Anda di halaman 1dari 5

ANATOMI PALPEBRA

Palpebra terletak di depan bola mata, yang melindungi mata dari cedera dan cahaya
yang berlebihan. Palpebra superior lebih besar dan lebih mudah bergerak daripada palpebra
inferior. Bila mata ditutup, palpebra superior menutup kornea dengan sempurna. Bila mata
dibuka dan menatap lurus ke depan, palpebra superior hanya menutupi pinggir atas kornea.10
Palpebra berfungsi:
Memberikan proteksi mekanis pada bola mata anterior
Mensekresi lapisan lemak dari lapisan air mata
Menyebarkan film air mata ke konjungtiva dan kornea
Mencegah mata menjadi kering
Memiliki pungta tempat air mata mengalir ke sistem drainase lakrimal.11
Srtuktur Palpebra
Palpebra terbagi menjadi 7 lapisan, yaitu kulit, otot orbikularis, septum, bantalan
lemak, tarsus, levator, dan konjungtiva.12
Kulit
Kulit merupakan lapisan anterior dengan jaringan subkutaneous. Palpebra memiliki
kulit yang tipis 1 mm dan tidak memiliki lemak subkutan. Kulit disini sangat halus dan
mempunyai rambut vellus halus dengan kelenjar sebaseanya, juga terdapat sejumlah
kelenjar keringat. Dibawah kulit terdapat jaringan areolar longgar yang dapat meluas
pada edema masif.12,13
Otot orbikularis
M. orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah, dan
terletak dibawah kulit kelopak. Pada dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis
okuli yang disebut sebagai M. Rioland. M. orbikularis berfungsi menutup bola mata.
Otot ini terdiri dari lempeng yang tipis yang serat-seratnya berjalan konsentris. Otot ini
dipersarafi oleh nervus fasialis (n.VII) yang kontraksinya menyebabkan gerakan
mengedip, disamping itu otot ini juga dipersarafi oleh saraf somatik eferen yang tidak
dibawah kesadaran.12
M. orbikularis okuli terbagi dalam bagian orbital, praseptal, dan pratarsal. Bagian
orbital, yang terutama berfungsi untuk menutup mata kuat, adalah otot melingkar tanpa
insertio temporal. Otot praseptal dan pratarsal memiliki kaput medial superficial dan
profundus, yang turut serta dalam pemompaan air mata.12
Septum Orbita
Septum orbita merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita merupakan
pembatas isi orbita dengan kelopak depan. Septum merupakan sawar penting antara

palpebra dan orbita.12 Pada palpebra superior, septum orbita bersatu dengan levator
aponeurosis kurang lebih 1-3 mm superior tarsus pada orang yang bukan etnis Asia.13
Bantalan lemak pra aponeurotika
Bantalan lemak tambahan terdapat di medial palpebra superior. Lemak ini penting
sebagai petunjuk dalam operasi, karena letaknya langsung di belakang septum orbita dan
di depan aponeurosis levator.12,13
Tarsus
Tarsus merupakan jaringan ikat fibrous panjangnya 25 mm, yang dihubungkan pada
tepian orbita oleh tendo-tenso kanthus medialis dan lateralis. Didalamnya terdapat
kelenjar Meibom (40 buah di kelopak atas) yang membentuk oily layer dari air mata.
Tarsus palpebra superior merupakan jaringan ikat yang kokoh, tebal , yang berguna
sebagai kerangka palpebra, tarsus superior pada bagian tengah palpebra vertical
berukuran 9-10 mm, dengan ketebalan lebih-kurang 1 mm. Arkade arteri marginal
terletah 2 mm superior margin palpebra dekat dengan folikel silia dan anterior tarsus
antara levator aponeurosis dengan muskulus Muller.12,13
Otot levator dan aponeurotik levator palpebra
Merupakan major refractor untuk kelopak mata atas. M. levator palpebra, yang
berorigo pada anulus foramen orbita dan berinsersi pada tarsus atas dengan sebagian
menembus M. orbikularis okuli menuju kulit kelopak bagian tengah. Bagian kulit tempat
insersi M. levator palpebra terlihat sebagai sulkus (lipatan) palpebra. Saat memasuki
palpebra, otot ini membentuk aponeurosis yang melekat pada sepertiga bawah tarsus
superior.13
Otot ini dipersarafi oleh nervus okulomotoris (N.III), yang berfungsi untuk
mengangkat kelopak mata atau membuka mata. 14 Kerusakan pada nervus okulomotoris
(N.III) atau perubahan-perubahan pada usia tua menyebabkan jatuhnya kelopak mata
(ptosis). Suatu otot polos datar yang muncul dari permukaan profunda levator berinsersi
pada lempeng tarsal. Otot ini dipersarafi oleh sistem saraf simpatis. Jika persarafan
simpatis rusak (seperti pada sindrom Horner) akan terjadi ptosis ringan.11
Muskulus levator pada orang dewasa panjangnya lebih-kurang 40 mm, sedangkan
aponeurosis panjangnya 14-20 mm. Ligamentun transversal (Whitnalls ligament) adalah
penebalan dari fasia muskulus levator yang berlokasi di daerah transisi muskulus levator
dengan aponeurosis levator.13
Ligamentum whitnalls adalah muskulus levator yang bertransformasi, berstruktur
seperti tendon yang berwarna putih berkilat. Levator aponeurosis membelah menjadi

lamella anterior dan posterior pada lokasi kira-kira 10-12 mm di atas tarsus. Lamella
posterior terdiri dari jaringan otot yang lembut yang diinervasi oleh saraf simpatis,
disebut juga muskulus mullers, yang analog dengan muskulus tarsal palpebra inferior.
Muskulus muller kemudian berinsersi pada pinggir atas tarsus. Muskulus muller bagian
posterior melekat erat dengan lapisan konjungtiva dan bagian anterior melekat dengan
aponeurosis. Tidak ditemukan arcade pembuluh darah perifer pada anterior muskulus
muller dekat dengan insersi pinggir superior tarsus.13
Konjungtiva Tarsal
Konjungtiva tarsal yang terletak di belakang kelopak hanya dapat dilihat dengan
melakukan eversi kelopak. Konjungtiva tarsal melalui forniks menutup bulbus okuli.
Konjungtiva merupakan membrane mukosa yang mempunyai sel Goblet yang
menghasilkan musin.14
Eversi kelopak dilakukan dengan mata pasien melihat jauh ke bawah. Pasien diminta
jangan mencoba memejamkan mata. Tarsus ditarik ke arah orbita. Pada konjungtiva
dapat dicari adanya papil, folikel, perdarahan, sikatriks dan kemungkinan benda asing.15

Gambar 1. Penampang Melintang Palpebra


Margo Palpebra
Panjang margo palpebra adalah 25-30 mm lebar 2 mm. Ia dipisahkan oleh garis kelabu
(batas mukokutan) menjadi tepian anterior dan posterior.
a) Margo anterior
1. Bulu mata
Bulu mata muncul dari tepian palpebra dan tersusun tidak teratur.
2. Glandula Zeis
Ini adalah modifikasi kelenjar sebasea kecil, yang bermuara ke dalam folikel rambut
pada dasar bulu mata.
3. Glandula Moll

Ini adalah modifikasi kelenjar keringat yang bermuara ke dalam satu baris dekat bulu
mata.
b) Margo posterior
Margo palpebra superior berkontak dengan bola mata, dan sepanjang margo ini
terdapat muara-muara kecil dari kelenjar sebasea yang telah dimodifikasi (glandula
Meibom, atau tarsal).
c) Punktum Lakrimal
Pada ujung medial dari margo palpebra posterior terdapat elevasi kecil dengan lubang
kecil di pusat yang terlihat pada palpebra superior dan inferior.12
Fissura Palpebra
Fissura palpebra adalah ruang ellips diantara kedua palpebra yang dibuka. Normalnya
fissura palpebra memiliki lebar 9 mm. Fissura ini berakhir di kanthus medialis dan lateralis.
Kanthus lateralis kira-kira 0,5 cm dari tepian lateral orbita dan membentuk sudut tajam.
Kanthus medialis lebih elliptic dan mengelilingi lakuna lakrimalis.12
Retraktor Palpebra
Retractor palpebra berfungsi membuka palpebra. Mereka dibentuk oleh kompleks
muskulofasial, dengan komponen otot rangka dan polos, dikenal sebagai kompleks levator
palpebra superior.

Di palpebra superior, bagian otot rangka adalah levator palpebra

superioris, yang berasal dari apeks orbita dan berjalan ke depan dan bercabang menjadi
sebuah aponeurosis dan bagian yang lebih dalam yang mengandung serat-serat otot polos dari
muskulus Muller (tarsalis superior). Levator dipasok cabang superior dari nervus
okulomotorius (N.III). Darah ke levator palpebrae superioris datang dari cabang muskular
lateral dari arteri oftalmika.12
Persarafan Sensoris
Persarafan sensoris ke palpebra datang dari divisi pertama dan kedua dari nervus
trigeminus (N.V). Nervus lakrimalis, supraorbitalis, supratrokhlearis, infratrokhlearis dan
nasalis eksterna kecil adalah cabang-cabang dari divisi oftalmika dari nervus kelima. Nervus
infraorbitalis, zigomaticofacialis, zigomaticotemporalis merupakan cabang-cabang dari divisi
maksilaris (kedua) nervus trigeminus.12
Pembuluh Darah dan Limfe
Pasokan darah ke palpebra datang dari arteri lakrimalis dan oftalmika melalui cabangcabang palpebra lateral dan medialnya. Anastomosis antara arteri palpebra lateralis dan
medialis membentuk arcade tarsal yang terletak di dalam jaringan areolar submuskular.12
Drainase vena dari palpebra mengalir ke dalam vena oftalmika dan vena-vena yang
mengangkut darah dari dahi dan temporal. Vena-vena itu tersusun dalam pleksus pra- dan
pasca tarsal.12

Pembuluh limfe dari segmen lateral palpebra berjalan ke dalam nodus pra-auricular
dan parotis. Pembuluh limfe dari sisi medial palpebra mengalirkan isinya ke dalam
limfonodus submandibular.12