Anda di halaman 1dari 33

Kebutuhan Nutrisi pada Anak

Nutrisi pada Anak
Di dalam pertumbuhan dan

perkembangan anak sangat dipengaruhi

oleh

beberapa faktor yaitu baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor
eksternal yang telah dikemukakan adalah nutrisi yang didapat oleh anak. Orang tua
diharapkan mempunyai pemahaman yang tepat tentang nutrisi yang diperlukan anak
untuk tumbuh dan berkembang, serta zat gizi yang dibutuhkan anak pada usia tertentu,
sehingga dapat diberikan dengan cepat walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa
lingkungan dan status social ekonomi keluarga sangat

mempengaruhi ketersediaan

nutrisi untuk anak.
Untuk

itu perawat mempunyai kewajiban untuk membantu orang tua

mendapatkan pemahaman dan
pada anak

sesuai

dengan

keterampilan yang tepat dalam
tahapan usianya. Semua

memberikan

makanan,

khususnya

nutrisi
untuk

bayi dan anak kecil harus memenuhi kebutuhan energy i dan zat gizi. Ini dapa t dicapai
dengan menggunakan beragam bahan makanan. Perlu diperhatikan bahaya

bahan

makanan yang mempunyai volume terlalu besar untuk memenuhi energy dan zat gizi
yang dibutuhkan sehingga susunan bahan – baha makanan tersebut harus seimbang.
Pada petugas kesehatan sebaiknya menganjurkan dan meningkatkan motivasi
untuk

tetap melestarikan pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Anjurkan bagi

pemberian makanan bayi dan motivasi pada keluarga sebaiknya diteruskan sampai si ibu
memutuskan menerima atau menolak untuk memberikan ASI. Si ibu perlu mengetahui
bagaimana memberikan makanan tambahan yang dapat disediakan di rumah untuk
bayinya, paling tidak setelah umur 6 bulan.
Bagi

golongan miskin

jelas tidak

bijaksana menganjurkan suplementasi

makanan bayi dengan susu formula komersial. Oleh sebab itu dicarikan alternative
pembuatan makanan bayi

yang memenuhi

persyaratan

gizi, akan tetapi mudah

disiapkan di rumah tangga dengan cara yang sederhana dan higienis. Sehubungan

1

dengan bervariasinya pangan yang tersedia serta kebiasaan makanan yang berbeda –
beda, anjuran – anjuran sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat.
A.

DEFINISI
Nutrisi

adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk

menerima bahan bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan – bahan
tersebut agar menghasilkan berbagai aktivitas dalam tubuhnya sendiri. Bahan – bahan
tersebut dikenal

dengan istilah nutrient (unsur gizi, yaitu : air, protein, lemak,

karbohidrat, vitamin dan mineral) (Mary E. Back, 2000).
Nutrien adalah zat penyusun bahan makanan yang banyak diperlukan oleh
tubuh untuk metabolisme, yaitu : air (H2O), protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan
mineral (FKUI (Edisi 1), 1985).

Nutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk

tumbuh dan

berkembang. Setiap anak mempunyai kebutuhan nutrient yang berbeda – beda dan
anak mempunyai karakteristik yang khas dalam mengkonsumsi makanan atau zat
gizi tersebut. Oleh karena itu, untuk menentukan makanan yang tepat pada anak,
tentukan jumlah kebutuhan dari setiap nutrien, kemudian tentukan jenis bahan
makanan

yang dapat dipilih untuk diolah sesuai dengan menu yang

tentukan juga

jadwal

pemberian makanan dan

perhatikan

diinginkan,
porsi

yang

dihabiskannya (Yupi Supartini, 2004).

B.

TUJUAN NUTRISI
Dalam melaksanakan

pemberian makanan yang sebaik – baiknya kepada

bayi dan anak, bertujuan sebagai berikut :
1. Memberikan nutrient yang cukup untuk kebutuhan dalam :
 Memelihara kesehatan dan memulihkannya bila sakit.
 Melaksanakan berbagai jenis aktivitas.
 Pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta psikomotor.
2

Mendidik kebiasaan yang baik tentang memakan, menyukai da n menentukan

makanan yang diperlukan (FKUI (Edisi 1), 1985).

2

C.

DAMPAK NUTRISI PADA TUMBUH – KEMBANG ANAK
Pemberian nutrisi pada anak

tidak

hanya semata – mata untuk memenuhi

kebutuhan fisik atau fisiologia anak, tetapi juga berdampak pada aspek psikodinamika,
perkembangan psikososial, dan maturasi organik. Berikut ini akan diuraikan dampak
nutrisi

pada aspek–aspek tersebut.

1. Dampak psikologis
 Psikodinamika (Freud)
Pada

anak usia bayi, pemenuhan kebutuhan yang utama adalah kebutuhan

dasar melalui oral. Fase oral berhasil dilalui apabila anak mendapatkan kepuasan dalam
pemenuhan kebutuhan oral saat makan dan minum. Kebutuhan makn dan minum anak
dipenuhi lingkungan, khususnya ibu, baik berupa air susu ibu (ASI) pada saat
menyusui

maupun makanan lumat.

Dampak psikodinamika yang diperoleh bayi

adalah kepuasaan karena terpenuhinya kebutuhan dasar dan kehangatan saat pemenuhan
kebutuhan dasar tersebut.
 Psikososial (Erikson)
Fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak menurut pendekatan
psikososial adalah tercapainya rasa
dalam pemenuhan
dapat

percaya dan tidak

percaya sebagai kegagalan

kebutuhan tersebut . Makanan dapat

merupakan stimulus yang

meringankan rasa lapar anak, dan memuaskan yang konsisten terhadap rasa

lapar dapat mempengaruhi kepercayaan anak pada lingkungannnya, terutama pada
keluarga.
 Maturasi organic (Piaget)
Perkembangan

organic

yang

dialami

anak

melalui

makanan adalah

pengalaman mendapatkan beberapa sensoris, seperti rasa atau pengecapan, penciuman,
pergerakan, dan perabaan. Dengan demikian dikenalkan berbagai macam makanan,
anak akan kaya dengan berbagai macam rasa, demikian juga dengan bertambah
kayanya penciuman melalui bahan makanan.Selain

itu, dengan makanan anak akan

dapat meningkatkan keterampilan, seperti memegang botol susu, memegang cangkir,
sendok, dan

keterampilan koordinasi

gerakan

seperti menyuap dan menyendok

makanan.
3

JENIS – JENIS KEBUTUHAN NUTRIEN YANG DIPERLUKAN BAYI DAN ANAK 1. 2004) 4 . yaitu anak akan bertambat berat dan bertambah tinggi atau meningkat secara kuantitas. Selama intrauterine (di dalam uterus). Berikut ini adalah tabel kebutuhan anak usia bayi untuk pemenuhan kebutuhan terhadap air : No. maka janin siap dilahirkan dengan berat badan. 2000) D. 1 2 3 4 5 6 Usia 3 hari 10 hari 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun Air per kg BB per hari (ml) 80 – 100 125 – 150 140 – 160 130 – 155 125 – 145 120 – 135 (Yupi Supartini. panjang badan dan pertumbuhan organ fisik lainnya yang normal. tetapi lebih pada pertumbuhan janin. apabila ibu tidak mendapt bayi dapat lahir dengan berat badan pada ibu selama masa rendah. dari hari ke hari kehamilan ibu bertambah besar dan sejalan dengan itu janin tumbuh dan berkembangsampai pada usia kehamilan yang matang. asupan nutrisi yang adekuat terutama protein akan mempengaruhi petumbuhan otak. dan remaja akan sangat mempengaruhipada pertumbuhan fisik mereka. Sebaliknya. Begitu juga setelah anak dilahirkan. Diet kehamilan akan asupan gizi yang adekuat. atau pembatasan makanan menurunkan berat badan bayi. (Yupi Supartini. Air (H2O) Air merupakan nutrien yang berfungsi menjadi medium untuk nutrien lainnya. Dampak fisiologis Dampak nutrisi pada anak yang terlihat jelas adalah terhadap pertumbuhan fisik anak. prasekolah. toddler. asupan nutrisi yang adekuat pada ibu berdampak tidak hanya pada kesehatan ibu. usia sekolah.Terutama pada trimester ke pertama pada saat terjadi pertumbuhan otak. Dengan asupan nutrisi yang adekuat.2. asupan nutrisi yang tepat untuk bayi.

kehamilan dan laktasi. Protein menghasilkan jaringan yang baru. Walaupun besar dari pada protein nabati dan lebih demikian. Protein menggantikan protei yang hilang selama proses metabolisme yang normal dan proses pengauasan yang normal. Protein dapat dipakai sebagai sumber energi. yaitu : sebagai enzim. Air merupakan media metabolisme berlangsung.  Protein nabati : yang didapat dari tumbuh – tumbuhan. (Mary E. 2. Manusia dapat hidup berminggu – minggu tanpa makanan. 2. Prote i akan hilang dalam pembentukan rambut serta kuku. Sejumlah kecil air dihasilkan oleh tempat semua proses maupun dalam metabolisme. namun tanpa air hidupnya hanya beberapa hari saja (Mery E. 3. 2000) 5 . Tedapat dua jenis protein. Protein Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial.Sekitan 65% dari bobot tubuh adalah air. 2000). kesembuhan dari cidera. 4. urine dan feses. hormone dan hemoglobin. Fungsi protein merupakan konstituen penting bagi semua jaringan tubuh. kombinasi penggunaan protein hewani dan protein nabati sangat dianjurkan dalam pemenuhan protein yang seimbang (Yupi Supartini. 2004). Jaringan baru terbentuk selama masa pertumbuhan. dan dan dalam sekresi pencernaan. Nilai gizi protein hewani lebih mudah diserap oleh tubuh. Kehilangan air terjadi melalui udara pernafasan disamping itu lewat keringat. dan permukaan kulit serta sebagai sel – sel mati yang lepas dari traktus alimentarius. Beck. Protein diperlukan dalam pembuatan protein – protein yang barudengan fungsi khusus didalam tubuh. yaitu :  Protein hewani : yang didapat dari daging hewan. Beck. Air ini merupakan unsur paling penting diantara semua nutrient dan terdapat baik dalam makanan padat minuman. yaitu : 1.

Fungsi dari lemak. Bayi yang baru mendapat asupan makanan dari ASI akan mendapatkan 40% kalori dari laktosa yang dikandung dalam ASI. sebagai berikut (Mery E. lemak dioksidasi di dalam tubuh untuk memberikan energy bagi aktivitas jaringan dan guna mempertahankan suhu tubuh. lemak merupakan sumber gliserida dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. 2004). Lema k Pada dasarnya. dan K (Yupi Supartini. 2000):  Sumber energi. Pada anak yang lebih besar yang sudah mendapatkan makanan yang banyak mengandung tepung. Lemak berfungsi untuk mempermudah absorsi vitamin yang larut dalam lemak. Endapan jaringan lemak di sekitar organ tubub yang penting akan mpertahankan organ tubuh dalam posisiny dan melindunginya terhadap rudapaksa. atau nasi. yaitu asam linoleat dan asam arakidonat. Membantu proses penyerapan dari dalam usus dan melarutkan vitamin – vitamin yang larut dalam lemak. Jaringan lemak subkutan akan mencegah kehilangan panas dari tubuh. yaitu vitamin A. sebagian lemak masuk ke dalam sel – sel tubuh dan merupakan bagian esensial dari strutur sel tersebut. nasi tim. 4. Apabila tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang memadai untuk menghasilkan energi. lemak tidak banyak dibutuhkan dalam jumlah besar kecuali lemak esensial. Pada anak usia bayi sampai kurang lebih 3 bulan.  Penyekat (isolasi). Beck. sehingga menunda waktu pengosongan lambung dan mencegah timbulnya rasa lapar. Karbohidrat Karbohidrat adalah sumber tenaga pada anak.3. seperti bubur susu. sereal. E.2004) 6 .  Perasaan kenyang. tubuh akan memecah protein dan lemak cadangan dalam tubuh (Yupi Supartini.  Perlindungan.  Vitamin larut – lemak.  Ikut serta membangun jaringan tubuh. Adanya leamak di dalam chime ketika lewat dalam duodenum mengakibatkan penghambatan peristaltis lambung dan sekresi asam.. D.

Dibawah ini kebutuhan kalori untuk bayi dan anak (marlow. Kekurangan vitamin menyebabkan tubuh merasa lelah sehingga kurang ini akan aktif dalam bekerjaserta dapat mengurangi ketajaman penglihatan. B2 : atau riboflavin penting dalam metabolisme karbohidrat. 5. Vitamin terbagi dalam dua bagian besar. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan tubuh cepat merasa lelah.45 – 0. 1988) : No.A.35 – 0.A. 7 .. kurang nafsu makan.2 – 0. yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak : Vitamin yang larut dalam air Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan C yang tidak disimpan dalam tubuh.R dan Reeding.1 1.R dan Reeding. D.7 – 1. 1988). Berikut ini adalah fungsi – fungsi dari vitamin tersebut : B1 :atau tiamin diperlukan tubuh untuk metabolism karbohidrat dalam pembentukan energi (sebagai koenzim). vitamin B mencakup vitamin B1.23 0. D. Usia Berat 1 2 3 4 5 6 7 8 (kg) 2. asam amino. kerusakan pembuluh darah dan sel saraf.23 – 0.50 45 40 – 45 25 – 40 15 – 20 Fungsi karbohidrat dioksidasi di dalam tubuh agar menghasilkan panas dan energi bagi segala bentuk aktivitas tubuh. Vitamin Vitamin adalah sejumlah zat yang terdapat dalam makanan.5 – 1.45 0. melainkan harus dikonsumsi melalui makanan tertentu.7 0.5 – 4 3–8 8 – 12 10 – 15 15 – 20 20 – 35 30 – 60 70 Neonatus 1mgg – 6bln 6 bln – 12 bln 12 bln – 24 bln 2 thn – 5 thn 6 thn – 10 thn 11 thn – 15 thn Dewasa badan Permukaan tubuh (m2) 0.6 – 0.75 Cal/kg (kg) 50 60 – 70 50 – 60 45.35 0.55 0. B2 dan B12. dan asam lemak yaitu sebagai koenzim dari flavin enzim. B. B. yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh (Marlow.7 1.

Na. kromium dan selenium. penglihatan. yang memberikan kekuatan serta rigiditas kepada jaringan tersebut. P. K : untuk proses pembentukan darah dan mineral yang dibutuhkan tubuh adalah mineral makro. NUTRISI SESUAI TUMBUH KEMBANG ANAK 8 . fosfor. natrium/ sodium. (Yupi Supartini. dan pemilihan sel epitel D : untuk penyerapan dan metabolisme kalsium dan fosfor. Fungsi mineral dalam tubuh ada 3. yaitu Ca. (Mery E. pembentukan tulang dan gigi. E : untuk berbagai senyawa yang larut dalam lemak dan berperan dalam fetilisasi manusia. 2) Mineral membentuk garam – garam yang dapat larut dan dengan demikian mengendalikan komposisi cairan tubuh. 2004) 6. 2000) E. magnesium. yaitu : 1) Mineral merupakan konstituen tulang dan gigi. 3) Mineral turut membangun enzim dan protein. D. kobalt. Mineral Unsur – unsur mineral terdapat di dalam jaringan tulang.B12 : kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia Vitamin yang larut dalam lemak Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A. kalium/ potassium. Mg. Unsur – unsure mineral di dalam tubuh kurang lebih 3% dari keseluruhan bibot tubuh. sulfur/ belerang. E. tembaga. seng. dam K serta mineral mikro yaitu Fe dan Zn. klor. misalnya : kalsioum. Sejumlah mineral yang terlibat dalam pelbagai proses tubuh : kalsium. fosfor dan magnesium. dan K. yodium. E. mangan. gigi dan protein. dan K dalam tubuh : A : untuk pertumbuhan. reproduksi. Mineral merupakan unsure esensial bagi fungs normal sebagian enzim dan sangat penting dalam pengendalian komposisi cairan tubuh.D. Beck. Berikut ini peranan penting vitamin A. besi fluor.

seperti ibu dengan komplikasi postnatal. bayi lebih baik hanya mendapatkan ASI saja (ASI eksklusif) tanpa diberikan susu formula. misalnya bubur susu yang dapat dibuat dari tepung (beras. perlu difikirkan terhadap kemungkinan adanya kelainan seperti obstruksi atau fistula esophagus. Hindarkanlah pemberian makanan tambahan seperti madu. larutan glukosa dan makanan prelakteal lainnya. Pada 4 bulan pertama. menderita penyaki menular dan sedang dalam terapi steroid atau morfin. Bayi baru lahir sampai umur 4 bulan Bayi mulai disusukan sedini mungkin.Waktu yang untuk memberikan makanan lumat dapat dipilih yang sesuai. kemudian setiap 2 minggu dalam bulan kedua dan ketiga dan seterusnya setiap bulan. yaitu bila mungkin dilakukan stiap hari pada munggu pertama. diberi bubur susu satu kali dan buah – buahan satu kali. Pada bulan keempat biasanya dimulai pemberian makanan padat. yaitu makanan lumat. Kebutuhan kalori bayi antara 100–200 kkal/kgBB. misalnya sekitar jam 09. Bayi akan lapar dan menangis terus bila ASI kurang dan hal ini juga akan terlihat dari pertumbuhan bayi yang tidak memuaskan. langsung setelah lahir.1. (Yupi Supartini.00 dengan memperhatikan bahwa kira – kira 2 jam sebelumnya tidak diberikan apa – apa. Pada umur 9 . susu dan gula. Dengan demikian bayi menyusui dengan kebutuhannya. wanita hamil. selanjutnya setiap minggu sampai akhir bulan pertama. susu formula.Selanjutnya bayi dapat diberikan buah–buahan (pisang) atau biscuit sejak usia 2 bulan sedangkan pemberian makanan lumat sampai lembik (bubur susu) pada usia 3 – 4 bulan. Usia lebuh dari 4 bulan baru dapat diberikan makanan pendamping ASI atau susu formula. Kebutuhan nutrisi pada bayi Bayi (0 sampai 24 bulan) memerlukan jenis makanan air susu ibu (ASI). jagung atau havermouth). Waktu dan lama menyusui disesuaikan dengan kebutuhan bayi (on demand). kecuali pada beberapa kasus tertentu ketika anak tidak bias mendapatkan ASI. sesuai keperluan bayi masing – masing.Untuk mengatasi pertumbuhan. bayi perlu ditimbang secara berkala. dan makanan padat. Jika setelah disusukan kemidian ternyata bayi menjadi kebiruan dan sesak nafas. 2004) Berikut ini adalah pemberian nutrisi sesuai umur pada bayi dari lahir sampai12 bulan ( Menurut : FKUI. air. 1985 ): 1.

bahan makanan sumber protein hewani (hati. pada pagi hari sebagai makan pagi.Selama masa bayi makan nasi tim harus disaring terlebih dahulu untuk memudahkan menelannya dan tidak banyak mengandung serat – serat yang dapat mempersulit pencernaan. perlu diperhatikan kemingkinan timbulnya anoreksia terhadap makanan lin. Pengaturan makan bayi yang berhasil pada masa bayi akan mempermudah kelancaran pengaturan makan pada usia selanjutnya. yaitu. pemberian telur ditangguhkan. 3. Biasanya setiap bayi sudah tahan terhadap telur pada usia 7 bulan keatas. misalnya jam 09. siang (makan siang).00 dan pada sore hari sebagai makan malam sekitar jam 17. Bayi umur 6 – 7 bulan Bayi dapat mulai diberikan nasi tim yang merupakan makanan lunak dan juga merupakan makanan campuran yang lengkap karena dapat dibuat dari beras.ini dapat pula diberikan telur ayam. buah – buahan dan telur. Dengan demikian nasi tim merupakan makanan yang mengandung nutrien yang lengkap bila dibuat dengan bahan – bahan tersebut. akan tetapi perlu waspada terhadap kemungkinan alergi dengan gejala urtikaria. dan MP – ASI : 1) Air susu ibu (ASI) 10 . Telur dapat dimakan tersendiri setelah dimasak matang atau setengah matang atau dimakan bersama – sama dengan nasi tim.00.m yaitu pada waktu pagi (makan pagi). sayuran hijau (bayam). daging cincang. sehingga anak akan kekurangan protein dan kalori. bila bayi tidak alergi. dan pada akhirnya menderita penyakit Malnutrisi Energi Protein (MEP). susu formula. tempe. Bayi umur 8 – 12 bulan Bubur susu sudah dapat diganti seluruhnya dengan nasi tim.Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada masa bayi meliputi Air Susu Ibu (ASI). Bila terjadi hal ini.00 – 18. telur atau tepung ikan) dan bahan makanan sumber protein nabati yaitu tahu. pada siang hari sebagai makan siang sekitar jam 13. Bayi umur 5 – 6 bulan Dapat diberikan 2 kali makanan bubur susu sehari. dan sore atau malam (makan malam).00. 2.Pada akhir masa bayi telah dibiasakan bayi menerima makanan 3 kali sehari.Bila bayi disusukan sesuai dengan anjuran yaitu melebihi masa 1 tahun. buah tomat dan wortel. Selama masa bayi telur cukup diberikan sekali sehari. 4.

Manfaat ASI untuk bayi adalah melindungi dari penyakit infeksi. ada beberapa kendala dalam pemberian ASI. Laktoferin yang dapat membunuh beberapa jenis organisme. Zat anti staphylococcus yang dapat manghambat pertumbuhan staphylococcus. lebih praktis. Cara menilai kecukupan ASI dalam tubuh adalah dengan menilai komponen sebagai berikut : 11 . yaitu putting susu masuk ke dalam dan perasaan nyeri yang hebat karena putting susu terluka. Sel darah putih yang dapat berfungsi sebagai fagositosis. Walaupun demikian. Laktoperiksidase yang dapat membunuh Streptococcus. mempererat hubungan dengan ibu.Dalam ASI terkandung antibody. Losozim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri. dan meningkatkan daya tahan ibu. Kandungan zat gizi ASI (setiap 100 gram) : Kalori : 68 kalori Protein : 1.2 gram Zat kapur : 30 gram Fosfor : 20 gram Vitamin A : 60 gram Tiamin : 30 gram Zat kekebalan yang terdapat dalam ASI : Immunoglobulin yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi. murah dan praktis. Dengan pemberian ASI maka kebutuhan psikologis anak sekaligus terpenuhi karena saat memberikan ASI ibu dapat memelu dan mendekap anak sehingga anak merasa dan nyaman dalam pelukan ibunya. pemberiannya mudah.7 gram Karbohidrat : 7.4 gram Lemak : 3. diare. murah dan dapat menunda masa subur. dan alergi. sedangkan manfaat untuk ibu adalah memberikan kepuasan.

bayi dengan kelainan metabolik kongenital atau bayi dengan intoleransi terhadap formula biasa. Formula ini diberikan pada 6 bulan pertama usia bayi sampai dengan usia 1 tahun tahun sebagai pelengkap jenis makanan lain. susu formula dapat dianjurkan untuk diberikan pada bayi di atas 6 bulan. yaitu bayi tampak puas dan tidur nyenyak setelah disusui dan ibu merasakan tegangan payudara sebelum dan sesudah menyusui serta merasakan aliran ASI cukup deras. b) Kurva pertumbuhan berat badan memuaskan dan menunjukkan kenaikan sebagai berikut :  Triwulan I : 150 – 250 gr/bulan  Triwulan II : 500 – 600 gr/bulan  Triwulan III : 350 – 450 gr/bulan  Triwulan IV : 250 – 350 gr/bulan  Atau usia 4 – 5 bulan : dua kali berat badan lahir dan pada usia 1 tahun tiga kali berat badan lahir. Formula ini diberikan setelah bayi berusia di atas 6 bulan sebagai makanan tambahan. c) Formula lanjutan. yaitu a) Starting formula. Formula ini khusus diberikan untuk bayi dengan kondisi khusus.a) Berat badan lahir telah tercapai kembali sekurang – kurangnya pada akhir minggu kedua setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan lebih dari 10%. (Yupi Supartini. 2004) 3) Makanan Pendamping – ASI 12 . (YupiSupartini. b) Formula adaptasi. 2004) 2) Susu formula Walaupun ASI adalah makanan utama pada bayi teritama usia 0 – 6 bulan. Formula ini diberikan dengan kompssosisi mendekati ASI sebagai adaptasi. seperti bayi premature. c) Penilaian subjektif. d) Medical formula (formula khusus). Ada 4 klasifikasi susu formula.

Pada umur 6 – 9 bulan bibir bayi sudah dapat mengatup rapat pada cangkir. sedangkan produiksi ASI relative tetap. Disamping itu ASI masih mencukupi kebutuhan bayi asampai 4 – 6 bulan pertasma kehidupan. Pada umur 6 – 7 bulan bayi sudah dapat duduk. 2. 3. Hal ini erat dengan 4 – 6 bulan. bayi dapat diberikan makanan yang dapat dipegang sendiri atau makanan kecil yang dapat dijimpit. Pada saat bayi diberi kesempatan mempraktekkan kepandaiannya tersebut dengan memberikan makanan lumat. Pada umur 4 bulan tersebut. sehingga dapat diberikan makanan yang lebih kasar. bayi sudah mengeluarkan air liur lebih banyak dan produksi enzim amilase lebih banyak pula. maka lidah bayi dapat memindahkan makanan tersebut ke arah belakang dan menelannya. sehingga dapat diberikan makanan dalam posisi duduk. sehingga dapat dilatih minum memakai cangkir/ gelasyang dipegang oleh orang lain. Kebutuhan energi bayi untuk pertumbuhan dan aktivitas dan aktivitas makin beratambah. Alasan pemberian MP – ASI dimulai sejak pada umur 4 – 6 bulan (menurut : Soetjiningsih. Pada bulan pertama sebaiknya bayi hanya mendapat ASI (Exclusive Breast Feeding = ASI ekslusif). menelan. Dengan kemampuan motorik halus dimana pada awalnya bayi memegang dengan kelima jari tangannya kemudian umur 9 bulan bayi sudah dapat menjimpit. Dengan bertambah matangnya kemampuan oromotor. Sebaiknya MP – ASI mulai diberikan pada umur 4 – 6 bulan.Saat mulai diberikan MP – ASI tersebut harus disesuaikan dengan maturitas saluran pencernaan bayi dan kebutuhannya. dan siap mengisap makanan yang cair saja. maka untuk mengembangkan kemampuan tersebut. abyi sudah mampu malakukan koordinasi mengisap. Bayi sudah bisa menutup mulutnya dengan rapat dan menggerakkan lidah ke muka belakang. bayi umur 6 – 9 bulan mulai belajar mengunyah dengan menggerakkan rahang ke atas dan kebawah. Sehingga bayi siap menerima makanan lain selain ASI. adalah : 1. Sehingga diperlukan tambahan makanan selain ASI yang dumulai pada umur 4 – 6 bulan untuk membiasakan bayi makan makanan lain selain ASI. Apabila makanan disuapkan ke dalam mulutnya. 4) Pengaturan makanan untuk bayi dan anak sehat 13 . 2002).

yaitu bergerak terus.  Apabila jumlah makanan yang dikonsumsi lebih banyak.  Bila bayi berasal dari keluarga vegetarian atau hanya memakan sayuran saja. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan padat :  Bayi telah siap menerima makanan dalam bentuk padat  Berikan makanan padat sesuai dengan kemampuan anak mengunyah. serta dapat menyatakan keinginannya. Pada usia di atas 4 bulan boleh diberikan makanan luamat berupa bubur susu 1 kali dan buah 1 kali. Pada usia 0 – 4 bulan. ASI harus langsung diberikan sesaat setelah melahirkan hindari pemberian makanan tambahan seperti madu.  Kenalkan jenis makanan untuk satu waktu. Selain itu. perubahan konsistensi feses). glukosa dan makanan pralakteal lainnya. tidak bisa diam dan sulit untuk diajak duduk dalam waktu yang relatif lama.  Berikan makanan secara bertahap (misalnya 1 atau 2 sendok di hari pertama kemudian meningkat menjadi 3 – 4 sendok pada hari berikutnya dan seterusnya). 2. Untuk bayi. sayuran dan daging atau ikan. Untuk bayi usia 5 – 6 bulan diberikan 2 kali bubur susu. Makanan padat. pada 14 .  Biarka bayi mencoba mengenal cara makan (misalnya memainkan sendoknya)  Jangan terburu – buru dalam memberikan makanan. makanan utama adalah ASI ditambah makanan pelengkap.  Observasi tanda alergi makanan (misalnya : kulit merahflatus terus. asupan susu harus dikurangi. maka tambahkan zat besi (Fe). kuat menahan leher dan kepalanya. dan bubur susu tidak diberikan lagi. Untuk bayi usia 6 – 7 bulan dapat dimulai dengan pemberian nasi tim dengan campuran antara beras. Makanan padat mulai diberikan pada usia di atas 4 bulan.  Berikan makanan pada saat anak lapar. Kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler Anak usia toddler mempunyai karakteristik yang khas. terutama makanan padat. Bayi umur 8 – 12 bulan diberikan nasi tim dengan frekuensi 3 kali sehari. saat bayi mulai belajar duduk.Berikut ini adalah beberapa pengaturan makanan untuk bayi dan anak sehat : 1. 1. buah – buahan dan telur.

Waktu makan merupsksn kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar dan bersosialisasi dengan keluarga.usia 12 sampai 18 bulan pertumbuhan sedikit lambat sehingga kebutuhan nutrisi dan kalori. Kebutuhan kalorinya adalah 85 kkal/kgBB.  Nafsu makan anak sering kali berubah yang mungkin pada hari ini makannya cukup banyak dan pada hari berikutnya makannya sedikit.  Beri kesempatan anak untuk belajar makan mandiri. 3. Anjurkan untuk orang tua dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut :  Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan. Jangan berharap anak dapat makan dengan rapi sebagaimana anak yang lebih besar karena usia toddler belum mampu melakukannya. Kebutuhan kalori kurang lebih 100 kkal per kg berat badan (BB). Anjuran untuk orang tua dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut : 15 .  Kurangi frekuensi minum susu. Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau lingkungannya   dari pada makan. Anak mulai senang mencoba jenis makanan baru.  Biasanya anak menyukai jenis makanan tertentu. Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak Prasekolah adalah sebagai berikut :   Nafsu makan berkurang.  Jangan menuruti kecenderungan anak untuk hanya menyukai satu jenis makanan tertentu.  Berikan makanan pada saat masih hangat dengan porsi yang tidak terlalu lancer. Dianjurkan untuk memberikan 2 kali sehari saja. Karakteristik terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler :  Anak sukar atau kurang mau makan. misalnya memberi makan sambil mengajaknya bermain. Kebutuhan nutrisi pada anak usia pra sekolah Anak usia Pra Sekolah mengalami pertumbuhan sedikit lambat. Kenalkan selalu dengan jenis makanan baru.  Anak cepat bosan dan tidak tahan makan sambil duduk dalam waktu lama.

2) Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah dan di lingkungan luar rumah serta adanya reklame atau iklan makanan tertentu di televisi yang dapat mempengaruhi pola makan atau keinginannya untuk mencoba makanan yang belum dikenalnya. interaksi social. Makanan baru tidak harus yang berharga mahal. seperti nasi 3 kali sehari. 3) Kebiasaan menyukai satu makanan tertentu berangsur – angsur hilang. 4) Pengaruh aktivitas beramain dapat menyeababkan keinginan yang lebih besar pada aktivitas bermain dari pada makan. sehingga kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kgBB. yaitu 4 sampai 5 kali sehari. 4. Fasilitasi anak untuk dapat mengekspresikan ide.  Fasilitasi anak untuk mencoba jenis makanan baru. berikan makanan ringan di antara waktu makan tersebut. serta peraasaannya saat makan bersama dan fasilitasi anak untuk berinteraksi secara efektif dengan Anda atau anggota keluarga lainnya. 16 . Apabila memberikan makanan padat. yang penting memenuhi gizi seimbang. Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak usia sekolah adalah sebagai berikut : 1) Anak dapat mengatur pola makannya sendiri. Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti. nilai moral dan budaya dari lingkungan kelompok teman sekolah dan guru. Kebutuhan nutrisi pada anak usia sekolah Anak usia sekolah mempunyai lingkungan social yang lebih luas selain keluarganya.  Apabila makanan yang dikonsumsi cenderung sedikit. Bahkan bermain dengan teman sekolah dirasakan anak sebagai sesuatu yang lebih menyenangkan dari pada bermain di lingkungan rumah. Pertahankan kebiasaan makan yang baik dengan cara mengajarkan anak mengenal nutrisi.  Izinkan anak untuk membentu orang tua menyiapkan makanan dan jangan terlalu banyak berharap anak dapat melakukannya dengan tertib dan rapi. Susu cukup diberikan 1 – 2 kali sehari. pikiran. berikan dengan frekuensi lebih sering. misalnya dengan menggambar atau melakukan aktivitas bermain yang lain. yaitu lingkungan sekolah tempat anak belajar mengembangkan kemampuan kognitif.

sedangkan untuk aktivitas fisik. danm mineral. kelompok. d) Fasilitasi orang tua untuk tidak membiasakan anak mendapat jajanan di sekolah ataupun di lingkungan luar rumah karena belum tentu sehat dan hal itu bukan pola kebiasaan yang baik bagi anak. 17 . vitamin. anak laki – laki memerlukan 60 kkal per kg BB dan anak perempuan 50 kkal per kg BB. Untuk memenuh kebutuhan perkembangan yang sangat cepat tersebut. b) Motivasi anak untuk tetap menyukai jenis makanan yang baru. maupun kegiatan kelompok lainnya. karbohidrat. Kebutuhan kalori anak dipengaruhi oleh waktu pencapaian anak untuk masuk fase prapubertas. Anjurkan untuk selalu menyediakan makanan kecil untuk dibawa ke sekolah maupun disediakan di rumah. Jadi. hal itu akan mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan seks anak. Kebutuhan nutrisi pada anak usia remaja Usia remaja adalah fase anak tumbuh dan berkembang sangat cepat. klub olahraga. Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak usia remaja adalah sebagai berikut : 1) Besarnya pengaruh kelompok atau geng akan mempengaruhi pola kebiasaan makan anak. yaitu lebih banyak protein.Anjuran untuk orang tua dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut : a) Motivasi orang tua untuk membiasakan anak dengan pola makan yang baik. anak perempuan lebih dini memerlukan peningkatan kalori dibandingkan dengan anak laki – laki. Apabila pemenuhan kebutuhan nutrisi anak kurang. c) Jelasakan pada anak bahwa waktu makan bersama keluarga adalah lebih baik dari pada bermain karena saat itu dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk berkonsultasi dengan orang tua dan bagi orang tua untuk mengetahui pengalaman yang diperoleh anak di sekolah dan di lingkungannya. Anak perempuan usia 11 tahun sudah memasuki prapubertas dan anak laki – laki pada usia 12 tahun. anak membutuhkan nutrisi esensial. 2) Anak sering kali tidak sempat makan di rumah karena banyak aktivitas di luar rumah baik di sekolah. 5.

b) Fasilitasi orang tua untuk cermat mengamati pemenuhan kebutuhan nutrisi anak remaja terutama apabila anak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler atau aktivitas sosial. Menu rumah sakit harus memberikan hidangan yang gizinya memadai dan memenuhi selera anak 18 . Perawat harus memberikan perhatian pada penyajian suatu hidangan maupun pada kandungan nutrient dalam hidangan tersebut. Pada beberapa anak perempuan. Sebaliknya. anjurkan orang tua untuk dapat memilihkan jenis makanan ringan yang bergizi. anjurkan orang tua berkonsultasi kepada ahli yang berkaitan dengan masalah nutrisi anak remaja. sehingga mengkonsumsi makanan secara berlebihan apabila anak tidak mempunyai kemampuan koping yang positif. 4) Anak memasuki fase pubertas sehingga mereka mulai memperhatian bentuk badannya. hal ini akan mempengaruhi pola makannya yang diatur dan dibatasi karena takut kegemukan. Anak yang tidak menghiraukan jumlah makannya.3) Kareana perubahan aktivitas yang lebih banyak memakan waktu di luar ruamah. Pasien-pasien ini harus segera di kenali harus diawasi setiap makanan yang masuk dan diberikan diet yang sesuai dengan suplementasi nutrient yang diperlukan. d) Kalau diperlukan. biasanya anak lebih menyukai makanan ringan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : 1. NUTRISI PADA WAKTU ANAK SAKIT Para perawat harus memperhatikan berapa banyak makanan yang dimakan oleh anak. Anak yang selera makannya jelek cenderung memakan hidangan yang tampak menarik dan menggoda selera. suka memilih-milih makanan atau tidak dapat makan dengan jumlah memadai sering tidak diketahui oleh perawat. c) Apabila anak menyukai makanan ringan. (Yupi Supartini. Anjuran untuk remaja dalam kaitannya dengan karakteristik tersebut adalah : a) Motivasi anak remaja untuk tetap mempunyai pola makan yang teratur. stress yang dialami dapat juga menyebabkan anak mencari pelarian pada makanan. 2004) F. Makanan dihidangkan pada saat-saat yang tepat 2.

3. ibu–ibu hampir selalu tidak memberikan MP–ASI kepada anak tersebut karena :  Ibu beranggapan anak tidak mau makan. karena ibu beranggapan bahwa jamu tersebut selain dapat memperlancar ASI juga mempengaruhi terhadap kesembuhan anak. 1. Meskipun semua kelompok umur anak 0 – 24 bulan menderita berbagai penyakit tersebut. 19 . Peralatan makan harus menarik perhatian anak 4. ISNA atau penyakit lainnya. Di Jawa Timur. Hal ini disebabkan karena ASI dianggap dapat membantu penyembuhan penyakit anak. 1. Pertimbangkan kesenangan dan ketidaksukaan pasien terhadap jenis-jenis makanan tertentu 7. Pemberian ASI (Air susu ibu) Pemberian ASI ditemukan pada waktu menderita diare dan penyakit lainnya. Keadaan gizi anak mulai menurun pada saat anak menderita sakit berulang hal ini karena tidak tepatnya pemberian makanan pada waktu dan setelah anak sembuh dari sakit. Pemberian MP (Makanan pendamping) – ASI Bila anak yang menderita sakit keras masih menyusu. anak – anak dari kelompok gizi kurang menderita sakit lebih sering dari pada anak – anak kelompok gizi baik.3. Penyajian harus menarik 5. 1. 2. Pasien yang selera makannya kurang diberikan hidangan dengan porsi kecil-kecil. Gambaran Umum Tingkat morbiditas anak 0 – 24 bulan sangat tinggi di kedua lokasi studi. 6. Di lokasi studi. Makanan harus dapat dimakan dengan mudah jangan yang keras/alot. 1. Pada setiap saat sepertiga sampai separuh dari anak umur 0 – 24 bulan menderita diare. tetapi angka morbiditas tertinggi ditemui pada kelompok usia 9 – 24 bulan. ibu menyusui minum jamu bila anak sakit.

Pada keadaan puasa. Tapi bila diperlukan. khususnya makanan yang digoreng dan makanan yang pedas dapat memperburuk kondisi anak. Nutrisi Parenteral Jangka Pendek & Jangka Panjang : Nutrisi parenteral sebaiknya dimulai seawal mungkin: Bila saluran cerna harus diistirahatkan untuk waktu singkat.Seringnya penyakit yang menyerang anak pada umur 0 – 24 bulan. MP – ASI perlu diteruskan dengan catatan bentuknya lebih lunak dan diberikan sering. pendek. atau kondisi lain seperti yang mengalami chronic intestinal obstruction. Cara yang terbaik adalah ibu perlu melanjutkan pemberian ASI. (Suhardjo. tetapi porsinya sedikit sekali dan bila anak tersebut sudah memperlihatkan tanda – tanda kesembuhan. irradiation. “Ibu – ibu menyadari bahwa perlu upaya untuk nenperbaiki makanan selama dan setelah anak sembuh dari sakit. 2001). baik sengaja atau tidak. jejunostomi atau gastrostomi). Anak yang lebih tua (dalam usia menjelang 2 tahun) kadang–kadang diberikan makanan yang sangat lunak waktu anak tersebut menderita diare.1992). Untuk menghindari kondisi anak menjadi semakin lemah dan anak menjadi kuat kembali”. diare.Hambatan untuk hal tersebut tidak begitu berat kecuali hanya dari ibu yang tidak berusaha agar anak mau makan selama anak sakit anjurkan dilakukan dengan memperhatikan perlunya mencegah menjadi lemah dan diusahakan agar anak menjadi lebih kuat. dapat diberikan nutrisi parenteral jangka panjang yang penting jangan biarkan tubuh dalam keadaan “puasa” terlalu lama. G. 1. TOTAL PARENTERAL NUTRITION ( TPN ) Nutrisi parenteral diberikan hanya kalau pasien tidak dapat menerima makanannya lewat jalur enteral (pemberian nutrisi ke dalam saluran pencernaan lewat selang lambung. merupakan suatu factor penyebab yang penting terjadinya keadaan gizi yang kurang.TPN diberikan pada kondisi bayi yang lahir dengan berat badan rendah. penyakit terminal (Thompson’s. Ibu percaya MP–ASI. Pemberian ASI. memberikan makanan minimal makanan yang berlemak dan kalori tinggi. selain itu menambah jumlah makanan ssesudah anah sembuh. akan terjadi mekanisme pengaturan tubuh untuk 20 . maka dapat diberikan nutrisi parenteral jangka.

Penyesuaian ini menjamin penyediaan dari bahan nutrisi yang penting. Tujuan utama pemberian nutrisi secara parenteral ialah :  Mempertahankan sirkulasi  Mencukupi dan mempertahankan keseimbangan air. Infuse sebaiknya tidak lebih lama dari 8 – 12 jam/hari. dextrose. extravasation. biasanya dipakai vena subklavia. untuk mencegah terjadinya infeksi mekanis dan thromboflebitis. Nutrisi Parenteral Total (TPN) pada Bayi Prematur Bayi prematur masih merupakan masalah yang penting dalam bidang perinatologi. pada anak yang agak besar dapat juga diberikan melalui vena subklavia. 2001). walaupun dalam jumlah terbatas 2. sehingga setiap 24 jam bagian bag. Bila tidak ada komplikasi maka infuse dapat dipakai terus selama 4 minggu. Berdasarkan kurva pertumbuhan intrauterin dan Lubchenko. lemak glukosa dan asam amino dapat diberikan secara terpisah maupun digabungkan. IV tubing.mempertahankan fungsi-fungsi vital selama mungkin. mineral dan elektrolit  Mencegah dan mengganti kehilangan jaringan tubuh (katabolisme) dan  Mengurangi morbiditas dan mortalitas 3. 1. - Bila terpaksa. Komplikasi dari terapi ini sangat serius. asam amino. Kontaminasi dari selang dapat mengakibatkan trombosis. vitamin. Pasien yang sedang diberikan TPN harus sering dievaluasi karena bisa terlepas. 1. filter (jika digunakan) harus diganti untuk mencegah infeksi. osmotic diuresis). metabolic complications (ex : Hyperglikemia. maka kebanyakan bayi prematur akan dilahirkan dengan berat badan yang rendah (BBLR). BBLR dibedakan 21 . Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan di bawah 37 minggu. Pada bayi - Dapat diberikan melalui vena – vena perifer pada kepala atau pada ekstremitas. azotemia (Thompson’s. 4. - Dapat juga diberikan melalui vena sentral. Pada orang dewasa - Dapat diberikan melalui vena perifer. Cara pemberian nutrisi parenteral : 1. karena berkaitan dengan kejadian mortalitas dan morbiditas masa neonatus.

Pemberian nutrisi parenteral baik total maupun parsial bukanlah tindakan yang rutin dilakukan pada bayi prematur. c) Memberikan nutrisi yang optimal pada bayi-bayi ini sangat penting dan menentukan bagi keberhasilan tumbuh kembang selanjutnya. NPT dapat menyokong pertumbuhan bayi BBLSR dengan adekuat. Tubuh bayi matur mengandung 15% lemak dan bayi prematur dengan berat 1 kg hanya mengandung 2. Sesuai dengan pola pertumbuhan intra uterin dimana pembentukan otot dan jaringan lemak bawah kulit pada trimester akhir kehamilan. Bayi yang dilahirkan pada 22 . juga gerak esophagus yang normal1. dan berat lahir amat sangat rendah (BLASR). sangkaan enterokolitis nekrotikan. yaitu bila < 1000 gram. b) Cadangan energi terbesar tubuh adalah bentuk lemak yang memberikan energi sebesar 9 kal/gram.Tujuan pemberian NPT adalah memberikan nutrien yang cukup untuk menyokong pertumbuhan ekstrauterin tanpa menyebabkan efek yang merugikan terhadap pertumbuhan dan fungsi sistem organnya.3%. Bayi yang mendapat nutrisi tidak adekuat akan mengalami penghentian pertumbuhan otak dan berisiko untuk kerusakan otak permanen. atau keadaan dimana saluran cerna tidak mampu melakukan fungsi digesti dan absorbsi. maka energi dalam bentuk hidrat arang dan lemak pada bayi prematur cenderung akan kurang. bedah saluran cerna. Mereka mempunyai kebutuhan gizi yang khusus karena cepatnya laju pertumbuhan dan fungsi yang belum matang. NPT diberikan bila saluran cerna tidak dapat digunakan karena malformasi intestinal. Bayi prematur dengan BLSR diberikan NPT dengan pertimbangan sebagai berikut: a) Sebagian besar BBLSR dilahirkan dengan usia kehamilan < 32 minggu. yaitu bila < 1500 gram. kerjasama antara menelan dan penutupan epiglotis serta uvula dari laring maupun saluran hidung. Ini telah dibuktikan dengan hasil otopsi terhadap otak bayi kurang gizi yang memperlihatkan berkurangnya jumlah sel dan defisiensi kandungan lipid serta phospholipid.NP (Nutrisi Parenteral) harus diberikan untuk pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan adekuat secara enteral. Demikian juga pada bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah10. d) Proses pemberian makanan melalui mulut memerlukan pengisapan yang kuat.atas berat lahir sangat rendah (BLSR). distress pernapasan.

Dengan demikian. dan ekskresi. jika dibandingkan dengan bayi yang matur maka kebutuhan energinya jauh lebih besar. karena kehilangan energi fekal dan SDA lebih sedikit. Tergantung dari tingkat prematuritasnya.Pemberian energi parenteral 50 kkal/hari telah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan. mempertahankan keseimbangan cairan.usia kehamilan 29 – 30 minggu akan mulai mengisap beberapa hari setelah lahir.Kebutuhan energi BBLSR dibagi menjadi dua komponen penting. f) Saluran cerna bayi baru lahir harus mampu untuk melaksanakan fungsinya. Aktivitas amilase yang diperlukan untuk digesti karbohidrat belum terdeteksi pada prematur dan masih rendah sampai bayi berusia 4 bulan. aktivitas otot. Gelombang tekanan lambung adalah lanjutan dari peristaltik esofagus. e) Aktivitas esofagus yang terorganisir belum berkembang sampai usia kehamilan 34 minggu. Kebutuhan untuk pemeliharaan fungsi tubuh antara lain meliputi metabolisme basal. Pemeriksaan gerakan lambung difokuskan pada pengosongan lambung. Bayi prematur hanya mempunyai sedikit cadangan energi karena kurangnya cadangan glikogen pada hati dan lemak bawah kulit. cara pemberian. kemampuan ini terbatas. Energi Kebutuhan nutrisi pada neonatus diketahui bervariasi menurut berat lahir dan usia kehamilan. regulasi suhu tubuh SDA (Spesific Dynamic Action). Koordinasi yang baik antara mengisap dan menelan biasanya tidak tampak sampai usia kehamilan 33 – 34 minggu. Kombinasi tekanan yang rendah dan relaksasi esofagus yang panjang memudahkan terjadinya refluks esofagus. 23 . sehingga mengurangi pelepasan energi. terutama karena pertumbuhannya yang pesat dan imaturitas fisiologiknya. Kebutuhan energi untuk tumbuh berhubungan dengan kandungan energi dari jaringan dan tergantung pada komposisi jaringan baru yang disintesa. serta fungsi proteksi terhadap toksin dan alergen. Bayi yang mendapat NPT tumbuh pada masukan energi yang lebih rendah. yaitu kebutuhan untuk pemeliharaan fungsi tubuh dan kebutuhan untuk tumbuh. serta perubahan metabolik yang disebabkan oleh penyakit. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian NPT: 1. antara lain fungsi digesti dan absorbsi nutrien.

Penelitian pada BBLSR 26 – 29 minggu kehilangan berat rata-rata pada minggu pertama berkisar 12 – 15% dari berat lahirnya. Kebutuhan meningkat pada keadaan seperti: memerlukan perawatan dengan radiant warmer. Tubuh kehilangan cairan melalui jalur renal dan ekstrarenal. atau mengalami oliguria. sekunder terhadap stratum korneum yang belum terbentuk sempurna. yang bertambah secara bertahap sampai 100 – 120 ml/kgbb/hari sesudah minggu pertama. Cairan parenteral awal dapat diberikan Dekstrose 5% atau Dekstrose 10%. Kebutuhan cairan pada bayi prematur dapat meningkat atau menurun.Cara efektif mengurangi kehilangan cairan insensibel dengan membungkus bayi. diare. keadaan hipermetabolik. fototerapi. Jumlah cairan: Volume cairan ekstraseluler pada bayi prematur lebih tinggi dibandingkan dengan bayi cukup bulan. Sebagai acuan pemenuhan kebutuhan cairan pada BBLR dapat dilihat pada tabel dibawah ini : 24 . atau temperatur tinggi. sedangkan untuk cadangan nutrien jaringan 20 – 30 kkal/kgbb/hari tergantung dari komposisi jaringan baru tersebut. Hal ini karena kehilangan cairan transepidermal.Kebutuhan menurun pada keadaan bayi dirawat dengan doble walled incubator. tergantung pada lingkungannya. diperlukan 10 – 35 kkal/kgbb/hari. mengalami distres pernapasan. memakai incubator dobel walled. Apabila bayi dirawat dalam inkubator dengan kelembaban maksimal maka kebutuhan cairannya sama dengan bayi cukup bulan. yaitu 60 – 80 ml/kgbb/hari. Masa gestasi maupun masa pascanatal mempunyai efek pada cairan transepidermal. Kehilangan ini meningkat karena aktivitas. atau mendapat pengobatan furosemid. Bayi prematur pada minggu pertama sesudah lahir akan kehilangan carian ekstraseluler dengan cepat yang menyebabkan penurunan berat badannya. stres respirasi. 1.Untuk sintesa jaringan. ruangan dengan kelembaban tinggi. di ruangan dengan kelembaban tinggi. Jalur ekstrarenal terdiri atas kehilangan air yang tidak terasa (kehilangan air insensibel) melalui kulit (transpidermal) dan melalui paru. kelembaban udara rendah. inkubator.

0g Mineral dan elektrolit Natrium 3-4 mEq Kalium 2-4 mEq Kalsium 1-4 mEq Magnesium 0. yaitu rute arteri umbilikalis.25 mEq Fosfor 1. Pada pemberian melalui rute periferal. status hemodinamik baik. yaitu rute perifer dan rute sentral. namun pada bayi ada satu rute lagi yang bisa diberikan. biasa digunakan vena di tungkai atau di kepala.Tabel : Rekomendasi Kebutuhan Cairan Parenteral Awal untuk Bayi BBLR Tipe tempatBerat badan 600-800801-10001001-15001501-2000 tidur Radiant 120 90 75 65 warmer Incubator Lain-lain 90 70 75 55 65 50 55 45 Penatalaksanaan Nutrisi Parenteral Ada dua macam rute pemberian NPT yang sudah dikenal luas.5%. Komposisi nutrien yang diberikan melalui jalur perifer dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel . Pada bayi prematur. sehingga kalori yang dapat diberikan adalah 80 kkal/kgbb/hari. Jalur ini dipilih bila pemberian dalam waktu singkat (< 2 minggu).36 mEq Zinc 150-300 mEq Copper 20-40 ug 25 . pemberian melalui rute perifer sulit untuk memenuhi kebutuhan kalori karena cairan dibatasi tidak melebihi 130 ml/kgbb/hari.5–3.0 g Kristalin hidrolisat Asam amino campuran Kalori sekitar 75 Glukosa 10-15g Lemak 0.5-3. osmolalitas cairan yang diberikan tidak tinggi. dan tidak ada pembatasan pemberian cairan. konsentrasi dextrose kurang atau sama dengan 12. Komposisi pemberian NPT melalaui vena perifer Komponen Jumlah per hari (per kgbb) Sumber Nitrogen: protein 2.

dengan risiko osmolalitas yang tinggi. Komposisi pemberian NPT melalui vena sentral Komponen Jumlah per hari (per kgbb) Sumber Nitrogen: protein 2. sebagian setuju dan sebagian tidak. dan dapat digunakan dalam jangka panjang.0 g Mineral dan elektrolit Natrium 3–4 mEq Kalium 2–4 mEq Kalsium 1–4 mEq Magnesium 0. Tidak dibolehkan memberikan selain cairan nutrien melalui kateter ini. penggunaannya praktis karena lebih mudah melakukannya.0 g Kristalin hidrosat Asam amino campuran Kalori 115-125 Glukosa 20–30 g Lemak 0. Cara perkutan untuk vena subclavia tidak dianjurkan pada bayi karena sering terjadi komplikasi. lebih dari 1000 mmol Osmol/l. terutama pada bayi kecil. Komposisi yang diberikan melalui vena sentral dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel 5. Venajugularis dan vena subclavia adalah yang paling sering digunakan. aman. Ini dapat dilakukan dengan jalur vena sentral. Pada kelompok yang setuju. Perawatan yang teratur dan berhati-hati sangat penting pada pemakaian kateter vena sentral agar terhindar dari komplikasi.5-3.25 mEq Fosfor 1.Vitamin: Multivitamin Volume 1-3 ml/hari 150 ml Untuk mendapatkan masukan kalori yang tinggi harus digunakan cairan infus dengan konsentrasi yang tinggi. seperti memberikan darah atau mengambil sampel darah. Pemakaian jalur arteri umbikal masih kontroversial.36 mmol Zinc 150–300 mEq Copper 20–40 ug Vitamin: Multivitamin 1–3 ml/hari Volume 120 ml Untuk mencapai vena sentral dapat dengan cara perkutan atau dengan cara pemotongan vena.5–3. Pada kelompok yang tidak setuju. mengemukakan alasan karena banyak terjadi trambosis aorta dan arteri iliaca serta 26 .

Komplikasi NPT Berhubungan dengan kateter Vena cava superior Thromboemboli paru Hipertensi paru Pneumothoraks Efusi pleure atau pericardial (ekstravasari cairan) Aritmia jantung Trombosis mural (cardial) Infus intraokardial Kulit terkelupas Perdarahan Flokulasi. Komplikasi mekanik ini lebih sering daripada komplikasi metabolik.hipertensi portal. Komplikasi Pada pemberian NPT sering dijumpai komplikasi. hidrotoraks. prepitasi nutrien Infeksi Sepsis staphylococcus Sepsis Candida Malassezia furfur Diphteroids 27 . Penggunaan heparin 1 U/ml pada cairan infus mengurangi kejadian phlebitis dan thrombosis pada vena sentral serta perifer. Komplilasi paling sering dijumpai pada BBLSR yang mendapat NPT jangka panjang adalah kholestatik jaundice dan osteopenia. Tabel dibawah ini memperlihatkan komplikasi yang mungkin terjadi pada NPT : Tabel 7. Komplikasi mekanik berupa pneumotoraks. Komplikasi dapat berupa infeksi mekanik dan metabolik. Komplikasi metabolik seperti hiperglikemia ataupun hipoglikemia dapat dihindari dengan pemberian glukosa dosis yang tepat. Komplikasi infeksi terjadi sehubungan dengan terkontaminasinya bahan infusan saat pencampuran atau akibat kurangnya tindakan aseptik pada saat pemasangan kateter intravena. Hiperamonemia dan azotemia juga bisa ditemukan. Hiperlipidemia dan defisiensi asam lemak essensial sering dijumpai karena pemberian lemak. Komplikasi infeksi adalah yang paling umum dan potensial serius (1-5%). trombosit. emboli. ataupun perforasi pembuluh darah akibat teknik pemasangan yang kurang terampil.

monosit. Isi kantong lalu diinfuskan melalui selang 28 . Metode yang jauh lebih praktis adalah dengan menggunakan sebuah kantong berukuran 3 liter yang berisikan campuran semua larutan nutrisi diatas. Fe) Komplikasi Metabolik Hipoglikemia Hiperglikemia Hiperaminocidemia Azotemia Defiseiensi asam lemak esensial Asidosis metabolik Hipertrigliseridemia Hiperphospholipedemia Komplikasi Sistemik Kolestasis (disfungsi hepar) Infiltrasi lemak (liver. elektrolit. yang berisikan anrata lain : larutan asam amino.Sepsis gram negatif Phlebitis lokal Kontaminasi cairan Endokarditis Elektrolit/mineral Hiponatremia Hipernatremia Hipokalemia Hipofospatemia Defisiensi trace mineral (Zn. 1991) Pemberian Larutan Nutrisi Parenteral Larutan yang diberikan dengan resep dokter dapat dialirkan lewat 2 – 3 perangat infus yang dihubungkan dengan beberapa botol infus. Cu. Mg. Namun. Kantong ini setiap hari harus dibuat dalam keadaan steril. intrapilid) Perubahan fungsi miokard (penurunan PO4) Atropi mukosa usus Disfungsi platelet (intrapilid) Hemolisis? (intrapilid) Diuresis osmotik (glucose) Ricketsia Koma isosmolar (protein) Hipoksia (intrapilid) Toksisitas Aluminium (Markum AH. cara pemberian yang sekaligus ini menyulitkan pengelolaan dan pemantauannya. paru. dekstrosa dan larutan lipid secara sekaligus.

lihat gambar 1. terapi penyinaran atau kemoterapi v Penderita luka akar berat v Kelumpuhan saluran pencernaan v Diare atau muntah yang menetap.Sterilisasi pada pemasangan set infus sentral untuk nutrisi parenteral harus terjamin dengan perawatannya yang baik dan seksama. Infeksi merupakan resiko karena kateter biasanya digunakan untuk waktu 29 .infus selama 24 jam. Seseorang yang menjalani nutrisi parenteral total dipantau secara ketat terhadap perubahan berat badan. Karena itu digunakan pembuluh balik (vena) yang lebih besar. penderita yang mendapatkan makanan melalui intravena adalah: v Penderita yang mengalami malnutrisi yang sangat berat dan akan menjalani pembedahan. Tersedia sejumlah cairan yang bisa diberikan dan dapat dimodifikasi untuk penderita penyakit ginjal atau hati. bisa ditambahkan insulin ke dalam cairan yang diberikan. Satu – satunya perbedaan adalah pemasangan selang infuse yang dilewatkan dalam terowongan pada kulit untuk kemudian keluar dari dinding toraks. Dengan menggunakan metone ini. tempat keluar infuse akan terpisah dengan tempat masuknya kedalam vena sehingga mengurangi resiko infeksi. Tempat keluarnya selang infus harus dibersihkan dan diganti kasanya setiap 2 – 5 hari. Selanjutnya system tersebut dipermudah dengan penggunaan sebuah pompa volumetrik untuk menginfuskan larutan dengan jumlah yang terukur dan tetap untuk tiap – tiap jam. nutrisi parenteral total memerlukan selang intravena yang lebih besar (kateter). Pemberian makanan secara intravena digunakan jika penderita tidak dapat menerima sejumlah makanan yang cukup melalui pipa nasogastrik. sedangkan semua selang intravena yang ada di luar tubuh pasien sebaiknya diganti setiap hari. pengeluaran air kemih dan tanda-tanda infeksi. Pemberian makanan melalui selang infus ini dapat memasok sebagian dari zat makanan yang dibutuhkan penderita atau seluruhnya (nutrisi parenteral total). Lihat gambar 2 Untuk pemasanga set infuse vena sentralis dilakukan dengan dibuat kanula pada vena subklavia. bila kadar gula darahnya menjadi terlalu tinggi. misalnya vena subklavia.

anak toddler. demam. v Lemak yang berlebihan di dalam vena bisa menyebabkan sakit punggung. mual dan berkurangnya jumlah trombosit. Kesimpulan Telah dibahas kebutuhan nutrisi atau gizi bayi. nutrisi parenteral total bisa menyebabkan komplikasi lainnya: v Jika terlalu banyak kalori. anak prasekolah. yaitu Selang infus untuk nutisi parenteral hanya dapat digunakan dalam pemberian larutan nutrisi saja. hati bisa membesar. Pengukuran desakan vena sentralis juga tidak boleh dilakukan lewat selang tersebut. Kebutuhan akan zat–zat makanan. dimana bakteri bisa tumbuh dengan mudah. v Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan nyeri tulang Indikasi Total Parenteral Nutrision Dalam pemberian nutrisi parenteral terdapat beberapa indikasi yang harus diperhatikan sebagai berikut : 1) Malformasi intestinal 2) Bedah saluran cerna 3) Sangkaan enterokolitis nekrotikan 4) Distress pernafasan 5) Tidak mampu melakukan fungsi digesti dan absorbsi. tetapi hal ini terjadi pada kurang dari 3% penderita.yang lama dan cairan yang mengalir di dalamnya memiliki kadar gula yang tinggi. karena dapat meningkatkan resiko infeksi. lewat selang ini tidak boleh diambil darah atau pun diberikan transfusi darah. jenis makanan dan masalah– masalah yang timbul akibat pemberian makanan tergantung berdasarkan pada masing– 30 . anak sekolah dan remaja. terutama lemak. Kontra indikasi Total Parenteral Nutrision Dalam pemberian nutrisi parenteral terdapat kontra indikasi. menggigil.

karena pada masa bayi pertumbuhan anak sangat pesat dan merupakan masa transisi dari ASI ke makanan dewasa. Demikian pula dengan pada masa remaja pertumbuhan anak juga sangat pesat. Makalah ini tidak luput akan kesalahan baik dari segi bahasa. tetapi pada masa ini masalahnya sudah lain karena anak sudah dapat memilih makanannya sendiri yang sering kali tidak mengandung zat–zat makanan yang seimbang. agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dan menjadi generasi penerus yang sehat jasmani. penyusunan maupun referensi yang kami buat. 31 .masing kelompok umur. Saran dan Kritik Pada makalah yang telah kami susun sedemikian rupa dengan judul “Nutrisi Pada Anak” dapat bermanfaat bagi seluruh komponen masyarakat. khususnya makalah ini kami tujukan untuk perawat dalam menangani masalah kesehatan yang tertuju nutrisi pada anak. untuk itu kami harap masukan saran guna dalam memperbaiki makalah ini. mental dan social serta berguna bagi nusa dan bangsa. Pada masa bayi perlu ditekankan pemberian ASI dan MP–ASI yang bergizi. Oleh kareana itu diperlukan berbagai upaya untuk meningakatkan nutrisi atau gizi anak.

Boetjang RF. Ilmu Gizi dan Diet (Nutrition and Dietetics for nurses). Jakarta : FK-UI Mary E. 2000. Yogyakarta : Kanisius Supartini. Prematuritas dan retardasi pertumbuhan (Dalam: penyunting.www. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1). Printed in the United States of America : W.. Beck. Rusepno. 1985. 2001. Jakarta :BIKA FKUI Soetjiningsih. 1992. Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica Markum AH. Jakarta: Sagung Seto Suhardjo. Yupi.DAFTAR PUSTAKA Hassan. Pediatric Nursing (Edisi 8). Monintja HE. Ilmu Kesehatan Anak (Jilid 1). Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak (FKUI). Pemberian Makanan Pada Bayi dan Anak. Hendrotomo dan Muhardi. Com). Saunders Company 32 . Konsep Dasar Keperawatan Anak (Editor : Monica Ester ). 2006. B. 2004. 2002. Pemeberian Nutrisi Parenteral pada Penderita Gangguan Pencernaan (http//. google. Jakarta : EGC Thompson’s. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja (Edisi Pertama).

33 .