Anda di halaman 1dari 15

MATERI WEBSITE PEMBELAJARAN FISIKA

TERMODINAMIKA
(http//:www.fisedukasi.com)

Oleh
I Gusti Ngurah Hari Yuda

Jurusan Pendidikan Fisika


Program Pascasarjana
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja

1. Mind Maping

2. Peta Konsep

3. Usaha Termodinamika
Usaha yang dilakukan sistem pada lingkungannya merupakan ukuran energi yang dipindahkan
dari sistem ke lingkungan. Gambar berikut menunjukkan suatu gas di dalam silinder tertutup
dengan piston (penghisap) yang dapat bergerak bebas tanpa gesekan. Pada saat gas memuai,
piston akan bergerak naik sejauh s . Apabila luas piston A, maka usaha yang dilakukan gas

untuk menaikkan piston adalah gaya F dikalikan jarak s . Gaya yang dilakukan oleh gas
merupakan hasil kali tekanan P dengan luas piston A, sehingga:

4. Usaha pada Mesin


Perhatikanlah mesin berikut. Gambar tersebut memperlihatkan pembekaran yang terjadi secara
terus menerus pada ruang mesin (mesin diesel). Dalam hal ini yang berperan sebagai sistem
adalah udara di dalam ruang mesin. Mula-mula udara masuk ke ruang mesin (intake), sehingga
volume ruang mesin membesar. Saat volume udara sudah cukup, piston terdorong ke dalam dan
saat itu juga bahan bakar (fuel) bertekanan tinggi diinjeksikan, sehingga terjadi pembekaran.
Saat terjadi pembakaran, udara dalam mesin menjadi panas, sehingga tekanannya meningkat.
Tekanan yang meningkat menyebabkan piston terdorong keluar dari ruang mesin. Beberapa saat
kemudian piston terdorong ke dalam lagi bersamaan dengan membukanya katup pembuangan,
sehingga sisa pembakaran akan terdorong keluar. Piston dihubungkan dengan sebuah roda,
sehingga setiap gerakan piston menyebabkan roda berputar. Saat piston terdorong keluar, sistem
dikatakan melakukan usaha, karena volume sistem membesar. Saat piston terdorong ke dalam,
lingkungan dikatakan melakukan usaha karena volume sistem berkurang (usaha sistem negatif).

5. Proses Proses Termodinamika


a) Proses Isotermal

b) Proses Isokhorik

c) Proses Isobarik

d) Proses Adiabatik

6. Contoh Soal
Sebuah mesin kalor melakukan seperti gambar berikut

Jika dalam sistem tersebut terdapat 64 gram gas oksigen (Ar = 8) dan R = 0,034
Tentukanlah:
a) Jenis proses tersebut
b) Usaha yang dilakukan mesin pada proses tersebut
Solusi:
a) Untuk menentukan jenis proses yang terjadi apakah itu isotermal, isobarik, isokhorik,
maupun adiabatik, maka langkah pertama adalah menentukan variabel yang konstan.

Berdasarkan grafik V-P di atas terlihat bahwa besaran P dan V berbeda di keadaan a dan
keadaan. Oleh karena itu, dapat dipastikan proses yang terjadi bukanlah isobarik dan juga
bukan isokhorik. Selanjutnya variabel yang konstan didapat dari persamaan berikut

Jadi T1 = T2 (temperatur di keadaan a dan b sama besar)


b) Untuk menentukan besarnya usaha pada proses isotermal, dapat digunakan persamaan
berikut

n merupakan jumlah mol gas yang dapat dihitung dengan persamaan

Jadi besarnya usaha yang dilakukan

7. Hukum I Termodinamika
Hukum I Termodinamika menyatakan bahwa besarnya kalor yang masuk sistem akan digunakan
untuk meningkatkan energi dalam sistem dan sisanya lagi digunakan untuk melakukan usaha.
Secara matematis, persamaan Hukum I Termodinamika dinyatakan sebagai berikut

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak peristiwa yang berhubungan dengan Hukum I


Termodinamika, sebagai contoh adalah peristiwa di dalam mesin. Sebelum dapat melakukan
usaha, sistem tersebut harus dipanaskan terlebih dahulu. Hal inilah yang menjadi salah satu
alasan orang-orang memanaskan motornya terlebih dahulu sebelum digunakan. Dengan adanya
pemanasan terlebih dahulu, maka energi dalam gas akan meningkat dan stabil, sehingga usaha
yang dihasilkan lebih besar dan lancar.
a) Penerapan Hukum I Termodinamika Untuk Setiap Proses Termodinamika
Pada suatu sistem yang mengalami perubahan temperatur, besarnya perubahan energi
dalam sistem dinyatakan dengan persamaan

1) Proses Isotermal

2) Proses Isobarik

Pada persamaan tersebut x merupakan konstanta yang bergantung pada jenis gas,
apakah gas tersebut monoatomik atau diatomik. Untuk gas monoatomik, nilai x
adalah 3/2, untuk gas diatomik temperatur rendah x=5/2, dan untuk gas diatomik
temperatur tinggi x = 7/2
3) Proses Isokhorik
Proses isokhorik merupakan proses yang terjadi pada volume konstan (. Oleh karena
usaha pada suatu proses mengisyaratkan adanya perubahan volume, jadi dapat
disimpulkan bahwa pada proses isokhorik, suatu sistem tidak melakukan usaha.

4) Proses Adiabatik
Proses adiabatik merupakan suatu proses, dimana tidak ada kalor yang masuk
maupun kalor yang keluar sistem. Jadi syarat terjadinya proses adiabatik adalah
sistem harus terisolasi secara sempurna, sehingga tidak ada kebocoran kalor
sedikitpun.

8. Hukum II Termodinamika
Hukum II Termodinamikan batasan-batasan terhadap perubahan energi yang mungkin terjadi
dengan beberapa perumusan sebagai berikut
1) Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam satu siklus, menerima kalor dari
sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi energi atau usaha luas (Kelvin
Planck).

2) Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam suatu siklus mengambil kalor dari
sebuah reservoir rendah dan memberikan pada reservoir bersuhu tinggi tanpa
memerlukan usaha dari luar (Clausius).
3) Pada proses reversibel, total entropi semesta tidak berubah dan akan bertambah ketika
terjadi proses irreversibel (Clausius).
Untuk menjelaskan tidak adanya reversibilitas para ilmuwan merumuskan prinsip baru, yaitu
Hukum II Termodinamika, dengan pernyataan: kalor mengalir secara alami dari benda yang
panas ke benda yang dingin, kalor tidak akan mengalir secara spontan dari benda dingin ke
benda panas.

a) Penerapan Hukum II Termodinamika


Salah satu penerapan Hukum II Termodinamika adalah munculnya konsep mesin
pendingin. Mesin pendingin merupakan mesin yang dapat mengambil sejumlah kalor dari
suatu benda, selanjutnya memindahkan kalor tersebut ke lingkungan sehingga benda
yang telah diambil kalornya akan mengalami penurunan temperatur. Besarnya kalor yang
dipindahkan sama dengan energi yang dikonsumsi oleh mesin pendingin tersebut. Energi
yang dikonsumsi dapat berupa energi listrik.

Proses Perpindahan Kalor pada Mesin Pendingin

b) Pembahasan
Suatu mesin pendingin bekerja dengan memindahkan sejumlah kalor dari reservoir
bertemperatur rendah (benda yang didinginkan) ke reservoir bertemperatur tinggi
(tinggi). Kalor tidak mengalir secara spontan dari temperatur rendah ke temperatur tinggi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan sejumlah usaha untuk memindahkan

kalor tersebut. Usaha inilah berasal dari energi listrik yang dikonsumsi oleh mesin
pendingin.

Proses Pendinginan Ruangan Menggunakan Mesin Pendingin

9. Siklus pada Termodinamika


Suatu sistem dapat menyerap kalor dari lingkungan untuk melakukan usaha. Untuk dapat
melakukan usaha terus-menerus tidak mungkin dilakukan hanya dengan satu proses
termodinamika tertentu, karena suatu proses akan berhenti ketika tekanan, volume, atau suhu
mencapai nilai maksimum. Oleh karena itu, sistem harus dikembalikan ke keadaan awal agar
kalor dapat berubah menjadi usaha. Rangkaian proses sedemikian rupa sehingga akhirnya
kembali pada keadaan semula disebut siklus.

a) Usaha pada proses siklus


Usaha yang dilakukan sistem pada suatu proses yang bersiklus merupakan luas daerah
yang dilingkupi oleh siklus tersebut. Sebagai contoh siklus seperti pada grafik di atas.
Siklus tersebut terdiri dari 3 proses, yaitu proses a-b, proses b-c, dan proses c-d.

b) Contoh Soal 1
Suatu sistem bekerja secara bersiklus seperti grafik berikut

Tentukanlah besarnya usaha yang dilakukan sistem dalam satu kali siklus!
c) Contoh Soal 2
Jika pada contoh 1 sistem melakukan 100 kali siklus, tentukan usaha yang dilakukan oleh
sistem tersebut!
d) Siklus Carnot
Pada tahun 1824 seorang ilmuwan Prancis, Sadi Carnot (1796 - 1832), mengemukakan
model mesin ideal yang dapat meningkatkan efisiensi melalui suatu siklus, yang dikenal
dengan siklus Carnot. Mesin ideal Carnot bekerja berdasarkan mesin kalor yang dapat
bekerja bolakbalik (reversibel), yang terdiri atas empat proses, yaitu dua proses isotermal
dan dua proses adiabatik

10. Entropi
Termodinamika menyatakan bahwa proses alami cenderung bergerak menuju ke keadaan
ketidakteraturan yang lebih besar. Ukuran ketidakteraturan ini dikenal dengan sistem entropi.
Entropi merupakan besaran termodinamika yang menyerupai perubahan setiap keadaan, dari
keadaan awal hingga keadaan akhir sistem. Semakin tinggi entropi suatu sistem menunjukkan
sistem semakin tidak teratur. Entropi sama seperti halnya tekanan dan temperatur, yang
merupakan salah satu sifat dari sifat fisis yang dapat diukur dari sebuah sistem. Apabila
sejumlah kalor Q diberikan pada suatu sistem dengan proses reversibel pada suhu konstan,
maka besarnya perubahan entropi sistem adalah:

11. Mesin Kalor


Mesin kalor merupakan suatu perangkat yang mampu mengubah kalor menjadi usaha.
Munculnya ide mesin kalor berawal dari siklus carnot. Siklus carnot bersifat reversible, yang
merupakan kajian mesin kalor secara teoritis. Pada kenyatannya suatu mesin kalor bersifat
irreversible, contohnya adalah mesin otto yang dipakai untuk kendaraan berbahan bakar
bensin dan siklus diesel yang dipakai peda kendaraan berbahan bakar solar. Mesin Uap buatan
James Watt merupakan mesin kalor pertama yang digunakan untuk industri.

James Watt

Mesin Uap

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan mesin adalah efisiensi. Efisiensi
suatu mesin kalor merupakan perbandingan antara usaha yang dihasilkan terhadap kalor
masukan dikalikan 100%. Secara matematis, efisiensi mesin kalor dinyatakan sebagai berikut

12. Mesin Pendingin


Mesin pendingin merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk memindahkan sejumlah
kalor dari suatu benda, dengan tujuan menurunkan temperatur benda tersebut. Prinsip kerja
mesin pendingin berkebalikan dengan prinsip kerja mesin kalor

Mesin pendingin diaplikasikan untuk membuat berbagai jenis pendingin, seperti kulkas dan
AC (Air Conditioner)

13. Pengayaan Materi


a) Mesin Otto
Mesin Otto yang disebut juga dengan mesin bensin, ditemukan oleh Nicolaus Otto.
Merupakan mesin kalor dengan pembekaran menggunakan percikan bunga api tegangan
tinggi dengan bahan bakar berupa bensin dan udara.

Mesin Otto

Keunggulan
Berikut adalah beberapa kelebihan mesin otto, antara lain:
1) Getaran mesin tidak terlalu tinggi, sehingga cukup nyaman untuk
pengendara
2) Emisi gas buangan tidak terlalu tinggi, sehingga resiko terhadap adanya
polusi udara lebih rendah
3) Oleh karena tidak bekerja pada tekanan tinggi, maka suku cadang mesin
otto lebih murah

Kelemahan
Berikut adalah beberapa kelemahan mesin otto, antara lain:
1) Tingkat efisiensi mesin terhadap panas rendah, sehingga mesin otto boros
dalam hal penggunaan bahan bakar
2) Memerlukan sistem tegangan tinggi dalam pengapian, sehingga struktur
pengapiannya cukup rumit. Selain itu juga berbahaya, karena adanya
tegangan tinggi
3) Tidak terlalu kuat digunakan untuk jarak jauh, karena komponen mesin
cepat aus

Sistem Pengapian pada Mesin Bensin

Aplikasi
Mesin otto banyak diaplikaskan pada kendaraan bermotor roda dua dan sejumlah
besar mobil yang memerlukan tingkat kenyamanan tinggi seperti gambar berikut.

Penerapan Mesin Otto pada Mobil

b) Mesin Diesel
Mesin diesel merupakan mesin kalor yang menggunakan tekanan (kompresi) untuk
mencitakan temperatur tinggi dalam ruang mesin, sehingga dapat membakar bahan bakar
yang diinjeksikan ke dalam ruang mesin tersebut secara spontan. Oleh karena itu kompresi
yang dihasilkan pada ruang mesin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kompresi pada
mesin bensin. Kompresi yang tinggi ini memerlukan tingkat kekuatan alat yang tinggi
pula.

Mesin Diesel

Mesin diesel memiliki tingkat efisiensi termal terbaik dibandingkan mesin-mesin kalor
lainnya karena memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi. Mesin diesel kecepatan
rendah, seperti mesin kapal mampu menghasilkan efisiensi lebih dari 50%.

Keunggulan
Berikut adalah beberapa keunggulan mesin diesel, antara lain:
1) Memiliki tingkat efisiensi tinggi dibandingkan mesin kalor lainnya,
sehingga irit bahan bakar

2) Memerlukan bahan bakar dengan bilangan oktan yang tidak terlalu tinggi,
sehingga bahan bakar diesel lebih murah dibandingkan bahan bakar mesin
kalor lainnya.
3) Tahan lama pada temperatur tinggi, karena komponen mesin dirancang
untuk temperatur tinggi, sehingga tahan untuk digunakan dalam jangka
waktu lama

Kelemahan
Berikut adalah kelemahan mesin diesel, antara lain:
1) Komponen-komponen mesin memiliki harga yang cukup mahal karena
dedesain untuk dapat bekerja dengan bagus pada tekanan tinggi
2) Adanya emisi gas buangan yang tinggi akibat pengaruh mutu bahan bakar,
di mana mutu bahan bakar diesel (solar) lebih rendah daripada bensin
3) Tingkat kenyamanan kurang jika digunakan dalam kendaraan bermotor.
Hal ini disebabkan karena getaran mesin yang terlalu tinggi

Aplikasi
Dalam aplikasinya, mesin diesel banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan
besar yang menempuh jarak jauh, karena mesin diesel tahan terhadap temperatur
tinggi dalam jangka waktu yang lama.

Penerapan Mesin Diesel pada Mobil