Anda di halaman 1dari 3

Ensefalopati hipertensi

Hipertensi krisis merupakan salah satu kegawatan dibidang neurovaskular yang sering
dijumpai di instalasi gawat darurat. Hipertensi krisis ditandai dengan peningkatan tekanan
darah akut dan sering berhubungan dengan gejala sistemik yang merupakan konsekuensi dari
peningkatan tekanan darah tersebut. (Leading article)
Hipertensi krisis diklasifikasikan ke dalam hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi.
(medscape ensefalopati ). Hipertensi emergensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah
sistolik >180mmHg atau diastolik >120mmHg secara mendadak disertai kerusakan organ
target. Sedangkan hipertensi urgensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah sistolik
>180mmHg atau diastolik >120mmHg secara mendadak tanpa disertai kerusakan organ
target. (medscape)
Ensefalopati hipertensi merupakan kumpulan gejala neurologik yang menandakan suatu
krisis hipertensi. Kenaikan tekanan darah dengan tiba tiba dengan disertai keluhan sakit
kepala yang hebat, dan penurunan kesadaran dan keadaan ini reversibel bila tekanan darah
tersebut diturunkan. (article)

Definisi
Ensefalopati hipertensi adalah sindrom akut yang reversibel atau sementara yang disebabkan
oleh kenaikan tekanan darah secara tiba tiba yang ditandai dengan perubahan perubahan
neurologis mendadak , sakit kepala hebat, gangguan kesadaran, mual muntah, rasa
mengantuk, bingung hingga koma.
Etiologi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Hipertensi malignan oleh sebab apapun


Glomerulonefritis akut
Eklamsia
Hipertensi renovaskular
Pheochromocytoma
Post coronary artery bypass hypertension
Abrupt withdrawal of anti hypertensive theraphy
Acute artery renal occlution
Acute or cronic spinal cord injury

Patofisiologi
Manifestasi klinis
Nyeri kepala
Muntah
Gangguan visual
Kejang umum dan fokal
Gejala neurologis : kehilangan ingatan secara progresif dan kemampuan kognitif, perubahyan
kepribadian, tidak mampu berkonsentrasi, letargi, penurunan kesadaran yang progresif,
mioklonus, nistagmus, tremor, atrofi otot, dan kelemahan, demensia, kejang, dan kehilangan
kemampuan menelan atau berbicara.
Diagnosis
Oftalmoskopi
Lumbal puncture
CT scan
MRI
Diagnosis banding
Perdarahan intraserebral
Perdarahan subarachnoid

Brain tumor
Subdural hematom
Infark serebri
Amfetamin intravena dan kokain
Monoamine oksidase inhibitor
Ensefalopati uremia

Penatalaksanaan