Anda di halaman 1dari 5

STEP 1

Poket infraboni : pendalaman sulkus gingiva dengan posisi dasar poket


dan epitel junctionj terletak lebih keatasd dibanding puncak tulang
alveolar. Dihubungkan dengan resorpsi tlg secara vertikal.

STEP 2
1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana cara penegakan diagnosA


Diagnosa skenario
Kenapa pada gigi belakang goyah dan terasa skit
Etiologi dari diagnosa
Hubungan DM dan stress serta kebiasaan merokok dengan kegoyahan
gigi
6. Gejala dan gambaran kliis dari diagnosa
7. Indikator untuk mengukur status periodontal
8. Patogenesis dari skenario
9. Klasifikasi penyakit periodontal
10.Perawatan skenario
11.Klasifikasi dari poket secara umum
12.Perbedaan gingivitis dengan periodontitis
13.Index OHI-S
STEP 3

1. Bagaimana cara penegakan diagnosA


Deteksi adanya inflamasi kronis pada margin gingiva, adanya poket
periodontal, hilangnya attacment secara klinis
Pemeriksaan dengan probbing : dengan memasukkan kedalam poket
gingiva jika ada darah maka hasil +
Pemeriksaan subjektif (anamnesis) penyakit yg disertainya, kebiasaan
yg memperberat dari diagnosa yg akan ditentukan, itis kronis -Pemeriksaan

2. Diagnosa skenario
Periodontitis kronis radiografi (kerusakan tulang vertikal diregio gigi yg
bersangkutan, adanya mobilitas gigi, poket gingiva yang dalam 4 mm
Karena merupakan penyakit tipe progresif yang lambat, adanya faktor
sistemik (DM, perokok berat, stress)

3. Etiologi dari diagnosa


Faktor lokal :
Akumulasi plak dgigi dan gingiva, adanya bakteri
Sistemik :
DM
Lingkungan dan kebiasaan buruk (merokok)
Adanya perubahan dari sel polimorf (perubahan dari sitokin mengatur
sistem imun, menyebabkan destruksi tlg dan jar ikat dan mengakibatkan
mobilitas tulang)
Primer :
OH yg buruk

Sekunder :
Perokok, bernafas lewat mulut stress, protesa, restorasi keliru, kavitas
dengan karies, gigi berjejal
Adanya bakteri dari akumulasi plak terklasifikasi disekililing gigi yg akan
menjadi kalkulus yg mana bakteri akan mensekresikan enzim dan kolagen
yg dapat mendestruksi jar gingiva dan tlg sekitar gigi
Dari reaksi inflamasi adanya plak yg berhubungan dengan kehilangan
progresif dari lig periodonyal yg akhirnya akan menjadi mobilitas dan
hilangnyan gigi karena :
- Perlekatan gingiva dari gigi berkurang
- Membran periodontal dan tulanbg alveolar rusak
- Celah yg abnormal yg berkemnbang antara gigi dan gingiva
- Debris dan poket yg dihasilkan oleh pyorrhea gingivalis
DM karena dm menurunkan level Camp atau silicadenosinadefosfat
camp harusnya berfungsi mengurangi inflamasi gingiva , karena adanya
DM adanya devisiensi PMN leukosit PMN tidak bisa kemotaksis
maksimal, kemampuan melekat pada bakteri berkurang
4. Gejala dan gambaran kliis dari diagnosa
- Gigi geligi mengalami kegoyanhan karena
- Adanya jarak yg besar antara gusi dan permukaan gigi
- Gusi dapat mengalami resesi
- Rasa sakit saat mengunyah
- Mengalami halitosis yg tidak hilang
- Plak pada supra dan subgingiva
- Inflamasi gingiva
- Peningkatan kedalaman probing
- Perubahan kontur fisiologis
- OH buruk hgingiva mengkilat dan bengkak
- Adanya perubahan warna, kehilangan stippling gingiva
- Kehilangan periodontal attacment
- Muncul supurasi / pus
- Kehilangan tulang secara vertikal (infraboni), bisa jg kehilangan tulang
secara horizontal (supraboni)
- Kedalaman poket berfariasi dan adanya poket supraboni dan infraboni
- Jumlah deposit mikroba konsisten dengan keparahan penyakit
- Perdarahan spontan dan inflamasi yg berhubungan dengan eksudat dari
poket dapat ditemukan
- Onset penyakit dimulai umur 30-35 tahun
- Tooth mibility suatu pergerakan atau pergeseran gigi akibat faktor
fisiologi (*adanya teklanan kunyah) atau patologi (hilangnya jar
penyokong gigi)atau resorpsi tulang alveolar)
- Meningkatnya bakteri porpiromonas, provetelaintermedia,
bakteriodesforsitus, dll
- Berdasarkan leukotoksin (actinobasilus actinomycetemcomitans)
menghasilkan racun yg akan membunuh leukosit sebagai pertahanan
tubuh ,
Kolagense endotoksin (yg akan menyebabkan destruksi pada kolagen)
,
5. Klasifikasi penyakit periodontal

Kronik periodontitis progresif lambat, biasanya terkadang diikuti


faktorbsistemik seperti adanya DM, adanya kebiasaan merokok dan faktor
stres
- Nama lain : adult periodontitis, slowly periodontitis
- Bentuk lain
- Recurent periodontitis tanda dan gejala awal periodontitis destraktif,
destraktif kambuh setelah terapi akibat penyakit yg tidak dirawat secara
adekuat
- Refraktory periodontitis destruktif yg terjadi pada pasien saat
pemeriksaan terdapat kehilangan perlekatan pada 1 atau lebih gigi
meskipun sudah dilakjukan terapi periodontal
- Periodontitis agresif : progresif lebih cepat, biasanya bukan dari
akumulasi plak atau kalkulus secara klinis : pasien dalam keadaan sehat
Terjadi karena adanya abnormalitas dari fungsi fagosit, hiperespon
makrofag untuk menghasilkan prostaglandin dan IL1 beta
Klasifikasi
Terlokalisasi
generalized
- Periodontitis disertai penyakit sistemik
Adanya DM, jantung koroner, HIV karena adanya penurunan dari sistem
imun
- NUG
Bakteri, lebih digolongkan penyakit gingival
- NUP
Dari bakteri
Perbedaan : sudah adanya kehilangan dari jar attacment
Ciri utama terjadi nekrosis jaringan
- Periodontitis disertai abses fase lanjutan dari lesi endodontis
6. Klasifikasi dari poket secara umum
False poket : terjadi tanpa disertai jaringan periodontal dibawahnya,
adanya pembesaran gusi , pendalaman sukkus terjadi akjibat
bertambahnya ketebalan gusi
True poket : disertai kerusakan jaringan yg mendukung
Supraboni ditandai dengan dasar poket terletak lebih koronal dibanding
puncak tlg alveolar.. serabut intraseptal tersusun horizontal
Infraboni : ditandai dengan dasar poket terletak lebih apikal dibanding
puncak tulang alveolar .. tersusun obliq
7. Patogenesis dari skenario + faktor predisposisi
Adanya plak subgingiva yg meluas ke apikal yg menyebabkan junctional
epitelium terpisah dari permukaan gigi respon jar inflamasi
mengakibatkan destruksi jar gingiva (membran periodontal dan tlg
alveolar terjadi proliferasi apikal dari junctional epitelium terjadi
kerusakan tingkat kerusakan episodik bisa dimulai dari kerusakan slowly
proigresif hingga aktifitas episodik cepat
OH buruk terdapat kalkulus dan debris banyak bakteri faktor
predisposisi (DM) adanya defisiensi yg mengakibatkan bakteri sulit
ditangkap kadar glukosa tinggi cairan sulkus berkurang karena
glukosa tinggi bakteri sulit ditangkal glukosa dalam darah lebih dari

normal yg akan mempengaruhi kadar glukosa dalam darah kolagen


berikatan silang dengan
Merokok zat masuk enzim gluko... co2 bebas berkembang dalam
darah
Gingivitis (plak berakumulasi ) inflamasi gingiva menyebar di servikal
gigin gingivitis lesi awal (2-4 hari) tidak ditangani (gingivitis parah 23 minggu) lesi awal (1. Pembuluh darah kecil dari apikal epitelium
junctional bocor, kolagen perivaskular hilang, terdapat sel inflamasi
plasma limfosit T dan protein serum, terjadi gingivitis awal (adanya
kenaikan cairan gingiva atau cairan sulcus) pemisahan sel dan
proliferasi dari sel basal berlanjut kegingivitis tahap lanjut sel plasma
lebih berdominasi, makrofag meningkat, terdapat sel mass gingiva
lebih mudah berdarah periodontitis disertai inflamasi jar periodontitis
terdapat migrasi epitelim junction resorpsi tidak sakit periodontitis
kronis progres lambat (merokok, stres)
8. Kenapa pada gigi belakang goyah dan terasa skit
Karena adanya perluasan hilangnya attacment, tulang teresorpsi

9. Hubungan DM dan stress serta kebiasaan merokok

dengan kegoyahan

gigi
Dalam sulkus terdpat banyak bakteri, yg bersangkutan dengan DM yaitu
actino.. perseromonas gingivalis karena bisa mneginfasi ke epitel, masuk
ke jar ikat melakukan kolonisasi. Endotoksin...
HERA
Terganggunya fungsi fagositosis PMN respon saat inflamasi berlanjut
PMN tidak dapat memperbaiki jaringan seperti semestinya
PMN : pertahanan utama sel periodonsium
Akan menyebabkan kelaina fungsi, penderita DM akan lebih rentan pada
infeksi
10.
Indikator untuk mengukur status periodontal
Index gingiva
Index plak
OHI
OHI-S
Gigi 17, 16, 11, 26, 27, 47, 46, 31, 36 dan 37
Prediktor yg dipakai untuk pemeriksaan apa ?
Kriteria scoring
11.
Perawatan skenario
Fase terapi inisial : dengan menghilangkan faktor etiologi
Terapi koreksif : koreksi terhadap anatomical
Fase : terapi pemeliharaan : mencegah terjadinya kekambuhan
Perawatan awal :
Konsultasi dengan psikiater menghilangkan faktor sistemik
Instruksi individual (mengevaluasi kontrol plak
Agent antimikroba dapat digunakan sebagai fase awal perawatan
12.
Perbedaan gingivitis dengan periodontitis
Gingivitis :
Ada tidaknya kerusakan jaringan periodontal

Periodontitis : adanya kerusakan


Gambar
Jaringan penyangga gigi yg normal
Infraboni
Supraboni
Klasifikasi periodontitis
LI
1. Proses resorpsi secara vertikal
2. Klasifikasi periodontitis + Gambar
3. Yg menentukan slowly dan agresif periodontitis
4.