun

BP3K: MK-47
SP3
BP3K: MK-46

Berat badan naik


Sakit kepala ringan
Payudara nyeri

P3
BP3K: MK-32
P3

8. Apabila seorang wanita menyusui, kapankah paling cepat dia dapat memakai
suntikan jangka panjang setelah melahirkan?
6 minggu setelah melahirkan. Hal. SP4
BP3K: U-47
9. Apabila seorang wanita mengeluhkan ada rasa sakit di abdomen bawah sewaktu
ia menggunakan IUD, dan Anda menduga ia memiliki radang panggul (PID),
apakah yang harus Anda lakukan?
Diagnosa, beri pengobatan yang sesuai dan bila perlu rujuk. Hal. KU 3
BP3K: MK-76
10. Metode apakah yang tidak dapat digunakan seorang remaja ?
Tubektomi atau Vasektomi dan metode yang perlu memperhatikan masa
subur. Hal. PK 10
BP3K: U-25
11. Apabila seorang wanita terlambat 3 (tiga) minggu untuk suntik, dapatkah ia
mendapatkan suntikan? Apakah yang harus ia lakukan?.
Bisa mendapat suntikan, jika dipastikan tidak hamil. Klien juga harus
memakai kondom atau tidak bersanggama selama 7 hari setelah disuntik.
Hal. KU 6
BP3K: MK-44

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 4

Handout 5B

12. a. Apakah tanda-tanda dan simtom dari Infeksi Menular Seksual pada Pria?
Nanah keluar dari penis, sakit atau rasa terbakar ketika buang air kecil.
Luka sekitar daerah kemaluan. Hal. PK 7.
Kadang-kadang ada rasa nyeri. Hal. Tb 5
BP3K: U-38
b. Apakah tanda-tanda dan simtom dari Infeksi Menular Seksual pada wanita?
Rasa sakit di perut bagian bawah. Luka didalam atau di sekitar vagina
Hal. PK7
Sering tidak ada gejala. Hal. Tb 5
BP3K: U-37
c. Apakah tanda-tanda dan simtom HIV ?
Tidak ada, hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah. Hal Tb 5
13) Dimana bisa ditemukan informasi mengenai jarak kelahiran yang baik? Berapa
jarak yang terbaik?
3 5 tahun. Hal. PK 4

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 4

Handout 5C

ALUR KIP/KONSELING KB

Selamat datang (kata-kata sesuai dengan kebiasaan setempat)


PK1

Apa yang bisa saya bantu


(lihat jenis klien yang datang)
PK2

dan seterusnya sesuai dengan kasus yang ada

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 1

Handout 5D

PENUGASAN MALAM:
Skenario dasar bermain peran contoh penggunaan ABPK
Nila seorang ibu berusia 31 tahun. Ia punya 2 anak usia 5 dan 3 tahun, datang
dengan keluhan merasa kurang aman dengan metode pil kombinasi karena ia sering
lupa. Ia jadi kuatir hamil lagi dan oleh karenanya ia ingin mempertimbangkan metode
lain. Menurut temannya, lebih baik ia pakai spiral.
P = provider; N = (Nila) klien
P/N
P
N
P

P
N
P

N
P
N
P

KOMUNIKASI
Selamat datang bu, apa kabar? Si kecil sudah bisa apa saja
sekarang?
Baik bu. Anak saya juga baik-baik saja, makin lasak...main
terus.
Wah senang ya kalau anak sehat. Baik bu, sebelum kita
ngobrol lebih lanjut, ini saya tunjukkan sekarang saya punya
alat bantu baru untuk melayani ibu. Nanti kita pakai samasama ya bu. Ini tujuannya supaya layanan saya makin baik,
sesuai kebutuhan ibu. Seperti biasa, kerahasiaan ibu saya
jamin. Nah, sekarang ada apa ini, koq tumben datang tidak
pada waktunya?
Iya bu, kan saya pakai pil sekarang ini, tapi saya kan suka
lupa minum. Ibu memang sudah menjelaskan ke saya cara
minum pil dan apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa,
tapi koq saya rasanya jadi kurang aman gitu lho. Apalagi
anak sekarang sudah 2 dan umur saya sudah 31...mana
tahan kalau saya sampai punya anak lagi!
Oh, ibu merasa kurang aman karena sering lupa minum pil
padahal sudah tidak berencana punya anak lagi ya bu. Ada
keluhan lain lagi?
Enggak ada keluhan sih bu, hanya itu aja rasanya kurang
aman. Teman-teman saya menyarankan saya untuk pakai
spiral, makanya saya ke sini mau konsultasi.
Jadi ibu ingin mempertimbangkan ganti metode ya. Sejauh
ini ibu sudah memikirkan metode spiral. Metode lain kan
macam-2 ya bu, kita mau membicarakan metode spiral saja
atau ibu mau menimbang pilihan lain juga? Mungkin mau
menimbang juga metode yang memberikan perlindungan
ganda (mencegah kehamilan sekaligus IMS)?
Coba spiral aja dulu bu. Kata teman-2 saya praktis, nggak
usah kuatir lupa
OK, jadi ibu sudah mendengar bahwa spiral tidak ada risiko
lupa. Apa lagi yg ibu sdh dengar tentang spiral?
Belum bu, hanya itu saja.
Baik, kalau begitu saya jelaskan tentang spiral ya. Spiral itu
salah satu bentuk alat kontrasepsi di dalam rahim (AKDR).
Jadi, alat kecil ini nanti dipasang di dalam rahim. Kalau
sekarang ibu lihat bentuknya, seperti T ya, karena ini jenis
Copper T 380 A yang bisa dipakai untuk 10 tahun. [dst. di
AKDR 1]. Gimana bu, sejauh ini ibu ingin tahu lebih banyak
tentang AKDR atau mau mendengar tentang metode lain?

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

KETERANGAN

Buka hal
selamat datang

Buka hal KU
pil

Buka hal
memilih metode

Halaman 1 dari 2

Handout 5D

P/N
N
P

KOMUNIKASI
Coba deh bu, saya pengen tahu efek sampingnya.
Ibu ingin tahu efek sampingnya ya, baiklah. [ke AKDR 3]
Gimana bu, ada pertanyaan tentang kemungkinan efek
samping?
efek mau melihat ibu bisa pakai AKDR atau mendengar
Tidak bu, sudah jelas. Lumayan juga ya efek
sampingnya.....gimana ya, menurut ibu baiknya saya
pakai AKDR atau tidak ya?
Nah, keputusannya tentu harus sesuai dengan kebutuhan
dan situasi ibu ya. Bagaimana kalau sekarang saya
jelaskan dulu, siapa yang bisa pakai AKDR. [jelaskan
AKDR 2]. Nah, ibu ada masalah-2 dengan kondisi-kondisi
ini?
Rasanya tidak bu. Jadi saya bisa ya pakai ini?
Tampaknya begitu. Jadi, bagaimana, ibu mau coba pakai
ini, atau kita mau mendiskusikan pilihan lain?
Kalo saya sekarang pilih ini, kapan bisa mulai bu? Lalu
kalau terus kemudian saya nggak suka, saya bisa cabut
kapan saja kan?
Iya, seperti tadi sudah saya jelaskan, ibu bisa melepas
AKDR kapan saja kalau dirasa tidak cocok. Nah, mari kita
lihat prosedur pemasangan dan kapan ibu bisa mulai
pasang ya [AKDR 4-5]. Bagaimana bu, jadi mau coba
AKDR?
Ya bolehlah bu, saya coba dulu.
Baiklah, karena kondisi ibu semua sudah memenuhi
syarat, ibu bisa pasang sekarang. Mari.

KETERANGAN

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 2

N
P
N

N
P

Handout 5E

LATIHAN MENGGUNAKAN ABPK

Carilah alur konseling dengan menggunakan ABPK (alur halaman ke


halaman lain dstnya hingga selesai sesi konselingnya dengan berbagai
kemungkinan kebutuhan/situasi klien) sesuai kasus berikut.

Buatlah bagan alur tsb secara rinci dengan mencantumkan nomor


halamannya (membuat flow-chart atau bagan alur konseling semacam
contoh umum yang ada di ABPK)

Klp 1: Klien baru datang tanpa pilihan metode, sedang haid dan ia memilih
memakai suntik 3 bulan.
Klp 2: Klien AKDR dengan keluhan spotting/flek, bisa menerima efek samping
dan tidak mau ganti metode.
Klp 3: Klien kunjungan ulang Suntik 3 bulan, terlambat suntik 2 minggu, tidak
ada masalah atau keluhan apapun.
Klp 4: Klien dengan metode AKBK yang mengalami gangguan keputihan
berlebihan dan tidak mau ganti metode.
Klp 5: Klien pengguna pil kombinasi yang datang dengan keluhan gemuk dan
ingin ganti metode.
Klp 6: Klien baru melahirkan 4 minggu dan masih menyusui, yang datang
dengan pilihan menggunakan pil.

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 1

Handout 5F

LATIHAN MENGGUNAKAN ABPK

Carilah alur konseling dengan menggunakan ABPK (alur halaman ke


halaman lain dstnya hingga selesai sesi konselingnya dengan berbagai
kemungkinan kebutuhan/situasi klien) sesuai kasus berikut.
Buatlah bagan alur tsb secara rinci dengan mencantumkan nomor
halamannya (membuat flow-chart atau bagan alur konseling semacam
contoh umum yang ada di ABPK)

Klp 1: Klien baru datang tanpa pilihan metode, sedang haid dan ia
memilih memakai suntik 3 bulan.
Selamat datang (kata-kata sesuai dengan kebiasaan setempat)
PK1

Apa yang bisa saya bantu


(lihat jenis klien yang datang dalam hal ini: klien baru ingin memilih metode
KB )
PK2

Ditanyakan apakah sudah ada pertimbangan metode KB


PK3

Dalam hal ini belum, sehingga ke


PK4
(ditanyakan informasi dasar, pengalaman ber KB, rencana mempunyai anak dsb)

Membahas metode yang sesuai kebutuhan


PK 5

Tergantung pada metode yang diminati (dalam hal ini suntik)


Ke tab metode:
SP1 6
Tergantung pada skenario yang dibuat peserta, bisa diselingi dengan
lembar-lembar tambahan

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 6

Handout 5F

Klp 2: Klien AKDR dengan keluhan spotting/flek, bisa menerima efek


samping dan tidak mau ganti metode

Selamat datang (kata-kata sesuai kebiasaan setempat)


PK1

Apa yang bisa saya bantu


(lihat jenis klien yang datang dalam hal ini: Klien kunjungan ulang )
PK2

Tanyakan metode yang digunakan (AKDR)


KU1

Tanyakan masalah yang dihadapi dengan AKDR


KU2
(Dalam kasus ini ada keluhan spotting/flek)

Lihat apakah keluhan yang dirasakan merupakan efek samping AKDR


KU 3

Karena klien menerima efek samping tersebut, bisa berhenti disini


Tergantung pada skenario yang dibuat peserta, bisa diselingi dengan
lembar-lembar tambahan atau tab metode

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 6

Handout 5F

Klp 3: Klien kunjungan ulang suntik 3 bulan, terlambat suntik 2 minggu,


tidak ada masalah atau keluhan apapun

Selamat datang (kata-kata sesuai kebiasaan setempat)


PK1

Apa yang bisa saya bantu


(lihat jenis klien yang datang dalam hal ini: Klien kunjungan ulang )
PK2

Tanyakan metode yang digunakan (Suntik 3 bulan)


KU1

Tanyakan masalah yang dihadapi dengan suntik


KU6
(Dalam kasus ini terlambat 2 minggu)

Karena klien dapat langsung disuntik, bisa berhenti disini


Tergantung pada skenario yang dibuat peserta, bisa diselingi dengan
lembar-lembar tambahan atau ke tab metode

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 6

Handout 5F

Klp 4: Klien dengan metode AKBK yang mengalami gangguan keputihan


berlebihan dan tidak mau ganti metode

Selamat datang (kata-kata sesuai kebiasaan setempat)


PK1

Apa yang bisa saya bantu


(lihat jenis klien yang datang dalam hal ini: klien kunjungan ulang )
PK2

Ditanyakan kunjungan ulang apa


KU1

Dalam hal ini AKBK, sehingga ke


KU 10
(Tanyakan keluhan, dalam hal ini keputihan)

Lihat apakah keluhan merupakan efek samping AKBK


KU 11
(ternyata keluhan bukan efek samping, kemungkinan IMS)

Buka Perlindungan ganda dan jelaskan


PK6 PK 7

Tergantung pada skenario yang dibuat peserta, bisa diselingi dengan


lembar-lembar tambahan dan tab metode

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 6

Handout 5F

Klp 5: Klien pengguna pil kombinasi yang datang dengan keluhan gemuk
dan ingin ganti metode.

Selamat datang (kata-kata sesuai kebiasaan setempat)


PK1

Apa yang bisa saya bantu


(lihat jenis klien yang datang dalam hal ini: klien kunjungan ulang )
PK2

Tanyakan kunjungan ulang apa Pil kombinasi


KU 1

KU4

Klien mengeluh kegemukan dan ingin ganti metode

Ditanyakan apakah sudah ada pertimbangan metode KB


PK3

Dalam hal ini belum, sehingga ke


PK4
(ditanyakan informasi dasar, pengalaman ber KB, rencana mempunyai anak
dsb)

Membahas metode yang sesuai kebutuhan


PK 5

Tergantung pada metode yang diminati


Ke tab metode:

Tergantung pada skenario yang dibuat peserta, bisa diselingi dengan


lembar-lembar tambahan dan tab metode lain

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 6

Handout 5F

Klp 6: Klien baru melahirkan 4 minggu dan masih menyusui, yang


datang dengan pilihan menggunakan pil

Selamat datang (kata-kata sesuai kebiasaan setempat)


PK1

Apa yang bisa saya bantu


(lihat jenis klien yang datang dalam hal ini: klien dengan kebutuhan khusus )
PK2

PK9
(Dalam hal ini Klien pasca melahirkan)

Dalam hal ini belum, sehingga ke


PK 12
(ditanyakan informasi dasar, menyusui atau tidak dan jenis kontrasepsi yang
boleh digunakan). Ternyata pil kombinasi tidak boleh pada ibu menyusui
sebelum 6 bulan

Tergantung pembicaraan, bisa lihat ke tab metode pil kombinasi atau ke


tambahan 4 (Kapan memulai suatu metode)

Tergantung pada metode yang diminati yang boleh untuk ibu menyusui
Ke tab metode
Bila ibu ingin tunggu sampai 6 bulan dan menganggap aman menyusui saja
Buka tab MAL dulu

Tergantung pada skenario yang dibuat peserta, bisa diselingi dengan


lembar-lembar tambahan dan tab metode

Modul 5: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 6

Handout 5G

TUJUAN PEMBELAJARAN

Alat Bantu
Pengambilan
Keputusan Ber-KB

Setelah mempelajari modul ini, peserta


diharapkan dapat:
1. Menjelaskan struktur dalam ABPK.
2. Menjelaskan informasi teknis dalam ABPK.
3. Menjelaskan alur penggunaan ABPK untuk
jenis klien yang berbeda.

Alat Bantu Pengambilan Keputusan berKB dan


Pedoman bagi Klien dan Bidan

Didukung oleh

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 17

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 17

PERHATIAN:
ABPK bukan flipchart biasa!
Flipchart KB biasa

Alat bantu yang berfungsi ganda!

ABPK

Hanya untuk tujuan pemberian


informasi.

Membimbing pengambilan keputusan


dan menyediakan informasi.

Fokus pada fakta tentang


metode kontrasepsi.

Fokus pada pemilihan dan penggunaan


metode KB sekaligus mencakup isu
HIV/AIDS dan Kespro lainnya.

Proses berorientasi pada


provider.

Proses tanggap/berorientasi terhadap


klien.

Tiap klien melihat tiap halaman/ Tiap klien hanya melihat pada halaman
yang relevan baginya.
bagian yang sama.
Terutama digunakan untuk klien Juga berguna bagi klien kunjungan
ulang dan klien dengan kebutuhan
yang akan memilih metode.
khusus.
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 17

Menggunakan ABPK untuk klien KB


dan kepentingan provider

Membantu pemecahan masalah


dalam penggunaan KB.
Alat bantu kerja bagi provider.
Menyediakan referensi/info teknis.
Alat bantu visual untuk pelatihan
provider baru.

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 17

Prinsip Konseling yang dipakai dalam ABPK

ABPK menawarkan:

1. Klien yang membuat keputusan.

Proses pengambilan keputusan: membantu klien


memutuskan dan menggunakan metode KB yang paling
tepat baginya.
Informasi teknis yang mutakhir: menyediakan informasi
penting yang diperlukan provider untuk memberikan
layanan KB yang berkualitas kepada klien.
Mengingatkan peningkatan mutu komunikasi: memberi
tips dan bimbingan bagaimana provider seharusnya
berkomunikasi dengan klien dan memberikan konseling
yang efektif.
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Membantu pengambilan keputusan


metode KB.

Halaman 5 dari 17

2. Provider membantu klien menimbang dan


membuat keputusan yang paling tepat bagi klien.
3. Sejauh memungkinkan keinginan klien
dihargai/dihormati.
4. Provider menanggapi pernyataan, pertanyaan
ataupun kebutuhan klien.
5. Provider harus mendengar apa yang dikatakan
klien untuk mengetahui apa yang harus ia lakukan
selanjutnya.
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 6 dari 17

Mengapa berfokus pada konseling?


JIKA TIDAK, hasilnya adalah

Klien perlu:
memilih metode yg membuat mereka nyaman dan senang

?
Drop out dan tidak melanjutkan

tahu tentang efek samping.


tahu dengan baik tentang bagaimana penggunaan metode
yang dipilihnya.

Kegagalan metode
Kehamilan tak diinginkan

tahu kapan harus datang kembali.


mendapat bantuan dan dukungan dalam ber-KB.
tahu bagaimana jika menghadapi masalah dalam penggunaan
sebuah metode KB.

LINGKARAN PERSOALAN KESEHATAN


REPRODUKSI DAN KEPENDUDUKAN

tahu bahwa mereka bisa ganti metode jika mereka


menginginkannya.
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 7 dari 17

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Bagaimana menggunakan
ABPK? Pada awalnya

Perilaku berkomunikasi yang didorong oleh


ABPK
Untuk providers:

Untuk klien:

Bertanya dengan pertanyaan Memberi tahu provider apa yang


terbuka.
dirasakannya.
Menerima pernyataan klien.

Bertanya.

Mendengar aktif.

Memberitahu jika ia tak paham


tentang suatu informasi atau
penjelasan provider.

Menghindari mengkritik atau


menyalahkan.

Merasa nyaman untuk menyampaikan


kekuatiran, ketakutan atau perasaan
negatif lainnya.

Memastikan klien paham.


Menanyakan apakah klien
punya pertanyaan.

Jujur/terbuka tentang situasi


pribadinya.

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 9 dari 17

PENGGUNAAN TAB DALAM ABPK

Proses membantu
sesuai ragam klien

Apa alasan klien datang ke


klinik?
Secara umum, konseling dimulai dengan salah
satu tab jenis klien, lalu berlanjut ke salah satu
metode (tab di bawah)
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Apakah anda ingin mencoba


dulu metode ini dan kita lihat
nanti apakah anda
menyukainya?

Selamat datang

Memilih metode
Perlindungan
ganda

Ada yang perlu saya


ulang atau jelaskan
lagi ? Ada pertanyaan
lain ?

Klien dengan
kebutuhan khusus

Alat Bantu Pengambilan Keputusan berKB


dan Pedoman bagi Klien dan Bidan

Pil

AKDR

Kombinasi

Suntik-an
3 bln

Suntikan
kombinasi

Tambahan

AKBK

Vasektomi

Mari kita
bicarakan
masalah anda

Nyaman dengan metode


sekarang, atau mau ganti metode
lain?

Kunjungan ulang

Didukung
oleh

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 10 dari 17

PENGINGAT KONSELING

Edisi Pertama-Juni 2004

Alat Bantu
Pengambilan
Keputusan Ber-KB

Halaman 8 dari 17

Tubektomi

Kondom

Pengingat
Konseling:
Tanyakan jika klien
Menawarkan
punya pertanyaan dukungan/bantuan

MAL

Mengecheck
pemahaman klien

Mendengar dengan
baik

iii

Metode

Halaman 11 dari 17

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 12 dari 17

Menggunakan alat bantu utk


klien yang berbeda

Tab

Selamat datang

Tab

Klien baru:
Memilih metode

Jika ada:
Lihat apakah
sesuai dengan
kebutuhan dan
situasi. Kaji
kebutuhan
perlindungan
ganda

Halaman
pada tab
metode

Temukan alasan kunjungan


Cari tab yg sesuai

Tinjauan &
informasi
dasar

Tab

Tab

Tanyakan :
ada gambaran
metode?

Elemen penting pada halaman untuk Provider

Tab

Berikut adalah ringkasan langkah kunci


yang perlu Anda lakukan dengan
berbagai jenis klien yang berbeda

Klien kunjungan
ulang

Perlu
perlindungan
thd IMS

Klien dg
kebutuhan
khusus

Buka tab
perlindungan
ganda

Buka halaman
yg sesuai di
bagian:

Jika tidak ada:

Remaja

Diskusikan
kebutuhan &
situasi; kaji
beberapa pilihan
metode yang
berbeda. Periksa
kebutuhan
perlindungan
ganda.

Klien usia 40-an


Klien hamil/
Postpartum
Klien Pasca
keguguran
Klien dengan
HIV/AIDS

Tab

Diskusikan pilihan
perlindungan ganda

Jika diperlukan, bantu klien menilai


risiko. Periksa kecocokan pilihan

Tanyakan metode
yang dipakai:
Buka tab metode

Tidak ada
keluhan

Ada keluhan?

Bantu atasi
efek
samping

Periksa kondisi
kesehatan &
kemungkinan perlunya
perlindungan IMS

Ganti
metode
Buka tab
metode
atau klien
baru

Kemungkinan
efek samping

Cara pakai

Waktu
memulai

Hal yg perlu
diingat
Tidak semua
metode mempunyai
halaman-halaman
tersebut secara
lengkap.

Tab

Buka tab metode utk mengkaji metode


secara lengkap & memastikan pilihan
klien
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Kriteria
persyaratan
medis

Berikan metode/
pelayanan

Halaman 13 dari 17

Lambang:
menunjukkan
metode yang
sedang dibahas

Lambang: untuk
mengingatkan
praktek konseling
yang baik

1. Lihat di sini
untuk mengingat
Pokok bahasan
yang dibicarakan.

Informasi Petugas
Usulan pertanyaan,
ungkapan, aksi,
informasi untuk
acuan dan telaah
berikutnya

2. Lihat di sini.
Diskusikan dengan
klien seperlunya.
Kotak biru berisi
informasi dan saran
tambahan.
3. Lihat di sini
untuk langkah
selanjutnya
Berdasarkan
pernyataan klien.

Kata-kata yang
disarankan yang
bisa digunakan.

Gambar Klien sedang


mengambil keputusan :
Lambang ini mengingatkan
bahwa klien perlu mengambil
keputusan atau mengatakan
pilihannya sebelum
melanjutkan.

Nomor Halaman:
Halaman diberi nomor, dengan huruf untuk menandai bagian.
Misalnya, ini bagian Pil, halaman 3 (P3).
4 bagian pertama, yang diberi tab di sisi kanan (Selamat Datang,
Memilih, Perlindungan Ganda, dan Kebutuhan Khusus) tidak diberi
nomor terpisah. Bagian-bagian tersebut ditandai dengan PK singkatan
dari Pengambilan Keputusan.

Halaman berikut adalah halaman untuk klien


Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Buka halaman berikut iv


Halaman 14 dari 17

Elemen utama dalam halaman klien pada umumnya


Hal paling
penting bagi
klien

Efek Samping
Sebagian efek samping TIDAK berbahaya. BUKAN tanda-tanda penyakit.

Tidak banyak yang mengalami


Biasanya segera hilang setelah beberapa bulan
Yang umum:

Mual-mual

Flek atau bercak


Sakit kepala Nyeri
diantara masa
payudara
ringan
haid

Ingin memakai metode ini dan


melihat apakah cocok?

Mari bicarakan
kekhawatiran
Anda!

Berat badan
naik / turun

Mengingatkan
klien untuk
berpartisipasi
aktif dalam
proses konseling

Pertanyaan dalam proses pengambilan


keputusan : klien perlu menjawab sebelum
lanjut ke halaman/langkah berikut
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 15 dari 17

ABV 5.1

Alat Bantu
Pengambilan
Keputusan Ber-KB
Alat Bantu Pengambilan Keputusan berKB dan
Pedoman bagi Klien dan Bidan

Didukung oleh
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 5.2

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari modul ini, peserta
diharapkan dapat :
1. Menjelaskan struktur dalam ABPK
2. Menjelaskan informasi teknis dalam ABPK
3. Menjelaskan alur penggunaan ABPK untuk
jenis klien yang berbeda

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

PERHATIAN:

ABV 5.3

ABPK bukan flipchart biasa!


Flipchart KB biasa

ABPK

Hanya untuk tujuan pemberian


informasi

Membimbing pengambilan keputusan


dan menyediakan informasi

Fokus pada fakta tentang


metode kontrasepsi

Fokus pada pemilihan dan penggunaan


metode KB sekaligus mencakup isu
HIV/AIDS dan Kespro lainnya

Proses berorientasi pada


provider

Proses tanggap/berorientasi terhadap


klien

Tiap klien melihat tiap halaman/ Tiap klien hanya melihat pada halaman
yang relevan baginya
bagian yang sama
Terutama digunakan untuk klien Juga berguna bagi klien kunjungan
ulang dan klien dengan kebutuhan
yang akan memilih metode
khusus

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 5.4

Alat bantu yang berfungsi ganda!


Membantu pengambilan keputusan
metode KB
Membantu pemecahan masalah
dalam penggunaan KB
Alat bantu kerja bagi provider
Menyediakan referensi/info teknis
Alat bantu visual untuk pelatihan
provider baru

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 5.5

Menggunakan ABPK untuk klien KB


dan kepentingan provider
ABPK menawarkan:
Proses pengambilan keputusan: membantu klien
memutuskan dan menggunakan metode KB yang paling
tepat baginya
Informasi teknis yang mutakhir: menyediakan informasi
penting yang diperlukan provider untuk memberikan
layanan KB yang berkualitas kepada klien
Mengingatkan peningkatan mutu komunikasi: memberi
tips dan bimbingan bagaimana provider seharusnya
berkomunikasi dengan klien dan memberikan konseling
yang efektif
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 5.6

Prinsip Konseling yang dipakai dalam ABPK


1. Klien yang membuat keputusan
2. Provider membantu klien menimbang dan
membuat keputusan yang paling tepat bagi klien
3. Sejauh memungkinkan keinginan klien
dihargai/dihormati
4. Provider menanggapi pernyataan, pertanyaan
ataupun kebutuhan klien
5. Provider harus mendengar apa yang dikatakan
klien untuk mengetahui apa yang harus ia lakukan
selanjutnya
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Mengapa berfokus pada konseling?

ABV 5.7

Klien perlu:
memilih metode yg membuat mereka nyaman dan senang

tahu tentang efek samping.


tahu dengan baik tentang bagaimana penggunaan metode
yang dipilihnya.
tahu kapan harus datang kembali.
mendapat bantuan dan dukungan dalam ber-KB.
tahu bagaimana jika menghadapi masalah dalam penggunaan
sebuah metode KB.
tahu bahwa mereka bisa ganti metode jika mereka
menginginkannya.
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 5.8

JIKA TIDAK, hasilnya adalah


Drop out dan tidak melanjutkan.
Kegagalan metode.
Kehamilan tak diinginkan.

LINGKARAN PERSOALAN KESEHATAN


REPRODUKSI DAN KEPENDUDUKAN

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 5.9

Perilaku berkomunikasi yang didorong oleh


ABPK
Untuk providers:
Untuk klien:
Bertanya dengan pertanyaan Memberi tahu provider apa yang
terbuka.
dirasakannya.
Menerima pernyataan klien.
Mendengar aktif.

Bertanya.

Memberitahu jika ia tak paham


tentang suatu informasi atau
Menghindari mengkritik atau
penjelasan provider.
menyalahkan.
Merasa nyaman untuk menyampaikan
Memastikan klien paham.
kekuatiran, ketakutan atau perasaan
negatif lainnya.
Menanyakan apakah klien
punya pertanyaan.
Jujur/terbuka tentang situasi
pribadinya,
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 5.10

Bagaimana menggunakan
ABPK? Pada awalnya
Apa alasan klien datang ke
klinik?
Secara umum, konseling dimulai dengan salah
satu tab jenis klien, lalu berlanjut ke salah satu
metode (tab di bawah)
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

PENGGUNAAN TAB DALAM ABPK

Proses membantu
sesuai ragam klien ABV 5.11

Edisi Pertama-Juni 2004

Selamat datang

Alat Bantu
Pengambilan
Keputusan Ber-KB

Memilih metode
Perlindungan
ganda
Klien dengan
kebutuhan khusus

Alat Bantu Pengambilan Keputusan berKB


dan Pedoman bagi Klien dan Bidan

Kunjungan ulang

Didukung
oleh

Pil

AKDR

Kombinasi

Suntik-an
3 bln

Suntikan
kombinasi

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Tambahan

AKBK

Vasektomi

Tubektomi

Kondom

MAL

Metode

ABV 5.12

PENGINGAT KONSELING
Apakah anda ingin mencoba
dulu metode ini dan kita lihat
nanti apakah anda
menyukainya?
Ada yang perlu saya
ulang atau jelaskan
lagi ? Ada pertanyaan
lain ?

Mari kita
bicarakan
masalah anda

Nyaman dengan metode


sekarang, atau mau ganti metode
lain?

Pengingat
Konseling:
Tanyakan jika klien
Menawarkan
punya pertanyaan dukungan/bantuan
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Mengecheck
pemahaman klien

Mendengar dengan
baik

iii

Menggunakan alat bantu utk


klien yang berbeda

Tab

Berikut adalah ringkasan langkah kunci


yang perlu Anda lakukan dengan
berbagai jenis klien yang berbeda
Tab

Tanyakan :
ada gambaran
metode?
Jika ada:
Lihat apakah
sesuai dengan
kebutuhan dan
situasi. Kaji
kebutuhan
perlindungan
ganda

Halaman
pada tab
metode

Temukan alasan kunjungan


Cari tab yg sesuai
Tab
Tab

Klien baru:
Memilih metode

ABV 5.13

Selamat datang

Tab

Klien kunjungan
ulang

Perlu
perlindungan
thd IMS

Klien dg
kebutuhan
khusus

Buka tab
perlindungan
ganda

Buka halaman
yg sesuai di
bagian:

Jika tidak ada:

Remaja

Diskusikan
kebutuhan &
situasi; kaji
beberapa pilihan
metode yang
berbeda. Periksa
kebutuhan
perlindungan
ganda.

Klien usia 40-an


Klien hamil/
Postpartum
Klien Pasca
keguguran
Tab

Jika diperlukan, bantu klien menilai


risiko. Periksa kecocokan pilihan

Periksa kondisi
kesehatan &
kemungkinan perlunya
perlindungan IMS

Tab

Buka tab metode utk mengkaji metode


secara lengkap & memastikan pilihan
klien

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Tidak ada
keluhan

Ada keluhan?

Bantu atasi
efek
samping

Klien dengan
HIV/AIDS

Diskusikan pilihan
perlindungan ganda

Tanyakan metode
yang dipakai:
Buka tab metode

Berikan metode/
pelayanan

Ganti
metode
Buka tab
metode
atau klien
baru

Tinjauan &
informasi
dasar

Kriteria
persyaratan
medis

Kemungkinan
efek samping

Cara pakai

Waktu
memulai

Hal yg perlu
diingat
Tidak semua
metode mempunyai
halaman-halaman
tersebut secara
lengkap.

Elemen penting pada halaman untuk Provider


Lambang:
menunjukkan
metode yang
sedang dibahas

Lambang: untuk
mengingatkan
praktek konseling
yang baik

1. Lihat di sini
untuk mengingat
Pokok bahasan
yang dibicarakan.

Informasi Petugas
Usulan pertanyaan,
ungkapan, aksi,
informasi untuk
acuan dan telaah
berikutnya

2. Lihat di sini.
Diskusikan dengan
klien seperlunya.
Kotak biru berisi
informasi dan saran
tambahan.
3. Lihat di sini
untuk langkah
selanjutnya
Berdasarkan
pernyataan klien.

ABV 5.14

Kata-kata yang
disarankan yang
bisa digunakan.

Gambar Klien sedang


mengambil keputusan :
Lambang ini mengingatkan
bahwa klien perlu mengambil
keputusan atau mengatakan
pilihannya sebelum
melanjutkan.

Nomor Halaman:
Halaman diberi nomor, dengan huruf untuk menandai bagian.
Misalnya, ini bagian Pil, halaman 3 (P3).
4 bagian pertama, yang diberi tab di sisi kanan (Selamat Datang,
Memilih, Perlindungan Ganda, dan Kebutuhan Khusus) tidak diberi
nomor terpisah. Bagian-bagian tersebut ditandai dengan PK singkatan
dari Pengambilan Keputusan.

Halaman berikut adalah halaman untuk klien

Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Buka halaman berikut

iv

ABV 5.15

Elemen utama dalam halaman klien pada umumnya


Hal paling
penting bagi
klien

Efek Samping
Sebagian efek samping TIDAK berbahaya. BUKAN tanda-tanda penyakit.

Tidak banyak yang mengalami


Biasanya segera hilang setelah beberapa bulan
Yang umum:

Mual-mual

Flek atau bercak


Sakit kepala Nyeri
diantara masa
payudara
ringan
haid

Ingin memakai metode ini dan


melihat apakah cocok?

Pertanyaan dalam proses pengambilan


keputusan : klien perlu menjawab sebelum
lanjut ke halaman/langkah berikut
Modul 5 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Mari bicarakan
kekhawatiran
Anda!

Berat badan
naik / turun

Mengingatkan
klien untuk
berpartisipasi
aktif dalam
proses konseling

MODUL 6: PRAKTIK KIP/KONSELING KB DENGAN


MENGGUNAKAN ABPK

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan dapat:
1. Menjelaskan proses KIP/Konseling KB untuk jenis klien yang
berbeda
2. Mempraktikkan KIP/Konseling KB dengan menggunakan ABPK
3. Menilai peningkatan kemampuan diri dalam melakukan konseling
KB dengan menggunakan ABPK

B. Waktu: 270 Menit (6 JP)

C. Rincian Kegiatan Pembelajaran


Pokok Bahasan

Waktu

Metoda

Media

1. Pengantar

5 menit

CTJ

ABV 6.1 dan 6.2,

2. Proses KIP/ Konseling


KB untuk Jenis Kien
yang Berbeda

90 menit

Peragaan
Diskusi

VCD

3. Praktik KIP/Konseling
KB dengan ABPK

150 menit

4. Penilaian Kemampuan
Diri dalam Melakukan
KIP/Konseling KB

15 menit

Bermain
Handout 6A
peran
Handout 6B
Diskusi
Penugasan Handout 1D
Dikusi

5. Penutup

10 menit

CTJ

ABV 6.2

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 5

PERSIAPAN MODUL 6

Alat Bantu Visual (ABV)


ABV 6.1

: Praktik KIP/Konseling KB dengan menggunakan


ABPK.

ABV 6.2

: Tujuan dan Kegiatan Pembelajaran.

Handout
Handout 6A

: Lembar Penugasan Praktik Konseling.

Handout 6B

: Panduan Pengamatan.

Handout 1D

: Lembar Penilaian Diri dan Konseling.

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 5

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


1. Pengantar

5 menit

Kegiatan
Fasilitator memperkenalkan diri dan menyebutkan tujuan serta kegiatan
pembelajaran untuk Praktik KIP/Konseling KB dengan menggunakan ABPK.
Tayangkan ABV 2.1 dan 2.2

1. Proses KIP/Konseling KB untuk Jenis Klien


yang Berbeda

90 menit

Kegiatan
a. Jelaskan kepada peserta bahwa setelah mempraktikkan penggunaan
ABPK dan melihat peragaan permainan peran pada sesi sebelumnya, kini
mereka diberi kesempatan untuk melihat proses konseling untuk jenis
klien yang berbeda melalui penayangan video. Mintalah peserta untuk
menyimak tayangan tersebut, sambil membuka ABPK dan mencatat halhal penting yang mereka temukan. Katakan bahwa selesai penayangan
video, minta mereka menyampaikan pendapatnya dan menanyakan halhal yang belum jelas mengenai penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling
KB untuk didiskusikan bersama
b. Tayangkan video pelaksanaan KIP/Konseling KB dengan menggunakan
ABPK untuk jenis klien yang berbeda. Setiap selesai tayangan untuk satu
jenis klien, hentikan dahulu tayangan dan beri kesempatan kepada mereka
untuk mencatat dalam waktu 1-2 menit, lalu lanjutkan untuk tayangan jenis
klien lainnya. Demikian seterusnya sampai selesai.
c. Selanjutnya minta peserta mengemukakan pendapatnya tentang
penayangan video tadi. Apa yang sudah baik dan apa yang perlu
diperbaiki, baik dari segi penggunaan ABPK maupun dalam proses
konseling. Bahas bersama dan simpulkan.

3. Praktik KIP/Konseling KB dengan ABPK

150 menit

Kegiatan
a. Jelaskan kepada peserta bahwa untuk meningkatkan ketrampilan
KIP/Konseling KB dengan menggunakan ABPK, mereka perlu sering
melakukan praktik. Oleh sebab itu pada sesi ini peserta diminta untuk
melakukan simulasi praktik konseling. Melalui praktik ini diharapkan
mereka akan lebih paham, trampil dan mantap dalam melakukan

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 5

konseling, karena sebelumnya mereka sudah mempraktikkan ketrampilan


mikro, berlatih menggunakan ABPK dan mengamati pelaksanaan KIP/
Konseling KB melalui video.
b. Bagi peserta ke dalam 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 atau
4 orang. Selanjutnya bagikan kepada semua peserta handout 6A tentang
Lembar Penugasan Praktik Konseling, yang memuat 5 skenario dan
handout 6B mengenai Lembar Panduan Pengamatan.
Jelaskan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1) Setiap anggota kelompok secara bergantian akan berperan:
o 1 orang sebagai provider
o 1 orang sebagai klien
o 1 atau 2 orang sebagai pengamat provider
2) Setiap orang harus mengalami berperan sebagai provider, sehingga
apabila jumlah anggota kelompok 3 orang, maka praktik konseling
akan dilakukan sebanyak 3 ronde, namun bila jumlah anggota
kelompok sebanyak 4 orang, praktik konseling akan dilakukan 4 ronde
3) Ketentuan-ketentuan lain:
o Pergantian peran akan dilakukan setelah selesai melakukan
praktik konseling untuk satu skenario.
o Untuk setiap ronde setiap kelompok memerankan skenario
yang berbeda selama 15 menit.
o Pemeran provider tidak diperkenankan membaca skenario,
namun dapat mengembangkan skenario yang ada.
o Pemeran pengamat mengisi lembar pengamatan, dan
langsung memberikan umpan balik kepada provider.
c. Sebelum simulasi dimulai, jelaskan dulu cara mengisi lembar pengamatan
sesuai dengan petunjuk pada handout 6B.
d. Beri kesempatan peserta untuk bertanya apabila ada hal-hal yang belum
jelas. Minta setiap kelompok untuk melakukan persiapan selama 30 menit.
Minta peserta untuk mengatur ruangan dan tempat duduk agar praktik
dapat berlangsung senyaman mungkin.
Ingatkan mereka untuk
memeriksa apakah ABPK telah terletak dengan baik.
e. Setelah praktik konseling untuk satu skenario dilakukan, laksanakan
diskusi yang dipimpin oleh fasilitator dengan cara sebagai berikut :
o Secara bergilir, minta semua pemeran provider untuk
menyampaikan pendapat dan perasaannya tentang
permainan peran yang ia lakukan, apa yang telah dirsakan
berjalan dengan baik dan apakah yang seharusnya dapat ia
lakukan dengan lebih baik
o Minta pemeran klien untuk menyampaikan secara bergilir
bagaimana pendapat mereka tentang permainan peran yang
baru berlangsung, bagaimana perasaannya sebagai klien,

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 4 dari 5

apa yang telah berjalan dengan baik, dan apakah ada


saran/masukan untuk provider agar lebih baik
o Semua pengamat diminta untuk menyampaikan hasil
pengamatannya tentang permainan peran yang baru
berlangsung, apa yang menurut pendapatnya telah dilakukan
dengan baik oleh provider dan apa yang seharusnya dapat
dilakukan dengan lebih baik, baik dari segi penggunaan
ABPK maupun dalam proses konseling.
Simpulkan semua hasil diskusi, dengan memberi penekanan bahwa
mereka perlu lebih sering mempraktikkan KIP/Konseling KB dengan ABPK
agar lebih trampil dalam melakukan konseling
f. Minta semua kelompok melanjutkan praktik dengan skenario yang berbeda
untuk ronde kedua, langsung keronde ke tiga dan dilanjutkan ronde
keempat. Setelah semua peserta selesai melakukan praktik, lakukan
kembali diskusi seperti pada ronde ke 1. Simpulkan semua hasil diskusi.

4. Penilaian Kemampuan Diri dalam Konseling

15 menit

Kegiatan
a. Jelaskan pada peserta bahwa setelah mereka mengikuti Pelatihan
Penggunaan ABPK KIP/Konseling KB dalam 3 (tiga) hari dengan banyak
melakukan praktik, kini mereka diminta untuk menilai kembali
kemampuannya dalam melakukan KIP/Konseling KB. Bagikan handout 1D
dan minta mereka untuk mengisi pada kolom sesudah pelatihan. Beri
waktu agar semua pernyataan terisi.
b. Lakukan pembahasan bersama sejauh mana ketrampilan mereka
meningkat, khususnya pada ketrampilan yang mempunyai nilai rendah
pada kolom sebelum pelatihan dan apa yang harus mereka lakukan agar
di tempat kerja ketrampilan mereka akan meningkat.

5. Penutup

10 menit

Kegiatan
1. Fasilitator merangkum seluruh kegiatan pembelajaran dan memberikan
penekanan pada pokokpokok materi dikaitkan dengan tujuan
pembelajaran.
2. Tayangkan kembali ABV 6.2, tanyakan kepada peserta sejauh mana
tujuan pembelajaran materi ini tercapai.

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 5 dari 5

Handout 6A

LEMBAR PENUGASAN PRAKTIK KONSELING

Dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 orang, praktikkan sesi konseling KB
dari situasi-situasi sesuai skenario.

Secara bergantian:

1 orang menjadi provider

1 orang menjadi klien

2 atau 3 orang menjadi pengamat (mengamati provider dengan menggunakan lembar observasi)

Setelah satu skenario dijalankan, lakukan diskusi:


1. Pemeran provider menyampaikan pendapat dan perasaannya tentang
permainan peran yang ia lakukan, apa yang telah berjalan dengan
baik, apakah yang seharusnya dapat ia lakukan dengan lebih baik.
2. Pemeran klien mendiskusikan bagaimana pendapat tentang permainan
peran yang baru berlangsung, bagaimana perasaannya sebagai klien,
apa yang telah berjalan dengan baik, dan apakah ada saran/masukan
untuk provider agar lebih baik.
3. Pengamat menyampaikan hasil pengamatannya tentang permainan
peran yang baru berlangsung, apa yang menurut pendapatnya telah
dilakukan dengan baik dan apakah seharusnya dapat dilakukan
dengan lebih baik.

Catatan:
Pergantian peran dilakukan setelah satu skenario selesai.
Pemeran provider diharapkan tidak membaca skenario situasi
Skenario klien merupakan skenario dasar, Anda dapat mengembangkannya sendiri.

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 2

Skenario 1: Seorang klien kunjungan ulang yang bermasalah


Seorang Klien telah memakai injeksi jangka panjang sejak 2 bulan yang lalu, ia
datang untuk injeksi lanjutan. Ia mengeluhkan bahwa ia mengalami migrain (dan
merasa silau terhadap cahaya bila sedang migrain) meskipun demikian ia ingin tetap
memakai injeksi.

Skenario 2: Klien remaja


Seorang remaja putri berkunjung ke klinik mengingnkan konseling KB. Ia tidak
pernah datang ke klinik sebelumnya. Ia merasa cemas. Ia menginginkan informasi
tentang metode-metode KB, selain itu ia tidak tahu banyak tentang proses biologis di
dalam dirinya (siklus menstruasi, dll).

Skenario 3: Seorang klien baru yang telah memikirkan suatu metode tertentu
Seorang wanita berkunjung ke klinik ingin memakai Pil. Ia mempunyai seorang pacar
tetapi pernah berhubungan intim dengan beberapa teman lelaki.

Skenario 4: Mengganti metode


Seorang Ibu dari 2 anak tidak menginginkan mempunyai anak lagi. Ia datang ke
klinik dengan maksud mengganti metode pil yang selama ini dipakainya dengan
metode IUD. Ia menginginkan metode yang efektif tetapi tidak harus meminum pil
setiap hari.

Skenario 5 : Metode lama bermasalah


Seorang ibu muda dengan seorang anak berusia 1 tahun, mengeluhkan metode IUD
yang telah dipakainya. Setelah memakai IUD menstruasinya sangat banyak dan
terasa sakit, terkadang ia juga mengalami flek. Ia ingin menggunakan metode lain
yang tidak berefek samping baginya.

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 2

Handout 6B

PANDUAN PENGAMATAN1
Nama Provider yang diamati:
Petunjuk : Berikan penilaian terhadap penampilan provider dengan
melingkari tanda angka/TB pada kolom skor di bawah ini!
(1 = tidak dilakukan/dilakukan dengan kurang baik; 2 = dilakukan
dengan cukup baik, tapi masih perlu ditingkatkan; 3 = dilakukan
dengan baik/baik sekali; T/B = Tidak Berlaku/tidak bisa diterapkan
karena tidak sesuai)

Penampilan Provider

Skor

1) Untuk semua klien, provider :


a) menyambut kedatangan klien dengan
hangat dan penuh hormat

T/B

b) mengundang/mendorong klien untuk


berbicara bebas dan bertanya selama
interaksi

T/B

c) bertanya dan menggali alasan kunjungan


klien

T/B

d) bila diperlukan, merujuk pada halaman


'Kebutuhan khusus

T/B

a) bertanya apakah klien puas dengan


metode yang dipakai

T/B

b) bertanya apakah klien mempunyai


masalah dengan metode yang dipakai,
misalnya merasa tidak nyaman dengan
metode, kecemasan adanya efek
samping, ataupun ketakutan-ketakutan
karena pemakaian metode.

T/B

c) memeriksa ada tidaknya perubahan


status kesehatan atau kebutuhan klien .

T/B

d) mengajak klien untuk memilih suatu


tindakan.

T/B

2) Untuk pasien kunjungan ulang, provider :

Panduan pengamatan ini bisa kita pakai sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri maupun belajar
untuk saling mendukung dengan sesama provider (dengan saling mengamati dan memberi umpan balik
serta bersama-sama mendiskusikan cara meningkatkan diri)

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 3

3) Untuk klien baru, atau klien yang datang kembali untuk mengganti metode
baru, provider
a) bertanya apakah klien telah mempunyai
pemikiran tentang suatu metode.

T/B

b) mendiskusikan metode-metode yg sesuai


dengan kebutuhan dan keadaan klien.

T/B

c) menggugah perasaan klien (positif atau


negatif) tentang penggunaan suatu
metode, seperti rumor yang pernah
didengar, kecemasan dan ketakutan
kemungkinan timbulnya efek samping.

T/B

d) mengajak klien untuk memilih suatu


metode.

T/B

e) membahas tentang pilihan perlindungan


ganda.

T/B

f)

T/B

g) mendiskusikan hal-hal penting dari metode


terpilih.

T/B

h) memeriksa apakah secara medis klien


memenuhi syarat penggunaan suatu
metode.

T/B

i)

membahas kemungkinan efek samping.

T/B

j)

menjelaskan bagaimana cara


menggunakan metode, termasuk apa yg
dapat mereka harapkan, kapan mereka
harus kembali, dsb.

T/B

k) memeriksa apakah klien memahami


informasi teknis

T/B

l)

menentukan bersama klien kapan akan


mulai memakai metode.

T/B

m) menyampaikan ke klien hal-hal yang harus


diingat selama memakai metode, termasuk
penjelasan tentang tanda-tanda bahaya.

T/B

n) memeriksa apakah klien yakin dengan


pemakaian metode.

T/B

o) menawarkan kondom untuk digunakan


sebagai perlindungan ganda dan atau
sebagai back-up.

T/B

p) menggunakan halaman tambahan untuk


membantu penjelasan suatu metode

T/B

memeriksa apakah klien dapat tetap pada


pilihan perlindungan ganda.

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 3

4) Selama interaksi (untuk semua tipe klien), provider :


a) menjaga kontak mata dengan klien.

T/B

b) menanggapi semua pernyataan dan


pertanyaan klien.

T/B

c) mendorong klien untuk kembali apabila ia


mengalami masalah, mempunyai
pertanyaan atau kekhawatiran.

T/B

d) menjelaskan konsep teknis dengan bahasa


yang dipahami klien.

T/B

e) mendorong klien untuk membuat suatu


keputusan.

T/B

f)

terlihat nyaman dalam menggunakan


flipchart

T/B

g) menggunakan tab pada saat yang tepat

T/B

h) bila perlu, meminta klien untuk mengamati


dan menunjuk pada hal tertentu dari
halaman untuk klien pada flipchart.

T/B

i)

T/B

menggunakan flipchart selama waktu


konsultasi.

Modul 6: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 3

Handout 1D

PENILAIAN DIRI DALAM KONSELING


Lembar penilaian diri ini akan membantu Anda dalam menilai pengetahuan, sikap, perilaku
yang anda miliki dalam empat area Kompetensi Konseling. Untuk mengevaluasi diri sendiri,
pilih dan tulis nomor yang sesuai dengan taraf kompetensi Anda dalam kolom yang tersedia di
sebelah kanan pada daftar masing-masing area kompetensi.

NAMA

SKALA
Selalu = 5
Sering = 4
Kadang-kadang = 3
Jarang = 2
Tidak pernah = 1

TANGGAL :

AREA KOMPETENSI

I.

SETELAH
PELATIHAN

SEBELUM
PELATIHAN

PEMANTAPAN HUBUNGAN BAIK

1. Saya yakin bahwa lingkungan konseling


terasa nyaman dan pribadi
2. Saya melakukan kontak mata secara wajar
3. Ekspresi muka saya menunjukkan perhatian,
minat dan perhatian
4. Sikap/gerak tubuh saya menunjukkan
perhatian, minat dan penerimaan
5. Saya memperhatikan tanda-tanda/aspekaspek non verbal klien (gerak-gerik, sikap,
reaksi tubuh, nada dan aspek-aspek tekanan
suara)
6. Saya memperhatikan tanda-tanda verbal klien
(isi kata-kata)
7. Ucapan saya menunjukkan perhatian, minat
dan penerimaan serta keterlibatan saya pada
masalah klien.
8. Saya dapat mengatasi kemacetan
pembicaraan secara tepat.
9. Saya bertanya tentang perasaan-perasaan
klien.
10. Saya menjamin tentang kerahasiaan klien

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 1 dari 3

II. PENGUMPULAN DAN PEMBERIAN


INFORMASI
1. Saya menanyakan/menjelaskan alasan
kunjungan klien/petugas
2. Saya dapat mengikuti apa yang dikatakan
klien
3. Saya menggunakan tanda-tanda non verbal
(misalnya anggukan kepala, ucapan hmm,
hmm) untuk meningkatkan produksi verbal
klien
4. Saya hanya bicara tentang diri sendiri jika
memang diminta oleh klien.
5. Saya tidak menginterupsi/memotong
pembicaraan klien
6. Saya mengajukan pertanyaan secara satu
persatu
7. Saya menahan diri untuk tidak menggunakan
pertanyaan mengarahkan
8. Saya menanggapi serius keprihatinan klien.
9. Saya ingin mendapatkan informasi tentang
permasalahan (sesuai kebutuhan klien)
tantang:
a. Klien baru :
Informasi metoda KB yang diketahui
Metoda KB yang cocok dengan
kondisi klien
Rencana klien untuk punya anak
Sikap pasangan atau keluarga
b. Klien kunjungan ulang, puas dengan
metoda KB :
Metoda yang dipakai
Pengalaman dalam menggunakan
metoda KB yang dipilih klien
c. Klien kunjungan ulang beralih metoda KB:
Metoda KB yang dipakai
Keluhan dan efek samping yang
dialami
Pertimbangan untuk mengganti
dengan metoda lain
d. Klien perlindungan ganda :
Cara mencegah kehamilan
Cara mencegah IMS/HIV
e. Klien khusus :
Klien muda
Klien usia 40-an
Klien hamil/pasca melahirkan
Klien pasca keguguran

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 2 dari 3

III. PERENCANAAN, PENGAMBILAN


KEPUTUSAN DAN PENYELESAIAN
MASALAH.
1. Saya bertahan agar tidak selalu cepat
memberikan simpati atau pemecahan
masalah
2. Saya memberikan kesempatan klien untuk
banyak bicara
3. Saya dapat membicarakan hal-hal yang
berkaitan dengan seks tanpa canggung
4. Saya membantu klien mengidentifikasi
masalah dan cara-cara penyelesaian.
5. Saya membantu klien mengembangkan
masalah dan cara-cara penyelesaian.
6. Saya membantu klien melihat konsekuensi/
akibat dari berbagai alternatif pilihan
7. Saya memberikan kesempatan kepada klien
untuk memilih.

IV. LANGKAH SELANJUTNYA


1. Saya bisa secara ringkas, akurat dan cepat
mengemukakan tema-tema yang dibicarakan
oleh klien.
2. Saya mengkonfirmasikan tiap keputusan atau
pilihan klien, memeriksa kembali
kesempatannya
3. Saya menunjukkan pengetahuan saya
mengenai sumber-sumber dukungan dan
rujukan lain
4. Saya berterima kasih kepada klien atas
kedatangannya/penerimaannya.
5. Catatan

Modul 1: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Halaman 3 dari 3

ABV 6.1

PRAKTIK KIP/KONSELING KB
DENGAN MENGGUNAKAN
ABPK

Modul 6 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 6.2

TUJUAN DAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN
A. Tujuan
1. Menjelaskan proses KIP/Konseling KB
untuk jenis klien yang berbeda.
2. Mempraktikkan KIP/Konseling KB dengan
menggunakan ABPK.
3. Menilai peningkatan kemampuan diri
dalam melakukan konseling KB dengan
menggunakan ABPK.
Modul 6 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

ABV 6.2

B. Kegiatan Pembelajaran
TOPIK
1. Pengantar
2. Proses KIP/Konseling
KB untuk jenis klien
yang berbeda
3. Praktik KIP/Konseling
KB dengan ABPK

WAKTU

METODA

5 menit CTJ
90 menit Peragaan
Diskusi
150 menit Bermain peran
Diskusi

MATERI/ALAT
BANTU
ABV 6.1 dan
6.2
VCD

Handout 6A
Handout 6B

4. Penilaian kemampuan
diri dalam melakukan
KIP/Konseling KB

15 menit Penugasan
Diskusi

Handout 1D

5. Penutup

10 menit CTJ

ABV 6.2

Modul 6 : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

JADWAL TENTATIF PELATIHAN


PENGGUNAAN ABPK DALAM KIP/KONSELING

WAKTU

HARI I

HARI II

HARI III

08.00 09.30

PENGENALAN
PELATIHAN

KETRAMPILANKETRAMPILAN
MIKRO DALAM
KIP/KONSELING
KB
(Lanjutan)

ALAT BANTU
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
(ABPK) DALAM
KIP/KONSELING
(Lanjutan)

09.30 10.00

ISTIRAHAT

10.00 11.30

Lanjutan

MEMBANTU
KLIEN DALAM
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

PRAKTIK
KIP/KONSELING
KB DENGAN
MENGGUNAKAN
ABPK

11.30 13.00

GAMBARAN
UMUM
KIP/KONSELING
KB

ALAT BANTU
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
(ABPK) DALAM
KIP/KONSELING

Lanjutan

13.00 14.00
14.00 15.30

ISTIRAHAT/MAKAN SIANG
Lanjutan

15.30 16.00
16.00 17.30

Lanjutan
ISTIRAHAT

KETRAMPILANKETRAMPILAN
MIKRO DALAM
KIP/KONSELING
KB

Lanjutan

Jadwal : Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider

Lanjutan

DAFTAR INDEKS

JP

: Jam Pelajaran

CP

: Curah Pendapat

CTJ

: Ceramah Tanya Jawab

ABV

: Alat Bantu Visual

KB

: Keluarga Berencana

KR

: Kesehatan Reproduksi

KIP/K

: Komunikasi Inter Personal/Konseling

ABPK

: Alat Bantu Pengambilan Keputusan ber KB

DMT

: Decision Making Tools

PK

: Pengambilan Keputusan

SP

: Suntik Jangka Panjang

: Vasektomi

: Steril

AKDR

: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Tb

: Tambahan

KU

: Kunjungan Ulang

MK

: Metoda Kontrasepsi

: Umum

4K

: Kondisi, Kemungkinan, Konsekuensi, Keputusan

BP3K

: Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi

IMS

: Infeksi Menular Seksual

Daftar Indeks: Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider