Anda di halaman 1dari 23

PERKEMBANGAN

PESERTA DIDIK

Makalah Ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Perkembangan Peserta Didik
Disusun Oleh :
Artika Rizqi Nugraheni
Fatiya Nurul Afifa
Pola Negri Fahmirul Anwar
Vasthi Dea Pavita

(K3314006)
(K3314020)
(K3314040)
(K3314052)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Subhanahuwataala, karena atas


berkat rahmat dan karunia-Nyalah,

makalah yang berjudul Makalah Anak

Berbakat Istimewa dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata
Kuliah Perkembangan Peserta Didik sebagai bahan pembelajaran pada semester 2
ini.
Sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu Sri Yamtinah,
selaku dosen pembimbing mata kuliah Perkembangan Peserta Didik, yang telah
bersedia memberikan bimbingan dalam proses penyusunan makalah ini sehingga
dapat terselesaikan dengan prosedur yang benar.
Demikian makalah ini kami susun dan kami sadar sebagai seseorang yang
baru memulai proses pendidikan di dunia perkuliahan, dalam penulisan makalah
ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya
kritik dan saran yang bersifat positif untuk hasil makalah kami, sehingga
kedepannya akan ada perbaikan dan makalah yang dibuat akan menjadi lebih
baik.
Harapan kami, semoga dengan disusunnya makalah ini, akan memberikan
manfaat bagi kami selaku penyusun, juga bagai pembaca dan tetunya bagi pihakpihak yang terkaid dalam makalah ini.

Surakarta,

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... 2
BAB I...................................................................................................... 4
PENDAHULUAN....................................................................................... 4
A.

LATAR BELAKANG........................................................................4

B.

RUMUSAN MASALAH....................................................................4

C.

TUJUAN......................................................................................... 4

BAB II..................................................................................................... 6
PEMBAHASAN......................................................................................... 6
A.

Pengertian Anak Berbakat Istimewa....................................................6

B.

Ciri Ciri Anak Berbakat Istimewa.....................................................7

C.

Hasil Observasi.............................................................................. 17

BAB III.................................................................................................. 22
PENUTUP............................................................................................... 22
A.

KESIMPULAN............................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 23

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kecerdasan istimewa dan bakat istimewa merupakan kategori yang
termaksud kedalam pendidikan luar biasa. Kesulitan belajar merupakan suatu
keadaan dalam proses belajar mengajar dimana anak tidak dapat belajar
sebagaimana mestinya. Kesulitan belajar pada dasarnya adalah suatu gejala
yang nampak dalam berbagai manivestasi tingkah laku, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Kesulitan belajar anak tentu saja tidak boleh didiamkan begitu saja karena hal ini akan sangat menghambat anak dalam
memperoleh prestasi, selain itu apabila hal ini didiamkan ini akan lebih
menghambat anak untuk belajar ke depannya.
Kesulitan dalam belajar dapat di sebabkan karena beberapa faktor.
Bisa dari faktor internal (diri anak) dan juga faktor eksternal (dari luar
anak). Faktor internal ini bisa di sebabkan karena anak mempunyai perbedaan
dengan anak yang lainnya dan sering juga di sebut anak dengan kebutuhan
khusus. Dalam hal ini kebutuhan khusus bukan berarti anak mempunyai
kekurangan. Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa juga termasuk
anak yang berkebutuhan khusus atau sering di sebut dengan anak Gifted atau
anak Superior.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari anak berbakat istimewa?
2. Apa sajakah ciri-ciri anak berbakat istimewa?
3. Bagaimana cara mengajar anak berbakat istimewa?
4. Apa yang harus dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak berbakat?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian anak berbakat istimewa .
2. Untuk mengetahui ciri-ciri anak yang memiliki berbakat istimewa.
3. Untuk mengetahui cara mengajar anak berbakat istimewa.
4. Untuk mengetahui cara memberi bimbingan kepada orang tua yang
memiliki anak berbakat istimewa.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Anak Berbakat Istimewa
Anak yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa
(gifted) adalah anak yang secara significant memiliki mempunyai IQ 140 atau
lebih, potensi diatas rata-rata dalam bidang kemampuan umum, akademik
khusus,

kreativitas,

kepemimpinan,

seni

dan/atau

olahraga. Anak

berkebutuhan khusus atau gifted (Heward) adalah anak dengan karakteristik


khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan
pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.
Menurut definisi yang dikemukakan Renzuli, anak berbakat (gifted)
memiliki pengertian, "Anak berbakat merupakan satu interaksi diantara tiga
sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum
dengan tingkatnya di atas kemampuan rata- rata, komitmen yang tinggi
terhadap tugas-tugas dan kreativitas yang tinggi. Anak berbakat (gifted) ialah
anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat
ini dan mengaplikasikan dalam setiap tindakan yang bernilai. Anak-anak yang
mampu mewujudkan ketiga sifat itu di masyarakat memperoleh kesempatan
pendidikan yang luas dan pelayanan yang berbeda dengan program-program
pengajaran yang reguler (Swssing, 1985).
Pengertian lain menyebutkan bahwa anak gifted adalah anak yang
mempunyai potensi unggul di atas potensi yang dimiliki oleh anak-anak
normal. Para ahli dalam bidang anak-anak gifted memiliki pandangan sama
ialah keunggulan lebih bersifat bawaan dari pada manipulasi lingkungan
sesudah anak dilahirkan.
Keunggulan lain yang telah disepakati oleh para ahli ialah anak-anak
gifted mempunyai superioritas dalam bidang akademik. Kiranya hal itu tidak
sulit untuk dimengerti, sebab salah satu syarat penting untuk meraih prestasi
akademik tertentu ialah persyaratan intelegensi.

Kepribadian memang merupakan salah satu sumbangan yang dapat


diberikan oleh anak atau orang-orang gifted. Dengan dasar kepribadian yang
baik maka akan dilahirkan pula karya-karya yang baik pula, sehingga
maslahat (manfaat) yang diberikan menjadi lebih besar dibandingkan
mudharatnya. Seperti kita ketahui bahwa sebuah karya yang besar tentu saja
akan memberikan pengaruh yang besar pula kepada hidup dan kehidupan
manusia.
Penggunaan istilah potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa
berkait erat dengan latar belakang teoritis yang digunakan. Potensi
kecerdasan berhubungan dengan kemampuan intelektual, sedangkan bakat
tidak hanya terbatas pada kemampuan intelektual. Proses mengidentifikasi
anak cerdas istimewa dilakukan dengan menggunakan pendekatan multi
dimensional. Artinya kriteria yang digunakan lebih dari satu (bukan sekedar
intelegensi). Batasan yang digunakan adalah anak yang memiliki dimensi
kemampuan umum pada taraf cerdas ditetapkan skor IQ 130 ke atas dengan
pengukuran menggunakan skala wechsler.
B. Ciri Ciri Anak Berbakat Istimewa
Karakteristik anak berbakat ditinjau dari segi akademik, sosial/emosi, dan
fisik/kesehatan.
1. Karakteristik Akademik
Adapun karakteristik yang dimiliki oleh seorang anak berbakat,
diantaranya:
a. Memiliki ketekunan dan rasa ingin tahu yang benar,
b. Keranjinan membaca
c. Menikmati sekolah dan belajar.
d. Memiliki perhatian yang lama terhadap suatu bidang akademik
khusus
e. Memiliki pemahaman yang sangat maju tentang konsep, metode, dan
terminologi dari bidang akademik khusus
f. Mampu mengaplikasikan berbagai konsep dari bidang akademik
khusus yang dipelajari pada aktivitas-aktivitas bidang lain

g. Kesediaan mencurahkan sejumlah besar perhatian dan usaha untuk


mencapai standar yang lebih tinggi dalam suatu bidang akademik,
h. Memiliki sifat kompetitif yang tinggi dalam suatu bidang akademik
dan motivasi yang tinggi untuk berbuat yang terbaik
i. Belajar dengan cepat dalam suatu bidang akademik khusus
j. Mudah menyerap pelajaran.
Salah satu contoh yang digambarkan oleh Kirk (1986) bahwa seorang
anak berbakat berusia 10 tahun, ia memiliki kemampuan akademik dalam
hal membaca sama dengan anak normal usia 14 tahun, dan berhitung
sama dengan usia 11 tahun, anak ini memiliki keberbakatan dalam
membaca.
2. Karakteristik Sosial
Ada beberapa ciri individu yang memiliki keberbakatan sosial, yaitu:
a. Diterima oleh mayoritas dari teman-teman sebaya dan orang dewasa,
b. Keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan sosial, mereka
memberikan sumbangan positif dan konstruktif
c. Kecenderungan dipandang sebagai juru pemisah dalam pertengkaran
dan pengambil kebijakan oleh teman sebayanya
d. Memiliki kepercayaan tentang kesamaan derajat semua orang dan
jujur
e. Perilakunya tidak defensif dan memiliki tenggang rasa
f. Bebas dari tekanan emosi dan mampu mengontrol ekspresi
emosional sehingga relevan dengan situasi
g. Mampu mempertahankan hubungan abadi dengan teman sebaya dan
orang dewasa
h. Mampu merangsang perilaku produktif bagi orang lain
i. Memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menanggulangi situasi
sosial dengan cerdas, dan humor.
Dicontohkan pula oleh Kirk bahwa anak yang berbakat dalam hal social
dan emosi, bahwa seorang anak berusia 10 tahun memperlihatkan
kemampuan penyesuaian sosial dan emosi (sikap periang, bersemangat,
kooperatif, bertanggung jawab, mengerjakan tugasnya dengan baik,

membantu temannya yang kurang mampu dan akrab dalam bermain).


Sikap-sikap yang diperlihatkannya itu sama dengan sikap anak normal
usia 16 tahun.
3. Karakteristik Fisik/Kesehatan
Dalam segi fisik, anak berbakat memperlihatkan :
a. memiliki penampilan yang menarik dan rapi,
b. kesehatannya berada lebih baik atau di atas rata-rata, (studi
longitudinal Terman dalam Samuel A. Kirk, 1986).Dicontohkan pula
oleh Kirk bahwa seorang anak berbakat usia 10 tahun memiliki
tinggi dan berat badan sama dengan usianya. Yang menunjukkan
perbedaan adalah koordinasi geraknya sama dengan anak normal
usia 12 tahun. Mereka juga memperlihatkan sifat rapi.
Karakteristik anak berbakat secara umum, seperti yang dikemukakan oleh
Renzulli, 1981 (dalam Sisk, 1987) menyatakan bahwa keberbakatan
(giftedness) menunjukkan keterkaitan antara 3 kelompok ciri-ciri, yaitu (a)
kemampuan kecerdasan jauh di atas rata-rata, (b) kreativitas tinggi dan (c)
tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas (task commitment).
Masing-masing ciri mempunyai peran yang menentukan.
Seseorang dikatakan berbakat intelektual jika mempunyai inteligensia tinggi.
Sedangkan kreativitas adalah sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu
yang baru, memberikan gagasan baru, kemampuan untuk melihat hubunganhubungan yang baru antara unsur-unsur yang sudah ada. Demikian pula
berlaku bagi pengikatan diri terhadap tugas. Hal inilah yang mendorong
seseorang untuk tekun dan ulet meskipun mengalami berbagai rintangan dan
hambatan karena ia telah mengikatkan diri pada tugas atas kehendaknya
sendiri.
1.

Karakteristik Intelektual-Kognitif

a. Menunjukkan atau memiliki ide-ide yang orisinal, gagasan-gagasan


yang tidak lazim, pikiran-pikiran kreatif.
b. Mampu menghubungkan ide-ide yang nampak tidak berkaitan
menjadi suatu konsep yang utuh.
c. Menunjukkan kemampuan bernalar yang sangat tinggi.
d. Mampu menggeneralisir suatu masalah yang rumit menjadi suatu hal
yang sederhana dan mudah dipahami.
e. Memiliki kecepatan yang sangat tinggi dalam memecahkan masalah.
f. Menunjukkan daya imajinasi yang luar biasa.
g. Memiliki perbendaharaan kosakata yang sangat kaya dan mampu
mengartikulasikannya dengan baik.
h. Biasanya fasih dalam berkomunikasi lisan, senang bermain atau
merangkai kata-kata.
i. Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang
diberikan.
j. Memiliki daya ingat jangka panjang (long term memory) yang kuat.
k. Mampu menangkap ide-ide abstrak dalam konsep matematika
l.
m.
n.
o.

dan/atau sains.
Memiliki kemampuan membaca yang sangat cepat.
Banyak gagasan dan mampu menginspirasi orang lain.
Memikirkan sesuatu secara kompleks, abstrak, dan dalam.
Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam
waktu yang bersamaan dan cepat mengaitkan satu dengan yang
lainnya.

2.

Karakteristik Persepsi/Emosi
a. Sangat peka perasaannya.
b. Menunjukkan gaya bercanda atau humor yang tidak lazim (sinis, tepat
sasaran dalam menertawakan sesuatu hal tapi tanpa terasa dapat
menyakiti perasaan orang lain).
c. Sangat perseptif dengan beragam bentuk emosi orang lain (peka
dengan sesuatu yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain).
d. Memiliki perasaan yang dalam atas sesuatu.
e. Peka dengan adanya perubahan kecil dalam lingkungan sekitar (suara,
aroma, cahaya).
f. Pada umumnya introvert.
g. Memandang suatu persoalan dari berbagai macam sudut pandang.
h. Sangat terbuka dengan pengalaman atau hal-hal baru

10

i. Alaminya memiliki ketulusan hati yang lebih dalam dibanding anak


lain.
3.

Karakteristik Motivasi dan Nilai-Nilai Hidup


a. Menuntut kesempurnaan dalam melakukan sesuatu (perfectionistic).
b. Memiliki dan menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri sendiri
dan orang lain.
c. Memiliki rasa ingin tahu dan kepenasaran yang sangat tinggi.
d. Sangat mandiri, sering merasa tidak perlu bantuan orang lain, tidak
terpengaruh oleh hadiah atau pujian dari luar untuk melakukan sesuatu
(self driven).
e. Selalu berusaha mencari kebenaran, mempertanyakan dogma, mencari
makna hidup.
f. Melakukan sesuatu atas dasar nilai-nilai filsafat yang seringkali sulit
dipahami orang lain.
g. Senang menghadapi tantangan, pengambil risiko, menunjukkan
perilaku yang dianggap nyerempet-nyerempet bahaya.
h. Sangat peduli dengan moralitas dan nilai-nilai keadilan, kejujuran,
integritas.
i. Memiliki minat yang beragam dan terentang luas.

4.

Karakteristik Aktifitas
a. Punya energi yang seolah tak pernah habis, selalu aktif beraktifitas
dari satu hal ke hal lain tanpa terlihat lelah.
b. Sulit memulai tidur tapi cepat terbangun, waktu tidur yang lebih
sedikit dibanding anak normal.
c. Sangat waspada.
d. Rentang perhatian yang panjang, mampu berkonsentrasi pada satu
persoalan dalam waktu yang sangat lama.
e. Tekun, gigih, pantang menyerah.
f. Cepat bosan dengan situasi rutin, pikiran yang tidak pernah diam,
selalu memunculkan hal-hal baru untuk dilakukan.
g. Spontanitas yang tinggi.

11

C.

FAKTOR

Faktor yang menyebabkan Anak dengan Cerdas Istimewa/Berbakat Istimewa


(gifted)

1.

Hereditas

Hereditas adalah faktor yang diwariskan dari orang tua, meliputi kecerdasan,
kreatif produktif, kemampuan memimpin, kemampuan seni dan psikomotor.
Dalam diri seseorang telah ditentukan adanya faktor bawaan yang ada setiap
orang, dan bakat bawaan tersebut juga berbeda setiap orangnya. Namun U.
Branfenbrenner dan Scarr Salaptek menyatakan secara tegas bahwa sekarang
tidak ada kesangsian mengenai faktor genetika mempunyai andil yang besar
terhadap kemampuan mental seseorang.

2.

Lingkungan

Lingkungan, hal-hal yang mempengaruhi perkembangan anak berbakat


ditinjau dari segi lingkungannya (keluarga, sekolah dan masyarakat).
Lingkungan mempunyai peran yang sangat besar dalam mempengaruhi
keberbakatan seorang anak. Walaupun seorang anak mempunyai bakat yang
tinggi terhadap suatu bidang, tanpa adanya dukungan dan perhatian dari
lingkungannya seperti, masyarakat tempat dia bersosialisasi, keluarga tempat
ia menjalani kehidupan berkeluarga, tempat dia menjalani kehidupan dan
mengembangkan keberbakatan itu dapat membantunya dalam mencapai
ataupun memaksimalkan bakatnya tersebut.

D.

JENIS

12

Anak berbakat atau anak cerdas istimewa / bakat istimewa atau CIBI atau
anak gifted termasuk dalam kategori jenis anak berkebutuhan permanen
dalam kesulitan belajar. Anak berbakat atau anak yang memiliki kemampuan
dan kecerdasan luar biasa adalah anak yang memiliki potensi kecerdasan
(intelegensi), kreatifitas, dan tanggung jawab terhadap tugas (task
commitment) diatas anak-anak seusianya (anak normal), sehingga untuk
mewujudkan potensinya menjadi prestasi nyata, memerlukan pelayanan
pendidikan khusus.

Adapun tipe ini disampaikan pada Seminar Nasional Potensi Luar Biasa
Sejuta Anak Cerdas Istimewa, pada tanggal 23 Februari 2010 di Jakarta.

1. Tipe I (The Succesful)


Dalam dunia pendidikan, menurut Betts dan Neihart, anak-anak gifted yang
terindentifikasi sebanyak 90 persen adalah dari kelompok tipe ini. Mereka
adalah anak-anak yang mampu meraih prestasi yang sangat baik, dan dapat
mengikuti

sistem

pendidikan

konvensional

dengan

baik.

Mereka

mendengarkan dan mempelajari dengan baik apa yang diajarkan baik di


sekolah maupun di rumah. Dalam berbagai tes atau ujian mereka juga meraih
skor yang tinggi, disamping itu mereka dapat terpilih dan mendapatkan
tempat dalam program pendidikan anak gifted.
Terhadapnya, lingkungan baik pihak sekolah maupun orang tua sangat
percaya bahwa dirinya dapat meraih prestasi sebaik-baiknya. Ia sangat
disenangi oleh sekolah, orang tua dan diterima dengan baik oleh teman-teman
sebanyanya.

Ia

juga

tidak

mengalami

masalah

dalam

pergaulan.

Perkembangan sosial emosionalnya sangat baik. Terhadap anak-anak ini pula,


orang disekitarnya tidak melihat apa kekurangannya. Namun sebetulnya ia
kurang bisa belajar secara mandiri. Ia mendapatkan prestasi karena dukungan
dan bimbingan. Bukan karena mengembangkan minatnya secara mandiri.
13

Kelihatannya ia memiliki konsep diri yang positif, sebagai bentukan karena ia


mempunyai prestasi yang baik dan lingkungan yang dapat menerima dirinya
dengan baik. Mereka memang menyabet nilai kompetensi yang tinggi saat
sekolah. Namun sebetulnya mereka tidak bisa mengembangkan talentanya
secara mandiri.

2. Tipe II (The Challenging)


Tipe ini sering tidak teridentifikasi oleh sekolah atau orang tua karena mereka
tidak menunjukkan prestasi yang baik. Mereka biasa melakukan segala
sesuatu secara spontan dan seringkali spontanitas itu dianggap kegiatan yang
mengacaukan, tidak teratur dan tidak patuh. Anak kelompok ini biasanya
memiliki tingkat kreatifitas yang sangat tinggi, namun tidak belajar untuk
memanfaatkan kebolehannya. Anak ini lebih banyak frustasi karena sistem
pendidikan tidak memberikan keleluasan dan perhatian kepada mereka baik
kreatifitasnya maupun talentanya.
Kelompok gifted ini adalah kelompok anak yang beresiko tinggi, karena luput
dari perhatian dan tidak ditangani dengan baik dan berakibat pada putus
sekolah, perilaku bermasalah dan masuk ke dalam sirkuit kenakalan remaja
dan penyalahgunaan obat terlarang.
3.

Tipe III (The Underground)

Kelompok ini adalah kelompok yang menyembunyikan talenta dan


kemampuannya. Umumnya terjadi pada kelompok gifted perempuan diusia
sekolah

lanjutan

pertama.

Mereka

cenderung

menyembunyikan

kemampuannya untuk bisa diterima oleh teman sebayanya. Pada lelaki


biasanya terjadi ketika masa usia SMA karena mereka meresppon
perkembangan sosial yang terjadi disekelilingnya. Ciri mereka biasanya
diawal tahun pelajaran cenderung mampu memaksimalkan kemampuannnya,
namun ketika menjelang akhir mereka mengalami penurunan yang drastis dan
bahkan menolak kelebihan yang ada pada dirinya.
14

Anak seperti ini adalah kelompok anak yang merasa tidak nyaman, tidak
aman dan merasa cemas. Bahkan tekanan tidak hanya muncul dari dirinya
sendiri, namun juga dari lingkungan. Teman sebayanya menekan kemampuan
mereka untuk bisa menerima kelebihan mereka. Tidak hanya itu bahkan orang
tua dan guru sekalipun memberikan tekanan yang tidak kalah beratnya
kepada mereka.

4.

Tipe IV (The Dropouts)

Kelompok ini memiliki potensi yang tinggi namun tidak mendapatkan


dukungan yang baik dari sekolah dan orang tua. Mereka cenderung tidak bisa
memunculkan prestasinya dengan harapan dan kemampuannya sendiri.
Sistem pendidikan di sekolah menyebabkan ke-frustasi-an dan pada akhirnya
membawanya pada penarikan diri dan kondisi depresi.
Tipe ini merupakan dampak dari tidak adanya penanganan yang baik untuk
anak kelompok II atau The Chalanging yang berlanjut kepada frustasi dan
depresi. Frustasi dan depresi ini bisa muncul di sekolah tingkat lanjut namun
pada dasarnya telah dimulai sejak pendidikan dasar. Droupout bukan saja
dalam bentuk prestasi sekolah yang menurun namun juga secara mental dan
emosional.
Kelompok ini memang merupakan kelompok anak gifted yang terlambat
diidentifikasi. Di sekolah dasar ia tidak terdekteksi sebagai anak gifted.
Akhirnya anak seperti ini memiliki motivasi internal yang sangat lemah.
Kelompok ini membutuhkan kerjasama dengan yang baik dengan orang yang
dewasa yang memang dipercayai. Orang tua juga memerlukan bimbingan
khusus agar dapat menghadapinya dengan baik. Kepada anak ini perlu
dilakukan tes untuk melihat dibagian apa kekuatannya.

5.

Tipe V (The Double Labeled)


15

Merupakan kelompok gifted yang memiliki gangguan secara fisik, emosional


tatupun gangguan belajar (learning disabilities). Anak kelompok ini
memerlukan program khusus untuk modifikasi program yang sesuai dengan
kondisinya. Seringkali ia tidak menunjukkan prestasi sebagaimana anak
gifted pada umumnya karena mereka lebih sering dilihat dari sisi lemahnya,
bukan kekuatannya. Misalnya tulisan yang jelek disebabkan karena motorik
halusnya terganggu atau perilakunya yang kacau sehingga tidak dapat
menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Anak-anak ini juga seringkali kesulitan menyelesaikan tugas-tugasnya karena
ketidakbiasaannya sebagai akibat gangguan yang memang kasat mata.
Bila sekolah dan orang tua tidak mampu menemukan sumber kekurangannya
lalu berlanjut secara terus menerus maka akan memunculkan kefrustasian,
merasa tidak dihargai, tak dibantu dan merasa terasing. Bahkan si anak
sendiri mungkin tidak mengakui dan menyadari sumber masalahnya sendiri
secara spesifik.
Sekolah dan orang tua sering tidak mengakui bahwa sesungguhnya anak itu
luar biasa karena memang secara fisik dan tampilam, mereka tidak mampu
memperlihatkannya secara baik. Karena tidak teridentifikasi, pihak sekolah
hanya

melihat

dan

menangani

kekurangannya

saja

namun

faktpr

kelebihannya tidak terkelola dengan baik.


6.

Tipe VI (The Outonomous Learner)

Anak gifted yang sangat mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang
sangat kuat. Ia dapat mengembangkan diri secara kreatif dan mampu
memanfaatkan segala sesuatu yang ditawarkan dalam pendidikan. Apa yang
didapatkan dari sekolah dapat ia kembangkan sendiri sebagai sesutau yang
baru. Ia tidak tergantung kepada orang lain dan sangat independen. Ia dapat
menentukan sendiri apa yang ingin dicapainya, mempunyai sikap diri yang
positif. Ia juga mampu mengekspresikan perasaan, tujuan dan cita-citanya
dengan baik dan bebas. Ia sangat disayangi oleh lingkungan dan mendapatkan

16

dukungan

positif.

Biasanya

ia

terpilih

menjadi

pemimpin

dalam

kelompoknya, baik di sekolah maupun di masyarakat.


C. Hasil Observasi
Anak berbakat istimewa yang kami temui bernama Alya Sausan.
Seorang siswi kelas 5 Sekolah Dasar Al Firdaus yang memiliki bakat
pantomim dan melukis. Bakat pantomim yang dimilikinya telah diikutkan
dalam beberapa perlombaan. Terakhir Alya meraih juara 2 pantomim tingkat
kota.
Berdasarkan hasil observasi, Alya ini termasuk anak berbakat tipe 5
karena Alya memiliki gangguan fisik yaitu tuna rungu. Dia membutuhkan
guru pendamping karena motorik halusnya terganggu sehingga tidak dapat
menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Disamping itu dari observasi yang kami lakukan, dapat kita ketahui
bahwa anak dengan bakat istimewa memiliki kekurangan dalam hal
bersosialisasi dengan temannya. Rata-rata mereka memerlukan waktu satu
semester untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun seiring
berjalannya waktu, setelah bisa berbaur dengan teman-temannya dia menjadi
sosok anak yang sangat aktif dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
Mereka aktif dalam bergaul dengan teman-temanmnya. Hanya saja mereka
sangat peka apabila ada orang yang membicarakannya. Hal itu diketahui dari
pengakuan pembimbingnya yang menyatakan bahwa ketika mereka merasa
dibicarakan mereka langsung menghampiri pendampingnya dengan muka
murung lalu memberitahu jika mereka sedang dibicarakan oleh orang lain.
Selain itu anak berbakat istimewa sangat terbuka dengan guru
pendampingnya. Mereka dapat dengan leluasa bercerita tentang hal-hal yang
bersifat pribadi. Contohnya ketika berbicara tentang orang yang disukainya.
Anak anak normal pada umumnya sangat tertutup tentang hal seperti ini,
namun tidak untuk anak berbakat istimewa. Mereka sangat terbuka
menceritakan segala perasaannya kepada guru pendampingnya.
Dalam hal perkembangan akademiknya, anak berbakat lebih mudah
memahami bahasa temannya dari pada bahasa gurunya. Hasil prestasinya
dapat bersaing dengan anak pada umumnya.

17

Anak berbakat istimewa mengikuti pelajaran seperti teman-teman


mereka lainnya. Hanya saja dalam pembelajaran mereka lebih dikhususkan.
Yaitu setiap anak berbakat istimewa diberi satu pembimbing yang memantau
mereka dan membantu mereka dalam mengikuti palajaran di sekolah.
Contohnya dalam mengikuti pelajaran, masing masing pendamping
membantu anak yang didampinginya memahami penjelasan guru yang sedang
menjelaskan. Sedangkan saat belajar di rumah, pendamping juga berperan
dalam membantu anak belajar namun secara tidak langsung yakni dengan
memberikan sebuah buku yang berisi rangkuman materi selama pembelajaran
tiap harinya, sehingga orang tua anak berbakat istimewa mengetahui
pelajaran yang dipelajari anaknya setiap hari. Dengan begitu orang tua anak
berbakat istimewa dapat membantu anaknya belajar di rumah.
Selain itu teman-teman sekelas anak berbakat istimewa diminta untuk
selalu membantu mereka dalam mengikuti pelajaran. Contohnya saat di kelas
sebenarnya duduknya satu-satu tidak berdampingan, namun khusus untuk
anak berbakat mereka diperbolehkan duduk berdampingan dengan temannya.
Sehingga ketika mereka kurang jelas dengan apa yang disampaikan guru,
mereka dapat bertanya kepada teman sebangkunya.
Berikut gambaran suasana belajar di sekolah dan buku pendampingnya:

18

19

20

21

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Anak berbakat istimewa adalah anak yang mempunyai potensi unggul di
atas potensi yang dimiliki oleh anak-anak normal. Para ahli dalam bidang
anak-anak gifted memiliki pandangan sama ialah keunggulan lebih

bersifat bawaan dari pada manipulasi lingkungan sesudah anak dilahirkan


Ciri ciri anak berbakat istimewa
1. Sangat peka perasaannya
2. Memiliki perasaan yang dalam atas sesuatu.
3. Sangat terbuka dengan pengalaman atau hal-hal baru
4. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi
Untuk cara mengajar, mereka lebih dikhususkan. Yaitu setiap anak
berbakat istimewa diberi satu pembimbing yang memantau mereka dan

membantu mereka dalam mengikuti palajaran di sekolah.


Yang harus dilakukan orang tua untuk menghadapi anaknya yang
tergolong anak berbakat istimewa adalah mereka harus membantu
anaknya belajar di rumah dengan bantuan buku ringkasan yang diberikan
oleh guru pendamping.

22

DAFTAR PUSTAKA
http://iwaksarden.blogspot.com/2013/09/pengertian-anak-cibi-cerdasistimewa.html
http://makalahpisikologi.blogspot.com/
http://meidiana-rahayu.blogspot.com/2013/11/cerdas-istimewa-danbakat-istimewa.html

23