Anda di halaman 1dari 9

WAKTU PENDARAHAN

Waktu pendarahan adalah interval waktu mulai timbulnya tetes darah dari
pembuluh darah yang luka sampai darah berhenti mengalir keluar dari
pembuluh darah. Penghentian pembuluh darah ini disebabkan terbentuknya
agregat yang menutupi celah pembuluh darah yang rusak. (Dsyoghi, 2010)
Faktor-faktor yang mempengaruhi
besar kecilnya luka, suhu, status
aktivitas kadar hemoglobin dalam
normal adalah 15 hingga 120 detik.

waktu pendarahan suatu darah yakni


kesehatan, umur, besarnya tubuh dan
darah. Kisaran waktu pendarahan yang
(Dsyoghi, 2010)

Waktu Koagulasi Darah


Pembekuan darah disebut
juga koagulasi darash,
faktor
yang
diperlukan dalam penggumpalan darah adalah garam kalsium sel yang luka
yang membebaskan trombokinase, thrombin dari protrombin dan fibrin yang
terbentuk dari fibrinogen, mekanisme pembekuan darah adalah sebagai
berikut setelah trombosit meninggalkan pembuluh darah dan pecah, maka
trombosit akan mengeluarkan tromboplastin, bersama-sama dengan ion Ca,
tromboplastin mengaktifkan protrombin menjadi thrombin (Evelyn, 1989).
Trombin adalah enzim yang mengubah fibrinoge menjadi fibrin. Fibrin
inilah yang berfungsi menjaring sel-sel darah merah menjadi gel atau
menggumpal (Poedjiadi, 1994).
Kisaran waktu terjadinya koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2
menit
dan
umumnya
akan
berakhir
dalam waktu 5
menit.
Gumpalan darah normal akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume
semula dalam waktu 24 jam (Frandson, 1992).
Koagulasi dapat dicegah dengan penambahan kalium sitrat atau
natrium sitrat yang menghilangkan garam kalsium (Schmidt, 1997).
Menurut Sonjaya (2009)a, Waktu koagulasi adalah waktu mulai darah
keluar sampai terbentuknya benang fibrin. Sedangkan menurut Sonjaya
(2009)b, waktu koagulasi darah adalah waktu yang dibutuhkan darah untuk
menggumpal dimana baervariasi untuk berbagai spesies.

Gambar 4. Bagan pembekuan darah (Kemdiknas, 2011).


Mekanisme koagulasi atau proses koagulasi (penggumpalan darah)
terjadi lewat mekanisme kompleks yang diakhiri dengan pembentukan fibrin

(protein dalam plasma darah yang diubah oleh trombin/enzim pembeku


darah dalam proses pembekuan darah). Mekanisme ini terjadi jika ada
cedera di dalam maupun di permukaan tubuh. Kondisi darah mudah
menggumpal bisa terjadi karena faktor keturunan maupun didapat misalnya
akibat infeksi maupun tingginya antibodi antikardiolipid (ACA) akibat
gangguan autoimun (Sonjaya, 2009)b.
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu koagulasi darah yaitu adanya
pembentukan tromboplastin, adanya ion kalsium dan substansi tambahan
faktor trombosit bereaksi dengan faktor anti hemofilik membentuk
tromboplastin, protrombin, prokonvertin, akselerator konversi serum
protrombin, dan ion kalsium (Ariwibowo, 2007).
Waktu koagulasi normal pada manusia yaitu 15 detik sampai 2 menit
dan berakhir dalam waktu 5 menit. Sedangkan waktu koagulasi pada ternak
seperti sapi 6,5 menit, kambing 2,5 menit, ayam 4,5 menit, kuda 11,5 menit,
babi 3,5 menit, domba 2,5 menit, dan anjing 2,5 menit (Frandson, 1992).
C.

Waktu Pendarahan
Pembuluh darah yang terpotong atau rusak, maka akan terjadi
penyempitan
bagian
yang
terluka.
Hal
ini
terjadi
karena
kontraksi miogenik otot polos sebagai suatu plasma lokal dan karena refleks
simpatik yang merangsang serabut adrogenik yang menginversi otot polos
dinding pembuluh lokal. Kontraksi ini membuat darah yang keluar dari
pembuluh darah akan berkurang
(Frandson, 1992).
Kisaran waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15
hingga 120 detik (Guyton, 1983).
Pendarahan dapat berhenti sendiri misalnya dengan kontraksi vasa
ditempat pendarahan yang terjadi beberapa menit sampai beberapa jam.
Apabila pembuluh darah mengalami dilatasi, darah tidak keluar lagi karena
sudah dicegah oleh mekanisme trombosit. Vasa kontraksi timbul melalui
beberapa jalan kontraksi langsung otot pembuluh darah kemudian anoksia
dan reflek lalu adanya serotonis yang keluar dari trombosit yang
menyebabkan vasa kontraksi
(Schmid, 1997).
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah
yakni besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan
aktivitas kadar hemoglobin dalam darah (Dsyoghi, 2010).
Trombosit melekat pada endotel pada tepi-tepi pembuluh yang rusak.
Hal ini terjadi sampai elemen-elemen pembuluh darah yang putus
menyempit.
Penjedalan darah sangat
penting
dalam
mekanisme
penghentian darah(Guyton,1989).

Waktu Pendarahan
Berdasarkan hasil pengamatan waktu pendarahan yang terjadi dari
awal jari tangan ditusuk menggunakan jarum pentul sampai darah berhenti
membutuhkan waktu 1 menit 47 detik. Hasil tersebut sesuai dengan yang
dilaporkan
oleh
Guyton
(1983),
menyatakan
bahwa
kisaran waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15 hingga
120 detik.
Dsyoghi (2010) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
waktu pendarahan suatu darah yakni besar kecilnya luka, suhu, status
kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam
darah.
C.

Waktu Koagulasi Darah


Berdasarkan hasil pengamatan sejak darah diletakan di atas preparat
waktu koagulasi atau waktu penggumpalan darah yang dibutuhkan sekitar 1
menit 27 detik. Hasil ini sesuai dengan yang dilaporkan oleh Frandson
(1992), waktu koagulasi normal pada manusia yaitu 15 detik sampai 2 menit
dan berakhir dalam waktu 5 menit.
Menurut Ariwibowo (2007), faktor-faktor yang mempengaruhi waktu
koagulasi darah yaitu adanya pembentukan tromboplastin, adanya ion
kalsium dan substansi tambahan faktor trombosit bereaksi dengan faktor
anti hemofilik membentuk tromboplastin, protrombin, prokonvertin,
akselerator konversi serum protrombin, dan ion kalsium.

TINJAUAN PUSTAKA
(Anonim, 2009) Waktu pendarahan diamati sebagai interval waktu
timbulnya tetes darah dari mulai pembulh darah yang luka sampai darah
terhenti mengalir keluar dari pembuluh darah. Penghentian pendarahan ini
disebabkan oleh terbentuknya agregat pletelat yang menutupi calah
pembuluh darah yang rusak.
. (Anonim 2009) Koagulasi adalah proses pembubuhan bahan kimia
(koagulan) ke dalam air yang akan dioIah. Koagulasi adalah penggumpalan
partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi,
berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi
secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara

kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda


muatan.
(Dsyoghi, 2010) Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan
suatu darah yakni besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur,
besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam darah. Kisaran waktu
pendarahan yang normal adalah 15 hingga 120 detik.
(Indah, 2008) Proses koagulasi atau penggumpalan darah terjadi
ketika luka pada tubuh mulai mengeluarkan darah. Sebuah enzim yang
disebut tromboplastin yang dihasilkan sel-sel jaringan yang terluka bereaksi
dengan kalsium dan protrombin di dalam darah. Akibat reaksi kimia, jalinan
benang-benang

yang

dihasilkan

membentuk

lapisan

pelindung,

yang

kemudian mengeras.
(Puzzy, 2009) Bekuan mulai terbentuk dalam 15 sampai 20 detik bila
trauma pembuluh sangat hebat, dan dalam 1 sampai 2 menit bila traumanya
kecil.
(Sonjaya, 2008) Waktu pendarahan biasanya dapat juga diartikan
sebagai waktu ulai keluarnya tetesan darah pertama sampai tidak ada lagi
noda di kertas saring atau tissue. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu
pendarahan suatu darah yaitu besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan,
umur, besarnya tubuh dan aktivitas, kadar hemaglobin dalam plasma dan
kadar globulin dalam darah.
Waktu beku darah biasa disebut dengan waktu koagulasi darah. Waktu
antara darah masuk sampai terjadi penggumpalan adalah waktu koagulasi
rata-rata 4 5 menit (Wibowo, 2009).

HASIL DAN PEMBAHASAN


FISIOLOGI DARAH
Pemeriksaan Hematologi
1.

Waktu Perdarahan

Waktu pendarahan adalah interval waktu mulai timbulnya tetes darah


dari pembuluh darah yang luka sampai darah berhenti mengalir keluar dari
pembuluh darah. Penghentian pembuluh darah ini disebabkan terbentuknya
agregat yang menutupi celah pembuluh darah yang rusak. (Dsyoghi, 2010).
Pendapat ini juga didukung oleh pendapat (Anonim, 2009) Waktu
pendarahan diamati sebagai interval waktu timbulnya tetes darah dari mulai
pembulh darah yang luka sampai darah terhenti mengalir keluar dari
pembuluh darah. Penghentian pendarahan ini disebabkan oleh terbentuknya
agregat pletelat yang menutupi calah pembuluh darah yang rusak.
Percobaan I
Nama

: Darwin Sijabat

Umur

: 19 tahun

Suhu badan

: 27-28 C

Jenis kelamin

: Laki-laki

Waktu perdarahan : 1 menit, 5 detik


Percobaan II
Nama

: Gebrela Ayu Dina

Umur

: 17 tahun

Suhu badan

: 27-28 C

Jenis kelamin

: perempuan

Waktu perdarahan : 41 detik


Dari

percobaan

tersebut

terdapat

perbedaan

waktu perdarahan yaitu sektar 21 detik. Perbedaan waktu tersebut dapat


dipengaruhi oleh beberapa hal seperti stress, umur, suhu badan, status
kesehatan, dll. Ini sesuai dengan pendapat . (Dsyoghi, 2010) yang
menyatakan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan
suatu darah yakni besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur,
besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam darah. Kisaran waktu
pendarahan yang normal adalah 15 hingga 120 detik. (Sonjaya, 2008) Waktu
pendarahan biasanya dapat juga diartikan sebagai waktu ulai keluarnya
tetesan darah pertama sampai tidak ada lagi noda di kertas saring atau
tissue. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah

yaitu besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan
aktivitas, kadar hemaglobin dalam plasma dan kadar globulin dalam darah.
2.

Preparat Natif Darah


Pembahasan cara kerja yaitu pada preparat natif darah, terdapat 2
macam bak perendam yaitu methanol absolute dan gimsa. Langkah
pertama, teteskan 1 tetes darah pada objek glass lalu lakukan pengulasan.
Setelah itu, lakukan pengeringan selama 5 menit, rendam dengan methanol
absolute selama10-15 menit. Keringkan selama 10 menit, lalu rendam
dengan gimsa 30 menit, kemudian masukkan pada pendingin.

3.

Waktu beku darah


Sampel

Waktu

Pembekuan

Keterangan

18 detik

Beku

Tanpa

Darah
Manusia

antikoagulan
Kambing

3 menit

Tidak beku

Diberi
antikoagulan

Sapi

3 menit

Tidak beku

Diberi
antikoagulan

Ayam

3 menit

Tidak beku

Diberi
antikoagulan

(Indah, 2008) Proses koagulasi atau penggumpalan darah terjadi ketika


luka pada tubuh mulai mengeluarkan darah. Sebuah enzim yang disebut
tromboplastin yang dihasilkan sel-sel jaringan yang terluka bereaksi dengan
kalsium dan protrombin di dalam darah. Akibat reaksi kimia, jalinan benangbenang yang dihasilkan membentuk lapisan pelindung, yang kemudian
mengeras.
Waktu beku darah biasa disebut dengan waktu koagulasi darah. Waktu
antara darah masuk sampai terjadi penggumpalan adalah waktu koagulasi
rata-rata 4 5 menit (Wibowo, 2009). Pendapat ini juga di dukung oleh

(Puzzy, 2009) Bekuan mulai terbentuk dalam 15 sampai 20 detik bila trauma
pembuluh sangat hebat, dan dalam 1 sampai 2 menit bila traumanya kecil.
Anonim (2009), waktu koagulasi adalah waktu mulai darah mulai
keluar sampai keluarnya benang fibrin. Sedangkan menurut Sonjaya (2008),
waktu koagulasi adalah waktu yang dibutuhkan darah untuk menggumpal
dimana bervariasi untuk berbagai spesies. (Anonim 2009) Koagulasi adalah
proses pembubuhan bahan kimia (koagulan) ke dalam air yang akan
dioIah. Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk
endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi
membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan,
pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan
elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.

Waktu Perdarahan
Posted by Riswanto on Thursday, January 21, 2010
Labels: Tes Hemostasis

Waktu perdarahan (bleeding time, BT) adalah uji laboratorium untuk menentukan lamanya tubuh
menghentikan perdarahan akibat trauma yang dibuat secara laboratoris. Pemeriksaan ini mengukur
hemostasis dan koagulasi. Masa perdarahan tergantung atas : ketepatgunaan cairan jaringan dalam
memacu koagulasi, fungsi pembuluh darah kapiler dan trombosit. Pemeriksaan ini terutama
mengenai trombosit, yaitu jumlah dan kemampuan untuk adhesi pada jaringan subendotel dan
membentuk agregasi. Bila trombosit

Prinsip pemeriksaan ini adalah menghitung lamanya perdarahan sejak terjadi luka kecil pada
permukaan kulit dan dilakukan dalam kondisi yang standard. Ada 2 teknik yang dapat digunakan,
yaitu teknik Ivy dan Duke. Kepekaan teknik Ivy lebih baik dengan nilai normal 1-6 menit. Teknik
Duke nilai normal 1-8 menit. Teknik Ivy menggunakan lengan bawah untuk insisi merupakan teknik
yang paling terkenal. Aspirin dan antiinflamasi dapat memperlama waktu perdarahan.

Uji ini tidak boleh dilakukan jika penderita sedang mengkonsumsi antikoagulan atau aspirin;
pengobatan harus ditangguhkan dulu selama 3 7 hari.

Prosedur
1. Metode Ivy
o

Pasang manset tensimeter pada lengan atas pasien kemudian atur tekanan pada 40
mmHg. Tekanan ini dipertahankan hingga pemeriksaan selesai.

Pilih lokasi penusukan pada satu tempat kira-kira 3 cm di bawah lipat siku. Bersihkan
lokasi tersebut dengan kapas alkohol 70 %, tunggu hingga kering.

Tusuk kulit dengan lancet sedalam 3 mm. Hindari menusuk vena.

Hidupkan stopwatch saat darah mulai keluar kemudian isap darah yang keluar
dengan kertas saring setiap 30 detik.

Matikan stopwatch pada saat darah berhenti mengalir.

Kurangi tekanan hingga 0 mmHg lalu lepas manset tensimeter.

Hitung masa perdarahan dengan menghitung jumlah noktah darah yang ada pada
kertas saring. Jika telah lewat 10 menit perdarahan masih berlangsung, maka
hentikan pemeriksaan ini.

2. Metode Duke
o

Bersihkan anak daun telinga dengan kapas alkohol 70 %, tunggu hingga kering.

Tusuk pinggir anak daun telinga dengan lancet sedalam 2 mm.

Hidupkan stopwatch saat darah mulai keluar kemudian isap darah yang keluar
dengan kertas saring setiap 30 detik.

Matikan stopwatch pada saat darah berhenti mengalir.

Kurangi tekanan hingga 0 mmHg lalu lepas manset tensimeter.

Hitung masa perdarahan dengan menghitung jumlah noktah darah yang ada pada
kertas saring.

Masalah Klinis

HASIL MEMENDEK : Penyakit Hodgkin


HASIL MEMANJANG : idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), abnormalitas trombosit,

abnormalitas vascular, leukemia, penyakit hati serius, disseminated intravascular coagulation (DIC),
anemia aplastik, defisiensi faktor koagulasi (V, VII, XI). Pengaruh obat : salisilat (aspirin), dekstran,
mitramisin, warfarin (Coumadin), streptokinase (streptodornasi, agens fibrinolitik).

Anda mungkin juga menyukai