Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak memberikan
beribu-ribu nikmat kepada kita umatnya. Rahmat beserta salam semoga tetap tercurahkan
kepada jungjunan kita, pemimpin akhir zaman yang sangat dipanuti oleh pengikutnya yakni
Nabi Muhammad SAW. Hubungan Filsafat, Filsafat Ilmu dan Ilmu ini sengaja di bahas
karena sangat penting untuk kita khususnya sebagai mahasiswa yang ingin lebih mengenal
mengenai filsafat ilmu.
Selanjutnya, kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
memberikan pengarahan-pengarahan sehingga kami dapat menyelesaikan paper ini dengan
tepat waktu. Tidak lupa juga kepada bapak dosen dan teman-teman yang lain untuk
memberikan sarannya kepada kami agar penyusunan makalah ini lebih baik lagi.
Demikian, semoga paper ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya semua yang
membaca makalah ini.
Wassallamualaikum Wr. Wb.

Page

DAFTAR ISI
Kata Pengantar..........................1
Daftar Isi...................................2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................3
B. Tujuan.................................................4
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu dan Ilmu....................................................5
B. Kegunaan Filsafat...............................................................................................................8
C. Hubungan Filsafat, Filsafat Ilmu dengan Antropologi .......................10
D. Hubungan Filsafat, Filsafat Ilmu dengan ilmu politik.........................11
E. Ruang Lingkup Filsafat ilmu.......................................................................................... 12
F. Cabang-cabang Filsafat......................................................................................................14
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................15
B. Daftar Pustaka................................17

Page

BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Dengan pemahaman umum tentang proses pengetahuan yang akan kita bahas, kita
dapat menegaskan bahwa pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan ide, konsep,
dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya, termasuk manusia
dan kehidupannya. Sedangkan ilmu pengetahuan adalah keseluruhan sistem pengetahuan
manusia yang telah dibakukan secara sistematis. Filsafat ilmu merupakan gabungan dari
pengertian filsafat dan ilmu, meskipun begitu filsafat dan ilmu memiliki pengertian yang
berbeda jika di jabarkan satu per satu. Ketiganya memiliki hubungan yang dapat di bahas
sehingga menjadi sebuah pembahasan yang dapat dikaitkan satu dengan yang lainnya.

Page

B. Tujuan
Tujuan pembelajaran pada bab ini menjelaskan tentang pengertian filsafat dan
cabang-cabangnya, ilmu, filsafat ilmu yang selalu melakukan pencarian dan penemuan
hakikat dari seluruh kenyataan (realiti). Pembahasan dari uraian ini diharapkan dapat berguna
sebagai kerangka dalam mengenal dan memahami filsafat, filsafat ilmu, ilmu.

BAB II
Page

PEMBAHASAN
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu dan Ilmu
1. Pengertian Filsafat :
Filsafat secara etimologi
Kata filsafat yang dalam bahasa arab dikenal dengan istilah falsafah dan dalam bahasa
inggris dikenal dengan istilah philosophy adalah berasal dari bahasa yunani philosophia. Kata
philosophia terdiri atas kata philein yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan,
sehingga secara etimologi istilah filsafat berarti cinta kebijaksanaan dalam arti yang sedalamdalamnya. Kata filsafat pertama kali digunakan oleh pythagoras (582-496 SM). Arti filsafat
pada saat itu belum begitu jelas, kemudian pengertian filsafat itu diperjelas seperti yang
banyak dipakai sekarang ini dan juga digunakan oleh Socrates (470 399 SM) dan para filsuf
lainnya

Filsafat secara terminologi


Secara terminologi adalah arti yang dikandung oleh istilah filsafat. Dikarenakan batasan
dari filsafat itu banyak maka sebagai gambaran perlu diperkenalkan beberapa batasan.

a. Plato
Plato berpendapat bahwa filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai
pengetahuan tentangkebenaran yang asli.

b. Aristoteles
Menurut aristoteles filsafat adalah ilmu atau pengetahuan yang meliputi kebenaran yang
di dalamnya terkandung ilmu ilmu metafisika, logika, retorika, etika, politik, dan estetika
(filsafat keindahan)

c. Al Farabi

Page

Filsuf arab ini mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang hakikat
bagaimana alam maujud yang sebenarnya.

d. Imanuel Kant
Menurut Kant filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang menjadi pangkal dari semua
pengetahuan yang didalamnya tercakup masalah epistemologi (filsafat pengetahuan) yang
menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui.

e. Rene Descartes
Menurut Descartes, filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan dimana Tuhan, alam,
dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
2. Pengertian Filsafat Ilmu
Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. Tujuannya analisis
mengenai ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah itu diperoleh. Jadi,
filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk
memperolehnya. Pokok perhatian filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri.
Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu), meta science (adi ilmu),
science of science (ilmu tentang ilmu).
The Liang Gie mendefinisikan bahwa filsafat ilmu adalah segenap pemikiran refletif
terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun
hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan manusia.
Filsafat ilmu dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
(i)

filsafat ilmu dalam arti luas, yaitu menampung permasalahan yang menyangkut

(ii)

berbagai hubungan luar dari kegiatan ilmiah


(ii) filsafat ilmu dalam arti sempit yaitu menampung permasalahn yang
bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat dalam ilmu yaitu
pengetahuan ilmiah dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan
ilmiah.

3. Pengertian Ilmu

Page

Ilmu atau science merupakan suatu kata yang sering diartikan dengan berbagai makna,
atau mengandung lebih dari satu arti. Science dalam arti sebagai natural science, biasanya
dimaksud dalam ungkapan sains dan teknologi. Dalam kamus istilah ilmiah dirumuskan
pengertian science and technology sebagai the study of the natural science and the
application of the knowledge for practical purpose, yang artinya adalah penelaahan dari ilmu
alam dan penerapan dari pengetahuan ini untuk maksud praktis.
Seorang filsuf John G.Kemeny juga merupakan ilmu dalam arti semua pengetahuan yang
dihimpun dengan perantara metode ilmiah (all knowledge collecld by means of the
sciencetific method).
Charles Singer merumuskan bahwa ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan
(science is the process which makes knowledge).
Prof. Harold H. Titus, banyak orang yang mempergunakan istilah ilmu untuk menyebut
suatu metode guna memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat diperiksa
kebenarannya.
Pada zaman yunani kuno episteme atau pengetahuan rasional mencakup filsafat maupun
ilmu. Thales sebagai seorang filsuf juga mempelajari astronomi dan topik-topik pengetahuan
yang termasuk fisika. Fisika adalah pengetahuan teoretis yang mempelajari alam.
Pengetahuan ini juga disebut filsafat alam.
Menurut Jujun S. Suriasumantri, pengertian ilmu adalah salah satu dari buah pemikiran
manusia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan. Ilmu merupakan salah satu dari
pengetahuan manusia. Untuk dapat menghargai ilmu sebagai mana mestinya, sesungguhnya
kita harus mengerti apakah hakikat ilmu itu sebenarnya. Seperti kata pribahasa Prancis,
mengerti berarti memanfaatkan segalanya, maka pengertian yang mendalam terhadap
hakikat ilmu, bukan akan mengikat apresiasi kita terhadap ilmu namun juga membuka mata
kita terhadap berbagai kekurangannya.
Dapat disimpulkan bahwa ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun secara
sistematis, konsisten dan kebenarannya telah teruji secara empiri
B. Kegunaan Filsafat

Page

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa dengan belajar filsafat semakin orang mampu
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam
wewenang metode-metode ilmu khusus. Jadi, filsafat membantu untuk mendalami pertanyaan
asasi manusia tentang makna realitas dan ruang lingkupnya. Kemampuan itu dipelajari
melalui dua jalur, yaitu secara sistematik dan secara historis.
Pertama secara sistematik. Artinya, filsafat menawarkan metode-metode mutakhir untuk
menangani permasalahan mendalam manusia, tentang hakikat kebenaran dan pengetahuan,
baik pengetahuan biasa maupun ilmiah, tentang tanggung jawab, keadilan, dan sebagainya.
Jalur kedua adalah sejarah filsafat. Melalui sejarah filsafa kita belajar untuk mendalami,
menanggapi serta mempelajari jawaban yang ditawarkan oleh para pemikir dan filsuf
terkemuka.
Menurut Franz Magnis Suseno (1991) sekurang kurangnya ada tiga kemampuan yang
sangat dibutuhkan orang pada zaman sekarang yang harus atau mau memberikan pengarahan,
bimbingan, dan kepemimpinan spiritual dan intelektual dalam masyarakat, yaitu:
1. Suatu pengertian lebih mendalam tentang manusia dan dunia. Dengan mempelajari
pendekatan pokok terhadap pertanyaan manusia yang paling hakiki, serta mendalami
jawaban jawaban yang diberikan oleh para pemikir besar umat manusia, wawasan dan
pengertian kita sendiri diperluas
2. Kemampuan untuk menganalisis secara terbuka dan mengkritisi argumentasi,
pendapat, tuntutan dan legitimasi dari berbagai agama, ideologi, dan pendatang dunia
3. Pendasaran metodis dan wawasan lebih mendalam dan kritis dalam menjalani studi
pada ilmu khusus, termasuk teologi.
Disamping kegunaan secara umum filsafat juga dapat berguna secara khusus dalam
lingkungan sosial budaya indonesia.franz magnis suseno (1991)menyebutkan ada lima
kegunaan,yaitu sebagai berikut.
1. Bangsa indonesia berada di tengah-tengah dinamika proses modernisasi yang
meliputi banyak bidang dan sebagian dapat dikemudikan melalui kebijakan
pembangunan. Menghadapi tantangan modernisasi dengan perubahan pandangan
hidup, nilai dan norma itu filsafat membantu untuk mengambil sikap sekaligus
terbuka dan kritis.

Page

2. Filsafat merupakan sarana yang baik untuk menggali kembali kekayaan


kebudayaan,tradisi,dan filsafat indonesia serta untuk mengaktualisasikannya.
Filsafatlah yang paling sanggup untuk mendekati warisan rohani tidak hanya secara
verbalistik,melainkan secara evaluatif, kritis dan reflektif sehingga kekayaan rohani
bangsa dapat menjadi modal dalam pembentukan terus menerus identitas modern
bangsa indonesia.
3. Sebagai kritik ideologi, filsafat membangun kesanggupan untuk mendeteksi dan
membuka kedok ideologis berbagai bentuk ketidak adilan sosial dan pelanggaran
terhadap martabat dan hak asasi manusia yang masih terjadi.
4. Filsafat merupakan dasar paling luas untuk berpartisipasi secara kritis dalam
kehidupan intelektual bangsa pada umumnya dan dalam kehidupan intelektual di
universitas dan lingkungannya akademis khususnya.
5. Filsafat menyediakan dasar dan sarana sekaligus lahan untuk berdialog diantara
agama yang adadi indonesia pada umumnya dan secara khusus dalam tangka
kerjasama antaragama dalam membangun masyarakat adil dan makmur berdasarkan
pancasila.

C. Hubungan Filsafat, Ilmu, Filsafat Ilmu dengan Antropologi


Antropologi membahas segala aspek hubungan manusia. Filsafat menjelajah segala yang
mungkin dipikirkan oleh manusia. Manusia adalah homo oeconomicus bagi manajemen yang

Page

tujuannya menelaah kerja sama antar manusia. Antropologi membahas manusia dan
kebudayaan dari suatu masyarakat yang pada masa lalu hingga masa kini. Kebudayaan
didefinisikan untuk pertama kali oleh E.B.Taylor pada tahun 1781, didalam kebudayaan
diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral,
hukum, adat, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai
anggota masyarakat.
Menurut Ashley Montagu, kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadap
kebutuhan dasar hidupnya. Menurut Maslow mengidentifikasikan lima kelompok kebutuhan
manusia yakni kebutuhan fisiologi, rasa aman, afiliasi, harga diri, dan pengembangan potensi.
Pada hakikatnya, menurut Mavies dan John Biesanz, kebudayaan merupakan alat penyelamat
kemanusiaan di muka bumi. Manusia mempunyai budi yang merupakan pola kejiwaan yang
didalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup yang dasar insting, perasaan, dengan
pikiran, kemauan, dan fantasi.
Nilai-nilai budaya ini adalah dari kebudayaan dan menjadi dasar dari segenap wujud
kebudayaan. Kebudayaan diwujudkan dalam bentuk tata hidup yang merupakan kegiatan
manusia yang mencerminkan nilai budaya yang terkandung. Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan pendidikan sebab semua materi yang terkandung dalam suatu
kebudayaan diperoleh manusia secara sadar lewat proses belajar. Dari kegiatan belajar itu
diteruskan dari generasi yang satu kepada generasi selanjutnya, dari waktu ke waktu.
Kebudayaan yang lalu bereksistensi pada masa kini dan disampaikan pada masa yang akan
datang. Manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak. Adanya
kehidupan inilah yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai tindakan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan.

D. Hubungan Filsafat, Ilmu, Filsafat Ilmu dengan Ilmu Politik


Politik dapat dikatakan sebagai filsafat karena dalam mepelajari politik diperlukan cara
berfikir yang kompleks sistematis serta politik adalah sebuah ilmu yang menyangkut salah

Page

10

satu aspek kehidupan manusia berkaitan dengan kemenangan yang perlu dianalisis secara
kritis. Politik juga dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena politik memnuhi syarat sebagai
sebuah ilmu. Van Dyke menyatakan politik sebagai ilmu dengan mengemukakan tiga syarat
yakni
(i)
(ii)
(iii)

variability
sistematis
(iii) generalty

Pertama, variability. Politik dapat diuji oleh banyak spesialis dalam bidang ilmu yang
bersangkutan sehingga menimbulkan keyakinan yang mantap, baik bobot maupun pengakuan
dan dapat menjadi dasar bagi prediksi.
Kedua, sistematis. Pengetahuan dikatakan sistematis jika diorganisir ke dalam pola /
struktur dengan hubungan yang jelas, kepedulian terhadap sistem berarti para ahli ingin
meneruskan dari fakta-fakta yang khusu ke yang umum, dari pengetahuan fakta-fakta yang
terpisah menuju pengetahuan hubungan antara fakta-fakta tersebut. Hal ini sesuai dengan
tujuan ilmu yaitu mencapai suatu hubungan antar fakta yang sistematis.
Ketiga, generality. Alasan untuk menekankan pada generality ini berkaitan dengan tujuan
utama karya ilmiah yaitu memberikan eksplanasi dan prediksi. Eksplanasi dan prediksi
membutuhkan penggunaan generalisasi yang implisit (misalnya, acuan pada peraturan,
hukum atau teori). Objek dalam ilmu adalah untuk mengembangkan generalisasi sehingga
eksplanasi dan prediksi dapat terjadi dengan tingkat kemungkinan yang maksimal.
Politik adalah sebuah ilmu yang memerlukan segenap pemikiran reflektif terhadap
persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan
ilmu dengan segala segi dalam kehidupan manusia. Selain itu politik suatu bidang
pengetahuan campuran yang eksistensi pemekarannya bergantung pada hubungan timbal
balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu sehingga terjadi relevansi antara politik dan
filsafat ilmu
E. Sejarah dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu
Lahir pada abad ke 18 cabang filsafat yang disebut sebagai filsafat pengetahuan dimana
logika, filsafat bahasa, matematika, metodologi merupakan komponen-komponen
pendukungnya. Melalui cabang filsafat ini diterangkan sumber dan sarana serta tata cara
Page

11

untuk menggunakan pengetahuan ilmiah. Diselidiki pula syarat-syarat yang harus dipenuhi
bagi apa yang disebut kebenaran ilmiah dan batas validitasnya.
Filsafat ilmu sampai tahun 90an telah berkembang pesat sehingga menjadi bidang
pengetahuan yang amat luas dan sangat mendalam. Ruang lingkup sebagaimana yang dibahas
para filsuf dapat dikemukakan secara ringkas oleh sejumlah ahli antara lain Peter Angeles,
A.Cornelius Benjamin, Israel Scheffler, dan J.J.C.Smart.
Pertama, menurut Peter Angeles, ilmu mempunyai 4 bidang konsentrasi yang utama:
(i)

Telah mengenai berbagai konsep, peranggapan dan metode ilmu berikut analisis,

(ii)

peluasan, dan penyusunannya dalam memperoleh yang lebih baik dan cermat
Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut

(iii)
(iv)

strukturnya
Telah mengenai saling kaitan diantara berbagai ilmu
Telaah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan
penerapan dan pemahaman manusia.

Kedua, A.Cornelius Benjamin. Filsuf ini membagi pokoksoal filsafat ilmu dalam 3 bidang:
(i)
(ii)
(iii)

logika ilmu yang berlawanan dengan epistimologi ilmu


filsafat ilmu kealaman yang berlawanan dengan filsafat ilmu kemanusiaan
filsafat ilmu yang berlawanan dengan telaah masalah filsafati dari sesuatu ilmu

(iv)

khusus
filsafat ilmu yang berlawanan dengan sejarah ilmu.

Ketiga, Israel Scheffler. Lingkupnya dibagi 3 bidang yaitu;


(i)
(ii)
(iii)

peranan ilmu dalam masyarakat


dunia sebagaimana digambarkan oleh ilmu
landasan-landasan ilmu.

Keempat, J.J.C.Smart. Filsuf ini menganggap filsafat ilmu mempunyai 2 komponen utama
yaitu:
(i)
(ii)

bahasan analitis dan metodologis tentang ilmu


penggunaan ilmu untuk membantu pemecahan problem.

Page

12

F. Cabang-cabang Filsafat
Cabang filsafat yang diuraikan pada bagian ini adalah:
(i)
(ii)
(iii)
(iv)
(v)

epistemologi
metafisika
logika
etika
estetika

Page

13

epistemologi adalah suatu cabang filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan.
Istilah epistemologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata, yaitu episteme
(pengetahuan) dan logos (kata, pikiran, pendapat, percakapan, ilmu). Jadi epistemologi
berarti kata, pikiran, percakapan tentang ilmu pengetahuan.
Metafisika berasal dari bahasa yunani metaphyshika (sesudah fisika). Kata metafisika ini
juga memiliki berbagai arti. Metafisika dapat berarti upaya untuk mengkarakteristikkan
eksistensi atau realita sebagai suatu keseluruhan. Namun secara umum metafisika adalah
suatu pembahasan filsafat yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau tentang segala
sesuatu yang ada.
Logika. Secara etimologi, logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang
dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut juga logike episteme atau logica
scientica yang berarti ilmu logika, namun sekarang hanya disebut logika saja.
Etika. Etika sering kali disebut sebagai filsafat moral. Istilah etika berasal dari dua kata
dalam bahasa yunani-ethos dan ethicos. Etos berarti sifat, watak, kebiasaan, tempat yang
biasa. Etichos berarti susila, keadaban, atau kelakuan dan perbuatan yang baik.
Estetika adalah cabang filsafat yang membahas tentang seni dan keindahan. Istilah
estetika berasal dari yunani-aistheis, yang berarti pencerapan indrawi, pemahaman
intelektual, atau pengalaman spiritual. Adapun itilah art (seni) berasal dari bahasa latin ars,
yang berarti seni, keterampilan, ilmu, dan kecakapan.

Bab III
A. Kesimpulan
Filsafat, secara etimologi berarti cinta kebijaksanaan atau love of wisdom dalam
pengertian yang sedalam-dalamnya. Secara terminologi, filsafat adalah ilmu pengetahuan
mengenai segala sesuatu dengan memandang sebab-sebab terdalam dengan budi murni.
Ruang lingkup filsafat dipilahkan dalam dua objek yaitu : (i) objek formal dan (ii) objek
material.

Page

14

Filsafat adalah segala sesuatu yang nyata. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang
disusun secara konsisten dan kebenarannya telah teruji secara empiris.
objek dan ruang lingkup ilmu membatasi pada pengkajian cabang-cabang ilmu berkembang
dari dua cabang utama yaitu:
(i)
(ii)

filsafat ilmu
filsafat moral.

Filsafat alam yang kemudian menjadi kumpulan ilmu-ilmu alam (the natural science).
Sedangkan filsafat moral yang kemudian berkembang dalam cabang-cabang ilmu sosial atau
the social science).
Filsafat ilmu adalah theory of science atau teori ilmu, mental science, atau adi-ilmu,
science of science atau ilmu tentang ilmu.
filsafat ilmu menampung permasalahan yang menyangkut berbagai hubungan keluar dan
kedalam yang terdapat dalam kegiatan ilmiah.
Ruang lingkup filsafat ilmu menurut para filsuf antara lain :
(i)
(ii)

ilmu mempunyai empat bidang konsentiasi yang utama(Peter Angeles)


ilmu mempunyai beberapa bidang yaitu logika ilmu, ilmu kealaman (A.Cornelius

(iii)
(iv)

Benjamin)
ada tiga bidang filsafat ilmu (Israel Scheeffler)
filsafat ilmu dianggap mempunyai dua komponen utama (U.C.Smart).

perbedaan filsafat, ilmu, dan filsafat ilmu antara lain adalah:


(i)

filsafat itu membahas akal budi murni dan memandang sebab tersebut secara

(ii)

mendalam
ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten, sistematis,

(iii)

dan empiris
filsafat ilmu membahas segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun
hubungan ilmu dengan segala kehidupan manusia.

Hubungan filsafat, ilmu filsafat dengan antropologi dan ilmu politik antara lain

Page

15

(i)

antropologi membahas segala aspek tentang manusia sedangkan filsafat menelaah


tentang segala yang mungkin dipikirkan manusia. Ilmu hanya dapat maju apabila

(ii)

masyarakat berkembang dan berperadaban


dalam antropologi dibahas tentang manusia dan kebudayaannya dalam suatu
masyarakat. Filsafat ilmu merupakan metode penalaran dari suatu lambang atau
struktur penalaran dari suatu bidang studi, misalnya studi antropologi.

Ilmu politik mempelajari salah satu aspek kehidupan manusia antara manusia tentang
kewenangan sehingga diperlukan analisis yang jelas dalam menelahannya dan menurut van
Dyike politik memenuhi syarat sebagai suatu ilmu karena memiliki variability, systematic,
dan generality.
Selain itu, ilmu politik merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang
pengembangannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara
filsafat-filsafat dan ilmu, sehingga terjadi relevansi antara politik dan filsafat ilmu.

B. Daftar Pustaka
www.google.com

Page

16

FILSAFAT ILMU
Hubungan Filsafat, Filsafat Ilmu dan Ilmu

Page

17

Nama Kelompok :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Febi Akbar Fitriawan


Dwi Ressana Hendra
Dwi Mei Sulistyo
R. Ario Hermanto Baskoro
Arfian Reza Fahrezhy
Dinar A A
Daisyta Indah Pratiwi

041411231079
041411231090
041411231105
041411231108
041411231122
041411231126
041411231129

Page

18