Anda di halaman 1dari 5

PSIKOTERAPI

Definisi
cara pengobatan terhdap masalah emosional penderita yang dilakukan oleh
seorang analis professional secara sukarela dengan maksud untuk menghilangkan,
mengubah, menghambat gejala yang asa, mengoreksi perilaku yang terganggu dan
mengembalikan pertumbuhan kepribadian yang positif.
Tujuan
1. mencapai kewaspadaan, yang ditandai oleh:
a. realistis
b. logis
c. dapat bertanggung jawab
2. independen tak tergantung mempunyai kemandirian emosional, cirinya
a. mengenalkan permasalahan diri
b.mempunyai cara untuk mencari solusi alternatif
c. memutuskan cara cara apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah
3. penderita dapat happy (bahagia)
a. menerima dan lebih menikmati
b. mempunyai persepsi terhadap diri sendiri, bangga terhadap apa apa yang
dihadapkan dan
dimiliki saat ini
cara agar dapat bahagia
1. dengan menguatkan daya tahan mental yang ada
2. mengembangkan mekanisme yang baru dan yang lebih baik untuk
mempertahankan kontrol diri
3. mengembalikan keseimbangan adaptif dapat menyesuaikan diri
Macam macam psikoterapi
1. Suportif
pemahaman atas permasalahan yang dihadapi (masih di alam sadar), dibagi
menjadi:
- superfisial ekspresif, yaitu
1) narkosintesa
2) ventilasi
3) abreaksi
4) pengakuan
- supresif yaitu
1) persuasi
2) sugesti

3) reassurance
4) terapi baca
5) terapi kerja
6) guidance dan konseling
2. Genetik dinamika wawasan
a. reeduktif
b. rekonstruksi

Tahap psikoterapi
1. pengikatan (aliansi terapetik)
a. permasalahan diungkap
b. terapi menentukan model dan cara serta tujuan yang akan dicapai
2. intervensi: terapi mana yang akan dijalani
3. terminal: penderita dapat matur / tidak tergantung
Waktu psikoterapi
1.Jangka pendek berapa kali pertemuan (1-5 bulan)
2. Jangka menengah (6 bulan - 1 tahun)
3. Jangka panjang (>1 bulan)
Macam psikoterapi:
1. Ventilasi
- berusaha agar penderita mengungkapkan problem problem apa adamya
terhadap terapis
- membiarkan pasien mengeluarkan isi hatinya. sesudahnya ia akan
merasakan lega dan kecemasannya berkurang karena ia dapat melihat
masalahnya dalam proporsi yang sebesarnya
- terapis mendengar secara aktif dan bersikap empati
- manfaat mendengar secara aktif:
memberi umpan balik apa yg dikeluhkan penderita/mengespresikan
kembali keluhan penderita, sehingga tidak terjadi vakum komunikasi
(memacu untuk mengungkapkan yang sebenernya)
untuk meng-cross check apa yang disampaikan penderita benar atau
tidak
syarat ventilasi
masalah disadari oleh klien
masalah tidak terlalu complicated
klien mampu berkomunikasi dengan baik
-

ventilasi tidak berusaha mencari solusinya, namun terapi lebih digunakan


untuk mengatasi perasaan emosinya

contoh: curhat akan menimbulkan kelegaan karena masalah sudah


disampaikan pada orang lain kepercayaannyaa, sehingga nanti akan lebih
obyektif terhadap penangannya

2. PERSUASI
- dengan kata kata yang halus dan tegas mengajak / menerangkan seseorang
untuk melakukan sesuatu
-

cara: menerangkan semua tanda dan gejala yang dihadapi pasien, factor
pencetus, efek positif dan negatif, dll pasien tahu pasien memahami
proses yang dialami pasien sadar (berpikir lebih objektif) lebih dekat kearah
kesembuhan karena negatif thinking tentang apa yang terjadi pada dirinya
hilang.

Menjelaskan dan memberikan keterangan tentang semua hal yang


berhubungan dengan

Permasalahan. Terapis lebih aktif menjelaskan:


Faktor penyebab masalah
Proses
Dampak
Proses yang akan terjadi
Penderita tahu --> mengerti --> memahami --> menyadari --> mempersepsi
--> menerima hal-hal yang perlu dikembangkan --> bersikap --> motivasi
untuk melalui perubahan tertentu sesuai dengan nilai-nilai yang ia terima
(konasi)

3. Sugesti
- Secara halus dan langsung menanamkan pikiran pada penderita bahwa
gejala-gejala sakit jiwa akan hilang. Problem-problem yang dialami akan
berlalu dengan baik.
-

Secara halus dan tidak langsung menanamkan keyakinan atau


membangkitkan kepercayaan tertentu dengan sikap yang meyakinkan dan
menunjukkan otoritas profesional serta empati.

Indikasi: kepribadian histerionik, histeri konversi.

Syarat: terapis memberikan sikap yang meyakinkan dan berempati,


memposisikan sebagai seseorang yang memiliki otoritas secara profesional.
Terapis memberikan instruksi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh
penderita (terapis lebih superior).

Harus diberikan secara langsung, tidak berbelit-belit.

Cara: instruksi (apa-apa yang harus dikerjakan dan harus dihindari) --> pasien
melakukan (karena percaya kepada terapis dan percaya bahwa hal-hal yang
dilakukannya itu dapat menyelesaikan masalah)

4. Reassurance (penjaminan kembali)


- Berkomentar halus/sambil lalu dan pertanyaan yang hati-hati, bahwa pasien
mampu berfungsi secara adekuat, dapat juga secara tegas menunjukkan pada
apa yang telah dicapai oleh pasien (yang dijamin kembali adalah potensi).
-

Cara berkomentar, bertanya, mengutarakan fakta pasien sadar akan


kemampuan/potensi dirinya yang dapat mengatasi masalahnya.

Mengingatkan mengenai kompetensi, kemampuan _______ peran dan fungsi


sosial dan dinamika pasien. Dengan cara

Bertanya sesudah tahu jawabannya untuk mengingatkan penderita bahwa dia


mempunyai kemampuan

Mengatakan fakta-fakta bahwa penderita mampu dan mempunyai potensi untuk


mengatasi masalahnya.

Mengajukan komentar-komentar.

5. Guidance (bimbingan)
- Memberi nasehat-nasehat yang praktis dan khusus yang berhubungan dengan
masalah kesehatan pasien agar ia lebih sanggup mengatasinya. Dengan kata
lain "menggandeng/menuntun" pasien untuk melalui tahap-tahap penyelesaian
masalah.
Problem statement/diagnose
Penggalian sumber/potensi yang menunjang penyelesaian masalah
Alternative solusi
Pembahasan alternative solusi mana yang paling mungkin untuk dilaksanakan,
yang paling efektif dan efisien untuk dilaksanakan.
Pilih salah satu --> didiskusikan --> dibandingkan --> putuskan -->
implementasi/penerapan (cara-cara penerapan diberi tahu oleh terapis)
-

Semua prosedur berasal dari terapi, dengan daur pemecahan masalah

Tahap
Memastikan permasalahan/akar permasalahan
Menggali potensi/sumber-sumber untuk memecahkan masalah
Mengidentifikasi alternatif solusi
Tahap implementasi
Evaluasi (cara implementasi yang sudah diterapkan) --> jika tidak berhasil
maka kembali ke tahap 1

Tipe 1 arah, dominan-resesif, superior-inferior

6. Konseling (penyuluhan)
- Suatu bentuk wawancara untuk membantu pasien mengerti dirinya sendiri lebih
baik agar ia dapat menyesuaikan diri. Terapis tidak mendominasi dan
kesetaraan seperti sahabat (sharing) sehingga pasien sendiri yang menentukan.
- Tidak instan, tipe problem solving sejajar dan 2 arah