Anda di halaman 1dari 8

Mineral-mineral non silikat

1. Kelompok Halida
Kelompok ini dicirikan oleh adanya dominasi dari ion halogenelektronegatif,seperti: F-,
Cl-, Br-, I-. Pada umumnya memiliki BJ yang rendah (< 5). Contoh mineralnya adalah: Halit
(NaCl), Fluorit (CaF2), Silvit (KCl), dan Kriolit (Na3AlF6).
a. Halit (NaCl)
Halit atau dikenal sebagai garam dapur biasa digunakan sebagai bumbu masak karena
sifat khasnya yang terasa asin dan menguatkan rasa. Selain itu, Halit jugadigunakan dalam
industri kimia untuk preparasi soda, asam hidroklorat, dan disamping itu, Halit juga digunakan
dalam penelitian ilmiah sebagai bagian dari alat optik.

Gambar 1. Mineral Halit

b. Fluorit (CaF2)
Fluorit digunakan dalam produksi asam hidrofluorit yang sangat pentingdalam kerajinan
gerabah, industri optik sebagai bahan pembuatan lensa, danindustri plastik. Di samping itu,
sangat penting dalam metalurgi bauksit dan fluksuntuk industri logam. Pada varietas yang tidak
berwarna dan transparan, biasadigunakan sebagai lensa apokromatik dan prisma spektrografis.

Gambar 2. Mineral Fluorit


c. Sylvite (KCl)
Mineral ini sangat bermanfaat dalam pertanian sebagai pupuk karenakandungan Kalium
dan Klorinnya.

Gambar 3. Mineral sylvite

d. Cryolite (Na3AlF)
Mineral ini sangat langka dan dulu digunakan sebagai fluks dalam pemurnian bauksit
tetapi sekarang fungsinya digantikan oleh Fluorit. Oleh karena itu, kinihanya digunakan sebagai
bahan pengkilap gerabah dan bahan utama bagi beberapa jenis kaca.

Gambar 4. Mineral cryolite


2. Kelompok Sulfat
Sulfat terdiri dari anion sulfat (SO42-). Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan
anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik
(penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi
sulfat dan halida berinteraksi.Pada kelas sulfat termasuk juga mineral-mineral molibdat, kromat,
dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral tersebut juga terbentuk dari kombinasi
logam dengan anion-anionnya masing-masing. Contoh-contoh mineral yang termasuk kedalam
kelas ini adalah barite (barium sulfate), celestite (strontium sulfate), anhydrite (calcium sulfate),
angelsit dan gypsum (hydrated calcium sulfate). Juga termasuk didalamnya mineral chromate,
molybdate, selenate, sulfite, tellurate serta mineral tungstate.
a. Barit (BaSO4)
Mineral yang cukup melimpah di alam ini, merupakan mineral bijih yang paling utama
bagai Barium. Selain itu, juga sebagai bahan tambahan penting untuk lumpur pengeboran
minyak bumi. Barit sering digunakan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan kertas dan karet
serta bahan pewarna karena warnanya yang putih.

b. Celestite (SrSO4)
Mineral ini adalah sumber utama untuk mendapatkan logam Strontium dan garamnya
juga biasa digunakan sebagai bahan utama pembuatan kembang api karena dapat menghasilkan
api yang berwarna merah terang. Dalam industri, Celestite digunakan sebagai bahan campuran
karet, cat, serta elemen baterai. Pada varietas yang tidak berwarna dan transparan, dapat menjadi
bahan kaca serta keramik (varietas yang berkilau).

Gambar 5. Mineral Barit

Gambar 6. Mineral Celestite

c. Anhidrit (CaSO4)
Mineral ini, terutama diperlukan untuk menghasilkan asam sulfur, dengan kandungan
belerangnya, serta salah satu bahan baku kertas dan batu hias karena kenampakannya yang
indah.
Gambar 7. Mineral Anhidrit

d. Anglesit (PbSO4)
Dengan kandungan timbalnya, mineral bijih ini diekstraksi untuk mendapatkan logam
timbal dan menjadi bahan studi untuk mempelajari deposit mineral bijih secara umum.

Gambar 8. Mineral Anglesit


e. Gipsum (Ca SO4. 2H2O)
Gipsum biasanya digunakan sebagai perekat pada bangunan-bangunan kuno serta bahan
campuran dalam semen. Selain itu, juga dijadikan ornamen, baik untuk pahatan maupun dilebur
lalu dicetak menjadi ornamen interior dalam bangunan, termasuk eternit.

Gambar 9. Mineral Gipsum

3. Kelompok Fosfat
Kelompok ini dicirikan oleh adanya gugus PO43-, dan pada umumnya memiliki kilap kaca
atau lemak, contoh mineral yaitu:
a. Apatit (Ca,Sr, Pb,Na,K)5 (PO4)3 (F,Cl,OH)
Mineral ini biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk fosfat dan
pembuatan asam fosfat. Sementara kristal yang transparan dan berwarna indah dipotong dan
dibentuk menjadi batu mulia walaupun cukup lunak (kekerasan 5).

Gambar 10. Mineral Apatit


b. Vanadinite Pb5Cl(PO4)3
Mineral ini adalah mineral bijih untuk memperoleh Vanadium, bahan campuran logam,
dan bahan pewarna pakaian karena warnanya yang merah sampai kuning kecoklatan.
Gambar 11. Mineral Vanadinite

c. Turquoise CuAl6(PO4)4(OH)8 . 5H2O


Mineral ini terutama biasa digunakan sebagai batu hiasan yang bernilai tinggi.

Gambar 12. Mineral Turquoise

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/232813634/Mineral-Non-Silikat
http://arjunacandra.blogspot.com/2014/06/mineral-non-silika.html
http://anakgeotoba.blogspot.com/2010/04/klasifikasi-mineral.html
http://abbyminers.blogspot.sg/2012/10/klasifikasi-mineral_16.html
http://mineralkoe.blogspot.com/2013/07/mineral-non-silikat.html