Anda di halaman 1dari 15

Struktur dan Mekanisme Jantung

Shienowa Andaya Sari


102012445 /D5
Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana
shienowa.sari@civitas.ukrida.ac.id
Abstrak
Jantung adalah organ pertama yang fungsional. Organ ini penting karena sistem sirkulasi
adalah sistem transport tubuh. Sistem sirkulasi memiliki tiga komponen yaitu jantung,
pembuluh darah, dan darah. Jantung mempunyai lapisan, serta terbagi menjadi 4 ruang,
mempunyai 4 katup, serta terdapat pembuluh darah. Fungsi dan mekanisme kerja jantung
berhubungan dengan aliran listrik yang ditimbukan oleh jantung dan enzim yang terdapat
pada jantung serta berpengaruh pada siklus jantung. Terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi curah jantung. Pemeriksaan pada jantung ialah berupa rekam aktivitas jantung
yang disebut EKG (elektrokardiogram). Dapat terjadi kelainan apabila terjadi gangguan
struktur, fungsi dan mekanisme kerja jantung.
Kata kunci: jantung, fungsi dan mekanisme, curah jantung, EKG.
Abstract
Cardiac is the first organ to function. This organ is important because the circulatory system is
the body's transport system.Circulatory system has three components: cardiac, blood vessels, and
blood. Cardiac has layers, and is divided into 4 rooms, has 4 valves, and blood vessels there. Cardiac
function and mechanism of action related to the flow of electricity that ditimbukan by heart and
enzymes contained in the heart and affects the cardiac cycle.There are several factors that affect
cardiac output. Examination of the heart is a record of heart activity is called an EKG
(electrocardiogram). Abnormalities can occur if an interruption occurs the structure, function and
mechanism of action of the heart.
Keywords: cardiac, function and mechanism, cardiac output, ECG.

Pendahuluan
Pada blok sebelumnya kita telah membahas mengenai sistem respirasi atau sistem
pernapasan. Dimana kita tahu bahwa akan terjadi pertukaran udara yaitu oksigen dan
karbondioksida. Oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh sedangkan karbondioksida yang
merupakan hasil sisa metabolisme yang akan dikeluarkan melalui paru-paru kemudian akan
keluar melalui proses ekspirasi. Darahlah yang berfungsi membawa zat-zat dan molekulmolekul yang masuk dalam tubuh ataupun yang keluar kemudian diserap ataupun diambil
dari jaringan dalam tubuh manusia. Tentunya darah yang mengedarkan zat tersebut tidak bisa
mengalir dengan sendirinya dan kita tahu bahwa disinilah jantung berperan dalam sistem
sirkulasi.
Jantung adalah organ pertama yang fungsional.1 Organ ini penting karena sistem sirkulasi
adalah sistem transport tubuh. Sistem sirkulasi memiliki tiga komponen yaitu jantung,
pembuluh darah, dan darah. Tetapi dalam pebahasan kali ini lebih menitikberatkan pada
jantung dan pembuluh darah. Tujuan pembahasan ini agar kita dapat memahami sistem
sirkulasi darah serta dapat memahami struktur dan mekanisme jantung dan pembuluh darah.
1

Isi
1. Struktur Organ Jantung dan Pembuluh Darah
Seperti yang kita ketahui bahwa jantung merupakan salah satu organ utama yag terpenting
di dalam tubuh manusia. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai jantung dan bagaimana
cara kerja jantung dalam tubuh manusia kita akan membahas struktur makroskopis dan
mikroskopis jantung beserta pembuluh darah yang mendarahi jantung pada tubuh manusia
secara makroskopis dan mikroskopis.
1.1 Makroskopis
Jantung merupakan organ berongga, berotot, dan berbentuk kerucut (Gambar 2). 2 Terletak
di antara pleura sinistra dan dextra, di daerah yang disebut mediastinum, di belakang badan
sternum, dan dua pertiganya terletak disisi kiri. Basis yang berbentuk sirkular pada kerucut
ini menghadap ke atas dan ke kanan, sedangkan puncaknya mengarah ke bawah, ke depan,
dan ke kiri. Puncak jantung biasanya terletak setinggi ruang interkostal kelima, sekitar 9 cm
dari garis tengah. Ukuran jantung sekitar 12 cm dari basis ke puncak, dengan lebar sekitar 9
cm dan tebal sekitar 6 cm. Bagian-bagian jantung berhubungan sebelah atas dengan
pembuluh darah besar, sebelah bawah diafragma, setiap sisipleura, dan sebelah belakang
aorta descendens, oesophagus, dan columna vertebralis.

Gambar 2. Jantung Tampak Depan2


1.1.1

Lapisan Jantung

Jantung mempunyai lapisan yang melindunginya yaitu pericardium. Perikardium adalah


kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil, membungkus jantung dan
pembuluh darah besar.3 Kantong ini melekat pada diafragma, sternum, dan pleura yang
membungkus paru-paru. Pericardium mempunya dua lapisan yaitu lapisan fibrosa luar dan
lapisan serosa dalam.
Lapisan fibrosa luar pada pericardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk
lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Sedangkan lapisan serosa dalam terdiri
dari dua lapisan yaitu membran visceral (epikardium) menutup permukaan jantung dan
membrane parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa pericardium. Rongga

pericardial adalah ruang potensial antara membrane visceral dan parietal. Ruang ini
mengandung cairan pericardial yang disekresi lapisan serosa untuk melumasi membrane.
Dinding jantung tersusun atas tiga lapisan yaitu epikardium, miokardium, dan
endokardium. Epikardium adalah bagian terluar dinding jantung seperti yang telah dijelaskan
pada paragraph sebelumnya. Kemudian miokardium merupakan bagian tengah terdiri dari
jaringan otot jantung yang berkontraksi memompa darah. Ketebalan miokardium bervariasi
dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Endokardium merupakan lapisan dalam diding
jantung tersusun dari lapisan endothelial yang terletak di atas jaringan ikat. Lapisan ini
melapisi jantung, katup, dan menyambung dengan lapisan endothelial yang melapisi
pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung.
1.1.2 Ruang Jantung
Jantung mempunyai empat ruang yaitu atrium kanan, ventrikel kanan, dan atrium kiri,
ventrikel kiri.3,4 Atrium kanan dan kiri atas dipisahkan oleh septum intratrial, sedangkan
vemtrikel kanan dan kiri bawah dipisahkan oleh septum interventrikular. Dinding atrium
relatif lebih tipis dibandingkan dengan ventrikel. Atrium menerima darah dari vena yang
membawa darah kembali ke jantung. Sedangkan ventrikel selain mempunyai dinding yang
lebih tebal, bagian ini mendorong darah ke luar jantung menuju arteri yang membawa darah
meninggalkan jantung.
Atrium kanan (Gambar 3) berada pada bagian kanan jantung dan terletak sebagian besar
di belakang sternum.4 Dinding mempunyai ketebalan kurang lebih 2mm. Volumenya kurang
lebih 57cc, terdiri dari dua bagian yaitu atrium propia (ruang atrium kanan yang sebenarnya)
dan auricula dextra.5 Darah memasuki atrium kanan melalui vena cava superior pada ujung
atasnya, vena cava inferior pada ujung bawahnya, vena cava superior dan inferior membawa
darah yang tidak mengandung oksigen dari tubuh ke jantung. Sinus coronaries adalah vena
kecil yang mengalirkan darah dari jantung sendiri. Auricula dextra adalah penonjolan kecil
dari atrium, terletak pada bagian depan pangkal aorta dan arteria pulmonalis. Pada sisi kiri
atrium lubang atrioventrikular kanan membuka ke dalam ventrikel kanan.

Gambar 3. Sisi Kanan Jantung 4


Ventrikel kanan (Gambar 3) adalah ruangan berdinding tebal yang membentuk sebagian
besar sisi depan jantung. Ventrikel kanan terletak di bagian inferior kanan pada apeks jantung.
Darah meninggalkan ventrikel kanan melalui trunkus pulmonar dan mengalir melewati jarak
yang pendek ke paru-paru. Menempati sebagian besar dari facies ventralis (sternocostalis).
3

Tebal dinding ventrikel kanan adalah 1/3 tebal dinding ventrikel kiri. Dinding ini tebal di
bagian basis dan semakin tipis ke arah apeks. Volume ventrikel kanan sama dengan kiri yaitu
85 ml. Dibagian dalam ventrikel kanan dijumpai beberapa lubang yaitu ostium
atrioventricularis dextra dan ostium truncus pulmonalis.
Valva atrioventricular dextra (triscupidalis) mengelilingi lubang atrioventricular kanan,
pada sisi ventrikel. Katup ini, seperti katup jantung lain, terbentuk dari selapis tipis jaringan
fibrosa yang di tutupi pada setiap sisinya oleh edocardium. Katup trikuspidalis terdiri dari
tiga katup daun. Basis setiap katup melekat pada tepi lubang. Tepi bebas setiap katup melekat
pada chordae tendinae (tali jaringan ikat tipis) ada penonjolan kecil jaringan otot yang keluar
dari miokardium dan menonjol ke dalam ventrikel. Lubang pulmonalis ke dalam arteria
pulmonalis berada pada ujung atas ventrikel dan dikelilingi oleh valva pulmonalis, terdiri dari
tiga daun katup semilunaris.
Atrium kiri adalah ruang berdinding tipis yang terletak pada bagian belakang jantung.
Atrium kiri di bagian superior kiri jantung, berukuran lebih kecil dari atrium kanan,
mempunyai dinding yang lebih tebal kurang lebih 3mm. Atrium kiri membentuk basis dan
facies dorso superior jantung. Di sebelah dorsal superior antara atrium kanan dan kiri tidak
jelas. Sedang di sebelah ventral superior dilewati oleh aorta dan truncus pulmonalis. Atrium
kiri terdiri dari dua bagian atrium propium dan auricular.
Atrium kiri menampung empat vena pulmonalis yang mngembalikan darah teroksigenasi
dari paru-paru. Dua vena pulmonalis memasuki atrium kiri pada tiap sisi, membawa darah
dari paru. Atrium membuka ke bawah ke dalam ventrikel kiri melalui lubang atrioventrikular.
Auricula sinistra adalah penonjolan kecil dari atrium, terletak pada sisi kiri pangkal aorta.
Ventrikel kiri (Gambar 4) adalah ruang berdinding tebal pada bagian kiri dan belakang
jantung. Dindingnya sekitar tiga kali lebih tebal daripada ventrikel kanan. Ventrikel kiri
membentuk sebagian kecil facies sternocostalis dan separuh facies diafragmatica. Puncaknya
membentuk apeks cordis. Pada potongan melintang mempunyai rngga yang berbentuk
circulair. Pada permukaan dalam ventrikel kiri dijumpai dua lubang yaitu ostium
atrioventricularis sinistra dan ostium aorticum.

Gambar 4. Ventrikel Kiri dan Katup Aorta4


Valva atriventrikular sinistra (mitralis) mengelilingi lubang atrioventrikular kiri pada
bagian samping ventrikel; katup ini memiliki dua daun katup (mendapat nama yang sama
4

dengan topi (mitre uskup), tepinya melekat pada chordae tendineae, yang melekat pada
penonjolan kerucut miokardium dinding ventrikel. Lubang aorta membuka dari ujung atas
ventrikel ke dalam aorta dan dikelilingi oleh ketiga daun katup aorta (gambar 5), sama
dengan katup pulmonalis. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan mengalir ke
seluruh bagian tubuh kecuali paru-paru.

.
Gambar 5. Katup Aorta4
1.1.3

Vaskularisasi Jantung3,5

Jantung mendapat pendarahan dari a. coronaria cordis yang merupakan cabang dari aorta
ascendens. Arteri coronaria cordis terdiri dari dua bagian arteri coronaria dextra dan arteri
coronaria sinistra. Kedua arteri coronaria (Gambar 6), kanan dan kiri, menyuplai darah untuk
dinding jantung. Arteri ini keluar dari aorta tepat di atas katup aorta dan berjalan ke bawah
masing-masing sisi jantung; tetapi memiliki variasi individual, dan pada beberapa orang,
arteria coronaria dextra menyuplai sebagian ventrikel kiri. Arteri ini memiliki relatif sedikit
anastomosis antara arteria dextra dan sinistra.

Gambar 6. Arteria Coronaria pada Bagian Depan Jantung4


Arteri coronaria dextra mempunyai cabang-cabang yaitu ramus intervetricularis posterior
(ramus descendensis posterior) dan ramus marginalis. Ramus intervetricularis posterior
(ramus descendensis posterior) ini berjalan ke inferior di dalam sulcus interventricularis
posterior menuju ke apeks. Memberi pendarahan kedua ventrikel. Sedangkan ramus
marginalis, timbul pada margo dextra dan berjalan mengikuti margo acutus. Ujungnya
berakhir di dekat apeks pada facies posterior ventrikel kanan. Mememberi cabang kecil ke

atrium dextrum, salah satu cabangnya melintas di antara atrium kanan dan vena cava superior
untuk mendarahi nodus sinuatrialis (Ramus nodi sinuatrialis).
Arteri coronaria sinistra mempunyai cabang-cabang yaitu ramus interventrivcularis
anterior dan ramus circumflexa. Ramus interventricularis anterior dipercabangkan pada saat
arteri coronaria sinistra aka berbelok ke sinistra. Ia berjalan ke inferior di dalam sulcus
interventricularis anterior menuju incisura apicis cordis. Member pendarahan kedua ventrikel
dan beranastomosis dengan ramus interventricularis posterior. Sedangkan ramus circumflexa
mengikuti bagian sinistra dari sulcus coronaries, mula-mula ia berjalan ke sinistra kemudian
ke dextra sampai dekat sulcus interventricularis posterior. Mendarahi atrium dan ventrikel
kiri.
Seperti yang kita ketahui jantung juga mempunyai pembuluh darah balik yang disebut
vena. Kebanyakan vena dari jantung akan bermuara ke dalam sinus coronaries. Sinus ini
merupakan saluran vena dengan panjang 2,25 cm, terletak dibagian posterior sulcus
coronaries dan tertutup oleh stratum muscular atrium sinistrum. Vena-vena yang bermuara
pada sinus coronaries adalah vena cordis magna (vena coronaria sinstra), vena cordis parva
(vena coronaria dextra), vena cordis media, vena ventricularis sinistra posterior, vena oblique
atria sinistra marshalli.
1.2 Mikroskopis
Setelah membahas jantung dan pembuluh darah secara makroskopis, akan dilanjutkan
dengan pembahasan secara mikrskopis. Seperti yang telah kita bahas pada bahsan secara
makroskopis, Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu endokardium, miokardiumdan
epikardium. Endokardium, merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokarium
homolog dengan tunika intima pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium
dan lapisan subendokardial. Endotelium pada endokardium merupakan epitel selapis pipih
dimana terdapat junctiondan gap junction. lapisan subendokardial terdiri dari jaringan ikat
longgar. Di lapisan subendokardial terdapat vena, saraf, dan sel purkinje.6
Rangka jantung merupakan bangunan penyokong, tempat sebagian besar otot jantung dan
katup jantung melekat, sebagian besar terdiri atas jaringan ikat padat bagian utamanya adalah
septum membranaseum, trigonum fibrosum, dan annulus fibrosus. Jantung mempunyai katup
yang dikenal sebagai katup atrioventrikel yang meiputi katup mitral (menghubungkan atrium
kiri dan ventrikel kiri), katup triscupid (menghubungkan atrium kanan dengan ventrikel
kanan). Katup jantung merupakan lempengan jaringan ikat yang berpangkal pada annulus
fibrosus.
Sistem hantar rangsang jantung melalui serat purkinje. Serat purkinje mempunyai
kecepatan hantar rangsang lebih besar daripada serat otot jantung biasa. Serat purkinje lebih
besar daripada otot jantug biasa, banyak mngandung sarkoplasma, jumlah mifibril sedikit dan
terletak di tepi serat.
Sistem pendarahan pada jantung meliputi arteri, vena, kapiler, dan sinusoid. Arteri terbagi
menjadi tiga kategori utama yakni arteri elastis, arteri muskular, dan arteriol kecil. 7,8 Diameter

arteri secara berangsur mengecil setiap kali bercabang sampai pembuluh terkecil yaitu
kapiler.
Arteri elastis adalah pembuluh paling besar dalam tubuh. Di antaranya adalah trunkus
pulmonal dan aorta serta cabang-cabang utamanya. Dinding pembuluh ini mempunyai serat
elastis yang memberi kelenturan dan daya pegas selama aliran darah. Arteri elastis bercabang
menjadi arteri berukuran sedang yaitu arteri muskular yang merupakan pembuluh darah
terbanyak di tubuh. Arteri muskular mengandung lebih banyak serat otot polos pada
dindingnya. Arteriol adalah cabang terkecil sistem arteri. Dindingnya terdiri atas satu sampai
lima lapisan serat otot polos.
Dinding arteri secara khas mengandung tiga lapisan (tunika) konsentris. Lapisan terdalam
adalah tunika intima, terdiri atas endotel dan jaringan ikat subendotel di bawahnya. Lapisan
tengah adalah tunika media, terutama terdiri atas serat otot polos yang mengitari lumen
pembuluh. Lapisan terluar adalah tunika adventisia, terutama terdiri atas serat-serat jaringan
ikat. Arteri muskular berukuran sedang juga memiliki sebuah pita berombak tipis dari serat
elastis yang disebut lamina elastika interna yang bersebelahan dengan tunika intima. Pita lain
terdiri atas serat-serat elastis berombak terdapat pada perifer tunika media, disebut sebagai
lamina elastika eksterna.
Vena kapiler berangsur-angsur membentuk venula yang lebih besar; venula umumnya
menyertai arteriol. Darah balik mula-mula membalik ke dalam venula pascakapiler,
kemudian ke dalam vena yang makin membesar. Untuk mudahnya, vena digolongkan sebagai
kecil, sedang, dan besar. Dibandingkan arteri, vena lebih banyak, berdinding lebih tipis,
berdiameter lebih besar, dan struktur bervariasi lebih besar.
Vena ukuran kecil dan sedang, terutama di ekstremitas, memiliki katup. Saat darah
mengalir ke arah jantung, katup terbuka. Saat akan mengalir balik, katup menutup lumen dan
mencegah aliran balik darah. Darah vena di antara katup pada ekstremitas mengalir ke arah
jantung akibat kontraksi otot. Katup tidak terdapat pada vena SSP, vena cava inferior atau
superior, dan vena viscera. Dinding vena juga terdiri atas tiga lapisan, namun lapisan ototnya
jauh lebih tipis. Tunika intima pada vena besar terdiri atas endotel dan jaringan ikat
subendotel. Tunika media tipis dan tunika adventisia adalah lapisan paling tebal pada
dindingnya.
Vasa Vasorum dikenal dengan istilah pembuluh darah pada pembuluh darah. Dinding
arteri dam vena yang lebih besar, terlalu tebal untuk menerima nutrien langsung melalui
difusi dari lumennya. Itulah sebabnya dinding pembuluh darah besar dipasok oleh pembuluh
darahnya sendiri yang kecil.
Kapiler adalah pembulu darah terkecil dengan diameter rata-rata 8 m, hampir sama
dengan diameter eritrosit. Terdapat tiga jenis kapiler: kapiler kontinu, kapiler bertingkap, dan
sinusoid. Kapiler kontinu paling umum dan ditemukan pada kebanyakan organ dan jaringan.
Pada kapiler ini, sel-sel endotel saling menyambung membentuk lapisan yang utuh.
Sebaliknya kapiler bertingkap memiliki lubang-lubang bulat atau fenestra (pori) pada

sitoplasma sel endotel. Kapiler bertingkap demikian ditemukan dalam organ endokrin, usus
halus, dan glomeruli ginjal
2. Fungsi dan Mekasnisme Kerja Jantung
Jantung berfungsi sebagai pompa yang memberi tekanan pada darah untuk menghasilkan
gradien tekanan yang dibutuhkan untuk mengalirkan darah ke jaringan. Seperti semua cairan,
darah menuruni gradien tekanan dari daerah dengan tekanan tinggi ke daerah dengan tekanan
rendah.1 Mekanisme kerja jantung itu sendiri meliputi aktivitas kelistrikan pada jantung,
siklus jantung dan enzim pada jantung.
2.1.
Aktivitas Listrik Jantung1
Potensial aksi yang merupakan pemicu agar otot jantung dapat berkontraksi. Jantung dapat
berdenyut atau berkontraksi secara ritmis akibat potensial aksi yang dihasilkannya sendiri,
sifat tersebut dinamakan otositmisitas (oto artinya sendiri). Terdapat dua jenis sel otot
jantung yang khusus yaitu sel kontraktil dan sel ototritmik.
Sel kontraktil ialah sel yang membentuk 99% dari sel-sel otot jantung, melakukan kerja
mekanis yakni memompa darah. Dalam keadaan normal, sel-sel ini tidak membentuk sendiri
potensial aksinya. Sedangkan sel otoritmik merupakan sel-sel jantung sisanya tetapi sangat
penting, tidak berkontraksi tetapi khusus memulai dan menghantarkan potensial aksi yang
menyebabkan kontraksi sel-sel kontraktil. Dengan kata lain sel kontraktil tidak dapat
berkontraksi bila sel otoritmik tidak memulai dan menghatarkan potensial aksi.
Sel otoritmik jantung tidak memiliki potensial istirahat. Sel-sel ini malah memperlihatkan
aktivitas pemacu yaitu potensial membrannya secara perlahan terdepolarisasi atau bergeser,
antara potensial-potensial aksi sampai ambang tercapai, saat membrane mengalami potensial
aksi. Pergeseran lambat potensial membrane sel otoritmik ke ambang disebut potensial
pemacu (Gambar 7). Melalui siklus berulang tersebut, sel-sel otoritmik tersebut memicu
potensial aksi, yang kemudian menyebar ke seluruh jantung untuk memicu denyut berirama
tanpa rangsangan saraf apapun.

Gambar 7. Aktivitas Pemacu Sel Otoritmik Jantung1


Potensial pemacu disebabkan oleh adanya interaksi kompleks beberapa mekanisme ionik
yang berbeda. Perubahan terpenting dalam perpindahan ion yang menimbulkan potensial
8

pemacu adalah penurunan arus K+ keluar disertai oleh arus Na+ masuk yang konstan dan
peningkatan arus Ca2+ masuk. Padas sel otoritmik parmeabilitas K+ tidak tetap. Permeabilitas
membrane terhadap K+ menurun di antara dua potensial aksi karena saluran K+ secara
perlahan menutup pada potensial negatif. Sel otoritmik pada jantung juga tidak mempunyai
saluran Na+ berpintu voltase. Sehingga saluran ini selalu terbuka dan permeable terhadap Na +
pada potensial negatif. Karena itu, bagian dalam secara gradual menjadi kurang negative,
yaitu membrane secara bertahap mengalami depolarisasi dan bergeser menuju ambang.
Pada paruh kedua potensial pemacu, suatu saluran Ca 2+ transien (saluran Ca2+ tipe T),
salah satu dari dua jenis saluran Ca2+ berpintu voltase terbuka. Saluran ini membuka sebelum
mencapai ambang. Influks singkat Ca2+ yang terjadi semakin mendepolarisai membran,
membawanya ke ambang. Jika ambang telah tercapai, terbentuk fase naik potensial aksi
sebagai respon terhadap sebagai respons terhadap pengaktifan saluran Ca 2+ berpintu voltase
yang berlangsung lebih lama (saluran Ca2+ tipe L) dan diikuti oleh influs Ca2+ dalam jumlah
besar.
Fase turun disebabkan oleh efluks K+ meningkat akibat pengaktifan saluran K+ berpintu
voltase. Setelah potensial aksi selesai, terjadi depolarisasi lambat berikutnya menuju ambang
akibat penutupan saluran K+ secara perlahan. Sel-sel jantung non-kontraktil yang mampu
melakukan otoritmisitas terletak di tempat-tempat berikut (Gambar 8) yaitu nodus sinuatrialis
(nodus SA), nodus atrioventrikularis (nodus AV), berkas his (berkas atrioventrikular), dan
serat pukinje.a,e

Gambar 8. Sistem Khusus di Jantung


Nodus sinuatrialis (nodus SA), suatu daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat
pintu masuk vena kava superior. Nodus SA mlepaskan impuls sebanyak 72 kali per menit,
frekuensi irama yang lebih cepat diandingkan dalam atrium (40-60 kali permenit), dan
ventrikel (20 kali per menit). Nodus SA mengatur frekuensi kontraksi irama, sehingga
disebut pemacu jantung.
Nodus atroventrikular (nodus AV) suatu berkas kecil sel-sel otot jantung khusus yang
terletak di dasar atrium kanan dekat septum, tepat diatas pertemuan atrium dan ventrikel.
Nodus AV menunda impuls seperaturan detik, sampai ejeksi darah atrium selesai sebelum
terjadi kontraksi ventriukular.
9

Berkas his (berkas atrioventrikular), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV
dan masuk ke septum antarventrikel. Di sini berkas tersebut terbagi menjadi cabang berkas
kanan dan kiri yang turun menyusuri septum, melengkung mengelilingi ujung rongga
ventrikel, dan berjalan balik ke arah atrium di sepanjang dinding luar.
Serat purkinje serat-serat halus terminal yang menjulur dari berkas his dan menyebar ke
seluruh miokardium ventrikel seperti ranting kecil dari suatu cabang pohon. Serabut ini
adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar impuls dengan kecepatan lima
kali lipat kecepatan hantaran serabut otot jantung. Hantaran yang cepat di sepanjang sistem
purkinje memungkinkan atrium berkontraksi bersamaan, kemudian diikuti dengan kntraksi
ventricular yang serempak, sehingga terbentuk kerja pemompaan darah yang terkoordinasi.
2.2.

Siklus Jantung

Sistem sirkulasi terbagi atas 2 macam sirkulasi yaitu sirkulasi pulmonalis dan sirkulasi
sistemik.1,9 Sirkulasi pulmonalis terdiri dari lengkung tertutup pembuluh-pembuluh yang
mengangkut darah antara jantung dan paru. Bermula dari ventrikel kanan kemudian arteri
pulmonal dilanjutkan ke paru kemudian vena pulmonal menuju atrium kiri, fungsi menerima
darah penuh CO2 menjadi darah penuh O2 (teroksigenasi).
Sirkulasi sistemik adalah pembuluh yang mengangkut darah antara jantung dan sistem
tubuh lain. Bermula dari ventrikel kiri menuju aorta kemudian semua sel menuju vena ke
atrium kanan, sebagai transport nutrien, O2 dan zat lain.
Siklus jantung adalah periode dimulainya satu denyutan jantung dan awal dari denyutan
selanjutnya. Siklus jantung terdiri dari periode sistol dan diastol. Sistol adalah periode
kontraksi dari ventrikel, dimana darah akan dikeluarkan dari jantung. Diastol adalah periode
relaksasi dari ventrikel, dimana terjadi pengisian darah.
Diastol dapat dibagi menjadi dua proses yaitu relaksasi isovolumetrik dan ventricular
filling. Pada relaksasi isovolumetrik terjadi ventrikel yang mulai relaksaasi, katup semilunar
dan katup atrioventrikularis tertutup dan volume ventrikel tetap tidak berubah. Pada
ventricular filling dimana tekanan dari atrium lebih tinggi dari tekanan di ventrikel, katup
mitral dan katup tricuspid akan terbuka sehingga ventrikel akan terisi 80% dan akan
mencapai 100 % jika atrium berkontraksi. Volume total yang masuk ke dalam diastol disebut
End Diastolic Volume .
Sistolik dapat dibagi menjadi dua proses yaitu kontraksi isovolumetrik dan ejeksi
ventrikel. Pada kontraksi isovolumetrik, kontraksi sudah dimulai tetapi katup katup tetap
tertutup. Tekanan juga telah dihasilkan tetapi tidak dijumpai adanya pemendekan dari otot.
Pada ejeksi ventrikel , tekanan dalam ventrikel lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan
pada aorta dan pulmoner sehingga katup aorta dan katup pulmoner terbuka dan akhirnya
darah akan dipompa ke seluruh tubuh. Pada saat ini terjadi pemendekan dari otot. Sisa darah
yang terdapat di ventrikel disebut End Systolic Volume.
Dua bunyi jantung utama dalam keadaan normal dapat didengar dengan stetoskop
selama siklus jantung.Bunyi jantung pertama bernada rendah, lunak, dan relatif lama-sering
dikatakan terdengar seperti lub. Bunyi jantung kedua memiliki nada yang lebih tinggi, lebih
singkat dan tajam sering dikatakan dengan terdengar seperti dup. Bunyi jantung pertama
berkaitan dengan penutupan katup AV , sedangkan bunyi katup kedua berkaitan dengan
10

penutupan katup semilunar. Pembukaan tidak menimbulkan bunyi apapun. Bunyi timbul
karena getaran yang terjadi di dinding ventrikel dan arteri arteri besar ketika katup
menutup, bukan oleh derik penutupan katup. Karena penutupan katup AV terjadi pada awal
kontraksi ventrikel ketika tekanan ventrikel pertama kali melebihi tekanan atrium, bunyi
jantung pertama menandakan awitan sistol ventrikel.Penutupan katup semilunaris terjadi pada
awal relaksasi ventrikel ketika tekanan ventrikel kiri dan kanan turun di bawah tekanan aorta
dan arteri pulmonalis. Dengan demikian bunyi jantung kedua menandakan permulaan diastol
ventrikel.
Enzim Jantung10
Enzim dapat ditemukan di seluruh tubuh dan dilepaskan untuk mengaktifkan reaksi
kimia dan tanggapan untuk mengambil tempat ini. Cardiac zat kimia enzim terdiri dari
protein yang penting untuk mengaktifkan fungsi dari otot jantung. Enzim adalah katalis
biokimia. Dengan kata lain, enzim adalah molekul protein-besar yang terbuat dari asam
amino yang diperlukan untuk struktur tubuh, fungsi, dan peraturan-yang membantu reaksi
kimia terjadi. Enzim jantung ditemukan dalam jaringan jantung, dan mereka berfungsi
sebagai katalis untuk berbagai reaksi biokimia jantung. Enzim-enzim tersebut selalu hadir
dalam darah, bahkan pada mereka dengan kesehatan yang baik, tetapi mereka dilepaskan
untuk konsentrasi yang lebih tinggi ketika jaringan jantung menjadi rusak atau harus bekerja
lebih keras.
2.3.

Enzim-enzim jantung utama yang ditemukan pada jaringan jantung troponin T, troponin
I, creatine kinase (CK) / Kreatin Phosphokinase (CPK), aminotranferase aspartate (AST) dan
laktat dehidrogenase (LDH). Enzim ini semua bangkit dan puncak pada waktu yang berbeda
setelah cedera otot jantung dan peningkatan dapat tetap memuncak selama beberapa hari,
meskipun kali ini juga variabel dengan enzim yang berbeda.
Enzim adalah katalis biokimia. Dengan kata lain, enzim adalah molekul protein-besar
yang terbuat dari asam amino yang diperlukan untuk struktur tubuh, fungsi, dan peraturanyang membantu reaksi kimia terjadi. enzim jantung ditemukan dalam jaringan jantung dan
mereka berfungsi sebagai katalis untuk berbagai reaksi biokimia jantung. enzim jantung
utama adalah Troponin dan Kreatin Phosphokinase (CPK).
Kematian atau kerusakan pada sel-sel otot jantung mengarah ke disintegrasi membran sel
jantung, yang merupakan jaket luar dari sel-sel otot. Kehilangan hasil sel membran dalam
"bocor" enzim otot jantung ke dalam darah yang mengarah ke tingkat tinggi enzim jantung
dalam darah setelah serangan jantung atau kerusakan jantung lain.
2.3.1

CK MB (creatinin kinase MB)

Enzim CK-MB dalam keadaan normal ditemukan di dalam otot jantung dan dilepaskan
ke dalam darah jika terjadi kerusakan jantung. Peningkatan kadar enzim ini akan tampak
dalam waktu 6 jam setelah serangan jantung dan menetap selama 36-48 jam. Kadar enzim ini
biasanya diperiksa pada saat penderita masuk rumah sakit dan setiap 6-8 jam selama 24 jam
berikutnya. Enzim CPK (Creatine phosophokinase) juga penting, karena memberikan energi
11

yang dibutuhkan untuk gerakan oleh hati. Ketika otot jantung rusak dalam kasus serangan
jantung, konsentrasi tinggi enzim jantung yang dilepaskan ke dalam aliran darah.
2.3.2

Troponin (cTn = cardiac specific Troponin)

Troponin adalah enzim jantung sangat penting, karena memainkan peran sentral dalam
cara kontrak otot jantung. Troponin kontrol bagaimana otot jantung merespon sinyal yang
diterima untuk kontraksi, dan mengatur gaya yang kontraksi otot.
2.3.3

Lactic Dehydrogenase (LDH)

LDH yang paling sering diukur untuk memeriksa kerusakan jaringan. LDH enzim dalam
jaringan tubuh, terutama jantung, hati, ginjal, otot rangka, otak, sel-sel darah, dan paru-paru.
2.3.4
Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT)
Aminotransferase alanin (ALT)/SGPT merupakan enzim yang utama banyak
ditemukan pada sel hati serta efektif dalam mendiagnosis dekstruksi hepatoseluler.Enzim ini
juga ditemukan dalam jumlah sedikit pada otot jantung, ginjal serta otot rangka. Kadar
ALT/SGPT seringkali dibandingkan dengan AST/SGOT untuk tujuan diagnostik. ALT
meningkat lebih khas daripada AST pada kasus nekrosis hati dan hepatitis akut, sedangkan
AST meningkat lebih khas pada nekrosis miokardium (infark miokardium akut), sirosis,
kanker hati, hepatitis kronis dan kongesti hati. AST (SGOT) normalnya ditemukan dalam
suatu keanekaragaman dari jaringan termasuk hati, jantung, otot, ginjal, dan otak.
3. Curah Jantung dan Kontrolnya1
Curah jantung adalah volume darah yang dipompa oleh masing-masing ventrikel per
menit (bukan jumlah total darah yang diompa oleh jantung). Dua penentu curah jantung
adalah kecepatan jantung (denyut per menit) dan isi sekuncup (volume dara yang dipompa
per denyut).
3.1 Kecepatan Jantung1
Kecepatan jantung ditentukan terutama oleh pengaruh otonom nodus SA. Nodus SA
adalah pemacu normal jantung karena memiliki laju depolarisasi spontan yang tinggi. Jantung
disarafi oleh kedua divisi sistem saraf otonom, yang dapat memdodifikasi kecepatan (serta
kekuatan) kontraksi meskipun stimulasi saraf tidak diperlukan untuk memulai kontraksi.
Sarah parasimpatis ke jantung, saraf vagus, terutama menyarafi atrium, khususnya nodus SA
dan AV. Persarafan parasimpatis ventrikel tidak banyak. Saraf simpatis jantung juga
menyarafi atrium, termasuk nodus SA dan AV, serta banyak menyarafi ventrikel.
Pengaruh sistem parasimpatis pada nodus SA adalah mengurangi kecepatan jantung.
Sebaliknya sistem saraf simpatis yang mengontrol kerja jantung pada situasi darurat atau olah
raga, ketika dibutuhkan peningkatan aliran darah, mempercepat frekuensi denyut jantung
melalui efeknya pada jaringan pemacu. Dengan demikian efek parasimpatis dan simpatis
pada jantung bersifat antagonistik (saling bertentangan). Kecepatan jantung ditingkatkan oleh
peningkatan aktivitas simpatis disertai penurunan aktivitas parasimpatis.

12

3.2 Isi sekuncup1


Komponen lain di samping kecepatan jantung yang menentukan curah jantung adalah isi
sekuncup, jumlah darah yang dipompa keluar oleh masing-masing ventrikel pada setiap isi
sekuncup. Dua jenis kontrol yang mempengaruhi isi sekuncup adalah kontrol intrinsik dan
kontrol ekstrinsik.
Kontrol intrinsik berkaitan dengan jumlah aliran balik vena. Kontrol intrinsik ini
bergantung pada hubungan panjang tegangan otot jantung. Penentu utama panjang serat otot
jantung adalah derajat pengisian diastole. Semakin besar pengisian diastole, semakin besar
volume diastolic akhir (VDA), dan semakin terenggang jantung. Semakin terenggang jantung
semakin besar panjang awal serat otot sebelum kontraksi. Peningkatan panjang menghasilkan
peningkatan kekuatan pada kontraksi selanjutnya sehingga isi sekuncup juga meningkat. Dua
manfaat penting dari hubungan isi sekuncup dengan aliran balik vena. Pertama yaitu
menyamakan pengeluaran (curah) antara sisi kanan dan sisi kiri jantung sehingga darh yang
dipompa keluar oleh jantung terdistribusi merata antara pulmonal dan sistemik. Kedua, jika
dibutuhkan curah jantung yang besar, maka aliran balik vena ditingkatkan melalui kerja
sistem saraf simpatis.
Kontrol ekstrinsik yang berkaitan dengan tingkat stimulasi pada jantung. Kontrol
ekstrinsik oleh faktor-faktor yang berasal dari luar jantung dengan yang terpenting adalah
kerja saraf simpatis dan epinefrin. Stimulasi simpatis dan epinefrin meningkatkan
kontraktilitas jantung, yaitu kekuatan kontraksi di setiap VDA. Stimulasi simpatis
meningkatkan isi sekuncup tidak saja dengan memperkuat kontraktilitas jantung tetapi juga
dengan meningkatkan aliran balik vena. Stimulasi simpatis menyebabkan kontriksi vena, ang
memeras lebi banyak darah dari vena ke jantung, meningkatkan VDA dan karenanya semakin
meningkatkan isi sekuncup.
4. Elektrokardiogram (EKG)1,3
Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung selama depolarisasi dan repolarisasi
menyebar ke dalam jaringan sekitar jantung dan dihantarkan melalui cairan tubuh dan dapat
dideteksi dengan menggunakan elektroda perekam. Rekaman yang dihasilkan adalah suatu
elektrokardiogram. Elektrokardiogram (EKG) adalah rekaman grafik aktivitas yang
menyertai kontraksi atrium dan ventrikel jantung (gambar 9). Depolarisasi dan polarisasi otot
jantung mengasilkan daya potensial pada permukaan kulit yang dapat direkam melalui
sebuah poligraf atau oliskop setelah melekatkan elektroda permukaan pada lokasi yang tepat.

Gambar 9. Elektrokardiogram3

13

Posisi elektroda berhubungan satu sama lain dan terhadap jantung disebut sadapan (lead).
Ada 12 sadapan (lead) berbeda yang masing-masing merekam aktivitas listrik di jantung dari
lokasi yag berbeda-beda. Enam sadapan dari ektremitas atas dan enam sadapan dada di
berbagai tempat di sekitar jantung. Sadapan ekstremitas mencakup sadapan I, II, III, aVR,
aVL, dan aVF (Gambar 10).
Sadapan I, II, dan III adalah sadapan bipolar karena digunakan dua elektroda
perekam.Rekaman mencatat perbedaan potensial antara dua elektroda. Sadapan aVR, aVL,
dan aVF adalah sadapan unipolar. Meskipun digunakan dua elektroda, namun hanya potensial
sebenarnya di bawah satu elektroda, elektroda eksplorasi yang direkam. Elektroda yang lain
diset pada potensial nol dan berfungsi sebagai titik referensi netral. Enam sadapan dada V 1
sampai V6, juga merupakan sadapan unipolar. Elektroda eksplorasi terutama merekam
potensial listrik otot jantung yang terletak tepat di bawah elektroda di enam lokasi berbeda di
sekitar jantung.

Gambar 10. Sadapan Elektrokardiogram


EKG normal memiliki tiga bentuk gelombang yang jelas geolmbang P, komplek QRS,
dan gelombang T (Gambar 9). Gelombang P mencerminkan depolarisasi atrium. Gelombang
yang pertama kali terekam ialah gelombang P terjadi ketika impuls atau gelombang
depolarisasi menyebar ke seluruh atrium. Kompleks QRS mencerminkan depolarisasi
ventrikel. Aktivitas listrik yang berkaitan dengan repolarisasi atrium normalnya terjadi
bersamaan dengan depolarisasi ventrikel dan ditandai oleh kompleks QRS. Gelombang T
mencerminkan repolarisasi ventrikel.
Kesimpulan
Skenario yang di dapat pada kasus kali ini adalah seorang laki-laki berusia 50 tahun
datang ke dkter dengan keluhan nyeri pada dada sebelah kiri dan menjalar sampai bahu kiri
sejak 3 hari yang lalu. Nyeri semakin bertambah dan terasa seperti tertidih beban berat pada
dadanya. Riwayat menderita tekanan darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu. Dokter
menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan EKG dan kadar enzim jantung.
Elektrokardiogram (EKG) adalah rekaman grafik aktivitas yang menyertai kontraksi atrium
dan ventrikel jantung. Sehingga kita dapat mengetahui rekaman aktivitas jantung pada
keadaan normal ataupun tidak normal.
Pada skenario kali ini dapat di lihat bahwa seorang laki-laki berusia 50 tahun mempunyai
keluhan nyeri pada dada sebelah kiri dan menjalar ke bahu kiri sejak tiga hari yang lalu. Lakilaki tersebut juga menderita tekanan darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu. Dapat dikatakan
bahwa laki-laki tersebut mengalami gangguan pada struktur organ, rungsi dan mekanisme
kerja pada jantung. Sehingga hipotesis di benarkan bahwa nyeri pada dada kiri yang menjalar
14

hingga ke bahu kiri terjadi disebabkan oleh adanya gangguan pada struktur organ dan
mekanisme jantung.
Daftar Pustaka
1. Sherwood L. Fisiologi manusia. Ed. 6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC; 2007.
2. Watson R. Anatomi dan fisiologi untuk perawat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2003.
3. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2004.
4. Gibson J. Fisiologi dan anatomi modern. Ed. 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2003.
5. Wong WW, Kindangen K, Listiawati E. Sistem kardiovaskuler 1. Jakarta: Fakultas
Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana; 2013.
6. Junqueira, Carlos L, Carneiro J. Otot Jantung.dr.Frans Dany(eds).Histologi Dasar Teks
dan Atlas Ed. 10.Jakarta: Penerbit Buku Kedkokteran EGC; 2007.
7. Victor E. Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2003.
8. Craigmyle. Atlas berwarna histologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000.
9. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed. 22. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC; 2008
10. Kuchel P, Ralston GB. Biokimia. Jakarta: Erlangga; 2006.

15