Anda di halaman 1dari 2

Fenomena kritis pada cair

Jika cairan, seperti air, disegel pada tabung tertutup, sejumlah air tersebut
akan menguap membentuk uap. Uap ini akan mendesak tekanan sama seperti gas
lainnya, dengan temperature konstan, kesetimbangan akan terbentuk antara fase
cair dan uap. tekanan uap yang dibentuk adalah karakteristik untuk setiap cairan
dan konstan pada setiap temperatur tertentu, tekanan uap tersebut dikenal sebagai
tekanan uap jenuh dari cairan. tekanan uap jenuh meningkat sebanding dengan
suhu. Dapat dilihat pada 25˚C tekanan uap air adalah 23,76 mmhg. Sementara saat
100 ˚C tekanan uap airnya adalah 760 mmhg. Hal ini terjadi karena saat air dalam
tabung tertutup dipanaskan lebih lanjut, semakin banyak air menguap dan tekanan
terus meningkat. Setiap saat ada garis demarkasi atau disebut dengan meniskus,
yang terdapat diantara fase cairan dan uap.namun, Ketika mencapai suhu 374 ˚C,
meniskus menjadi garis putus-putus, memudar, dan menghilang. Pada suhu ini,
sifat fisik Cairan dan uap menjadi identik, dan tidak ada perbedaan dapat diamati
antara keduanya. Cairan pada kondisi ini disebut dengan titik kritis. Suhu, tekanan
uap jenuh, dan volume molar pada titik ini disebut temperatur kritis, tekanan
kritis, dan volume kritis. Nilai-nilai mereka, yang konstan dan karakteristik untuk
setiap bahan, dikenal sebagai konstanta kritis. Utuk air konstanta kritisnya
adalah ; tc = 375,4˚C, Pc = 219˚C,
pada pemanasan tabung tertutup bahkan sedikit di atas suhu kritis, tidak ada bukti dapat

ditemukan dari adanya cairan. seluruh massa adalah gas dan tetap dalam keadaan itu tidak peduli
seberapa tinggi dipanaskan, atau seberapa besar tekanan eksternal diterapkan. karena fenomena
yang terjadi pada air memperlihatkan fenomena tersebut terjadi pada semua cairan, dapat
disimpulkan bahwa tidak ada cairan dapat memiliki wujud pada temperature
fenomena kritis merupakan reaksi yang reversible. ketika tabung didinginkan di
bawah temperatur kritis(Tc), maka akan terbentuk 2 fase, yaitu cair dan uap.
Sebaliknya, pada temperature diatas Tc, tidak mungkin gas dapat berubah menjadi
cair, berapapun besarnya tekanan yang diberikan.

Hubungan P-V-T gas dan cairan
data lengkap pertama dari hubungan PVT dari zat cair dan zat padat diperoleh dari Andrews
dalam carbondioxide. Andrews mengukur variasi volume karbon dioksida dengan
tekanan pada berbagai suhu konstan, dan ia mampu menunjukkan bahwa
temperatur kritis karbon dioksida adalah …
figure 1-9 memperlihatkan plot dari tekanan vs volume untuk co2 pada berbagai
temperatur konstan.
Setiap plot P-V disebut dengan isothermal. data yang ada pada plot tersebut bukan
berdasarkan andrews tetapi hasil gabungan dari beberapa penyelidikan berikutnya.
isotermal 48,1 oc sangat mirip dengan plot hiperbolik yang terdapat pada hukum

menjadi lebih lama rendah temperaturnya. kecuali bagian horizontalnya. karakteristik gas pada tekanan ini sangat berbeda.boyle dan tidak menunjukkan adanya karbon dioksida cair bahkan pada tekanan tertinggi yang dicapai.5. co2 berwujud gas hanya sampai tekanan 73 atm (garis ab) .5. . 30. sesuai dengan kisaran baris dari cairan dan uap. kecuali bahwa sekarang data menunjukkan bahwa hukum boyle ketika diterapkan pada karbon dioksida jauh error. volume n pertama kali muncul. lebih tepatnya dapat dilihat pada 21. dan akibatnya garis ini harus mewakili kompresibilitas(sifat dapat ditempa) co2 cair pada suhu ini. karena gas tidak menunjukkan reaksi idealnya. Pada Cairan di i. Pada tahap ini penggunaan lebih lanjut dari tekanan hanya menghasilkan pengembunan/pencairan gas sampai pada titik f. seperti yang terlihat pada garis fg. Prinsip dari keadaan kontinnuitas Untuk pertimbangan teoritis lebih lanjut penting untuk dijelaskan bahwa keadaan cair tidak menunjukkan garis tajam dan transisi diskontinu dari keadaan gas. pada 73 atm (titik b). Pada 21. dan penggunaan tekanan hanya dilakukan pada kompresi/pemadatan pada cairan. contohnya.98. Pada 30.5 dan 13. Dibawah 30.98 . pada titik f semua gas telah mencair. dan tekanan pada system tetap konstan selama masih terdapat gas dam cairan. di area sebelah kiri puncak lengukngan dan dibawah garis bE. tetapi merupakan kelanjutan dari fase gas ke daerah antarmolekul yang sangat kuat dan volume kecil. Ini dapat dilihat dari beberapa pertimbangan.1 isothermis. sementara pada area puncak lengkungan merupakan kisaran keberadaan antara co2 cair dan gas. hanya co2 cair yang ada. pada area kanan garis bE dan pada area kanan puncak lengkungan. Kondisi yang sama terdapat pada …oc. karena suhu ini adalah suhu tertinggi di mana cairan diamati. hanya co2 cair yang akan terlihat. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa. wujud cair pertama kali terlihat. peningkatan lebih lanjut dalam tekanan pada suhu ini hanya menunjukkan adanya cairan.89 merupakan temperature kritis dari co2. Pada suhu yang lebih rendah karakteristiknya sama dengan yang ada pada suhu 21. hanya gas yang ada pada tekanan sepanjang garis di.