Anda di halaman 1dari 11

SINTESIS KALIUM NITRAT

Ichsan Wibowo, Efti Leliya, Tia Rahmatika wahyuni


Lab. Kimia Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Semarang
Gedung D8 Lt 1 Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Indonesia
ichsan_wibowo@yahoo.co.id, 085647748281

Abstrak
Percobaan sintesis garam Kalium Nitrat ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan garam kalium
nitrat sebagai hasil reaksi antara natrium nitrat dengan kalium klorida. Dan mempelajari pemisahan
garam tersebut dari hasil samping Natrium Klorida berdasarkan perbedaan kelarutan. Pembuatannya
diawali dengan pembuatan garam Kalium Nitrat dengan cara mereaksikan larutan jenuh kalium
klorida dengan larutan jenuh natrium nitrat . Sebelum kedua larutan tersebut direaksikan atau dalam
hal ini dicampurkan masing-masing larutan tadi di larutkan dalam air panas. Setelah dicampurkan
larutan di panaskan dalam penangas es, selanjutnya larutan tersebut didinginkan dalam penangas es
agar terbentuk kristal kalium nitrat . Kristal kalium nitrat ini selanjutnya akan dimurnikan dengan
cara kristal dicuci dengan sejumlah aquades yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Pemurnian ini
bertujuan untuk mendapatkan kristal kalium nitrat yang bebas ion. Prinsip pembuatan garam kalium
nitrat ini adalah perbedaan kelarutan zat pengotornya. Dari proses pembuatan serta pemurnian
garam kalium nitrat ini didapatkan hasil kristal garam Kalium Nitrat ynag berwarana putih. Dari tiga
koma tujuh lima gram kalium klorida yang direaksikan dengan empat koma dua lima gram natrium
nitrat di dapatkan kristal dengan massa nol koma delapan enam enam satu gram dengan randemen
enambelas koma sembilan delapan persen.
Kata kunci : kalium nitrat, pembuatan, pemurnian.

Abstract
Potassium Nitrate salt synthesis experiments aimed to study the manufacture of potassium nitrate salt
as a result of the reaction between potassium chloride with sodium nitrate. And the separation of the
salt from sodium chloride byproduct by differences in solubility. Manufacturing begins with the
manufacture of Potassium Nitrate salts by reacting a saturated solution of potassium chloride with a
saturated solution of sodium nitrate. Before the second solution is reacted or in this case each mixed
solution was dissolved in hot water. After the mixed solution heated in an ice bath, then the solution
is cooled in an ice bath in order to form crystals of potassium nitrate. The potassium nitrate crystals
will then be purified by of potassium nitrate ions free. The principle of making potassium nitrate
salts are differences in solubility of a substance impurities. From the manufacturing process as well
as the purification of potassium nitrate salt is salt crystals showed berwarana ynag white Potassium
Nitrate. Of the three crystal washed with distilled water that has been heated number first.
Purification aims to obtain crystals point seven five grams of potassium chloride is reacted with four
point two five grams of sodium nitrate crystals with masses get zero point eight six six one grams
with randemen sixteen poin ninety eight percent .
Keywords : potassium nitrate , manufacture , purification .

Pendahuluan
Pada umumnya kita tidak mengetahui komposisi dari larutan sampel yang akan
dianalisis, sehingga sulit unutk membuat larutan standar yang mempunyai komposisi ionik
yang sama dengan larutan contoh. Untuk mengatasi hal ini dibuat suatu metoda yang

disebut sebagai metoda kekuatan ion tetap. Metoda ini dilakukan dengan cara
mencampurkan suatu laurtan yang mempunyai kekuatan ion cukup tinggi ke dalam larutan
standar dan ke dalam larutan contoh. Dengan demikian perbedaan kedua ion dari kedua
larutan yang mempunyai konsntrasi yang berbeda dapat diabaikan sehingga kekuatan ion
menjadi konstan. (Purwadi, 2000)
Ujung simetri dari pola geometri molekul-molekul adalah salah satu dari kumpulan
yang luar biasa atau sama dengan kristal yang mana telah didefinisikan sebagai keadaan
yang biasa (umum) untuk semua sifat-sifatnya tapi tak lebih dari sebuah/suatu indikasi.
Dasar pokok persoalan prinsip ini adalah simetri dari struktur kristal dalam prakteknya
adalah kedua posisi simetri dan intennsitas dari sinar X atau difraksi spektrum neutron.
(Lingaferter, 1985)
Natrium nitrat banyak terdapat di Chili, karena itu senyawa ini dikatakan senyawa
chili. Sifatnya higroskopis sehingga untuk berbagi keperluan natrium nitrat yang lebih
mudah itu diubah menjadi kalium nitrat. Produksi berbagai garam dari sumbernya
bergantung pad prinsip kristalisasi selektif. (Tim Dosen Kimia Anorganik, 2010)
Natrium dan senyawanya sangat penting logamnya sebagai aliansi Na-Pb, dipakai
untuk membuat tetraalkil-Ph dan banyak kegunaan industri lain. Baik Na + maupun K+
penting secara fisiologis dalam hewan dan tanaman, sel-sel dapat membedakan Na + dan K+
mungkin dengan beberapa jenis mekanisme pengelompokan. (Cotton, 1989)
Dalam kristal ionik seperti logam halida oksida, dan sulfida, kation dan anion
disusun bergantian dan padatannya diikat oleh ikatan elektrostatik. Banyak logam halida
melarut dalam pelarut polar misalnya NaCl melarut dalam air, sementara logam oksida dan
sulfida yang mengandung kontribusi ikatan kovalen yang signifikan, biasanya tidak larut
bahkan di pelarut yang paling polar sekalipun. Struktur dasar kristal ion adalah ion yang
lebih besar (biasanya anion) membentuk susunan terjejal dan ion yang lebih kecil (biasanya
kation) masuk kedalam lubang oktahedral atau tetrahedral di antara anion. Kristal ionik
diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe struktur tersebut dengan nama senyawa khasnya,
jadi struktur garam dapur tidak hanya mempresentasikan struktur NaCl tetapi juga senyawa
lainnya. (Saito, 1996)
Karena secara alami proses sintesis kalium nitrat memerlukan waktu yang cukup
lama dan proses yang rumit untuk itu dilakukan sintesis garam kalium nitrat dalam skala
laboratorium agar di dapatkan garam kalium nitrat dengan cara yang cukup mudah.
(Cahyono, 1991)

SINTESIS GARAM MOHR

Kristalisai merupakan metode pemisahan dengan cara pembentukan kristal sehingga


campuran dapat dipisahkan. Suatu zat gas atau cair dapat mendingin atau memadat serta
membentuk kristal karena mengalami proses kristalisasi. Kristal-kristal juga akan terbentuk
dari suatu larutan yang akan dijenuhkan dengan pelarut tertentu. Semakin kristalnya maka
semakin baik, karena semakin kecil kemungkinan tercemar oleh kotoran. (Sura, 1996)
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa kelarutan endapan bertambah seiring
kenaikan suhu, meskipun dalam beberapa hal istimewa terjadi yang sebaliknya. Lalu
kenaikan kelarutan dengan suhu berbeda-beda, dalam beberapa hal sangat kecil, dalam
beberapa hal-hal lainnya sangat besar. Perubahan kelarutan dengan berubahnya suhu dapat
menjadi dasar untuk penilaian. (Svehla G, 1990)

Metode
Dalam pembuatan garam Kalium Nitrat ini diperlukan beberapa bahan dan
peralatan. Perlatan yang digunakan adalah dua buah gelas kimia 100 mL merek Pyrex,
sebuah corong gelas, satu buah gelas kimia 200 mL merek Pyrex, dua buah pipet tetes,
pembakar spirtus, kasa, penjepit tabung kimia, gelas arloji, dan gelas ukur 25 mL merek
Pyrex. Sementara bahan-bahan yang diperlukan dalam percobaan ini adalah kalium nitrat
sebanyak 3.75 gram for syn dari Merck, natrium nitrat sebanayk 4.25 gram for syn dari
Merck, kertas saring sebanyak 2 buah, dan aquades.
Tahap awal dalam pembuatan garam kalium nitrat adalah aquades sebanyak 25 ml
dipanaskan di atas seperangkat kompor spirtus. Kemudian

3.75 gram kalium nitrat

dilarutkan dengan 7.5 mL aquades panas dalam sebuah gelas kimia, selanjutnya 4.25 gram
natrium nitrat dilarutkan dengan 7.5 mL aquades panas dalam sebuah gelas kimia,
kemudian kedua larutan tersebut dicampurkan. Setelah dicampurkan tahap selanjutnya
adalah campuran larutan tersebut dipanaskan di atas penangas hingga volume larutan
mencapai 10 mL. Setelah itu larutan tersebut didinginkan dengan beberapa bongkah es batu
sehingga terbentuk Kristal kalium nitrat. Dalam tahap ini telah terbentuk Kristal garam
kalium nitrat yang berwarna putih dan berbentuk menyerupai jarum, kemudian selanjutnya
adalah tahap pemurnian dengan cara rekristalisasi. Rekristalisasi adalah metode pemisahan
dengan cara pembentukan Kristal sehingga campuran dapat dipishkan. Suatu zat gas atau
cair dapat mendingin atau memadat serta membentuk Kristal karena mengalami proses
kristalisasi. Kristal-kristal juga akan terbentuk dari suatu larutan yang akan dijenuhkan

SINTESIS GARAM MOHR

dengan pelarut tertentu. Semakin sedikit kristalnya maka semakin baik, karena semakin
kecil kemungkinan tercemar oleh kotoran.
Proses pemurnian ini dilakukan dengan cara kristal kalium nitrat dicuci dengan
aquades panas sebanyak 2,5 mL. Kristal ini sebelumnya telah dipisahkan dari filtratnya
dengan cara di saring. Setelah pencucian tahap selanjutnya adalah penyaringan Kristal
KNO3 tujuan penyaringan ini adalah agar Kristal terpisah dari filtratnya. Pada penyaringan
tahap kedua ini akan didapatkan kristal KNO3 yang bebas dari ion Cl-. Tahap terakhir dari
proses sintesis garam kalium nitrat ini adalah penimbangan Kristal yang kalim nitrat yang
didapatkan.

Hasil Dan Pembahasan


1. Data Pengamatan
Dari percobaan pembuatan garam kalium nitrat di dapatkan Kristal garam kalium
nitrat yang berwarna putih dan setelah ditimbang didapatkan Kristal garam kaliun nitrat
sebesar 0.8661 gram. Berikut gambar dari Kristal kalium nitrat tersebut.

SINTESIS GARAM MOHR

Gambar 1 Kristal garam


KNO3

Pada percobaan pembuatan garam kalium nitrat dilakukan beberapa tahap yang meliputi
pembuatan larutan dan pemurnian. Tabel berikut menjelaskan singkat tentang proses
pembuatan garam kalium nitrat.
Tabel 1 Data pengamatan praktikum sintesis garam KNO3
Langkah Kerja
Melarutkan 3.75 gram KCl dalam 7.5 mL

Hasil Pengamatan

aquades panas

Larutan bening tak berwarna

Larutan A
Melarutkan 4.25 gram NaNO3 dalam 7.5 mL

Terdapat endapan putih

aquades panas

Larutan bening tak berwarna

SINTESIS GARAM MOHR

Larutan B
Larutan A + Larutan B

Larutan bening volume menjadi 10 mL

Campuran dipanaskan
Mendinginkan larutan campuran kemudian

Campuran bewarna putih terdapat endapan

menyaring

putih

Mencuci kristal dengan aquades panas

Larutan bening tak berwarna

Mendinginkan dalam penangas es

Terbentuk kristal berwarna putih kalium


nitrat yang bebas ion

Menimbang kristal

Dihasilkan 1.1055 gram kristal garam KNO3

Pembuatan garam kalium nitrat ini di dapatkan dengan mereaksikan larutan kalium
klorida dengan larutan natrium nitrat, yang reaksinya dapat di tuliskan sebagai berikut :
KCl(s) + NaNO3 (s)

NaCl (aq)+ KNO3 (s)

Dari pencampuran dua buah larutan tersebut di dapatkan garam kalium nitrat yang
berfase padat dan berwarna putih. Sebagian besar garam-garam nitrat bersifat higroskopis
dan mudah larut dalam air. Sehingga ketika kita larutkan dengan air maka akan seketika
akan larut dengan mudah, tetapi kita menggunakan air panas dalam percobaan ini, agar ionion K+ dan NO3- mudah larut terpisah menjadi ion-ionnya.
Pada proses pembuatannya kita mereaksikan antara larutan KCl dengan NaNO 3
dengan komposisi tertentu, dengan melalui pemanasan, didinginkan hingga Kristal kalium
terbentuk dan kemudian disaring. Pada proses ini, teknik reklistalisasi diperlukan, dimana
zat padat sebagai hasil reaksi biasanya bercampur dengan zat padat lain. Oleh sebab itu,
untuk mendapatkan zat-zat yang kita inginkan, perlu dimurnikan terlebih dahulu. Prinsip
proses ini adalah perbedaan kelarutan zat pengotornya. Pada hasil Kristal Kalium Nitrat kita
lakukan pemurnian agar memperoleh hasil Kristal yang murni, hal ini dilakuakan dengan
menambahkan sedikit aquades hingga larutan Kristal kalium nitrat bebas ion klorida.

SINTESIS GARAM MOHR

Pemberian aquades ini berfungsi agar ion klorida yang mungkin masih terdapat dalm Kristal
kalium dapat hilang.
Pada percobaan ini kita memperoleh Kristal garam kalium nitrat sebesar 0.8661 gram,
dimana Kristal tersebut bewarna putih. Hasil dari rendemen sebesar 16.98%, yang berarti
bahwa 83.02% nya adalah zat pengotor (residu) yang berada dalam sampel garam kalium
nitrat tercemar.
Hasil rendemen ini diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:
1. Perhitungan Teoritis
KCl(s) + NaNO3 (s)
0.05
0.05
-0.05
-0.05
0

NaCl (aq)+ KNO3 (s)


0
0
+0.05
+0.05
0.05

0.05

Massa = mol x Mr
= 0.05 x 101
= 5.05 gram
2. Pernitungan rendemen
massa kristal yang diperoleh
Randemen
=
massa kristal teori
=

0,8661 gram
5.05 gram

x 100%

x 100%

= 16,98 %

Randemen yang diperoleh hanya 16.98% ini artinya ada banyak pengotor yang
berada dalam sampel garam kalium nitrat. Pengotor ini bisa saja didapatkan dari alat-alat
yang kurang bersih. Akan tetapi dimungkinkan pula hasil rendemen yang terbilang sedikit
ini dikarenakan masih adanya Kristal yang tertinggal di gelas kimia yang tidak dapat
seluruhnya tercuci ataupun terambil.
2. Pembahasan
Prinsip dasar dari pembuatan kalium nitrat adalah pemisahan dua garam berdasarkan
perbedaan kelarutannya pada suhu tertentu, terbentuknya Kristal KNO 3 pada suhu rendah
dan pemurnian zat berdasarkan rekristalisasi.
Tahap awal dari percobaan ini adalah melarutkan KCl dalam air panas dengan tujuan
mempercepat larutnya KCl. Karena pada umumnya suatu zat akan lebih cepat melarut

SINTESIS GARAM MOHR

dalam pelarut yang bersuhu tinggi. Proses ini menghasilkan larutan bening. Hal yang sama
juga dilakukan pada NaNO3 yang juga menghasilkan larutan bening.
Reaksi antara KCl dengan air:
KCl (s) + H2O (l) KOH (aq) + HCl (aq)
Reaksi antara NaNO3 dengan air:
NaNO3 (s) + H2O (l) NaOH (aq) + HNO3 (aq)
Selanjutnya kedua larutan dicampurkan kemudian diuapkan hingga volume larutan
yang tersisa sebanyak 25 mL. Tujuan dilakukan penguapan adalah untuk mengurangi
jumlah kandungan pelarut sehingga larutan menjadi jenuh. Penguapan dilakukan pada
kisaran suhu 80-90C. Campuran antara kedua larutan menghasilkan KNO 3 dan NaCl
dengan reaksi sebagai berikut:
KCl (aq) + NaNO3 (aq) NaCl (s) + KNO3 (aq)
Pada proses penguapan ini terdapat endapan di dasar gelas. Berdasarkan reaksi dapat
dilihat bahwa NaCl mengendap terlebih dahulu. Jadi dapat dikatakan bahwa endapan yang
terbentuk adalah NaCl. Terbentuknya endapan NaCl ini menunjukkan bahwa Ksp NaCl
telah lewat jenuh. Hal ini juga menunjukkan bahwa nilai Ksp NaCl lebih kecil dibandingkan
Ksp KNO3.
Diagram kelarutan dan suhu untuk garam NaCl, KCl, NaNO 3, dan KNO 3.

SINTESIS GARAM MOHR

Setelah volume larutan mencapai 25 mL, kemudian larutan dalam keadaan masih
panas. Penyaringan dilakukan dalam keadaan panas karena kelarutan KNO3 dalam air akan
bertambah seiring meningkatnya temperatur, sedangkan NaCl kurang melarut dalam larutan
jenuh antara KCl dan NaNO3.
Filtrat yang diperoleh dari hasil penyaringan selanjutnya didiamkan di dalam air es
dengan tujuan supaya Kristal KNO3 lebih cepat terbentuk. Untuk memisahkan antara Kristal
KNO3 dengan zat pengotor, dilakukan penyaringan.
Dari hasil percobaan diperoleh Kristal KNO 3 sebanyak 0.8661 g. Berdasarkan hasil
perhitungan didapatkan nilai presentasi rendemen garam kalium nitrat sebesar 16.98%.
Kecilnya nilai rendemen ini mungkin disebabkan karena pada penyaringan yang pertama
dilakukan suhu larutan sudah mulai menurun atau larutan sudah mendingin sehingga
mengalami kesulitan untuk disaring dan akibatnya banyak endapan NaCl dan KNO 3 yang
tertinggal pada kertas saring lalu terbuang. Selain itu, minimnya jumlah NaCl dan KNO 3
yang diperoleh juga mungkin disebabkan karena suhu penguapan yang tidak dijaga konstan
pada kisaran suhu 80C.

SINTESIS GARAM MOHR

Faktor lain yang juga mempengaruhi jumlah Massa KNO 3 yang dihasilkan adalah
proses pendinginan yang singkat sehingga Kristal KNO3 belum terbentuk sempurna serta
proses pengeringan yang terlalu lama (karena hanya menggunakan corong biasa bukan
corong Buchner) sehingga kadar kedua senyawa mungkin berkurang akibat pengaruh udara
disekitarnya.

Kesimpulan
Dalam pembuatan garam kalium nitrat dapat dilakukan dengan
cara mereaksikan larutan jenuh kalium klorida dengan larutan jenuh
natrium nitrat. Hasil yang di dapatkan dari pereaksian dua larutan jenuh
ini adalah Kristal kalium nitrat yang berwarna putih. Ada dua tahapan
dalam proses sintesis garam kalium nitrat ini, yang pertama yaitu tahap
pembuatan dan yang kedua adalah tahap pemurnian. Tahap pembuatn
ini tahap dimana Kristal kalium nitrat ini mulai terbentuk sementara
tahap pemurnian adalah proses untuk menghilangkan ion Cl- yang
dimungkinkan masih terkandung dalam Kristal Kalium nitrat sehingga
didapat kalium nitrat murni yang bebas ion Na+ maupun Cl-. Pemisahan
atau permunian garam ini didasarkan pada perbedaan kelarutan antara
kalium nitrat dengan hasil samping natrium klorida. Pada tahap
pemurnian kristal yang terbentuk di tetesi aquades panas sedikit demi
ssedikit, karena ion Na+ maupun Cl- sama-sama mudah larut dalam air
maka ion ini larut dan terdapat dalam filtrat hasil cucian tersebut.
Sementara kalium nitrat yang notabene sukar larut dibandingkan
natrium klorida maka kalium nitrat ini tetap pada bentuk kristalnya.
Kesimpulan yang didapatkan dari praktikum ini adalah yang petama yaitu warna dan
bentuk Kristal garam KNO3 dari hasil pembuatannya yaitu berbentuk padat (Kristal) dan
berwarna putih. Yang kedua garam kalium nitrat yang dihasilkan adalah sebesar 0.8661
gram dengan rendemen sebesar 16.98%.

Daftar Pustaka
Cahyono, Bambang. 1991. Segi praktisi dan Metode pemisahan senyawa organic. Kimia
MIPA UNDIP. Semarang
Cotton and Wikinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. UI- Press. Jakarta.
Lingafelter,

EC.

1989.

Crystal

System.

Volume

62

Nomor

219.

(http://www.journalofchemicaleducation.com) diakses tanggal 30 Desember 2008.


SINTESIS GARAM MOHR

Purwadi KP. 2000. Penentuan Kadar Florida dan Klorida dalam Serbuk UO2 Secara
Potensiometrik Elektroda Ion Selektif dengan Menggunakan Teknik Pirohidrolisis.
Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir V.
Saito, Taro. 1996. Buku Teks Kimia Anorganik Online. Permission of Iwanami Shoten.
Tokyo
Svehla, G. 1990. Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro
Bagian I. PT Kalman Media Pusaka. Jakarta.
Tim Dosen Praktikum Kimia Anorganik. 2013. Buku Ajar Praktikum Kimia Anorganik.
Semarang: Lab Kimia Anorganik.

Lampiran

SINTESIS GARAM MOHR