Anda di halaman 1dari 8

Bab 1

Pendahuluan
1. Pendahuluan
IFRS 5 mengharuskan entitas-entitas untuk melakukan reklasifikasi aset tidak lancarnya di
dalam laporan posisi keuangan menjadi dikuasai untuk dijual, atau pelepasan kelompok aset
entitas bilamana manajemen memutuskan untuk menjual aset tersebut di dalam satu tahun.
kelompok aset yang dihentikan penggunaannya dapat diklasifikasikan sebagai operasi yang
dihentikan bilamana memenuhi kriteria tertentu. IFRS 5 mensyaratkan bahwa semua aset
tersebut dibukukan atas dasar yang terendah antara nilai yang tercatat atau estimasi harga jual
dikurang dengan biaya untuk menjual (nilai neto yang dapat direalisasikan). Sekali aset
tersebut direklasifikasikan sebagai aset yang dikuasai untuk dijual atau kelompok pelepasan
aset, maka aset tersebut tidak lagi merupakan subyek untuk penyusutan.
2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam IFRS 5 adalah sebagai berikut
1. Pendahuluan
2. Ruang Lingkup
3. Bilamana Dilakukan Reklasifikasi
4. Aset yang Dimiliki untuk Dijual
5. Kelompok Aset yang Dilepaskan (Dijual)
6. Pengukuran Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual atau Kelompok Aset yang
Dilepaskan
7. Perubahan dalam Klasifikasi dari yang dimiliki untuk Dijual
8. Pengungkapan

Bab 2
1

Pembahasan
IFRS 5
ASET TIDAK LANCAR YANG DIMILIKI UNTUK DIJUAL
1. Istilah Penting
Aset yang dikuasai untuk dijual (asset held for sale). Suatu aset tidak lancar yang akan
dipulihkan kembali melalui penjualan aset daripada digunakan.
Pelepasan kelompok aset (disposal group). Sekelompok aset dan kemungkinan beberapa
liabilitas bahwa suatu entitas bermaksud untuk melepaskannya atau menjualnya di dalam
suatu transaksi tunggal.
Operasi yang dihentikan (discontinued operations). Suatu komponen dari suatu entitas
dimana merupakan mayoritas lini bisnisnya yang terpisah atau operasi secara area geografis
dan telah dilepaskan, atau diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual, sebagai bagian
dari rencana tunggal yang telah dikoordinasikan untuk dilepaskan atau dijual.
Ruang Lingkup
IFRS 5 menangani aset tidak lancar yang terbanyak. Namun, standar ini tidak memasukkan
aset tertentu dari ruang lingkupnya aset yang tidak dimasukkan, diklasifikasikan menjadi dua
kategori utama:
Aset tidak lancar yang telah dinilai pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang
dibukukan di dalam laba atau rugi, seperti aset keuangan.
Aset untuk mana terdapat kendala dalam menentukan nilai wajarnya, seperti aset pajak yang
ditangguhkan, aset yang timbul dari imbalan karyawan dan hak kontraktual menurut kontrak
asuransi.
2. Bilamana Dilakukan Reklasifikasi
Bilamana kondisi berikut dipenuhi, maka Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)
mengharuskan entitas-entitas untuk melakukan reklasifikasi asetnya sebagai aset yang
dikuasai untuk dijual atau sebagai kelompok aset yang dilepaskan:
Suatu aset tidak lancar atau kelompok aset yang dilepaskan harus tersedia untuk penjualan
segera dan penjualan harus mempunyai kemungkinan tinggi untuk direalisasikan harga pasar
harus masuk akal dibandingkan dengan nilai wajar berjalan dari aset tidak lancar tersebut
atau kelompok aset yang dilepaskan.
Untuk aset yang sudah tersedia untuk dijual segera, maka tindakan yang diperlukan untuk
menyelesaikan penjualan tersebut, harus dilakukan atau mustahil untuk dibatalkan.
Penjualan harus terjadi di dalam kurun waktu satu tahun dari tanggal dimulainya
pengklasifikasian.
Apabila penjualan tidak diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun, maka aset tersebut harus
diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual jika persyaratan berikut dipenuhi:

Entitas berkomitmen untuk menjual aset tidak lancar, tetapi kondisi


dipaksakan oleh pihak lain yang menyebabkan penjualan tidak selesai

hingga suatu komitmen pembelian entitas dilakukan dan komitmen ini


sangat mungkin terjadi di dalam kurung waktu satu tahun.
Suatu komitmen pembelian entitas dilakukan, tetapi kondisi yang tidak
diharapkan, dipaksakan oleh pembeli aset tidak lancar tersebut.
Aset tidak dijual karena keadaan yang tidak memungkinkan muncul Aaset
tidak lancar harus dipasarkan pada harga yang masuk akal dan harus
memenuhi kriteria, untuk terus diklasifikasikan sebagai aset yang dikuasai
untuk dijual.

Contoh 1
Plastics Fabrication Inc, memiliki suatu fasilitas litbang di California. Oleh karena perubahan
pesat di dalam teknologi plastik, maka entitas memutuskan untuk membangun fasilitas
lainnya di Texas dimana infrastruktur industri minyak terkait tersedia Entitas memutuskan
untuk menempatkan fasilitas litbang tersebut untuk dijual melalui agen real astate yang
terkenal. Entitas akan mengosongkan bangunan tersebut bilamana ada pembeli dan kontrak
penjualan sudah ditandatangani.
Dalam hal ini, entitas nampaknya memenuhi kriteria di dalam IFRS 5, dan dengan demikian,
harus diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual.
Contoh 2
Diasumsikan fakta yang sama dengan contoh 1, kecuali entitas tidak akan mengosongkan
bangunan tersebut hingga fasilitas barunya di Texas selesai. Dengan memutarbalikkan fakta
ini, entitas mungkin tidak dapat memenuhi ketentuan dari IFRS 5 karena entitas
menempatkan batasan atas penjualan dan dengan demikian tidak dapat mengklasifikasikan
fasilitas tersebut sebagai yang tersedia untuk dijual.
Contoh 3
Common Seals Inc., berkomitmen untuk menjual fasilitas di California dan menyewa sebuah
agen untuk mempromosikan penjualannya. Entitas melakukan reklasifikasi fasilitas tersebut
dari aset tidak lancar menjadi aset yang dikuasai untuk dijual. Selama tahun bersangkutan,
kondisi ekonomi di AS sangat memburuk, di mana harga-harga menurun dan kredit tidak
tersedia untuk fasilitas yang baru. Setahun telah berlalu dan fasilitas belum juga terjual.
Manajemen masih ingin menjual asetnya dan secara aktif mempromosikannya termasuk
pengurangan atas harga jualnya.
Haruskah Common Seals Inc., mengembalikan klasifikasi fasilitas litbang menjadi suatu aset
tetap pabrik atau terus untuk membukukannya sebagai aset yang dikuasai untuk dijual?
Kriteria keempat di dalam IFRS 5 mengizinkan Common Seals Inc., untuk tetap
mempertahankan aset yang dikuasai untuk dijual karena manajemen melakukan semuanya
agar fasilitas tersebut dapat dijual walaupun entitas menghadapi kendala yang luar biasa
dalam mewujudkan penjualan tersebut.

3. Aset yang Dimiliki untuk Dijual


3

Bilamana suatu entitas memutuskan untuk menjual suatu aset tidak lancar dalam kurun waktu
setahun atau kurang, maka IFRS 5 mengharuskan entitas untuk melakukan reklasifikasi aset
sebagai dikuasai/ dimiliki untuk dijual. Peristiwa utama yang memicu reklasifikasi yaitu
bilamana entitas memutuskan untuk menjual aset daripada terus untuk menggunakannya.
Contoh 4
Entitas ABC sedang merelokasi fasilitas manufakturnya dari AS ke Cina. Bangunan pabrik
beserta tanahnya tidak diperlukan lagi dan manajemen memutuskan untuk menjualnya. Dua
tahun telah berlalu dan manajemen tidak mampu untuk menjual bangunan tersebut karena
kondisi ekonomi yang menurun di AS.
Dalam hal ini, aset harus terus untuk mereklasifikasikannya sebagai aset yang dikuasai untuk
dijual walaupun IFRS 5 mengharuskan penjualan untuk terjadi di dalam satu tahun. Oleh
karena kondisi berada di luar kendali manajemen, maka entitas masih memperlakukannya
sebagai aset yang dikuasai untuk dijual daripada aset tidak lancar yang dimaksudkan untuk
digunakan. Hal itu berarti aset harus diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual dan
dicatat atas dasar manakah yang terendah antara harga perolehan atau nilai neto yang dapat
direalisasikan.
4. Kelompok Aset yang Dilepaskan (Dijual)
IFRS 5 mendefisinikan sekelompok aset yang dilepaskan sebagai aset yang harus dilepaskan
(dijual) bersama-sama sebagai suatu kelompok di dalam suatu transaksi tunggal Suatu
kelompok aset yang dilepaskan, biasanya merupakan suatu komponen dari suatu entitas.
Misalnya, suatu komponen dari suatu entitas dapat menjadi segmen bisnis (lokasi geografis
atau lini produk), suatu unit penghasil kas, atau suatu anak entitas.
Contoh 5
Entitas XYZ memutuskan untuk mengeliminasi operasinya di AS Midwest yang menjual
produk perawatan kesehatan, tetapi akan terus beroperasi pada bagian lain dari negara
tersebut.
Dalam hal ini, aset yang berlokasi di Midwest akan dianggap sebagai kelompok aset yang
dilepaskan karena operasi milik entitas di Midwest dianggap oleh manajemen entitas sebagai
unit penghasil kas atau suatu segmen geografis.
5. Operasi yang Dihentikan (Discounted Operations)
Beberapa kelompok aset yang dilepaskan harus diklasifikasikan sebagai operasi yang
dihentikan apabila memenuhi kriteria tertentu dan operasi entitas mengalami kerugian
berulang-ulang serta entitas berniat untuk keluar bersamaan dari lini bisnis atau lokasi
geografis utama.

Contoh 6
4

Entitas XYZ telah memutuskan untuk menjual semua asetnya yang terkait dengan produk
perawatan kesehatan dan berkonsentrasi pada lini bisnis lainnya. Karena entitas keluar dari
bisnis produk perawatan kesehatan karena akumulasi kerugian, maka kerugian di dalam
laporan pendapatan komprehensif harus diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan.
6. Pengukuran Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual atau Kelompok Aset
yang Dilepaskan
Suatu aset harus diukur sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional yang
berlaku sebelum klasifikasi sebagai yang dikuasai untuk dijual.
Aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai kelompok aset yang dilepaskan atau dikuasai untuk
dijual yang diukur atas dasar mana yang lebih rendah antara jumlah yang tercatat dengan nilai
wajar dikurang dengan biaya untuk menjual. Nilai wajar adalah jumlah yang diinginkan,
suatu pihak yang berkemauan, untuk membayar suatu pembelian aset dalam transaksi wajar.
Biaya untuk menjual merupakan estimasi biaya yang penting untuk melepaskan aset seperti
biaya iklan atau biaya komisi.
Biaya untuk menjual diukur pada nilai sekarang bilamana penjualan diharapkan terjadi
setelah satu tahun. Kenaikan di dalam nilai sekarang dicerminkan sebagai biaya keuangan
dalam laba atau rugi.
Kerugian karena penurunan nilai dicerminkan sebagai laba atau rugi atas penurunan awal
atau berikut daripada aset atau kelompok aset yang dilepaskan terhadap nilai wajar dikurang
dengan biaya untuk menjual.
Kenaikan berikutnya di dalam nilai wajar dikurang dengan biaya untuk menjual suatu aset
diakui di dalam laba atau rugi hingga sebatas tidak melebihi kerugian karena penurunan nilai
kumulatif (IAS36).
Aset tidak lancar atau kelompok aset yang dilepaskan sebagai dikuasai untuk dijual tidak
boleh disusutkan.
7. Perubahan dalam Klasifikasi dari yang Dikuasai untuk Dijual
Manajemen dapat memutuskan untuk mengubah klasifikasi suatu aset yang dikuasai untuk
dijual karena kondisi yang membuat manajemen merubah rencananya untuk menjual aset
yang bersangkutan. Perubahan klasifikasi dari yang dikuasai untuk dijual terhadap aset tetap
pabrik akan mengharuskan aset tersebut dibukukan pada yang lebih rendah antara jumlah
yang dari aset sebelum klasifikasinya kepada yang dikuasai untuk dijual dengan jumlah neto
yang dapat direalisasikan daripada aset ketika manajemen memutuskan untuk tidak
menjualnya.
Contoh 7
Pada tanggal 1 Januari 2008, Mina Production Inc., mengklasifikasikan suatu fasilitas
produksi dari aset tidak lancar menjadi aset yang dikuasai untuk dijual. Jumlah yang tercatat
dari aset ketika keputusan untuk menjual sebesar $1,5juta (harga perolehan sebesar $2,2juta
dikurang dengan akumulasi penyusutan $700ribu). Satu tahun setengah kemudian, pada
tanggal 30 Juni 2009, manajemen memutuskan untuk tidak menjual aset tersebut karena
5

adanya suatu pertimbangan strategik yang baru Estimasi nilai wajar aset, bersih dari biaya
untuk menjual diestimasikan menjadi $900ribu.
Berapakah jumlah fasilitas peroduksi yang harus dibukukan pada tanggal pembatalan aset
kembali menjadi aset tidak lancar?
IFRS 5 mengharuskan entitas-entitas untuk memilih yang lebih rendah dari nilai yang tercatat
dari aset sebelum diklasifikasikan sebagai yang dikuasai untuk dijual (yaitu $1,5juta) dengan
nilai wajar dari aset yang bersih dari biaya menjual, pada tanggal pembatalan kembali kepada
aset tetap pabrik (yaitu $900ribu).
Atas dasar informasi ini, Mina Production Inc., harus membukukan aset pada $900ribu
dengan kerugian sebesar $600ribu yang harus dibukukan atas pengukuran kembali dari aset
tidak lancar.
8. Pengungkapan
IFRS 5 mengharuskan pengungkapan berikut:
Aset tidak lancar dan kelompok aset dan liabilitas yang dilepaskan harus diungkapkan
secara terpisah pada laporan posisi keuangan.
Pengungkapan juga harus meliputi keterangan aset tidak lancar dari suatu kelompok aset
yang dilepaskan, keterangan mengenai fakta dan kondisi penjualan, dan harapan cara dan
waktu pelepasan tersebut.
Setiap keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan dari pengukuran kembali aset yang
dikuasai untuk dijual atau sekelompok aset yang dilepaskan harus dilaporkan di dalam
laporan pendapatan komprehensif di dalam laba atau rugi dari operasi yang berkelanjutan.
Setiap keuntungan atau kerugian atas operasi yang dihentikan harus dilaporkan sebagai
pos tunggal, bersih dari pajak, pada halaman muka laporan pendapatan komprehensif
sebagai pos lini yang terpisah, selain itu catatan atas pengungkapan pendapatan dan beban
yang timbul dari operasi yang dihentikan.

Contoh 8
PT XYZ mempunyai aset tetap yang diperoleh 1 Desember 2004 pada biaya perolehan Rp
100 juta. Nilai residu aset diestimasikan sebesar Rp 10 juta dan masa manfaat 10 tahun. Pada
1 Desember 2007, aset tersebut diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual. Nilai
wajar diestimasikan Rp 80 juta dan biaya untuk menjual adalah Rp 3 juta. Aset tersebut
terjual pada 30 juni 2008 pada harga Rp 77 juta
Jawab:
Pada saat reklasifikasi aset tanggal 1 Desember 2007
Aset dipindahkan dari kelompok aset tetap ke kelompok aset dimiliki untuk dijual
Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset tersebut adalah Rp 77 juga. Jumlah
tersebut lebih tinggi daripada nilai tercatat aset sebesar Rp 73 juta. Jadi aset tetap diukur
pada Rp 73 juta
6

Pada saat dijual, mengakui laba dari penjualan sebesar Rp 4 juta

Jurnal 1 Desember 2007


Dr. Aset dimiliki untuk dijual
Dr. Akumulasi depresiasi
Cr.
Aset tetap

Rp 73juta
Rp 27 juta

Jurnal 30 Juni 2008


Dr. Kas
Rp 77juta
Cr.
Aset dimiliki untuk dijual
Cr.
Keuntungan penjualan aset

Rp 100 juta

Rp 73 juta
Rp 4 juta

Contoh 9
Sama seperti contoh sebelumnya, namun nilai wajar aset diestimasikan Rp 40 juta dan biaya
untuk menjual Rp 2 juta. Aset dijual pada tanggal 30 juni 2008 seharga Rp 38 juta
Desember 2007

Niai tercatat Rp 73 juta

Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp 38 juta

Jadi aset dimiliki untuk dijual diukur pada Rp 38 juta

Rugi penurunan nilai yang diakui adalah Rp 35 juta

Jurnal 1 Desember 2007


Dr. Aset dimiliki untuk dijual
Rp 38juta
Dr. Akumulasi depresiasi
Rp 27 juta
Dr. Rugi penurunan nilai
Rp 35 juta
Cr.
Aset tetap
Jurnal 30 Juni 2008
Dr. Kas
Rp 38 juta
Cr.
Aset dimiliki untuk dijual

Rp 100 juta

Rp 38 juta

Pengukuran Selanjutnya
Masih memenuhi kriteria aset dimiliki untuk dijual?
Jika IYA, maka bandingkan kembali nilai tercatat dengan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual terkini
Jika terjadi penurunan nilai atau pembalikan rugi penurunan nilai segera dicatat
Jika TIDAK memenuhi kriteria aset dimiliki untuk dijual, maka
Dihentikan pengklasifikasiannya sebagai dimiliki untuk dijual dengan pengukuran yang lebih
rendah antara:
7

Nilai tercatat (carrying amount) sebelum aset direklasifikasi


Nilai terpulihkan (recoverable amount) pada tanggal keputusan dihentikan
Selisih dengan nilai tercatat kini diakui di FS

Penyajian dan Pengungkapan


Laporan Posisi Keuangan
Disajikan terpisah sebagai kelompok aset dimiliki untuk dijual => aset lancar
Pengungkapan tentang rencana penjualan
Laporan laba rugi komprehensif
Keuntungan atau kerugian dari pelepasan aset disajikan terpisah dan diungkapkan
Kutipan dari Laporan Keuangan (Catatan atas Laporan Keuangan) yang Diterbitkan