Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

LAPORAN PRAKTIKUM_03
KONSTANTA PLANCK
I.

TUJUAN PERCOBAAN
1. Menyelidiki energy kinetik maksimum dari electron foto sebagai fungsi
frekuensi.
2. Melukiskan grafik sloping potensial (v) sebagai fungsi frekuensi (f).
3. Menentukan konstanta planck dari grafik.

II.

LANDASAN TEORI
Efek fotolistrik adalah suatu proses yang mana suatu cahaya dengan
frekuensi cukup tinggi mengenai permukaan sebuah logam, sehingga dari
permukaan logam itu terpancar elektron. Gambar 1 memberi ilustrasi jenis
alat yang dipakai dalam eksperimen efek fotolistrik.

Gambar 1 Ilustrasi Efek Fotolistrik


Tabung yang divakumkan berisi dua elektroda yang dihubungkan dengan
rangkaian eksternal, dengan keping logam yang permukaannya mengalami
iradiasi dipakai sebagai anoda. Sebagian dari elektron yang muncul dari
permukaan yang mengalami iradiasi mempunyai energi yang cukup untuk
mencapai katoda. Ketika potensial perintang V ditambah, lebih sedikit
elektron yang mencapai katoda dan arusnya menurun. Ketika V sama atau
melebihi suatu harga Vo yang besarnya dalam orde beberapa Volt, tidak ada
elektron yang mencapai katoda dan arus terhenti. Terdapatnya efek fotolistrik
menunjukkan bahwa gelombang cahaya membawa energi, dan sebagian

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

energi yang diserap oleh logam dapat terkonsentrasi pada elektron tertentu
pada dan muncul sebagai energi kinetik. Banyaknya elektron yang dapat
dipancarkan dari permukaan logam sangat tergantung pada intensitas
penyinaran cahaya dan energinya tergantung pada frekuensi ().
Sebelum Albert Einstein mengemukakan teorinya, pada tahun 1901 Planck
telah mempublikasikan hasil penemuannya tentang hukum radiasi cahaya
elektromagnetik. Planck mendapatkan bahwa kuanta yang berpautan dengan
frekuensi tertentu (v) dari cahaya, semuanya harus berenergi sama dan bahwa
energi ini berbanding lurus dengan frekuensi.
E = hv
Keterangan:
E = Energi Kuantum
h = tetapan Planck (6,626 x 10-34 J.s)
v = Frekuensi
Pada peristiwa efek fotolistrik ini, terdapat beberapa hal yang tidak dapat
dijelaskan oleh pemahaman klasik, antara lain:
a) Tidak ada keterlambatan waktu antara datangnya cahaya pada permukaan
logam dan terpancarnya elektron.
b) Energi fotoelektron bergantung pada frekuensi cahaya.
Energi kinetik elektron, energi cahaya, dan energi minimum dari cahaya
yang diperbolehkan memiliki hubungan:
E K EC

Jelas, jika energi cahaya E kurang dari energi minimum E tidak ada
elektron yang terpancar. Sehingga dengan rumusan Planck tentang energi
dapat dituliskan sebagai
E K hv

Energi minimum ev0 disebut sebagai fungsi kerja(work function) dari


logam. Dari persamaan ini maka diperoleh:
0 hv

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

v0

Dalam eksperimen efek fotolistrik ini, diukur laju dan energi kinetik
elektron. Eksperimen ini menggunakan tabung vakum (ruang hampa). Hal ini
harus dilakukan agar elektron tidak kehilangan energinya karena bertumbukan
dengan partkel-partikel udara. Dalam tabung vakum terdapat lempeng metal
dan kolektor. Lempeng metal disinari dengan cahaya sehingga terjadi
pemancaran elektron. Elektron yang terpancar kemudian ditangkap oleh
kolektor (Krane, 1992).
Berdasarkan data-data eksperimen yang dilakukan oleh Richardson dan
Compton pada tahun 1912, emisi (pemancaran) dari fotolistrik harus
memenuhi hukum-hukum dibawah ini:
a) Arus fotolistrik (yaitu jumlah elektron yang dipancarkan perdetik)
berbanding lurus dengan intensitas sinar datang.
b) Untuk setiap permukaan metal yang fotosensitif, maka akan terdapat suatu
harga frekuensi minimal (frekuensi ambang) diman elektron akan mulai
terpancar.
c) Energi kinetik maksimum dari fotoelektron yang dipancarkan berubah
secara linear dengan frekuensi cahaya yang datang, tetapi tidak bergantung
pada intesitas cahaya. Jika digambarkan E max sebagai fungsi dari

dengan intensitas yang konstan maka akan diperoleh suatu garis lurus
dengan tan h dan memotong sumbu absis di maka

Gambar 2 Grafik Hubungan Energi dan Frekuensi Listrik

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Bertambahnya intensitas cahaya memberi arti bahwa semakin banyak


foton yang menumbuk permukaan metal, yang berarti bertambah banyak
pula fotoelektron yang dipancarkan dengan kecepatan yang sama (energi
kinetik tetap).
d) Untuk suatu permukaan metal, terdapat potensial penghenti 0V yang
berbanding lurus dengan frekuensi dari sinar datang tetapi tidak
bergantung pada intensitasnya. Potensial penghenti V0 adalah beda harga
dari potensial penghambatan antara kedua elektroda yang akan menyetop
atau menghentikan aliran fotoelektron yang dipancarkan permukaan
logam.
ev0 E max

1
mv 2 0
2

Harga h/e adalah:


h

6,63.10 34
4,14.10 15
1,6.10 19

III. ALAT DAN BAHAN


Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen ini adalah:
1. Mercury Light Source: sebagai sumber foton / elektromagnetik dengan
beberapa panjang gelombang.
2. h/e apparatus: untuk memunculkan fotoelektron dipermukaan fotodioda
ketika sel ini disinari.
3. h/e accessory kit: berfungsi sebagai komponen pelengkap dalam
eksperimen efek fotolistrik
4. Lensa/Grating Blazed 500 nm: untuk menangkap cahaya yang
dipancarkan dari sumber cahaya merkuri
5. Light block: berfungsi untuk membloking/menghalangi cahaya.
6. Diffraction sets: sebagai alat untuk menyebarkan cahaya yang masuk.
7. Relative transmission: berfungsi sebagai filter transmisi dengan intensitas
persentase tertentu.
8. Voltmeter digital: berfungsi untuk mengukur tegangan.
9. Jingga Filter: berfungsi untuk meneruskan spektrum warna jingga
10. Yellow Filter: berfungasi untuk meneruskan spektrum warna kuning
11. Blue Filter: berfungsi untuk meneruskan spektrum warna biru.

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

IV. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PRAKTIKUM


1) Percobaan dapat dilakukan ditempat gelap untuk menghindari gangguan
sinyal kuat. Dan alat bisa dipasang seperti gambar dibawah ini :

2) Arahkan cahaya merah, kuning dan biru dari spectrum yang dihasilkan ke
lubang fotosel secara bergantian.
3) Untuk setiap cahaya amati stoping potensial yang dihasilkan melalui
voltmeter.
V. TEKNIK ANALISIS DATA
Percobaan ini akan membahas tiga hal yaitu mengetahui hubungan antara
energi kinetik maksimum sebagai fungsi frekuensi, kemudian mencari
hubungan antara energi kinetik maksimum sebagai fungsi intesitas cahaya
yang datang, dan mencari besarnya konstanta planck.
Untuk mencari hubungan energi kinetik maksimum dari elektron foton
sebagai fungsi dari frekuensi dan intesitas cahaya datang dapat dilakukan
dengan metode grafik.
Untuk mencari konstanta planck, teknik analisis data yang digunakan
adalah dengan menggunakan persamaan Ek eVo h Wo
Vo

h Wo

e
e

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Dari persamaan di atas, jika kita misalkan Vo = y dan

= x, maka h/e dan

Wo/e merupakan suatu konstanta atau mempunyai nilai tetap walaupun


variable x dan y dirubah. Misalkan h/e = b dan Wo/e = c, maka persamaannya
menjadi y bx c . Untuk mencari nilai b (yang dalam hal ini adalah h/e)
maka kita harus merubah nilai x dan y atau terjadi perubahan x dan y. Dalam
percobaan ini kita anggap:
Vo1 (tegangan sinar 1)

= y1

Vo2 (tegangan sinar 2)

= y2

1 (frekuensi sinar 1)

= x1

2 (frekuensi sinar 2)

= x2

Maka diperoleh suatu persamaan baru, yakni:


y1 bx1 c
y 2 bx 2 c

Dengan mengeliminasi kedua persamaan diatas, maka didapat;


y1 y 2 b( x1 x 2 )
b

y1 y 2
x1 x 2

V01 V02
1 2

Karena b tidak lain merupakan h/e, maka nilai h dapat dicari dengan h be ,
denga e adalah nilai muatan elektron. Setelah semua nilai h dihitung, maka
nilai h rata-rata nya dapat dicari dengan
h

h
n

dengan n adalah banyaknya nilai h yang didapat atau banyaknya percobaan.


Kesalahan mutlaknya dapat dihitung dengan rumus:
h

hi h
n( n 1)

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Kesalahan relatifnya:
KR

h
h

x100%

Keakuratannya:
Keakura tan

hteori h percobaan
hteori

x100%

VI. DATA HASIL PERCOBAAN


Transmisi

Jingga
(volt)

Kuning
(volt)

Biru
(volt)

20%
40%
60%
80%
100%

0,130
0,131
0,132
0,133
0,134

0,136
0,146
0,149
0,153
0,155

0,139
0,147
0,148
0,152
0,154

VII. ANALISIS DATA


Dalam analisis ini, maka pertama kita harus menentukan frekuensi masingmasing spektrum cahaya.
Frekuensi spektrum jingga : 9,40.10 14 Hz
Frekuensi spectrum kuning : 5,17.10 14 Hz
Frekuensi spectrum biru : 6,34.10 14 Hz

1.

Nilai konstanta Planck:


Untuk intensitas 100%, sinar jingga, kuning dan biru
b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,134 0,155 0,154


9,40 5,17 6,34

0.175
2.11
b 8,3.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

h
b 8,3 x 10 15
e
h 8,3 x 10 15. e

h 8,3 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,30.10 34 J .s

Untuk intensitas 80%, sinar jingga, kuning dan biru


b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,133 0,153 0,152


9,40 5,17 6,34

0.172
2.11
b 8,1.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 8,1x 10 15
e
h 8,1x 10 15. e

h 8,1 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,3.10 34 J .s

Untuk intensitas 60%, sinar jingga, kuning dan biru


b
b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru


V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,132 0,149 0,148


9,40 5,17 6,34

0.165
2.11
b 7,8.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 7,8 x 10 15
e
h 7,8 x 10 15. e

h 7,8 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,3.10 34 J .s

Untuk intensitas 40%, sinar jingga, kuning dan biru

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,132 0,146 0,147


9,40 5,17 6,34

0.172
2.11
b 7,6.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 7,6 x 10 15
e
h 7,6 x 10 15. e

h 7,6 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,2.10 34 J .s

Untuk intesitas 20%, sinar jingga, kuning dan biru


b
b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru


V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,130 0,136 0,139


9,40 5,17 6,34

0.145
2.11
b 6,8.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 7,8 x 10 15
e
h 6,8 x 10 15. e

h 6,8 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,0.10 34 J .s

Dari nilai-nilai h di atas, maka dapat dibuat tabel pembantu tentang nilainilai konstanta planck:

Rata-rata nilai konstanta Planck;


h

n
1.3 1.3 1.3 1.2 1.0.10 34
h
5
34
6,1x10
h
5
h 1,20 x10 34 J .s

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Kesalahan mutlaknya :
h

h
n(n 1)
i

1,48 x10 68
5(5 1)

0,07442 x10 69

h 0,27 x10 34

Sehingga nilai konstanta yang didapat dapat dituliskan dalam:


h h h
h (1,20 0,27) x10 34 J .s

Kesalahan Relatifnya (KR):


KR

x100%
h
0,27 x10 34
KR
x100%
1,20 x10 34
KR 0,23%

Keakuratannya:
Keakuratan
Keakuratan

h teori h percobaan
h teori

x100%

6,63x10 34 1,20 x10 34

6,63x10 34
Keakura tan 0,82%

x100%

VIII. HASIL DAN PEMBAHASAN


HASIL
Dari analisis data yang telah diuraikan, maka kami dapatkan hasil sebagai
berikut.
Hubungan antara energi kinetic maksimum dengan frekuensi.
Dari percobaan yang telah kami lakukan, diperoleh grafik yang
menunjukan hubungan Vo dan frekuensi (V) yang menggambarkan
besarnya energi kinetic maksimum untuk intensitas cahaya ungu dan hijau.

10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Dimana besarnya Ekmaks dalam hal ini diwakili oleh V, Ekmaks


bergantung pada nilai V.
Penentuan konstanta Planck
Secara teori besarnya konstanta Planck adalah 6,63. 10-34JS. Sedangkan
konstanta planck yang kami peroleh dalam percobaan adalah 1,20. 10-34 JS
dengan kesalahan relatifnya adalah 0,23% dan keakuratannya adalah
0,82%, sehingga besarnya konstanta Planck yang kami peroleh tidak
sesuai dengan teori. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kendala yang
kami hadapi dalam melakukan percobaan.
PEMBAHASAN
Pada saat melaksanakan percobaan penentuan konstanta Planck kami
mengalami beberapa kesalahan dan kendala yang mempengaruhi hasil
percobaan. Adapun kesalahan dan kendala yang kami hadapi adalah sebagai
berikut.
1. Pada saat memanaskan alat, dimana kami memerlukan waktu yang cukup
lama untuk memanaskan alat. Hal ini tentu saja menyita waktu yang cukup
lama dalam melaksanakan praktikum.
2. Kurang telitinya dalam mengarahkan warna cahaya pada kisi sehingga hal
ini mengakibatkan cahaya yang diamati tidak sepenuhnya dapat masuk
lubang kisi. Selain itu kami juga kurang teliti dalam memprediksikan
dimana cahaya jatuh setelah dipasang filter. Hal ini terjadi karena sifat
cahaya yaitu mengalami pembiasan jika melalui dua medium yang berbeda
yaitu dari udara menuju ke kisi. Kemungkinan pada saat sebelum
memasang filter cahaya sudah mengalami pembelokan. Sehingga cahaya
yang terdeteksi oleh alat kurang akurat.
3. Alat yang terlalu sensitive, dimana saat kami mengarahakan salah satu
warna cahaya ke dalam kisi pada posisi tertentu, multimeter menunjukan
sekala tertentu, kemudian pada saat kami mengarahkan warna cahaya yang
sama pada kisi tetapi pada posisi yang berbeda ternyata multimeter
menunjukan skala yang berbeda dan perbedaaanya sangat signifikan. Hal
ini membuat kami bingung pada posisi mana skala yang seharusnya
digunakan.

11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

4. Kesensitifan alat juga mempengaruhi kami dalam menentukan potensial


pemberhenti, dimana untuk satu warna yang sama kami menentukan
beberapa skala potensial pemberhenti yang ditunjukan oleh multimeter.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya getaran atau factor
lingkungan lain yang dapat mengubah posisi alat sehingga berkas cahaya
yang diamati tidak tepat masuk pada kisi.
5. Adanya penyimpangan pada nilai potensial yang terbaca pada multimeter,
dimana nilai potensial pemberhenti bervariasi untuk satu warna dengan
intensitas yang berbeda. Berdasarkan teori variasi intensitas satu warna/
berkas cahaya tertentu tidak berpengaruh terhadap potensial peensial
pemberhenti cenderung mberhenti, artinya potensial pemberhenti harusnya
tetap. Namun dari hasil dari hasil percobaan yang kami lakukan ternyata
nilai potensial pemberhenti terus berubah seiring dengan perubahan
intensitas. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan penyimpangan yang
terjadi saat melakukan percobaan.
6. Kendala yang lain dalam percobaan ini terletak pada ruangan yang
digunakan. Ruangan yang kami gunakan memiliki pencahayaan yang tidak
stabil. Meskipaun kendala ini tidak begitu berarti dalam menentukan hasil
percobaan, sedikitnya hal ini juga mempunyai pengaruh pada hasil
percobaan yang kami lakukan.
Dari berbagai kesalahan, Kendala dan penyimpangan tersebut di atas
menyebabkan kami memperoleh nilai keakuratan yaitu sebesar 0,82%. Hal
ini mengindikasikan bahwa percobaan yang kami lakukan belum akurat.
IX. JAWABAN PERTANYAAN
1. Buatlah grafik hubungan tegangan dengan frekuensi!
Jawab :
Frekuensi (f)

9,40.10 14 Hz

Jingga
(volt)
0,130
0,131
0,132
0,133
12

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Frekuensi (f)

0,134
Kuning
(volt)
0,136

5,17.10 14 Hz

0,146
0,149
0,153
0,155

Frekuensi (f)

Biru
(volt)
0,139

6,34.10 14 Hz

0,147
0,148
0,152
0,154

Grafiknya :

13

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

2. Tentukan besarnya konstanta planck dari grafik yang diperoleh!


Jawab :
Untuk intensitas 100%, sinar jingga, kuning dan biru
b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,134 0,155 0,154


9,40 5,17 6,34

0.175
2.11
b 8,3.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 8,3 x 10 15
e
h 8,3 x 10 15. e

h 8,3 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,30.10 34 J .s

Untuk intensitas 80%, sinar jingga, kuning dan biru


b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,133 0,153 0,152


9,40 5,17 6,34

0.172
2.11
b 8,1.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 8,1x 10 15
e
h 8,1x 10 15. e

h 8,1 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,3.10 34 J .s

14

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Untuk intensitas 60%, sinar jingga, kuning dan biru


b
b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru


V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,132 0,149 0,148


9,40 5,17 6,34

0.165
2.11
b 7,8.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 7,8 x 10 15
e
h 7,8 x 10 15. e

h 7,8 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,3.10 34 J .s

Untuk intensitas 40%, sinar jingga, kuning dan biru


b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,132 0,146 0,147


9,40 5,17 6,34

0.172
2.11
b 7,6.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 7,6 x 10 15
e
h 7,6 x 10 15. e

h 7,6 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,2.10 34 J .s

Untuk intesitas 20%, sinar jingga, kuning dan biru


b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

b
b

V jingga Vkuning Vbiru

jingga kuning biru

0,130 0,136 0,139


9,40 5,17 6,34

0.145
2.11
b 6,8.10 15
b

Maka, besar konstanta planck (h) dapat dicari:


h
b 7,8 x 10 15
e
h 6,8 x 10 15. e

h 6,8 x 10 15 .1,6 x10 19


h 1,0.10 34 J .s

X. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan dan analisis data yang kami lakukan maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut.
1. Besarnya energy kinetic maksimum dari elektron foton tidak hanya
bergantung pada frekuensi tetapi juga bergantung pada intensitas cahaya
datang. Dengan kata lain energy kinetic maksimum dari elektronelektron merupakan fungsi dari frekuensi dan intensitas cahaya datang.
2. Konstanta Planck dapat ditentukan dari kemiringan grafik potensial henti
terhadap frekuensi dan besarnya konstanta Planck dapat dihitung dengan
rumus h/e. dimana masing-masing percobaan dikaitkan dengan massa
elektron (1,6x10-19C) kemudian dirata-ratakan dan dibandingkan dengan
nilai konstanta Planck dalam teori sehingga diperoleh keakuratan.
3. Nilai

konstanta

planck

yang

didapat

adalah

sebesar

h h h (1,20 0,27) x10 34 J .s dengan kesalahan relative (KR)

0,23% dan keakuratan 0,82%. Hasil ini menunjukkan hasil percobaan


yang dilakukan belum akurat.

16

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

17