Anda di halaman 1dari 15

PERATURAN

SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA


NOMOR 0482 TAHUN 2015
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS
FASILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DI DESA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA,
Menimbang

: a. bahwa penyediaan prasarana olahraga merupakan tanggung jawab


pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai implementasi
dari ketentuan Pasal 67 ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005
tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Pasal 6 ayat (1) Peraturan
Presiden Nomor 12 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penetapan Prasarana
Olahraga;
a. bahwa sesuai ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga
Nomor 0185 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan
Pertanggungjawaban Belanja Barang Untuk Diserahkan Kepada
Masyarakat/Pemerintah Daerah dilingkungan Kementerian Pemuda dan
Olahraga, perlu disusun Petunjuk Teknis Fasilitasi Lapangan Olahraga di
Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a
dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda
dan Olahraga tentang Petunjuk Teknis Fasilitasi Lapangan Olahraga di
Desa;

Mengingat

: 1.
2.
3.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;


Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan
Nasional;
5. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
6. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan
Keolahragaan;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pendanaan
Keolahragaan;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang
Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014)

11, Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang perubahan keempat


atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
12. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan
Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode Tahun
2014-2019;
13. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor 193 Tahun
2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pemuda dan
Olahraga;
14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.02/2012 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.02/2011
tentang Klasifikasi Anggaran;
15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata
Cara Pembayaran dalam rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan
Belanja Negara;
16. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa;
17. Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0185 Tahun 2015
tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Belanja
Barang untuk diserahkan kepada Masyarakat/Pemerintah daerah di
lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN
OLAHRAGA TENTANG PETUNJUK TEKNIS
PEMBERIAN
FASILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DI DESA.
Pasal 1
Dalam Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ini yang
dimaksud dengan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa merupakan
Fasilitasi
Lapangan
Olahraga
untuk
diserahkan
kepada
masyarakat/pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah
dalam menjamin ketersediaan prasarana.
Pasal 2
Mekanisme, prosedur dan pengelolaan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa
untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah sebagaimana
tercantum dalam lampiran Peraturan ini merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga
ini, dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V

: PENDAHULUAN
: FASILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DI DESA
: MEKANISME
PELAKSANAAN
FASILITASI
LAPANGAN OLAHRAGA DI DESA
: MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
: PENUTUP
Pasal 3

Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ini sebagai Acuan


dan/atau Petunjuk Teknis pelaksanaan kegiatan fasilitasi belanja barang
untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 4
Segala pembiayaan sebagai akibat ditetapkannya Peraturan Sekretaris
Kementerian Pemuda dan Olahraga ini dibebankan pada Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2015
Nomor SP-DIPA: 092.01.1.664319/2015 tanggal 14 November 2014, Kode
Program 3824.008.001.017 Akun 526113.
Pasal 5
Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mulai berlaku
pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 27 Mei 2015
SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA,

ALFITRA SALAMM

Lampiran I :
Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga
Nomor 0482 Tahun 2015
tentang
Petunjuk Teknis Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu upaya optimalisasi peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah melalui
beberapa cara yang langsung maupun tidak langsung terkait dengan kebugaran jasmani
individu setiap bangsa melalui olahraga. Sejalan dengan hal tersebut, maka penyediaan
lapangan olahraga terutama di desa akan menjadi semakin penting. Hal tersebut
didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa desa merupakan tempat munculnya sumber
daya olahraga yang potensial. Untuk itu perlu kiranya dibangun dan dikembangkan
lapangan olahraga di desa sesuai dengan potensi di desa. Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah serta masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam
rangka mewujudkan hal tersebut di atas.
Salah satu aspek pembangunan nasional dalam bidang olahraga adalah penyediaan
lapangan olahraga yang memadai. Pembangunan lapangan olahraga sudah semestinya
dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk menimbulkan semangat persatuan dan
kesatuan, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat khususnya bidang olahraga.
Pembangunan lapangan olahraga sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun
2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional hendaknya dilaksanakan untuk mendapatkan
hasil yang optimal sesuai ketentuan dengan tidak melupakan prinsip profesionalisme,
prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Lapangan olahraga merupakan hal yang mutlak harus ada apabila kita mengharapkan
adanya pemassalan, pembibitan, dan pembinaan olahraga, diperlukan pembangunan
sistem pembinaan olahraga yang dikembangkan di lingkungan pendidikan, rekreasi dan
prestasi yang berkaitan dengan pengembangan olahraga. Ketersediaan lapangan olahraga
yang ada di tiap desa di Indonesia, menjadi prioritas dalam peningkatan prestasi olahraga.
Lapangan olahraga sebagai tempat untuk berlatih maupun bertanding pada umumnya
belum memadai serta jumlahnya sangat terbatas menyebabkan perkembangan
pemassalan, pembinaan sampai dengan peningkatan prestasi olahraga menjadi kurang
seimbang.
Untuk mewujudkan peningkatan mutu dan pemerataan lapangan olahraga, maka
Kementerian Pemuda dan Olahraga melaksanakan fasilitasi lapangan olahraga di desa
yang ditujukan kepada kelompok masyarakat/pemerintah daerah.
Tanpa lapangan olahraga yang memadai dirasa sulit mewujudkan maksud dan tujuan
pembangunan keolahragaan, rendahnya partisipasi olahraga di suatu daerah diduga antara

lain disebabkan minimnya lapangan olahraga yang disediakan oleh pemerintah maupun
masyarakat dan organisasi keolahragaan lainnya.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencukupi akan kebutuhan lapangan
olahraga dalam mendukung sembilan agenda prioritas nawacita urut tiga mencukupi
akan kebutuhan lapangan olahraga dalam upaya peningkatan ketersediaan lapangan
olahraga secara luas, sehingga diharapkan masyarakat akan mempunyai rasa memiliki
yang tinggi terhadap lapangan olahraga dan bertanggung jawab atas peningkatan
partisipasi masyarakat dalam berolahraga.
B. Maksud dan Tujuan
1.

Maksud
Petunjuk Teknis Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa untuk diserahkan kepada
masyarakat/pemerintah daerah dimaksudkan sebagai pedoman dalam merencanakan,
mengorganisasikan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan kegiatan fasilitasi
lapangan olahraga di desa.

2.

Tujuan
a. Tujuan Kegiatan
Fasiltasi Lapangan Olahraga di Desa untuk diserahkan kepada
masyarakat/pemerintah daerah bertujuan untuk :
1) meningkatkan motivasi berolahraga bagi masyarakat;
2) mengembangkan potensi olahraga di wilayahnya; dan
3) menunjang kompetisi olahraga yang akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan prestasi olahraga.
b.

Tujuan Penyusunan Petunjuk Teknis


Petunjuk Teknis ini bertujuan sebagai panduan/pedoman/petunjuk dalam
pengelolaan dan pertanggungjawaban kegiatan fasilitasi lapangan olahraga di
desa bagi masyarakat/pemerintah daerah.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Petunjuk Teknis Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa untuk diserahkan
kepada masyarakat/pemerintah daerah, meliputi pengertian, bentuk fasilitasi, sasaran
fasilitasi, persyaratan memperoleh fasilitasi, mekanisme pelaksanaan fasilitasi,
monitoring dan evaluasi serta pelaporan.
D. Pengertian
1.

2.
3.

Belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah adalah


pengeluaran anggaran belanja negara untuk pengadaan barang dan/atau transfer uang
untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah yang dikaitkan dengan
tugas fungsi dan strategi pencapaian target kinerja suatu satuan kerja dan tujuan
kegiatannya tidak termasuk dalam kegiatan bantuan sosial;
Fasilitasi adalah penyediaan prasarana lapangan olahraga di desa oleh Kementerian
Pemuda dan Olahraga untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah;
Penerima Fasilitasi adalah masyarakat/pemerintah daerah sebagai penerima fasilitasi
yang diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga;

4.

5.
6.

7.
8.

9.

10.
11.

12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

20.

21.

22.

Kegiatan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa adalah kegiatan yang dilaksanakan


oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, dalam rangka memberikan fasilitasi
lapangan olahraga kepada masyarakat/pemerintah daerah yang berlokasi di desa;
Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa adalah penyediaan lapangan olahraga untuk
diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah yang berlokasi di desa;
Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya
disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak
tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
Tim verifikasi adalah tim yang dibentuk dengan Keputusan Sekretaris Kementerian
Pemuda dan Olahraga selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
Tim Pengawas adalah Tim yang dibentuk dengan Keputusan Sekretaris Kementerian
Pemuda dan Olahraga selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk organisasi/lembaga/institusi
dan sistem yang dibentuk dari hubungan antar anggota sehingga menampilkan suatu
realitas tertentu yang mempunyai ciri-ciri sendiri, dimana sebagian besar interaksi di
dalamnya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut,
dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, kebudayaan dan perasaan persatuan yang
sama, bekerjasama, sehingga mereka dapat mengatur diri sendiri dan mengganggap
diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang telah dirumuskan;
Renovasi adalah perbaikan Aset Tetap yang rusak atau mengganti dengan yang baik
dengan maksud meningkatkan kualitas atau kapasitas;
Rehabilitasi adalah perbaikan Aset Tetap yang rusak sebagian dengan tanpa
meningkatkan kualitas atau kapasitas dengan maksud dapat digunakan sesuai dengan
kondisi semula;
Restorasi adalah perbaikan Aset Tetap yang rusak dengan tetap mempertahankan
arsitekturnya;
Lahan siap bangun adalah lahan matang yang telah siap untuk dilaksanakan
pembangunan;
Lapangan Olahraga adalah tempat/ruang yang digunakan untuk kegiatan
keolahragaan, antara lain lapangan sepakbola, bulutangkis, futsal, voli, basket;
Pemerintah adalah Pemerintah Pusat;
Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Propinsi, dan atau pemerintah
Kabupaten/Kota;
Kementerian adalah Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang keolahragaan.
Pimpinan adalah Asisten Deputi, Deputi, Sekretaris Kementerian, dan Menteri.
Asisten Deputi Pengembangan Prasarana dan Sarana Keolahragaan yang selanjutnya
disebut Asisten Deputi adalah pimpinan tinggi pratama/eselon II.a di lingkungan
Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan.
Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan yang selanjutnya disebut Deputi adalah
Pimpinan Tinggi Madya/eselon I.a di lingkungan Kementerian Pemuda dan
Olahraga yang membawahi Asisten Deputi.
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga yang selanjutnya disebut Sekretaris
Kementerian adalah Pimpinan Tinggi Madya/eselon I.a di lingkungan Sekretariat
Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab menyelenggarakan urusan di
bidang keolahragaan.

BAB II
FASILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DI DESA

A. Kegiatan Fasilitasi
Kegiatan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa
merupakan kegiatan yang
diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, dalam rangka memberikan
fasilitasi lapangan olahraga untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah yang
berlokasi di desa agar tercipta keselarasan pengembangan keolahragaan.
B. Pengelola Kegiatan Fasilitasi
Pengelola kegiatan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa untuk diserahkan kepada
masyarakat/pemerintah daerah yang dilaksanakan oleh Asisten Deputi Pengembangan
Prasarana dan Sarana Keolahragaan pada Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan
Kementerian Pemuda dan Olahraga.
C. Sasaran Kegiatan Fasilitasi
Sasaran yang diberikan fasilitasi lapangan olahraga tersebar di Kabupaten, kategori
Kabupaten Daerah Tertinggal/Daerah Perbatasan/Daerah lain yang dipandang memadai
serta memenuhi persyaratan ketentuan peraturan perundang-undangan.
D. Persyaratan Penerima Fasilitasi
1.

Persyaratan Utama
Persyaratan utama pengajuan fasilitasi sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

2.

Masyarakat/Pemerintah daerah/Pemerintah Desa mengajukan surat permohonan


dan Proposal yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga;
Ketersediaan lahan yang cukup untuk membangun lapangan olahraga;
Status tanah tidak dalam sengketa, serta alas hak yang jelas (sertifikat, akta jual
beli, girik dan lain-lain);
Memiliki alamat pemohon yang jelas dengan melampirkan surat keterangan
domisili dari desa/camat setempat;
Rencana Anggaran Biaya (RAB) lapangan olahraga;
Gambar Rencana Kerja yang telah disetujui Satuan Kerja Perangkat Daerah
Pekerjaan Umum/prasarana wilayah setempat;
Mendapat dukungan/rekomendasi dari Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang menangani keolahragaan di provinsi dan/atau kabupaten/kota;
Mendapat dukungan/rekomendasi dari Camat setempat.

Persyaratan Tambahan :
a.
b.

Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama


masyarakat/pemerintah daerah/pemerintah desa;
Surat Pernyataan Kesanggupan menerima lapangan olahraga sebagai aset
masyarakat/pemerintah daerah;

c.
d.

e.
3.

Surat Pernyataan Kesanggupan memelihara lapangan olahraga setelah pekerjaan


selesai;
Surat Pernyataan Kesanggupan menyediakan Tenaga Teknis dari Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Daerah yang menangani pekerjaan
umum/prasarana wilayah.
Surat Pernyataan tidak mengalihfunsgikan prasarana lapangan olahraga di desa.

Pengajuan Permohonan Fasilitasi


Surat permohonan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa
masyarakat/kepala desa kepada :

diajukan oleh

Yth. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia


Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3 Senayan
Jakarta 10270
Tembusan:
1. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota;
2. Kepala Dinas Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menangani keolahragaan di
Provinsi
Surat permohonan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa melampirkan :
a. Proposal berisikan :
1) Latar belakang mengajukan permohonan Fasilitasi Lapangan Olahraga di
Desa;
2) Tujuan mengajukan permohonan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa ;
3) Manfaat Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa ;
4) Kebutuhan anggaran;
5) Rencana pelaksanaan;
6) Lain-lain yang terkait dengan aktivitas keolahragaan di desa yang
bersangkutan.
b.

Lampiran-lampiran dalam proposal terdiri dari :


1) Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencakup volume dan harga satuan
setempat dan gambar rencana kerja yang telah disetujui Satuan Kerja
Perangkat Daerah Pekerjaan Umum/prasarana wilayah setempat;
2) Surat Keterangan status tanah tidak dalam sengketa;
3) Fotocopy surat bukti kepemilikan tanah (alas hak) yang jelas (sertifikat, akta
jual beli, girik dan lain-lain) yang bukan milik perseorangan;
4) Surat keterangan fungsi tanah sebagai prasarana olahraga;
5) Foto copy NPWP masyarakat/pemerintah daerah/pemerintah desa;
6) Foto lahan yang akan dibangun/direnovasi lapangan olahraga;
7) Surat pernyataan keabsahan atas dokumen yang ditandatangani di atas
meterai Rp.6.000,-.

BAB III
MEKANISME PELAKSANAAN FASILITASI
LAPANGAN OLAHRAGA DI DESA

A. Sosialisasi
Sosialisasi merupakan penyebarluasan informasi berkaitan dengan pelaksanaan
program/kegiatan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa
diperuntukkan bagi
masyarakat/pemerintah daerah. Sosialisasi dapat melalui rapat koordinasi/bimbingan
teknis dengan instansi/pemangku kepentingan (stakeholder) keolahragaan.
B. Tim Verifikasi
Tim Verifikasi dibentuk dengan Surat Keputusan Sekretaris Kementerian Pemuda dan
Olahraga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atas usulan Deputi, terdiri dari unsur :
1. Kementerian Pemuda dan Olahraga
2. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi yang menangani keolahragaan
3. SKPD Kabupaten/Kota yang menangani keolahragaan
4. SKPD Kabupaten/Kota yang menangani Pekerjaan Umum
Tugas pokok tim verifikasi sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Melakukan verifikasi administrasi;


Melakukan verifikasi lapangan;
Membuat berita acara hasil verifikasi;
Melaporkan hasil verifikasi kepada Kuasa Pengguna Anggaran melalui Asisten
Deputi dan Deputi.

C. Pelaksanaan Verifikasi
1.

Verifikasi Administrasi
Setelah surat permohonan diterima oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga serta
mendapat disposisi dari pimpinan maka Asisten Deputi meneruskan kepada tim
verifikasi untuk melakukan verifikasi administrasi guna meneliti apakah proposal
tersebut sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

2.

Verifikasi Lapangan
Verifikasi lapangan akan dilakukan terhadap proposal yang telah memenuhi
persyaratan administrasi, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam verifikasi lapangan
adalah dengan melihat kondisi faktual di lapangan dan kesesuaian dengan dokumen
yang disampaikan pemohon.

3.

Laporan hasil Verifikasi


Hasil laporan Tim Verifikasi selanjutnya dibahas dalam rapat tim verifikasi,
kemudian dituangkan ke dalam Berita Acara Hasil Verifikasi, selanjutnya
disampaikan kepada KPA melalui Asisten Deputi dan Deputi.

D. Penerima dan Pemanfaatan Fasilitasi


1. Penerima Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa ditetapkan dengan Surat Keputusan
KPA.
2. Fasilitas Lapangan Olahraga di Desa yang sudah selesai pekerjaannya dapat
dipergunakan setelah penerima mengajukan permohonan tentang pemanfaatan fasilitas
tersebut kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, dengan tembusan
kepada Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan.
E. Proses Penyediaan Barang/Jasa
Setelah penetapan Penerima Fasilitasi oleh KPA, selanjutnya akan diproses melalui
mekanisme Pengadaan Barang/Jasa yakni :
1. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa
a. Pengadaan langsung untuk Paket Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan
Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp. 200.000.000,- (dua ratus
juta rupiah).
b. Pelelangan untuk Paket Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan Konstruksi/Jasa
Lainnya yang bernilai di atas Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).
2. Swakelola
3. Pelaksanaan Kontrak
Penyedia barang/jasa Pemerintah melakukan penandatanganan kontrak perjanjian
dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
4. Pembayaran
a. Pembayaran dilakukan dalam satu (1) tahap/sekaligus dalam hal proses pengadaan
pemilihan penyedia barang/jasa dengan ketentuan pekerjaan selesai 100% dengan
dibuktikan Berita Acaara Serah Terima Pekerjaan yang ditandatangani oleh
Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dengan
melampirkan laporan hasil pekerjaan dari Tim Teknis Satuan Kerja Perangkat
Desa.
b. Pembayaran dilakukan dalam bentuk tahapan dalam hal proses pengadaan secara
swakelola dengan ketentuan tahapan pembayaran disesuaikan dengan kemajuan
fisik pekerjaan.
F. Pelaksanaan Pekerjaan
1.

Pelaksanaan perkerjaan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa


adalah
Renovasi/Rehabilitasi/Pembangunan lapangan olahraga, seperti lapangan sepak bola,
futsal, voli, bulu tangkis, basket atau fasilitas lapangan olahraga lainnya yang
dibutuhkan oleh masyarakat/pemerintah daerah.

2.

Rencana Jadwal Pelaksanaan


Pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan dengan
urutan kegiatan sebagai berikut :
NO
1.
2.
3.
4.

KEGIATAN
Persiapan
Pekerjaan
Laporan Akhir
Serah Terima

BULAN I
Minggu
1
2
3 4

BULAN II
Minggu
1 2 3 4

BULAN III
Minggu
1 2 3 4

BAB IV
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
A. Monitoring dan Evaluasi
Tim Monitoring dan Evaluasi dibentuk dengan Keputusan Sekretaris Kementerian
Pemuda dan Olahraga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atas usulan Deputi,
terdiri dari unsur :
a. Kementerian Pemuda dan Olahraga;
b. SKPD Provinsi yang menangani keolahragaan;
c. SKPD Kabupaten/Kota yang menangani keolahragaan;
d. SKPD Kabupaten/Kota yang menangani Pekerjaan Umum.
Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara periodik dan insidentil berdasarkan progres
pekerjaan.
B. Pelaporan
Asisten Deputi menyampaikan laporan secara tertulis mengenai hasil pelaksanaan
kegiatan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa tahun 2015 kepada Deputi Bidang
Harmonisasi dan Kemitraan, dengan ketentuan Laporan Kegiatan minimal memuat halhal sebagai berikut :
a. Latar belakang
b. Dasar
c. Tujuan
d. Sasaran
e. Pokok-Pokok Kegiatan
f. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan
g. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan
h. Hasil yang dicapai
i. Realisasi dan pertanggungjawaban anggaran
j. Lampiran-lampiran (data pendukung)
C. Pengawasan
Pengawasan dan pemeriksaan terhadap penerima fasilitasi dilakukan oleh Pengawas
Internal yakni Inspektorat Kementerian Pemuda dan Olahraga, maupun Aparat
Pengawasan eksternal dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI)
dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sesuai dengan ketentuan
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara dan/atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.
D. Tim Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan
Mengingat keterbatasan pelaksanaan tugas, dan fungsi Panitia Penerima Hasil Pekerjaan
(PPHP) pada proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian Pemuda dan
Olahraga, juga perlu pemeriksaan yang optimal terhadap kegiatan fasilitasi lapangan
olahraga dengan jumlah sebaran yang cukup luas melalui pembentukan Tim

Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan yang dibentuk dengan Surat Keputusan Sekretaris


Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku KPA untuk menjamin dan memastikan
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan dokumen kontrak yang telah ditetapkan.
Tim Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan terdiri dari :
1. Provinsi 3 (tiga) orang
2. Kabupaten/Kota 2 (dua) orang Pengelola Teknis dari Dinas Pekerjaan
setempat

Umum

Tim Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan dengan Kriteria sekurang-kurangnya terdapat


keterwakilan unsur dengan kualifikasi :
1. Latar belakang pendidikan teknik sipil minimal Sekolah Teknik Menengah;
2. Pengalaman pekerjaan minimal 2 (dua) tahun sub bidang sejenis; atau
3. Mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan
Tim Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan bertugas :
1. Melakukan pemeriksaan terhadap bangunan atau gedung yang telah dikerjakan untuk
memastikan pekerjaan telah selesai sesuai dengan dokumen kontrak/perjanjian;
2. Membuat berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan untuk mendukung/memperkuat
berita acara serah terima yang ditetapkan oleh Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.

BAB V
PENUTUP
Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga tentang Petunjuk Teknis Fasilitasi
Lapangan Olahraga di Desa ini merupakan standar minimum untuk dijadikan acuan bagi
masyarakat/pemerintah daerah yang mengajukan permohonan fasilitasi dari pemerintah
melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara, dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan
pekerjaan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa dapat berlangsung secara efektif dan efisien
sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Kegiatan ini sebagai stimulan untuk mendorong terbinanya jalinan kerjasama antara
pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan
keolahragaan serta untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas olahraga guna mendukung
pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan Fasilitasi Lapangan Olahraga di Desa sebagai salah satu solusi dalam mendorong
pengembangan keolahragaan, sehingga mempunyai dampak yang bersifat positif kepada
masyarakat.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Mei 2015
SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA,

ALFITRA SALAMM

Lampiran I :
UKURAN LAPANGAN OLAHRAGA
NO
1.
2.
3.
4.
5.

NAMA LAPANGAN
Lapangan Sepak Bola
Lapangan Futsal
Lapangan Voli
Lapangan Bulu Tangkis
Lapangan Basket

LUAS LAHAN
MINIMUM
64 m x 104 m
29 m x 19 m
22 m x 13 m
17,4 m x 10,1 m
32 m x 19 m

UKURAN
MINIMUM
60 m x 100 m
25 m x 15 m
18 m x 9 m
13,4 m x 6,1 m
28 m x 15 m

Lokasi :
Lahan terletak di tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Lampiran II :
Contoh : Format Rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk lapangan sepakbola
NO
I

HARGA
SATUAN

HARGA
TOTAL

Ls
Ls

.
.

Ls

PEKERJAAN LAPANGAN
a. Pembentukan kemiringan
elevasi lahan tanah

Ls

b. Pemadatan tanah dan


kemiringan elevasi tanah

Ls

PEKERJAAN
SISTEM
DRAINASE
a. Selokan...............
.

Ls

b. Pipa Pralon..........

Ls

c. dst........................

Ls

URAIAN PEKERJAAN
PEKERJAAN FISIK
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Direksi kit
b. Mobilisasi dan
Demobilisasi
c. Foto Proyek
2.

SATUAN

VOLUME

.
.

c. Pekerasan Pelapisan
Lapangan
3

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Mei 2015
SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA,

ALFITRA SALAMM