Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

Disipasi Kalor Hot Wire

Nama : Ayu Wulandini


NPM : 0906557286
Fakultas : Teknik
Departemen/Prodi : Teknik Sipil/ Teknik Lingkungan
Kode Praktikum : KR-01
Minggu Percobaan : II

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar


(UPP-IPD)

Universitas Indonesia
Depok
KR-01 Disipasi Kalor Hot Wire

I. Tujuan Praktikum
Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara.

II. Peralatan

a. kawat pijar (hotwire)


b. Fan
c. Voltmeter dan Ampermeter
d. Adjustable power supply
e. Camcorder
f. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Landasan Teori


Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan
sebagai sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial
saja. Probe seperti ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang
disatukan pada dua kawat baja. Masing masing ujung probe dihubungkan ke
sebuah sumber tegangan. Energi listrik yang mengalir pada probe tersebut akan
didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi listrik yang terdisipasi
sebanding dengan tegangan , arus listrik yang mengalir di probe tersebut dan
lamanya waktu arus listrik mengalir.
P = v i Δ t .........( 1 )

Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat sehingga
merubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang mengalir
maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang mengalir
juga berubah.
Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio
yang dirumuskan sebagai :
𝑅𝑤
Overheat ratio = 𝑅𝑎

Rw = resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara).


Ra = resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan).
Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang menyatakan
hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan kecepatan referensi
(reference velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi
kecepatan dalam setiap percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan
tersebut.
Persamaan yang didapat berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial.

Pada percobaan yang akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada
temperatur ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan
kecepatan yang hasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan
divariasikan melalui daya yang diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari
daya maksimal 230 m/s.

IV. Prosedur Percobaan

1. Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di


bagian bawah halaman jadwal
2. Mengaktifkan Web cam (meng-klik icon video pada halaman web r-Lab)
3. Menberikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan meng”klik” pilihan
drop down pada icon “atur kecepatan aliran”.
4. Menghidupkan motor pengerak kipas dengan meng”klik” radio button pada
icon “menghidupkan power supply kipas.
5. Mengukur Tegangan dan Arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik
icon “ukur”.
6. Mengulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230
m/s

Gambar 1. Disipasi Kalor Hot Wire


V. Hasil dan Evaluasi
a. Pengolahan Data
Berdasarkan persamaan (1) diatas, besarnya energi listrik yang terdisipasi
sebanding dengan tegangan , arus listrik yang mengalir di probe tersebut dan
lamanya waktu arus listrik mengalir. Maka pada persamaan tersebut,
𝑊 = 𝑣𝑖𝑡
Energi juga sebanding dengan gaya dan perpindahan
𝑊 = 𝐹. 𝑠

Maka,
𝑉. 𝐼. 𝑡 = 𝐹. 𝑠
𝑉. 𝐼. 𝑡 = 𝐹. 𝑣. 𝑡
𝑉. 𝐼 = 𝐹. 𝑣
𝐼
𝑑𝑣 = 𝑑𝑉
𝐹

Tegangan Hot Wire VS Waktu


2,120

2,100

2,080
Tegangan Hot Wire

v=0
v=70
2,060
v=110
v=150
2,040
v=190
v=230
2,020

2,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Waktu

Grafik 1. Tegangan Hot Wire Vs. Waktu


Kecepatan Tegangan Tegangan Rata-Rata
angin Rata-Rata 2,12
0 2,112 2,1

Tegangan Rata-rata
70 2,047
2,08
110 2,030
150 2,022 2,06
190 2,017 2,04 Tegangan Rata-Rata
230 2,014
2,02
2
0 70 110 150 190 230
Kecepatan Angin

Pengolahan Data Least Square

x y x2 y2
2,112 0 4,460544 0
2,112 0 4,460544 0
2,112 0 4,460544 0
2,112 0 4,460544 0
2,112 0 4,460544 0
2,112 0 4,460544 0
Ket.
2,112 0 4,460544 0
2,112 0 4,460544 0 X = tegangan hot wire
2,112 0 4,460544 0 Y = kecepatan angin
2,112 0 4,460544 0
2,048 70 4,194304 4900
2,049 70 4,198401 4900
2,048 70 4,194304 4900
2,046 70 4,186116 4900
2,047 70 4,190209 4900
2,046 70 4,186116 4900
2,049 70 4,198401 4900
2,047 70 4,190209 4900
2,047 70 4,190209 4900
2,046 70 4,186116 4900
2,030 110 4,1209 12100
2,032 110 4,129024 12100
2,030 110 4,1209 12100
2,031 110 4,124961 12100
2,031 110 4,124961 12100
2,030 110 4,1209 12100
2,030 110 4,1209 12100
2,030 110 4,1209 12100
2,029 110 4,116841 12100
2,030 110 4,1209 12100
2,022 150 4,088484 22500
2,023 150 4,092529 22500
2,022 150 4,088484 22500
2,022 150 4,088484 22500
2,023 150 4,092529 22500
2,023 150 4,092529 22500
2,022 150 4,088484 22500
2,022 150 4,088484 22500
2,023 150 4,092529 22500
2,022 150 4,088484 22500
2,016 190 4,064256 36100
2,016 190 4,064256 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,017 190 4,068289 36100
2,014 230 4,056196 52900
2,013 230 4,052169 52900
2,013 230 4,052169 52900
2,014 230 4,056196 52900
2,014 230 4,056196 52900
2,014 230 4,056196 52900
2,014 230 4,056196 52900
2,013 230 4,052169 52900
2,013 230 4,052169 52900
2,013 230 4,052169 52900

𝑛∑𝑥𝑖 𝑦𝑖 − (∑𝑥𝑖 )(∑𝑦𝑖 )


𝑚=
𝑛∑𝑥𝑖 2 − ∑𝑥𝑖 2
60.15163,01 − 122,423.7500
𝑚=
60.249,859 − 14987,39

𝑚 = −2031,97

∑𝑥𝑖 2 ∑𝑦𝑖 − (∑𝑥𝑖 )(∑𝑥𝑖 𝑦𝑖 )


𝑏=
𝑛∑𝑥𝑖 2 − ∑𝑥𝑖 2

249,859.7500 − 122,423.15163,01
𝑏=
60.249,859 − 14987,39

𝑏 = 4271

Jadi, persamaan kecepatan angin sebagai fungsi hot wire adalah

𝑦 = −2031,97𝑥 + 4271

dengan x adalah tegangan hot wire, dan y adalah kecepatan angin.

b. Analisis
i. Percobaan
Pada percobaan KR01 tentang Disipasi Kalor Hot Wire ini dilakukan
secara online melalui rLab dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan
hotwire untuk digunakan sebagai sensor kecepatan aliran udara. Sumber
udara yang digunakan dalam percobaan ini adalah kipas angin. Kecepatan
udarapun di variasikan, dari 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s ,230
m/s. Pada saat kipas belum dinyalakan, 𝑣𝑜 = 0 𝑚 𝑠, besar arus dan
tegangan listrik belum terpengaruh dari kecepatan kipas tersebut. Ketika
kipas mulai dinyalakan, kecepatan kipaspun di atur sesuai dengan variasi
yang diberikan. Ketika kipas dinyalakan, kecepatan angin mempengaruhi
arus listrik dan tegangan listrik yang mengalir. Arus listrik menjadi semakin
besar, sebanding dengan kecepatan kipas yang diberikan. Sedangkan
tegangan listrik menjadi semakin kecil, berbanding terbalik dengan
kecepatan angin yang dihasilkan kipas. Hal ini disebabkan oleh udara yang
dihembuskan oleh kipas angin mempengaruhi resistensi pada kawat yang
selanjutnya mempengaruhi tegangan dan arus tersebut. Ketika angin
dialirkan pada probe, angin menerpa kawat pijar dengan kecepatan v dan
gaya F. Terpaan angin tersebut menyebabkan terjadinya perubahan nilai
resistensi pada kawat tersebut yang sebanding dengan kecepatan angin.
Semakin kencang angin yang dialirkan, semakin besar pula arus listrik yang
dihasilkan. Sebaliknya, semakin besar kecepatan angin yang diberikan,
semakin kecil tegangan yang dihasilkan. Besar kecilnya perubahan
resistensi inilah yang mempengaruhi perubahan kalor yang terjadi pada
probe.

ii. Hasil

Berdasarkan percobaan KR01 ini, didapatkan hasil bahwa semakin besar


kecepatan angin yang dihembuskan, maka semakin besar arus listrik yang
mengalir pada hotwire dan tegangan pada kawat tersebut pun semakin kecil.
Persamaan yang dihasilkan tidak mutlak benar, karena merupakan
pendekatan dari hasil percobaan ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan
memasukkan salah satu nilai tegangan hot wire ke dalam persamaan
𝑦 = −2031,97𝑥 + 4271. Maka kecepatan yang dihasilkan tidak tepat
sama dengan apa yang ada di hasil praktikum.

Kesalahan yang terjadi relatih besar. Walaupun demikian, percobaan


yang dilakukan secara jarak jauh dan hanya menggunakan komputer ini
sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada. Besarnya kesalahan
bisa dibuktikan dengan menyubtitusikan tegangan hot wire pada percobaan
tersebut. Pada praktikum rLab ini ini kesalahan yang terjadi hampir
merupakan human eror, karena semua peralatannya sudah terkomputerisasi.

iii. Grafik
Pada grafik pertama, tegangan pada hot wire di setiap waktunya, besar
tegangan dari tiap-tiap kecepatan angin relatif stabil walaupun ada
perubahan-perubahan yang sangat kecil. Hal ini terjadi karena udara dari
kipas angin tidak langsung berubah kecepatannya, tapi ia melakukan
percepatan terlebih dahulu. Sebagai contoh, saat dilakukan perubahan
kecepatan angin dari 0 m/s ke 70 m/s, kipas tidak langsung berubah
kecepatannya, tapi melakukan percepatan terlebih dahulu hingga mencapai
70 m/s.
Pada grafik kedua, tegangan pada hot wire berbanding terbalik dengan
perubahan kecepatan udara yang dihembuskan oleh kipas angin. Semakin
besar kecepatan udara yang berasal dari kipas angin, maka tegangan yang
dihasilkan semakin kecil.
Grafik yang dihasilkan menunjukkan adanya kesinambungan antara
data hasil percobaan dengan kondisi yang seharusnya terjadi, yaitu
kecepatan angin dari kipas angin berbanding terbalik dengan tegangan yang
dihasilkan oleh probe tersebut.

VI. Kesimpulan
a. Kawat hot wire tidak dapat untuk mengukur kecepatan angin, karena nilai
yang dihasilkan mempunyai kesalahan yang relatif besar.
b. Kawat hot wire hanya bisa digunakan untuk memperkirakan besar/kecilnya
angin, bukan untuk menentukan nilainya, yaitu dengan melihat perubahan
tegangan dan arus yang terjadi pada kawat hot wire tersebut.
c. Kecepatan angin yang terjadi berbanding terbalik dengan tegangan (V) dan
berbanding lurus dengan arus listrik (I)

VII. Referensi

Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall,
NJ, 2000.

Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended


Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.

VIII. Link rLab


http://sitrampil4.ui.ac.id/kr01
IX. Lampiran

Kec
Waktu Angin V-HW I-HW
1 0 2.112 54.2
2 0 2.112 55.0
3 0 2.112 56.0
4 0 2.112 56.2
5 0 2.112 55.5
6 0 2.112 54.3
7 0 2.112 53.9
8 0 2.112 53.9
9 0 2.112 53.9
10 0 2.112 54.2

Kec
Waktu Angin V-HW I-HW
1 70 2.048 59.4
2 70 2.049 57.9
3 70 2.048 57.6
4 70 2.046 57.3
5 70 2.047 56.7
6 70 2.046 56.2
7 70 2.049 55.5
8 70 2.047 54.9
9 70 2.047 54.5
10 70 2.046 54.3

Kec
Waktu Angin V-HW I-HW
1 110 2.030 54.7
2 110 2.032 54.7
3 110 2.030 54.8
4 110 2.031 54.9
5 110 2.031 55.0
6 110 2.030 55.1
7 110 2.030 55.2
8 110 2.030 55.4
9 110 2.029 55.6
10 110 2.030 55.7
Kec
Waktu Angin V-HW I-HW
1 150 2.022 56.7
2 150 2.023 56.3
3 150 2.022 56.3
4 150 2.022 56.3
5 150 2.023 56.3
6 150 2.023 56.3
7 150 2.022 56.3
8 150 2.022 56.3
9 150 2.023 56.3
10 150 2.022 56.3

Kec
Waktu Angin V-HW I-HW
1 190 2.016 60.6
2 190 2.016 60.0
3 190 2.017 60.0
4 190 2.017 60.1
5 190 2.017 60.0
6 190 2.017 60.1
7 190 2.017 60.0
8 190 2.017 60.1
9 190 2.017 60.1
10 190 2.017 60.1

Kec
Waktu Angin V-HW I-HW
1 230 2.014 55.0
2 230 2.013 56.1
3 230 2.013 57.3
4 230 2.014 58.6
5 230 2.014 59.8
6 230 2.014 60.1
7 230 2.014 59.5
8 230 2.013 59.1
9 230 2.013 58.1
10 230 2.013 57.0