Anda di halaman 1dari 18

RANCANGAN PRAFORMULASI DAN

FORMULASI SEDIAAN TABLET


ERITROMICIN

DISUSUN OLEH :

Muhammad Ilham
138947 / IIA
Dosen Pengampu : Fadli S.Farm, Apt
AKADEMI FARMASI YARSI PONTIANAK
2014/2015
1

DAFTAR ISI

BAB I..........................................................................................................................................................1
DASAR TEORI.....................................................................................................................................1
Tujuan Penelitian...................................................................................................................................1
Manfaat penelititan...............................................................................................................................2
Abstrak...................................................................................................................................................2
BAB II........................................................................................................................................................3
TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................................................................3
Granulasi Basah.....................................................................................................................................3
Taksonomi..............................................................................................................................................4
I.

Preformulasi Zat Aktif..............................................................................................................4

II. Preformulasi Eksipien...............................................................................................................4


Rasionalisasi Formula...........................................................................................................................8
BAB III.......................................................................................................................................................9
METODE PENELITIAN......................................................................................................................9
PRA FORMULASI................................................................................................................................9
Cara Kerja...........................................................................................................................................10
1.

Evaluasi Granul dan Tablet........................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................................18

BAB I
PENDAHULUAN
Tablet adalah salah satu bentuk sediaan obat yang banyak dipakai, tablet yang baik adalah
tablet yang sesuai dengan Farmakope atau literatur lainnya yang telah di tetapkan. Salah satu
metode dalam pembuatan tablet adalah granulasi basah. Metode ini memiliki keuntungan dapat
memperbaiki sifat alir dan kohesivitas serbuk. Pada metode ini Granul dibentuk dengan jalan
mengikat serbuk dengan suatu perekat atau pengganti pengompakan. Zat aktif yang besar
dosisnya akan sulit mengalir dan sulit untuk di kompresi tetapi dengan granul basah sifat alirnya
menjadi lebih baik dan kohesinya cukup baik. Untuk membuat tablet dibutuhkan bahan
tambahan yaitu bahan pengisi, penghancur, pelicin dan bahan lain yang sesuai. Bahan
penghancur merupakan salah satu bahan tambahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan
tablet yang berfungsi untuk menghancurkan tablet di dalam tubuh setelah obat digunakan.
Diharapkan tablet segera melepaskan bahan obatnya, terlarut dan selanjutnya dapat diabsorpsi
oleh tubuh untuk dapat menimbulkan efek yang dikehendaki. Amilum sudah lama dikenal
sebagai bahan tambahan dalam pembuatan tablet, salah satunya adalah untuk penghancur. Di
antara beberapa amilum yang belum pernah digunakan sebagai penghancuadalah amilum buah
sukun.
Eritromisin termasuk antibiotika golongan makrolid dan efektif baik untuk kuman gram
positif maupun gram negatif. Antibiotika ini dihasilkan oleh Streptomyceserythreus dan
digunakan untuk pengobatan akne. Eritromisin berikatan dengan ribosom 50S bakteri dan
menghalangi translokasi molekul peptidil-tRNA dari akseptor ke pihak donor, bersamaan dengan
pembentukan rantai polipepetida dan menghambat sintesis protein. Eritromisin juga memiliki
efek anti-inflamasi yang membuatnya memiliki kegunaan khusus dalam pengobatan akne
(IAI,2010)
Tujuan Penelitian
Menentukan sifat fisik eritrocimin dengan menggunakan pati biji sukun sebagai zat
penghancur

Menentukan konsentrasi pati sukun yang paling baik dalam pembuatan tablet asam
mefenamat

Manfaat penelititan
Manfaat penelititan ini sebagai data awal untuk penelitian selanjutnya untuk
meningkatkan nilai tambah pemanfaatan buah sukun dan menambah jenis bahan
penghancur tablet.

Abstrak

Disintegran adalah zat yang ditambahkan ke dalam tablet, untuk membuat tablet hancur
ketika kontak dengan lingkungan berair. Pati biasanya ditambahkan dalam bentuk kering dengan
granulasi ekstra. Dalam penelitian ini, pati sukun digunakan sebagai disintegran eksternal dengan
konsentrasi 5%, 12,5% dan 20% menggunakan tepung jagung sebagai standar. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa waktu hancur pati sukun adalah 3.60, 3.41 dan 2.48 menit berturut-turut
sedangkan untuk tepung jagung adalah 2,36, 1,18 dan 1,35 menit succesively. Hasil memenuhi
persyaratan Farmakope Indonesia IV yang di tidak lebih dari 15 menit. Dengan demikian pati
sukun melayani tujuan disintegran eksternal di pembuatan tablet.
Kata kunci: pati sukun, disintegran eksternal, tablet eritromisin

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman sukun merupakan salah satu jenis yang sangat dikenal di Indonesia dan banyak
negara lainnya. Jenis ini memiliki banyak nama lokal tergantung daerah persebarannya. Tanaman
sukun termasuk famili Moraceae, genus Artocarpus, dan spesies Artocarpus altilis (Parkinson)
Fosberg. Para ahli ada yang memberi nama Artocarpus incisa Linn dan Artocarpus communis
Forst. Beberapa sebutan lokal antara lain, di Siam dikenal dengan nama sake, di Malaysia
dikenal sebagai Bandarase, serta dalam bahasa Inggris disebut dengan Breadfruit (Pitojo, 1992 :
12).
Kedudukan tanaman sukun (Artocarpus altilis) mempunyai sistematika sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Urticales
Famili : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg

Granulasi Basah
Granulasi basah dalah proses menambahkan cairan pada suatu serbuk atau
campuran serbuk alam suatu wadah yang dilengkapi dengan pengadukan yang akan
menghasilkan granul (Chorles J.P Siregar, 2008). Dalam proses granulasi basah zat
berkhasiat, pengisi dan penghancur dicampur homogen, lalu dibasahi dengan larutan

pengikat, bila perlu ditambahkan pewarna. Diayak menjadi granul dan dikeringkan dalam
lemari pengering pada suhu 40-50C. Proses pengeringan diperlukan oleh seluruh cara
granulasi basah untuk menghilangkan pelarut yang dipakai pada pembentukan gumpalan
gumpalan dan untuk mengurangi kelembaban sampai pada tingkat yang optimum
(Lachman, 1986). Setelah kering diayak lagi untuk memperoleh granul dengan ukuran
yang diperlukan dan ditambahkan bahan pelicin dan dicetak dengan mesin tablet (Anief,
1994).

Taksonomi
I Preformulasi Zat Aktif
Rumus molekul
Nama
Nama kimia
Berat molekul
Pemerian

C37H67NO13
Erythromycinum (FI IV, hal 357)
n-acetil-4-aminofenol
733,94
Serbuk hablur,putih atau agak kuning,tidak berbau atau praktis tidak

Suhu lebur
pH
Kelarutan

berbau (FI IV,hal 357)


1350C
Antara 8,0 hingga 10,5 (FI IV, hal 357)
Sukar larut dalam air; larut dalam etanol; dalam kloroform; dan dalam

Stabilitas

eter
Eritromisin etil setelah direkonstruksi dapat bertahan kurang dari 10

Inkompatibilitas
Penyimpanan
Daftar pustaka

hari dan harus disimpan di dalam lemari es


Dengan natrium ampisilin dan natrium kloklasin (FI IV, hal 357)
Dalam wadah tertutup rapat
FI IV,hal 357

II

Preformulasi Eksipien
PVP (Polivinil Pyrolidone)

Rumus molekul
Nama kimia
Berat molekul
Pemerian

(C6H9NO)n
1-Ethenyl-2-pyrrolidinone homopolymer [9003-39-8]
2500-3000000
Serbuk halus berwarna putih hingga putih krem,tidak berbau atau

Kelarutan

hampir tidak berbau,serbuk higroskopis


Sangat larut dalam asam,kloroform , etanol 95%,keton,metanol dan

air,praktis tidak larut dalam eter hidrokarbon dan minyak mineral


penurunan kelarutan povidone stabil untuk siklus pendek dari preparan

Stabilitas

Povidon mulai berwarna gelap sampai batas tertentu pada pemanasan


1500C ,dengan panas sekitar 1100C-1300C.
Sterilisasi uap dari larutan berair tidak mengubah kandungan
povidon,larutan berair yang peka,rentan terhadap pertumbuhn jamur
Inkompatibilitas
Penyimpanan
Kegunaan
Daftar pustaka

dan akibatnya memerlukan penambahan bahan pengawet yang cocok


Inkompatibel terhadap bahan organik dan anorganik
Disimpan dalam wadah kedap udara ,sejuk dan tempat kering
Pengikat (0,5%-5%)
HOPE 6th edisi 2009 hal 581-582

Amylum

Rumus molekul
Nama kimia
Berat molekul
Pemerian

[C16H10O5]n . dimana n= 300 1000


Starch [9005 25 -8]
300 1000 tergantung jenis amylum
Amylum tidak berbau tidak berasa ,warna putih sampai putih tua

Kelarutan

,serbuk halus
Praktis tidak larut dalam etanol 96%dan dalam air dingin.pati
mengembang seketika dalam air sekitar 5 10 % pada 378C .pati
menjadi larut dalam air panas pada suhu diatas suhu gelatinasi.
Pati kering stabil jika dilindungi dari kelembaban tinggi.pati dianggap

Stabilitas

sebagai bahan kimia dan mikrobiologi pada kondisi penyimpanan


dibawah normal .larutan amilum atau atau pasta amylum tidak stabil
dan mudah dimetabolisme oleh microorganisme,karena itu untuk
granulasi basah harus selalu dibuat baru. Pati harus disimpan dalam
Inkompatibilitas

wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering


Pati tidak kompatibel dengan zat pengoksidasi kuat. Berwarna

Penyimpanan
Kegunaan
Daftar pustaka

senyawa inklusi terbentuk dengan yodium


Dalam tempat sejuk dan kering
Desintegran 3 25 %
HOPE 6th edisi 2009 hal 686 691

Talkum

Struktur kimia
Rumus molekul
Nama kimia

Mg6(S12O5)4(OH)4
Talk(14807-96-6)

Berat molekul
Pemerian

Sangat halus,warna putih sampai putih ke abu-an,tidak berbau ,berkilat

Kelarutan
Stabilitas

mudah melekat pada kulit dan bebas dr butiran


Tidak larut dalam hampir semua pelarut
Talk merupakan bahan yang stabil,dapat di sterilisasi dengan
pemanasan sampai 1600 C tidak kurang dari 1 jam .dapat juga

Inkompatibilitas
Penyimpanan
Kegunaan
Daftar pustaka

disterilkan dengan gas etilen oxide atau gama radiasi


Inkompatibilitas dengan kandungan ammonium kwartener
Talk harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan tempat kering
Glidan (1,0 % - 10 %)
HOPE 6th edisi 2009 hal 728 731
FI ed IV hal 771

Lactosa Anhydrous

Rumus molekul
Nama kimia
Berat molekul
Pemerian
Suhu Lebur
Kelarutan
Density
Stabilitas

Inkompatibilitas

Penyimpanan
Kegunaan
Pustaka

C12H22O11
O--D-galactopyranosyl-(1 4)--D-glucopyranose
342,30
Laktosa anhidrat adalah serbuk atau partikel
berwarna putih, rasa manis, tidak berbau.
2320C

kristal

Larut dalam air, sedikit larut dalam ethanol 95% dan eter.
1,589 g/cm3
Laktosa dapat berubah warna menjadi kecoklatan dalam
penyimpanan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh panas,
kondisi lembab yang kelembabannya hingga 80%.
Laktosa anhidrat inkompatibel dengan oksidator kuat.
Dapat mengalami reaksi maillard dengan amin primer dan
sekunder bila disimpan dalam kondisi kelembaban tinggi
pada waktu tertentu.
Dalam wadah tertutup di tempat sejuk dan kering.
Tablet filler atau diluent atau pengisi.
Handbook of Pharmaceutical Exipient Halaman 359
361

Magnesium Stearat

Rumus molekul
Nama kimia
Berat molekul
Pemerian
Kelarutan

C36H70MgO4
Octadecanoic acid magnesium salt [557-04-0]
591,29
Serbuk halus berwarna putih,bau samar rasa khas
Praktis tidak larut dalam etanol,etanol 95%,eter dan air ,sedikit larut

Stabilitas

dalm benzen hangat,dan etanol hangat 95%


Magnesium stearat stabil dan dapat disimpan dalam wadah tertutup

Inkompatibilitas

rapat dan kering


Inkompatibel dengan asam kuat,basa, garam besi.Hindari pencampuran
dengan bahan yang teroksidasi kuat.Mg stearat tidak dapat digunakan
dalam produk yang mengandung aspirin,beberapa vitamin dan garam

Penyimpanan

besi
Disimpan dalam wadah tertutup rapat dan disimpan dalam tempat sejuk

Kegunaan
Daftar pustaka

dan kering
Lubricant,0,25 % - 5,0 %
HOPE 6th edisi 2009 hal 404 405

Rasionalisasi Formula
Dosis eritromisin dalam sediaan tablet >5% sehingga pembuatan tablet dengan metode

granulasi.
Fungsi aqua yang digunakan dalam pembuatan tablet parasetamol bukan sebagai
pelarut zat aktif tetapi untuk melarutkan zat pengikat karena zat pengikat yang

digunakan dalam formula ini larut dalam air.


Berdasarkan data stabilitas, eritromisin stabil pada temperatur 1350C (dalam bentuk
serbuk) sehingga pada saat pengeringan granul dilakukan pada temperatur dibawah

1350C
Bobot tablet yang dibuat 700 mg sedangkan bobot eritromisin adalah 500 mg sehingga

ditambahkan zat pengisi laktosa untuk menambah bobot tablet.


Untuk mengikat zat aktif dan zat tambahan serta agar tablet dapat dicetak maka

ditambahkan zat pengikat PVP.


Tablet merupakan sediaan solid sehingga ditambahkan penghancur atau disintegran
dengan menggunakan amilum pada fase luar dan dalam yang berfungsi untuk

memfasilitasi kehancuran tablet sesaat setelah ditelan oleh pasien.


Untuk memperbaiki sifat alir serbuk ditambahkan talkum sebagai pelicin/ glidan
Untuk menurunkan friksi antara serbuk dan dies pada saat proses filler ditambahkan mg

stearat sebagai lubricant.


Laktosa digunakan sebagai pengisi/filler yang berfungsi untuk menambah bobot tablet

PVP digunakan sebagai pengikat atau binder yang berfungsi untuk mengikat zat aktif

dan zat tambahan agar tablet dapat dicetak


Amilum pati sukun digunakan sebagai penghancur/disintegran yang berfungsi untuk

mempermudah kehancuran tablet dalam pencernaan


Talkum digunakan sebagai pelicin/glidan yang berfungsi untuk memperbaiki sifat alir

serbuk dari hoper ke die.


Mg stearat digunakan sebagai lubricant yang berfungsi untuk menurunkan friksi antara
serbuk dan die.

BAB III
METODE PENELITIAN
Alat penelitian
Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :

Beaker glass 100 ml


Corong
Batang pengaduk
Gelas ukur
Mortir
Pengayak mesh 8 & 12
Pencetak tablet single punch korch
Stopwatch
Timbangan gram kasar
Timbangan digital
Bahan yang digunakan

Eritromisin
Lactosa
Amylum
PVP
Talk
Mg StearaT

PRA FORMULASI
BAHAN

KADAR
500 mg

Eritromisin
Lactosa
Fase dalam

Fase luar

Formula

q.s

Amylum 10%

10%

PVP

5%

Amylum

5%

Talk

2%

Mg stearat

1%

Perhitungan 1

Perhitungan 250

Kondisi

Tablet

Tablet

Sebenarnya
Cara
Kerja

Fase dalam (92%)


Eritromisin

500 mg

500 mg x 250

125,24 gram

= 125 gram
PVP 5%

5
700 mg=35 mg
100

35 mg x 250 =
8,75 gram

Amylum 10%
Laktosa q.s

8,758 gram
17,506 gram

10
700 mg=70 mg
100

( 6445003570 ) mg =

70 mg x 250 =
17,5 gram

9,756 gram

39 mg x 250 =
9,75 gram

39 mg
Fase luar (8%)
Amylum 5%

Mg stearat 1%
Talk 2%

5%

5%

5
119,977 g=6,520 g
92

6,520 gram

1
119,977 g=1,304 g
92

1,304 gram
2,608 gram

2
119,977 g=2,608 g
92
9

A Fase dalam
1 Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2 Proses milling
a Haluskan bahan yang akan digunakan
b Timbang bahan aktif dan bahan tambahan sebanyak:
Eritromisin
Amylum
Polivinilpirrolidon
Lactosa
3 Proses mixing
a Siapkan wadah mixing (yang tersedia di laboratorium adalah toples)
b Masukkan dalam toples dari bahan yang terkecil yaitu lactosa
c Ditambahkan amylum kemudian toples ditutup
d Toples diaduk digoyang secara berputar dengan kecepatan yang konstan kurang

e
f

lebih selama 5 menit , toples dibuka (hindari pengetukan pada toples)


Ditambahkan sisa amylum dan sedikit eritromisin kemudian toples ditutup
Toples diaduk digoyang secara berputar dengan kecepatan yang konstan kurang

g
h

lebih selama 5 menit 5, toples dibuka (hindari pengetukan pada toples)


Ditambahkan sedikit eritromisin kemudian toples ditutup
Toples diaduk digoyang secara berputar dengan kecepatan yang konstan kurang

i
j

lebih selama 5 menit, toples dibuka (hindari pengetukan pada toples)


Ditambahkan sisa eritromisin kemudian toples ditutup
Toples diaduk digoyang secara berputar dengan kecepatan yang konstan kurang

lebih selama 5 menit, toples dibuka (hindari pengetukan pada toples)


Pembuatan larutan pengikat
a Timbang povidon polivinil pirolidon
b Dimasukkan dalam beaker glas 50 ml
c Ditambahkan kurang lebih sedikit aquades
d Diaduk sampai povidon polivinil pirolidon larut sempurna menggunakan
batang pengaduk

Proses granulasi
a Serbuk yang telah melalui proses mixing ditambahkan larutan pengikat sedikit
b

6
7

demi sedikit sambil diaduk perlahan sampai larutan pengikat habis


Diukur kelembaban serbuk,jika belum sesuai ditambahkan aquades sampai

kelembaban yang diinginkan


c Masukkan serbuk dalam mesin granulasi
d Lakukan granulasi sampai serbuk habis
Proses pengayakan
Granul yang sudah terbentuk diayak melalui mesh no. 12
Proses pengeringan

10

Granul ditempatkan dalam wadah yang permukaanya luas (dalam praktikum

digunakan loyang)
b Dimasukkan dalam oven
c Atur suhu oven pada temperatur 37 0C
8 Dilakukan evaluasi granul meliputi:
a Berat granul
b BJ nyata,BJ mampat dan % komprebilitas (% K)
c Kecepatan aliran
d Kandungan lembab
9 Proses mixing dengan fase luar
a Timbang fase dalam ,hitung jumlah fase luar yang akan digunakan berdasarkan

c
d

jumlah fase dalam


Timbang bahan-bahan fase luar:
Amylum
Talk
Mg stearat
Fase dalam dimasukkan dalam toples
Ditambahkan talk aduk secara kontinyu dengan kecepatan tetap sampai

homogen (pengadukan jangan terlalu lama)


Ditambahkan mg stearat aduk secara kontinyu dengan kecepatan tetap sampai

homogen (pengadukan jangan terlalu lama)


Ditambahkan amylum aduk secara kontinyu dengan kecepatan tetap sampai

homogen (pengadukan jangan terlalu lama)


Pengadukan fase luar tidak lebih dari 5 menit

1
2

Evaluasi Granul dan Tablet


Evaluasi Granul
a BJ nyata, BJ mampat dan % Kompresibilitas (%K)
Tujuan : Menjamin aliran granul yang baik
Prinsip : Pengukuran BJ nyata dan BJ mampat berdasarkan perbandingan bobot
granul terhadap volume sebelum dan setelah dimampatkan (diketuk
500x). Pengukuran % kompresibilitas berdasarkan Carrs Index.
BJ nyata

bobot granul
volume granul

11

BJ mampat

%K

bobot granul
volume mampat

BJ mampat BJ nyata
BJ mampat

100%

Penafsiran hasil : Jika % K:


5 10 % artinya aliran sangat baik
11 20 % artinya aliran cukup baik
21 - 25 % artinya aliran cukup
>26 % artinya aliran buruk
b

Kecepatan aliran
Tujuan

: Menjamin keseragaman pengisian kedalam cetakan

Prinsip

: Menetapkan jumlah granul yang mengalir melalui alat selama waktu


tertentu.

Alat

: Flow Tester Manual

Penafsiran Hasi: Aliran granul baik jika waktu yang diperlukan untuk mengalirkan >4 g
granul adalah 1 detik.
c

Kandungan lembab
Tujuan
: Mengontrol kandungan lembab granul sehingga dapat mengantisipasi
masalah yang terjadi selama proses pengempaan tablet, terutama
Prinsip

kandungan lembab menjadi faktor penyebabnya.


: Alat menentukan persentase massa yang hilang (air, komponen yang

mudah menguap) selama pemanasan pada suhu tertentu (70oC)


Alat
: Moisture balance Balance
Penafsiran Hasil : Kadar air yang baik 2-4 %
3
a

Evaluasi Tablet
Organoleptis
Tujuan
:Penerimaan oleh konsumen
Prinsip
:Pemeriksaan organoleptik meliputi warna, bau dan rasa

12

Penafsiran hasil:Warna homogen, tidak ada binitk-bintik/noda, bau sesuai spesifikasi


(bau khas bahan, tidak ada bau yang tidak sesuai), rasa sesuai
b

spesifikasi
Keseragaman ukuran
Tujuan
:Menjamin penampilan tablet yang baik
Prinsip
:Selama proses pencetakan, perubahan ketebalan merupakan indikasi
adanya masalah pada aliran massa cetak atau pada pengisian granul ke
dalam die. Pengukuran dilakukan terhadap diameter dan tebal tablet.
Alat
: jangka sorong
Penafsiran hasil:Diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1 kali
tebal tablet.
Sebanyak 20 tablet diambil secara acak, lalu diukur diameter dan tebalnya menggunakan
jangka sorong.

Friabilitas
Tujuan

:Menjamin ketahanan tablet terhadap gaya mekanik pada proses,

Prinsip

pengemasan dan penghantaran.


:Pengukuran friabilitas dilakukan dengan menentukan persentase bobot
tablet yang hilang selama diputar dan dijatuhkan dari ketinggian

tertentu dalam waktu tertentu.


Alat
:Friabilator
Penafsiran hasil :
- Kehilangan bobot tidak boleh > 1%
- Jika tablet pecah maka tidak memenuhi syarat dan tidak dimasukan dalam
-

penimbangan tablet akhir.


Jika hasil meragukan/kehilangan bobot lebih besar dari yang ditargetkan maka

pengujian diulang 2-3 kali.


Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat friabilitator terhadap 20 tablet yang
diambil acak. Tablet yang diambil secara acak dibersihkan satu-satu dengan kuas lalu
ditimbang. Tablet lalu dimasukkan pada alat dan diputar sebanyak 100 putaran. Tablet
dibersihkan lagi dan ditimbang.
WoW 1
Friabilitas=
100
Wo

Keragaman bobot
Tujuan
:Menjamin keseragaman kandungan zat aktif.

13

Prinsip

:(untuk tablet tidak bersalut) Sebanyak 20 tablet diambil secara acak lalu
ditimbang masing-masing tablet. Rata-rata bobot kemudian dihitung

bersama penyimpangan terhadap bobot rata-rata.


Penafsiran hasil :
Tidak boleh ada 2 tablet yang masing-masing menyimpang dari
bobot rata-rata lebih besar dari 5 %, dan tidak boleh ada satupun tablet
yang menyimpang dari bobot rata-rata lebih dari 10%.
e

Kekerasan tablet
Tujuan
: Menjamin ketahanan tablet pada gaya mekanik pada proses,
Prinsip

pengemasan dan penghantaran


: Kekerasan tablet menggambarkan kekuatan tablet untuk menahan
tekanan pada saat produksi, pengemasan, dan pengangkut. Pengujian
dilakukan dengan memberikan tekanan pada tablet sampai tablet retak

kemudian pecah.
Alat
: Hardness tester
Penafsiran hasil :
Kekerasan tablet yang baik adalah 4-7 kg/cm2
Pengukuran dilakukan terhadap 20 tablet yang diambil acak. Kekerasan diukur
berdasarkan luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam
kg.

Kekerasan tablet
Tujuan
: Menjamin ketahanan tablet pada gaya mekanik pada proses,
Prinsip

pengemasan dan penghantaran


: Kekerasan tablet menggambarkan kekuatan tablet untuk menahan
tekanan pada saat produksi, pengemasan, dan pengangkut. Pengujian
dilakukan dengan memberikan tekanan pada tablet sampai tablet retak

kemudian pecah.
Alat
: Hardness tester
Penafsiran hasil :
Kekerasan tablet yang baik adalah 4-7 kg/cm2
Pengukuran dilakukan terhadap 20 tablet yang diambil acak. Kekerasan diukur
berdasarkan luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam
kg.

14

15

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indoneia,. edisi III. Jakarta:
Departemen Kesehatan.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia edisi IV, Jakarta:
Departemen Kesehatan.
Ansel,Howard C. 2005. Pengantar bentuk sediaan farmasi edisi IV, Jakarta: Universitas
Indonesia.
Rowe, Raymond C, Paul J, Sheskey., & Marian E, Quinn. 2009. Handbook of
Pharmaceutical Excipients. 6th ed., London : Pharmaceutical Press.
Lachman L, Lieberman HA, Kanig JL. Teori dan Praktek Farmasi Indrustri. Edisi Ketiga.
Vol II. Diterjemahkan oleh Siti Suyatmi. Jakarta: UI Press; 1994. hal. 1355

16