Anda di halaman 1dari 27

QUALITATIVE RESEARCH

PENERAPAN MEDIA POWER POINT DALAM PROSES


BELAJAR BAHASA INGGRIS DI SMAN KEBAKKRAMAT

Penyusun :
1. Harta Diba Agdhila

(K2209040)

2. Pipit Sulistyarini

(K2209069)

3. Sahra Riwayati

(K2209080)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2013

PENERAPAN MEDIA POWER POINT DALAM PROSES BELAJAR BAHASA


INGGRIS DI SMAN KEBAKKRAMAT
Abstract
The objective of this study is to find out how far is the effect of
relationship between learning media to the students willing of
learning. The writers directly do this research to the subject.
This research was conducted in a week. The data sources of this
research are the result of field notes and interview scripts. The
methods of collecting data are observation and interview. The
technique of analyzing the data is constant comparative method.
Based on the analysis, the writers draw a conclusion. Learning
media is definitely connected to the students willing of
learning. There is a direct and strightly relation, it means that
the usage of learning media which is good and attractive can
increase the students willing of learning. Moreover, the
teachers are suggested to use creative-attractive learning media
in the process of teaching and learning.

BAB 1
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Dewasa ini, teknologi di Indonesia sudah mencapai kemajuan yang
pesat. Telah banyak diciptakan teknologi yang menunjang media
pembelajaran bagi siswa berpendidikan. Teknologi yang berkembang pesat
saat ini juga mempengaruhi proses penggunaan media pembelajaran. Hal
yang menjadi masalah sekarang ini adalah kurangnya pasilitas teknologi
yang

canggih

dan

modern

di

sekolah-sekolah

sehingga

media

pembelajaran kurang berkembang dengan baik.


Penggunaan media pembelajaran yang kurang akan berdampak
pada minat belajar siswa. Secara otomatis siswa akan lebih senang dan
motivasi belajar meningkat apabila pengajar dalam menyampaikan
materinya menggunakan media pembelajaran melalui teknologi yang
menarik,efektif dan mudah dimengerti sehingga murid merasa lebih ingin
tahu dan merasa asyik dalam menerima pelajaran.
Sebagai contoh adalah pengajar yang pasif, beliau hanya
menggunakan metode ceramah saja maka murid akan merasa bosan dan
tidak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi dalam mendalami materi,
sebaliknya pengajar yang sering menggunakan media pembelajaran aktif
contohnya beliau menggunakan aplikasi power point atau movie maker
maka

murid merasa senang dan tertarik sehingga minat serta pikiran

tertuju kepada materi pelajaran.


Hal ini menjadi masalah besar bagi dunia pendidikan apabila guru
secara pasif menggunakan media pembelajaran sebagai alat untuk
mengajar. Akan tetapi ketidaktersedianya fasilitas dari sekolah yang cukup
juga mempengaruhi media pembelajaran yang akan digunakan, padahal
minat belajar siswa juga dipengaruhi oleh media pembelajarannya.

B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai
berikut. Sejauh mana dampak penerapan media power point terhadap
kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SMAN Kebakkramat?.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan di atas maka tujuan penelitian untuk mengetahui
apakah ada penerapan media power point dalam proses belajar Bahasa
Inggris di SMAN Kebakkramat.
D. Manfaat penelitian
Dari hasil penelitian yang akan dilaksanakan, diharapkan dengan
penyajian materi ajar Bahasa Inggris menggunakan media power point maka
dapat menumbuhkan semangat belajar siswa, karena lebih menekankan pada
keterlibatan siswa dalam belajar sehingga siswa aktif terlibat dalam proses
belajar mengajar serta dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran
Bahasa Inggris.
Dari segi praktis :
1. Bagi Siswa.
Membantu siswa dalam memecahkan masalah dan berfikir kritis untuk dapat
dikembangkan melalui pembelajaran secara aktif dapat mudah terjadi bila
situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan nyata. Bermanfaat untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai materi Bahasa Inggris
dengan adanya penggunakan media power point.
2. Bagi Guru.
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk meningkatkan hasil belajar
siswa melalui penggunaan dan pemilihan pendekatan/model pembelajaran
untuk digunakan pada saat proses belajar mengajar.
3. Bagi Sekolah.
Memberikan masukan bagi sekolah dalam rangka mengefektifkan pembinaan
dan pengolahan materi mengajar dalam pelaksanaan pendidikan.

BAB II
Kajian Pustaka
A. Kajian Teori
1. Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium
yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar yaitu perantara atau
pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Media adalah bentuk-bentuk
komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya (Sadiman,
Raharja, Haryono, dan Rahadjito, 1984:6).
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Bab VII Standar Sarana dan Prasarana, pasal 42 menegaskan bahwa
(1) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot,
peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan
habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan, (2) Setiap satuan pendidikan wajib
memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan
pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang
laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi
daya dan jasa, tempat olahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat
berkreasi, dan ruang/ tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Media pendidikan memegang peranan penting dalam pembelajaran.
Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan lebih mudah dalam memahami
materi pelajaran yang disampaikan. Pengertian media menurut Smaldino, Sharon
E, James D Russel, Koher Heinich, & Michael Molenda (2002: 9) dalam Parmin
(2009:24) adalah sebagai berikut :
A Medium (plural, media) is a means of communication and source of
informatian. Derived from the latin word meaning " between " the term refers to
anythin that carries information between a source and receiver. Examples include

video, television, diagram, printed materials, computers program, and instructor.


These are considered instructional media when they provide message with an
instructional purpose. The purpose of media is to facilitate communication and
learning.
(Media adalah persamaan dari komunikasi dan sumber informasi.
Diperoleh dan kata latin disamakan dengan " perantara " tempat penghubung
sesuatu yang membawa informasi diantara sumber dan penerima. Yang termasuk
contoh antara lain video, televisi, diagram, bahan cetakan, program komputer, dan
pengajar. Dengan mempertimbangkan media pembelajaran yang menyediakan
pesan untuk tujuan pembelajaran. Tujuan dari media untuk memfasilitasi
komunikasi dan pembelajaran).
Sebagai salah satu komponen pembelajaran, media tidak bisa luput dari
pembahasan sistem pembelajaran secara menyeluruh. pemanfaatan media
seharusnya merupakan bagaian yang harus mendapatkan perhatian guru dalam
setiap kegiatan pembelajaran. Namun kenyataannya bagian inilah yang masih
sering terabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain:
terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang
tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak terjadi jika
setiap guru telah membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal
media pembelajaran.
Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem
pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral
dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Akhir dari
pemilihan

media

adalah

penggunaaan

media

tersebut

dalam

kegiatan

pembelajaran, sehingga memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan media


yang kita pilih. Apabila kita telah menentukan alternatif media yang akan kita
gunakan dalam pembelajaran, maka pertanyaan berikutnya adalah sudah
tersediakah media tersebut di sekolah atau di pasaran? Jika sudah tersedia, maka
kita tinggal meminjam atau membelinya saja. Itupun jika media yang ada memang
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah kita rencanakan, dan terjangkau

harganya. Jika media yang kita butuhkan temyata belum tersedia, mau tak mau
kita harus membuat sendiri program media sesuai keperluan tersebut.
Jadi, pemilihan media itu perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan
media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik.
Untuk itu, pemilihan jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar,
karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan
masing-masing.
2.

Fungsi Media

Media memiliki beberapa fungsi diantaranya :


a. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang
dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbedabeda,

tergantung

dari

faktor-faktor

yang

menentukan

kekayaan

pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan


sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika
peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari,
maka obyeknya lah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa
dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar-gambar
yang dapat disajikan secara audiovisual dan audial.
b. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal
yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para
peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan karena : obyek terlalu
besar, obyek terlalu kecil,obyek yang bergerak terlalu lambat, obyek yang
bergerak terlalu cepat, obyek yang terlalu kompleks, obyek yang bunyinya
terlalu halus, obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui
penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan
kepada peserta didik.
c. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara
peserta didik dengan lingkungannya.
d. Media menghasilkan keseragaman pengamatan.

e. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realistis.
f. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
g. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
h. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang
konkrit sampai dengan abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa
informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah
prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna
mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan
lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media
dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan
kemampuan media (Gerlach & Ely dalam Ibrahim, et.al., 2001) adalah sebagai
berikut :
a.

Kemampuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan


menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret,
direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan
dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.

b. Kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali


obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi)
sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya,
serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.
c. Kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang
besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya
siaran TV atau radio.
Media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk: memotivasi belajar
peserta didik, memperjelas informasi/pesan pengajaran, memberi tekanan pada
bagian-bagian yang penting, memberi variasi pengajaran, dan memperjelas
struktur pengajaran.
Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan
dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada
peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses

belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih
efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11% dari yang
dipelajari terjadi lewat indera pendengaran, sedangkan 83% lewat indera
penglihatan. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20%
dari apa yang kita dengar, namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan
didengar.
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa media merupakan
alat yang dapat membantu dalam proses penyampaian pesan kepada pihak lain.
Sebuah pesan yang disampaikan tentunya akan lebih bermakna apabila pesan
tersebut dapat dipahami dengan baik oleh penerima pesan tersebut. Peran media
dalam penyampaian pesan sangat besar, pesan yang disampaikan dengan media
yang menarik penerima pesan akan lebih cepat memahami pesan tersebut.
3. Jenis-Jenis Media
Media cukup banyak macamnya, Ada media yang hanya dapat
dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkanya. Dari berbagai ragam dan bentuk
dari media pengajaran, pengelompokan atas media dan sumber belajar ekonomi
dapat juga ditinjau dari jenisnya, yaitu dibedakan menjadi media audio, media
visual, media audio-visual, dan media serba neka. Contoh macam-macam media :
a. Media Audio : radio, piringan hitam, pita audio, tape recorder, dan
telepon.
b. Media Visual :
Media visual diam : foto, buku, ansiklopedia, majalah, surat kabar, buku
referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi, kliping, film
bingkai/slide, film rangkai (film stip) , transparansi, mikrofis, overhead proyektor,
grafik, bagan, diagram, sketsa, poster, gambar kartun, peta, dan globe.
Media visual gerak : film bisu.
c. Media Audio-visual
- Media audiovisual diam : televisi diam, slide dan suara, film rangkai dan
suara , buku dan suara.

-Media audiovisual gerak : video, CD, film rangkai dan suara, televisi,
gambar dan suara.
d. Media Serba aneka :
- Papan dan display : papan tulis, papan pamer/pengumuman/majalah
dinding, papan magnetik, white board, mesin pangganda.
-Media tiga dimensi : realia, sampel, artifact, model, diorama, display.
-Media teknik dramatisasi: drama, pantomim, bermain peran, demonstrasi,
pawai/karnaval, pedalangan/panggung boneka, simulasi.
-Sumber belajar pada masyarakat: kerja lapangan, studi wisata,
perkemahan.
-Belajar terprogram Komputer
e. Media yang tidak memerlukan keahlian khusus misalnya: Papan tulis /
whiteboard, Transparansi (OHT), Bahan cetak ( buku, modul, handout ).
f. Media yang memerlukan keahlian khusus: Program audio visual
Program slide, Microsoft Powerpoint, Program internet.
4. Cara Memilih Jenis Media untuk Pembelajaran
Media adalah merupakan sarana dalam peningkatkan kegiatan proses
belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat dicapai seoptimal mungkin.
Tujuan yang ingin dicapai, ketepatgunaan, keadaan anak didik, ketersediaan,
mutu teknis dan biaya, Koyok dan Zulkarnaen NST dalam Zainudin HRL 1984 :
38 (Parmin ,2009:25). Dari pendapat tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut :
1) Tujuan yang ingin dicapai
Media yang dipilih haruslah yang menunjang pencapaian tujuan
pengajaran yang telah dirumuskan. dan ini merupakan syarat utama di dalam
memilih media pembelajaran.
2) Ketepatgunaan
Media yang dipilih haruslah disesuaikan dengan aspek yang hendak
dipelajari (aspek gerak atau aspek diam), bila gerak misalnya, maka media yang
cocok adalah film atau sejenisnya.
3) Keadaan anak didik

10

Dalam memilih haruslah dipertimbangkan akan tingkat kemampuan anak


didiknya dan besar kecilnya kelompok pemakai.
4) Ketersediaan
Hendaklah dalam memilih media dipertimbangkan akan kemudahan dalam
mendapatkan media tersebut serta dalam menggunakan.
5) Mutu Teknis
Media yang dipilih haruslah dapat dioperasionalkan dengan baik dan tidak
membahayakan diri pemakainya.
6) Biaya
Diusahakan serendah mungkin dalam mewujudkan media tersebut, tetapi
memiliki efektivitas yang tinggi.
Dalam proses pembelajaran tentunya tidak semua berjalan dengan
sempurna,

ada

hambatan-hambatan

yang

dialami.

Hambatan-hambatan

komunikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut (Santyasa : 2007) :


a. Verbalisme, artinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui
artinya. Hal ini terjadi karena biasanya guru mengajar hanya dengan
penjelasan lisan (ceramah), siswa cenderung hanya menirukan apa yang
dikatakan guru.
b. Salah tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda
oleh siswa. Hal ini terjadi karena biasanya guru hanya menjelaskan secara
lisan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya
gambar, bagan, model, dan sebagainya.
c. Perhatian tidak terpusat, hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara
lain ; gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik mempengaruhi
perhatian siswa, siswa melamun, cara mengajar guru membosankan, cara
menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, kurang adanya pengawasan dan
bimbingan guru.
d. Tidak terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis
dan psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah.
Tidak terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga
timbulnya konsep.

11

Pengembangan media pembelajaran hendaknya

diupayakan untuk

memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan


berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam
proses pembelajaran. Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran
adalah sebagai berikut (Santyasa : 2007) :
a. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa
lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang
lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/ peristiwa
sejarah.
b. Mengamati benda atau peristiwa yang sukar dikunjungi baik karena
jaraknya jauh, berbahaya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan
harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
c. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar
diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena
terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat
memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit
listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba,
dan sebagainya.
d. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung.
Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
e. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara
langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau
video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar,
dan sebagainya.
f. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk
didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung
meletus, pertempuran, dan sebagainya.
4. Power Point
Microsoft Power point merupakan salah satu bagian aplikasi MS Office
yang dapat digunakan untuk membantu merancang dan menyajikan presentasi.

12

Presentasi yang dibuat dapat berisi tampilan teks maupun grafis yang terbagi
dalam slide-slide. Setiap slide dapat berisi penjabaran topik yang divisualisasikan
dalam bentuk tulisan, gambar maupun tabel. Dengan adanya animasi dan
multimedia yang menyertainya maka penyajian presentasi akan lebih hidup,
menarik dan efektif.
Banyak kajian yang menyatakan bahwa orang yang menggunakan
perangkat lunak dalam menyajikan sebuah presentasi memiliki persiapan yang
lebih baik daripada yang tidak. Karena dengan bantuan perangkat lunak dapat
mempengaruhi orang orang untuk menyerap ide dan pandangan anda.
Selain itu jika dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, akan mempermudah
penyerapan siswa karena siswa cenderung lebih mudah mengingat sesuatu yang
unik dan menarik seperti gambar gambar, animasi dalam pembelajaran.
Power Point adalah program aplikasi yang banyak digunakan untuk
keperluan presentasi yang melibatkan banyak peserta. Power point sering
digunakan presentasi dalam promo produk, seminar atau kegiatan ilmiah tertentu.
Namun, perkembangan akhir-akhir ini presentasi tidak terlalu diikuti
banyak peserta saja, tetapi sudah mulai person to person, misalnya antara
marketing dengan konsumen, mahasiswa dengan dosen, dan lain sebagainya. Hal
ini membuktikan bahwa cara presentasi dengan lisan saja tidak cukup, tetapi harus
disertai dengan visualisasi yang selain dapat memperjelas penjelasan akan tetapi
juga menarik perhatian peserta dengan teks, gambar, grafik, suara, dan film.
Presentasi power point itu sendiri adalah suatu cara yang digunakan untuk
memperkenalkan atau menjelaskan tentang segala hal yang dirangkum dan
dikemas ke dalam beberapa slide. Dengan menyimak slide yang ditanyakan, para
peserta presentasi akan lebih mudah memahami penjelasan yang disajikan oleh
presenter.
Power point terdiri dari beberapa versi, versi yang mungkin sering kita
temui adalah power point XP. 2003 dan 2007. Power Point XP dan versi 2003
mempunyai tampilan dan komponen yang sama. Namun, Power Point 2007
mempunyai

komponen-komponen

yang

sebelumnya.

13

cukup

berbeda

dari

versi-versi

4.1 Microsoft Power Point


Microsoft power point telah menyediakan fiktur-fiktur layout atau tata
letak interface yang siap digunakan. Fitur- fitur tersebut antara lain Slide Layout,
Slide Design, Themes, dan Quick Style Effect. Meskipun demikian, di dalam buku
ini juga akan menjelaskan cara membuat tampilan interface presentasi
menggunakan software pengolah imege serta proses pengeditan gambar yang akan
digunakan di dalam interface atau keperluan presentasi.
4.2 Fungsi Microsoft Power Point
Software Microsoft power point sangat berguna dalam mendukung
kesuksesan sebuah presentasi. Dalam Microsoft power point, kita dapat
memasukan elemen-elemen seperti gambar atau movie, yaitu salah satu elemen
yang sangat mudah untuk di mengerti oleh audience.
5.

Belajar

1.Thomas Aquiras
Belajar adalah pada hakikatnya belajar untuk berpikir, untuk itu
perlu diadakan kebiasaan sejak anak didik masih muda.
2.Mauli
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang berkat
adanya pengalaman.
3.Gagne
Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan organisme untuk
mengubah tingkah laku dengan cepat dan bersifat permanen, sehingga
perubahan yang serupa tidak perlu terjadi berulang kali setiap menghadapi
situasi baru.
Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan, belajar adalah
perubahan tingkah laku dan pola pikir seseorang yang diakibatkan karena
kebiasaan dan pengalaman.

14

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metodologi Penelitian
1. Waktu dan tempat penelitian
a. Waktu penelitian

: 1 minggu

b. Tempat penelitian

: Rumah orang tua Tantri, Nangsri

kidul rt 04 rw 01 kebakkramat karanganyar.


2. Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh oleh penulis adalah
pendekatan qualitative dalam bentuk studi kasus (case study), yaitu
penelitian yang menarik untuk diteliti yang menempatkan sesuatu
atau objek yang diteliti sebagai suatu kasus. Penelitan studi kasus
merupakan penelitan yang dilakukan terhadap objek atau sesuatu
yang harus diteliti secara menyeluruh, utuh, dan mendalam.
Dengan kata lain, kasus yang diteliti harus dipandang sebagai
objek yang berbeda dengan objek penelitian pada umumnya.
Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus merupakan
pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek
atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa
tertentu . Surachrnad (1982) membatasi pendekatan studi kasus
sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu
kasus secara intensif dan rinci. SementaraYin (1987) memberikan
batasan yang lebih bersifat teknis dengan penekanan pada ciricirinya. Ary, Jacobs, dan Razavieh (1985) menjelasan bahwa dalam
studi kasus hendaknya peneliti berusaha menguji unit atau individu
secara mendalarn. Para peneliti berusaha menernukan sernua
variabel yang penting.

15

Berdasarkan batasan tersebut dapat dipahami bahwa


batasan studi kasus meliputi: (1) sasaran penelitiannya dapat
berupa manusia, peristiwa, latar, dan dokumen; (2) sasaran-sasaran
tersebut ditelaah secara mendalam sebagai suatu totalitas sesuai
dengan latar atau konteksnya masing-masing dengan maksud untuk
mernahami berbagai kaitan yang ada di antara variabelvariabelnya.
Studi kasus dapat digunakan untuk menghasilkan dan menguji
hipotesis.
3. Subjek penelitian
Dalam penelitian ini, deskripsi subjek adalah sebagai berikut:
a.

Nama

: Hartantri Wahyu Andari

b.

Tempat, tanggal lahir : Karanganyar, 04 April 1996

c.

Alamat

: Nangsri Kidul rt 04 rw 01

Kebakkramat Karanganyar
d.

Pendidikan

Siswa

kelas

XI

SMA

Kebakkramat
4. Teknik pengumpulan data
Sebagai penunjang penelitian, peneliti menggunakan dua macam
teknik pengumpulan data, yakni pengamatan dan wawancara.
a. Pengamatan
Pengamatan

adalah

aktivitas

yang

dilakukan

makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan


maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan
dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan
gagasan

yang

sudah

diketahui

sebelumnya,

untuk

mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk


melanjutkan suatu penelitian.

16

b. Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara dua orang
atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan
pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk
mendapatkan informasi di mana sang pewawancara
melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh
orang yang diwawancarai.
Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa
wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh
pihak yang mempekerjakan seorang calon atau kandidat
untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang
mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun
mencari informasi.
5. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Dalam penelitian ini kami menggunakan triangulasi, yaitu
pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain
di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap data tersebut.
Responden mengemukakan bahwa media pembelajaran
sangat berpengaruh terhadap minat belajarnya. Hal ini terbukti dari
prestasinya yang cukup tinggi di dalam kelas, terutama dalam
pelajaran Bahasa Inggris yang memang menggunakan media
pembelajaran yang cukup canggih dan menarik.
Di samping itu, pernyataan dari orang tua responden, yaitu
Pak Harno dan Bu Hartati, mengungkapkan bahwa responden
memang memiliki kelebihan di mata pelajaran Bahasa Inggris.
Dari pernyataan guru responden yaitu Pak Suko, responden
adalah salah satu siswa yang pintar dan rajin di kelasnya. Terlebih
saat responden mengikuti pelajarannya yang menggunakan media
pembelajaran yang cukup bagus dan menarik, responden bisa
berkonsentrasi penuh terhadap pelajaran.

17

Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh teman


responden, Nurina. Ia berpendapat bahwa responden cukup pintar
dan suka dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.
6. Teknik analisis data
Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam
penelitian ini adalah constant comparative method. Dalam
pendekatan teori ini, peneliti mengkosentrasikan dirinya pada
deskripsi yang rinci tentang sifat atau ciri dari data yang
dikumpulkan,

sebelum

berusaha

menghasilkan

pernyataan-

pernyataan teoritis yang lebih umum. Di saat telah memadainya


rekaman cadangan deskripsi yang akurat tentang fenomena sosial
yang relevan, barulah peneliti dapat mulai menghipotesiskan
jalinan hubungan di antara fenomena-fenomena yang ada, dan
kemudian mengujinya dengan menggunakan porsi data yang lain.
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi temuan penelitian
Hartantri Wahyu Andari lahir di Karanganyar, 04 April
1996. Anak ketiga dari Bapak Harno Harmanto dan ibu Hartati
Hadiningsih ini pertama bersekolah di TK Aisyah Kebakkramat,
lalu Ia melanjutkan sekolahnya di SDN 01 Nangsri. Setelah lulus
sekolah

dasar,

Tantri

melanjutkan

sekolah

di

SMPN

Kebakkramat. Setelah 3 tahun mengenyam pendidikan SMP, Tantri


pun diterima untuk melanjutkan sekolah menengah atasnya di
SMA Negeri Kebakkramat hingga sekarang. Ia duduk di bangku
kelas XI. Cita-citanya setelah lulus SMA, ia ingin melanjutkan
kuliah di UNS dan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris,
untuk selanjutnya ia ingin menjadi guru Bahasa Inggris.
Dari penuturannya, siswi dengan tinggi badan 165 cm ini
adalah seorang yang sangat suka dengan mata pelajaran Bahasa

18

Inggris, terutama saat belajar di laboratorium bahasa. Tantri yang


kebetulan juga sangat menyukai gadget ini sangat antusias jika
sedang bersantai di dalam laboratorium. Alasannya karena selain
laboratorium sekolahnya yang adem juga karena media-media
yang disediakan untuk fasilitas belajar cukup canggih untuk
menunjang aktifitas kegiatan belajar mengajarnya. Hal ini otomatis
membuat prestasi akademiknya terutama di bidang Bahasa Inggris
meningkat.
Kecintaannya pada Bahasa Inggris sangat terlihat apalagi
saat ia sering menonton film yang berbahasa Inggris, dan musikmusik mancanegara. Dari hobi-hobi inilah ia semakin dekat dengan
Bahasa Inggris.
Prestasinya yang lumayan bagus untuk anak seusianya
mampu membuat ia lebih unggul dari teman-temannya yang
kebetulan juga menyukai Bahasa Inggris, namun tidak semuanya
seantusias Tantri.
Bagi Tantri, hal utama yang membuatnya pintar Bahasa
Inggris adalah karena media-media yang difasilitasi sekolah untuk
belajar Bahasa Inggris lebih baik lagi. Dari media-media ini ia
lebih mudah untuk belajar Bahasa Inggris, terlebih saat ia
dihadapkan pada LCD dan komputer. Menurut Tantri, metode
belajar seperti ini, di mana canggihnya media ikut campur tangan,
bisa membuat dirinya semakin menguasai materi tanpa merasa
bosan.
Kami telah melakukan penelitian lapangan terhadap
beberapa orang terdekat subjek penelitian, dan kami memperoleh
beberapa perihal kebiasaan, perilaku, dan watak yang dimiliki oleh
subjek penelitian bernama Hartantri Wahyu Andari, murid kelas 2
SMA Negeri 1 Kebakkramat dan berikut pendapatnya.
Hartati Hadiningsih, beliau merupakan ibu dari Tantri yang
menjadi subjek penelitian. Menurut ibu Hartati, Tantri adalah sosok

19

anak yang patuh terhadap orang tua, pintar, dan mempunyai rasa
keingintahuan yang tinggi. Kebiasaan Tantri dirumah sering
mendengarkan lagu berbahasa inggris, sering melihat film yang
berbahasa inggris, sehingga Tantri mahir dalam berbahasa inggris,
cita-cita nya pun ingin kuliah di jurusan bahasa inggris.
Harno Harmanto, ayah dari Tantri. Menurut beliau Tantri
adalah sosok putri yang penurut, pandai dan selalu ingin tahu.
Akan tetapi, menurut ayahnya Tantri memiliki sisi negatif, ia tidak
terlalu suka mengerjakan pekerjaan rumah dan jarang membantu
ibunya karena ia terlalu sering menonton film dan membaca novel
atau buku cerita. Akan tetapi ayahnya menyadari sebab hal tersebut
juga berdampak positif untuk Tantri daripada ia pergi bermain
dengan temannya tanpa ada tujuan yang jelas.
Suko Hartanto adalah guru bahasa inggris dari Tantri.
Beliau merasa simpati terhadap Tantri sebab Tantri merupakan
salah satu murid yang aktif dalam pelajaran bahasa inggris. Cara
dia mengeluarkan pendapat dalam bahasa inggris juga baik. Daya
kreatifnya tinggi akan tetapi menurut beliau Tantri kurang banyak
bergaul dengan temannya karena ia lebih sering berada di dalam
kelas membaca buku atau belajar, hal itulah yang menjadikan
Tantri menjadi anak pintar dalam kelasnya.
Dila adalah teman dekat Tantri di sekolah maupun di
rumahnya. Menurut teman Tantri tersebut Tantri adalah teman yang
baik, setia, dan pandai. Akan tetapi, Tantri sifatnya sedikit tertutup,
jarang bercerita tentang pengalamannya. Tantri sering mengajak
Dila menonton film bersama di rumahnya. Di kelas Dila juga
mengetahui sifat Tantri yang menyukai guru bahasa inggris karena
guru bahasa inggrisnya sering memakai media pembelaaran yang
modern dan menarik. Tantri juga sering membantu Dila apabila Ia
menemui kesulitan dalam belajar.

20

Menurut

beberapa

pendapat

orang

terdekat

subjek

penelitian dan pengamatan kami, kami dapat menyimpulkan


bahawa Tantri tergolong anak yang pintar di kelasnya dan itu tidak
lepas dari media pembelajaran yang digunakan oleh pengajar pada
saat kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran mempunyai
arti penting dalam kegiatan belajar Tantri, hal ini terbukti dengan
hasil prestasinya yang cukup bagus dalam pelajaran bahasa inggris.
2. Pembahasan temuan penelitian
Media pembelajaran adalah segala sesuatu berupa bahan,
alat, atau teknik yang digunakan untuk menyampaikan materi
pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar agar tujuan
pembelajaran dapat terwujud dengan efektif dan efisien. Minat
adalah gejala psikis yang muncul dalam diri seseorang dan
direalisasikan dengan perasaan senang dan menimbulkan perhatian
yang khusus terhadap sasaran, sehingga seseorang berupaya
mencapai sasaran tersebut. Belajar adalah perubahan tingkah laku
dan pola pikir seseorang yang diakibatkan karena kebiasaan dan
pengalaman.
Berdasarkan deskripsi temuan penelitian di bagian D1,
dapat dikristalkan teori sebagai berikut: media pembelajaran
berbanding lurus dengan minat belajar siswa. Semakin baik media
pembelajaran yang digunakan maka semakin meningkat pula minat
belajar siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sulaeman (1988) mengatakan bahwa untuk mencapai
sasaran akhir, teknologi-teknologi di bidang pembelajaran perlu
dikembangkan sebagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan
sesuai dengan karakteristiknya. Dalam upaya itu, teknologi belajar
dari pengembangan dan pengujian teori-teori tentang berbagai
media pembelajaran melalui penelitian ilmiah, dilanjutkan dengan
pengembangan desain lainnya, produksi, evaluasi dan memilih
media yang telah diproduksi, mengembangkan penggunaannya dan

21

akhirnya menggunakannya di lapangan baik pada tingkat kelas


maupun pada tingkat yang lebih luas lagi.
Semua ini dilakukan oleh para guru teknologi dengan
berpijak pada prinsip bahwa suatu media hanya memiliki
keunggulan dari media lainnya bila digunakan oleh siswa yang
memiliki karakteristik sesuai dengan rangsangan yang ditimbulkan
oleh media pembelajaran itu. Dengan demikian proses belajar
siswa akan amat mudah dengan adanya media pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik belajarnya.
Lebih

lanjut

Sulaeman

(1988)

mengatakan

bahwa

penyampaian materi pelajaran yang lebih banyak ditempuh melalui


ceramah dan tanya jawab dua arah (guru-siswa) dan berlangsung
terus-menerus akan dapat membosankan dan melemahkan aktivitas
siswa. Siswa memiliki ketergantungan yang sangat besar kepada
guru dalam melakukan kegiatan tulis. Siswa sangat mudah
mengabaikan guru-guru yang cara mengajarnya berulang-ulang
dan karenanya tidak menarik perhatian mereka. Lebih lanjut
dikatakan bahwa berulang-ulang akan menyebabkan penurunan
efisiensi belajar.
Berdasarkan

beberapa

teori

pembelajaran

tersebut

menunjukkan bahwa sukses tidaknya transfer knowledge atau


transfer ilmu pengetahuan antara guru dengan siswa sangat
tergantung dengan media pembelajaran yang digunakan dan cara
penyampaian guru. Dalam hal ini sangat diharapkan tidak
monoton, sehingga siswa tidak merasa jenuh dengan materi
pelajaran yang diberikan atau dengan guru yang bersangkutan.
Dalam hal ini dengan adanya teknologi untuk penyampaian bahan
ajar yang digunakan untuk pembelajaran, diharapkan para siswa
merasa senang dan tertantang untuk mempelajari lebih jauh
penggunaan teknologi tersebut. Dengan penggunaan power point
maka proses pembelajaran akan berjalan lebih menarik dan tidak

22

menjenuhkan, karena dalam power point seorang tutor dapat


menampilkan hal-hal yang menarik yang diharapkan dapat
mengobati kejenuhan siswa dalam pelajaran, diharapkan siswa
tidak jenuh mengikuti pembelajaran sehingga akan menghasilkan
nilai kompetensi yang lebih baik dibandingkan dengan secara
konvensional.
Hasil analisis dari penelitian yang telah dilakukan sesuai
dengan pendapat Sahertian (1983) yang mengemukakan bahwa
analisis psikologis menunjukkan bahwa belajar adalah proses yang
kompleks dan unik. Artinya seseorang yang belajar melibatkan
segala

aspek

kepribadiannya,

baik

fisik

maupun

mental.

Keterlibatan dari seluruh aspek kepribadian ini akan tampak


perilaku belajar seseorang. Perilaku belajar yang nampak adalah
unik. Artinya perilaku itu hanya terjadi pada seseorang dan tidak
pada orang lain. Setiap orang memunculkan perilaku belajar yang
berbeda. Keunikan perilaku belajar seperti gaya belajar, gaya
kognitif, bakat, minat, motivasi, tingkat kecerdasan, kematangan
intelektual dan lainnya yang dapat diacukan pada karakteristik
individu siswa. Perilaku belajar siswa yang sangat kompleks dan
unik ini menuntut layanan dan perlakuan pembelajaran yang
kompleks dan unik pula untuk setiap siswa. Komponen
pembelajaran yang bertanggungjawab untuk melayani masalah ini
adalah strategi penyampaian kepada pembelajaran, lebih khusus
lagi pada media pembelajaran. Media pembelajaran sebaiknya
dipilih sesuai dengan karakteristik individu siswa sedapat mungkin
harus member layanan pada setiap siswa sesuai dengan
karakteristiknya. Misalnya siswa yang memiliki gaya auditif
hendaknya mendapat rangsangan belajar auditif.
Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa yang berprestasi
rendah dan siswa yang berprestasi tinggi kemungkinan akan
memiliki hasil yang sama dalam pelaksanaan kegiatan belajar

23

mengajar,

karena

adanya

rangsangan

untuk

menghasilkan

pengelasan yang sebaik mungkin yang tidak banyak dipengaruhi


oleh kemampuan atau inteligensi siswa, namun lebih banyak
dipengaruhi oleh kemampuan atau keterampilan siswa.
Sahertian (1983) menyatakan bahwa evaluasi dalam
program belajar mengajar di sekolah merupakan suatu usaha untuk
mengukur dan memberi penilaian terhadap beberapa aspek tingkah
laku individu maupun sekelompok siswa seperti pengetahuan,
keterampilan dan sikap; penilaian dilakukan oleh guru.
C. PENUTUP
1. Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kami dapat
menyimpulkan bahwa media belajar sangat berkaitan erat dengan
hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan kecanggihan media belajar
yang digunakan terbukti mampu meningkatkan daya pikir siswa
lewat penyampaian pelajaran yang tidak bersifat menjemukan dan
monoton. Karena lewat media belajar yang canggih, siswa dapat
antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan variasi cara
belajar yang mengasyikkan, sehingga kebosanan dalam mengikuti
pelajaran dapat teratasi, yang pada akhirnya siswa akan lebih
bersemangat lagi dalam mengikuti pelajaran dan hal ini secara
langsung bisa memicu aktifitas otaknya untuk bekerja lebih baik
lagi, sehingga prestasi belajar meningkat.
Pengajar sebaiknya harus mampu mengoperasikan dan
memiliki kreatif yang tinggi dalam mengelola media pembelajaran.
Media pembelajaran berbanding lurus dengan minat belajar siswa ,
artinya penggunaan media pembelajran yang baik dan memenuhi
standard

akan

meningkatkan

24

minat

belajar

siswa,

begitu

sebaliknya. Oleh karena itu pengajar harus meningkatkan


penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
2. Saran
a. Pengajar sebaiknya menggunakan media pembelajaran bagi
b.

siswa yang kreatif dan menarik.


Penggunaan media pembelajaran disertai games, atau ice

breaking juga dapat meningkatkan minat belajar siswa.


c. Sekolah harus mampu menyediakan fasilitas lengkap
sehingga menunjang media pembelajaran yang akan di
gunakan.
d. Pengajar sebaiknya mengurangi metode ceramah agar
murid tidak merasa bosan , perlu adanya keaktifan siswa
dalam proses belajar.
e. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar tidak harus membutuhkan biaya yang mahal tetapi
daya kreatif yang tinggi.

Daftar Pustaka
Ali, Mohamad. 1987. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung:
Angkasa

25

Andhy,Sastera.2008.MateriAjar.http://andhysastera.blogspot.com-/2008/06/materi
-ajar.html. ( 24/02/2012).
Arikunto, Suharsini. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2008. Media Pembelajaran. Rajawali Pers.
Azwar, S. 2008. Reliabilitas Dan Validitas. Yogyakarta : sigma Alpha.
Budiningsih, Asri (2002). Belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: FIP UNY.
Bungin, Burhan. 2000. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Rajawali Pers.
Hamalik Oemar 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum (Penerbit Sekolah
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. PT Remaja Rosdakarya)
Bandung.
Kartono, Kartini. 1999. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: Mandor
Maju.
Roestiyah (2002). Metode Eksperimen. Jakarta:PT. Rineka Cipta.
Salvin.1995.pendekatanpembelajaran.http://erickbio.wordpress.com/2010/10/08/script/. ( 24/02/2012).
Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta :
Rineka Cipta
Sudjana Nana, Rivai Ahmad 1990. Media Pembelajaran (Penggunaan dan
Pembuatannya ). C.V. Sinar Baru Bandung.
Sugiyono. 2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung : CV Alfabeta.
endonesa.wordpress.com/...pembelajaran/media-pembelajaran/
www.slideshare.net/.../media-pembelajaran-2665054
www.freewebs.com/santyasa/pdf2/MEDIA_PEMBELAJARAN.pdf
kafeilmu.co.cc/tema/penggunaan-comparative.html
id.wikipedia.org/wiki/Studi_kasus
bloglaskarkopi.blogspot.com/.../teori-tentang-minat-belajar-siswa.html
kuliahpsikologi.dekrizky.com/pengertian-interview-wawancara
id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan
www.scribd.com/doc/36610582/15/Teknik-Pengabsahan-Data

26

27

Anda mungkin juga menyukai