Anda di halaman 1dari 33

1

STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN

DHUHA PADA PT. BANK RIAU CABANG

BAGAN BATU

PENELITIAN
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan
Syarat-Syarat Untuk dapat Mengajukan Skripsi

Oleh:

ANDI SASMITA
10625003924
ARI GUNAWAN
10625003925
ARPI
10625003926

FAKULTAS SYARI’AH DAN ILMU HUKUM


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM
RIAU
2

2009
3

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Bank merupakan salah satu bentuk badan usaha yang sangat penting dan

sangat berperan dalam perekonomian Indonesia.Bank juga suatu badan usaha

yang berkembang dan membina modal,dalam hal ini pihak perbankan menjadi

delematis,dengan tingkat suku bunga simpanan yang tinggi pada sektor

pergerakan dana memang cukup besar, akan tetapi biaya dana bank untuk

membayar bunga yang harus dikeluarkan oleh pihak bank relative semakin mahal,

sedangkan sektor penyaluran dana tidak memungkinkan bagi bank untuk

menghasilkan pendapatan melalui kredit karena semakin meningkatnya resiko

dimana akan semakin melemahnya kolektibiliti yang di berikan.

Pada dasarnya kegiatan dari perbankan yaitu menampung pihak – pihak

yang kelebihan dana (sebagai penghimpun dana) untuk nantinya disalurkan

kepada pihak – pihak yang membutuhkan dana. Kegiatan inilah yang dilakukan

oleh Bank Riau sebagai salah satu penghimpun dana dan menyalurkan dana

tersebut kepada pihak – pihak yang membutuhkan dana, salah satunya Bank Riau

Cabang Siak Sri Indrapura.1

Dalam menghimpun dana (funding) dari masyarakat Bank Riau

memberikan jasa jasa perbankan berupa :

1 Melayu SP Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta :PT Bumi Aksara,2005) hal. 1-4
4

1. Giro

a. Giro Perorangan

b. Giro Perusahaan/Swasta

c. Giro yayasan, organisasi masa dan sejenisnya

d. Giro milik pemerintah

2. Deposito

a. Jangka waktu 1 bulan

b. Jangka waktu 3 bulan

c. Jangka waktu 6 bulan

d. Jangka waktu 12 bulan

3. Tabungan

a. Sinar (simpanan amanah Riau)

b. Simpeda (simpanan pembangunan daerah)

c. Dhuha (tabungan untuk haji dan umrah)

Adapun dalam memberikan service atau jasa jasa lainnya Bank Riau

memiliki produk yaitu

• Pembayaran Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS)

• Jasa Pengiriman Uang (Transfer)2

Dana-dana yang dihimpun oleh bank tersebut akan disalurkan dalam

bentuk kredit yang dimanfaatkan oleh pengguna kredit untuk memenuhi

kebutuhan perekonomian.

2 Agenda Bank Riau, 2008


5

Diantara bank pemberi kredit di propinsi Riau adalah PT.Bank Riau yang

merupakan bank milik pemerintah daerah dan cabangnya terletak di seluruh

wilayah kabupaten dan kota dalam propinsi Riau.

Salah satu cabang Bank Riau terletak di kabupaten Siak yaitu PT. Bank

Riau Cabang Siak Sri Indarpura. Dalam kegiatan menyalurkan dana (lending)

Bank Riau Cabang Siak memberikan bermacam macam kredit untuk dunia

usaha,baik dalam bidang industri, perdagangan, pertanian dan sektor ekonomi

lainnya.

Table I.I
Perkembangan Pemberian kredit PT.Bank Riau
Caabang siak Sri indrapura Periode 2003-2007
Tahun Jumlah Kredit Dalam Rupiah Persentase
Target Realisasi
2003 13.600.000 9.805.305 72,10 %
65,32
2004 23.400.000 15.284.607
%
2005 28.950.000 24.271.492 83,84 %
2006 40.903.056 42.230.193 103,24 %
2007 42.386.000 64.908.271 153,14 %
Sumber: PT Bank Riau Cabang siak sri indrapura

Ditinjau dari tabel I.I diatas bahwa target yang di tetapkan untuk

penyaluran kredit pada PT. Bank Riau cabang Siak Sri Indrapura meningkat tiap

tahunnya, hal ini mengakibatkan peningkatan terjadi pada penyaluran kredit itu

sendiri.

Adapun produk yang di berikan oleh Bank Riau dalam menyalurkan dana

(lending) adalah :
6

1. Kredit Modal Kerja yang terdiri atas:

a. Kredit Niaga Prima (Kredit Modal Kerja)

Yaitu modal selain usaha atas dasar kontrak dengan system revoling dan

nonrevoling.

b. Kredit Karya Prima (Kredit Modal Kerja Atas Dasar Kontrak)

Yaitu kredit modal kerja atas dasar kontrak yang di berikan kepada rekan

dengan system traksasional dan stabil dengan tujuan untuk membantu

rekan untuk mendapatkan modal kerja dalam rangka pelaksanaan proyek

dari instansi lainnya.

2. Kredit Pengusaha Kecil (KMK)

Yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha kecil baik perorangan maupun

kelompok untuk pembiayaan modal kerja.

3. Kredit Investasi yang terdiri atas :

a. Kredit Bina Prima (Kredit Investasi)

Yaitu kredit yang di berikan kepada badan usaha dengan tujuan untuk

mendapatkan pengadaan aktiva baik untuk usaha baru, perluasan,

rehabilitasi, rekolasi, modrenisasi termasuk didalamnya biaya kredit

berdasarkan kontrak kerja.

b. Kredit Pengusaha kecil (KPK)

Yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha kecil baik perorangan,

kelompok untuk pembiayaan investasinya.

4. Kredit Aneka Guna (KAG)


7

Yaitu kredit yang diberikan kepada pegawai dan pensiunan yang

berpenghasilan atau gaji tetap, kredit ini di peruntukkan untuk pembelian

perabot dan lain sebagainya.

Adapun Perkembangan dari penggunaan dana untuk kredit tersebut diatas

dapat di jelaskan oleh tabel berikut :

Table I.II
Perkembangan pemberian kredit menurut jenisnya pada PT bank riau
Cabang siak sri indrapura tahun 2004 – 2007
Tahun Jenis kredit Total Kredit
Modal
Investasi Aneka Guna
Kerja
2004 1.972.052 800.359 7.032.894 9.805.305
15.284.
2005 3.315.007 1.532.084 10.437.516
607
2006 7.793.160 2.307.478 14.170.854 24.271.492
2007 10.416.205 6.369.864 25.444.124 42.230.193

Dari tabel diatas dapat dilihat paparan Bank Riau Cabang Siak dalam

realisasi kredit yang di salurkan untuk produk kredit aneka guna mengalami

peningkatan tiap tahunnya yakni dari tahun 2004 hingga tahun 2007,dimana pada

tahun 2004 realisasinya mencapai 7.032.894, ditahun berikutnya yakni tahun 2005

menjadi 10.437.516,hingga pada tahun 2007 peningkatan terealisasinya kredit

aneka guna mencapai 25.444.124.

Berdasarkan data diatas dan berdasarkan gejala yang dikemukakan diatas

penulis tertarik untuk mengajukan hal ini sebagai suatu usulan penelitian dengan

judul “ Analisis Penyaluran Kredit Aneka Guna (KAG) pada PT. Bank Riau
8

Cabang Siak Sri Indrapura”.

B. PERUMUSAN MASALAH

Sebagaimana kita ketahui penyaluran kredit sangat mendorong dan

membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari tahun ke tahun secara

plafon penyaluran kredit aneka guna mengalami peningkatan, namun disamping

itu dalam penyaluran kredit aneka guna Bank Riau mengalami berbagai masalah,

dari hal inilah penulis mencoba merumuskan suatu rumusan masalah yaitu

“Bagaimanakah System Penyaluran Kredit Aneka Guna (KAG) pada PT.

Bank Riau Cabang Siak Sri Indrapura “

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah :

a. Untuk menganalisis dan mengetahui factor factor pendukung

peningkatan pemberian kredit aneka guna pada PT. Bank Riau cabang

Siak Sri Indrapura

b. Untuk menganalisis dan menjelaskan system penyaluran kredit aneka

guna pada PT. Bank Riau Cabang Siak

c. Untuk mengetahui hambatan hambatan yang dihadapi dalan penyaluran

kredit aneka guna pada PT. Bank Riau Cabang Siak

d. Sebagai salah satu syarat bagi penulis untuk menyelesaikan studi


9

strata S I pada Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum Jurusan Ekonomi

Islam.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dengan dilaksanakannya penelitian ini adalah :

a. Bagi penulis sendiri manfaat dari dilakukannya penelitian ini yaitu

sebagai sarana penerapan ilmu yang di peroleh selama perkuliahan

di laksanakan dengan kenyataan yang terjadi dilapangan

b. Bagi PT. Bank Riau penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan

informasi dalam usaha mengambil langkah langkah dan

kebiaksanaan yang akan diambil dalam penyaluran kredit ke

depannya.

c. Sebagai bahan informasi yang bermanfaat bagi pembaca yakni

sebagai sumbangan pikiran dan referensi dalam melakukan

penelitian yang sama pada tempat yang berbeda dengan penelitian

itu untuk yang akan datang.

D. METODE PENELITIAN

I.Lokasi Penelitian
10

Penelitian ini dilakukan penulis dengan mengambil lokasi pada kantor PT.

Bank Riau Cabang Siak jalan Sultan Ismail No.72 Siak Sri Indrapura

II. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek penelitian ini adalah PT bak Riau cabang Siak

2. Objeknya adalah Analisa Penyaluran kredit Anek Guna

III. Sumber Data

Penulis mengumpulkan data yaitu bersumber dari :

1. Data primer yaitu data yang dikumpulkan dalam bentuk baku dan masih

memerlukan pengolahan yang terdiri dari permohonan, analisis,

ketetapan waktu yaitu data permohonan yang diberikan.

2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dalam bentuk jadi tanpa

mengambil perubahan jenis.Data sekunder yaitu :

a. Keberadaan Bank Riau Cabang Siak

b. Aktifitas Perusahaan

c. Struktur Organisasi dan Laporan-Laporan Lainnya

IV.Metode Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode :


11

• Wawancara

Adapun narasumber yang penulis interview,yaitu pada tanggal 17 april

adalah

1. Suhaili, Pimpinan kas

2. Indra Gunawan, Pimpinan Pemasaran Kredit

3. Noni, Administrasi KAG

4. Tengku Ira, Administrasi Pencairan KAG

5. Fina, Anggaran

V.Analisis Data

Dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan

metode deskriftif, yaitu penganalisaan data yang bersifat penjelasan atau

penguraian dari data dan informasi yang kemudian dikaitkan dengan teori-teori

yang mendukung pembahasan dan konse-konsep yang relevan kemudian

disimpulkan.

E. SISTEMATIKA PENULISAN

Dalam penulisan ini,penulis membagi ke dalam lima bab yaitu :


12

BAB I : Pada bab ini terdiri atas latar belakang masalah, perumusan

masalah,tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II : Dalam bab ini dipaparkan tentang sejarah singkat bank riau cabang

siak , kepegawaian, visi dan misi serta produk layanan bank riau

siak

BAB III : Bab ini terdiri atas pengertian bank dan lembaga keuangan,

pengertian kredit,jenis-jenis kredit dan fungsi kredit

BAB IV : Dalam bab ini terdiri dari prosedur pemberian kredit pada bank riau

siak, kriteria nasabah yang di kehendaki bank riau cabang siak,

prosedur pemberian KAG,Hasil interview dan masalah yang

dihadapi serta alternative penyelesaiannya.

BAB V : Bab ini merupakan bab terakhir yang terdiri dari kesimpulan dan

saran.

BAB II
TINJAUAN LOKASI
A. SEJARAH SINGKAT BANK RIAU CABANG SIAK SRI INDRAPURA
13

Bank pembangunan daerah Riau adalah bank milik pemerintah propinsi

Riau, pemerintah kabupaten/kota Se-propinsi Riau dan propinsi Kepulauan Riau

dan keputusan KDH.TK.I Riau No 51/iv/1966 tentang bank pembangunan daerah.

Terhitung tanggal 1 april 1966 secara resmi kegiatan bank pembangunan daerah

Riau mulai dengan status sebagai bank milik pemerintah daerah.

Pendirian bank daerah Riau diatur dan disesuaikan dengan peraturan

daerah No.14 tahun 1992 jo.peratuaran derah berdasarkan undang – undang No.7

tahun 1992 jo.undang – undang No.10 tahun 1998 tentang perbankan.

Berdasarkan keputusan RUPS tanggal 26 juni 2002 dan perda No.10 tahun

2002 tanggal 26 agustus 2002 serta dengan akta Notaris Mohammad Dahar

Umar,SH.No.36 tentang Pendirian Perseroan Terbatas yang telah disahkan oleh

mentri kehakiman dan HAM dan dengan surat keputusan No.C-

09851.Ht.01.TH.2003 tanggal 5 mei 2003 serta mendapat persetujuan deputi

gubernur senior Bank Indnesia No. 5/30/KEP.DGS/2003 tanggal 22 juli

2003,status badan hukum pembangunan daerah Riau berubah dari perusahaan

daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT.Bank

Pembangunan Daerah Riau di singkat dengan PT.Bank Riau.sampai saat ini PT

Bank Riau mengalami perkembangan dan telah memiliki 17 kantor cabang

konvensional,2 kantor cabang syariah,12 kantor cabang pembantu,6 kantor kas


3
serta 2 payment point yang tersebar di seluruk kabupaten/kota di propinsi Riau

dan Kepulauan Riau.

B. KEPEGAWAIAN
3 Data Kepegawaian PT. Bank Riau
14

1. Kepegawaiannya

N0 keterangan Pria Wanita Jumlah

1 Karyawan tetap 15 - 15
2 Pegawai tidak tetap 3 3 6
3 Pegawai kontrak 2 2 4

Jumlah 20 5 25

C. VISI dan MISI BANK RIAU CABANG SIAK SRI INDRAPURA

Adapun visi dan misi PT bank riau cabang siak sri indrapura adalah:

Visi : Sebagai perusahaan perbankan yang mampu berkembang dan terkemuka

di daerah , memoloki manajemen yang professional dan mendorong

pertumbuhan perekonmian daerah sehingga dapat memberdayakan

ekonomi rakyat.

Misi : Sebagai bank sehat,elit dan merakyat,sebagai pendorong pertumbuhan

ekonomi daerah,sebagai sumber pendapatan daerah,sebagai Pembina

pengembang usaha kecil dan menengah.

D. PRODUK DAN PELAYANAN BANK RIAU CABANG SIAK

Adapun produk dan layanan yang ada pada bank riau cabang siak yaitu :

1. Tabungan

a. Tabungan sinar (simpanan riau amanah)

b. Tabungan simpeda ( simpanan pembangunan daerah)


15

c. Tabunga haji Dhuha (tabungan untuk haji dan umrah)

2. Deposito Berjangka

a. Deposito Berjangka 1 bulan

b. Deposito Berjangka 3 bulan

c. Deposito Berjangka 12 bulan

d. Deposito Berjangka 24 Bulan

3. Giro

a. Giro Perorangan

b. Giro perusahaan/Swasta

4. Kredit

a. Kredit karya prima

b. Kredit Bina prima

c. Kredit Kendaraan Bermotor

d. Kredit Aneka Guna

e. Kredit Kepemilikan Rumah

f. Kredit Ketahanan Pangan

g. Kredit Lembaga Keuangan Mikro

h. Kredit BPD Peduli

i. Kredit Pengusaha Kecil

5. Pembayaran GAJI PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan Karyawan,Swasta

6. Jasa Pengiriman Uang

7. Kartu – Kartu
16

a. Kartu ATM

b. Kartu Kredit

8. Jasa – jasa Bank

a. Kiriman Uang

b. Inkaso

c. Kliring

d. Pembayaran telfon

e. Pembayaran pension

f. Referensi Bank

g. Jaminan Bank/Garansi bank :

1) Jaminan Bank untuk pembangunan/pengadaan barang/jasa

2) Jaminan Bank penawaran

3) Jaminan Bank Pelaksanaan

4) Jaminan Bank Uang Muka

5) Jaminan Bank Pemeliharaan

6) Jaminan Bank pembelian/pengadaan barang dan

7) Jaminan Bank untuk Keperluan Lainnya.4

BAB III
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN

A. Pengertian Bank dan Lembaga Keuangan

Lembaga perbankan merupakan inti dari system keuangan dari setiap

Negara. Bank adalah lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi orang

4 Agenda, Ibid
17

perorangan, badan badan usaha swasta, badan badan usaha milik negara,bahkan

lembaga lembaga pemerintahan menyimpan dana-dana yang dimilikinya.Melalui

kegiatan perkreditan dan bebagai jasa yang di berikan, bank melayani kebutuhan

pembiayaan serta melancarkan mekanisme pembayaran bagi semua sektor

ekonomi.

Bank adalah badan usaha yang kegiatannya menghimpun dana dari

masyarakat (funding) dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada

masyrakat (lending) dalam bentuk kredit dan dalam bentuk bentuk jasa lainnya

dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak.

Menurut undang undang RI No.7 tahun 1992 tentang perbankan yang telah

diubah dengan undang undang No.10 tahun 1998 :5

1. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam

bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit atau dalam bentuk

– bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak.

2. Perbankan adalah sesuatu yang menyangkut tentang bank, menyangkut

kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan

kegiatan uasahanya.

3. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syari’ah yang dalam kegiatannya

memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

5 Melayu S.P Hasibuan,Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta : PT.Bumi Aksara, 2005) Hal.1-4


18

4. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha

secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya

tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

5. Bank Syari’ah adalah bank dalam menjalanka,,n usahanya melandaskan

syari’ah islam.dengan menetapkan bagi hasil bukan suku bunga dalam setiap

produknya.

Industri perbankan adalah industri jasa yng bersifat padat karya, karenanya

pertumbuhan perbankan dimasa pembangunan seperti sekarang ini harus di sertai

dengan usaha yang sungguh -sungguh untuk mempersiapkann staf dan pimpinan

yang terampil dari seluruh tingkat organisasi,yang mampu memberikan pelayanan

yang sebaik baiknya kepada nasabah.6

B. Pengertian Kredit

Kredit berasal dari bahasa latin yaitu “credera” yang berarti percaya, oleh

karena itu dasar pemikiran persetujuan pemberian kredit oleh suatu lembaga

keuangan atau bank kepada seseorang atau badan usaha berlandaskan

kepercayaan.

Artinya ada dua pihak yang saling berhubungan,dimana pihak yang satu

merupakan pihak pemberi kepercayaan dan lainnya pihak peneriama kepercayaan,

6 Mhd.Kastulani.Hukum Dagang dan Perbankan ( pekanbaru :UIN Pusat kajian Hukum, HAM
dan Humaniora), hal. 55-62
19

dimana si pemberi pinjaman (kreditur) percaya bahwa kredit tersebut tidak akan

macet.

Dalam undang – undang perbankan No 10 tahun 1998 pasal I ayat 11

(sebelas), dinyatakan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang

dapat di persamakan dengan itu, Berdasarkan persetujuan atau kesepakatan

pinjam- meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak

peminjam untuk melunasi setelah hilangnya jangka waktu tertentu dengan

sejumlah bunga.

Dari pengertian kredit diatas kita lihat bahwa seseorang yang akan

meminjam sejumlah dana pada bank dalam jangka waktu tertentu harus

mengembalikan pinjaman tersebut berdasarkan perjanjian yang telah di buat dan

disetujui oleh kedua belah pihak yang terlibat yaitu peminjam (Debitur) dan pihak

yang meminjamkan (Kreditur) yang mana debitur harus mengembalikan pinjaman

tersebut sesuai perjanjian.7

C. Jenis – Jenis Kredit

1. Jenis Kredit dari segi penggunaannya adalah:

• Kredit Investasi

• Kredit Modal Kerja

2. Jenis Kredit ditinjau dari segi tujuannya ialah:

• Kredit Produksi

• Kredit Konsumtif

7 Kasmir,Dasar-Dasar Perabankan,(Jakarta:PT.Rajawali Grafindo Persada,2002) hal. 110


20

• Kredit Perdagangan

3. Jenis kredit menurut jangka waktu :

• Kredit Jangka Pendek

• Kredit Jangka Panjang

• Kredit Jangka Menengah

4. Jenis Kredit Menurut Jaminanannya :

• Kredit Tanpa Jaminan (Unsecured)

• Kredit Dengan Jaminan (Secured)

D. Tujuan dan fungsi kredit

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan tertentu.Tujuan

pemberian kredit tersebut tidak akan terlepas dari misi bank itu didirikan , selain

itu kredit yang diberikan sangat berpengaruh dalam bidang ekonomi

khususnya.Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit antara lain :8

1. Mencari keuntungan,yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari

pemberian kredit tersebut.Hasil tersebut terutaa dalam bentuk bunga yang

diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang di

bebankan kepada nasabah.

2. Membantu usaha nasabah,yaitu bertujuan membantu usaha nasabah yang

memerlukan dana,baik dana investasi maupun dana untuk modal

kerja.Dengan dana tersebut pihak debitur akan dapat mengembangkan dan

8 Kasmir,Bank dan Lembaga Keuangan lainnya,(Jakarta:PT.Rajawali Grafindo Persada), hal 95-


96
21

memperluas usahanya.

3. Membantu pemerintah,Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang di

salurkan oleh pihak bank,maka semakin baik mengingat semakin banyak

kredit berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai

sektor,terutama sekjtor ekonomi.

Disamping tujuan,penyaluran kredit juga memiliki fungsi yaitu sebagai

berikut 9:

1. Untuk Meningkatkan Nilai Guna Uang

Artinya jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu

yang berguna.Dengan diberikannya kredit uang tersebut akan lebih

berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh debitur.

2. Untuk Meningkatkan Peredaran dan Lalu Lintas Uang

Dalam hal ini uang yang di berikan atau disalurkan akan beredar dari satu

wilayah ke wilayah lainnya,Sehingga suatu daerah yang kekurangan uang

dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh

tambahan uang dari daerah lainnya.

3. Untuk Meningkatkan Daya Guna Barang

Denagan kredit yang diberikan oleh bank akan digunakan oleh debitur

untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna atau

bermanfaat.

4. Meningkatkan Peredaran Barang

9 Ibid,hal 97-98
22

Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu

wilayah ke wilayah lainnya, Sehingga jumlah barang yang beredar dari

satu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula

meningkatkan jumlah barang yang beredar.

5. Sebagai Alat Stabilitas Ekonomi

Denagan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang

yang diperlukan oleh masyarakat.Kemudian kredit dapat pula membantu

dalam mengekspor barang dari dalam dan luar negeri sehingga

meningkatkan devisa negara.

6. Untuk Meningkatkan Kegairahan Usaha

Dengan kredit dapat meningkatkan kegairahan usaha terutama bagi

nasabah yang memiliki modal paspasan.

7. Untuk Meningkatkan Pemerataan Pendapatan

Semakin banyak kredit yang di salurkan maka akan semakin baik,terutama

dalam hal meningkatkan pendapatan.

8. Untuk meningkatkan Hubungan Internasional.

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Prosedur Pemberian Kredit Pada Bank Riau Cabang Siak Sri Indrapura

Persoalan – persoalan yang menyangkut prosedur, penyelesaian dan

penegeluaran kredit dari saat permohonan di ajukan,pertimbangan dilakukan

dengan penelitian-penelitiannya hingga keputusan jumlah berapa yang di


23

kabulkan sampai pada taraf uang pinjaman di terima, menurut bentuk dan macam

kredit itu sendiri,hal ini dikenal dengan beberapa tahap yaitu :

1. Tahap Pengajuan Permohonan (Credit Aplication) dan Persiapan kredit

(Credit Preparation)

Pada tahap ini calon penerima kredit datang ke bank untuk

memperoleh informasi mengenai persyaratan dan pemberian kredit oleh

bank yang bersangkutan.Kemudian ia akan mengajukan permohonan

secara tertulis untuk memperoleh kredit dengan mempersiapkan dan

melampirkan data serta informasi dokumen/ syarat lain yang diperlukan

bank.

2. Tahap Penilaian (Credi Evalution) dan Pemeriksaan (Credit Investigation)

Pada tahap ini bank melakukan pemeriksaan ketempat usaha/

jaminan untuk menilai kebenaran dari data dan informasi yang diberikan

caln penerima kredit dan informasi yang telah ada10.

 Tahap Analisa Kredit (Credit Analysis)

Dari seluruh data dan informasi yang diproleh dalam tahap –

tahap sebelumnya,bank melakukan analsis dari berbagai aspek baik

usaha maupun pribadi pelaku usaha dengan mengacu kepada asas 5

C,7 P dan 3 R.Adapun asas 5 C ialah character, capacity, capital,

collateral dan condition. Hasil dari analysis kemudian akan dijadikan

bahan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang

10 Kebijakan perkreditan bank (KPB), PT. Bank Riau SK Direksi No:49/KEPDIR/2004 Tgl.9
juni 2004
24

tepat atas permohonan kredit yang diajukan.

 Tahap Keputusan (Credit Decision)

Pejabat yang berwenang atau yang diberi wewenang akan

memutuskan menerima atau menolak permohonan yang diajukan.Jika

diterima kredit tersebut akan ditetapkan besar plafon atau BMPK-nya

(Batas Maksimum Pemberian Kredit).

 Tahap Pelaksanaan (Credit Realization) dan Administrasi

Kredit (Credit Administration)

Apabila permohonan kredit diterima, semua syarat – syarat yang

tercantum dalam keputusan kredit, harus ditanda tangani oleh calon penerima

kredit sebagai tanda persetujuan dan bank akan memberitahukan kapan dana dapat

dicairkan.

Dalam merealisasikan kredit,tentu berdasarkan pertimbangan-

pertimbangan yang matang baik dari debitur maupun dari kreditur (bank).Secara

umum dapat dikatakan bahwa kreditur memiliki tujuan dan berperan aktif dalam

menunjang perkembangan ekonomi.sosial, kesempatan kerja dan lain sebagainya.

Kredit yang di berikan oleh suatu lembaga kredit berdasarkan atas

kepercayaan,artinya suatu lembaga kredit akan memberikan kredit jika debitur

benar benar yakin bahwa ia mampu mengembalikan pinjaman yang diterima

sesuai dengan jangka waktu dan syarat – syarat yang telah disetujui oleh kedua

belah pihak.Tanpa keyakinan tersebut suatu lembaga pemberian kredit tidak akan
25

mempunyai keberanian untuk meneruskan simpanan masyarakat yang

diterimanya.

B. Kriteria Nasabah yang memperoleh kredit Pada PT. Bank Riau Cabang

Siak Sri Indrapura

Secara umum kriteria-kriteria yang diterapkan dalam penyaluran kredit,

baik itu kredit modal kerja, kredit bantuan, kredit konsumtif,dan kredit anggota

koperasi oleh Bank Riau Cabang Siak Sri Indrapura yaitu,nasabah yang

memenuhi syarat atau layak,nasabah yang dikatakan layak apabila prospek yang

dinilai oleh pihak bank layak untuk dibantu.

Dalam pencairan kredit, pihak bank akan memantau tempat usahanya

terlebih dahulu apakah usahanya lancar atau tidak, Karena hal ini akan

berpengaruh pada lancar atau tidaknya pembayaran kredit. Jaminan-jaminan yang

akan diserahkan pun akan mendukung, dimana jumlah jaminan itu harus lebih

besar jumlahnya dari jumlah dana yang akan di pinjamkan dan harus jelas pemilik

barang jaminan tersebut.

Bagi karakter/ kredibilitasnya baik (tepat waktu), pihak bank dapat menilai

nasabah yang hendak membutuhkan, seperti dalam mengajukan persyaratan yang

diminta oleh pihak bank cepat dan tepat waktu, serta syarat-syaratnya pun di nilai

baik.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pihak bank sulit untuk mencairkan
26

dananya kepada nasabah diantaranya sebagai berikut :

1. Usaha kecil yang belum layak, misalnya nasabah yang mengajukan kredit

mempunyai usaha kecil seperti menjual barang-barang harian,dan suatu saat

akan mengalami bangkrut disebabkan banyaknya persaingan.

2. Nilai agunan dan jaminannya tidak meng-cover atau tidak mencukupi dari

jumlah dana yang di pinjamnya.

3. Karakter calon debitur kurang dipercaya,jadi sewaktu kita benar-benar ingin

meminjam yakinkanlah kepada pihak bank bahwa kita benar-benar ingin

meminjam atau benar-benar butuh dana untuk mengembangkan usaha.

C. Prosedur Pemberian Kredit Aneka Guna PT. Bank Riau Cabang Siak

Sri Indrapura

Kredit Aneka Guna adalah kredit yang diberikan kepada pegawai atau

pensiunan yang berpenghasilan atau gaji tetap, kredit ini di peruntukkan

pembelian perabot dan lain sebagainya.

Kredit ini memberikan kemudahan bagi karyawan atau PNS yang ingin

mendapatkan kredit. Pembiayaan yang khusus digunakan untk berbagai macam

keperluan multi guna bagi nasabah.Misalnya,karyawan yang hanya


27

berpenghasilan 2,5 juta perbulan,bisa mendapatkan pinjaman Rp50 juta sampai 75

juta. Plafon bisa mencapai Rp 150 juta dengan masa pengembalian sampai 10

tahun. Kredit Aneka Guna ini juga lebih kompetitif dari segi beban bunga. Bank

Riau mematok beban bunga berdasarkan lama waktu pengembalian kredit.Untuk

jangka waktu 1 tahun berlaku suku bunga 8%, 2-3 tahun 9% dan masa

pengembalian 3 tahun keatas hanya dikenakan bunga 10% pertahun.

Perkembangan suku bunga kredit itu sendiri tetap mengacu kepada suku bunga

Bank Indonesia.

Syarat untuk memperoleh kredit aneka guna ini yaitu nasabah yang

berpenghasilan atau gaji tetap (karyawan,pegawai,PNS atau Pensiunan).Cukup

dengan menyertakan keterangan penghasilan tetap yang sah tempat nasabah

bekerja,Kemudian minimal 3 orang dari karyawan perusahaan yang sama lalu

kesepahaman dari pihak bank dan perusahaan pemohon.

D. Masalah yang Dihadapi serta Alernatif Pemecahannya.

Peyaluran kredit melaui bank mengandung resiko kegagalan atau kemacetan

dalam pelunasannya,sehingga dapat berpengaruh terhadap kesehatan bank.Agar

bank tidak mengalami kegagalan atau memperkecil resiko dalam pemberian

kreditnya bank harus melakukan upaya upaya untuk menilai nasabah secara akurat

didalam analisis dengan cara :

1. Melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam memberi penilaian baik

terhadap jumlah,jangka waktu,agunan,maupun nasabah sebagai subjek


28

penerima kredit.

2. Menempatkan aparat penilai, pemutus dan pelaksanaan yang dapat

mengikuti perkembangan perekonomian dan usaha bank yang

bersangkutan.

3. Menempatkan batas-batas jumlah kredit yang dapat diputus oleh pejabat

tertentu sesuai dengan tingkat resiko kredit,kompleksitas kredit dan

kemampuan serta posisi pejabat yang bersangkutan.

4. Apabila dipandang perlu,dapat melibatkan jasa penilaian dan jasa hukum

dari pihak luar bank.

5. Meningkatkan kemampuan para analis kredit melalui program pendidikan

tertentu.11

Keberhasilan suatu proses kredit pada bank tidak akan terlepas dari

kecakapan pelaksanaan kredit yang merupakan tanggung jawab dan tugas dari

departemen pemasaran suatu bank,oleh karena itu profesionalisme petugas sangat

dibutuhkan,dengan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1) Adil bila dikaitkan dengan kegiatan usaha kredit artinya suatu kegiatan

memberikan nilai ekonomi kepada seseorang atau kepada suatu badan usaha

berlandaskan kepercayaan.nilai ekonomi yang sama akan dikembalikan

kepada kreditur (bank) setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan

kesepakatan yang sudah disepakati antara debitur (nasabah Peminjam) dengan

11 Mhd.Kastulani,.Hukum dagang dan Perbankan,UIN Pusat Kajian Hukum,HAM dan


Humaniora La-Qastu Riau
29

kreditur (Bank).

2) Jujur dan bermoral baik serta ahli dibidang perkreditan.

D. Hasil Interview

Penulis melakukan wawancara terhadap beberapa karyawan bank

riau,tepatnya pada tanggal 17 april,dimana wawancara ini dilakukan dikantor

Bank Riau cabang siak. Adapun daftar pertanyaan yang penulis ajukan adalah :

1. Apa sebenarnya kredit aneka guna itu ?12

Indara Gunawan : kredit aneka guna ialah kredit yang di berikan kepada

pegawai atau pensiunan yang berpenghasilan tetap,dimana kredit ini

digunakan untuk berbagai macam keperluan multi guna.

2. Siapa yang menjadi sasaran dalam penyaluran kredit aneka guna ini?

Indra Gunawan : yang menjadi sasaran kredit ini adalah nasabah yang

berprofesi sebagai PNS atau karyawan yang berpenghasilan tetap,namun

kebanyakan jasa kredit ini dimanfaatkan oleh PNS.

3. Mengapa kredit ini lebih banyak di manfaatkan atau diperuntukkan PNS ?

Noni: karena umumnya PNS yang berpenghasilan tetap dan pada

kenyataannya PNS yang banyak memanfaatkan KAG ini.

4. Berapa batasan plafon yang dapat di realisasikan dalam kredit aneka guna?

Tengku Ira: Bagi debitur yang berpenghasilan 2,5 juta perbulan, bisa

12 Wawancara dengan bapak indra gunawan.pimpinan pemasaran


kredit.Bank Riau cabang siak,Tgl 17 April 2009.
30

mendapatkan pinjaman Rp.50 juta sampai Rp.75 juta dan maximal pinjaman

mencapai Rp.150 juta.

5. Berapa lama jangka waktu pengembalian peminjaman kredit aneka guna ini?

Fina : jangka waktu pengembalian yang diberikan pihak bank untuk kredit

aneka guna maximal 10 tahun.

6. Berapa besar persenatase bunga yang di bebankan pihak bank untuk kredit

aneka guna ?

Tengku Ira ; bank mematok beban bunga berdasarkan lama wwaktu

pengembalian kedit.untuk jangka waktu 1 tahun berlaku suku bunga 8%, 2-3

tahun 9% dan masa pengembalian kredit dengan jangka waktu 3 tahun keatas

hanya dikenekan bunga 10 %.

7. Bagaimana prosedur memperoleh pinjaman atau kredit aneka guna ini?

Noni: pada dasarnya sama halnya seperti kredit lainya namun untuk kredit

aneka guna diwajibkan untuk menyertakan keterangan bahwa debitur

berpenghasilan tetap yang sah dari tempat debitu bekerja, kemudian minimal

3 orang dari karyawan perusahaan yang sama lalu kesepahaman dari pihak

bank dan perusahaan pemohon.

Dari interview yang penulis lakukan, bahwasanya kredit aneka guna ini

khusus untuk nasabah yang berpenghasilan tetap, dan pada umumnya yang

memanfaatkan kredit ini adalah PNS.Kredit ini merupakan suatu kemudahan bagi

PNS yang memerlukan dana, dengan beban bunga yang berpatok pada lama

jangka waktu pengembalian kredit, dimana jangka waktu 1 tahun dibebankan suku

bunga 8%, 2-3 tahun dibebankan 9% dan jangka waktu 3 tahun keatas hanya
31

dibebankan bunga 10%. Jangka waktu pengembalian juga bisa hingga 10

tahun.Disamping itu perkembangan suku bunga kredit aneka guna tetap mengacu

kepada perkembangan suku bunga bank Indonesia.

Adapun syarat untuk mendapatkan kredit aneka guna ini adalah cukup

dengan menyertakan keterangan berpenghasilan tetap yang syah dari tempat

bekerja.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari uraian uraian sebelumnya penulis menyimpulkan bahwa dengan adanya

kredit Aneka Guna yang di berikan oleh PT.Bank Riau Cabang Siak Sri

Indrapura,merupakan suatu kemudahan bagi para pegawai,karyawan, PNS dan

pensiunan untuk memperoleh kredit.Dimana dengan adanya kredit ini mapu

mendorong dan meningkatkan kesejahteraan para pegawai (PNS),terutama


32

dibidang ekonomi.

B. SARAN

Demikianlah penelitian kelompok ini kami tulis dan harapan penulis

penelitian yang sederhana ini dapat berguna bagi Bapak/Ibu dosen beserta rekan-

rekan semuanya.Namun penulis menyadari bahwasanya penelitian ini jauh dari

kesempurnaan,oleh karena itu penulis mengharapkan dan membutuhkan kritik dan

saran demi kesempurnaan penelitian kelompok ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agenda Bank Riau 2008

Data Kepegawaian PT.Bank Riau Cabang Siak Sri Indrapura

H,Melayu SP Hasibuan Drs, Dasar-dasar Perbankan, Jakarta :PT. Bumi Aksara,

2005

Kasmir,SE.MM, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,Jakarta :PT.Raja Grafika

Persada,2002.
33

Kasmir,SE.MM,Dasar-dasar Perbankan, Jakarta : PT. Rajawali Grafindo Persada,

2002

Kebijakan Perkreditan Bank (KPB),PT.Bank Riau SK Direksi

No:49/KEPDIR/2004 tgl.9 Juni 2004.

Kastulani,SH.MH,Hukum Dagang dan Perbankan,Riau :UIN Pusat Kajian

Hukum,HAM dan Humaniora.