Anda di halaman 1dari 5

Psikologi Eksperimen

Kelompok 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Achmad Ridhotillah
Bella Zakiya
Debby Aulika
Desi Puspasari
Juliani Dwi Putri
M. Alief Rizky
Zakia Maharani

A. Pengertian Psikologi Eksperimen

Psikologi Eksperimen adalah cabang Psikologi yang mengkaji proses

sensing (merasakan), perceiving (merasa), learning (pembelajaran), and


thinking about the World (berfikir tentang dunia). Psikologi eksperimen
dapat dikatakan sebagai sebuah langkah ilmiah yang ditujukan untuk
mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati,
untuk mengetahui efek yang ditimbulkan dari perlakuan yang diberikan
secara sengaja oleh peneliti, dan untuk membuktikan hipotesis.

Psikologi eksperimen merupakan penelitian yang bersifat prediktif.


Prediktif adalah meramalkan akibat yang mungkin terjadi terhadap

variabel yang terkait. Teknik yang digunakan pada penelitian prediktif ini
biasannya

menggunakan

teknik

analisis

regresi

sederhana,

yang

menetapkan persamaan untuk membuat prediksi.

B. Ciri Ciri Psikologi Eksperimen


1. Peneliti mengubah kondisi-kondisi tertentu menurut rencana yang
ditentukan
2. Adanya variabel bebas terikat atau tergantung
3. Adanya kendali penuh peneliti
4. Memakai kata kausalitas
Menggunakan kata sebab dan akibat yang disederhanakan dalam polapola tertentu berdasarkan munculnya gejala-gejala lain atau apa yang
menyebabkan apa.
5. Lingkungan yang dipakai lebih dari satu
Lingkungan di dalam dari subjek dan lingkungan diluar subjek, seperti
suhu.

C. Jenis Jenis Psikologi Eksperimen


1. Eksperimen penelitian
2. Eksperimen sungguhan (true txperimentation ),
Eksperimen sungguhan terdapat rondom assignment.

Random

assignment sendiri adalah karakteristik dasar dalam menyetarakan


subjek sebelum diberi perlakuan.
3. Eksperimen kuasi (quasi experimentation).
Eksperimen kuasi ada dua desain bentuk penelitian, yaitu :

Time Series Desain


Pada kuasi ekperimen time series desain ini peneliti melakukan
pretest empat kali. Tujuannya untuk memastikan bahwa si subjek
penelitian ini benar-benar stabil dan konsisten sebelum diberi
perlakuan. Dalam penelitian eksperimen time series desain ini untuk
mendapatkan hasil tes yang mempunyai kemampuan yang sama.
Misalnya ingin meneliti kemampuan orang-orang yang pintar, maka
subjek penelitian yang diambil dalam satu kelas itu hanya beberapa

mereka yang mempunyai IQ yang setara (homogen). Pada time


series desain ini biasannya tidak ada kelompok kontrol.

Non Equivalen Control


Non Equivalen Control group memiliki kelompok kontrol. Untuk
pengambilan subjek penelitian dalam non equivalen control group
hanya mengambil subjek penelitian berdasarkan komunitas yang
ada. Misalnya dalam satu ruang kelas ingin meneliti faktor yang
memengaruhi prestasi belajar. Maka subjek penelitian tersebut
adalah anak-anak satu kelas, peneliti tidak melakukan random
antara siswa yang bodoh dan siswa yang pintar dalam kelas
tersebut.

D. Tipe - Tipe Penelitian Dalam Psikologi Eksperimen


Psikologi eksperimen ini mempunyai dua tipe penelitian, yaitu :
1. Penelitian Eksperimen
Eksperimen termasuk salah satu jenis penelitian kuantitaf.
Penelitian

kuantitatif

menampilkan

data

dalam

bentuk

angka.

Penelitian kualitatif menghasilkan data dalam bentuk deskriptif, seperti


catatan lapangan, gambar, foto rekaman video, dan lain sebagainya.
2. Penelitian Noneksperimen
Noneksperimen termasuk

jenis

penelitian

kualitatif.

Dan

dilakukan pada sebuah sistem penelitian. Penelitian ini sengaja


memberikan suatu perubahaan pada variabel input, berikut yang perlu
diperhatikan dalam penelitian non eksperimen berupa penelitian
deskriptif, komparasi, survei dan menganalisis data sekunder.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan
satu keadaan hasil yang diteliti atau menggambarkan tentang
fenomena yang didapatkan saat melakukan penelitian.
Penelitian komparatif adalah perbandingan antara

tempat

penelitian yang satu dengan yang lain. Penelitian komparatif lebih

mengutamakan untuk menitikberatkan perhatian pada kelompok


subjek.
Hasil atau hipotesis sementara dari masing-masing dua tempat
ini dibandingkan untuk mengetahui mana yang lebih baik, setara atau
sebaliknya.

Noneksperimen

tidak

ada

variabel

yang

dapat

dimanipulasi. Penelitian noneksperimen ini biasannya meneliti suatu


tema atau topik secara alami, biasa disebut sebagai penelitian
kualitatif.

E. Contoh Psikologi Eksperimen


Untuk menguji mengenai pengaruh tayangan kriminalitas terhadap
tingkat agresifitas anak, terdapat dua kelompok yang masing-masing
beranggotakan 15 orang. Kelompok pertama dimasukkan ke dalam
sebuah ruangan selama beberapa waktu dan sengaja hanya diberikan
tayangan kriminalitas. Sedangkan kelompok kedua dibiarkan untuk
memilih menonton tayang apa saja. Setelah berapa waktu, dapat
dibandingkan hasil percobaan yang telah dilakukan terhadap kedua
kelompok tersebut.

F. Keunggulan dan Keterbatasan Psikologi Eksperimen


1. Keunggulan
Eksperimen didesain untuk dapat mengendalikan secara ketat
pada variabel ekstra yang tidak berhubungan dengan variabel

yang diteliti.
Memiliki efisiensi yang tinggi. Penelitian eksperimen dapat
dilakukan pada populasi yang sangat terbatas sehingga tidak

membutuhkan banyak subjek yang terlibat dalam eksperimen.


Peneliti dapat mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dan

membedakan efek placebo dari efek perlakuan yang diberikan.


Dengan eksperimen, ada hal yang dapat diselidiki dengan teliti
dan berulang-ulang.

Melalui eksperimen, peneliti-peneliti memahami dan menghayati


apa yang sedang dipelajarinya.
*placebo adalah perlakuan palsu yang digunakan sebagai kontrol dalam
sebuah eksperimen

2. Keterbatasan
Hasil penelitian khususnya di lab dipandang tidak selalu sejalan

dengan keadaan di lapangan.


Metodologi eksperimental diadopsi dari logika positivisme dan

ilmu alamiah yang diterapkan pada ilmu perilaku.


Beberapa variabel secara moral atau hukum tidak dapat

dimanipulasi.
Sekalipun legal secara moral atau hukum tetapi secara ekonomi

atau teknik pengetahuan tidak memiliki sumber yang memadai.


Tidak mungkin menggunakan ukuran absolut dari skor pada
pengukuran variabel penelitian. Kesulitan untuk generalisasi

terhadap situasi lain secara pasti dari eksperimen.


Membutuhkan waktu yang panjang selama
eksperimen.

melakukan