Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMBUATAN COFFEINE DARI TEH

Disusun oleh:
Nama: Amelia Pradita
Nim:1513038
Sekolah Tinggi Manajemen Industri
Jl. Letjen Suprapto No.26 Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10510
Telp : (021)42886064 Ext. 119, 115 dan 107
Fax : (021) 42888206

Judul Percobaan
PEMBUATAN COFFEINE DARI TEH

Prinsip Percobaan
Ekstraksi yaitu suatu cara pemisahan suatu zat cair dari campurannya (merupakan zat
padat atau cair) yang berdasarkan daya larut dalam pelarut tertentu (pelarut sebagai pemisah).

Maksud dan Tujuan

Untuk mengetahui cara pembuatan coffeine dari teh


Untuk mengetahui cara kristalisasi
Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia dari caffeine

Teori Percobaan
Bahan Baku
1. TEH
Teh umumnya tumbuh pada ketinggian 200-2300m. Daun teh terbagi menjadi dua
kelompok Varasamica dari asam dan Varsineosi dari Cina. Perbedaan dari dua kelompok daun
teh tersebut adalah dilihat dari bentuk daunnya. Untuk kelompok Varasamica daunnya besar dan
ujung daunnya runcing, sedangkan kelompok Varasineosi bentuk daunnya kecil dan ujungnya
tumpul tidak lancip. Biasanya tumbuhan teh tumbuh di tempat yang sejuk dan diperbukitan
Sifat-Sifat Fisis Dari Teh

Titik didih 80 C
Mudah larut dalam pelarut organic
Mempunyai sifat non eksplosi
Kadar karbon rendah
Mengandung caffeine
Berwarna hitam bila sudah diolah
Baunya wangi

Sifat-Sifat Kimia Dari Teh

Kreatifitasnya rendah
Dapat dipisahkan dari komponennnya dengan metode ekstraksi
Mudah larut dalam air terutama air panas.

Kegunaan Teh

Sebagai zat anti oksidasi dan bersifat merangsang saraf otak


Sebagai bahan baku minuman penyegar
Untuk menyerap kolesterol

2. ALKOHOL
Nama IUPAC Alkohol diambil dari nama alkana induknya, tetapi dengan akhiran OL
suatu angka awalan. Yang dipilih serendah mungkin jika digunakan

Metanol

Gugus OH yang berprioritas lebih rendah diberi nama awalan hidroksil seperti nama
dalam contoh

Asam 2-hidroksi propana


Sifat-Sifat Fisik Alkohol

Titik didih 78,3 C


Alkohol berbobot molekul rendah larut dalam air
Mudah terbakar
Bersifat polar karena mengandung gugus OH
Tidak berwarna (jenuh)
Hidrokarbon suatu alkohol bersifat hidrofob (menolak molekul-molekul air)

Sifat-Sifat Kimia Alkohol

Mudah terbakar
Alkohol adalah asam atau basa yang sangat lemah

Kegunaan Alkohol

Digunakan untuk minuman keras (etanol)


Digunakan sebagai zat pembunuh kuman (2-propanol)
Digunakan sebagai bahan bakar dan pelarut (metanol)
Alkohol berfungsi sebagai pengikat Coffeine dari the

Bahan Baku Tambahan


1. NaOH
NaOH merupakan zat padat higroktis, basah leleh, berwarna putih, mudah larut dalam air
dan gliserol, merupakan elektrolit dan basa kuat.

Sifat-Sifat Kimia NaOH


Bereaksi dengan asam (HCL) membentuk garam
NaOH + HCl

NaCl +

H2O

Kegunaan NaOH
NaOH pada pembuatan Coffeine untuk menjernihkan
2.

H2SO4
Merupakan salah satu senyawa terpenting dari belerang dalam teknik asam sulfat dapat

dibuat dengan dua cara:

Proses kontak
Proses bilik / kamar timbale
Persamaan dari proses diatas adalah menggunakan SO2 sebagai bahan dasar untuk

membuat asam sulfat. Dimana SO2 dihasilkan dari pembakaran belerang/pemanggangan pyrit
(FeS2). Perbedaan keduanya proses ini terletak pada pemakaian jenis katalisnya. Pada proses
kontak digunakan katalisator Fe2O3, V2O5, Pt dan pada proses timbal digunakan katalisator gas
Mg dan NO2. Belerang adalah zat padat yang pada temperatur kamar melebur pada 119 C.
Fungsi H2SO4 dalam pembuatan coffeine dari teh adalah mengisolasi coffeine dari teh.
Sifat-Sifat Fisis H2SO4

Memiliki aroma khas yaitu bau belerang


Bersifat korosif
Berbentuk cair
Bersifat hidrokofis
Berat jenis 1,84 gr/ml
Titik didih 240 C dan titik leleh 10 C

Sifat-Sifat Kimia H2SO4

Merupakan asam kuat


H2SO4 bersifat encer tidak bereaksi dengan Bi, Hg, Cu dan logam muli
H2SO4 (encer) + Fe
FeSO4 + H2

H2SO4 pekat dalam keadaan panas akan mengoksidasi logam-logam


CuSO4 + SO2 + 2H2O
2H2SO4 (P) + Cu
Merupakan oksidator dengan reduksi terkuat

Kegunaan H2SO4

Bahan pembuatan pupuk amonium sulfat


Industri obat
Untuk pembuatan zat warna

3. MgO (Magnesium Oksida)


MgO dibuat dengan cara memanaskan magnosit maupun hidroksinya

MgO dapat dijumpai sebagai mineral periklasa dan dibuat dengan memanaskan
magnesium adalah oksigen atau lewat peruraian garam-garam Mg-nya seperti Mg(OH) 2,
Mg(NO3)2, MgC2O4 dan garam-garam lain dari asam organic

Sifat-Sifat Fisis MgO

Berwarna putih
Bersifat keras dan tahan api
Titik leleh 2800 C

Sifat-Sifat Kimia MgO

Pijar bila dicampur dengan larutan magnesium klorida, akan membentuk bubur bersifat

plastic
Bersifat basa lemah disebabkan gaya tarik ion-ion oksidanya terhadap proton-proton
molekul air

O2- + H2O

2OH-

4. CHCl3 (Chloroform)
Jika etanol direaksikan dengan Cl2 dan KOH atau dengan CHLOR maka mula-mula
etanol dioksidasi menjadi etana. Etana ini kemudian bereaksi dengan Cl 2 sehingga
membentuk trichloroetana atau CCl3-CHO. Dalam lingkungan KOH maka diubah menjadi
kalium metanoat dan chloroform.
CH3-CH2OH + Cl2
CH3-CHO + 3Cl2
CCl3 CHO KOH

CH3-CHO + 2HCl
CHCl3 + HCOOK
CHCl3 + HCOOK

Chlorofrom dapat juga dibuat dari asetan Cl3 dan KOH


CH3 CO CH3 + 3Cl2

CCl3 CO CH3 + 3HCl

CCl3 CO CH3 + KOH

CHCl3 + CH3COOK

Sifat-Sifat Fisis Chloroform

Suatu zat cair yang manis baunya dan mudah menguap


Mempunyai titik didih 61 C
Jika uap Chloroform dihisap maka bersifat membius

Sifat-Sifat Kimia Chloroform

Merupakan pelart organik yang dapat melarutkan lipida


Tidak larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol atau eter

Kegunaan Chloroform

Chloroform banyak digunakan sebagai obat bius dan sebagai pelarut organik

Produk
1. Coffein

Coffeine atau tiena 1,3,7 trimetil santina C8H10O2N4 terdapat dalam biji-biji kopi. Zat ini
didapatkan pada tahun 1820 oleh Runge Pelletries dan Capentau dari kopi adalah identik
dengan tiena dari teh. Coffeine merupakan zat alkohol yaitu suatu zat yang dapat membuat
orang mabuk, coffeine merupakan senyawa heteroaromatik yang mempunyai unsur nitrogen
yang terikat pada gugusan karbonilnya yang mempunyai struktur bangun sebagai berikut :

Coffeine mengkristal dari larutannya dalam air berupa jarum-jarum bercahaya sutra, bila
tidak mengandung air coffeine mencari 236,5 C dan mensublimasi pada temperatur yang
lebih rendah. Dalam air panas zat ini mudah larut sedangkan pada air dingan sukar larut.

Sifat-Sifat Fisis Coffeine

Merupakan kristal putih berupa jarum-jarum bercahaya sutra


Bila tak mengandung air coffeine mencair pada 236,5 C dan menyublimasi pada

temperatur rendah
Mudah larut dalam air panas tetapi sukar larut pada air dingin

Sifat-Sifat Kimia Coffeine

Coffeine mudah larut dalam pelarut organik seperti alkohol dan chloroform

Kegunaan Coffeine

Untuk mengiatkan pekerjaan susunan syaraf sentral dan mempertinggi tenaga jantung

Dalam ilmu kedokteran digunakan dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawasenyawa rangkap contohnya dengan natrium salisilat.

Operasi Pemisahan
Dalam coffeine dapat ditemukan pada teh, kopi dan dapat dipisahkan dengan cara
ekstraksi. Dalam ekstraksi yang perlu diperhatikan dalah adanya zat yang dapat melarutkan zat
yang diinginkan dan pelarutnya mudah dipisahkan kembali dengan zat yang diekstrak.
Proses ekstraksi pada dasarnya merupakan pemisahan saling kontak campuran yang
berdasarkan daya larut dalam pelarut tertentu. Proses ekstraksi meliputi tiga tahap yaitu:
1 Campurkan / mencampur bahan ekstraksi dengan pelarut dan membiakkannya
saling kontak dalam proses ini terjadi perpindahan masa dengan cara difusi pada
2
3

bidang antara muka ekstrak dengan pelarut.


Memisahkan larutan ekstrak dari rafinat
Mengisolasi ekstrak dari larutan ekstrak dan mendapatkan kembali pelarutnya
umumnya dilakukan dengan cara penguapan.

Penggunaan pelarut yang digunakan untuk ekstraksi harus memperhatikan beberapa


faktor seperti:
1

Selektivitas. Yaitu pelarut yang hanya dapat melarutkan ekstrak yang diinginkan

bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi.


Kelarutan. Yaitu pelarut yang sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan

yang besar.
Kemampuan tidak saling bercampur, hal ini penting bila yang akan diekstrak

merupakan cairan.
Kerapatan terutama pada ekstraksi cairan yang sedapat mungkin mempunyai
perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi hal ini
dimaksudkan agar kedua fase dapat mudah dipisahkan kembali setelah
pencampuran. Bila perbedaan kerapatan kecil, pemisahan harus dilakukan dengan
meggunakan gaya sentrifugal.

Reaktifitas pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara

kimia pada komponen bahan ekstraksi.


Titik didij, karena ekstrak dan pelarut harus dipisahkan dengan cara penguapan,
maka titik didih kedua bahan harus jenuh.

Berdasarkan bahan yang dipakai ekstraksi dibagi menjadi 2 macam :


1

Ekstraksi padat - cair yaitu suatu ekstraksi yang bahan ekstraksinya merupakan

zat padat yang menggunakan pelarut zat cair.


Ekstraksi cair cair yaitu suatu ekstraksi yang bahan ekstraksinya merupakan zat
cair dengan menggunakan pelarut zat cair.

Secara garis besar ekstraksi didefinisi, yaitu suatu cara pemisahan suatu zat cair dari
campurannya (merupakan zat padat atau cair) yang berdasarkan daya larut dalam pelarutnya
tertentu (pelarut sebagai pemisah).

Metode dasar pada ekstraksi cair-cair sebenarnya dibagi menjadi ekstraksi bertahap continue dan
counter curret seperti dibawah ini:
1. Ekstraksi bertahap :

cara ekstraksi yang paling sederhana caranya dengan

menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula


kemudian dilakukan pengocokkan sehingga terjadu kesetimbangan konsenterasi
zat yang akan diekstraksi pada kedua lapisan, setelah lapisan ini tercapai
didiamkan dan dipisahkan.
2. Ekstraksi continue : digunakan bila perbandiangn distributif relatif kecil sehingga
untuk pemisahan yang kuantitatif diperlukan beberapa tahap ektraksi, efisiensi
yang tinggi pada ekstraksi continue tergantung pada viskositas fase dan faktor lain
yang mempengaruhi kecepatan tercapainya kesetimbangan. Efisiensi ekstraksi
dapat ditingkatkan dengan menggunakan luas kotak yang besar.
3. Ekstraksi counter current fase cair pengekstraksi dialirkan dengan arah yang
berlawanan dengan larutan yang mengandung zat yang akan diekstrak. Biasanya
digunakan untuk pemisahan zat isolasi ataupun pemurnian sangat bermanfaat

untuk fraksional senyawa organik tetapi kurang bermanfaat untuk senyawasenyawa organik.
Kristalisasi
Pemisahan bahan padat berbentuk kristal dari suatu larutan atau peristiwa pembentukan
partikel zat padat dalam fase homogen. Kristalisasi yang dapat terjadi sebagai pembentukan
partikel padat dalam uap.
Syarat syarat terbentuknya kristal

Larutan harus jenuh adalah larutan yang mengeandung jumlah zat terlarut sedemikian

rupa pada suhu tertentu sehingga kelebihan tidak lagi melarut


Larutan harus homogeny
Partikel partikel yang sangat kecil tetap tersebar merata biarpun didiamkan dalam

waktu lama.
Adanya perubahan suhu
Penurunan suhu secara dratstis/kenaikan suhu secara drastis tergantung dari kristal yang
diinginkan.

Metode Metode Kristalisasi :


1

Pendinginan
Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang drastis dengan menurunnya
temperatur, kondisi lewat jenuh dapat dicapai dengan pendinginan larutan panas yang

jenuh.
Pemanas
Untuk bahan yang kelarutannya berkurang sedikit dengan menurunnya suhu. Kondisi

lewat jenuh dapat dicapai dengan penguapan sebagai pelarut.


Pemanas dan pendinginan
Metode ini merupakan gabungan dari 2 metode diatas larutan panas yang jenuh

dialirkan kedalam sebuah ruangan yang divakumkan


Penambahan bahan (zat) lain.

Proses kristalisasi pada pembekuan :


1

Dalam keadaan cair atom-atom tidak memiliki susunan tertentu dan selalu mudah

bergerak
Dengan turunnya temperatur maka energi atom akan semakin rendah

Inti atom menjadi pusat kristalisasi

Mekanisme pembentukan kristal


1

Pembentukan inti. Inti kristal adalah partikel partikel kecil bahkan sangat kecil yang

dapat terbentuk secara sponton akibat dari keadaan lewat jenuh.


Pertumbuhan kristal. Pertumbuhan kristal merupakan gabungan dari 2 proses yaitu :
a Transportasi molekul molekul dari bahan yang akan dikristalkan dalam larutan
kepermukaan kristal dengan cara difusi, proses ini berlangsung semakin cepat jika
b

derajat lewat jenuh dalam larutan semakin besar.


Penempatan molekul-molekul pada kisi kristal semakin luas total permukaan
kristal semakin banyak bahan yang ditempatkan pada kisi kristal persatuan waktu

Metode Proses
Dalam praktikum ini kita menggunakan metode kristalisasi pemanasan karena perubahan
suhu drastisnya dengan cara dipanaskan.

Diagram Alir Proses


5 gram teh dan 20 cc
alkohol

25 gr MgO

dipanaskan
hingga 4 jam

Dibuat suspensi
dalam 150 cc

Filtrate yg
dihasilkan
dijadikan satu

Tepung
direbus lagi
dgn 150 cc air
sebanyak 3x

Dimasukkan
25 cc H2SO4

Filtrat dikocok
hingga 3x
Perhitungan

Dipanaskan hingga
menjadi tepung

Tepung yg terjadi
direbus dlm 250 cc
air lalu saring

Ditambahkan
NaOH lalu
diteteskan ke
Diperoleh
kristalyg
piring porselin
kurang
lebih
dipanaskan
sebabanyak 2 gr

Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam percobaan, yaitu :

Corong pemisah
Gabus
Statif
Pompa vakum
Bunzen
Kertas saring
Erlenmeyer hisap
Klem
Piring porselin

Bahan yang digunakan pada percobaan, yaitu :

Teh
Alkohol
H2SO4
MgO
Khloroform
NaOH

Prosedur
1
2
3

Kedalam alat ekstraksi dimasukkan 50 gr teh dan 200 cc alkohol


Proses ekstraksi ini berlangsung selama 2 jam (sampai cairan yang kelabu kembali jernih)
Setelah ekstraksi cairan ditambah 25 gr MgO dan dibuat suspensi dalam 150 cc air pada

4
5
6
7

piring porselin
Kemudian dipanaskan diatas bunzen hingga suspensi menjadi kering seperti tepung
Tepung yang terjadi direbus dengan 250 cc air lalu disaring dengan saringan penghisap.
Kemudian tepung direbus lagi dengan air 150 cc sebanyak 3x
Pada tiap-tiap penyaringan filtratnya dijadikan satu.

Kemudian dalam cairan ini dimasukkan 15% larutan asam sulfat 25 cc dan cairan direbus

hingga volumenya mencapai 1/3 dari volume awal.


Setelah perebusan saring kembali untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masing

ada.
10 Filtrat yang didapat dikocok 3 kali dengan khloroform setiap 25 cc pemakaiannnya
11 Larutan khloroform yang akan kuning diberi larutan NaOH encer agar warnanya agak
muda.
12 Kemudian diteteskan kepiring porselin yang sedang dipanasi diatas bunzen, sehingga
didapat kristal coffeine
13 Kristal coffeine yang didapat berupa jarum-jarum putih yang mengkilap, mempunyai 1
mol air kristal dengan titik lebih 236 C dan menyublim pada suhu 180 C.
14 Timbang kristal yang didapat dan hitung rendemen praktisnya
15 Hasil yang didapat kira-kira 2 gram.

Rangkaian Alat

10
1

2
3
4
5

Gambar : Susunan alat pada saat ekstraksi


Keterangan Gambar :
1 Kondensor
7. Waterbath / Heater
2 Klem
8. Statif
3 Soxlet
9. Selang air masuk
4 Kertas Saring
10. Selang air keluar
5 Hols
11. Teh di dalam hols
6 Labudidih
12. Etanol dan ekstrak

1
2
5
3

7
4

Gambar : Susunan alat pada saat penyaringan dengan saringan penghisap


Keterangan Gambar :
1. Corong Pemisah
2. Piring porselin
3. Kakitiga
4. Bonzen
5. Klem
6. Statif

Gambar : Susunan alat pada saat pemisahan kristal coffein dari larutannya

Data Pengamatan

1. Saat proses ekstraksi, larutan alcohol yang semula berwarna bening berubah
menjadi hijau dikarenakan bubuk teh yang menguap kemudian mengembun dan
menetes ke dalam labu alas bulat yang berisi alcohol tsb.
2. Hasil ektraksi ditambah MgO dan dibuat suspense dengan ditambahkan air
berubah menjadi tepung setelah dipanaskan kembali sambil diaduk diatas bunzen.
3. Tepung direbus kembali dengan air kemudian disaring dengan penyaring
penghisap hingga terbentuk filtrate.
4. Ketika larutan tersebut dipanaskan hingga 1/3 volume awal, larutan berwarna
hijau gelap hampir hitam dan pekat.
5. Pada saat larutan dikocok dengan kloroform terbentuk beberapa lapisan, semakin
ke bawah semakin bening.
6. Filtrat kloroform yang diberi NaOH encer warnanya menjadi lebih muda pada
bagian bawah dan lebih gelap pada bagian atas larutan.

Perhitungan
Secara teoritis
Berat kristal coffein

= 2gram

Hasil praktikum

Berat Porselin + isi

= 105,57 gram

Berat Porselin kosong = 105,52 gram


Berat kristal coffein

= 0.05 gram

Rendemen Coffein

berat hasil praktikum


berat secara teoritis

100 %

0,05 gram
2 gram

x 100 %

= 2,5%
Pembahasan
Dalam ekstraksi kafein pada praktikum ini bahan baku yang digunakan adalah teh, karena
teh mengandung kafein paling banyak dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya seperti kopi
dan coklat. Untuk mengekstraksi teh, teh ini dibungkus dengan kertas saring dan dimasukkan ke
dalam ekstraktor. Kemudian diisi dengan alcohol sebagai pelarutnya. Digunakan alkohol sebagai
pelarutnya karena mempunyai sifat yang sama dengan sampel, yaitu bersifat polar, sehingga
dapat melarutkan kafein yang terdapat di dalam teh. Pada proses ekstraksi digunakan alat
ekstraktor, dimana pada percobaan ini alat ekstraktor yang berisi teh dengan pelarut alkohol
bekerja dengan cara pemanasan yang dilakukan dimana akan terjadi sirkulasi selama pemanasan.
Semakin sering terjadi sirkulasi maka akan semakin banyak kafein yang dihasilkan. Sirkulasi ini
terjadi karena pelarut alkohol yang berada pada labu bulat akan menguap akibat pemanasan. Alat
ekstraktor ini dilengkapi dengan cooler yang akan mendinginkan alkohol yang menguap dan
akan turun ke dalam ekstraktor hingga akhirnya jatuh ke dalam alas bulat kembali. Setelah
selesai diekstraksi, larutan campuran kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi
suspensi dari MgO dan air. Tujuan dari penambahan MgO tersebut untuk mengikat klorofil dan
mengikat air, agar kafein menjadi terlindungi pada saat pengeringan sehingga tidak pecah-pecah
yang menyebabkan kerusakan pada strukturnya. Kemudian campuran dituangkan dalam cawan
porselin kemudian dikeringkan. Pengeringan disini bertujuan untuk menghilangkan kandungan alkohol
dari campuran. Tepung yang terbentuk direbus dengan 200 cc air. Hal ini bertujuan untuk melarutkan coffein dan
juga untuk memurnikan campuran dari pengaruh alkohol yang masih ada dalam MgO. Setelah
itu disaring dengan saringan penghisap. Tepung direbus kembali hingga menghasilkan filtrate.
Fitrat yang mengandung kafein kemudian ditambahkan dengan 10% larutan H2SO4 25cc.
Penambahan asam ini dimaksudkan untuk mengoksidasi larutan dan menurunkan pH larutan
sehingga kafein tidak mengalami kerusakan. Pada suasana pH yang tinggi,kafein sangat mudah
rusak, sehingga untuk mendapatkan kafein yang baik, penambahan asam seperti asam sulfat
untuk menurunkan pH harus dilakukan.

Setelah itu diakukan pengisatan sampai 1/3 volume semula. Hal ini dilakukan agar
larutan tersebut jenuh dan memenuhi syarat kristalisasi dan zat-zat dan air yang tercampur pada
kafein menjadi terpisah melalui proses ini. Larutan yang tertinggal dimasukkan ke dalam corong
pisah.

Di

dalam corong

pisah

dilakukan

pencucian

dengan

CHCl3

dengan

cara

pengocokan corong pemisah yang berisi larutan dan kloroform agar kloroform dapat terdistribusi
dengan cepat dan keduanya tercampur sempurna. Dibukanya kran pada saat pengocokan agar
mengeluarkan gas didalamnya, karena jika tidak dikeluarkan dapat memberikan tekanan pada
tutup separator funnel dan dapat menyebabkan tutup terbuka sendirinya.. Pemisahan larutan ini
dikarenakan sifat kepolarannya. Penggunaan kloroform (CHCl3) sebagai pencuci karena CHCl3
bersifat semipolar yang dapat mengikat kotoran-kotoran dan zat-zat lain yang ada pada kafein
sekaligus berikatan dengan air.
Larutan yang telah dikocok dalam corong pemisah terbagi menjadi 3 lapisan. Lapisan
atas berwarna cokelat tua yang mengandung zat sisa, lapisan tengah berwarna coklat muda
adalah kafein yang masih bercampur dengan zat sisa sedangkan lapisan bawah yang berwarna
bening adalah larutan kafein. Terbentuknya 3 lapisan ini disebakan massa jenis. Semakin kecil
massa jenis maka akan berada di lapisan paling atas. Larutan kafein dikeluarkan ke dalam gelas
beker agar kafein terpisah dari zat-zat lainnya. Larutan atas ditambah kloroform agar kafein yang
masih tertinggal di nlarutan dapat terpisah secara sempurna. Sehingga, kafein terikat dengan
kloroform dan dapat dikeluarkan ke gelas beker.
Larutam kafein yang telah dipisahkan, ditambahkan NaOH encer. Penambahan NaOH untuk
menjernihkan larutan coffein yang berwarna kuning dari pengaruh Kloroform.

Kemudian

larutan terbagi menjadi dua lapisan, lapisan yang paling bawah berisi kafein yang akan
dievaporasi diatas piring porselin hingga menyisakan kristal kafein. Hasil kristal kafein yang
didapat adalah 0.05 gram.

Kesimpulan

Pembuatan coffein pada praktikum ini menggunakan prinsip ekstraksi


menggunakan alat yaitu ekstraktor.
Metode Operasi pemisahan yang digunakan yaitu ekstraksi, filtrasi, dekantasi dan
kristalisasi.
Metode kristalisasi yang digunakan pada praktikum ini adalah metode pemanasan
karena perubahan suhu drastisnya dengan cara dipanaskan.
Kristal coffein yang didapat sedikit dikarenakan banyak kesalahan yang terjadi
pada saat praktikum.
Rendemen kristal coffein yang didapat sebesar 2,5%

Tugas
1

Tuliskan asal-usul Caffeine?


Sejarah Coffeine
Manusia telah mengonsumsi kafeina sejak Zaman Batu. Manusia zaman
dahulu menemukan bahwa penguyahan biji, ranting, dan daun tumbuh-tumbuhan
tertentu memiliki efek meringankan rasa lelah, merangsang kesadaran, dan
memperbaiki suasana hati. Efek kafeina ini kemudian ditemukan dapat
ditingkatkan dengan menyeduhkan bagian tumbuhan tersebut dengan air panas.
Banyak kebudayaan yang mempunyai legenda mengenai asal usul tumbuhan
tersebut.
Menurut salah satu legenda populer Cina, Kaisar Cina Shnnng, yang
dimitoskan telah berkuasa sekitar tahun 3000 SM, tanpa sengaja menemukan
bahwa ketika beberapa dedaunan jatuh ke dalam air mendidih, minuman yang
wangi dan dapat memulihkan tenaga dihasilkan.[25] Shennong juga disebut-sebut
dalam karya Lu Yu, Cha Jing, mengenai teh.[26] Sejarah kopi pun telah tercatat
sejak abad ke-9. Pada saat itu, biji kopi hanya tersedia dari habitat aslinya
saja, Etiopia. Legenda populer menceritakan penemuan kopi oleh seorang
penggembala kambing bernama Kaldi yang memantau bahwa kambingkambingnya menjadi lebih aktif dan tidak tidur pada malam hari setelah
merumputi semak-semak kopi. Setelah ia mencoba buah kopi yang dimakan oleh

kambingnya, ia juga mendapatkan khasiat yang sama. Literatur paling awal yang
menyebutkan adanya kopi kemungkinan adalah sebuah referensi mengenai
Bunchum dalam karya seorang Persia al-Razi. Pada tahun 1587, Malaye
Jaziri menyusun suatu karya yang menilik sejarah dan kontroversi hukum kopi
berjudul "Undat al safwa fi hill al-qahwa". Dalam karyanya ini, Jaziri mencatat
bahwa seorang Sheikh, Jamal-al-Din al-Dhabhani, mufti Aden, adalah yang
pertama menggunakan kopi pada tahun 1454, dan pada abad ke-15, para
Sufi Yaman secara rutin menggunakan kopi untuk terus terbangun selama berdoa.

Fungsi Kloroform dan Pemanasan

1
3 ?

Fungsi melakukan pemanasan volumenya mencapai

1
3

dari volume awal

adalah Hal ini dilakukan agar larutan tersebut jenuh dan memenuhi syarat kristalisasi
dan zat-zat dan air yang tercampur pada kafein menjadi terpisah melalui proses ini.
Sedangkan fungsi penambahan Kloroform adalah sebagai pencuci karena CHCl3
bersifat semipolar yang dapat mengikat kotoran-kotoran dan zat-zat lain yang ada
pada kafein sekaligus berikatan dengan air.
3

Analisa Kesalahan?
Proses ekstraksi kurang lama karena pada prosedur yang ke 2 dijelaskan
bahwa seharusnya proses ekstraksi ini berlangsung selama 4 jam. Tapi pada
kenyataannya

praktikum kami hanya melakukan ekstraksi selama 2 jam

dikarenakan keterbatasan waktu.


Proses ekstraksi kurang maksimal karena pada saat ditengah-tengah proses

ekstraksi tiba-tiba air mati sehingga proses ekstraksi sempat terhenti.


Pada tahap nomer 4 kemudian dipanaskan diatas bonzen hingga suspensi
menjadi kering seperti tepung. Tapi pada kenyataannya dan karena
keterbatasan waktu kita hanya merebus sampai kering saja tidak sampai
menjadi benar-benar tepung, karena hingga menjadi tepung membutuhkan
waktu yang lumayan lama juga.

Pada prosedur nomer 5 tepung yang terjadi direbus dengan 250 cc air lalu
disaring dengan saringan pengisap. Tapi pada kenyataannya karena hanya
mengira-ngira penambahan air maka terkadang air yang ditambahkan lebih

atau kurang dari 250 cc.


Penyaringan sering bocor pada prosedur nomor 5 karena kurang benar

menaruh kertas saring pada corong.


Pada prosedur nomor 8 kemudian dalam cairan ini dimasukkan 15% larutan
asam sulfat 25 cc dan cairan direbus hingga volumenya 1/3 dari volume
awal. Karena saat perebusan kita menggunakan beaker glass 250 ml, jadi

ukuran yang digunakan hanya mengira-ngira saja atau kurang lebih.


Pada prosedur nomor 10 Filtratnya yang didapat dikocok 3 kali dengan
khlorofrom setiap 15 cc pemakaianya. Tapi pada proses nyatanya
pengocokan hanya dilakukan sebanyak 2 kali dikarenakan pengocokan

pertama, khloroform dimasukan sebanyak 35 cc.


Pada langkah terakhir yaitu proses penetesan larutan ke piring porselin hingga
menjadi kristal, suhunya tidak terkontrol dengan baik, bahkan kadang terlalu
tinggi hingga kristal coffein tersebut kemungkinan banyak yang menyublim.

Jelasan 4 macam metode pemisahan ekstraksi?


1. Ekstraksi padat cair (ekstraksi soxhlet)
Ekstraksi padat cair adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert
ke dalam pelarutnya atau digunakan untuk memisahkan analit yang terdapat pada
padatan menggunakan pelarut organic. Proses ini merupakan proses yang bersifat
fisik, karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa
mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan
yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Padatan yang akan diekstrak
dilembutkan terlebih dahulu, dapat dengan cara ditumbuk atau dapat juga di iris-iris
menjadi bagian-bagian yang tipis. Kemudian padatan yang telah halus di bungkus
dengan kertas saring dan dimasukkan kedalam alat ekstraksi soxhlet.Pelarut organic
dimasukkan ke dalam labu godog.Kemudian peralatan ekstraksi di rangkai dengan
pendingin air.Ekstraksi dilakukan dengan memanaskan pelarut organic sampai semua
analit terekstrak.

2. Ekstraksi Cair-Cair
Ekstraksi Cair-Cair merupakan metode pemisahan yang baik karena pemisahan
ini dapat dilakukan dalam tingkat makro dan mikro.Dan yang menjadi pokok
pembahasan dalam ekstraksi cair-cair ini adalah kedua fasa yang dipisahkan
merupakan cairan yang tidak saling tercampur.Prinsip metode ini didasarkan pada
distribusi zat terlarut dengan perbandingan tetentu antara dua pelarut yang tidak
saling bercampur seperti benzene dan kloroform. Ekstraksi cair-cair digunakan
sebagai cara untuk praperlakuan sampel atau clean-up sampel untuk memisahkan
analit-analit dari komponen-komponen matriks yang mungkin menganggu pada saat
kuantifikasi atau deteksi analit. Kebanyakan prosedur ekstraksi cair-cair melibatkan
ekstraksi analit dari fasa air kedalam pelarut organic yang bersifat non-polar atau
agak polar seperti n-heksana, metil benzene atau diklorometana.Meskipun demikian,
proses sebaliknya juga mungkin terjadi.Analit-analit yang mudah tereksitasi dalam
pelarut organic adalah molekul-molekul netral yang berikatan secara kovalen dengan
konstituen yang bersifat non-polar atau agak polar.
3. Ekstraksi Fase Padat (Solid Phase Extraction)
Jika dibandingkan dengan ekstraksi cair-cair, SPE merupakan teknik yang relative
baru, akan tetapi SPE cepat berkembang sebagai alat yang utama untuk praperlakuan
sampel atau untuk clean-up sampel-sampel kotor, misalnya sampel-sampel yang
mempunyai kandungan matriks yang tinggi seperti garam-garam, protein, polimer, resin
dan lain-lain. Keunggulan SPE dibandingkan dengan ekstraksi cair-cair adalah:

Proses ekstraksi lebih sempurna


Pemisahan analit dari pengganggu yang mungkin ada menjadi lebih efesien
Mengurangi pelarut organic yang digunakan
Fraksi analit yang diperoleh lebih mudah dikumpulkan
Mampu menhilangkan partikulat
Lebih mudah diatomatisasi
Sementara itu kerugian SPE adalah banyaknya jenis cartridge (berisi penyerap

tertentu) yang beredar dipasaran sehingga reprodusibilitas hasil bervariasi jika

menggunakan cartridge yang berbeda dan juga adanya adsorbs yang bolak balik
padacartridge SPE.
4. Ekstraksi asam basa
Merupakan ekstraksi yang didasarkan pada sifat kelarutannya.Senyawa atau basa
direaksikan dengan pereaksi asam atau basa sehingga terbentuk garam.Garam ini larut
dalam air tetapi tidak larut dalam senyawa organic.
Salah satu teknik yang paling penting dalam kimia analitik adalah titrasi, yaitu
penambahan secara cermat volume suatu larutan yang mengandung zat A yang
konsentrasinya diketahui, kepada larutan kedua yang konsentrasinya belum diketahui,
yang akan mengakibatkan reaksi antara keduanya secara kuantitatif. Selesainya reaksi
yaitu pada titik akhir ditandai dengan semacam perubahan sifat fisis, misalnya warna
campuran yang berekasi.Titik akhir dapat dideteksi dalam campuran reaksi yang tidak
berwarna dengan menambahkan zat terlarut yang dinamakan indicator, yang mengubah
warna pada titik akhir.
5

Apa yang maksud kristalisasi, mekanisme pembentukan dan metodenya?


Kristalisasi
Pemisahan bahan padat berbentuk kristal dari suatu larutan atau peristiwa
pembentukan partikel zat padat dalam fase homogen. Kristalisasi yang dapat terjadi
sebagai pembentukan partikel padat dalam uap.
Metode Metode Kristalisasi :
1. Pendinginan
Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang drastis dengan menurunnya
temperatur, kondisi lewat jenuh dapat dicapai dengan pendinginan larutan panas
yang jenuh.
2. Pemanas
Untuk bahan yang kelarutannya berkurang sedikit dengan menurunnya suhu.
Kondisi lewat jenuh dapat dicapai dengan penguapan sebagai pelarut.
3. Pemanas dan pendinginan

Metode ini merupakan gabungan dari 2 metode diatas larutan panas yang jenuh
dialirkan kedalam sebuah ruangan yang divakumkan
4. Penambahan bahan (zat) lain.
Mekanisme pembentukan kristal
1

Pembentukan inti
Inti kristal adalah partikel partikel kecil bahkan sangat kecil yang dapat
terbentuk secara sponton akibat dari keadaan lewat jenuh.
Pertumbuhan kristal. Pertumbuhan kristal merupakan gabungan dari 2 proses
yaitu:
Transportasi molekul molekul dari bahan yang akan dikristalkan dalam
larutan kepermukaan kristal dengan cara difusi, proses ini berlangsung

semakin cepat jika derajat lewat jenuh dalam larutan semakin besar.
Penempatan molekul-molekul pada kisi kristal semakin luas total
permukaan kristal semakin banyak bah

Daftar Pustaka
Ahmad, Mustafa, 1992, Kimia Organik, Erlangga, Jakarta.
Finar, 1985, Organic chemistry, Longsman, london.
Sujarwo, 1964, Bercocok Tanam Teh, Summur, Bandung.
Winarno, 1991, Komoditi Teh, yayasan Obor, Jakarta.
Google: http://ariefrvi.blogspot.com/2012/09/laporan-percobaan-5-ektraksi-kafein.html

Google : http://www.scribd.com/doc/180516303/Laporan-Tetap-Ekstraksi-Kafein-Dari-DaunTeh-docx
Google : http://dhewata.blogspot.com/2010/02/lap-ko.html
Google : http://voiladena.blogspot.com/2012/06/ekstraksi-kafein.html