Anda di halaman 1dari 8

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia tidak akan bisa terlepas dari kebutuhan terhadap sumberdaya alam.
Sumberdaya alam berupa tanah, air, udara dan segala sesuatu bahan galian
yang terdapat di bumi ini tidak akan bisa bermanfaat jika tidak dilakukan
proses pencarian, menemukan, mengambil dan mengolah. Namun seiring
dengan perkembangan zaman, untuk menemukan suatu sumberdaya alam
menjadi semakin sulit. Untuk itu diperlukan ilmu dalam proses menemukan
sumberdaya alam tersebut. Thomas Kuhn, 1962, dalam bukunya, The
Structure of Scientific Revolution mengatakan bahwa jika seseorang akan
mencari sesuatu, sadar atau tidak sadar, ia harus sudah mempunyai ilmu
terhadap suatu model dari benda yang akan dicarikannya itu, dan model
tentang dimana benda tersebut akan didapatkan. Maka, untuk melakukan
kegiatan eksplorasi. Dalam suatu kegiatan eksplorasi diperlukan suatu alat
pemboran. Oleh karena itu pada makalah ini penulis akan membahas tentang
alat pemboran.
B. Batasan Masalah
Dalam pembahasan ini penulis membatasi beberapa masalah saja, yakni:
1. Pengertian pemboran
2. Macam-macam pemboran
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari
mata kuliah teknik pemboran dan penggalian.

BAB II
1

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Kegiatan pemboran adalah salah satu kegiatan penting dalam suatu kegiatan
usaha pertambangan. Kegiatan pemboran memiliki banyak tujuan. Dalam
kegiatan eksplorasi pemboran bertujuan untuk mengetahui letak, ketebalan,
dimensi, dan jumlah cadangan(dalan tonase) yang akan di eksplorasi. Secara
umum pemboran dalam ekplorasi memiliki tujuan untuk mengetahui
kuantitas suatu cebakan bijih dan mengetahui jumlah cadangan bijih.
B. Jenis pemboran
Terdapat 3(tiga) macam pemboran:
1. Bor tangan (hand drill)
2. Bor mesin putar (rotary drilling)
3. Bor mesin tumbuk (cable tool)
Pada paper ini penulis membatasi pembahasan pada Bor Mesin Putar
(Rotary Drilling) dan Bor Mesin Tumbuk (Cable Tool). Dapat dilihat pada
pembahasan berikut:
1. Bor Mesin Putar (Rotary Drilling)
Alat bor ini dinilai dari kemampuan mencapai kedalaman, kemampuan
pengambilan contoh, kemampuan menentukan arah, dan kemampuan
bergerak di suatu medan. Oleh karna hal itu maka mesin bor ini dapat dibagi
menjadi sebagai berikut.
a. Bor Mesin Ringan (portable driling rig)

Yang khas pada mesin ini adalah bagian-bagian pada mesin ini
dapat di preteli dan di bawa secara manual, biasanya hanya biasa mencapai
kedalaman 50 meter saja.

b. Bor inti (core drill rig)

Alat ini adalah alat standar yang paling populer untuk kegiatan
eksplorasi yang dimana alat bor ini menggunakan matabor dari intan.
c. Bor Putar Biasa (rotary drill rig)

Mesin ini dinamakan demikian karena gerak putar dari sumber


penggerak/mesin di transmisikan pada batang bor pada meja putar (rotary
table) sehingga hanya dapat membor vertikal ke bawah.
d. Bor-alir Balik (counterflush drill rig)

Air pembilas masuk dari casing , keluar melalui pipa bor,


membawa contoh yang tidak bercampur dengan rontokan dari dinding lubang
bor namun untuk mendapatkan ke dalam contoh ini harus memperhitungkan
kecepatan tidak seteliti bor inti.
2. Bor Mesin Tumbuk (cable tool)
Jenis mesin ini sudah jarang dilakukan dalam eksplorasi batuan di peceh
dengan pahat yang ditumbuk dan contoh di ambil menggunakan bailer atau
drive sampler. Ada beberapa jenis mesin bor tipe perkusi ini yaitu:
a. Bor Tumbuk Tali Kawat(Cable tool rig)

Ini adalah alat bor tertua yang biasanya di pake untuk pengeboran
minyak berbentuk menara segitiga yang dilengkapi dengan sistem katrol.
b. Bor Tumbuk Biasa (wagon drill)

Bor tumbuk ini digunakan untuk batuan keras dalam oprasi


pertambangan. Biasanya dipasang di suatu truk atau traktor agar mudah di
oprasikan ke segala arah.
c. Bor Palu (hammer drill)

Pada dasarnya bor palu dan bor tumbuk biasa adalah sama hanya
saja ukuranya yang kecil dan dapat digunakan menggunakan tangan langsung
dah hanya dapat mencapai kedalaman 30 m saja.
d. Bor Palu Dalam Lubang (down-hole hammer drill)

Pada alat bor ini palu dipadatkan langsung dipasang di atas drive
sampler, berbentuk suatu silinder yang bergerak turun-naik secara lancar dan
digerakan oleh udara tertekan dari kompresor melalui pipa bor. Dapat
mencapai kedalaman rata-rata 80-100 meter, tetapi dapat juga di rancang
menggunakan casing sehingga dapat mencapai kedalaman rata-rata300-1000
metar.
e. Bor Tumbuk Dengan Drive Sampler (wagon drill with drive sampler)

Perkembangan dari bor tumbuk adalah pemasangan apa yang


disebut dengan drive sampler sebagai pengganti mata bor. Alat bor ini hanya
cocok digunakan untuk lapisan tanah sedimen lepas.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam usaha penambangan dibutuhkan kegiatan pemboran. Terdapat
beberapa jenis pemboran, yakni:
Terdapat 3(tiga) macam pemboran:
1. Bor tangan (hand drill)
2. Bor mesin putar (rotary drilling)
3. Bor mesin tumbuk (cable tool)

7 PUSTAKA
DAFTAR

Anggayana, komang. Dkk. 2005. Diktat pemboran eksplorasi dan penampang


lubang bor. ITB. Bandung

Anda mungkin juga menyukai